Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Bioetanol Dari Campuran Kulit Singkong dan Kulit Pisang Kepok dengan Proses Fermentasi Menggunakan Ragi Roti Chatimah, Husnul; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.20304

Abstract

Bioetanol pada dasarnya disebut juga molekul etanol atau alkohol yang diproduksi dengan mengaplikasikan mikroorganisme untuk memfermentasi biomassa. Dengan memanfaatkan limbah singkong dan kulit pisang yang dibuang di masyarakat, khususnya oleh pedagang gorengan dan kiripik, tujuan riset ini disebut juga untuk mengidentifikasi sifat-sifat bioetanol yang terbuat dari bahan-bahan limbah tersebut dengan memeriksa kepadatan, rendemen, dan kandungan bioetanolnya. Dengan mengaplikasikan campuran kulit singkong dan kulit pisang (100:0, 50:50, dan 0:100), teknik riset mengaplikasikan hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Variasi massa ragi yang diaplikasikan disebut juga 4 g, 6 g, dan 8 g, beserta waktu fermentasi selama 1, 3, 5, 7, dan 9 hari. Dari hasil riset dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik diperoleh dari bahan baku kulit singkong dan kulit pisang kepok (0:100) dengan massa ragi 8 g dan lama fermentasi 9 hari disebut juga kepadatan 0,7907 gr/ml, kadar bioetanol 23,3434%, dan rendemen 4,4155%. Hasil analisis kadar bioetanol dengan GC-MS memaparkan adanya etanol.Kata Kunci:Bioetanol, Densitas, Fermentasi, Kadar Bioetanol dan Yield.
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Eco-Enzyme dari Sampah Kulit Buah dan Sayuran dengan Penambahan Em-4 (Effective Microorganisme – 4) Fatiha Lubis, Rabitha Canny; Masrullita; Hasfita, Fikri; Suryati; Ginting, Zainuddin; Feri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22332

Abstract

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai limbah. Sampah kulit buah dan sayuran yang melimpah, terutama dari aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner, berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal, limbah-limbah ini mengandung senyawa organik seperti asam sitrat, bromelain, serta vitamin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco-enzyme. Berdasarkan potensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi dan penambahan EM-4 (Effective Microorganism-4) terhadap kualitas eco-enzyme yang dihasilkan dari kulit buah dan sayuran. Penelitian dilakukan dengan metode fermentasi selama 7, 14, 21, dan 28 hari, menggunakan molase, EM-4 dan sampah organik. Parameter yang dianalisis meliputi pH, warna, kadar asam asetat, yield, serta TSS (Total Suspended Solid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan jenis sampah berpengaruh terhadap karakteristik produk. Yield tertinggi diperoleh dari sayuran sebesar 99,83% pada hari ke-7 dan dari kulit buah sebesar 99,78% pada hari ke-21. pH terbaik tercatat sebesar 3,21 pada hari ke-28, sementara kadar asam asetat tertinggi ditemukan pada sayuran sebesar 0,60% pada hari ke-7. Penurunan TSS pada air sungai menunjukkan kemampuan eco-enzyme dalam memperbaiki kualitas air. Penambahan EM-4 terbukti mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan efektivitas produk.
Pengaruh Jenis Pelarut dan Waktu Ekstraksi Minyak dari Biji Ketapang (Terminalia Catappa Linn) sebagai Bahan Baku Biodiesel Rahma Yanti; Masrullita; Meriatna; Zainuddin Ginting; Jalaluddin; Ferri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23689

Abstract

Ekstraksi minyak dari biji ketapang (Terminalia catappa Linn) merupakan alternatif pemanfaatan sumber daya alam terbarukan sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi waktu dan jenis pelarut terhadap karakteristik fisikokimia minyak biji ketapang yang diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dan metanol (80%) pada suhu 70°C dengan waktu ekstraksi 3–5 jam. Hasil ekstraksi yang didistilasi kemudian dianalisis meliputi yield, densitas, viskositas, kadar air, kadar asam lemak bebas (FFA), serta komposisi trigliserida menggunakan GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa yield meningkat seiring lamanya waktu ekstraksi hingga mencapai titik optimum, kemudian menurun akibat kejenuhan pelarut. Pelarut n-heksana menghasilkan yield tertinggi sebesar 51% pada waktu 4,5 jam dengan densitas 0,8430 g/mL, viskositas 0,8447 cP, kadar air 0,239%, dan FFA 0,987%, sementara metanol menghasilkan yield dan viskositas lebih rendah. Analisis GC-MS mengidentifikasi asam palmitat (38,31%) dan asam linoleat (9,93%) sebagai komponen utama, sehingga n-heksana dinilai lebih efektif untuk mengekstrak minyak biji ketapang sebagai bahan baku biodiesel. Kata Kunci : Biji Ketapang, Ekstraksi, N-Heksana, Metanol, Viskositas.
Pembuatan Biobriket dari Sabut Kelapa (Cocos Nucifera) Menggunakan Perekat Tepung Kanji Seriani Annisa; Lukman Hakim; Suryati; Zainuddin Ginting; Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23915

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar padat yang terbuat dari limbah biologis yang telah dipadatkan dan ditambahkan lem. Serat kelapa merupakan bahan bakar yang baik karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk memanfaatkan energi fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana komposisi serat kelapa memengaruhi biobriket yang dihasilkan, bagaimana perekat memengaruhi komposisi serat kelapa menurut SNI, dan bagaimana uji proksimat dan nilai kalor memengaruhi kualitas biobriket yang terbuat dari campuran limbah serat kelapa. Untuk membuat biobriket dari serat kelapa, serat digiling menggunakan crusher dan kemudian diayak melalui saringan berukuran 50, 100, 150, 200, dan dicampur dengan lem pati dengan konsentrasi lem 10%, 15%, 20%, dan 25%. Kemudian, briket diuji kadar air, abu, zat volatil, karbon tetap, dan nilai kalornya. Studi ini menemukan bahwa biobriket terbaik memiliki kadar air 4,94%, kadar abu 6,45%, kadar zat volatil 111,9%, kadar karbon tetap 76,41%, dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yaitu 5.328,45 kal/gr pada mesh 100 dan perekat 10%. Briket ini memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yang menyatakan bahwa nilai kalornya minimal 5.000 kal/gr . Kata Kunci: Kadar Air, Kadar Abu, Zat Terbang, Karbon Tetap, dan Nilai Kalor
Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Dengan Campuran Batu Bara Aceh Barat Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Vania, Sherryl; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Dewi, Rozanna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24176

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif padat dari bahan organik. Bahan baku pembuatan briket yang memiliki nilai kalor tinggi dapat diperoleh dari limbah peternakan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi briket dari serbuk gergaji dan batubara Aceh dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N. Proses penelitian meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi serbuk kayu pada suhu 400 °C, pembuatan perekat dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N, serta pembuatan briket dengan variasi komposisi serbuk gergaji : batubara (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, 100:0) dan variasi konsentrasi oksidator KMnO₄ (4%, 5%, 6%). Karakterisasi briket dilakukan berdasarkan laju pembakaran, kadar air, kadar abu, kadar volatil, kadar karbon tetap, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada komposisi 100 g serbuk gergaji : 0 g batubara dengan penambahan oksidator KMnO₄ 6%, yaitu menghasilkan nilai kalor 6784,691 kal/gr, kadar air 6,9435%, kadar abu 1,2209%, kadar volatile matter 0,2973%, kadar karbon tetap 91,5383%, serta laju pembakaran 0,1929 gr/menit. Hasil tersebut telah memenuhi standar mutu arang briket sesuai SNI No. 01-6235-2000.
Pembuatan Sabun Mandi Padat dengan Memanfaatkan Minyak Jelantah untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Bahri, Syamsul; Kamar, Iqbal; Ginting, Zainuddin; Faisal, Faisal; Ulfa, Raudhatul; Absa, Munzir; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15829

Abstract

Makanan sangat diperlukan bagi keberadaan semua makhluk hidup. Manusia saat ini mengonsumsi jutaan jenis makanan berlemak. Saat ini, meskipun manfaatnya sangat besar, minyak merupakan penyumbang masalah lingkungan yang signifikan. Tanpa memperhatikan lingkungan, pembuangan limbah minyak jelantah secara terus-menerus dapat berdampak buruk baik bagi lingkungan maupun kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, inovasi harus diperkenalkan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi pencemaran rumah tangga, khususnya yang berpotensi merusak lingkungan. Sabun dapat diolah kembali dari sisa minyak jelantah yang dihasilkan oleh penggorengan di dapur atau penjual gorengan. Untuk mengendalikan pencemaran lingkungan, layanan ini berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan dan menawarkan instruksi dan dukungan pembuatan sabun. Yang digunakan adalah sistem industri yang bebas limbah untuk mengolah sampah minyak jelantah. Upaya yang telah dilakukan telah membuahkan hasil dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dan kemahiran mereka dalam memproduksi deterjen dari limbah minyak jelantah. Sabun yang dihasilkan selanjutnya dikemas dan diberi label dengan nama MIJA agar menjadi sebuah kenang-kenangan yang bernilai ekonomis. 
PEMANFAATAN AIR CUCIAN BERAS UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA KENINE KABUPATEN BENER MERIAH Anshar, Khairul; Muhammad; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Meiyanti, Rini
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.6304

Abstract

Rice washing water is generally not used and considered as waste. The elements contained in rice washing water are nutrients needed for plants. From this fact, rice washing water waste has the potential to be used as liquid organic fertilizer for plants. In general, rice washing water from households in Kenine Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency is disposed of without being used properly, such as being thrown away or directly watered on plants. On the one hand, the area is increasingly using inorganic fertilizers on plants, including the main commodity crop, namely coffee. Based on these problems, community service activities were carried out in Kenine Village, Bener Meriah Regency through counseling activities to make organic fertilizer for the village community to use rice washing water waste as the main ingredient with molasses and EM4 as an alternative solution to the use of commercial chemical fertilizers which are much more economical and secure from the organic side.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dan Pengembangan Hasil Produk Unggulan Di Desa Kilometer VIII Simpang Keuramat Aceh Utara Ginting, Zainuddin; Ishak, I; Bahri, Syamsul; Kurniawan, Eddy; Desmi, Adzuha; Mulyawan, Rizka
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kilometer VIII Kecamatan Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah penghasil Nilam Aceh yang menghasilkan minyak nilam berkualitas terbaik kedua di dunia. Desa ini memiliki beberapa produk unggulan seperti Minyak Angin Aromaterapi, Parfum dan Pengharum Ruangan. Namun produk unggulan ini kurang pemasarannya, dikarenakan pengolahan sumber daya yang kurang inovatif, manajemen pemasaran dan promosi yang kurang produktif serta masalah modal usaha. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM)  ini akan melakukan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan baku minyak nilam dan juga melakukan Kerjasama pemasaran dan promosi produk unggulan desa yang telah dihasilkan seperti Minyak Angin Aromaterapi, Parfum dan Pengharum Ruangan dengan membuat   brand dan logo untuk setiap produk hasil olahan minyak nilam. Salah satu cara dalam pemasaran produk unggulan desa pembuatan marketplace seperti Instagram, Facebook dan Shopee yang bertujuan untuk memperluas cakupan pasar sampai ke luar daerah, serta menambah kreativitas masyarakat dalam pengetahuan teknologi informasi. Produk inovasi lainnya yang dapat dibentuk berupa lilin aromaterapi sebagai repelan nyamuk alami berbahan dasar minyak nilam. Usaha pembuatan lilin aromaterapi sebagai repelan nyamuk alami sangat efektif untuk dikembangkan di Desa Kilometer VIII dikarenakan banyak masyarakat yang rentan terjangkit DBD. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah dalam bentuk pelatihan dan pembinaan/pendampingan pada pembuatan lilin aromaterapi serta aplikasi penggunaan lilin aromaterapi. Hasil evaluasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran dan inovasi masyarakat desa Kilometer VIII untuk menciptakan produk-produk olahan berbahan baku minyak nilam yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi serta cara pemasalan dan promosi produk menggunakan marketplace salahsatu teknologi yang banyak digunakan saat ini. Program ini juga dalam rangka merintis dan membangun industri kecil (Home Industry) dalam bentuk industri olahan minyak nilam di desa Kilometer VIII yang memanfaatkan produksi minyak nilam dan menjualnya di daerah sekitar secara komersial yang efektif meningkatkan ekonomi di desa Kilometer VIII dan sekitarnya.
ANALISA DAN KINETIKA ADSORPSI ZAT WARNA METIL ORANGE MENGGUNAKAN ADSORBEN CANGKANG KEMIRI Hanie, Nawardah; Meriatna, Meriatna; Zulmiardi, Zulmiardi; Ginting, Zainuddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13529

Abstract

Metil orange (MO) adalah senyawa organik yang dijadikan sebagai indikator untuk menentukan pH suatu larutan. Namun, dalam skala industri kimia, metil orange digunakan sebagai senyawa zat azo yang berfungsi untuk pewarna, sehingga apabila tidak ditanggulangi secara benar akan menjadi polutan yang akan mencemari lingkungan. Cangkang kemiri yang di furnace dengan suhu 500oC selama 70 menit menghasilkan senyawa karbon terikat yang tinggi sehingga digunakan sebagai karbon aktif untuk menyerap metil orange. Cangkang kemiri sangat banyak digunakan untuk mengadsorpsi limbah dan zat warna, namun terkhusus untuk zat warna metil orange sangat minim, sehingga penulis melakukan kajian studi ini Penelitian dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi metil orange aebesar 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm dan waktu adsorpsi yaitu 30, 40, 50, 60, dan 70 menit yang kemudian dianalisis persamaan keseimbangan dan model kinetika penyerapannya. Larutan akan ditambahkan penyerap sebanyak 4 gram lalu diaduk dengan variabel yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model persamaan Langmuir dan Orde Dua Semu adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi metil orange terhadap karbon aktif dari cangkang kemiri. Dari persamaan Langmuir diperoleh konstanta adsorsi sebesar 10.35808 L/g dan qmaks sebesar 0.258769 mg/g. Sedangkan untuk model Ho dan Mc Kay orde dua semu didapatkan konstanta laju reaksi (K2) yang cukup besar yaitu 1.2252 - 0.3091g/mg.min serta nilai koefisien determinasi (R2) yaitu 0.9701 - 0.9999 untuk variasi konsentrasi 10, 20, serta 30 ppm. Karena model Isotherm Langmuir dapat menjelaskan proses adsorpsi metil orange secara menyeluruh, maka sistem adsorpsi metil orange menggunakan karbon aktif dari cangkang kemiri dari penelitian ini adalah homogen dan monolayer. Kajian kinetika menunjukkan bahwa model persamaan orde dua semu yang paling sesuai diaplikasikan. Dari model orde dua semu, laju proses adsorpsi metil orange dikendalikan oleh adsorpsi kimiaa. 
PEMANFAATAN MINYAK NILAM ACEH UTARA SEBAGAI FIXATIF AGENT DALAM PEMBUATAN PENGHARUM RUANGAN BERBASIS CAIR Sitanggang, Evi Dahliani; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.3528

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting sebagai komoditi ekspor Indonesia. Industri minyak nilam Aceh, yaitu di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara mulai berkembang sejak tahun 1996, dan diketahui nilam Aceh Utara merupakan varietas tanaman nilam terbaik kedua di dunia dengan kandungan patchouli alcohol 34,46 %. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil pengaruh minyak nilam terhadap produk pengharum ruangan dan untuk mendapatkan formulasi yang menghasilkan tingkat keharuman yang lebih kuat dan tahan lama. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak nilam Aceh Utara, Etanol 76 %, Bibit pewangi, dan Propilen glikol, kemudian dilakukan pencampuran bahan-bahan dengan cara dihomogenisasikan manual selama 1-2 menit. Hasil penelitian menunjukan dalam uji organoleptik formulasi pengharum ruangan dalam minyak nilam pada volume 0,15 ml, 0,25 ml dan 0,4 ml didapat hasil yang terbaik pada volume minyak nilam 0,25 ml. Hasil pengharum ruangan yang didapatkan sangat wangi dan beraroma khas kopi dan wangi nilam yang lembut. Volume 0,25 ml digunakan untuk sebagai pengujian di variabel terikat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengharum ruangan yang banyak disukai panelis ada pada pengharum ocean fresh dan terdapat formulasi pertama dan ke enamlah yang dianggap paling harum dengan perbandingan zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:2 ml. Dalam Uji ketahanan Wangi hasil menunjukan pada formulasi keempat yaitu formulasi perbandingan zat pewangi 4 ml dan pelarut 2 ml yang dipengaruhi oleh bobot/berapa panjangnya sisa zat cair. Dalam uji penyerapan zat cair hasil menunjukan yang lebih cepat menguap dan habis ada pada formulasi ketiga yaitu zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:3 ml. Hasil penguapan zat cair menunjukan total terbesar persen penguapan dihasilkan pada ruangan yang diberi kipas angin.
Co-Authors -, Sulhatun - -, Suryati - A M Syam abdullah, humaira Absa, Munzir Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agus Salim Ahmad Fikri Amiratul Husna Angga Tri Agusna PA Angga Tri Agusna PA Armadani, Wika Arnawan Hasibuan Ashish Shrestha Asnadia Asnadia Asran Asran Aulia, Muhammad Rifki Aurora, Tassa Azhari Azhari Budhi Santri Kusuma Chairina Chairina Chalisna Wildani Dahliana Abdullah Darianto Darianto Dede Ibrahim Mutawali Dede Ibrahim Muthawali Dede Ibrahim Muthawali Dede Ibrahim Muthawali Desi Sri Pasca Sari Sembiring, Desi Sri Pasca Sari Devia Ayu Setyowati Dinda Robiatul Al Qory Eddi Kurniawan Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Efri Marnelisa Eryanti Novita Eva Diana Faisal Faisal Faisal Faisal Fatiha Lubis, Rabitha Canny fatimah Fatimah Fazira, Zetta Feni Lestari Berutu Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fioza Ozly Erian Fitra Rahmatika Fuji Maharani Furqan, Muhammad Alif Gultom, Togu Sahat Martua Gustam Harahap Gusti Indah Sari Hanie, Nawardah Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Heriansyah Tampubolon Hermawan, Yuda Hesni, Yuli Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul I Ibrahim Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim, Ishak Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khairul Anshar Kuniawan, Eddy Lailatul Munouwarah Laksono Trisnantoro Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Marsel Suryaa Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meriatna Meriatna Mhd Aidil Anwar Misbahul Jannah Muhammad Muhammad Abrar Muhammad Fadlan Siregar Muhammad Ilyas Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthmainnah Muthmainnah Mutiara Pujana Pujana Nabila Hamnasia Nadira Diandra Narul ZA nashrun habib Nasrul Z.A Nasrul ZA Novi Sylvia Novy Sylvia Nur rizqi Fattah Lubis Nuraini Hutagaol, Intan Nurdiah, Ika Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani panjaitan, Ira wardani Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Nurjannah Putri Sara Fhariza Rahayu Lestari Rahma Yanti Ramadhan, Cindia Raudhatul Ulfa Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Riahni Dima Annisa Sinaga Ridha Gebrina Rizki Rika Santi S. Tumangger Rini Meiyanti Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizky, Audry Azilla Rizkya Faradaiza Rozanna Dewi S Maliki Salimuddin Salimuddin Saragih, Tamara Habibi Sarah Sarah Sekar Aulia Seni Laurentia Seriani Annisa Shafira Riskina Shella Vanesa Shintia Clarita Shrestha, Ashish Sitanggang, Evi Dahliani Siti Nurjannah Sri Santika Sri Setiawaty Sry Wahyuni Damanik Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suryadi Suryadi Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syahfitri, Ajeng Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarbaini Ginting Syofyan Anwar Syahputra Tata Tirani Ulfa, Raudhatul Vania, Sherryl Wika Armadani Wika Armadani Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wulandari, Melianda Putri Yani, Firda Tirta yanti, eva Yuda Hermawan Yuda Hermawan Yunida Berliana Yunita Pane Zetta Fazira Zetta Fazira Zetta Fazira Zetta Fazira Zulfida Najla Azni Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z