Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Logistic Performance Terhadap Customer Loyalty dengan Customer Satisfaction sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus E-Commerce) Narohito, Yosapat Parningotan; Rahardjo, Sri; Arubusman, Dian Artanti
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1885

Abstract

This study aims to analyze the effect of logistic performance on Customer Loyalty in the context of e-commerce, with Customer Satisfaction as a mediating variable. Three dimensions of logistic performance are examined: Logistic Service Quality, Cost Delivery, and Integration Process. A quantitative approach is used with descriptive and inferential analysis techniques. Data were collected through an online survey of logistics service users in e-commerce platforms and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that Logistic Service Quality has a significant negative direct effect on Customer Loyalty, suggesting an anomaly in customer expectations toward logistics services. Conversely, Cost Delivery and Integration Process show significant positive effects on Customer Loyalty. Regarding Customer Satisfaction, Logistic Service Quality and Cost Delivery have positive impacts, while Integration Process has a negative influence. Furthermore, Customer Satisfaction significantly increases Customer Loyalty, reinforcing its mediating role in the model. The mediation analysis reveals that Customer Satisfaction successfully mediates the relationship between Logistic Service Quality and Customer Loyalty, turning a negative direct effect into a positive indirect one. However, for the Integration Process, an indirect negative effect on Customer Loyalty through Customer Satisfaction is observed, indicating that complex or user-unfriendly systems may reduce Customer Satisfaction and loyalty. These findings imply that logistics companies should not only focus on cost efficiency and technological integration but also consider customer comfort and satisfaction to foster long-term loyalty in the e-commerce ecosystem.
Strategi Optimal Peningkatkan Efisiensi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Makassar dengan Menggunakan Discrete-Event Simulation Purwanto, Erfien; Adrianto, Luky; Rahardjo, Sri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.316

Abstract

Abstrak: Peran transportasi laut dalam sektor industri di Indonesia sangatlah penting, mengingat kondisi geografi yang dimiliki Indonesia, dimana bagian terbesar adalah laut dibandingkan dengan daratan. Berbicara mengenai transportasi laut, hal ini tidak akan lepas dari pembahasan elemen penting di dalamnya, yaitu pelabuhan, dimana pelabuhan memiliki peranan penting di dalam logistik maritim. Pada penelitian ini akan membahas mengenai strategi untuk mengurangirisiko antrian serta konsekuensi ekonomi terutama bagi pengelola terminal.Berdasarkan hasil simulasi yang dijalankan dengan menggunakan software Arena 14.0, yang mewakili aktivitas kapal dari waktu persiapan penyandaran, waktu persiapan loading/discharging waktu proses loading/discharging, waktu penyelesaian dokumen kargo dan kapal, dan waktu persiapan sailing/shiftingdiTBBM Makassar diperoleh bahwa dengan kondisi eksisting saat ini BOR untuk Jetty I adalah 72% dan Jetty II adalah 77% dengan demurrage per tahun adalah USD 5,740,866.00, kondisi ini mencerminkan kondisi yang melebihi dari batas ideal. Berdasarkan hasil analisa dapat diperoleh skenario kedua memberikan hasil yang optimum yang dapat menekan BOR untuk Jetty I adalah 51% dan Jetty II adalah 62%, serta mengurangi beban demurrage menjadi sebesar USD 2,311,669.00 atau penurunan sebesar 59.7% dari kondisi awal.Abstract : The role of sea transportation in the industrial sector in Indonesia is very important, given by the geographical coverage of Indonesia, which is ocean broader than its land. Discusing about sea transportion, it can not be separated from the discussion of the important elements, i.e. ports, where the port has an important role in maritime logistics. The purpose of this research is strategy to reduce the risk of queues as well as economic consequences, especially for terminal management. Based on simulations run using software Arena 14.0 representing activity start from berthing/unberthing, preparing of loading/ unloading, loading/ unloading process, carg/vessel document, and sailing/ shifting in TBBM Makassar obtained that the existing condition of BOR at jetty I calculation is 72% and jetty II is 77%, with demurrage per year is US$ 5,740,866.00, of which these conditions have exceeded the limits of the ideal conditions. From the analysis of simulation optimum scenarios concluded that the second scenario provides optimum results that can suppress conditions of BOR at jetty calculation is 51% and jetty II is 62%, and can minimize the total of demurrage to US$ 2,311,669.00 or a decrease of 59.7% from initial conditions.
Peluang dan Tantangan Angkutan Laut Luar Negeri oleh Kapal Berbendera Indonesia terhadap Barang yang Diangkut dari Pelabuhan Belawan Putra, Bina; Soeboer, Deni Achmad; Rahardjo, Sri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.458

Abstract

Pelabuhan Belawan sebagai pintu gerbang perdagangan internasional  di wilayah Indonesia bagian barat merupakan pintu gerbang untuk eksport Indonesia ke berbagai belahan dunia khususnya komoditas yang berasal dari propinsi Sumatera Utara dan sekitarnya. Sejak azas cabotage diberlakukan di Indonesia pada tahun 2005, belum pernah kapal-kapal berbendera Indonesia menguasai lalu lintas angkutan laut luar negeri (eksport), kapal asing selalu mendominasi pangsa muatan ekspor secara nasional. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat profile kapal-kapal  berbendera asing  yang membawa ekspor Indonesia  dari Pelabuhan Belawan dan perkembangannya selama 3 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan selama tiga tahun terakhir dari 2013 sampai 2015, kapal asing masih menguasai pangsa muatan lalu lintas angkutan laut luar negeri khususnya yang diangkut dengan menggunakan kapal kontainer. Tahun 2013, 94% barang ekspor dalam kontainer diangkut oleh kapal berbendera asing ,ditahun 2014 turun menjadi 88 % dan kembali naik 93 % ditahun 2015. Tingginya pangsa muatan yang di dapat oleh kapal berbendera asing menjadi peluang yang harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah dengan berbagai macam tantangan termasuk diantaranya kapasitas kapal nasional yang tidak bertambah.  
Evaluasi Masa Konsesi Pada Pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Ambarini, Ronia; Suwandi, Ruddy; Rahardjo, Sri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i12.956

Abstract

Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan utama dan tersibuk di Indonesia berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau. KapasitasTerminal Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok mampu menampung sebesar 4,5 juta TEUs. Undang-Undang Nomor 17/2008 tentang Pelayaran mereformasi sistem pelabuhan di Indonesia yaitu menghapus monopoli dan membuka kesempatan bagi partisipasi sektor swasta. Masa konsesi sangat penting, karena terkait dengan kepentingan pemerintah sebagai pemilik proyek maupun pihak swasta sebagai pemegang hak konsesinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang usaha dalam pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru dan untuk mengetahui pengaruh kebijakan, kelayakan proyek dan kinerja operasional baik secara parsial maupun simultan terhadap masa konsesi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif sedangkan analisis data Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software Smart PLS versi 2.0. Hasil dari analisis diperoleh kesimpulan bahwa persepsi responden Undang-Undang Nomor 17/2008 tentang Pelayaran berikut turunannya, memberikan peluang usaha sangat besar bagi sektor swasta yaitu berdirinya perbengkelan petikemas, pencucian petikemas, pengurusan jasa dokumen, restoran dan kebijakan, kelayakan proyek dan standar kinerja operasional pelabuhan terbukti secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap masa konsesi. Hal ini jika pemenuhan kebijakan diimbangi dengan peningkatan berbaikan kelayakan proyek dan standar kinerja operasional pelabuhan, maka diperoleh masa konsesi yang wajar sesuai dengan peraturan yang ada. Masa konsesi dalam penetapannya harus memberikan kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak yang bekerjasama terutama bagi pemerintah dan PT. Pelabuhan Indonesia II.
PENGARUH BIAYA SDM, BIAYA KONSESI, DAN JUMLAH PENDAPATAN TERHADAP LABA SERTA IMPLIKASINYA PADA KEY PERFORMANCE INDICATOR PERUSAHAAN WAREHOUSE LINI 1 Taufik Perdana Budiman, Bambang; Maemunah, Siti; Rahardjo, Sri; Suhalis, Adenan; Tatiana, Yana; Manurung, Laurensius
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i1.47

Abstract

KPI merupakan alat navigasi berupa metrik finansial ataupun nonfinansial yang memiliki skala dan bersifat kuantitatif sebagai alat ukur yang menilai dan mengevaluasi kinerja organisasi. Untuk mencapai kinerja yang baik maka jumlah pendapatan dan biaya operasional perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini dilakukan di PT XYZ yang merupakan perusahaan Groundhandling terbesar di Indonesia dengan salah satu segmen usahanya adalah Warehouse Lini 1 yang beroperasi di bandar udara internasional Soekarno-Hatta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif, adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh sebanyak 72 sampel. Data dihimpun melalui data sekunder milik perusahaan selama tujuh puluh dua bulan (2017-2022) yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Penelitian menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, uji hipotesis, dan path analysis atau analisis jalur. Hasil penelitian yang pertama, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung biaya sumber daya manusia (X1) terhadap Key Performance Indicator (Y). Biaya Sumber Daya Manusia berkontribusi langsung pada kinerja keuangan sebesar 85,5%. Hasil penelitian yang kedua, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung biaya konsesi (X2) terhadap Key Performance Indicator (Y). Biaya konsesi berkontribusi langsung pada Key Performance Indicator sebesar 85,5%. Hasil penelitian yang ketiga, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung Jumlah Pendapatan (X3) terhadap Key Performance Indicator (Y) sebesar 85,5%. Hasil penelitian yang keempat, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung Biaya konsesi (X2) dan Jumlah Pendapatan (X3) terhadap jumlah Laba (Z) sebesar 72%. Sisanya 28% berasal dari faktor-faktor lain.
Total Intra Venous Anesthesia (TIVA) Target Controlled Infusion (TCI) Propofol Remifentanil untuk Seksio Sesarea Emergensi pada Pasien Meningioma dengan Peningkatan Tekanan Intrakranial Aryasa, Tjahya; Fajar Apsari, Ratih Kumala; Rahardjo, Sri
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2536.971 KB) | DOI: 10.24244/jni.v9i1.251

Abstract

Meningioma sangat jarang ditemukan pada kehamilan, tapi kehamilan dapat memicu pertumbuhan meningioma. Ibu hamil yang menjalani seksio sesarea dengan penyulit tumor otak merupakan indikasi anestesi umum dengan kombinasi Target Controlled Infusion (TCI) propofol dan remifentanil. Propofol pada seksio sesarea dapat mengatasi respons simpatis akibat laringoskopi. Remifentanil berhubungan dengan hasil luaran lebih baik pada neonatus dari opioid lainnya. Perempuan 34 tahun, hamil 37 minggu datang dengan keluhan utama nyeri perut hilang timbul disertai kebutaan dan tanda peningkatan tekanan intrakranial tanpa penurunan kesadaran. Tidak dilakukan CT-Scan kepala karena direncanakan seksio sesarea emergensi. Dilakukan seksio sesarea dengan teknik anestesi umum menggunakan TCI propofol mode Marsh dengan target efek 34 mcg/ml dan TCI remifentanil dengan target 23 ng/ml, dan rocuronium dengan dosis 0,7 mg/kgBB. Pada menit kesepuluh, lahir bayi laki-laki, dengan berat badan 2000 gram dan skor APGAR 78. Selama operasi hemodinamik stabil dan tidak ada komplikasi. pascabedah dilakukaan pemeriksaan CT-scan dan ditemukan meningioma yang besar. Teknik ini memberikan hasil luaran pada neonatal dan ibu yang baik.Total Intra Venous Anethesia (TIVA) Target Controlled Infusion (TCI) with Propofol Remifentanil for Emergency Caesarean Section in Meningioma Patient with Increase Intracranial PressureAbstractMeningiomas are very rare in pregnancy, but pregnancy triggers the growth of meningiomas. Pregnant women who undergo cesarean section complicated with brain tumor are an indication of general anesthesia with Target Controlled Infusion (TCI) propofol and remifentanil. Propofol can blunt sympathetic response due to laryngoscopy. Remifentanil has a better outcomes in neonates than other opioids. A 34-year-old woman, 37-weeks pregnant presented with uterine contractions accompanied with blindness and signs of increased intracranial pressure without decreased consciousness. Head CT scan was not performed because an emergency cesarean section was planned. Caesarean section was performed with general anesthesia using Target Controlled Infusion (TCI) Marsh mode propofol with a target effect of 3-4 mcg/ml and remifentanil TCI with a target of 2-3 ng/ml, and rocuronium 0.7 mg/kg. At the tenth minute, a male baby was born, weighing 2000 grams and an APGAR score of 7-8. During surgery, the hemodynamic was stable without complications. Postoperatively, a CT scan was performed and a large meningioma was found. This technique provided good neonatal and maternal outcome outcomes.
Penggunaan FOUR Skor dalam Manajemen Anestesi untuk Evakuasi Hematoma Epidural pada Pasien dengan Intoksikasi Alkohol Firdaus, Riyadh; Lalenoh, Diana C.; Rahardjo, Sri; Bisri, Tatang
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.184 KB) | DOI: 10.24244/jni.vol6i3.52

Abstract

Manajemen neuroanestesia untuk cedera kepala bertujuan untuk mengoptimalkan perfusi otak, memfasilitasi pembedahan dan mencegah cedera otak sekunder. Bagi pasien cedera kepala yang mengalami toksisitas alkohol, diperlukan perhatian khusus dalam mengevaluasi dan menentukan dosis obat anestesia. Walaupun GCS dapat digunakan sebagai modalitas penilaian pasien dengan intoksikasi alkohol, penilaian menggunakan FOUR adalah alternatif yang lebih baik. FOUR lebih spesifik dalam menilai penurunan kesadaran bila ada defek neurologi, bahkan bagi pasien yang terintubasi. Selama pembiusan, dosis perlu diperhatikan karena konsumsi alkohol jangka panjang dapat meningkatkan kebutuhan dosis obat anestesia. Sebaliknya, intoksikasi alkohol memerlukan dosis obat induksi yang lebih kecil. Seorang laki-laki usia 38 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran pasca trauma kepala sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien memiliki riwayat konsumsi alkohol. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis dan pemeriksaan penunjang, ditegakkan diagnosis Hematom Epidural. Pasien menjalani kraniotomi evakuasi Hematom Epidural selama 4 jam. Pascaoperasi pasien tidak dilakukan ekstubasi dan dirawat di perawatan ICU selama 7 hari.Use of Four Score in Anesthesia Management for Epidural Hematoma Evacuation in Patient with Alcohol IntoxicationNeuroanesthetic management for brain trauma aims to maintain optimal cerebral perfusion and facilitate surgery while preventing secondary brain injury. For patients with brain trauma under alcohol toxicity, careful monitoring is needed to assess and determine drug dosing. Although GCS is reliable for assessing conciousness in patients with alcohol intoxication, evaluation using FOUR is a reasonable alternative. FOUR is more spesific in identifying level of conciousness in neurologic defects, even in intubated condition. Throughout anesthesia, special attention should be given, as long term alcohol consumption may increase the dose needed for general anesthesia. However, a smaller dose of induction agent is needed in alcohol intoxication. We describe a case of a 38 years old male, who was admitted to emergency department with loss of conciousness following head trauma for 3 hours prior to admission. There was history of alcohol consumption. History and physical findings were consistent with epidural hematoma. Patient underwent craniotomy for epidural hematoma evacuation. The surgery took four hours. Post surgery, patient remained intubated and stayed in ICU for seven days.
Penatalaksanaan Perioperatif pada Epidural Hemorrhage dengan Herniasi Serebral Adriman, Silmi; Rahardjo, Sri; Saleh, Siti Chasnak
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2315.247 KB) | DOI: 10.24244/jni.vol4i3.121

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah kesehatan utama, pemicu kecacatan dan kematian di seluruh dunia. Epidural Hemorrhage (EDH) adalah salah satu bentuk cedera kepala yang sering terjadi. Epidural Hemorrhage umumnya terjadi karena robeknya arteri dan menyebabkan perdarahan di ruangan antara duramater dan tulang tengkorak. Munculnya tanda Cushing pada EDH akan memperburuk prognosis. Penatalaksanaan cedera kepala saat ini difokuskan pada stabilisasi pasien dan menghindari gangguan intrakranial ataupun sistemik sehingga dapat menghindari cedera sekunder yang lebih buruk. Seorang laki-laki, 18 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan penurunan kesadaran pasca jatuh dari ketinggian kurang lebih 5 meter dengan posisi badan sebelah kanan jatuh terlebih dahulu. Setelah resusitasi dan stabilisasi didapatkan jalan napas bebas, laju pernapasan 12 x/menit (ireguler), tekanan darah 155/100 mmHg, laju nadi 58 x/menit (reguler). Pada pasien dilakukan tindakan kraniotomi evakuasi hematoma dengan anestesi umum dan dengan memperhatikan prinsip neuroanestesi selama tindakan bedah berlangsung.Perioperative Management of Epidural Hemorrhage withCerebral HerniationHead trauma is a major health problem and considered as the leading cause of disability and death worldwide. Epidural Hemorrhage (EDH) is commonly seen in head trauma. Epidural Hemorrhage usually occurs due to ripped artery that coursing the skull causing blood collection between the skull and dura. Cushing sign revealed in EDH may worsen the outcome. Head trauma management is currently focusing on patients stability and prevention the intracranial and haemodynamic instability to prevent the secondary brain injury. A 18 years old male patient, admitted to the hospital with decreased level of consciousness after felt down from 5 meters height with his right side of body hit the ground first. On examination, no airway obstruction found, respiratory rate was 12 times/min (irregular), blood pressure 155/100 mmHg, heart rate 58 bpm (regular). Patient was managed with emergency hematoma evacuation under general anesthesia and with continues and comprehensive care using neuroanesthesia principles.
Tatalaksana Anestesi pada Bedah Minimal Invasif Deep Brain Stimulation (DBS) Fithrah, Bona Akhmad; Fuadi, Iwan; Rahardjo, Sri; Bisri, Tatang
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.638 KB) | DOI: 10.24244/jni.vol6i2.46

Abstract

Otak adalah organ terpenting dalam tubuh manusia. Pada neuroanestesi otak ini dimanipulasi dengan berbagai obat hingga dapat dilakukan pembedahan pada otak itu sendiri. Saat ini berkembang berbagai prosedur bedah syaraf yang bersifat minimal invasif. Dengan hadirnya pembedahan minimal ini diharapkan keluaran bedah syaraf semakin baik dan komplikasi minimal. Salah satu prosedur bedah minimal invasif adalah Deep Brain stimulation (DBS). Prosedur ini memiliki beberapa hal yang harus dipertimbangkan yang bila tidak diperhatikan maka akan menyulitkan operator dan anestesi sendiri. Hal terpenting dari prosedur ini adalah keakuratan untuk menempatkan electrode pada nuclei yang akan dilakukan stimulasi. Anestesi hadir untuk memfasilitasi prosedur minimal invasif ini. Target anestesi pada bedah syaraf minimal invasif tetap sama yaitu perfusi otak yang adekuat. Dan untuk mencapai perfusi otak yang adekuat ini tetap memerlukan persiapan pasien yang baik. Teknik anestesi yang dilakukan berbeda dengan anestesi rutin bedah syaraf. Tekhnik yang umum dikerjakan saat ini adalah monitored anesthesia care dengan local anesthesia, conscious sedation dan anestesi umum. Setiap tekhnik ini memiliki keuntungan, kerugian, pemilihan obat anestesi dan dapat disesuaikan dengan kondisi rumah sakit. DBS sendiri setelah ditanamkan memiliki standar keamanan tersendiri yang harus dipatuhi agar tetap bekerja dengan baik. DBS saat ini dapat ditawarkan sebagai terapi alternatif bagi pasien parkinson yang gagal dengan terapi medikamentosa.Anesthesia for Minimally Invasive Surgery Deep Brain Stimulation (DBS)Brain is the important part from human body. In neuroanesthesia brain is manipulated so surgery can conduct in the brain itsef. Nowadays there are several minimally invasive neurosurgery procedure. What we expect from the minimally invasive surgery is the outcome will be better and or with minimal complication. One of the minimally invasive procedure is Deep Brain Stimulation (DBS). This procedure have some concern to considered if not would complicate the surgeon and the anesthesiologist. Anesthesia come to facilitate this minimally invasive neurosurgery. The goal of anesthesia attending this minimal invasive procedure still the same with routine neurosurgery. which is to make sure adequate cerebral perfusion pressure. Anesthesia procedure litle bit different with common neurosurgery. Anesthesia procedure that recommend nowadays are monitored anesthesia care with local anesthesia, conscious sedation and general anesthesia. All the procedure have advantages and disadvantages, anesthesia drug chosen and customizing with hospital condition. After implanted DBS has certain procedure to be followed if not would endanger or destroyed the DBS itself. Nowadays DBS can be offered as an alternative therapy for the patients which failed with medical therapy.
Peranan Index of Consciousness (IoC) dalam Tatalaksana Total Intravenous Anesthesia pada Operasi Mikrovaskular Dekompresi Sumardi, Fitri Sepviyanti; Fuadi, Iwan; Rahardjo, Sri; Bisri, Tatang
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.902 KB) | DOI: 10.24244/jni.vol6i2.43

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnik operasi bedah saraf ini berbanding lurus dengan kemajuan keilmuan anestesi. Tatalaksana anestesi sangat mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan pasien pascabedah. Seorang laki-laki 58 tahun dengan diagnosis trigeminal neuralgia sinistra, berat badan 60 kg dan tinggi badan 165 cm. Pasien mengeluh nyeri wajah sebelah kiri yang terkadang disertai nyeri kepala. Riwayat hipertensi dan penyakit penyerta lain disangkal. Riwayat konsumsi obat-obatan seperti carbamazepine disangkal. Dilakukan induksi anestesi umum dengan tehnik total intravenous anesthesia (TIVA) menggunakan teknik target controlled infuse (TCI): propofol, dexmetomidine, fentanyl dan rocuronium, sebagai alat pantau/monitoring digunakan index of consciousness (IoC), lama operasi 2 jam dan lama pasien teranestesi 2 jam 30 menit. Pascabedah pasien dirawat di ICU selama 1 hari, lalu dipindahkan ke ruang rawat inap dan pulang ke rumah pada hari ke-6 perawatan. Mikrovaskular dekompresi merupakan operasi bedah otak yang minimal invasif menuntut para ahli anestesi untuk bertanggung jawab menyokong pascabedah yang lebih optimal, sehingga pasien cepat bangun dan penilaian neurokognitif dilakukan sedini mungkin. Penggunaan IoC sebagai alat pantau pasien/monitoring selama diberikan anestesi TIVA sangatlah berguna. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya pasien tetap sadar selama operasi berlangsung, dengan melihat kedalaman anestesi yang diberikan, agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan dosis obat-obatan anestesi yang diberikan.The role of index of consciousness (IoC) Total Intravenous Anesthesia Management for Microvascular Decompression SurgeryThe development of science and engineering neurosurgical operation is directly proportional to the scientific advancement of anesthesia. Management of anesthesia greatly affect quality of life and health of patients postoperatively. A man 58 years old with a diagnosis of the left trigeminal neuralgia, weighing 60 kg and height 165 cm. Patients complain of pain left face is sometimes accompanied by headache. A history of hypertension and other comorbidities denied. A history of consumption of drugs such as carbamazepine denied. Induction of general anesthesia with TIVA technique using TCI: propofol, dexmetomidine, fentanyl and rocuronium, as a means of monitoring / monitoring use IoC (index of consciousness), long operating time of 2 hours and anesthetized patients 2 hours 30 minutes. Postoperative patients admitted to the ICU for 1 day, and then transferred to the wards and go home on the 6th day of treatment. Microvascular decompression is a brain surgery less invasive and requires minimal bleeding anesthesiologists responsible for more optimal postoperative support, so patients quickly get up and neurocognitive assessment done as early as possible. The use IoC as a tool to monitor patients during anesthesia TIVA, its very useful. It aims to prevent the patient awareness during surgery, to see the depth of anesthesia is given, in order to avoid under- or overdosing anesthesia agents.
Co-Authors A Himendra Wargahadibrata Adi Hidayat Adi, Erman Noor Adriman, Silmi Adriman, Silmi Afra, Syeda Maria Ahmad Agnesha, Fahmi Ambarini, Ronia Anindita, Triatma Arief, Budi Arshad, Muhammad Aulyan Syah, Bau Indah Aulyan Syah, Bau Indah Ayu, Rifana Bambang Suryono, Bambang Bestari, Viqy Esha Bhirowo Yudo Pratomo Bijaksana, Gena Bimarso, Wahyono Budianti, Nugrahaeni Calcarina Fitriani Retno Wisudarti Chamsudi, Danie Hayam Mada Christanto, Sandhi Christanto, Sandhi Dewi Yulianti Bisri Dian Artanti Arubusman, Dian Artanti Diana Lalenoh Dinar Dewi Kania Edhie Budi Setiawan, Edhie Budi Fachrial, Peppy Fadhil, Dimas Nu’man Faturachman, Muhammad Rafli Firdaus, Riyadh Firdaus, Riyadh Fithrah, Bona Akhmad Fithrah, Bona Akhmad Fitri Sepviyanti Sumardi Francis Tantri, Francis Fuadi, I Fuadi, I Gunawan, Fanny Hamzah, Hanzah Handayani, Sri Hartono, Pinter Herlambang, Panji Hisam, Muhammad Yusuf Ida Bagus Krisna Jaya Sutawan Ikhwandi, Arif Indrawan, Rully Isngadi Iwan Abdul Rachman Jasa, Zafrullah Kany Jasa, Zafrullah Kany Kadarisman, Muh Laksono, Buyung Hartiyo Lalenh, Diana C. Larasati, Kinanthi Lisda Amalia Liza, Helda Luky Adrianto Mahmud Mahmud Malisan, Johny Mangastuti, Rebecca Sidhapramudita Manurung, Laurensius Muhammad Thamrin Mulyono Narohito, Yosapat Parningotan Nasution, Syahrial Nur, Muhammad Ikhwan Nuryawan, Iwan Oetoro, Bambang J. Oetoro, Bambang J. P, Inggita Dyah Parhusip, Veronica Permatasari, Endah Permatasari, Endah Prasadja Ricardianto, Prasadja Prasetya, Sandie Prayunanto A.N, Eko Purbanuara Parlindungan Sitorus Purwa Saputra, Datep Purwanto, Erfien Puspita, Amelia Tri Putra, Bina Putri, Dini Handayani Putu Pramana Suarjaya Radian Ahmad Halimi Ratih Kumala Fajar Apsari Restu S, Meta Rini, Isworo Ruddy Suwandi Rudita, Muhammad Rumpoko, Triaji Mudo Saleh, Siti Chasnak Saleh, Siti Chasnak Santoso, Arief Hariyadi Sectio, Devin Igel Septika, Rafidya Indah Setiandari, Kristina Setyarto, Aries Siti Helmyati Siti Maemunah Soeboer, Deni Achmad Solihah Sari Rahayu Subekti, Bambang Eko Subekti, Bambang Eko Sudadi Sudadi Sudadi Suhalis, Adenan Suharso, Pamungkas Hary Sujarwanto Sujarwanto, Sujarwanto Sulam, Munyati Sunartejo, Bayu Suyasa, Agus Baratha Suyasa, Agus Baratha Syafruddin Gaus Tatang Bisri Taufik Perdana Budiman, Bambang Tjahya Aryasa Widiastuti, Monika - Winarso, Achmad Wahib Wahju Winarso, Achmad Wahib Wahju Wrgahadibrata, A Himendra Yana Tatiana, Yana Yosiyanto, Robi Yunita Widyastuti Yusmein Uyun Zaki, Wildan Arsyad