Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENENTUAN KADAR FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN KESAMBI (Schleichera oleosa. L) Syamsu Nur; Nursamsiar Nursamsiar; Khairuddin Khairuddin; Megawati Megawati; Alfat Fadri
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 46 No. 2 (2021)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/api.v46i2.15772

Abstract

Daun kesambi (Schleichera  oleosa L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa saponin, tanin, alkaloida, steroid, fenolik, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol dan etil asetat daun kesambi (S. oleosa L.) dengan atau tanpa hidrolisis. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan etil asetat dengan atau tanpa penambahan asam asetat sebagai penghidrolisis sehingga diperoleh ekstrak etanol 70% dan etil asetat dengan atau tanpa hidrolisis. Penentuan kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dilakukan secara kolorimetri menggunakan pereaksi AlCl­­3 dan serapan masing-masing sampel diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Hasil penelitian menunjukkan kadar total falvonoid untuk sampel ekstrak etanol tanpa hidrolisis sebesar 62,1±0,98 (mgEQ/g) sedangkan sampel yang dihidrolisis asam asetat sebesar 57±0,23 (mgEQ/g). Kadar total flavonoid untuk sampel ekstrak etil asetat tanpa hidrolisis sebesar 40,7±0,77 (mgEK/g) sedangkan sampel yang dihidrolisis asam asetat sebesar 39,8±0,18 (mgEK/g). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dengan atau tanpa proses hidrolisis.
METODE SPEKTROSKOPI ATR-FTIR TANDEM PCA UNTUK MENDETEKSI KOPI ROBUSTA SEBAGAI ADULTERAN DALAM SEDIAAN KOPI ARABIKA TORAJA KOMERSIAL Aiyi Asnawi; Erli Berlianti; Ellin Febrina; Nursamsiar Nursamsiar; Sitti Rahmi; Ivan Andriansyah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.485 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i1.646

Abstract

Toraja arabica coffee is well known for its higher price and quality compared to robusta coffee, but its commercial is often added with other ingredients, including robusta coffee which has low economic value. Visual inspection is unreliable in roasted ground coffee due to the resemblance of its chemical content. The ATR-FTIR method tandem PCA was able to provide an overview of the typical chemical content of the coffee preparation. The purpose of this study was to evaluate the robusta coffee as adulterant in Toraja arabica coffee preparation by using ATR-FTIR. Toraja arabica coffee beans were obtained from three smallholder plantations around Toraja and Robusta coffee beans were obtained from Toraja, Lampung, and West Java coffee plantations. The coffee beans were roasted and then macerated using 96% ethanol for 3×24 hours and concentrated using a rotary evaporator until being thick. The IR spectrum of each extract was measured using the ATR-FTIR spectroscopy at a range of 4000-650 cm-1. The results show there is a similarity in the IR spectrum patterns and there is only a small difference in the transmittance of Toraja arabica coffee and robusta coffee. Furthermore, the IR spectrum is clustered by using PCA in R program. The projection of three commercial samples shows that samples 1 and 2 do not contain robusta coffee while sample 3 shows the presence of robusta coffee. In conclusion, the ATR-FTIR spectroscopic method tandem PCA was able to clustered the presence or absence of robusta coffee content in the Toraja arabica coffee.
DOCKING SENYAWA AGLIKON KURKULIGOSIDA A DAN TURUNANNYA TERHADAP ENZIM ALDOSA REDUKTASE Nursamsiar Nursamsiar; Achnis Akbar Jum; Rahmad Aksa; Marwati Marwati; Syamsu Nur
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3072

Abstract

Senyawa aglikon kurkuligosida A memiliki kemiripan struktur dengan butein yang memiliki aktivitas penghambatan terhadap aldosa reduktase, sebagai salah satu target terapi komplikasi diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara senyawa aglikon kurkuligosida A dan turunannya terhadap enzim aldosa reduktase dengan metode docking molekuler. Docking dilakukan dengan menggunakan program AutoDock 4.2, dengan menambatkan senyawa aglikon kurkuligosida A dan turunannya pada sisi aktif aldosa reduktase secara in silico. Hasil docking menunjukkan senyawa turunan aglikon kurkuligosida A dapat berinteraksi dengan sisi aktif. Interaksi terbaik ditunjukkan oleh senyawa 36 (3,5-dihidroksibensil-3-bromobensoat), senyawa 39 (3,5-dihidroksibensil-4-nitrobensoat), senyawa 52 (4-hidroksibensil-4-nitrobensoat) dengan nilai energi bebas ikatan berturut-turut -10.09 kkal/mol, -10.07 kkal/mol, dan -10.33 kkal/mol yang berinteraksi dengan residu asam amino penting pada aldosa reduktase dan memiliki ikatan hidrogen yang sama pada Tyr48, His110 dan Trp111 dengan menggunakan ligan alami [2-(4-bromo-2-fluoro-benzylthiocarbamoyl)-5-fluoro-phenoxy]-acetic acid sebagai pembanding.
Sunscreen Activing of Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Using Spectrophotometry Method Martinus G Lalu; Nursamsiar Nursamsiar; Lukman Muslimin; Sahibuddin A Gani
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 2 No 1 (2017): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.97 KB)

Abstract

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang dapat membahayakan kulit. Sinar UV ini dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit seperti eritema, pigmentasi, penuan dini, kekeringan, keriput, bahkan menyebabkan kanker kulit. Sehingga diperlukan perlindungan baik secara fisik dengan menutupi tubuh misalnya menggunakan payung, topi, atau jaket dan secara kimia dengan menggunakan tabir surya. Telah dilakukan penelitian uji aktivitas tabir surya ekstrak ubi ungu secara spektrofotometri. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data mengenai aktivitas tabir surya ekstrak tersebut dengan parameter persentasi transmisi eritema, pigmentasi dan sun protection factor (SPF) pada panjang gelombang 292,5–372,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ubi ungu pada konsentrasi 100 – 300 ppm sebagai suntan reguler, proteksi ekstra, dan tanning fast sedangkan pada konsentrasi 400ppm memiliki aktivitas sebagai tanning fast, sunblock; dan SPF proteksi sedang.
Penetapan Kadar Fenolik Dan Flavonoid Total Ekstrak Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria) Syamsu Nur; Suwahyuni Mus; Marwati Marwati; Nursamsiar Nursamsiar; Fitriyanti Jumaetri Sami; Alfat Fadri
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32814/jpms.v5i1.116

Abstract

Daun segar tanaman mangkokan memiliki beberapa khasiat dan mengandung beberapa bahan kimia yang memiliki bioaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dan kadar fenolik serta flavonoid total dari ekstrak etanol daun mangkokan (Polyscias scutellaria). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi fenolik dilakukan dengan pereaksi FeCl3. Warna hijau kehitaman yang terbentuk menandakan adanya senyawa fenol. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan pereaksi antara serbuk magnesium dan HCl pekat, warna jingga yang terbentuk menandakan adanya flavonoid. Penetapan kadar fenolik dan flavonoid dari ekstrak daun mangkokan dilakukan secara kolorimetri menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total ekstrak etanol daun mangkokan adalah 14,67 mgEAG/g dan kadar flavonoid total sebesar 1,83 mgEQ/g.
Total Flavonoids Contain of Leaves of Sapodilla (Manilkara zapota L.) A Syarifah Hamida Assagaf; Nursamsiar Nursamsiar; Sahibuddin A Gani
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.93 KB) | DOI: 10.32814/jpms.v4i2.92

Abstract

Sawo manila (Manilkara zapota L.) merupakan salah satu tumbuhan yang secara tradisional berkhasiat untuk mengobati pendarahan, luka, bisul dan demam. Daunnya memiliki kandungan flavonoid dan saponin yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total yang terkandung dalam daun sawo manila dengan metode spektrofotometri. Daun yang telah kering diekstraksi secara refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan variasi asam (HCl dan CH3COOH). Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata flavonoid total pada ekstrak daun sawo manila dengan penambahan HCl p adalah sebesar 8,35% lebih rendah dibandingkan dengan penambahan CH3COOH sebesar 14,52%.
Profil Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Buah Kersen (Muntingia calabura L.) dengan Metode TAC dan CUPRAC Syamsu Nur; Muhammad Aswad; Rifah Yulianty; Asril Burhan; William Johanes Dian Patabang; Alfat Fadri; Nursamsiar Nursamsiar
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i1.56653

Abstract

Kondisi stress oksidatif dapat mempengaruhi makromolekul seluler dan ekstraseluler (protein, lipid, asam nukleat dan DNA) sehingga dapat mengalami kerusakan oksidatif pada jaringan tubuh yang memicu terjadinya penyakit degeneratif melalui beberapa jalur oksidasi didalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak buah kersen dengan metode TAC dan CUPRAC. Sampel segar buah kersen dikumpulkan kemudian dilakukan proses pembuatan simplisia yang kemudian dilakukan proses ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi untuk dilakukan proses penyarian dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental buah kersen (EE). Ekstrak kental buah kersen kemudian dilakukan proses pemisahan dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol-air (1:9) sehingga diperoleh fraksi n-heksan (HF), fraksi etil asetat (EAF) dan fraksi etanol-air (EF). Kemudian masing-masing sampel di uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode Total Antioxidant Capacity (TAC) dan Cupric ion Power Reducing Antioxidant Capacity (CUPRAC). Hasil yang diperoleh yaitu pada metode TAC, EAF memiliki aktivitas yang lebih baik dengan nilai Quercetin Equivalen Antioxidant Capacity (QEAC) 57,1±1,03 µM/mg dibandingkan dengan EE, EF dan HF. Sedangkan pada metode CUPRAC diperoleh hasil bahwa EAF memiliki aktivitas antioksidan dalam mereduksi Cu yang lebih baik dengan nilai Gallic Acid Equivalen Antioxidant Capacity (GAEAC) 13,13±0,008 µM/mg dibandingkan dengan EE, EF dan HF. Hal ini menunjukkan bahwa buah kersen memiliki potensi aktivitas antioksidan yang baik. Fraksi etil asetat (EAF) dari buah kersen memiliki potensi sebagai antioksidan dalam mereduksi Mo dan ion Cu dengan menggunakan metode TAC dan CUPRAC. Adanya data ilmiah dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan buah kersen sebagai food suplement antioksidan yang berguna untuk kesehatan masyarakat.
UJI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL DAUN JATI PUTIH (Gmelina arborea Roxb.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) Wahyu Hendrarti; Maulita Indrisari; Marliana Pasang; Nursamsiar Nursamsiar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.738

Abstract

ABSTRAK Jati Putih (Gmelina arborea Roxb) yang dikenal sebagai Gamhar adalah pohon yang banyak tumbuh yang menyebar alamiah, sebagian besar dari India, dimana akar, kulit kayu, daun, bunga, dan buah merupakan bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai obat.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek toksik setelah pemberian ekstrak etanol daun jati putih (Gmelina arborea Roxb). Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif menerima akuades dan kelompok perlakuan menerima ekstrak etanol daun jati putih pada konsentrasi 10 mg/g BB selama 60 hari berturut-turut. Masing–masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Hari ke-31 dan ke-61 dilakukan pengambilan darah kemudian pengukuran kadar SGPT, kreatinin dan pembedahan. Hasil penelitian uji toksisitas subkronik ekstrak etanol daun jati putih pada tikus putih jantan menunjukkan bahwa pada hari ke-31 tidak ada tanda-tanda kerusakan pada organ hati, ginjal dan lambung, sedangkan pada hari ke-61 menunjukkan terjadi luka pada lambung. Kata kunci : toksisitas, subkronik, daun jati putih, tikus putih. ABSTRACT Goomar teak (Gmelina arborea Roxb) is known as Gamhar trees that grow naturally widespread, mostly from India, where the roots, bark, leaves, flowers, and fruit of the plant part that can be used as medicine. The purpose of this study was to determine the toxic effects after administration of ethanol extract of leaves of goomar teak (Gmelina arborea Roxb). In this study there were two groups: negative control group and the treatment group receiving aqudest received ethanol leaf extract at a concentration of 10 mg white teak/g BW for 60 consecutive days. Each group consisted of 6 rats. 31st day and the 61st was then measured levels of blood sampling SGPT, creatinine and surgery. The results subchronic toxicity test ethanol extract of goomar teak leaf on white male rats showed that at day 31 there was no sign of damage to the liver, kidneys and stomach, whereas on day 61 showed an injury to the stomach. Key words: toxicity, subchronic, goomar teak leaves, white rats.
UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA SENYAWA SEBAGAI PENINGKAT PENETRASI TERHADAP LAJU DIFUSI KRIM ASAM KOJAT TIPE MINYAK DALAM AIR SECARA IN VITRO Michrun Nisa; Radhia R; Sahibuddin A Gani; Aisyah Aisyah; Nursamsiar Nursamsiar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.773

Abstract

ABSTRAK Bahan peningkat penetrasi merupakan zat tambahan yang membantu difusi obat melewati stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan propilenglikol, DMSO, dan isopropil miristat dengan berbagai konsentrasi sebagai peningkat penetrasi dalam proses difusi asam kojat secara in vitro. Krim asam kojat dibuat dengan variasi konsentrasi propilenglikol, DMSO, dan isopropil miristat masing–masing 1%, 2%, 4%, dan 8% serta tanpa peningkat penetrasi. Pengujian stabilitas krim meliputi organoleptis, penentuan tipe emulsi, pH, dan viskositas. Uji difusi dengan alat sel difusi Frans menggunakan membran kulit tikus (Rattus novergicus) dan difusi asam kojat dalam cairan kompartemen reseptor pada interval waktu 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120 menit diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV. Hasil uji stabilitas menunjukkan tidak ada perubahan sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat tehadap organoleptis, penentuan tipe emulsi, dan pH tetapi viskositas berbeda sangat signifikan akibat variasi bahan dan konsentrasi peningkat penetrasi. Dari formula krim asam kojat yang mengandung DMSO 8%, propilen glikol 1%, isopropil miristat 8% yang diformulasi dapat dikategorikan stabil secara fisik dan paling efektif dibanding formula lainnya. Kata kunci: peningkat penetrasi, laju difusi, asam kojat. ABSTRACT Penetration of an enhancer is an additive that assist the diffusion of the drug through the stratum corneum. The purpose of this study was to determine the effect propylene glycol, DMSO, and with various concentrations of isopropyl myristate as penetration enhancers in the diffusion process of kojic acid in vitro. Kojic acid cream made with various concentration propylene glycol, DMSO, and isopropyl myristate, 1%, 2%, 4%, and 8% respectively, well as no penetration enhancers. Tests include organoleptic stability of cream, determining the emulsion type, pH, and viscosity. Diffusion test with tool diffusion frans cells using mouse skin membrane (Rattus novergicus) and diffusion in the liquid compartment kojic acid receptors on the time interval 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, and 120 min were measured by using UV spectrophotometer. Stability test results showed there was no change before and after accelerated storage on organoleptic, determination of the type of emulsion viscosity and pH but differ significantly due to variations in ingredients and concentrations of penetration enhancers. Of kojic acid cream formula containing 8% DMSO, 1% propylene glycol, isopropyl myristate 8% which can be categorized formulated physically stable and most effective formula than the others. Key words: penetration enhancers, the rate of diffusion, kojic acid.
STUDI IN SILICO SENYAWA TURUNAN ANALOG KALKON DAN PIRIMIDIN SEBAGAI ANTIINFLAMASI: PREDIKSI ABSORPSI, DISTRIBUSI, DAN TOKSISITAS Nursamsiar Nursamsiar; Alprida Tandi Toding; Akbar Awaluddin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v13i1.891

Abstract

ABSTRAK Kalkon merupakan golongan flavonoid yang mempunyai aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi profil farmakokinetik (absorpsi dan distribusi) serta toksisitas senyawa turunan analog kalkon dan pirimidin sebagai obat antiinflamasi. Prediksi parameter absorpsi dan distribusi menggunakan perangkat lunak PreADMET® dan sifat toksisitas menggunakan perangkat lunak Toxtree®. Penapisan senyawa berdasarkan kaidah Lipinski menunjukkan bahwa 24 senyawa hasil modifikasi memenuhi kaidah Lipinski, kecuali senyawa 22. Studi prediksi absorpsi dengan parameter HIA (Human Intestinal Absorption) menunjukkan semua senyawa terabsorpsi baik pada usus (70-100%), kecuali senyawa 4, 10, dan 11 moderate absorption (20-70%) dan senyawa 22 kurang terabsorpsi (0-20%). Parameter kemampuan permeabilitas pada sel Caco-2 menunjukkan semua senyawa memiliki kemampuan permeabilitas menengah (4–70%). Sedangkan profil distribusi berdasarkan keterikatan pada protein plasma menunjukkan bahwa semua senyawa terikat lemah pada protein plasma (
Co-Authors A Syarifah Hamida Assagaf A., Hamdayani L. Achnis Akbar Jum Adrianti Palino Aisyah Aisyah Aisyah F, Aisyah Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Akbar Awaluddin Akrom, Akrom Alfad Fadri Alfat Fadri Alfat Fadri Alfat Fadri Alprida Tandi Toding Andi Nur Aisyah Andi puanguce Paluseri Anugerah Sukmayanti Asril Burhan Astuti Amin Azizah, Suhaimi Besse Hardianti Besse Hardianti Burhan, Asril Christa A. M. Suares Dayan El-Roy Matitawaer Djamaluddin, Suci F Ellin Febrina Erli Berlianti Fatima Fatima Fauzan Zein Muttaqin Fhahri Mubarak Fitriyanti Jumaetri Sami Fitriyanti Jumaetri Sami Fitriyanti Jumaetri Sami Fitriyanti Sami H.Tjahjono, Daryono H.Tjahjono, Daryono Hamdayani L. A. Imrawati Imrawati Indradewa, Rhian Irwana, Rina Ivan Andriansyah Julianri Sari Lebang Julianri Sari Lebang, Julianri Sari Jumarni Jumarni Kasmawati, Henny Khaeri, Nur Khaeri, Nur Khairi, Nur Khairuddin - Khairuddin Khairuddin Khairuddin Khairuddin Kristina Pasongli Lisa Christine Maghfirah Putri Arifin Marliana Pasang Marliana Pasang, Marliana Martinus G Lalu Marwati Marwati Marwati Marwati Marwati Marwati Mar’atun Jannah, Imrawati, Muzakkir Baitz, Maulita Indrisari, Maulita Maya M. Mangande Megawati - Megawati Megawati Megawati Megawati Megawati Megawati Michrun Nisa Mubarak Mubarak Muhammad Aswad Muhammad Aswad Muhammad Aswad Muhammad Mirwan Mus, Suwahyuni Muslimin, Lukman Muttaqin, Fauzan Zein Noer Fauziah Rahman Noer Rahman Nur Rahma Rumata Nur Syam Hidayah Rahma Ismail paluseri, Andi Pasongli, Kristina Radhia R Radhia R, Radhia Rahmad Aksa Rifah Yulianty Risfah Yulianti Rosyid, Sujud Z Sahibuddin A Gani Sahibuddin A Gani Sahibuddin A Gani, Sahibuddin A Sami, Fitriyanti Sami, Fitriyanti J. Sitti Rahmi Slamet Ibrahim Solly Aryza Subehan Lallo Suhaimi Azizah Sukriani Kursia Sukriani Kursia, Sukriani Suwahyuni Mus Syamsu Nur Syamsu Nur Syamsu Nur, Syamsu Tumigolung, Aprilia Ester Eunike Utami, Novi F. Wahyu Hendrarti Wahyu Hendrarti William Johanes Dian Patabang Yulita M. Soko