Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Risiko Bahaya Kesehatan Penggunaan Gadget Pada Siswa SMP Boarding School Nurullita, Ulfa; Fariz Bin Seh Abubakar, Sayid; Arif Rahman, Muhammad
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.394

Abstract

Latar belakang: Sekolah moodel boarding school membatasi siswa dalam menggunakan gadget. Bagi siswa baru yang pertama memasuki model boarding school akan merasakan pengalaman yang berbeda karena harus membatasi penggunaan gadget. Ini dapat menimbulkan gangguan kecemasan karena terpisah dari gadgetnya. Maraknya bahaya yang ditimbulkan gadget khususnya pada anak dan remaja, mendorong perlunya penyuluhan bahaya penggunaan gadget pada anak sekolah. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP tentang penggunaan gadget dan risiko bahayanya pada kesehatan. Metode: Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan serta diskusi interaktif dengan materi berupa pengertian dan jenis gadget, berbagai bahaya kesehatan yang ditimbulkan, upaya pencegahan, dan pengendaliannya. Alat bantu yang digunakan adalah LCD proyektor, materi power point, dan leaflet. Hasil: Skor pengetahuan sebelum penyuluhan minimum 40, maksimum 80, dengan standar deviasi 11,389 sedangkan sesudah penyuluhan skor pengetahuan minimum 70, dan maksimal 100, dengan standar deviasi 11,293. Hasil analisis Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000. Kesimpulan: Penyuluhan tentang bahaya penggunaan gadget terhadap kesehatan pada siswa SMP dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Terdapat pemahaman yang lebih baik dari siswa mengenai jenis gadget yang menimbulkan bahaya yang selama ini dianggap tidak berbahaya. Saran bagi orang tua siswa untuk membatasi penggunaan gadget khususnya saat siswa berada di rumah. Kata kunci: bahaya kesehatan, gadget, sosialisasi ___________________________________________________________________ Abstract Introduction: Boarding school models limit students from using gadgets. New students entering the boarding school model for the first time will experience a different experience because they have to limit the use of gadgets. This can cause anxiety disorders because they are separated from their gadgets. The increasing dangers posed by gadgets, especially to children and teenagers, have prompted the need to educate school children about the dangers of using gadgets. Objective: To increase junior high school students' knowledge about the use of gadgets and the risks they pose to health. Method: This community service uses counseling methods and interactive discussions with material in the form of understanding and types of gadgets, various health hazards they cause, and prevention and control efforts. The tools used are LCD projectors, PowerPoint materials, and leaflets. Result: The knowledge score before counseling was a minimum of 40, and a maximum of 80, with a standard deviation of 11.389, while after counseling the minimum knowledge score was 70, and a maximum of 100, with a standard deviation of 11.293. The results of the Wilcoxon analysis obtained a p-value = 0.000. Conclusion: Education about the dangers of using gadgets on health for junior high school students can increase students' knowledge. There is a better understanding from students about the types of gadgets that cause danger that were previously considered harmless. Advice for parents of students to limit the use of gadgets, especially when students are at home. Keywords: health hazards, gadgets, socialization
Exploration of Natural Resources of Potential Candidates for Novel Therapeutic Agents Nurullita, Ulfa
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2 No October (2024): Proceeding of The 1st International Seminar on Public Health and Sports (IS
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/prosidingfkm.v2iOctober.637

Abstract

.
Kerentanan Nyamuk Aedes Aegypti terhadap Cypermethrin dan Malathion Sari, Maya; Sayono; Nurullita, Ulfa
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.223

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat di dataran endemis DBD lebih memilih menggunakan insektisida dalam pemberantasan vektor. Kebiasaan ini menimbulkan resistensi nyamuk terhadap insektisida. Metode: jenis penelitian observasional dengan pendekatan Cross sectional dan subyek penelitian nyamuk Aedes aegypti dengan variabel bebas menggunakan bahan aktif insektisida Cypermethrin 0,05% dan Malathion 5% dengan uji Susceptibility test standar WHO. Hasil: Mortalitas nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Puskesmas Mranggen 1 yaitu berkisar 0% sampai 100% dengan rata-rata sebesar 62% yang tergolong resisten. Hanya di Kelurahan Kembangarum dengan bahan aktif Malathion 5% yang tergolong rentan, dan tidak ada perbedaan status kerentanan terhadap insektisida (0,093) atau (p > 0,05%), tetapi ada perbedaan status kerentanan terhadap status endemisitas (0,043%) atau (p < 0,05%) dan tidak ada perbedaan status kerentanan terhadap interaksi jenis insektisida dengan status endemisitas (p > 0,05%). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan status kerentanan nyamuk Aedes aeypti terhadap interaksi antara bahan aktif insektisida dengan status endemisitas.
Infection Prevention And Control Of Dentistry Students In Tooth Extraction At Dental And Oral Hospital Arti, Dwi Windu Kinanti; Talitha Olivia Sandra, Divi; Nurullita, Ulfa
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 4: Desember 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i4.2205

Abstract

Dental practice has risk becoming an entry point for infectious diseases in dental health facilities. Tooth extraction is an invasive procedure and it is necessary to do Infection Prevention and Control (IPC). The problems in implementation of IPC are not washing hands optimally, not using face shield, and the implementation of IPC in RSGM Unimus are not yet evaluated routinely. This research is descriptive study with cross sectional approach to describe the IPC behavior by dental students in tooth extraction at RSGM Unimus. Respondents in this study were 38 dental students at RSGM Unimus performed tooth extraction. The variables studied were age, gender, years of practice, habits in maintaining hand hygiene, use of PPE, handling of sharp objects, and safe injection practices. The sampling technique are accidental sampling. Most of the respondents were female, aged 24 years, and had practice period of 19-24 months. The ability to maintain hand hygiene is good for 36 respondents (94,7%), the use of PPE is good for 23 respondents (60,23%), handling sharp objects is good for 33 respondents (86,8%), and safe injection practices is good for 34 respondents (89,5%). In conclusion, IPC behavior by dental students at RSGM Unimus has been good.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada Siswa (Studi pada Siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK 4 Klaten) Irmawati, Isti; Nurullita, Ulfa; Harahap, Zoky Abadi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Computer Vision Syndrome (CVS) adalah serangkaian permasalahan mata dan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan ponsel dalam jangka panjang. Penelitian ini dilakukan karena siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK 4 Klaten menggunakan komputer sebagai alat atau media dalam praktik pembelajaran untuk menunjang proses pendidikan dalam keseharian di sekolah maupun di rumah. Berdasarkan wawancara terhadap 10 responden dengan menggunakan kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q), didapatkan informasi bahwa 7 dari 10 responden mengalami keluhan CVS. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS pada Siswa Jurusan TKJ di SMK 4 Klaten. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 216 siswa dan sampel berjumlah 69 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel yang diteliti yaitu jenis kelamin, durasi penggunaan komputer, jarak mata terhadap layar komputer, dan tingkat kecerahan layar komputer. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner CVS-Q, metline, dan kuesioner umum. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ChiSquare pada signifikansi 5%. Hasil: Sebanyak 60,9% siswa mengalami CVS, sebagian besar siswa berjenis kelamin perempuan sebanyak 58%, durasi penggunaan komputer ≥ 4 jam sebanyak 69,6%, jarak penggunaan komputer < 50 cm sebanyak 60,9%, dan tingkat kecerahan layar terang sebanyak 40,6%. Hasil uji hubungan dengan keluhan CVS untuk variabel jenis kelamin (p = 0,010), durasi penggunaan komputer (p = 0,005), jarak mata terhadap layar komputer (p = 0,047), dan tingkat kecerahan layar komputer (p =0,010). Kesimpulan: Ada hubungan jenis kelamin, durasi penggunaan komputer, jarak mata terhadap layar komputer, dan tingkat kecerahan layar komputer dengan keluhan CVS. Kata kunci: durasi penggunaan komputer, jarak pandang, tingkat kecerahan layar komputer, computervision syndrome.
Knowledge And Practice Of Dental Clinic Students In Preventing The Transmission Of Covid-19 Melinia, Rika Cahya; Nurullita, Ulfa; Sholekhah, Nur Khamilatusy; Fatkhurrohman, Fuad
Odonto : Dental Journal Vol 12, No 3 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.12.3.258-268

Abstract

Background: There is a risk of Covid-19 cases occurring between dental practitioners and patients during dental procedures. The inhaled aerosol contains the Covid-19 virus causes dentists, dental nurses or dental clinic students to have a significant risk of transmitting Covid-19. It is important for dental clinic students to have good knowledge and practice in preventing the transmission of Covid-19, especially in dental practice. One of the problems with implementing the prevention of transmission of Covid-19 is the application of standard precautions hand washing which are still often overlooked/ignored. Method: This research is descriptive study with cross sectional approach to describe of the knowledge and practice of dental students in the prevention of Covid-19 transmission in the new normal era at RSGM Unimus. The population was the total of all dental clinic students at RSGM Unimus after deducting the samples that were used as respondents in the validity and reliability test that is 137 people. The sampling technique is simple random sampling with the results of 64 respondents. The variables studied were age, gender, years of practice, knowledge and practice in preventing Covid-19 transmission. Result: As many as 73.4% of respondents had good knowledge and as many as 82.8% of respondents had sufficient practice in preventing the transmission of Covid-19 in the new normal era. Conclusion: Most of the respondents had good knowledge and sufficient practice in preventing the transmission of Covid-19 in the new normal era.
Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Pengrajin Tembaga: Studi Kasus di Boyolali Efendi, Muhammad-Rizal; Nurullita, Ulfa; Handoyo, Wahyu; Wardani, Ratih-Sari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.23-29

Abstract

Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan saraf akibat tekanan pada saraf medianus, umum terjadi pada pekerja dengan aktivitas repetitif dan paparan getaran, seperti di industri kerajinan tembaga CV. Muda Tama Gallery memiliki potensi risiko tinggi CTS akibat pekerjaan tangan intensif dan berulang. Penelitian ini menyoroti lima variabel dugaan penyebab CTS: usia, masa kerja, frekuensi gerakan repetitif, lama paparan, dan intensitas getaran alat kerja. Tujuan: menganalisis hubungan antara karakteristik individu, gerakan repetitif, lama paparan, dan intensitas getaran dengan keluhan CTS pada pekerja pengrajin tembaga.. Metode: Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional dan total sampling pada 43 pekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner (usia, masa kerja), Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ), observasi 1 menit (gerakan repetitif), dan pengukuran getaran menggunakan vibration meter. Analisis menggunakan uji Spearman dan Pearson. Hasil: Rata-rata usia responden 38,51 tahun, masa kerja 13,60 tahun, frekuensi gerakan repetitif 82,93 kali/menit, lama paparan getaran 2,30 jam/hari, dan intensitas getaran 8,68 m/s². Skor rata-rata CTS pada skala keparahan 22,26 dan skala fungsional 13,05. Uji hubungan dengan CTS menunjukkan usia (p=0,000), masa kerja (p=0,000) dengan CTS pada kedua skala. Gerakan repetitif dengan skala keparahan (p=0,044), gerakan repetitif dengan skala fungsional (p=0,057), lama paparan (p=0,058; p=0,157), dan intensitas getaran (p=0,481; p=0,394). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara usia, masa kerja, dan gerakan repetitif dengan keluhan CTS pada pengrajin tembaga, sementara lama paparan dan intensitas getaran tidak berpengaruh signifikan. Meski tidak berpengaruh pada skala fungsional, gerakan repetitif tetap memperburuk gejala CTS.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Kesehatan untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue Trixie Salawati; Nahwa Arkhaesi; Ulfa Nurullita; Wulandari Meikawati; Nurina Dyah Larasati; Eka Fiyantiana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v5i1.899

Abstract

Latar belakang: Panti asuhan adalah komunitas yang berisiko besar menjadi tempat penularan penyakit demam berdarah. Hidup bersama dengan populasi yang padat membuat penularan melalui gigitan nyamuk lebih cepat terjadi antar penghuni panti. Kondisi lingkungan seperti adanya genangan air dan sampah dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan penghuni panti asuhan tentang penularan penyakit demam berdaran dan cara pencegahannya. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan menggunakan media PowerPoint dan simulasi dengan media permainan ular tangga tentang demam berdarah. Sebelum dan sesuah penyuluhan dilakukan pengukuran skor pengetahuan. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebelum penyuluhan sebesar 87,78 dan sesudahnya sebesar 96,11. Partisipan memiliki tingkat pengetahuan Baik sebesar 86,7% sebelum penyuluhan, dan meningkat 100% setelahnya. Peningkatan hasil ini sangat signifikan dalam uji Wilcoxon (p= 0,002). Kesimpulan: Pengetahuan partisipan tentang penularan penyakit demam berdarah dan pencegahannya mengalami peningkatan bermakna setelah mengikuti penyuluhan dan simulasi permainan ular tangga. _______________________________________________________________________ Abstract Background: Orphanages are communities at high risk of dengue fever transmission. Living in a group population makes transmission through mosquito bites more rapid among residents. Environmental conditions such as stagnant water and garbage can become breeding grounds for the Aedes aegypti mosquito. Objective: To increase the knowledge of orphanage residents about the transmission of dengue fever and how to prevent it. Method: The activity was educational, using PowerPoint and simulations of the Snakes and Ladders game about dengue fever. Before and after the counseling, knowledge scores were measured. Result: The average knowledge score before the counseling was 87.78, and after it was 96.11. Participants had a Good-level of knowledge of 86.7% before counseling, and increased to 100% afterward. This increase in results was highly significant in the Wilcoxon test (p = 0.002). Conclusion: Participants' knowledge increased significantly after participating in counseling and the Snakes and Ladders game simulation.
Hubungan Pengetahuan tentang Kebersihan Rongga Mulut dan Perilaku Menggosok Gigi dengan Status Kebersihan Rongga Mulut pada Santri Pondok Pesantren Al Marhabaniyyah Sabila, Amelia; Nurullita, Ulfa; Sholekhah, Nur Khamilatusy; Anwar, Risyandi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22261

Abstract

ABSTRACT Oral health contributes significantly to general body health. The purpose of this study was to assess the relationship between oral hygiene knowledge and tooth brushing behavior  with oral hygiene status among students of Pondok Pesantren Al Marhabaniyyah. The research design was observational with a cross-sectional approach. The population consisted of 82 students, selected using a total sampling technique. Data were collected through a knowledge questionnaire, observation of tooth brushing behavior, and oral hygiene examination using the Simplified Oral Hygiene Index (OHI-S). Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The results showed a significant relationship between knowledge of oral hygiene and oral hygiene status (p = 0.032; r = -0.237), indicating that higher knowledge was associated with better oral hygiene status. However, no significant relationship was found between tooth brushing behavior and oral hygiene status (p = 0.481; r = -0.079). In conclusion, knowledge plays an important role in influencing oral hygiene, whereas tooth brushing behavior did not show a significant correlation. Keywords: Knowledge, Tooth Brushing Behavior, OHI-S, Oral Hygiene.  ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut memiliki fungsi utama dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kebersihan rongga mulut dan perilaku menggosok gigi dengan status kebersihan rongga mulut pada santri Pondok Pesantren Al Marhabaniyyah. Penelitian ini dirancang menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh santri berjumlah 82 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, observasi perilaku menggosok gigi, serta pemeriksaan status kebersihan rongga mulut menggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kebersihan rongga mulut dengan status kebersihan rongga mulut (p = 0,032; r = -0,237). Hal ini mengindikasikan semakin tinggi pengetahuan, maka semakin baik status kebersihan rongga mulut. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menggosok gigi dengan status kebersihan rongga mulut (p = 0,481; r = -0,079). Kesimpulannya, pengetahuan berperan penting dalam memengaruhi kebersihan rongga mulut, sedangkan perilaku menggosok gigi belum menunjukkan hubungan yang berarti. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku menggosok Gigi, OHI-S, Kebersihan Rongga Mulut.
Co-Authors - Budiyono - Machmudah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Adilla Putri Aprizkia Agus Wirawan Aksi Muhammad Qodir Alvinna Mawaddah Dian Wahyuni Anak Agung Gede Sugianthara Anjas Surtiningrum Aprillia Gretha Dewi Pramono Ari Suwondo Arief Nugroho ARIF RAHMAN, MUHAMMAD Arti, Dwi Windu Kinanti Astuti Pavilianingtyas Atira Salsabila Avista Ayu Sulistyawati Ayu Fitriya Rusanto Ayu Yulistyawati Bejo Waluyo Budi Supriyanto Danny Irvanto Dayu Yunita Putri Deni Febe Fidiana Dera Alfiyanti Didik Sumanto Dina Dwi Nuryani Dwi Windu Kinanti Arti Efendi, Muhammad-Rizal Eka Fiyantiana Estri Irawati Eva Ahza Niswatu Fikri Farah Fathia Fauzia Fariz Bin Seh Abubakar, Sayid Fiki Imania Fuad Fatkhurrohman, Fuad Ghaitsa Zahira Gina Malika Ritonga Harahap, Zoky Abadi Idayanti . . Ika Istirokah Indah Nurhayati Inge Laura Noreza Irfanul chakim Irma Dita Kurniawati Irmawati, Isti Jevina Noraisa Hida Kharisma Akbar Yudantara Kusumaningrum, Manik Lifia Ayu Wulandari Linda Ayu P Lusi Wulandari M Mifbakhuddin Mahda, Mahda Maulina, Tia Ayu Maya Sari Melinia, Rika Cahya Mifbakhuddin - Mifbakhuddin M Mifbakhuddin Mifbakhuddin, Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhudin Mifbakhuddin, Mifabkhuddin Mohammad Zaenal Arifin Mugi Hartoyo Mugi Hartoyo Mugram Rashid Samual Muhammad Iqbal Rasyid Laziale Nahwa Arkhaesi Neha Azizatun Nisa Neni Susilaningsih Ninik Pujiati Noer Elok Faikoh, Noer Elok Nor Okta Maulina Nur Zaini Rohman Nurina Dyah Larasati Nurina Dyah Larasaty, Nurina Dyah Pingping Salsabila Pristiani, Sisilia Niken Rahayu Astuti Rahayu Astuti Ratih Sari Wardani Retno Krestanti Raras Nastiti Retno Krestanti RN Riausah Anjani Risyandi Anwar Rizky Wahyudi Sabila, Amelia Salsabela Ratna Duhita Alri Sayono Sayono Sayono Septiani Pujiyasari, Septiani Sholekhah, Nur Khamilatusy Silviana Dekayati, Silviana Sisilia Niken Pristiani Siti Aminah Siti Aminah Sri Darmawati Sri Hartini Sri Hartini Mardi Asih, Sri Hartini Sri Rejeki Sulistiyani, Sulistiyani Talitha Olivia Sandra, Divi Triamanda, Rona Zulfa Trixie Salawati Trixie Salawati Virliana Chika Amalia Wa Asria Wahyu Handoyo, Wahyu Wardani, Ratih-Sari Wulandari Meikawati Yundari, Yundari