Claim Missing Document
Check
Articles

Keadilan Distributif dalam Ekonomi Syariah: Studi Qs. Al-Hasyr Ayat 7 terhadap Kebijakan Fiskal dan Pemerataan Ekonomi di Indonesia Ananda, Rizqa; Akh. Fauzi Aseri; Anwar Hafidzi
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jils.v9i1.17184

Abstract

Ketimpangan distribusi kekayaan menjadi tantangan serius dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Konsentrasi aset pada kelompok tertentu memperlebar jurang kesejahteraan, sehingga memerlukan pendekatan alternatif yang berakar pada nilai-nilai keadilan. Artikel ini mengkaji Q.S. al-Hasyr ayat 7 sebagai landasan normatif keadilan distributif dalam Islam, serta relevansinya terhadap kebijakan fiskal dan pemerataan ekonomi di Indonesiia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research), dengan metode penafsiran Tahlili. Hasil kajian menunjukkan bahwa Q. S. al-Hasyr ayat 7 tidak hanya mengatur distribusi harta fai’, namun juga mengandung prinsip ekonomi makro yang menekankan sirkulasi kekayaan secara adil demi mencegah terjadinya monopoli ekonomi. Dalam konteks fiskal modern, prinsip ini dapat diimplementasikan melaui instrumen fiskal seperti pajak, zakat, dan belanja negara yang beorientasi pada kemaslahatan umum. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keadilan Islam baik dalam bentuk ‘adl (keadilan proporsional) maupun ihsan (kebaikan sosial) kebijakan fiskal diharapkan bisa menekan kesenjangan sosial dan menciptakan distribusi kekayaan yang lebih merata di Indonesia.
The Principle of Economic Justice in the Qur’an: A Legal Analysis of Shrinkage in Weights and Measures in Trade According to Qur’an 2:275 in Wahbah al-Zuhaili’s Tafsīr al-Munīr Asep Sutarmin; Akh. Fauzi aseri; Anwar Hafidzi
JOURNAL EKONOMI, KEUANGAN, PERBANKAN DAN AKUNTANSI SYARIAH Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal EKSPEKTASY
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/w9d01r56

Abstract

In Tafsir al-Munir, Wahbah az-Zuhaili asserts that the principle of economic justice in Islam serves as a spiritual and social foundation that must color all mu’amalah (transactional) activities, wherein economic transactions should be based on the values of monotheism (tauhid), justice, prophethood, social responsibility, and an orientation toward the hereafter. Through his interpretation of QS. Al-Baqarah: 275, Wahbah highlights a firm prohibition against all forms of injustice, exploitation, and fraud in trade, particularly the practice of diminishing weights and measures. Natural shrinkage is still permissible as long as it is honestly disclosed to the buyer, while manipulative reduction intended to harm others is categorized as invalid (batil) and forbidden (haram). This study employs a qualitative-descriptive method based on library research, utilizing primary sources such as the Qur’an, hadith, and Wahbah az-Zuhaili’s tafsir, as well as secondary literature on Islamic economics. The findings indicate that Islamic economic justice demands transparency, honesty, and avoidance of unilateral exploitation, making legal regulation of weight reduction practices crucial for establishing a trading system that is not only legally valid but also ethical and meaningful according to sharia, in order to realize welfare and social justice in society
Pembinaan Karakter Santri dan Masyarakat di Pondok Pesantren di Kota Banjarbaru Melalui Pendidikan Biologi: Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan Sari Indriyani; Anwar Hafidzi
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 6 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i6.4826

Abstract

This study aims to investigate the role of biology education in fostering the character of students and communities in Islamic Boarding Schools in Banjarbaru City. The main focus of the research is on increasing environmental and health awareness through biology learning methods. The research methods used involved surveys, interviews, and observations of students and communities involved in the biology education program at the boarding school. The results showed that character building through biology education has a positive impact on environmental and health awareness. Students and the community became more aware of the importance of protecting the environment and had better knowledge of good health practices. In addition, this study also identified factors that support or hinder the implementation of biology education as a means of character building in a boarding school environment. The findings provide an important contribution to the development of character education in the boarding school environment, particularly through the implementation of biology education as a means to increase environmental and health awareness. The implications of this study can be used as a foundation for the improvement and development of character building programs in boarding schools and also as an inspiration for other educational institutions that want to integrate character values through special subjects such as biology.
Review Of Islamic Law Regarding Placing Piduduk During Walimah Events Due To Hereditary Traditions In The Banjar Community Diana Rahmi; Anwar Hafidzi; Novita, Novita; Norjannah; Emiril Rozaq
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.13

Abstract

ABSTRACT Piduduk is a custom from our ancestors that is still practiced by the Banjar community at every walimah. Piduduk is not an offering in general, but as a guard to avoid the disturbance of spirits. Piduduk contains rice, coconut fruit, brown sugar, chicken eggs and also money. Piduduk is generally placed in the lower corner of the aisle, in the bride's room, or in other special places. Some people consider that piduduk is part of shirk because it asks for protection from other than God. And there is also an assumption that some people put piduduk because they follow customs, not believing in it as a guardian. The research method used in this research is field research method and analyzed descriptively qualitative, namely the discussion obtained by collecting data from interviews and literature sources about shirk. From the results of this study it can be concluded that the piduduk tradition according to the review of Islamic law is `urf, namely custom or habit, which is to preserve Banjar cultural customs, but the negative side of this tradition is feared to shift religious beliefs. Keywords: Piduduk, Banjar cultural customs, custom or habit ABSTRAK Piduduk adalah adat istiadat dari nenek moyang terdahulu yang masih dilakukan oleh masyarakat Banjar pada setiap pelaksanaan walimah. Piduduk bukan sesajen pada umumnya, melainkan sebagai penjagaan agar terhindar dari gangguan makhluk halus. Piduduk berisi beras, buah kelapa, gula merah, telur ayam dan juga uang. Piduduk pada umumnya diletakkan di sudut bawah pelaminan, di kamar pengantin, atau di tempat khusus lainnya. Sebagian orang menganggap bahwa piduduk bagian dari syirik karena meminta penjagaan kepada selain Allah. Dan ada juga anggapan sebagian orang meletakkan piduduk karena mengikuti adat istiadat saja bukan mempercayai sebagai penjagaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu pembahasan yang diperoleh dengan mengumpulkan data dari wawancara dan sumber-sumber kepustakaan tentang kesyirikan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tradisi piduduk menurut tinjauan hukum islam merupakan `urf yaitu adat atau kebiasaan, yang mana untuk melestarikan adat kebudayaan Banjar, namun sisi negatif dari tradisi ini adalah ditakutkan menggeser keyakinan dalam beragama. Kata Kunci : Piduduk, adat kebudayaan Banjar, adat atau kebiasaan.
Pengetahuan Dan Sikap Orang Banjar Mengenai Produk Farmasi Bersertifikasi Halal Akhmad Jamaluddin Fikri; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.145

Abstract

Abstract This study discusses the knowledge and attitudes of the people of Banjarmasin about halal-certified pharmaceutical products. The halal status of pharmaceutical products is in the spotlight because the Product Halal Guarantee Act requires halal certification. In the field, many drugs are unclear about their halal status, perhaps due to a lack of knowledge and public attention to this matter. This research is a field study of the knowledge and attitudes of the Banajarmasin community, with a phenomenological approach that is analyzed qualitatively descriptive. Data collection techniques using interviews. The conclusion of this study is that the level of knowledge of the banjar people regarding halal certification is high but the attitude of the banjar people regarding halal certification is low because they do not pay attention to halal-certified products when buying a medicine. Keywords: Halal certificate, Knowledge, Attitude Abstrak Penelitian ini membahas tentang pengetahuan dan siakap masyarakat Banjarmasin tentang produk farmasi bersertifikasi halal. Status kehalalan produk farmasi menjadi sorotan karena Undang-Undang Jaminan Halal Produk mengharuskan sertifikasi halal. Di lapangan, banyak obat yang belum jelas kehalalannya, mungkin karena kurangnya pengetahuan dan perhatian masyarakat terhadap hal tersebut.. Penelitian ini bersifat kajian lapangan terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat Banajarmasin, dengan pendekatan fenomenologi yang dianalisis secara kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan orang banjar mengenai sertifikasi halal terbilang tinggi tetapi sikap orang banjar mengenai sertifikasi halal terbilang rendah karena mereka ketika membeli suatu obat tidak memperhatikan produk yang bersertifikasi halalnya. Kata Kunci: Sertifikat halal, Pengetahuan, Sikap
Analisis Sistem Transaksi Masyarakat Banjar Dalam Jual-Beli Baju Wanita Di Pasar Ram****ana Banjarmasin: Perspektif Ekonomi Islam Ghina Sanniya, Jasmine; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.214

Abstract

Abstract This journal presents the results of an analysis of the Banjar community's transaction system in buying and selling women's clothes at R****yana Market in Banjarmasin, with a focus on an Islamic economic perspective. In this study, the sales trend of the store was analyzed, taking into account aspects such as sales promotion, promotion policy, obstacles in sales, and the role of social media as a promotional tool. Interviews with shop owners provided insight into the state of the industry. The interviews showed that the weekly turnover of goods and fashion trends is one aspect that affects sales. In addition, the impact of the COVID-19 pandemic appears to be significant, with the consumer shift to online shopping continuing despite the end of the pandemic. Fierce competition, especially in terms of sourcing goods from T*nah Ab*ng, Jakarta, is a major obstacle. Vendors compete by significantly lowering prices, which results in very little profit per garment. Innovations such as attempting to sell online through platforms like Instagram are strategies that merchants are trying, although businesses still face difficulties in implementing them. Keywords: Transaction System, Sales dynamics, Women's clothing store Abstrak Jurnal ini menyajikan hasil analisis terhadap sistem transaksi masyarakat Banjar dalam jual-beli baju wanita di Pasar R****yana Banjarmasin, dengan fokus pada perspektif ekonomi Islam. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap tren penjualan toko tersebut, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti promosi penjualan, kebijakan promosi, kendala dalam penjualan, dan peran media sosial sebagai alat promosi. Wawancara dengan pemilik toko memberikan wawasan mendalam terhadap kondisi industri ini. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pergantian barang dan tren mode perminggu menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi penjualan. Selain itu, dampak pandemi COVID-19 tampak signifikan, dengan pergeseran konsumen ke belanja online yang berlanjut meskipun pandemi berakhir. Kondisi persaingan yang ketat, terutama dalam hal pengadaan barang dari T*nah Ab*ng, Jakarta, menjadi kendala utama. Para penjual bersaing dengan menurunkan harga secara signifikan, yang mengakibatkan keuntungan per pakaian sangat minim. Inovasi seperti percobaan berjualan online melalui platform seperti Instagram menjadi strategi yang dicoba oleh pedagang, meskipun pelaku usaha masih menghadapi kesulitan dalam mengimplementasikannya. Kata Kunci: Sistem Transaksi, Dinamika penjualan, Toko pakaian wanita
Praktik Pengelolaan Dan Sistem Penjualan Oli Bekas Di Salah Satu Bengkel Kendaraan Di Batola Handil Bakti, Kalimantan Selatan Bangun Wardana, Ade; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.215

Abstract

Abstract The study aims to analyze the collection, processing, and resale of used oil. The researchers conducted interviews with one of the workshop owners in Handil Bakti Batola to gather information about how they collect used oil from customers. The results showed that the used oil is collected from the oil drain plug in the car, but most of it is left behind because customers do not want to get dirty, and the amount of used oil is too small for them to sell. The used oil is then sold to collectors when the drum is full. The researchers found that the used oil is usually given to the customers who request it, or it is stored in a drum for collection. The collectors then refine and neutralize the used oil to make it clear and usable for various purposes such as fuel, asphalt, and as a substitute for wood combustion oil. The study concludes that the collection and processing of used oil in the workshop need to be improved to reduce environmental pollution and increase the economic value of used oil. The study recommends that workshops should educate customers about the importance of used oil collection and provide incentives for customers who bring in their used oil. The study also suggests that workshops should work with collectors to improve the collection and processing of used oil. Keywords: Used Oil Management, Vehicle Repair Shop   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengumpulan, pengolahan, dan penjualan kembali oli bekas. Peneliti melakukan wawancara dengan salah satu pemilik bengkel di Handil Bakti Batola untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana mereka mengumpulkan oli bekas dari pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oli bekas dikumpulkan dari sumbat pembuangan oli di mobil, tetapi sebagian besar dibiarkan karena pelanggan tidak ingin kotor, dan jumlah oli bekas terlalu sedikit untuk dijual. Oli bekas kemudian dijual ke pengepul ketika drum sudah terisi penuh. Penelitian ini menemukan bahwa oli bekas biasanya akan diberikan kepada pelanggan yang memintanya, atau disimpan dalam drum untuk dikumpulkan. Pengepul lalu memurnikan dan menetralisir oli bekas tersebut agar jernih dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti bahan bakar, aspal, dan sebagai pengganti minyak bakar kayu. Studi ini menyimpulkan bahwa pengumpulan dan pengolahan oli bekas di bengkel perlu ditingkatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi oli bekas. Studi ini merekomendasikan agar bengkel-bengkel mengedukasi pelanggan mengenai pentingnya pengumpulan oli bekas dan memberikan insentif bagi pelanggan yang membawa oli bekas mereka. Studi ini juga menyarankan agar bengkel-bengkel bekerja sama dengan para pengepul untuk meningkatkan pengumpulan dan pengolahan oli bekas.   Kata Kunci: Pengelolaan Oli Bekas, Bengkel Kendaraan
Tradisi Pengurangan Harga Jual Dalam Kearifan Lokal Masyarakat Banjar (Studi Kasus Masyarakat Banjar Bumi Mas) Rahman, Taupik; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.223

Abstract

Abstract The Banjar community is known for its wealth and strong adherence to Islamic culture. This study delves into the practices and philosophies behind the tradition of price reduction within the local wisdom of the Banjar society, specifically focusing on the case of the Banjar Bumi Mas Community. Through a qualitative approach and ethnographic data collection, this study elucidates how this tradition reflects cultural values, beliefs, and an entrenched socio-economic system in daily life. The research emphasizes how this culture remains sustained and resilient against the passage of time and evolving trends. Furthermore, the study delineates the historical context, symbolic roles, and factors shaping and preserving this tradition of price reduction. The expected outcomes aim to provide a profound insight into the role and significance of this tradition in the continuity of Banjar society's culture. Additionally, it proposes considerations for the development of policy strategies that respect and support local cultural heritage within the framework of a modern economy. Keywords: Price Reduction, Local Wisdom, Banjar Abstrak Masyarakat Banjar dikenal sebagai masyarakat yang kaya dan kental dengan kebudayaan Islamnya. Penelitian ini menggali praktik dan filosofi dibalik tradisi pengurangan harga jual dalam kearifan lokal masyarakat Banjar, dengan fokus pada kasus Masyarakat Banjar Bumi Mas. Melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data etnografis, studi ini memaparkan bagaimana tradisi ini merupakan cerminan dari nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta sistem sosial ekonomi yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana budaya itu tetap dianut serta bertahan tidak pudar dimakan waktu dan perkembangan zaman. Penelitian ini menguraikan konteks historis, peran simbolik, dan faktor-faktor yang membentuk serta mempertahankan tradisi pengurangan harga jual ini. Hasilnya diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang peran serta signifikansi tradisi ini dalam keberlangsungan budaya masyarakat Banjar, sementara juga mengajukan pertimbangan bagi pengembangan strategi kebijakan yang menghormati dan mendukung warisan budaya lokal dalam konteks ekonomi modern. Kata Kunci: Pengurangan Harga, Kearifan Lokal, Banjar
Recitation of the Qur’an in the Batunggu kubur (Tradition for the Astambul Community) Muzdalifah, Muzdalifah; M. Fahmi al-Amruzi; Anida Yuspa; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.225

Abstract

Abstract This research raises a tradition, namely the recitation of Qur'an in Batunggu kubur which is done after the burial of the dead. In this Batunggu kubur the Qur'an is read in groups from the the beginning to the end until the specified time. The purpose of this research is to find out how the meaning of the community and the procedure for the implementation of the implementation of the Astambul Subdistrict community towards the reading of the Qur'an in Batunggu kubur. Type of The type of research used is qualitative research using descriptive-analytical studies. The result of this research is that Batunggu kubur is permissible because it has a positive and beneficial meaning, both for the people of Astambul Sub-district. Positive and beneficial meaning, both for people who read the Qur'an on the grave and for the deceased. Over the grave as well as for the deceased and the living and does not violate the rules of shara'. Regarding the procedure for its implementation, the recitation of the Qur'an in the Batunggu kubur tradition there are three variations. First, every person who Batunggu kubur gets a share of each juz to be completed. Second, the person who Batunggu kubur has no obligation to complete the reading, and there are no strict rules regarding the recitation of the the Qur'an. Third, everyone who Batunggu kubur has an obligation to complete the Qur'an. Keywords: Qur’an Reading, Tradition, Batunggu kubur Abstrak Penelitian ini mengangkat sebuah tradisi, yaitu pembacaan Al Qur'an dalam Batunggu kubur yang dilakukan setelah penguburan jenazah. Dalam Batunggu kubur ini Al Qur'an dibaca secara beramai-ramai dari awal sampai akhir sampai waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemaknaan masyarakat dan tata cara pelaksanaan masyarakat Kecamatan Astambul terhadap pembacaan Al-Qur'an dalam Batunggu kubur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini adalah Batunggu kubur diperbolehkan karena memiliki makna yang positif dan bermanfaat, baik bagi masyarakat Kecamatan Astambul. Makna positif dan bermanfaat, baik bagi orang yang membaca Al-Qur'an di atas kubur maupun bagi orang yang meninggal. Di atas kubur maupun bagi orang yang meninggal dan yang masih hidup serta tidak melanggar aturan syara'. Mengenai tata cara pelaksanaannya, pembacaan al-Qur'an dalam tradisi Batunggu kubur terdapat tiga variasi. Pertama, setiap orang yang Batunggu kubur mendapat bagian masing-masing satu juz untuk dikhatamkan. Kedua, orang yang melakukan Batunggu kubur tidak memiliki kewajiban untuk menuntaskan bacaannya, dan tidak ada aturan yang ketat mengenai bacaan Al-Qur'an. Ketiga, setiap orang yang melakukan Batunggu kubur memiliki kewajiban untuk mengkhatamkan Al Qur'an. Kata kunci: Pembacaan Al-Qur'an, Tradisi, Batunggu kubur
Eksistensi Variasi Akad Kerjasama Penggarapan Sawah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Khairanor; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.226

Abstract

ABSTRACT Collaboration in cultivating rice fields in Hulu Sungai Tengah Regency carried out by the community (rice field owners and farmers) has three types of contracts that can be options for application, although they are different but have the same goal, the contracts are divided into three, namely bakarun, basewa and basanda. The visible difference is in the way the results are distributed, the bakarun is divided by percentage, namely the results are divided by 3 first, then the rice field owner gets 1/3 and the farmer gets 2/3. As for the basewa, the distribution of results for the rice field owner has been determined at the beginning of the agreement as a fee for renting the rice field, while the basanda contract has the same distribution as the basewa system, but in the basanda contract there is a previous debts and receivables agreement. The author is interested in discussing this because the people of Upper Banjar have very natural/natural habits in carrying out cultural customs which are wrapped in a socio-economic dimension, the social is cooperation while the economic is agriculture. This encourages the author to elevate this habit into the realm of Sharia Economic Law. This research is to find out a description of the cooperation agreement for cultivating rice fields using the bakun, sewa and sanda system, which is then reviewed in basic terms from the perspective of Sharia Economic Law. Keywords: Hulu Sungai Tengah, Cooperation Agreement, Existence ABSTRAK Kerjasama penggarapan sawah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang dilakukan masyarakat (para pemilik sawah dan petani) ada tiga macam akad yang dapat menjadi opsi untuk di aplikasikan, meskipun berbeda namun satu tujuan yang sama, akad itu terbagi tiga, yakni bakarun, basewa dan basanda. Perbedaan yang nampak adalah pada cara pembagian hasilnya, bakarun dibagi dengan cara persentase yakni hasilnya dibagi 3 terlebih dahulu kemudian pemilik sawah dapat 1/3 dan petani mendapat 2/3. Adapun basewa pembagian hasil untuk pemilik sawah sudah ditentukan diawal kesepakan sebagai biaya sewa sawah, sedangkan akad basanda pembagiannya sama dengan sistem basewa namun terhadap akad basanda terdapat akad utang-piutang sebelumnya. Penulis tertarik membahas hal ini karena pada masyarakat Banjar bagian Hulu tersebut memiliki kebiasaan yang sangat natural/alami dalam melangsungkan adat budaya yang dibungkus dengan dimensi sosial ekonomi, sosialnya adalah kerjasama sedangkan ekonominya adalah pertanian. Hal ini mendorong penulis untuk mengangkat kebiasaan tersebut ke dalam ranah Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini untuk mengetahui deskripsi tentang akad kerjasama penggarapan sawah dengan sistem bakarun, sewa dan sanda, yang kemudian ditinjau secara dasar dengan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Kata Kunci: Hulu Sungai Tengah, Akad Kerjasama, Eksistensi
Co-Authors Abrar, Muhammad Tajally Abrar Achmad Azhar Basyir Ahda Fithriani Ahmad Muhajir Ajeng Juniwanti Akh. Fauzi Aseri Akhmad Jamaluddin Fikri Akhmad Zuhad Haekal Al-'Aina, Nadhrah Alifya Zhafira Ananda, Rizqa Anida Yuspa Annisa Az Zahra Annisa Hamdah Arie Sulistyoko Asep Sutarmin Ayu Natasya Bahran Bahran Bahran Bangun Wardana, Ade Bawaihi Diana Rahmi Dita Dr. H. Jalaludidin, M. Hum Dwi Aprilia Wahani Emiril Rozaq Endika Permana Putra Ghina Sanniya, Jasmine Gina Sabila Hadi Rahman, Ibnu Hallymah Thussadyah Maura Putri Hanafiah HARUM Jasimah Jubaidah Khairanor Khotimatul Husna Khulda Azizah Lailan Mufthirah Lia Nofitasari Luthfia Dwi Putri M. Ade Nugraha M. Fahmi al-Amruzi M. Hanafiah Masyithah Umar Maulidita Safitri Maulidiya Rahmah Mey Atren Nursasi Mufida Istati Mufti Wardani Muhamad Ishaac Muhammad Anshari Muhammad Fauji Muhammad Fazrianur Arridho Muhammad Gunawan Bahran Muhammad Iqbal Muhammad Noor Ridani Muhammad Rahman Firdaus Muhammad Rizky Ramadhan Muhammad Torieq Abdillah Mutia Anisah Mutthiah Muzdalifah Muzdalifah Najwa Salya Rahmadina Nazwa Nabila Nida Fitriani Noor Khalisah Noor Syifa Humairoh Norhaifa Norhaifa Norjannah Novita Novita Nur Halisa Nur Nazefa Adela Nuril Khasyi'in Nuril Khasyi’in Penti Pepriyanti Putri Adhalia Mariza Rabiatul Adawiah Radifa Nazhma Muntazhira Rahmawati Rahmawati Raudatun Nazwa Rina Mahdiana Rizki Nurramadhina Sari Indriyani Shopia Al-Khairina Fitri Siti Khadijah Siti Mukhalafatun Siti Nur Rahmah Subahan Sulaiman Kurdi Syufiya Putri Tasyaa Syadini Maharani Taupik Rahman Tiya Husaen, Mazena