Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan One Health: Deteksi Gen blaZ dari Isolat Staphylococcus aureus Asal Peternakan Sapi Perah di Sulawesi Selatan Sartika Juwita; Agustin Indrawati; Retno Damajanti; Safika Safika; Ni Luh Putu Ika Mayasari; Edi Purwanto; Handayani Halik; Muh Ramadhan; Suhartila Suhartila
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.122

Abstract

Resistansi antibiotik merupakan masalah kesehatan penting di seluruh dunia yang berdampak pada kesehatan manusia dan hewan. Kehadiran gen resistan pada Isolat Staphylococcus aureus dapat berkontribusi pada pengembangan resistansi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan gen blaZ yang berasal dari isolat S. aureus yang resistan terhadap antibiotik penisilin G dari wilayah peternakan sapi perah di Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel penelitian diperoleh dari 20 lokasi peternakan sapi perah yang tersebar di Kabupaten Enrekang. Identifikasi S. aureus dilakukan dengan metode fenotipik dan genotipik. Isolat S. aureus yang resistan terhadap antibiotik penisilin G berasal dari manusia (n=6), ternak sapi perah (n=10), dan produk dangke (n=2) diperoleh dari hasil uji sensitivitas terhadap antibiotik penisilin G (10 U) dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Deteksi gen blaZ menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang berasal dari manusia, ternak sapi perah, dan produk dangke terdeteksi keberadaan gen blaZ masing-masing sebesar 100%. Gen blaZ yang terdapat pada isolat manusia, hewan, dan produk dangke berpotensi menyebar antar isolat dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan manusia.
Lactococcus garvieae: CHARACTERIZATION AND ABILITY TO INHIBIT THE GROWTH OF AQUACULTURE PATHOGENIC BACTERIA Mawardi, Mira; Indrawati, Agustin; Lusiastuti, Angela Mariana; Wibawan, I Wayan Teguh
Indonesian Aquaculture Journal Vol 19, No 1 (2024): (June, 2024)
Publisher : Agency for Marine and Fisheries Extension and Human Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.19.1.2024.87-98

Abstract

Lactococcus garvieae is a gram-positive ovoid cocci bacterium formerly classified as a member of the Lactococcus genus. This study aims to isolate L. garvieae from catfish rearing pond and characterize it as a potential probiotic candidate. L. garvieae was identified and characterized through phenotypic and genotypic observation, genomic % G~C content analysis, cell surface hydrophobicity assays, acidification test, in vitro antagonism, and a profile of antimicrobial activities. The MT597595.1 accession number corresponds to L. garvieae, as determined by a molecular identification test. Biochemical characterization was performed using API 50 CH kit. The genomics %G~C content of L. garvieae was 51.8. Findings from acidification ability tests, in vitro antagonism tests, and the ability of bacteria to grow in broth medium at pH 4 reveal that L. garvieae can inhibit the growth of Aeromonas hydrophila, Streptococcus agalactiae, Streptococcus iniae, and Edwardsiella ictaluri. However, it does not suppress the growth of L. garvieae  Edwardsiella tarda. Remarkably, L. garvieae has the ability to reduce the pH of neutral broth medium turning it acidic. Furthermore, L. garvieae’s hydrophobic cell surface exhibited an adhesive, hydrophobic, and protein surface cell content with a compact growth pattern consistent with postive SAT and MATH assay. Antimicrobial activity tests, encompassing 11 antibiotics, disclosed resistance to  Nalidixic acid while displaying intermediate sensitivity to Streptomycin and Trimethoprim. In conclusion, L. garvieae demonstrates an inhibitory effect on the growth of pathogenic bacteria, underlining its potential as a probiotic candidate.
CHARACTERIZATION OF SPORE-FORMING BACTERIA ISOLATED FROM TILAPIA (OREOCHROMIS NILOTICUS) AND THEIR POTENTIAL FOR A PROBIOTIC CANDIDATE Mawardi, Mira; Indrawati, Agustin; Lusiastuti, Angela Mariana; Wibawan, I Wayan Teguh
Indonesian Aquaculture Journal Vol 18, No 2 (2023): (December, 2023)
Publisher : Center for Fisheries Research, Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resource

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.18.2.2023.105-114

Abstract

Gram-positive spore bacteria are widely used as probiotics in general sectors. However, there are still limited bacterial isolates as probiotic candidates available from indigenous isolates, especially in aquaculture. This study aimed to obtain potential spore-forming isolates as probiotic candidate for tilapia. Tilapia fish samples were collected from Sukabumi, Ciamis, Serang, and Papua. Bacterial isolates were isolated from the digestive tract of tilapia. Bacteria were identified based on their morphological, molecular characteristics, complete genome composition, and cell surface identification based on hydrophobic properties. In this study, six bacteria were isolated and identified by molecular characteristics using 16S rRNA sequences. Based on the phylogenetic analysis, the 9 PP isolate was Priestia megaterium basonym: Bacillus megaterium, CMS 16N isolate was Brevibacillus halotolerans, PPN 10 isolate was Bacillus sp., 3.1 SKBM isolate was Bacillus mycoides, CMS 22 N and SRG32 isolate were Bacillus subtilis. Six bacteria had different phenotypicals, ATGC sequence compositions, and a higher proportion of total G~C sequence composition above 50%. The coherent cell surface hydrophobicity test was positive on the SAT, SA, AA, and compact growth patterns in soft-agar media for 9 PP, CMS 22 N, and SRG32 isolates. From our study, the indigenous spore-forming bacteria isolated from tilapia stomachs are enzymatic bacteria, which have a strong attachment to host tissue and high potential as a probiotic candidate for fish. Various hydrophobicity test results from each isolate indicate that the protein composition in the cell surface is different.
Uji Resistansi Antibiotik Bakteri Vibrio Parahaemolyticus dari Udang Putih (Litopaneus Vannamei) Serta Identifikasi Gen Penyandi Resistan Ampisilin Ramadhaniah, Vetty; Agustin Indrawati; Bayu Febram Prasetyo
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.97-105

Abstract

Penyakit vibriosis pada udang putih (Litopaneus vannamei) sangat ditakuti oleh pembudidaya pada tahun 2009 karena diduga dapat menimbulkan early mortality syndrome (EMS). Penyakit ini menyebabkan kematian massal pada usia muda. Umumnya vibriosis pada udang dicegah dan diobati dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistansi multi-antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat resistansi antibiotik terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus di udang putih dan mengidentifikasi keberadaan gen resistan terhadap ampisilin. Isolat bakteri V. parahaemolyticus diuji resistansi terhadap antibiotik ampisilin, oksitetrasiklin, kloramfenikol, enrofloksasin, dan eritromisin. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan tabel Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil uji resistansi menunjukkan bahwa 30 isolat V. parahemolyticus sensitif terhadap enrofloxacin (94%), dan kloramfenikol (97%). Adapun hasil uji terhadap ampisilin menunjukkan adanaya resistan (77%). Bakteri yang resistan terhadap ampisilin diuji terhadap keberadaan gen yang mengkode protein BlaTEM yaitu dengan hasil persentase 100% (dari 6 sampel) pada amplikon 516 bp. Dapat disimpulkan bahwa isolat V. parahaemolyticus resistan terhadap ampisilin terhadap gen BlaTEM.
Identifikasi Bakteri Pencernaan dan Uji Resistansi pada Primata di Kebun Binatang Bukittinggi safika, safika; Indrawati, Agustin; Hidayat, Rahmat; Afiff, Usamah; Sunartatie, Titiek; Nauval Firdana, Chorrysa; Destri Prameswari, Alvira
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.3.196-203

Abstract

Bakteri merupakan satu di antara penyebab terjadinya beberapa penyakit infeksi. Jenis bakteri yang dapat menginfeksi tubuh berbeda-beda tergantung organ atau lokasi target. Organ yang sering diinfeksi oleh bakteri adalah saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis bakteri saluran pencernaan dan pola resistansi bakteri terhadap beberapa jenis antibiotik. Feses primata diperoleh dari Kebun Binatang Bukittinggi yang diisolasi pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), MacConkey agar (MCA), dan agar darah. Isolat bakteri yang didapat kemudian diuji dengan pewarnaan Gram, dan uji biokimia untuk diidentifikasi. Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang didapat dilakukan uji resistansi dengan metode disk Kirby Bauer. Jenis bakteri Gram negatif yang dapat diidentifikasi yaitu Shigella sp., Proteus sp., Escherichia coli, Klebsiella oxytoca, dan Yersinia sp., serta bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus sp., Stomatococcus mucilaginosus, dan Bacillus sp.. Bakteri E. coli mengalami resistan terhadap antibiotik ampisilin, streptomisin, eritromisin (2 isolat dari 2 isolat), amoksisilin tetrasiklin, oksitetrasiklin, doksisiklin, gentamisin, kloramfenikol dan asam nalidiksat (1 isolat dari 2 isolat), sedangkan bakteri S. aureus hanya mengalami resistansi terhadap antibiotik ampisilin dan amoksisilin (1 isolat dari 1 isolat). Resistansi tersebut dapat terjadi karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat, perpindahan gen antarmikroorganisme.
Isolasi dan Identifikasi Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele (Clarias gariepinus) Pertambakan Muara Jambi, Provinsi Jambi Wulandari, Titis; Indrawati, Agustin; Pasaribu, Fachriyan Hasmi
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.612 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.89-95

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dengan gejala klinis pada kolam bioflok di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi. Bakteri diisolasi dari 35 ekor ikan lele yang memiliki gejala infeksi A. hydrophila. Pengambilan sampel dilakukan Purposive random sampling. Identifikasi dilakukan uji biokimia berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 7303.1-2015 dan dilakukan uji konfirmasi metode PCR taget gen aerA. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebanyak 35 ekor ikan terisolasi 12 isolat bakteri A. hydrophila pada uji biokimia. Namun pada pengujian PCR pada agarose gel 0.8% menujukkan 8 Isolat posistif gen aerA pada 309 bp. Hasil yang berbeda dapat diakibatkan karena adanya positif palsu pada saat uji biokimia. Hasil identifikasi A. hydrophila dengan metode PCR dapat digunakan hasil yang lebih akurat dan waktu uji lebih cepat dibandingkan dengan uji biokimia. Identifikasi yang cepat dapat mempermudah dalam pencegahan infeksi lebih efektif dan cepat.
Isolation and Identification of Vibrio parahaemolyticus Bacteria in Bottlenose Dolphins (Tursiop truncates) in Kendal Conservation Pond, Central Java Nafiqoh, Nunak; Setiadi, Setiadi; Novita, Hessy; Lusiastuti, Angela Mariana; Indrawati, Agustin; Elmanaviean; Jannah, Siti Nur; Gardenia, Lila; Penataseputro, Tanjung; Andriyono, Sapto; Ningrum, Siti Gusti; Oktaviani, Dian; Syahidah, Dewi; Wattiheluw, Muhammad Subhan; Purwaningsih, Uni
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 5 (2024): September 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.5.811-819

Abstract

Aquatic mammals in Indonesia are officially protected. However, there is a lack of research on these mammals, particularly in relation to potential disease-causing bacteria. A study was conducted in a conservation pond to address this gap, where swab samples were taken from the blowholes of aquatic mammals. The focus was on identifying bacteria that could potentially cause infectious diseases in these animals. The results revealed V. parahaemolyticus bacterial isolates, which showed a 98% similarity to the registered V. parahaemolyticus in NCBI. These bacterial isolates exhibited hemolysin properties and demonstrated resistance to trimethoprim, streptomycin, cephalothin, and penicillin antibiotics.
Kajian patogenisitas bakteri Edwardsiella ictaluri pada ikan patin Pangasionodon hypophthalmus Susanti, Wiwik; Indrawati, Agustin; Pasaribu, Fachriyan H
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 15 No. 2 (2016): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3460.241 KB) | DOI: 10.19027/jai.15.99-107

Abstract

ABSTRACT One of major problem of striped catfish Pangasionodon hypophthalmus culture is enteric septicemia of catfish (ESC), bacterial disease of Edwardsiella ictaluri, caused of more than 50% of mortalities. This reaserch was aimed to determine pathogenicity of local isolate E. ictaluri. Thirty individu of five group fishes, 6–10 g in body weight, injected intraperitoneally with 0,1 mL of bacteria suspension of 102 cfu/mL; 104 cfu/mL; 106 cfu/mL; 108 cfu/mL; 1010 cfu/mL; and PBS as control, were culture in 18 of 60×40×45 cm3 aquarium for seven days. External organs of fish (skin and abdomen) and internal organs (liver, kidney, and brain) were examined macroscopicly and microscopicly. Internal organ sample were taken on the 5th day for histopatologic test while blood sample was on the 1st, 3rd, and 5th day after infection. Mortality rate was count to reach LD50. Clinical signs and pathology anatomy of co-infection fish showed vertical swim, petechial hemorrhage in the skin, dropsy, ascites in the abdominal cavity, pale liver and the kidney was dark red. Histopathology showed hydropic degeneration, fatty degeneration, hemorrhage and necrosis in the liver, melano macrophage center (MMC) and necrosis in the kidneys, hemorrhage, and inflammatory cell infiltrates were also found in the kidneys and brain. Decreased of hematocrit and hemoglobin values of all tread group were statistically significant different (P<0,05) compared to controls. LD50 dose was 2,8×104 cfu/mL. The result indicated that E. ictaluri was very pathogenic on striped catfish P. hypophthalmus.  Keywords: Edwardsiella ictaluri, enteric septicemia of catfish (ESC), pathogenicity, striped catfish  ABSTRAK Salah satu kendala yang dijumpai pada budidaya ikan patin Pangasionodon hypophthalmus yaitu serangan penyakit bakterial. Enteric septicemia of catfish (ESC) adalah penyakit infeksi bakteri Edwardsiella ictaluri yang dapat menyebabkan kematian ikan patin sampai >50%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui patogenisitas E. ictaluri isolat lokal pada ikan patin. Masing-masing 30 ekor ikan patin ukuran 6–10 g/ekor diinjeksi secara intraperitoneal dengan 0,1 mL larutan bakteri kepadatan 102 cfu/mL; 104 cfu/mL; 106 cfu/mL; 108 cfu/mL; 1010 cfu/mL; dan PBS sebagai kontrol. Ikan dipelihara selama tujuh hari pada akuarium berukuran 60×40×45 cm3. Pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis dilakukan terhadap organ eksternal (kulit dan abdomen) dan internal (hati, ginjal, dan otak). Pengambilan sampel organ internal untuk uji histopatologi pada hari kelima dan sampel darah untuk uji gambaran darah pada hari pertama, ketiga, dan kelima pascainfeksi. Jumlah kematian ikan dihitung untuk mendapat nilai LD50. Pengamatan gejala klinis dan patologi anatomi ditemukan ikan berenang vertikal, adanya bercak merah pada kulit, pembengkakan abdomen, asites, hati pucat, dan ginjal berwarna merah kehitaman. Hasil histopatologi terlihat terjadinya degenerasi hidropik, degenerasi lemak, melano macrophage center (MMC), nekrosa, hemoragi, dan infiltrasi sel radang pada hati, ginjal, dan otak. Penurunan nilai hematokrit dan hemoglobin pada perlakuan secara statistik berbeda nyata (P<0,05) dengan kontrol. Dosis LD50 didapat 2,8×104 cfu/mL. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa E. ictaluri pada ikan patin bersifat sangat patogen. Kata kunci: Edwardsiella ictaluri, enteric septicemia of catfish (ESC), patogenisitas, patin
DETEKSI MOLEKULER DAN KERAGAMAN VIRUS NEWCASTLE DISEASE PADA AYAM KAMPUNG DI WILAYAH ACEH D, Darniati; Setiyaningsih, Surachmi; Indrawati, Agustin
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2841

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan virus Newcastle disease (VND) dan mengkaji keragaman dari virus terisolasi. Sampel penelitian berupa usapan kloaka dan orofaring dari 177 ekor ayam kampung yang diambil dari unggas pekarangan dan pasar unggas di 12 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Penapisan virus dilakukan pada sampel pool dengan real-time reverse transcriptation-polymerase chain reaction (rRT-PCR) dengan target gen matriks. Inokulasi 309 sampel representasi 157 ayam asal pool positif matriks pada telur ayam berembrio spesifik pathogen free (SPF) menghasilkan 69 isolat yang berasal dari 51 ekor ayam. Sebagian besar (45,09%)ayam mengeluarkan virus melalui orofaring, 25,39% melalui kloaka dan orofaring, serta 19,61% melalui kloaka. Karakterisasi keragaman isolat dilakukan dengan uji hemagglutination inhibition (HI) menggunakan serum Komarov dan Hitchner B1, rRT-PCR gen fusi dan uji elusi. Adanya keragaman epitop permukaan virus ditunjukkan dengan titer HI yang bervariasi antar isolat, perbedaan mencapai 4 log dengan serum Komarov, dan 3 log dengan B1. Sebagian besar isolat mempunyai afinitas yang lebih tinggi terhadap serum Komarov yang mengindikasikan kecenderungan kepada galur virulen. Penentuan patogenisitas menggunakan rRT-PCR menunjukkan 73,95% isolat termasuk ke dalam galur virulen (mesogenik/velogenik), sementara dari uji elusi menunjukkan 72,46% isolat termasuk galur velogenik, 20,29% mesogenik dan 7,25% dari galur lentogenik.
Deteksi Gen Resistensi Aeromonas hydrophila yang Diisolasi dari Budidaya Ikan Lele Di Jambi wulandari, titis; Wiyoko, Tri; Agrita, Tri Wera; Hermana, Nabila Swarna Puspa; Indrawati, Agustin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 2 (2024): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i2.6868

Abstract

Aeromonas hydrophila is one of the causative agents for Motile Aeromonas Septicemia (MAS) in catfish. MAS treatment is generally carried out by administering antibiotics. This study aimed to determine the antibiotic resistance profile of A. hydrophila and detect the presence of resistance genes. The samples are archived A. hydrophila isolates isolated from catfish ponds in the district of Muara Jambi, Bungo, Jambi Province, and Merangin total of 18 isolates. Testing the antibiotic resistance profile was carried out using the disk diffusion method against tetracycline, oxytetracycline, ampicillin, amoxicillin, ciprofloxacin, enrofloxacin, and streptomycin. The detected resistance genes were ampC, qnrA, qnrB, and qnrS. The results showed A. hydrophila isolates were resistant to tetracycline (100%), oxytetracycline (94.42%), ampicillin (77.70%), and amoxicillin (77.72%) and still sensitive to ciprofloxacin (83.32%), enrofloxacin (100 %), and streptomycin (100%). The ampC gene was found in 8 out of 14 isolates resistant to beta-lactam antibiotics (57.14%). The qnrA and qnrS genes were found in 3 out of 4 isolates resistant to quinolone antibiotics (75%), while qnrB was found in 1 isolate (25%). A. hydrophila isolated from catfish ponds in Jambi develops resistance to antibiotics and resistance genes found in isolates resistant to antibiotics.
Co-Authors . Darniati Aditya Primawidyawan Afifah Nurhasanah Afiff , Usamah agrita, tri wera Agus Sjahrurachman Ambar Retnowati Ambar Retnowati Andre, Daniel Latief ANGELA MARIANA LUSIASTUTI ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Angela Mariana Lusiastuti Apris Beniawan Ardiana Ardiana Arum, Diah Sekar Bayu Febram Prasetyo Betty Ernawati Damiana Rita Ekastuti Darniati D, Darniati Denny Widaya Lukman Destri Prameswari, Alvira Diah Nugrahani Pristihadi Diah Sekar Arum Dwi Endrawati Edi Purwanto Elmanaviean Elsharkawy, Sara Eni Kusumaningtyas Erdina Pangestika Erin Kurnianingtyas Fachriyan H Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fadlilah, Ulfi Nurul Fera Ibrabim Guntari Titik Mulyani Hadri Latif Hamdika Yenri Handayani Halik Handina Rakhmawati HELGA SEEGER Hendarko, Sriani Hendry, Altaff Hermana, Nabila Swarna Puspa Herwin Pisestiyani I Wayan T. Wibawan I wayan Teguh Wibawan Idwan Sudirman Ita Krissanti Jefri Naldi Jeni Maharani Julia Rosmaya Riasari Kuntum Khoirani Kurnia Tiara Aulia Lee Xia Meen Leila Nur Aziah Leila Nur Azizah Lila Gardenia Maharani, Jeni Mangaraja Pidoli Tampubolon Mardiastuti Mardiastuti MICHAEL ZSCHÖCK Mira Mawardi Mirnawati Bachrun Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Muh Ramadhan Nabila Swarna Puspa Hermana Nabila Swarna Puspa Hermana Nafiqoh, Nunak Naldi, Jefri Nauval Firdana, Chorrysa Navasuriya Radha Krisnan Nazmi Zahir B. Mohd Zaini Ni Luh Putu Ika Mayasari Ni Luh Putu Ika Mayasari Nining Arini Novita, Hessy Nurhasanah, Afifah Nurul Fadillah Nurul fadillah, Nurul Oktaviani, Dian Okti Nadia Poetri Penataseputro, Tanjung Permana, Nadine Hanifa Pratitis S Wibowo Pratitis S Wibowo Rahman, Muhammad Luthfi Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Raihan, Muhammad Ammar Ramadhaniah, Vetty Reinilda Alwina Retno D. Soejoedono Retno Damajanti Retno Damayanti Soejoedono Rifky Danial Rifky Rizkiantino Risqika Aqla Velayati Romsyah Maryam Rudramurti, Win Satya Rukmi, M.G. Isworo Ryan Septa Kurnia Safika S, Safika Sapto Andriyono Sartika Juwita Seruni Agistiana Setiadi Setiadi Siti Fatimah Siti Gusti Ningrum, Siti Gusti Siti Nur Jannah Sucitya Purnama Suhartila Suhartila Suherman . Surachmi Setiyaningsih Susan M Noor Susan M Noor Susanti, Wiwik Susanto Nugroho Syahidah, Dewi Teguh Budipitojo Titiek Sunartatie Titis Wulandari Tri Wiyoko Trioso Purnawarman Triwardhani Cahyaningsih Ulfi Nurul Fadlilah Uni Purwaningsih Uni Purwaningsih Upik Kesumawati Hadi Usama Affif Usamah Afif Utami, Dian Maulia Uus Saepuloh Velayati, Risqika Aqla Wattiheluw, Muhammad Subhan Yan Evan Yan, Teo Qin Yenri, Hamdika Yuda Heru Fibrianto