Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Kadar Flavonoid Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Dan Infusa Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dengan Metode ABTS Aini, Riszki Nur; Listyani, Tiara Ajeng; Raharjo, Danang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 23 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10353550

Abstract

Free radicals in the body are very reactive and have oxidation reactions with certain body parts and cells which can trigger various diseases. Antioxidants are substances the body needs to neutralize free radicals and prevent free radical damage to normal cells, proteins, fats and antioxidants. This study aims to determine the content of flavonoids, secondary metabolite compounds and determine the antioxidant activity of ethanol extract and infusion of rambutan leaves (Nephelium lappaceum L.) which were tested using the ABTS method. Making ethanol extract using the maceration method with 96% ethanol solvent. Making infusion extract using distilled water as a solvent. Phytochemical screening tests were carried out using the tube test and TLC methods, determination of total flavonoid levels was carried out using the AlCl3 colorimetric method, antioxidant activity testing was carried out using the ABTS method. The research results showed that the ethanol extract of rambutan leaves (Nephelium lappaceum L.) contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids and steroids with an average total flavonoid content of 23,390 mg QE/g. Rambutan leaf infusion extract (Nephelium lappaceum L.) contains alkaloids, flavonoids, tannins, triterpenoids and steroids with an average total flavonoid content of 12.294 mg QE/g. The test results show that the ethanol extract has antioxidant activity with an IC50 value of 59,250 ppm (Strong) and an IC50 value of 97,357 ppm (Strong). Ethanol extract has higher flavonoid levels compared to infusion extract. Ethanol extract has stronger antioxidant activity compared to infusion extract.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEINGINAN ORANG TUA UNTUK VAKSINASI COVID-19 PADA ANAK DI PULAU JAWA Utomo, Wahyu Budi; Listyani, Tiara Ajeng; Wardani, Tatiana Siska
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.211

Abstract

ABSTRAK Vaksinasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang dianggap paling efektif dan efisien dalam mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Anak-anak adalah kelompok yang rentan terkena akibat kontak keluarga dekat, dan mungkin rentan terhadap infeksi silang. Vaksin sinovac sudah dinyatakan aman oleh WHO dan memiliki efek samping yang ringan serta ketersediaan nya yang mudah didapatkan. Menurut surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin sinovac dapat di berikan kepada anak usia 6 tahun keatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan keinginan orang tua untuk vaksinasi covid-19 anak di Pulau Jawa. Penelitian menggunakan metode non-eksperimental dengan kuesioner yang divalidasi dalam tautan formulir google yang didistribusikan online melalui platform social media (whatsapp, facebook, dan instagram) dan offline dengan metode door to door atau bertemu langsung dengan responden. Sampel responden berjumlah 100 orang responden orang tua yang memiliki anak usia 6-11 tahun, bersedia menonton video penjelasan covid-19, dan bersedia mengisi formulir kuisioner.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dan keinginan orang tua untuk vaksinasi covid-19 anak di Pulau Jawa. Uji yang dilakukan yaitu menggunakan uji korelasi pearson didapatkan hasil P=0,000 dan nilai korelasi pearson nya 0,495. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan keinginan orang tua untuk vaksinasi covid-19 dengan tingkat korelasi sedang. Kata Kunci : Vaksinasi, Pengetahuan, Keinginan orang tua, Pulau Jawa, Covid-19. ABSTRACT Vaccination is a public health effort that is considered the most effective and efficient in preventing the transmission of dangerous diseases. Children are a vulnerable group due to close family contact, and may be susceptible to cross-infection. The Sinovac vaccine has been declared safe by WHO and has mild side effects and is easily available. According to the recommendation letter from the Indonesian Pediatrician Association (IDAI), the Sinovac vaccine can be given to children aged 6 years and over. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and parents' desire to vaccinate children against Covid-19 on the island of Java.The study used a non-experimental method with a validated questionnaire in the Google form link which was distributed online via social media platforms (whatsapp, Facebook, and Instagram) and offline using the door to door method or meeting the respondents directly. The sample of respondents was 100 parents who had children aged 6-11 years, who were willing to watch a video explaining Covid-19, and were willing to fill out a questionnaire form.The results of this research are that there is a relationship between knowledge and parents' desire to vaccinate their children against Covid-19 on the island of Java. The test carried out was using the Pearson correlation test, the result was P=0.000 and the Pearson correlation value was 0.495. These results indicate that there is a relationship between knowledge and parents' desire to vaccinate Covid-19 with a moderate level of correlation. Keywords : Vaccination, Knowledge, Parents' wishes, Java Island, Covid-19.
HUBUNGAN KERASIONALAN PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN OUTCOME KLINIS TERHADAP PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Suciati, Endang; Luthfiyanti, Niken; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33520

Abstract

Stroke iskemik adalah gangguan aliran darah yang terhenti di otak karena adanya pembekuan darah menjadi tidak normal. Outcome klinis pasien stroke iskemik harus sesuai dengan acuan dari Joint National Commite yaitu dengan tekanan darah <140/90mmHg. Hipertensi merupakan penyakit penyerta pada kejadian stroke iskemik. Rasionalitas peresepan obat antihipertensi sesuai dengan empat parameter yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis. Pengobatan yang tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan pencapaian tekanan darah yang diinginkan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas peresepan obat antihipertensi dengan outcome klinis pada pasien stroke iskemik. Penelitian ini dirancang berdasarkan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, bersifat retrospektif menggunakan metode purposive sampling pada sampel pasien stroke iskemik rawat inap yang menerima resep obat antihipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pada pasien stroke iskemik rawat inap di RSUD Dr. Moewardi dengan sampel 100 pasien. Hasil dari penelitian ini adalah tepat obat 100%, tepat pasien 100%, tepat dosis 96% dan tepat 100%. Hasil uji chi square didapatkan nilai expected <5 yaitu terdapat hubungan antara rasionalitas peresepan obat antihipertensi dan outcome klinis terhadap pasien stroke iskemik rawat inap di RSUD dr. Moewardi surakarta dengan nilai p-value 0,001
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE DPPH (1,1-Dyphenil-2-Picrylhydrazyl) Suwardi, Nisa Aura Rizky; Listyani, Tiara Ajeng; Pratama, Kharisma Jayak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33934

Abstract

Alpukat (Persea americana Mill.) adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan salah satunya adalah sebagai antioksidan. Kandungan senyawa fenolik yang terdapat pada bagian tanaman alpukat merupakan senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan alami. Penggunaan bahan alami seperti alpukat tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk mencegah timbulnya efek samping yang tidak diinginkan pada penggunaan facial wash yang biasanya mengandung bahan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun alpukat dalam sediaan gel facial wash yang dilihat berdasarkan nilai IC50.  Pada penelitian ini ekstraksi daun alpukat dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Ekstrak daun alpukat diformulasikan dalam sediaan gel facial wash dengan tiga variasi konsentrasi yaitu F1 0,06% F2 0,08% dan F3 0,10%. Basis gel facial wash digunakan sebagai kontrol negatif. Keempat formulasi dilakukan evaluasi mutu fisik yang terdiri dari uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya busa, uji hedonik dan uji iritasi. Ekstrak dan semua formula gel facial wash dilakukan uji antioksidan dengan metode DPPH (1,1-Dyphenil-2-Picrylhydrazyl). Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 70,97 ppm. Ekstrak daun alpukat dapat diformulasikan dalam sediaan gel facial wash dengan aktivitas antioksidan terbaik pada konsentrasi 0,10% yang memiliki nilai IC50  sebesar 85,01 ppm (kuat). Formula 1 dan 2 memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 113,23 ppm dan 103,71 ppm yang masing-masing tergolong dalam antioksidan sedang. Formulasi sediaan gel facial wash ekstrak daun alpukat dapat memenuhi standar mutu fisik yang baik.
KARAKTERISASI DAN FORMULASI SEDIAAN SERUM NANOPARTIKEL EMAS(AU) BIOREDUKTOR EKSTRAK BIJI BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.) Zanjabila, Chanida; Tatiana, Siska Wardani; Tiara, Ajeng Listyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34530

Abstract

Serum merupakan sediaan kosmetik yang dapat menghantarkan lapisan tipis bahan aktif dengan konsentrasi bahan yang tinggi dan viskositas yang rendah. pengembangan nanopartikel terdapat nanoemulsi yang memiliki partikel koloid padat dengan diameter 1-1000nm. biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) mengandung senyawa flavonoid yang mampu mereduksi Au³? menjadi Au?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi nanopartikel dan bioreduktor nanopartikel emas ekstrak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang dapat dibuat dalam sediaan serum sesuai dengan standar mutu fisik. Metode green synthesis energy menggunakan bioreduktor ekstrak tumbuhan untuk mereduksi nanopartikel sangat efektif, dibantu dengan ultrasonikasi selama 15 menit dengan 20 kali denyut pada suhu 30?C. Hasil karakterisasi nanopartikel emas memiliki nilai absorbansi antar formulasi yaitu 0,948; 1,049; 1,422 pada panjang gelombang 493; 521; 559. Memiliki ukuran masing-masing 276,2nm; 661,1nm; 897,2nm, dengan masing-masing polidispersi indeks sebesar 0,188; 0,860; 0,678. Pada tahap berikutnya dilakukan uji mutu fisik dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas dan daya sebar, uji pH, uji viskositas, uji iritasi dan uji hedonik. Data diolah menggunakan uji Kruskall-Wallis dan diperoleh hasil Asymp.sign sebesar 0,027, sehingga dapat disimpulkan sediaan serum nanopartikel bioreduktor emas (Au) ekstrak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) dapat digunakan sebagai sediaan serum yang baik sesuai standar mutu fisik.
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BAYAM BATIK (AMARANTHUS TRICOLOR L.) SEBAGAI TERAPI LUKA BAKAR PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Nur Azmi, Tasya Nabila; Ajeng Listyani, Tiara; Septiarini, Anita Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34713

Abstract

Luka bakar adalah kehilangan jaringan akibat kontak dengan sumber panas seperti api, bahan kimia, dan listrik. Kandungan yang berfungsi sebagai peyembuhan luka bakar yaitu flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun bayam batik (Amaranthus tricolor L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel yang sesuai dengan standarisasi mutu fisik serta konsentrasi terbaik dalam proses penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand White. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pembuatan sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% dengan uji mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji hedonik. Aktivitas penyembuhan luka bakar dinilai berdasarkan pengamtan pelepasan keropeng selama 11 hari. Data penyembuhan luka bakar dianalasis menggunakan SPSS yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji One Way Anova. Hasil uji statistik aktivias penyembuhan luka bakar pada kosentrasi 5%, 7,5%, dan 10% menunjukan data normal dikarenakan (p=>0,05), data terdistribusi homogen dikarenakan (p=>0,05), dan memberikan efek signifikan dalam penyembuhan luka bakar pada kelinci p=0,001 (p=<0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan formulasi gel ekstrak etanol daun bayam batik (Amranthus tricolor L.) memenuhi standart mutu fisik dan aktivitas penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand White dengan konsetrasi sebesar 10% dalam waktu 11 hari.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK INFUSA DAUN LEUNCA ( Solanum nigrum L ) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Sari, Cantyka Eka Viemala; Listyani, Tiara Ajeng; Fitriawati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34770

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi potensi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) dalam formulasi granul effervecsent dan melakukan pengujian aktifitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH untuk mencari nilai IC50 pada sediaan maupun ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.). Penelitian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah infusa. Formulasi sediaan menggunakan metode graulasi basah dengan beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2%, 3%. Evaluasi sediaan granul effervescent pada penilitian ini meliputi uji organoleptis, uji waktu alir, uji waktu larut, uji pH, uji sudut diam, uji kadar air, uji densitas massa, dan uji aktifitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) memiliki nilai IC50 dalam kategori kuat dengan nilai sebesar 68,78µ/ml, sehingga ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent. Formulasi granul effervescent dengan konsentrasi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) 3% menunjukan nilai IC50 paling kuat dibanding dengan konsentrasi lainnya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) memiliki potensi dalam formulasi granul effervescent dengan nilai aktivitas antioksidn kuat dengan menggunakan metode DPPH . Konsentrasi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) sebesar 3% memberikan hasil terbaik dalam aktivitas antioksidan.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN TONER EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM X AFRICANUM L) TERPURIFIKASI SEBAGAI ANTI PROPIONIBACTERIUM ACNES ATCC 6919 ningsih, endang wahyu; Fitriawati, Anna; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34796

Abstract

Jerawat adalah suatu kondisi inflamasi umum pada bagian organ kulit yang disebut unit polisebaseus yang terjadi pada remaja dan dewasa muda yang ditandai dengan komedo, papul, pustul, dan nodul. Salah satu bakteri pemicu peradangan adalah Propionibacterium acnes. Daun kemangi (Ocimum x africanum L) memiliki kandungan senyawa yaitu flavonoid, saponin, steroid dan alkaloid. Flavonoid merupakan senyawa yang memiliki sifat antibakteri. Purifikasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat ballast yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak daun kemangi terpurifikasi dan untuk mengetahui sediaan toner memenuhi mutu fisik yang baik serta uji antibakteri sediaan toner ekstrak daun kemangi terpurifikasi sebagai anti Propionibacterium acnes. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, selanjutnya dilakukan purifikasi menggunakan pelarut n-Heksan dan etanol 96%, kemudian membuat sedian toner dan uji mutu fisik serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan berbagai konsentrasi. Hasil uji antibakteri ekstrak daun kemangi terpurifikasi terhadap Propionibacterium acnes didapatkan hasil 20% 15,6mm, 25% 21mm dan 30% 22,83mm. Hasil uji mutu fisik sediaan toner memiliki warna coklat dan aroma green tea, uji pH dengan rata-rata 4,54-6,21, viskositas dengan rata-rata 4,3 cPs, tidak terjadi iritasi, uji hedonik dengan rata-rata menyukai formula 1. Uji aktivitas sediaan toner didapatkan hasil 20% 19mm, 25% 20,83mm dan 30% 25,5mm. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi terpurifikasi memiliki aktivitas kategori kuat pada konsentrasi 30% dan formulasi sediaan toner sesuai dengan standar uji mutu fisik yang baik dan aktivitas antibakteri terbaik pada formula 3.
Treatment of Emesis Gravidarum in Pregnant Women with Lemon Aromatherapy (Citrus) Yuliana, Ana; Ifalahma, Darah; Listyani, Tiara Ajeng; Rahmasari, Ikrima; Puspitasari, Rara Ayu; Wargani, Rizki Nugraha
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i2.4610

Abstract

Emesis gravidarum is a symptom of nausea and vomiting that occurs during pregnancy, usually in the first trimester. This symptom is common in 50-80% of pregnant women and begins around the 6th week of pregnancy. If emesis gravidarum is not treated immediately, it will progress to hyperemesis and can result in impaired fetal growth, the fetus dies in the womb and the fetus can experience congenital abnormalities. Non-pharmacological treatment of emesis gravidarum or complementary therapy has the advantage of being cheaper and having no pharmacological effects. One safe therapy is by giving lemon (citrus) aromatherapy. Objective: This study aims to determine the effectiveness of lemon (citrus) aromatherapy in reducing emesis gravidarum in pregnant women. Method: The research design uses an experimental method with a one group pretest-posttest design. The independent variable is lemon aromatherapy, the dependent variable is emesis gravidarum. The sampling technique used purposive sampling technique, a sample of 10 pregnant women in the 1st trimester. The research instrument used lemon aromatherapy media and Pregnancy Unique Quantification of Emesis (PUQE-24). The data analysis used was the t-test. Results: The research results showed that the average incidence of emesis gravidarum before therapy was given was 9.3 (moderate degree category), the average incidence of emesis gravidarum after therapy was given was 5.5 (mild degree category). The results of the analysis using the t-test were p-value < α, namely 0.000 < 0.05, which means that there was an effect of giving lemon (citrus) aromatherapy therapy on reducing emesis gravidarum. Conclusion: Giving lemon (citrus) aromatherapy therapy is effective in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester.
UJI IN SILICO TOKSISITAS SENYAWA DERIVAT FLAVONOID BESERTA MODIFIKASI SENYAWA BARU Listyani, Tiara Ajeng; Addawiyyah, Muniroh; Raharjo, Danang
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.336

Abstract

Obat yang menggunakan bahan alam sebagai bahan baku harus dilakukan uji terhadap efek toksisitas dari senyawa yang terkandung, sehingga dapat digunakan menjadi sediaan oral yang memenuhi persyaratan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas toksisitas pada senyawa derivat flavonoid dan rancangan senyawa baru yang memiliki prediksi profil toksisitas lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode in silico yaitu software Toxtree dengan parameter yang digunakan yaitu carcinogenicity (genetox and nongenotox) and mutagenicity rule base by ISS, cramer rules dan in vitro mutagenicity (Ames test) alert by ISS. Hasil prediksi toksisitas senyawa derivat flavonoid bersifat high III, bersifat karsinogen mutagen pada senyawa luteolin, luteolin 7 glukosidase dan rutin, tetapi senyawa afzelechin, epicatechin, epicatechin 3 gallat, quersetin tidak bersifat karsinogen mutagen. Hasil modifikasi senyawa baru luteolin 7 glukosidase dapat menurunkan toksisitas berupa termasuk kategori kelas II, tidak bersifat karsinogen dan mutagen. Kata kunci : Derivat flavonoid, In silico, Toksisitas, Toxtree, Modifikasi senyawa.