Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PEMBUATAN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBANTUAN SOFTWARE LECTORA INSPIRE DI SMA Erniwati Erniwati; M. Sirih; Hasnawati Hasnawati; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2894

Abstract

Abstrak: Pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran berbantuan software lectora inspire dapat membantu guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran baik dalam bentuk offline maupun online di SMA Wahdah Islamiayah Kendari.  Tahap kegiatan pengabdian meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan pendampingan dan pengembangan perangkat pembelajaran, dan tahap evalausi dan refleksi. Hasil kegiatan  sangat bermanfaat bagi guru dalam meningkatkan kemampuan mengembangkan perangkat pembelajaran namun masih perlu kegiatan pembimbingan lanjutan yang lebih intensif sesuai dengan tanggapan peserta terhadap kebermanfaatan kegiatan pelatihan yang mencapai 98,75 % . Sedangkan pengetahuan operasinalisasi, pembuatan dan hasil karya sangat baik (81,6 %) serta  pengembangan perangkat sudah baik (73,75 %). Selain itu ada peningkatan prosentase pemahaman dan penguasaan materi peserta dari 70 % menjadi 80,86 % dengan kategori sangat baik.Abstract: Assistance device manufacture software lectora inspire assisted learning can help teachers develop learning device in the form of off line and on line at senior high school Wahdah Islamiyah Kendari.  Stage service activities include the preparation phase, the implementation phase assistance and the development of learning tools and evaluation stage and reflection. The results of the activities are very useful for teachers in improving the ability to develop learning tools, but there is still a need for more intensive follow-up guidance activities according to participants' responses to the benefits of training activities which reached 98.75%. Meanwhile, the knowledge of operationalization, manufacture and work was very good (81.6%) and the development of tools was good (73.75%). In addition there is an increase in the percentage of participants understanding and mastery of materials from 70% to 80.86% with very good categories.
Kajian Etnobotani Tumbuhan Dalam Upacara Kehamilan (Posipo) Hingga Masa Anak-Anak (Dole-Dole) Pada Masyarakat Wolio Kota Bau-Bau Lili Darlian; D. Damhuri; Wa Ode Hasni
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.234 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat81127652019

Abstract

Tujuan dari penelitia ini adalah untuk mengetahui (1) jenis-jenis tumbuhan apa saja yang digunakan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole), (2) organ apa saja yang dimanfaatkan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole), (3) pemanfaatan tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole) oleh Masyarakat Wolio Kota Bau-Bau. Metode penelitian survey eksploratif dengan menggunakan teknik wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi, organ yang dimanfaatkan serta mengidentifikasi dengan mengacu buku identifikasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat 24 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat kehamilan (posipo), kelahiran (aqiqah) dan masa anak-anak (dole-dole). Jumlah tumbuhan terdiri dari 2 kelas, 12 ordo dan 13 famili. Kelas Dicotyledoneae sebanyak 8 jenis sedangkan Monocotyledoneae sebanyak 16 jenis. Berdasarkan hasil eksplorasi, keseluruhan tumbuhan yang ditemukan berasal dari pekarangan, perkebunan dan hutan. Famili terbanyak Arecaceae dan Liliaceae masing-masing 5 jenis dan Poaceae 3 jenis. Organ yang dimanfaatkan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga masa anak-anak (dole-dole) adalah akar, rimpang, umbi, batang, daun, bunga, buah dan biji. Cara pemanfaatan tumbuhan dalam upacara beraneka ragam setiap prosesi, tata cara serta fungsi dan makna yang berbeda. Kata Kunci : Etnobotani, Upacara Adat, Masyarakat Wolio This study investigated a natural acid-base indicator which is extracted from plants in Kupang city. There are 14 plants that potential as a source of natural indicator for acid base titration, i.e, Kol Ungu (Brassica oleracea Capitata Group), Turi Merah flower (Sesbania grandiflora L. Pers), Belimbing Wuluh flower (Averhoa bilimbi L), Kaktus Merah fruit (Opuntia vulgaris Mill), Ruelia flower (Ruellia simplex), Flamboyan flower (Delonix regia), bugenvil flower (Bougainvillea spectabilis Willd.), Bayam Merah leaves (Amaranthus tricolor L.) Jamblang fruit (Syzygium cumini L.), Murbey fruit (Morus alba L.), Pinang fruit (Areca catechu L.), Sirih fruit (Piper betle L.), Kunyit (Curcuma longa Linn), and Nanas Kerang leaves (Rhoeo discolor). Plants extract shows a sharp color change in acid and base solution. Promising results as a natural indicator also shown in acid base titration which is have similar equivalent point to synthetic indicator. We can use these natural indicators as an alternative to synthetic indicator because they are found to be simple, very useful, cheap, easy to extract, accurate, and eco-friendly.  Keywords: plant, natural indicator, acid-base. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENTUK FLASH FLIPBOOK PADA MATERI PLANTAE DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Sri Wahyuningsi Dwi Astuti; Lili Darlian; Saprin Saprin
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 7, No 3 (2022): Edisi November 2022
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/ampibi.v7i3.25934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa flash flipbook yang layak digunakan dalam pembelajaran materi Plantae di Sekolah Menengah Atas (SMA). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Subjek penelitian ini adalah validator media, validator materi, guru mata pelajaran Biologi serta peserta didik SMA Negeri 8 Konawe Selatan. Instrumen penelitian ini adalah lembar isian dengan skala Semantik Diferensial. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil validasi media pembelajaran tahap 1 oleh ahli media memperoleh rata-rata 0,92 (kriteria sangat valid), validasi materi rata-rata 0,92 (kriteria sangat valid) dan uji coba produk (kelayakan) oleh guru Biologi dan peserta didik SMA Negeri 8 Konawe Selatan memperoleh rata-rata presentasi 100%, kriteria sangat baik. Kriteria tersebut menggambarkan bahwa media flash flipbook layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi Plantae di Sekolah Menengah Atas (SMA). 
FREKUENSI GEN ALBINO DALAM POPULASI MASYARAKAT BATAUGA BERDASARKAN HUKUM HARDY WEINBERG Dian Apriani; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.504 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya frekuensi gen albino dalam populasi masyarakat Batauga dan pola pewarisan sifatnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua anggota populasi yang memenuhi kriteria yang digunakan sebagai sampel menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang sudah dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Data diolah menggunakan rumus persamaan Hardy-Weinberg. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi gen alel albino (a) dalam populasi di Kecamatan Batauga sebesar 0,0248626467 atau 2,49% dari 17.795 jiwa. Albino yang paling banyak terdapat di Desa Bola yaitu berjumlah 5 orang dan yang paling sedikit terdapat di Kelurahan Laompo, Kelurahan Busoa dan Kelurahan Lakambau yaitu masing-masing berjumlah 2 orang sedangkan Desa/Kelurahan yang tidak terdapat penyandang albino yaitu di Desa Pogalampa, Kelurahan Majapahit, Kelurahan Masiri, Desa Lawela, Desa Lampanairi, Desa Lawela Selatan, Kelurahan Molagina dan Kelurahan Bandar Batauga. Albino di Kecamatan Batauga disebabkan karena adanya migrasi. Pola pewarisan dari 7 peta silsilah keluarga yang terdapat di Kecamatan Batauga adalah resesif autosom dengan tipe OCA1.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MoringaoleiferaLamck.) DAN EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaenaodorata L.) Andri Priono; Nur Arfa Yanti; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.484 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5029

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tujuan Penelitian untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus serta untuk mengetahui perbandingan efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap bakteri uji. Metode penelitian Eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumur (well difusion). Variabel bebas (X) adalah ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) dengn masingmasing konsentrasi 25%, 50% dan 75%, total perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 3 perlakuan sehingga total keseluruhan perlakuan bakteri uji adalah 36 unit percobaan. Variabel terikat (Y) yaitu aktivitas antibakteri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa ANAVA dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh yang nyata ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. (2) Perlakuan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus adalah konsentrasi 75%. (3) Perlakuan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli adalah konsentrasi 25% sedangkan S. aureus adalah 50%. (4) Ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) mempunyai efektivitas penghambatan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus.Kata Kunci : ekstrak, antibakteri, Moringa oleifera L, Chromolaena odorata L.
PENGARUH RENTANG WAKTU CEKAMAN PANAS TERHADAP NILAI HEMATOKRIT AYAM BROILER (Gallus domesticus) Akhmad Sidiq Riza; M. Sirih; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.426 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.17002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rentang waktu cekaman panas terhadap nilai hematokrit ayam broiler. Sampel penelitian adalah 15 ekor ayam broiler dari populasi, diambil secara purposive sampling dengan kriteria kondisi sehat, berkelamin jantan, bobot tubuh ±800 gram dan berumur 21 hari. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah rentang waktu cekaman panas sebesar 40ºC selama 0 jam/hari (kontrol), 2 jam/hari, 4 jam/hari, 6 jam/hari dan 8 jam/hari, sedangkan variabel terikat adalah nilai hematokrit ayam broiler. Jenis penelitian ini adalah eksperimen (True-Experiment) menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil analisis data menunjukkan  nilai Fhitung > Ftabel atau p<0,05 artinya  bahwa rentang waktu cekaman panas berpengaruh nyata terhadap nilai hematokrit ayam broiler (Gallus domesticus). Kesimpulan yang diperoleh semakin lama rentang waktu cekaman panas maka nilai hematokrit semakin menurun.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 PARIGI PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Wa Ode Saleha; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.064 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5025

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Parigi pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Parigi melalui model pembelajaran Example Non Example pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, di SMP Negeri 4 Parigi pada siswa Kelas VII berjumlah 24 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan tiga siklus belajar, setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi dan (4) refleksi. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa dan tes pemahaman konsep siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Keberhasilan aktivitas siswa siklus I mencapai 68.16%, siklus II mencapai 77.54% dan siklus III mencapai 80.08%. Persentase pemahaman konsep siswa siklus I mencapai 67.41%, siklus II mencapai 78.13% dan siklus III mencapai 79.76%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP Negeri 4 Parigi. Kata Kunci : model pembelajaran, example non example, aktivitas belajar, pemahaman Konsep.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM EKSKRESI PADA SISWA KELAS VIIIe SMP NEGERI 20 KENDARI Nursamdiyanti Nursamdiyanti; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.394 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari melalui penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 di SMP Negeri 20 Kendari. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus belajar. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi; dan (4) refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari yang berjumlah 27 orang, terdiri dari 19 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan tes evaluasi hasil belajar kognitif siswa siklus I dan siklus II. Data hasil penelitian dianalisis dengan cara deskriptif. Keberhasilan tindakan aktivitas siswa siklus I mencapai 58,8% dengan kategori cukup dan siklus II mencapai 82,1% dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 55,6%, ketuntasan hasil belajar siswa siklus II mengalami peningkatan sebesar 88,9%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari.Kata kunci: Inkuiri, Aktivitas, Hasil Belajar.
POLIMORFISME WARNA DAN PERSEBARAN MIKROHABITAT KETAM KENARI (Birgus latro L.) DI KECAMATAN LAPANDEWA Wa Mirna; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 3 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.432 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i3.23338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme warna dan persebaran mikrohabitat Ketam Kenari (Birgus latro L.) di Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksplorasi yaitu mengeksplor lokasi penelitian. Data polimorfisme warna dan persebaran mikrohabitat Ketam Kenari dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, polimorfisme warna Ketam Kenari di Kecamatan Lapandewa yaitu hitam-cokelat, cokelat-orange kebiruan, cokelat-biru, orange-cokelat dan cokelat. Persebaran mikrohabitat Ketam Kenari di Kecamatan Lapandewa tersebar pada empat titik yaitu di Pantai Seleka, Pantai Laboke, Pantai Wurake dan Pantai Loko Munciu. Mikrohabitat Ketam Kenari di Kecamatan Lapandewa memiliki tipologi pantai yang berbatu karang, berbatu cadas, memiliki gua-gua atau celah batu di tepi pantai dan vegetasinya didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan pantai (Pandanus sp.) dan palem (Cycas javana).
GULMA DI LAHAN PERTANIAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT Harpa Pria Gawaksa; Damhuri Damhuri; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.426 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies gulma yang terdapat pada lahan pertanian jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Pengambilan sampel dilakukan pada saat penjelajahan di empat lokasi lahan jagung di Kecamatan Barangka yang memiliki produktivitas paling rendah, yaitu Desa Bungkolo, Desa Barangka, Desa Lafinde, dan Desa Waulai. Pengamatan dan identifikasi dilakukan terhadap habitat, habitus, dan morfologi organ sampel. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan pertanian jagung di Kecamatan Barangka dijumpai 43 spesies gulma dari 20 famili. Ditinjau dari klasifikasi taksonomi, gulma tersebut terdiri atas 1 spesies gulma paku, 9 spesies gulma monokotil, dan 33 spesies gulma dikotil, sedangkan dari morfologi dan responnya terhadap herbisida, gulma tersebut terdiri atas 4 spesies gulma teki-tekian, 4 spesies gulma rumput-rumputan, dan 35 spesies gulma berdaun lebar.Kata kunci: Gulma, Lahan Jagung, Identifikasi
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Agustan Ahdiat Agriansyah Akhmad Sidiq Riza Akmalsyah Akmalsyah Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Andi Murlina Tasse Andri Priono Aris Suarna AS Aku, AS Asmawati Munir asmawati munir Asmawati Munir Asmawati Munir Asmawati Munir, Asmawati Astaliati Astaliati Aswan, Muhammad Aswan Balumbi, Musthamin Damhuri Damhuri Deki Zulkarnain Dian Apriani Dwi Nurhidayah Ede, Suriana G. Ede, Suriana Gende Fitrianingsih, Julia Fuji Astuty Auza Gende Ede, Suriana Handayani, Rika Harpa Pria Gawaksa Hasnawati Hasnawati Herman, Sriyana Hittah Wahi Sudrajat HM Sirih I Wayan Suama Indra Safitri, Indra Jahidin Jahidin Jumadin, La Kasman Arifin koekoeh santoso La Ino La Jumadin La Kolaka LA KOLAKA, LA M Sirih M. Sirih Marnitasari, Marnitasari Minarni Minarni Muh Syahruramadhan Muh. Sirih Muhammad Alkausar Muhammad Sirih Murni Sabilu Narsa Narsa Nirmalasari Nirmalasari Noni Andriani Nuning Martianingsih Nur Arfa Yanti Nur Arfa Yanti Nurhidayah Z, Dwi Nurhidayah Z., Dwi Nurjaya, Sri Nurrijal Nurrijal, Nurrijal Nursamdiyanti Nursamdiyanti Nurul Adha H Rahawarat, Marwia Rahmat Sewa Suraya Rayani, Nur Reza Ighnas Adhi Jaya Rindra Rusli S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabilu, Murni Saprin Saprin Sarina Sarina Sirih, M Sitti Aisyah May Sri Darmianti Sri Wahyuningsi Dwi Astuti Suarna Samai Suarna Samai Suriana Gende Ede Wa Karniati Wa Karniati, Wa Karniati Wa Mirna Wa Ode Hasni Wa Ode Nur Hikmat Wa Ode Saleha Wa Ode Surianti Nur Walukou, Maryce A. Warysatul Ummah Yustira Meidhita Lestari Zulvia Maika