p-Index From 2021 - 2026
12.874
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMPN 7 Palu dalam Menyelesaikan Masalah Terkait Teorema Pythagoras Ditinjau dari Kemampuan Matematika Rizky Arlius Pokote; Fajriani; Pathuddin; Ibnu Hadjar
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i4.6716

Abstract

Critical thinking is an important competency in mathematics learning, but many students still experience difficulties in solving problems, especially on the Pythagorean theorem. This study aims to describe the critical thinking profile of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Palu in solving Pythagorean theorem problems in terms of mathematical ability. The study used a descriptive qualitative approach with two subjects, namely one student with high mathematical ability (IR) and one student with medium mathematical ability (MN), who were selected purposively based on the results of a mathematical ability test. Data were collected through a mathematical ability test, a Pythagorean theorem problem-solving test, and in-depth interviews to reveal students' thinking processes. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions by referring to the six FRISCO critical thinking indicators according to Ennis, namely focus, reason, inference, situation, clarity, and overview. The results showed that students with high mathematical ability were able to optimally fulfill all FRISCO indicators, while students with medium ability only fulfilled some of the indicators and tended to rely on one solution procedure. These findings indicate that mathematical ability influences the quality of students' critical thinking, so that learning that encourages the use of various problem-solving strategies is needed to develop critical thinking skills more optimally.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rick Clove; Sukayasa Sukayasa; Pathuddin Pathuddin; Bakri Bakri
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v12i2.15971

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang kemampuan literasi matematika siswa melalui penyelesaian soal cerita aljabar di kelas VII ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Desain penelitian terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa kelas VIII dengan gaya belajar yang berbeda yaitu siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa subjek dengan gaya belajar visual (GV) dapat menyelesaikan enam dari tujuh indikator literasi matematika, yaitu tahap: komunikasi; matematis; representasi; merancang strategi pemecahan masalah; pengunaan simbol, bahasa formal, dan teknis serta penggunaan operasi; dan pengunaan alat matematika. Subjek dengan gaya belajar auditori (GA) dapat menyelesaikan ketujuh indikator literasi matematika, yaitu tahap: komunikasi; matematis; representasi; penalaran dan argumen; merancang strategi pemecahan masalah; pengunaan simbol, bahasa formal, dan teknis serta penggunaan operasi; dan pengunaan alat matematika. Subjek dengan gaya belajar kinestetik (GK) dapat menyelesaikan enam dari tujuh indikator literasi matematika, yaitu tahap: komunikasi; matematis; representasi; merancang strategi pemecahan masalah; pengunaan simbol, bahasa formal, dan teknis serta penggunaan operasi;s dan pengunaan alat matematika. Melalui artikel penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi penelitian selanjutnya dalam meneliti kemampuan literasi matematika siswa. AbstractThe objective of this research is to describe the mathematical literacy abilities of class VII students by solving algebra story problems, with a focus on learning styles. The research methodology employed is qualitative research, which includes planning, implementation, and completion stages. The research subjects were three class VIII students with different learning styles: visual, auditory, and kinesthetic. Data was collected through written tests and interviews. The results of this research indicate that students with a visual learning style (GV) can complete six of the seven indicators of mathematical literacy, including communication, mathematical representation, designing problem-solving strategies, use of symbols, formal and technical language, and use of operations and mathematical tools. Students with an auditory learning style (GA) can complete all seven indicators of mathematical literacy, including communication, mathematical representation, reasoning and argument, designing problem-solving strategies, use of symbols, formal and technical language, and use of operations and mathematical tools. Students with a kinesthetic learning style (GK) can complete six of the seven indicators of mathematical literacy, including communication, mathematical representation, designing problem-solving strategies, use of symbols, formal and technical language, use of operations, and use of mathematical tools. This research article is expected to provide recommendations for further research on students' mathematical literacy abilities.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Sindue Tombusabora pada Hasil Ulangan Harian Materi Prisa Safril Safril; Gandung Sugita; Pathuddin Pathuddin; I Nyoman Murdiana
Aksioma Vol. 15 No. 1 (2026): AKSIOMA
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v15i1.4478

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Sindue Tombusabora, tahun ajaran 2024/2025 pada hasil ulangan harian materi prisma. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Sindue Tombusabora. Dua orang siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian terdiri dari dua orang siswa yang memiliki nilai paling rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi hasil ulangan harian dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan tahapan Kastolan: (1) Kesalahan Konseptual, Subjek TA dan RI tidak memahami soal dengan baik dan tidak memilih rumus dengan benar. (2) Kesalahan Prosedural, Subjek TA dan RI ditandai dengan ketidaksesuaian langkah-langkah penyelesaian soal dan salah dalam menentukan langkah-langkah penyelesaian soal dikarenakan kesalahan dalam memilih rumus. (3) Kesalahan Teknik, Subjek TA dan RI salah dalam operasi hitung, salah dalam menentukan jawban akhir atau tidak menentukan jawaban akhir. Kata kunci: Analisis Kesalahan,Ulangan Harian Prisma segitiga, Tahapan Kastolan.
PROFILE OF MATHEMATICAL BELIEF OF HIGH-ABILITY STUDENTS AT MAN KOTA PALU IN SOLVING PROBABILITY PROBLEMS I Luh Fika; Pathuddin Pathuddin; Mubarik Mubarik; Rahma Nasir
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2026): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v10i1.15205

Abstract

Keyakinan matematis merupakan aspek afektif penting yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam memahami konsep dan memecahkan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan satu siswa kelas sebelas tahun ajaran 2025/2026 yang direkomendasikan memiliki kemampuan matematika tinggi berdasarkan nilai rapor dan rekomendasi guru. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis berdasarkan indikator keyakinan matematis dalam pembelajaran dan pemecahan masalah probabilitas. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis tentang masalah probabilitas dan wawancara semi-terstruktur yang fokus pada keyakinan matematis dalam pembelajaran matematika dan pemecahan masalah probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memiliki keyakinan positif terhadap matematika, mampu memahami masalah dengan baik, merancang strategi pemecahan masalah secara sistematis, melaksanakan rencana dengan percaya diri, akurat, dan presisi, serta meninjau jawaban mereka untuk memastikan kebenarannya. Keyakinan ini tercermin dalam kepercayaan diri, motivasi belajar, dan keterampilan berpikir reflektif mereka, yang mendukung keberhasilan mereka dalam memecahkan masalah kemungkinan. 
MATHEMATICAL BELIEFS IN SOLVING STATISTICS PROBLEMS: A CASE STUDY OF INTROVERTED STUDENTS AT A STATE ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL Elisa Setyaningrum; Pathuddin Pathuddin; Mubarik Mubarik; Rahma Nasir
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2026): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v10i1.15243

Abstract

This study aims to describe the mathematical beliefs of an introverted student in solving statistics problems. The research was conducted at a State Islamic Senior High School in Palu City using a qualitative descriptive approach. The subject was a male student with an introverted personality and high mathematical ability, identified through the Eysenck Personality Inventory (EPI) and categorized as high-ability based on Arikunto’s classification. Data were collected through a statistics problem solving test and semi-structured interviews, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings, analyzed through five aspects of mathematical belief, indicate that the introverted student demonstrated positive mathematical beliefs throughout the statistical problem-solving process. He was able to understand problems thoroughly, plan steps systematically, carry out solutions independently and carefully, and review his answers reflectively. These five aspects were reflected in his beliefs about the importance of understanding problem, following solution steps, facing difficult problems, interpreting word problems, and persevering in effort. He relied more on independent thinking than social interaction, preferred structured and logical approaches, and was diligent in verifying his answers.
Analysis of the Pseudo-Thinking Process of Field-Dependent 8th-Grade Students at SMP Negeri 2 Palu in Solving Pythagorean Theorem Problems wianita selviani; Mubarik Mubarik; Pathuddin Pathuddin; Alfisyahra Alfisyahra
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 10, No. 2: November 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.10.2.327-344

Abstract

The occurrence of pseudo-thinking processes in mathematics learning remains prevalent, as many students solve problems by relying on memorized procedures rather than understanding the underlying concepts. While previous research has largely focused on error analysis or general problem-solving abilities, studies specifically examining pseudo-thinking processes among field-dependent students when solving Pythagorean theorem problems remain limited. This study aims to analyze the pseudo-thinking processes of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Palu specifically those with a field-dependent cognitive style while solving Pythagorean theorem problems, by examining the relationship between cognitive style characteristics and pseudo-thinking processes. A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected from a single student, purposively selected to represent the field-dependent cognitive style, using the Group Embedded Figures Test (GEFT), a Pythagorean theorem problem-solving test, and semi-structured interviews. Data analysis followed the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The results indicate that the field-dependent student exhibited "correct pseudo-thinking" during the planning and execution stages of the solution. This was characterized by the use of procedures based on prior learning experiences and provided examples, lacking support from deep conceptual understanding. However, during the review stage, the subject was able to verify the solution, meaning the characteristics of pseudo-thinking were no longer present. These findings demonstrate that cognitive style plays a role in shaping students' thinking processes during mathematical problem-solving and provide a basis for teachers to design instruction that accounts for students' cognitive style characteristics to enhance conceptual understanding.. Keywords: Pseudothinking, Cognitive Style, Field-Dependent, Pythagorean Theorem.
MISKONSEPSI SISWA KELAS VII SMPK BALA KESELAMATAN PALU PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Walfrandi Yusame; Pathuddin Pathuddin; Rita Lefrida; Alfisyahra Alfisyahra
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/44kd5e97

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya upaya yang tepat agar miskonsepsi yang dialami oleh siswa tidak terus berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa kelas VII SMPK Kristen Bala Keselamatan Palu. Subjek dalam penelitian ini yaitu 2 siswa kelas VII SMPK Kristen Bala Keselamatan Palu yang mengalami miskonsepsi. Data dikumpulkan melalui tugas tertulis dengan CRI, wawancara, dan member check.  Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa siswa masih mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal pertidaksamaan, meliputi kesalahan memaknai identitas tanda pada suku aljabar, menggunakan istilah pindah ruas, menganggap konsep persamaan dan pertidaksamaan identik, dan melakukan prosedural pemecahan masalah dengan aturan sendiri. Adapun penyebab miskonsepsi yang dialami berasal dari diri sendiri yaitu, prakonsep/konsep awal siswa, pemikiran asosiatif siswa, reasoning yang salah, pemikiran humanistik, dan intuisi yang salah.
Profil Lapisan Pemahaman Konsep Bilangan Berpangkat Berdasarkan Teori Pirie-Kieren Ditinjau dari Kemampuan Matematis Wanda Yunisa Balqis; Mubarik Mubarik; Pathuddin Pathuddin; I Nyoman Murdiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4983

Abstract

Pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran matematika. Namun, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa banyak siswa SMP Negeri 14 Palu masih kesulitan memahami konsep yang berkaitan dengan materi bilangan berpangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang profil lapisan pemahaman konsep bilangan berpangkat berdasarkan teori Pirie-Kieren ditinjau dari kemampuan matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 14 Palu dengan subjek penelitian yang terdiri 2 siswa kelas VIII yang mewakili kemampuan matematis tinggi dan kemampuan matematis sedang. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematis tinggi mampu mencapai seluruh lapisan pemahaman teori Pirie-Kieren, mulai dari Primitive Knowing hingga Inventising. Siswa tersebut mampu memahami konsep bilangan berpangkat, menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat dengan tepat, serta menjelaskan alasan penggunaan konsep dalam menyelesaikan soal. Sementara itu, siswa dengan kemampuan matematis sedang hanya mencapai lapisan Primitive Knowing, Image Making dan Image Having. Siswa mampu memahami konsep dasar bilangan berpangkat, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengenali sifat-sifat bilangan berpangkat dan menjelaskan konsep secara lebih mendalan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan matematis mempengaruhi perkembangan pemahaman konsep bilangan berpangkat siswa, sehingga pembelajaran matematika harus dirancang agar siswa tidak hanya menguasai prosedur tetapi juga memperoleh pemahaman konseptual yang lebih mendalam hingga mereka dapat mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak subjek dengan tingkat kemampuan matematis yang berbeda serta materi yang lebih beragam untuk memperluas kajian mengenai perkembangan lapisan pemahaman siswa berdasarkan teori Pirie-Kieren.
Co-Authors Abd Hamid Abd. Hamid Afadil Ahiruddin Ahmad TaufiK Aditya Ain, Nur' Akhyar H.M. Tawil Alfirna Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra, Alfisyahra Alfisyhara, Alfisyhara Almahdali , Muh Ikbal Amelia, Kadek Devy Amelia, Risna Anang Wahid M.Diah Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anugrah, Aldi Ardiansyah, Randy Asnur Ali Aswan Aswan Aswandi Aswandi Baharuddin Hamzah Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri Bakri Bakri Bakri Bakri Mallo Besse Nur Anisa Borosi, Miranda Adhitya Dasa Ismaimuza Datuanggoa, Jeniati Desak Ketut Permatasari Desrin Lebagi Desti Desti Desti, Desti Dewi Satria Ahmar Dewi Ulfiana Dyah Permata Elisa Setyaningrum Esa Kurniawan Evie Awuy Evie Awuy Evie Awuy Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fani, Sri Fatmawati Fatmawati Feliks Eka Putra Tadayu Galu Parwati Gandung Sugita Greskensia, NI Made Vemi HB, Usman Hermin, Arwini Puspita Holyness Nurdin Singadimedja I Luh Fika I Luh Restini I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Ibni Hadjar Ika Citra Pratiwi Indriana Indriana, Indriana Intan Purnama Marzuki Kanarasi, Yabes Maxrobin karmila karmila Kelengi, Fadlun Wahyuni Khasanah, Tri Nur lawaty, susy Linawati Linawati Linawati Linawati Lumi, Jesica Lusiana Lusiana M, Bakri Ma'abud, Yusril Y Mainarni, Welli Martina Martina Maryam Maryam Maxinus Jaeng Meinarni, Welli Meliasari, Cindy Moh. Fadhel Rumi Moh. Habil S. Saleh Muazin, Muhammad Mubarik Mubarik Mubarik Mubarik Muh Habi Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Muazin mukarramah MUSTAMIN IDRIS Mustamin Idris Mutiara Amalia Putri Nasir, Rahma Ningrum, Ing Diar Maswal Nita Nita Nugroho Alfarizi Nur Adila Apriani Nur Afni Nur Hidayah Nur Intan Nur Padila Susanti Nur Rahma Nurhayadi Nurhayadi Nurhikma, Nurhikma Nurul Alfahira NURUL AZIZAH Paloloang Muhammad Fachri B Pembeu, Mega Cendrakasih Permata, Dyah Purnama Ningsih Purwanindina, Atila Maheswari Dewi Putri, Cindy Ade Putri, Istifanah Maharani Qomaria, Esti Rabiyatul Adawiyah Rafiq Badjeber Rahma Nasir Rahma Nasir Rahma Nasir Rahmadiani Rahmadiani Rahmawat, Sitti Ratna Dwi Oktavia Restini, I Luh Rick Clove Rita Lefrida Rizky Arlius Pokote Romu, Siti Nur Janah T.H. Rumi, Moh. Fadhel Ruzi Rifai Sabila B, Dini Nurul Safril Safril Sahabudin, Nurfadila Sakinah Sakinah Santika, Putu Setiawaty, Puji Wahyu Sindi Geby Sintia Sinta, Selviana Siti Uswatun Hasanah Sitti Nurhaliza Sitti Rahmawati Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sudarman Bennu Sukayasa Sukayasa Sutji Rochaminah Suwardin, Muhammad Tegoeh S Karniman Tobigo, Yekri Sandi Ulfiana, Dewi Usman HB Walfrandi Yusame Wanda Yunisa Balqis Welli Meinarni Welli Meinarni wianita selviani Wirdania, Wirdania Yuli Asri Yunita, Rezki Lola