Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN BRIKET DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI JENIS PEREKAT ORGANIK (BONGGOL PISANG, UBI KAYU DAN BIJI NANGKA) Bahri, Syamsul; Muhammad, Muhammad; Furqan, Muhammad Alif; Mulyawan, Rizka; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19656

Abstract

Sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik antara lain biomassa atau tanaman yang berserat tinggi dan berpotensi diubah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Briket merupakan salah satu jenis sumber energi alternatif. Penelitian ini menghasilkan briket yang dibuat dari bahan tempurung kelapa yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Sebelum dibuat briket, bahan tempurung kelapa tersebut dikarbonisasi. Arang dibuat dengan cara karbonisasi pada suhu 500 °C, kemudian arang tersebut diayak dengan ukuran 80 mesh sehingga diperoleh serbuk arang tempurung kelapa yang diinginkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah jenis perekat dengan bonggol pisang, ubi kayu, dan biji nangka dalam penelitian briket. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan perekat organik, khususnya bonggol pisang, singkong, dan biji nangka, dengan kadar perekat 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total arang tempurung kelapa untuk membantu mengikat partikel serbuk arang. Briket arang yang dihasilkan dikeringkan dan dilakukan berbagai uji mutu, meliputi penilaian kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, karbon tetap, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal biobriket adalah 6324,657 Kal/gr dengan perekat batang pisang 10%, dan briket menunjukkan kadar air rendah sebesar 3,98% pada konsentrasi perekat batang pisang 5%. Kadar abu terendah, 3,04%, tercatat menggunakan perekat biji nangka 20%.
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Nurdiah, Ika; Mulyawan, Rizka; Dewi, Rozanna; ., Zulnazri; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20569

Abstract

Proses pengolahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam penelitian ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan pengolahannya menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. Kemudian menghasilkan bioetanol dengan variasi volume 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. Secara berurutan disebut juga 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol masing-masing disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara periode fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol Proses perubahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam karya ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan untuk berubah menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. kemudian memproduksi bioetanol dengan mulai varian 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. masing-masing 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% masing-masing selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara waktu fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon CablinBenth) Yanti, Eva; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Bahri, Syamsul; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.21159

Abstract

Asap cair merupakan material yang dihasilkan dari asap yang melintasi tabung dari ruang pembakaran yang berisi limbah nilam pilihan ke kondensor. Di kondensor, uap mendingin dan mengembun menjadi cairan, yang difasilitasi oleh masuknya air. Pirolisis merupakan metode konversi termal yang terkenal yang digunakan untuk menghasilkan bio-oil, arang, dan gas. Pirolisis limbah nilam sering kali melibatkan serangkaian proses kimia yang kompleks. Penelitian ini mencakup pirolisis limbah nilam pada suhu 250°C, 300°C, dan 350°C dalam reaktor unggun tetap yang dilengkapi dengan pemanas, keseimbangan, siklon, dan kondensor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh temperature dan waktu pirolisis pada pembuatan asap cair, hasil penelitian pembuatan asap cair dari limbah padat nilam didapat kondisi terbaik pada temperature 350oC dan waktu 150 menit, densitas terendah pada temperature 350oC sebesar 0,9916 dan pH tertinggi pada temperature 350oC sebesar 3,34
The Mechanical Properties of Bismuth-based Ceramic Nanocomposite Nurmalita, Nurmalita; Fikri, Ahmad; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Fazira, Zetta; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1086

Abstract

This research investigated a Bismuth-based ceramic nanocomposite material with the stoichiometric composition Bi?.?Pb?.?Sr?Ca?Cu?O_y (abbreviated as B(P)SCCO-2223), synthesized via the solid-state reaction method. The fabrication process involved compound composition calculations and powder metallurgy using several high-purity oxide precursors, with bismuth oxide as the primary component. Heat treatment in the form of sintering was conducted at 846?°C for durations of 32 and 34 hours to examine its effects on the material’s physical properties. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis revealed layered grain structures with the presence of pores at grain boundaries. Energy Dispersive X-ray (EDX) analysis confirmed that the target 2:2:2:3 elemental ratio was achieved across all samples. X-ray Diffraction (XRD) analysis showed that the sample sintered for 34 hours exhibited the largest grain size of 48.07?nm. The holding time of 34 hours during the sintering process has provided sufficient opportunity for the crystal grains to grow larger. Scanning electron microscopy photos also show that longer sintering times make the empty space between the grains smaller because the crystal grains are closer together, followed by the pore size becoming smaller. This sample also demonstrated the highest oriented phase percentage (58.12%) and the lowest impurity level (6.05%). Mechanical properties, evaluated using Vickers microhardness testing, indicated that the 34-hour sintered sample had superior performance, with a Vickers hardness of 0.905?GPa, Young’s modulus of 74.2?GPa, yield strength of 0.301?GPa, fracture toughness of 5.17, surface energy of 0.18?J, and a brittleness index of 0.175. Overall, the study concluded that the physical properties of the ceramic nanocomposite improved with increased sintering duration.
Pembuatan Bioetanol Dari Campuran Kulit Singkong dan Kulit Pisang Kepok dengan Proses Fermentasi Menggunakan Ragi Roti Chatimah, Husnul; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.20304

Abstract

Bioetanol pada dasarnya disebut juga molekul etanol atau alkohol yang diproduksi dengan mengaplikasikan mikroorganisme untuk memfermentasi biomassa. Dengan memanfaatkan limbah singkong dan kulit pisang yang dibuang di masyarakat, khususnya oleh pedagang gorengan dan kiripik, tujuan riset ini disebut juga untuk mengidentifikasi sifat-sifat bioetanol yang terbuat dari bahan-bahan limbah tersebut dengan memeriksa kepadatan, rendemen, dan kandungan bioetanolnya. Dengan mengaplikasikan campuran kulit singkong dan kulit pisang (100:0, 50:50, dan 0:100), teknik riset mengaplikasikan hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Variasi massa ragi yang diaplikasikan disebut juga 4 g, 6 g, dan 8 g, beserta waktu fermentasi selama 1, 3, 5, 7, dan 9 hari. Dari hasil riset dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik diperoleh dari bahan baku kulit singkong dan kulit pisang kepok (0:100) dengan massa ragi 8 g dan lama fermentasi 9 hari disebut juga kepadatan 0,7907 gr/ml, kadar bioetanol 23,3434%, dan rendemen 4,4155%. Hasil analisis kadar bioetanol dengan GC-MS memaparkan adanya etanol.Kata Kunci:Bioetanol, Densitas, Fermentasi, Kadar Bioetanol dan Yield.
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Eco-Enzyme dari Sampah Kulit Buah dan Sayuran dengan Penambahan Em-4 (Effective Microorganisme – 4) Fatiha Lubis, Rabitha Canny; Masrullita; Hasfita, Fikri; Suryati; Ginting, Zainuddin; Feri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22332

Abstract

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai limbah. Sampah kulit buah dan sayuran yang melimpah, terutama dari aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner, berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal, limbah-limbah ini mengandung senyawa organik seperti asam sitrat, bromelain, serta vitamin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco-enzyme. Berdasarkan potensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi dan penambahan EM-4 (Effective Microorganism-4) terhadap kualitas eco-enzyme yang dihasilkan dari kulit buah dan sayuran. Penelitian dilakukan dengan metode fermentasi selama 7, 14, 21, dan 28 hari, menggunakan molase, EM-4 dan sampah organik. Parameter yang dianalisis meliputi pH, warna, kadar asam asetat, yield, serta TSS (Total Suspended Solid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan jenis sampah berpengaruh terhadap karakteristik produk. Yield tertinggi diperoleh dari sayuran sebesar 99,83% pada hari ke-7 dan dari kulit buah sebesar 99,78% pada hari ke-21. pH terbaik tercatat sebesar 3,21 pada hari ke-28, sementara kadar asam asetat tertinggi ditemukan pada sayuran sebesar 0,60% pada hari ke-7. Penurunan TSS pada air sungai menunjukkan kemampuan eco-enzyme dalam memperbaiki kualitas air. Penambahan EM-4 terbukti mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan efektivitas produk.
Pengaruh Jenis Pelarut dan Waktu Ekstraksi Minyak dari Biji Ketapang (Terminalia Catappa Linn) sebagai Bahan Baku Biodiesel Rahma Yanti; Masrullita; Meriatna; Zainuddin Ginting; Jalaluddin; Ferri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23689

Abstract

Ekstraksi minyak dari biji ketapang (Terminalia catappa Linn) merupakan alternatif pemanfaatan sumber daya alam terbarukan sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi waktu dan jenis pelarut terhadap karakteristik fisikokimia minyak biji ketapang yang diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dan metanol (80%) pada suhu 70°C dengan waktu ekstraksi 3–5 jam. Hasil ekstraksi yang didistilasi kemudian dianalisis meliputi yield, densitas, viskositas, kadar air, kadar asam lemak bebas (FFA), serta komposisi trigliserida menggunakan GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa yield meningkat seiring lamanya waktu ekstraksi hingga mencapai titik optimum, kemudian menurun akibat kejenuhan pelarut. Pelarut n-heksana menghasilkan yield tertinggi sebesar 51% pada waktu 4,5 jam dengan densitas 0,8430 g/mL, viskositas 0,8447 cP, kadar air 0,239%, dan FFA 0,987%, sementara metanol menghasilkan yield dan viskositas lebih rendah. Analisis GC-MS mengidentifikasi asam palmitat (38,31%) dan asam linoleat (9,93%) sebagai komponen utama, sehingga n-heksana dinilai lebih efektif untuk mengekstrak minyak biji ketapang sebagai bahan baku biodiesel. Kata Kunci : Biji Ketapang, Ekstraksi, N-Heksana, Metanol, Viskositas.
Pembuatan Biobriket dari Sabut Kelapa (Cocos Nucifera) Menggunakan Perekat Tepung Kanji Seriani Annisa; Lukman Hakim; Suryati; Zainuddin Ginting; Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23915

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar padat yang terbuat dari limbah biologis yang telah dipadatkan dan ditambahkan lem. Serat kelapa merupakan bahan bakar yang baik karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk memanfaatkan energi fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana komposisi serat kelapa memengaruhi biobriket yang dihasilkan, bagaimana perekat memengaruhi komposisi serat kelapa menurut SNI, dan bagaimana uji proksimat dan nilai kalor memengaruhi kualitas biobriket yang terbuat dari campuran limbah serat kelapa. Untuk membuat biobriket dari serat kelapa, serat digiling menggunakan crusher dan kemudian diayak melalui saringan berukuran 50, 100, 150, 200, dan dicampur dengan lem pati dengan konsentrasi lem 10%, 15%, 20%, dan 25%. Kemudian, briket diuji kadar air, abu, zat volatil, karbon tetap, dan nilai kalornya. Studi ini menemukan bahwa biobriket terbaik memiliki kadar air 4,94%, kadar abu 6,45%, kadar zat volatil 111,9%, kadar karbon tetap 76,41%, dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yaitu 5.328,45 kal/gr pada mesh 100 dan perekat 10%. Briket ini memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yang menyatakan bahwa nilai kalornya minimal 5.000 kal/gr . Kata Kunci: Kadar Air, Kadar Abu, Zat Terbang, Karbon Tetap, dan Nilai Kalor
Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Dengan Campuran Batu Bara Aceh Barat Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Vania, Sherryl; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Dewi, Rozanna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24176

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif padat dari bahan organik. Bahan baku pembuatan briket yang memiliki nilai kalor tinggi dapat diperoleh dari limbah peternakan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi briket dari serbuk gergaji dan batubara Aceh dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N. Proses penelitian meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi serbuk kayu pada suhu 400 °C, pembuatan perekat dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N, serta pembuatan briket dengan variasi komposisi serbuk gergaji : batubara (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, 100:0) dan variasi konsentrasi oksidator KMnO₄ (4%, 5%, 6%). Karakterisasi briket dilakukan berdasarkan laju pembakaran, kadar air, kadar abu, kadar volatil, kadar karbon tetap, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada komposisi 100 g serbuk gergaji : 0 g batubara dengan penambahan oksidator KMnO₄ 6%, yaitu menghasilkan nilai kalor 6784,691 kal/gr, kadar air 6,9435%, kadar abu 1,2209%, kadar volatile matter 0,2973%, kadar karbon tetap 91,5383%, serta laju pembakaran 0,1929 gr/menit. Hasil tersebut telah memenuhi standar mutu arang briket sesuai SNI No. 01-6235-2000.
Pembuatan Sabun Mandi Padat dengan Memanfaatkan Minyak Jelantah untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Bahri, Syamsul; Kamar, Iqbal; Ginting, Zainuddin; Faisal, Faisal; Ulfa, Raudhatul; Absa, Munzir; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15829

Abstract

Makanan sangat diperlukan bagi keberadaan semua makhluk hidup. Manusia saat ini mengonsumsi jutaan jenis makanan berlemak. Saat ini, meskipun manfaatnya sangat besar, minyak merupakan penyumbang masalah lingkungan yang signifikan. Tanpa memperhatikan lingkungan, pembuangan limbah minyak jelantah secara terus-menerus dapat berdampak buruk baik bagi lingkungan maupun kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, inovasi harus diperkenalkan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi pencemaran rumah tangga, khususnya yang berpotensi merusak lingkungan. Sabun dapat diolah kembali dari sisa minyak jelantah yang dihasilkan oleh penggorengan di dapur atau penjual gorengan. Untuk mengendalikan pencemaran lingkungan, layanan ini berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan dan menawarkan instruksi dan dukungan pembuatan sabun. Yang digunakan adalah sistem industri yang bebas limbah untuk mengolah sampah minyak jelantah. Upaya yang telah dilakukan telah membuahkan hasil dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dan kemahiran mereka dalam memproduksi deterjen dari limbah minyak jelantah. Sabun yang dihasilkan selanjutnya dikemas dan diberi label dengan nama MIJA agar menjadi sebuah kenang-kenangan yang bernilai ekonomis. 
Co-Authors A M Syam abdullah, humaira Absa, Munzir Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agus Salim Ahmad Fikri Amiratul Husna Angga Tri Agusna PA Armadani, Wika Arnawan Hasibuan Asnadia Asnadia Asran Asran Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Sekar Aurora, Tassa Azhari Azhari Budhi Santri Kusuma Budhi Santri Kusuma Chairina Chairina Chalisna Wildani Dahliana Abdullah Dede Ibrahim Muthawali Desi Sri Pasca Sari Sembiring, Desi Sri Pasca Sari Devia Ayu Setyowati Dinda Robiatul Al Qory Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Efri Marnelisa Eva Diana Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Fatiha Lubis, Rabitha Canny fatimah Fatimah Fazira, Zetta Feni Lestari Berutu Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fioza Ozly Erian Fitra Rahmatika Fuji Maharani Furqan, Muhammad Alif Gultom, Togu Sahat Martua Gusti Indah Sari Hanie, Nawardah Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hermawan, Yuda Hesni, Yuli Hijjrah, Nur Hijratul Izzati humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul I Ibrahim Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim, Ishak Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khairul Anshar Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddi Lailatul Munouwarah Laksono Trisnantoro Leni Maulinda, Leni Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meriatna Meriatna Misbahul Jannah Muhammad Muhammad Abrar Muhammad Fadlan Siregar Muhammad Ilyas Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad, Muhammad Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Mutawali, Dede Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim Muthmainnah Muthmainnah Mutiara Pujana Pujana Nabila Hamnasia Nadira Diandra Nasrul ZA Novi Sylvia Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Pane, Yunita panjaitan, Ira wardani Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Nurjannah Putri Sara Fhariza Rahma Yanti Ramadhan, Cindia Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Ridha Gebrina Rizki Rika Santi S. Tumangger Rini Meiyanti Riskina, Shafira Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizky, Audry Azilla Rizkya Faradaiza Rozanna Dewi S Maliki Salimuddin Salimuddin Santri Kusuma, Budhi Saragih, Tamara Habibi Sarah Sarah Seriani Annisa Setiawaty, Sri Shella Vanesa Shintia Clarita Shrestha, Ashish Sitanggang, Evi Dahliani Siti Nurjannah Sri Santika Sry Wahyuni Damanik Sulhatun Sulhatun Suryadi Suryadi Suryati Suryati Suryati Syahfitri, Ajeng Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tampubolon, Heriansyah Tata Tirani Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Vania, Sherryl Wiyani, Sri Yani, Firda Tirta yanti, eva Yuda Hermawan Zetta Fazira Zulfida Najla Azni Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z