Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI HIDROLISA KULIT PISANGAWAK (Musa Paradisiaca Var. Awak) MENJADI GLUKOSACAIR MENGGUNAKAN KATALIS HCL BERDASARKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Bahri, Syamsul; Kamar, Iqbal; Hijjrah, Nur; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Maulinda, Leni
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.15374

Abstract

Kulit pisang awak adalah salah satu jenis  limbah  buangan  yang cukup melimpah. Didalam kulit pisang awak terdapat pati yang mengandung karbohidrat yang bisa diubah menjadi glukosa. Tujuan  penelitian ini adalah untuk membuat glukosa dari kulit pisang awak, dan mengetahui pengaruh suhu, waktu dan konsentrasi HCL terhadap kadar glukosa,yield dan kadar air serta untuk menemukan kondisi optimum dari proses hidrolisa dari kulit pisang awak terhadap kadar glukosa dengan menggunakan Response Surface Methodologi dengan menggunakan desain BBD (Box Behnken Design). Proses hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis HCL dilakukan dalam labu hidrolisis dengan variasi suhu 80ËšC, 85ËšC dan 90ËšC , waktu 30 menit, 60 menit dan 90 menit serta variasi konsentrasi HCL 3N,4N dan 5N. Dari hasil penelitian didapat kadar glukosa dan yield paling tinggi  pada temperatur 90ËšC, 90 menit dan konsentrasi HCL 4N yaitu kadar glukosa sebesar 4,70 gr dan yield 47 % sementara kadar glukosa dan yield terendah diperoleh pada suhu 80ËšC, 60 menit, dengan konsentrasi HCL 3N. Kadar air yang paling rendah pada suhu 90ËšC, 90 menit dan konsentrasi HCL 5N, yaitu 2,4890%, sedangkan yang paling tinggi diperoleh pada pada suhu 80ËšC, 30  menit, dan konsentrasi HCL 3N yaitu 7,5779 %. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi variabel independen yang dapat  memberikan hasil respon optimal yaitu pada suhu 90ËšC, waktu operasi 90 menit dan konsentrasi HCL 5N yaitu 4,643 dengan nilai desirability 1,000 Kata kunci : Hidrolisa, Glukosa, Optimasi, Respon surface Methodology, BBD
PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN NaOH DAN CH3COOH TERHADAP KARAKTERISTIK BIOBRIKET DARI AMPAS KOPI DENGAN PROSES HYDROTHERMAL Retwan, M.Alif Alzahy; Ginting, Zainuddin; Muhammad, Muhammad; Bahri, Syamsul; Faisal, Faisal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.18057

Abstract

Hydrochar adalah padatan berkarbon yang dihasilkan dari konversi biomassa dengan menggunakan metode karbonisasi hidrotermal (HTC). Waktu tinggal dan jenis pelarut yang digunakan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik hydrochar yang dihasilkan. Pada penelitian ini hydrochar dibuat dari ampas kopi dengan proses hidrotermal menggunakan alat autoclave pada suhu 130°C  dan tekanan 2 bar. Proses hidrotermal dilakukan dengan pelarut NaOH dan CH3COOH serta variasi konsentrasi yaitu 0,5; 0,75 dan 1 Molar. Waktu tinggal yang digunakan divariasikan antara 60, 75, dan 90 menit. Setelah proses hidrotermal dilanjutkan dengan penyaringan hydrochar padat dan cairannya. Hydrochar kemudian dilakukan pengeringan dalam oven selama 3 jam pada suhu 105°C untuk mengurangi kandungan airnya. Parameter sampel termasuk kadar air, abu, zat mudah menguap, karbon tetap, dan kalor.Penelitian ini telah dilakukan sebelumnya dan yang membedakan penelitian ini dari yang sebelumnya yaitu jenis pelarut yang digunakan serta konsentrasi pelarut. Hasil pengujian untuk kadar air pada larutan NaOH sebesar 5,26-8,13% dan untuk pelarut CH3COOH sebesar 3,22-7,84%, untuk kadar abu pada larutan NaOH sebesar 3,38-5,65% dan untuk pelarut CH3COOH sebesar 2,54-4,83%, untuk kadar zat mudah menguap pada larutan NaOH sebesar 9,67-16,57% dan untuk pelarut CH3COOH sebesar 9,28-15,25%, dan untuk kadar karbon pada larutan NaOH sebesar 72,46-79,28% dan untuk pelarut CH3COOH sebesar 69,74-76,14%.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius) Sebagai Inhibitor Korosi pada Plat Baja ST 41 dalam Media Air Payau humairah, syarifah siti; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun pandan wangi sebagai inhibitor laju korosi pada plat baja ST 41 dalam air payau. Variasi konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman dieksplorasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laju korosi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, penelitian sebelumnya telah fokus pada pengaruh konsentrasi inhibitor terhadap laju korosi plat baja ST 41. Namun, masih ada beberapa variabel lain yang dapat dimasukkan ke dalam penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Seperti, waktu perendaman terhadap laju korosi juga dapat dieksplorasi. Metode ekstraksi maserasi digunakan untuk memperoleh filtrat ekstrak, yang kemudian diuji untuk menentukan kandungan tanin. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi memiliki potensi sebagai inhibitor korosi, dengan penurunan laju korosi seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman. Efisiensi inhibisi tertinggi terjadi pada perendaman selama 16 hari dengan konsentrasi 12 gr/ml, mencapai 52,04%. Pengamatan menggunakan SEM juga mengkonfirmasi perubahan morfologi permukaan plat baja ST 41 akibat korosi, dengan tingkat kerusakan yang berkurang seiring dengan penambahan inhibitor. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang potensi ekstrak daun pandan wangi sebagai agen anti-korosi dalam aplikasi praktis di lingkungan yang korosif.
Kajian Karakteristik Hydrohar Berbahan Baku Limbah Kulit Luar Biji Kopi (Eksocarp) Melalui Proses Karbonsasi Hidrotermal Saragih, Tamara Habibi; Ginting, Zainuddin; Ibrahim, Ishak; Kamar, Iqbal; Faisal, Faisal; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16857

Abstract

Hydrochar ialah padatan berkarbon yang dihasilkan dari konversi biomassa dengan menggunakan metode karbonisasi hidrotermal (HTC). Waktu tinggal dan jenis pelarut yang digunakan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik hydrochar yang dihasilkan. Penelitian sebelumnya digunakan variasi suhu dan waktu tinggal, sedangkan dalam penelitian ini digunakan variasi waktu tinggal dan konsentrasi pelarut.  Pada penelitian ini hydrochar dibuat dari limbah kulit luar biji kopi (Eksocarp) dengan proses hidrotermal menggunakan alat autoclave pada suhu 130°C  dan tekanan 2 bar. Proses hidrotermal dilakukan dengan pelarut NaOH dan variasi konsentrasi NaOH yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75 dan 1 Molar. Waktu tinggal yang digunakan divariasikan antara 60, 90, 120, 150 menit. Setelah proses hidrotermal dilanjutkan dengan penyaringan hydrochar padat dan cairannya. Hydrochar kemudian dilakukan pengeringan dalam oven selama 8 jam pada suhu 105°C untuk mengurangi kandungan airnya. Pengujian terhadap sampel meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon tetap, Analisa Gugus Fungsi Hydrochar dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Analisa Morfologi Hydrochar dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil pengujian kadar air yang diperoleh yaitu antara 2.22-6,52%, kadar abu berkisar antara 2,76-8,54%, kadar zat mudah menguap berkisar antara 51,11-62,47%, dan kadar karbon tetap berkisar antara 22,45-43,89%.
Karakteristik Biopelet Dari Campuran Limbah Kelapa Muda Dengan Bottom Ash Menggunakan Getah Pinus Sebagai Perekat Wiyani, Sri; Ginting, Zainuddin; Muthawali, Dede Ibrahim; Dewi, Rozanna; Jalaluddin, Jalaluddin; Ishak, Ishak
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Vol 2 No 2 (2023): JURNAL PERSEGI BULAT
Publisher : FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI - UTND

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jurnalpersegibulat.v2i2.1162

Abstract

Lebih kecil dari briket, biopellet merupakan bahan bakar padat yang dihasilkan dari limbah biomassa. Sampah organik yang banyak berakhir di pantai-pantai kawasan pesisir Lhokseumawe adalah limbah kelapa muda, sedangkan bottom ash merupakan sisa abu boiler dari saat PT. Blang ketumbar sempat beroperasi namun sudah tidak digunakan lagi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi pembuatan biopellet dalam konteks limbah abu ampas kelapa muda dengan menggunakan lem resin pinus. Pembuatan biopellet dilakukan dengan menggabungkan berbagai perbandingan antara sampah kelapa muda dan abu dasar, seperti 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, atau 0:100, dengan lem resin pinus. Persentase perekatan campuran mungkin 10%, 20%, atau 30%. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai kalor biopellet, massa jenis, laju pembakaran, kadar air, kadar abu, bahan mudah menguap, dan karbon tetap. Meskipun penelitian serupa telah dilakukan di masa lalu, belum ada yang menggunakan kombinasi abu dasar, yang merupakan produk sampingan pembakaran boiler, dan resin pinus. Penelitian ini menemukan bahwa biopellet terbaik dibuat dari bahan kompos yang mengandung 100% ampas kelapa muda dan memiliki kandungan perekat 10%. Kompos juga mengandung bahan-bahan lain sebagai berikut: 2,94% air, 1,40% abu, 16,44% bahan mudah menguap, 79,22% karbon tetap, massa jenis 1,238 gr/cm3, laju pembakaran 0,007 gr/s, dan nilai kalor 6,132 kal/gr. Temuan biopellet dengan nilai kalor minimal 4.000 kal/gr memenuhi persyaratan SNI 8021:2014.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU PADA PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA (Cocos Nucifera) DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr) panjaitan, Ira wardani; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Faisal, Faisal; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.17274

Abstract

Terus bertambahnya kebutuhan energi dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar memunculkan keharusan untuk menemukan alternatif sumber bahan bakar lainnya. Sehingga, perlu adanya penelitian terkait guna menemukan bahan bakar alternatif yang bisa diperbarui seperti limbah batok kelapa dan kulit durian. Limbah batok kelapa dan kulit durian termasuk  biomassa yang keberadaannya jarang dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel serta komposisi bahan baku pada kualitas briket yang dihasilkan. Briket batok kelapa dan kulit durian dibuat dengan perekat tepung tapioka. Variasi komposisi bahan baku antara batok kelapa serta kulit durian yakni 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Ukuran partikel yang digunakan adalah 50 mesh, 80 mesh dan 100 mesh. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan variasi perekat dan hanya menggunakan bahan baku batok kelapa, maka dari itu penelitian kali ini menambahkan variasi bahan baku yaitu kulit durian dan memvariasikan komposisi bahan bakunya. Pengujian karakteristik briket batok kelapa serta kulit durian meliputi proporsi karbon, proporsi air, proporsi zat mudah menguap, proporsi abu, dan nilai kalor. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kalor terbaik adalah 6250,49 kal/gr, proporsi airnya sebesar 1,154%, proporsi abu 6,501%, proporsi zat mudah menguapnya sebesar 7,091% serta proporsi karbonnya sebesar 85,254% yang didapat dari ukuran partikel 50 mesh dengan komposisi bahan baku 50%:50%.
PEMBUATAN BRIKET DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI JENIS PEREKAT ORGANIK (BONGGOL PISANG, UBI KAYU DAN BIJI NANGKA) Bahri, Syamsul; Muhammad, Muhammad; Furqan, Muhammad Alif; Mulyawan, Rizka; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19656

Abstract

Sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik antara lain biomassa atau tanaman yang berserat tinggi dan berpotensi diubah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Briket merupakan salah satu jenis sumber energi alternatif. Penelitian ini menghasilkan briket yang dibuat dari bahan tempurung kelapa yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Sebelum dibuat briket, bahan tempurung kelapa tersebut dikarbonisasi. Arang dibuat dengan cara karbonisasi pada suhu 500 °C, kemudian arang tersebut diayak dengan ukuran 80 mesh sehingga diperoleh serbuk arang tempurung kelapa yang diinginkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah jenis perekat dengan bonggol pisang, ubi kayu, dan biji nangka dalam penelitian briket. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan perekat organik, khususnya bonggol pisang, singkong, dan biji nangka, dengan kadar perekat 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total arang tempurung kelapa untuk membantu mengikat partikel serbuk arang. Briket arang yang dihasilkan dikeringkan dan dilakukan berbagai uji mutu, meliputi penilaian kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, karbon tetap, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal biobriket adalah 6324,657 Kal/gr dengan perekat batang pisang 10%, dan briket menunjukkan kadar air rendah sebesar 3,98% pada konsentrasi perekat batang pisang 5%. Kadar abu terendah, 3,04%, tercatat menggunakan perekat biji nangka 20%.
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Nurdiah, Ika; Mulyawan, Rizka; Dewi, Rozanna; ., Zulnazri; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20569

Abstract

Proses pengolahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam penelitian ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan pengolahannya menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. Kemudian menghasilkan bioetanol dengan variasi volume 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. Secara berurutan disebut juga 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol masing-masing disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara periode fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol Proses perubahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam karya ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan untuk berubah menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. kemudian memproduksi bioetanol dengan mulai varian 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. masing-masing 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% masing-masing selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara waktu fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon CablinBenth) Yanti, Eva; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Bahri, Syamsul; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.21159

Abstract

Asap cair merupakan material yang dihasilkan dari asap yang melintasi tabung dari ruang pembakaran yang berisi limbah nilam pilihan ke kondensor. Di kondensor, uap mendingin dan mengembun menjadi cairan, yang difasilitasi oleh masuknya air. Pirolisis merupakan metode konversi termal yang terkenal yang digunakan untuk menghasilkan bio-oil, arang, dan gas. Pirolisis limbah nilam sering kali melibatkan serangkaian proses kimia yang kompleks. Penelitian ini mencakup pirolisis limbah nilam pada suhu 250°C, 300°C, dan 350°C dalam reaktor unggun tetap yang dilengkapi dengan pemanas, keseimbangan, siklon, dan kondensor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh temperature dan waktu pirolisis pada pembuatan asap cair, hasil penelitian pembuatan asap cair dari limbah padat nilam didapat kondisi terbaik pada temperature 350oC dan waktu 150 menit, densitas terendah pada temperature 350oC sebesar 0,9916 dan pH tertinggi pada temperature 350oC sebesar 3,34
The Mechanical Properties of Bismuth-based Ceramic Nanocomposite Nurmalita, Nurmalita; Fikri, Ahmad; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Fazira, Zetta; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1086

Abstract

This research investigated a Bismuth-based ceramic nanocomposite material with the stoichiometric composition Bi?.?Pb?.?Sr?Ca?Cu?O_y (abbreviated as B(P)SCCO-2223), synthesized via the solid-state reaction method. The fabrication process involved compound composition calculations and powder metallurgy using several high-purity oxide precursors, with bismuth oxide as the primary component. Heat treatment in the form of sintering was conducted at 846?°C for durations of 32 and 34 hours to examine its effects on the material’s physical properties. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis revealed layered grain structures with the presence of pores at grain boundaries. Energy Dispersive X-ray (EDX) analysis confirmed that the target 2:2:2:3 elemental ratio was achieved across all samples. X-ray Diffraction (XRD) analysis showed that the sample sintered for 34 hours exhibited the largest grain size of 48.07?nm. The holding time of 34 hours during the sintering process has provided sufficient opportunity for the crystal grains to grow larger. Scanning electron microscopy photos also show that longer sintering times make the empty space between the grains smaller because the crystal grains are closer together, followed by the pore size becoming smaller. This sample also demonstrated the highest oriented phase percentage (58.12%) and the lowest impurity level (6.05%). Mechanical properties, evaluated using Vickers microhardness testing, indicated that the 34-hour sintered sample had superior performance, with a Vickers hardness of 0.905?GPa, Young’s modulus of 74.2?GPa, yield strength of 0.301?GPa, fracture toughness of 5.17, surface energy of 0.18?J, and a brittleness index of 0.175. Overall, the study concluded that the physical properties of the ceramic nanocomposite improved with increased sintering duration.
Co-Authors -, Sulhatun - -, Suryati - A M Syam abdullah, humaira Absa, Munzir Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agus Salim Ahmad Fikri Amiratul Husna Angga Tri Agusna PA Angga Tri Agusna PA Armadani, Wika Arnawan Hasibuan Ashish Shrestha Asnadia Asnadia Asran Asran Aulia, Muhammad Rifki Aurora, Tassa Azhari Azhari Budhi Santri Kusuma Chairina Chairina Chalisna Wildani Dahliana Abdullah Darianto Darianto Dede Ibrahim Mutawali Dede Ibrahim Muthawali Dede Ibrahim Muthawali Dede Ibrahim Muthawali Desi Sri Pasca Sari Sembiring, Desi Sri Pasca Sari Devia Ayu Setyowati Dinda Robiatul Al Qory Eddi Kurniawan Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Efri Marnelisa Eryanti Novita Eva Diana Faisal Faisal Faisal Faisal Fatiha Lubis, Rabitha Canny fatimah Fatimah Fazira, Zetta Feni Lestari Berutu Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fioza Ozly Erian Fitra Rahmatika Fuji Maharani Furqan, Muhammad Alif Gultom, Togu Sahat Martua Gustam Harahap Gusti Indah Sari Hanie, Nawardah Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Heriansyah Tampubolon Hermawan, Yuda Hesni, Yuli Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul I Ibrahim Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim, Ishak Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khairul Anshar Kuniawan, Eddy Lailatul Munouwarah Laksono Trisnantoro Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Marsel Suryaa Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meriatna Meriatna Mhd Aidil Anwar Misbahul Jannah Muhammad Muhammad Abrar Muhammad Fadlan Siregar Muhammad Ilyas Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthmainnah Muthmainnah Mutiara Pujana Pujana Nabila Hamnasia Nadira Diandra Narul ZA nashrun habib Nasrul Z.A Nasrul ZA Novi Sylvia Novy Sylvia Nur rizqi Fattah Lubis Nuraini Hutagaol, Intan Nurdiah, Ika Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani panjaitan, Ira wardani Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Nurjannah Putri Sara Fhariza Rahayu Lestari Rahma Yanti Ramadhan, Cindia Raudhatul Ulfa Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Riahni Dima Annisa Sinaga Ridha Gebrina Rizki Rika Santi S. Tumangger Rini Meiyanti Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizky, Audry Azilla Rizkya Faradaiza Rozanna Dewi S Maliki Salimuddin Salimuddin Saragih, Tamara Habibi Sarah Sarah Sekar Aulia Seni Laurentia Seriani Annisa Shafira Riskina Shella Vanesa Shintia Clarita Shrestha, Ashish Sitanggang, Evi Dahliani Siti Nurjannah Sri Santika Sri Setiawaty Sry Wahyuni Damanik Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suryadi Suryadi Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syahfitri, Ajeng Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarbaini Ginting Syofyan Anwar Syahputra Tata Tirani Ulfa, Raudhatul Vania, Sherryl Wika Armadani Wika Armadani Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wulandari, Melianda Putri Yani, Firda Tirta yanti, eva Yuda Hermawan Yuda Hermawan Yunida Berliana Yunita Pane Zetta Fazira Zetta Fazira Zetta Fazira Zetta Fazira Zulfida Najla Azni Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z