Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Peluang Pelaksanaan dan Tantangan Pengembangan Hospital without Walls pada Pelayanan Kebidanan dan Kandungan di RSUD Noongan Mewengkang, Mario L.; Ratag, Gustaaf A. E.; Posangi, Jimmy
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.36903

Abstract

Abstract: Hospitals as the health referral facilities play an important role in decreasing the maternal mortality rate (MMR) since they also belong to the personal health service as a whole including mother child health care. This study was aimed to analyze the implementation opportunities and challenges of developing ‘hospital without walls’ program in obstetrics and gynaecology services at RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Noongan. This was a qualitative study. Informants in this study were taken from three places, as follows: the hospital, namely the Director of the Hospital and obstetrician-gynaecologist doctors; puskesmas (primary health center), namely the heads of puskesmas; and the community. Data were collected through in-depth interviews and direct observation. The results indicated that ‘hospital without walls’ in obstetrics and gynaecology services at RSUD Noongan had the opportunity to be implemented because this program had been partly applied by the hospital and it had a good impact on the hospital, health center, and the community as well as PONED-PONEK collaboration. The challenges of imple-menting this program at RSUD Noongan were the existence of cold cases caused by gatekeeper failure, lack of health facilities and human resources at the puskesmas, and insubstantial collaboration between PONED-PONEK. In conclusion, ‘hospital without walls’ program in obste-trics and gynaecology services can be implemented at RSUD Noongan with awareness to the possible challenges in its development.Keywords: opportunity and challenge; hospital without walls; obstetrics and gynecology services Abstrak: Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan paripurna berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) termasuk pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang pelaksanaan dan tantangan pengembangan program hospital without walls pada pelayanan kebidanan dan kandungan di RSUD Noongan. Jenis penelitian ialah kualitatif. Informan penelitian diambil dari tiga tempat yaitu: RSUD Noongan (Direktur Rumah Sakit dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi); puskesmas (kepala puskesmas); dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hospital without walls pada pelayanan kebi-danan dan kandungan di RSUD Noongan berpeluang untuk dilaksanakan karena sebagian pro-gram ini telah diterapkan oleh rumah sakit dan juga berdampak baik bagi rumah sakit, puskesmas dan masyarakat, serta kolaborasi PONED-PONEK. Tantangan pelaksanaan program ini di RSUD Noongan yaitu adanya cold case yang merupakan kegagalan gatekeeper, fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang di puskesmas, serta kolaborasi PONED-PONEK belum optimal. Simpulan penelitian ini ialah program hospital without walls pada pelayanan kebidanan dan kandungan berpeluang untuk dilaksanakan di RSUD Noongan dengan memperhatikan tantangan pengembangan.Kata kunci: peluang dan tantangan; hospital without walls; pelayanan kebidanan dan kandungan
Karakteristik Pasien dan Penggunaan Antibiotik di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Sulawesi Utara: Characteristics of Patients and Antibiotic Use in Pediatric Intensive Care Unit (PICU) of A Private Hospitals in North Sulawesi Tarigan, Paulus B.; Posangi, Jimmy; Mambo, Christi D.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.54384

Abstract

Antibiotik merupakan jenis obat yang digunakan dalam mengatasi infeksi bakteri dimana penggunaannya paling sering pada pengobatan di rumah sakit salah satunya di PICU. Golongan dan mekanisme kerja dari antibiotik yang beragam menjadi faktor dalam penggunaan antibiotik sebagai suatu terapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik penggunaan antibiotik di PICU salah satu rumah sakit swasta di Sulawesi Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan sumber data sekunder rekam medik bulan Januari sampai Juni 2023 yang diambil menggunakan metode total sampling. Dari penelitian, hasil yang didapatkan hanya 23 pasien yang diberikan terapi antibiotik dengan total antibiotik yang digunakan sebanyak 47 antibiotik. Berdasarkan antibiotik yang digunakan seftriakson merupakan antibiotik terbanyak yang digunakan yaitu 12 (25,53%) antibiotik diikuti sefotaksim 11 (23,4%) antibiotik, dan gentamisin 10 (21,28) antibiotik terbanyak ketiga. Sedangkan meropenem, ampisilin, amikasi, dan seftazidin merupakan contoh antibiotik yang jarang digunakan dimana penggunaannya hanya 1 (2,12%) antibiotik. Penggunaan antibiotik paling banyak diberikan dengan tujuan sebagai terapi empiris sebanyak 41 (87,23%) antibiotik dengan terapi profilaksis dan skin test mempunyai jumlah yang sama sebanyak 3 (6,38%) penggunaan. Antibiotik yang diberikan secara intravena sebanyak 39 (82,98%) penggunaan merupakan cara pembeian terbanyak selain pemberian secara oral maupun topikal. Simpulan penelitian ini adalah golongan sefalosporin merupakan golongan terbanyak yang digunakan dalam terapi PICU dengan indikasi terapi terbanyak sebagai terapi empiris dan cara pemberian melalui intravena.
Profil Penggunaan Antibiotik dengan Metode Defined Daily Dose pada Pasien Pneumonia Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Swasta Tipe C di Minahasa Clara, Santi; Nangoy, Edward; Posangi, Jimmy
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.58563

Abstract

Abstract: The high prevalence of pneumonia cases in Indonesia affects the increasing use of antibiotics, which can lead to resistance. The defined daily dose (DDD) method can be utilized to improve the quality of antibiotic use by enabling quantitative evaluation. This study aimed to determine the quantity of antibiotic use in pneumonia inpatients at type C private hospital in Minahasa from July 2022 to June 2023. This was a descriptive and retrospective study using secondary data of medical records of pneumonia inpatients that were calculated using the DDD method. The results obtained 45 pneumonia patients received antibiotic therapy. The highest usage antibiotic was ceftriaxone with 46.09 DDD/100 bed days. In conclusion, the administration of antibiotics for treatment was appropriate, however, there is a need to develop clinical pathway to provide a structured guidelines for patient management. Keywords: antibiotics; pneumonia; defined daily dose   Abstrak: Tingginya kasus pneumonia di Indonesia memengaruhi peningkatan penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan kejadian resistensi. Metode defined daily dose (DDD) dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik yakni dengan melakukan evaluasi secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat inap salah satu rumah sakit swasta Tipe C di Minahasa periode Juli 2022 - Juni 2023. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan metode DDD. Hasil penelitian mendapatkan 45 pasien pneumonia yang menerima terapi antibiotik. Antibiotik dengan jumlah penggunaan tertinggi yakni ceftriaxone dengan nilai sebesar 46,09 DDD/100 bed days. Simpulan penelitian ini ialah secara keseluruhan pemberian antibiotik dalam pengobatan sesuai, namun perlu dilakukan pembuatan clinical pathway agar penanganan bagi setiap pasien dapat memiliki panduan yang terstruktur. Kata kunci: antibiotik; pneumonia; defined daily dose
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Abdul, Jihan A. Alamri, Khairun N. H. Amelia I. Toar Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angela Christin Tiwa Angelina Stevany Regina Masengi Antje A Wuwungan Antonius R.B. Ola Arthur Mongan Ayu S. Gugule B H. R. Kairupan Bagaray, Evangelin Fresianly Bato, Donny Christian Bernat S. P. Hutagalung Billy J. Kepel Budhi Setianto Christy N. Mintjelungan Citra R. Irianty Clara, Santi Daniel Febrian Sengkey Dantje T Sembel Dimas Prakoso Dina Rombot Dwilestari . Edward Nangoy, Edward Edward S. Oroh, Edward S. Elisa Mangkey Esther Ariny Rumimper Eva A. Sijabat, Eva A. Faidiban, Aqueline N. Falugah, Fathia Fatimawali , Fatimawali Fatimawali . Febriana ., Febriana Frengki P. Menggelea Go Handayani, Go Gosal, Leonardo Delvin Grace D. Kandau, Grace D. Grace Debbie Kandou Gresty Masi Gustaaf A. E. Ratag Hans Huijbregts Harmani Kalim Hasanuddin, Israyati R. Hendra Sandag Henoch Awaloei Herman Warouw IC Manoppo, Jeanette IC Indriya Robot, Melisa Ira Posangi Jane Wuisan Judo Prihartono Juliatri . Julio Lopez Aban, Julio Lopez Katuuk, Mario Esau Kipimbob, Eflentina Kumala Dewi, Citra Kurnia, Bonar Kurniawan Kurniawan Laurentius Rumokoy, Laurentius Lendombela, Ditya P. J. Lengkong, Gledys Tirsa Lesar, Imelda Lidia Lidia Iswanto, Lidia Linnie Pondaag Lucia I. R. Lefrandt Mallombasang, Andi Nuraini Mamahit, Juliet Merry Eva Mambo, Christi D. Mambo, Christi Diana Manampiring, Aaltje Ellen Manannohas, Mouren Mantjoro, Eva M. Marthen Theogives Lasut, Marthen Theogives Masi, Gresty N.M. Maya Memah Mewengkang, Mario L. Michael A. Leman Minarma Siagian Mona P. Wowor Murdani Abdullah Naray, Gueen L. G. Nas Lokbere Natalia Christine Mantiri Ni Luh G.L. Jayalandri, Ni Luh G.L. Ni Wayan Mariati Nina S Widiarto Ning Irianti, Ning O. Mona Wowor Oddi R Pinontoan Olivia Waworuntu Oroh, Wenda P. Djufri, Moh Akbar P. M. Wowor P. S. Anindita Paliling, Agrianto Pandegirot, Juliana Sisca Pangouw, Excel Paulina yamlean Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pertiwi, Junita Maja Polii, Erfand Priska F. Umboh Putri, Vita A.D Rahadian, Rifky Aditya Ramadi, Reza Pahlevi Rampengan, Nancy Ratag, Gustaaf Regina Masengi, Angelina Stevany Ristanti Pratiwi Robert A. Bara Rondonuwu, Yohanes Amazia Zet Roring, Natalia Megawati Rudianto Tari S. Surya, Welong S. V. Sinolungan, Jehosua Saartje J Lumanauw Salsabila, Febrisa Santi Turangan, Santi Sarwono Waspadji Sirowanto Inneke Sondakh, Refrando M. Starry H. Rampengan Sunny Wangko Surya, Welong S. Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Suryani, Intan Indah Suzanna Immanuel T. Lasut, Markus Tahulending, Jane Tangkuman, Victor Yohanes Tansil, Alberta Y.M. Tarigan, Paulus B. Titi L. Faraknimella, Titi L. Vastelita Lengkong, Injili Anugerah Venesia Pengan VERY LONDA Vivi P. Santoso Vonny N. S. Wowor Vonny Wowor Walewangko, Marfincy Walewangko, Marfincy S. Warouw, Finny Warouw, Inggrid Waworuntu, Waworuntu Welong, Seftian Surya Widya Astuty Lolo, Widya Astuty Wisie Lusia Toar, Wisie Lusia Wulan P. J. Kaunang Y. Tangkuman, Yundi Y. Yolanda A. Kasi Yolanda Bataha Yulianty Sanggelorang