Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hukum Islam Terhadap Tradisi Membuat Bubur Asyura Masyarakat Banjar Mutia Anisah; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari sudut pandang hukum Islam terkait tradisi pembuatan bubur Asyura oleh masyarakat Banjar khususnya di Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan gambaran rinci mengenai fenomena tradisi ini. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam terkait sejarah, praktik, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembuatan bubur Asyura merupakan bentuk pelestarian budaya yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial, seperti berbagi, menyambung silaturahmi, dan salin bergotong royong. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai ibadah kepada Allah, seperti meneladani kisah para nabi, dan nilai muamalah, seperti mempererat hubungan antar warga. Secara hukum Islam, tradisi ini dianggap mubah (boleh) bahkan dapat bernilai sunnah jika dilakukan untuk berbagi dengan sesama, meskipun dalil-dalil terkait tradisi ini bersifat dhaif. Pelaksana tradisi ini tidak bertentangan dengan syariat, janji tidak dikaitkan dengan keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami integrasi tradisi lokal dengan ajaran agama Islam.
Analisis Hukum Islam Tentang Batasmiah Pada Bayi Yang Baru Lahir Di Masyarakat Banjar Dita; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.967

Abstract

Bagi masyarakat Banjar, Islam merupakan identitas agama yang tidak dapat dipisahkan dan sangat erat kaitannya dengan identitas budaya mereka. Wujud simbolis dari religiusitas mereka dapat dilihat pada upacara-upacara keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan, seperti yang berkaitan dengan kelahiran, perkawinan, dan kematian. Salah satu fase penting dalam kehidupan orang Banjar adalah fase kelahiran. Kelahiran seorang anak mempunyai makna sakral dalam kehidupan sosial masyarakat Banjar. Kedatangan bayi baru lahir dalam sebuah keluarga sering kali dirayakan dengan upacara khusus. Salah satu ritual yang terkait dengan tahap siklus hidup yaitu pemberian nama kepada bayi yang baru lahir yang dalam masyarakat Banjar disebut dengan nama batasmiah. Tradisi ini seringkali digabungkan dengan acara akikah. Tulisan ini mengungkapkan bahwa peristiwa seputar kelahiran seseorang dan proses kebudayaan yang melingkupinya sarat dengan nilai-nilai diantaranya sosial dan budaya. Nilai-nilai tersebut tercermin di dalam prosesnya yaitu yang dimulai dari pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, pemberian nama yang dipimpin oleh tuan guru, tahnik, pemercikkan minyak baburih kepada sang bayi dan ditutup dengan makan bersama para tamu undangan.
Menelaah Hukum Tentang Tradisi Berziarah Dan Berdoa Di Makam Wali-Wali Masyhur M. Ade Nugraha; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.968

Abstract

Fenomena ziarah kubur yang terjadi saat ini, menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Ada perbedaan pendapat (khilafiyah) terkait hukum ziarah kubur. Kedua pendapat tersebut dapat dikatakan saling berkontradiksi. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan interpretasi dalam mengkaji salah satu teks hadis sebagai sumber hukum. Hasil dari penelitian hadis menunjukkan bahwasanya hadis tentang ziarah kubur yang ditakhrij oleh Imam Muslim dalam kitab Sahih Muslim berkualitaskan sahih. Hal ini tentu setelah melewati langkah-langkah penelitian sanad hadis. Kemudian kontekstualisasi hadis tersebut bersangkutan dengan hadis yang menyatakan tentang tidak diperbolehkannya ziarah kubur. Oleh karena itu, dalam penyelesaian suatu masalah khilafiyah tentang hukum berziarah, jika terdapat seseorang yang tidak sependapat, maka jangan dengan mudahnya menghukumi seorang tersebut dengan label bidah. Akan tetapi ketika muncul perbedaan, alangkah baiknya untuk menggali dalil naqli dan ‟aqli agar kemudian dapat dikompromikan. Sehingga, pada akhirnya umat Islam tidak mudah terpecahbelah ketika ada sebuah khilafiyah.
Kendala Pada Implementasi Peraturan Daerah No 10 Tahun 2017 Tentang Pengawasan Dan Pengendalian Penjualan Minuman Beralkohol Nazwa Nabila; Luthfia Dwi Putri; Syufiya Putri; Bahran; Nuril Khasyi’in; Mufti Wardani; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.985

Abstract

Minuman beralkohol merupakan produk yang memiliki dampak sosial dan kesehatan yang signifikan. Di Kota Banjarmasin, regulasiterkait penjualan minuman beralkohol menjadi perhatian penting dalam rangka menjaga ketertiban umum dan melindungimasyarakat, terutama generasi muda, dari dampak negatif yang ditimbulkan. Pemerintah Kota Banjarmasin menerbitkan PeraturanDaerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penjualan Minuman Beralkohol sebagai upaya pengendalian distribusi dan peredaran minuman beralkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapidalam implementasi Perda tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode studi kasus diterapkan di beberapa wilayah di Kota Banjarmasin dengan melibatkan pihak-pihak terkait, seperti pejabat di dinas pengawasan, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Perda ini masih menghadapi beberapa kendala, di antaranya lemahnya penegakan hukum akibat keterbatasan sumber daya dan koordinasi antar-instansi, kesulitan dalam pembuktian pelanggaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya minuman beralkohol. Faktor ekonomi dan sosialbudaya turut berperan dalam mempengaruhi efektivitas Perda ini. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pengawasan yang optimal,perlu dilakukan sosialisasi yang intensif serta peningkatan peran aktif masyarakat dalam pengawasan penjualan minuman beralkohol. Diharapkan pula adanya penegakan hukum yang lebih tegas untuk menciptakan ketertiban dan ketenteraman di masyarakat.
Sosialisasi Regulasi dan Kebijakan Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Tahun 2024 Anwar Hafidzi; Muhammad Rizky Ramadhan; Lia Nofitasari; Mey Atren Nursasi; Jubaidah; Akhmad Zuhad Haekal
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socialization of campaign policy regulations for mayors and deputy mayors is programmed to provide appeals and explain the rules in campaigning in the elections of mayors and deputy mayors in Banjarbaru city. Kpu as the organizer expects that the socialization of regulations and election campaign policies held will make compliance with the rules reach a high presentation rate. The target of this event consists of various layers of aspects, namely Candidate Pairs, candidate winning teams, political parties, Bawaslu, community organizations, youth organizations and others. The socialization method here uses a face-to-face system in order to get the target of achieving success in socialization.
Joseph Schacht dan Konsep Awal Pembentukan Hukum Islam ‘’Kajian Atas Perspektif Orientalis’’ Siti Khadijah; Anwar Hafidzi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the initial concept of the formation of Islamic law according to Joseph Schacht, a German-British orientalist. Schacht argued that Islamic law was formed through the interaction of religion, culture, and politics. This study will analyze Schacht's perspective and its impact on the understanding of modern Islamic law. Furthermore, the article will also critique the weaknesses of Schacht’s approach and offer alternative perspectives for understanding the complexity of Islamic law. Schacht and his Contribution to Islamic Law: The author attempts to examine the thoughts of Joseph Schacht, which are then outlined in the research questions: What are Joseph Schacht’s ideas, and what is his contribution to Islamic law? In this study, the author employs a descriptive research method with Shari’a, historical, and philosophical approaches, using library research as the data collection method. The data collection techniques used in this research are deductive and comparative methods, while data analysis is conducted using qualitative descriptive analysis. The objective of this thesis is to explore the thoughts of Joseph Schacht, an orientalist, on Islamic law and the contribution of his ideas to Islamic law. The findings of this study show that Joseph Schacht, as an orientalist, analyzed Islamic law through historical-sociological research. In this context, Schacht attempted to address multiple aspects of Islamic law. He presented Islam not as a set of divinely revealed norms but as a historical phenomenon closely tied to its social setting, meaning he studied the authenticity of Islamic law sources through historical processes. Joseph Schacht also did not acknowledge hadith as a source of Islamic law. His research, presented in his works, became a reference for legal scholars discussing Islamic law, especially for Westerners who were not fully familiar with Islamic law. However, his rejection of hadith as a source of Islamic law had a significant impact on Islamic law. This led to considerable doubt about the strength and authenticity of Islamic law, not only among the Western world but also among Muslims themselves.
Joseph Schacht and the Early Concept of Islamic Law Formation: A Study of Orientalist Perspectives Annisa Az Zahra; Gina Sabila; Khulda Azizah; Noor Khalisah; Muhammad Anshari; Anwar Hafidzi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.827

Abstract

Joseph Schacht, a leading orientalist, is known for his analysis of Islamic law using historical and sociological approaches. In his view, Islamic law is not merely a set of directly revealed norms, but the result of a proc ess of historical development that is closely related to the social dynamics of Muslim society. Through extensive research, he argues that many hadith were composed or modified to support the development of Islamic law at particular times. In his view, the peak of the formation of Islamic law occurred during the time of Imam al-Shafi'i, who succeeded in systematizing the methodological framework of Islamic law. Some scholars consider his ideas to provide new insights into the development of Islamic law, while others consider his approach to be reductionist and ignores the spiritual and theological dimensions of Islamic law. Despite the controversy, Schacht's thought remains one of the important references in modern Islamic legal studies.
Efektivitas Hukum Perlindungan Konsumen Dalam Transaksi Digital Radifa Nazhma Muntazhira; Shopia Al-Khairina Fitri; Anwar Hafidzi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas hukum perlindungan konsumen dalam transaksi digital di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana regulasi yang ada melindungi konsumen dalam ranah digital dan mengidentifikasi tantangan dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis peraturan perundang-undangan terkait, serta perbandingan dengan regulasi internasional seperti GDPR di Uni Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi Indonesia telah menyediakan dasar hukum untuk perlindungan konsumen, penegakannya masih lemah, dan pemahaman konsumen tentang hak-haknya di ranah digital masih kurang. Rekomendasi kebijakan diberikan untuk memperkuat regulasi demi adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta melindungi konsumen secara lebih efektif.
Hak Privasi Pengguna Dalam Era Kecerdasan Buatan : Tinjauan Normatif Hukum Terhadap Kesehatan Mental Nur Nazefa Adela; Tasyaa Syadini Maharani; Najwa Salya Rahmadina; Sulaiman Kurdi; Mufti Wardani; Anwar Hafidzi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence atau AI dalam kesehatan mental membawa dampak positif, terutama dalam hal diagnosis, personalisasi pengobatan, dan pemantauan kondisi pasien. Namun, penerapan AI juga menimbulkan tantangan terkait privasi data pribadi, khususnya data kesehatan mental yang sangat sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi dan prinsip-prinsip privasi yang mengatur penggunaan AI dalam konteks kesehatan mental. Menggunakan metode penelitian normatif, penelitian ini menelaah regulasi seperti General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa dan Undang- Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi di Indonesia. Prinsip-prinsip seperti persetujuan terinformasi, minimasi data, keamanan data, transparansi, dan akuntabilitas menjadi fokus utama dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan privasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah mengatur dengan ketat, penerapan prinsip-prinsip privasi dalam AI perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi agar perlindungan data pribadi tetap terjaga secara optimal.
Co-Authors Abrar, Muhammad Tajally Abrar Achmad Azhar Basyir Ahda Fithriani Ahmad Muhajir Ajeng Juniwanti Akh. Fauzi Aseri Akhmad Jamaluddin Fikri Akhmad Zuhad Haekal Al-'Aina, Nadhrah Alifya Zhafira Ananda, Rizqa Anida Yuspa Annisa Az Zahra Annisa Hamdah Arie Sulistyoko Asep Sutarmin Ayu Natasya Bahran Bahran Bahran Bangun Wardana, Ade Bawaihi Diana Rahmi Dita Dr. H. Jalaludidin, M. Hum Dwi Aprilia Wahani Emiril Rozaq Endika Permana Putra Ghina Sanniya, Jasmine Gina Sabila Hadi Rahman, Ibnu Hallymah Thussadyah Maura Putri Hanafiah HARUM Jasimah Jubaidah Khairanor Khotimatul Husna Khulda Azizah Lailan Mufthirah Lia Nofitasari Luthfia Dwi Putri M. Ade Nugraha M. Fahmi al-Amruzi M. Hanafiah Masyithah Umar Maulidita Safitri Maulidiya Rahmah Mey Atren Nursasi Mufida Istati Mufti Wardani Muhamad Ishaac Muhammad Anshari Muhammad Fauji Muhammad Fazrianur Arridho Muhammad Gunawan Bahran Muhammad Iqbal Muhammad Noor Ridani Muhammad Rahman Firdaus Muhammad Rizky Ramadhan Muhammad Torieq Abdillah Mutia Anisah Mutthiah Muzdalifah Muzdalifah Najwa Salya Rahmadina Nazwa Nabila Nida Fitriani Noor Khalisah Noor Syifa Humairoh Norhaifa Norhaifa Norjannah Novita Novita Nur Halisa Nur Nazefa Adela Nuril Khasyi'in Nuril Khasyi’in Penti Pepriyanti Putri Adhalia Mariza Rabiatul Adawiah Radifa Nazhma Muntazhira Rahmawati Rahmawati Raudatun Nazwa Rina Mahdiana Rizki Nurramadhina Sari Indriyani Shopia Al-Khairina Fitri Siti Khadijah Siti Mukhalafatun Siti Nur Rahmah Subahan Sulaiman Kurdi Syufiya Putri Tasyaa Syadini Maharani Taupik Rahman Tiya Husaen, Mazena