Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN EVALUASI SPRAY GEL DARI EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota (L.) Van Royen) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Safitri, Ratna; Wicahyo, Septian Maulid; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49627

Abstract

Radikal bebas dapat merusak sel dan jaringan sehingga memicu berbagai penyakit degeneratif. Senyawa antioksidan dibutuhkan untuk menetralisir radikal bebas tersebut. Daun sawo manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) mengandung flavonoid, fenol, dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Namun, pemanfaatannya masih terbatas, sehingga perlu dikembangkan dalam bentuk sediaan topikal modern seperti spray gel, yang praktis, higienis, serta mudah diaplikasikan. Ekstraksi: Daun sawo manila diekstraksi menggunakan metode maserasi. Formulasi: Ekstrak diformulasikan dalam bentuk sediaan spray gel dengan variasi konsentrasi. Evaluasi fisik: Meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan uji semprot. Uji stabilitas: Dilakukan pada penyimpanan suhu ruang. Uji aktivitas antioksidan: Menggunakan metode DPPH untuk mengetahui nilai IC₅₀ ekstrak Uji keamanan & penerimaan: Melalui uji iritasi kulit dan uji hedonik. Ekstrak daun sawo manila menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ sebesar 39,32 µg/mL (kategori sangat kuat). Sediaan spray gel yang diformulasikan memenuhi persyaratan fisik (pH, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, semprotan). Hasil uji stabilitas menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada sifat fisik selama penyimpanan. Uji iritasi menunjukkan sediaan aman digunakan pada kulit. Uji hedonik menunjukkan responden dapat menerima sediaan spray gel dengan baik (warna, aroma, kenyamanan). Ekstrak daun sawo manila memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan dapat diformulasikan menjadi sediaan spray gel yang stabil, aman, serta disukai oleh pengguna. Sediaan ini berpotensi dikembangkan sebagai produk topikal alami untuk membantu menangkal radikal bebas. Kata kunci: Antioksidan, daun sawo manila, DPPH, Manilkara zapota (L.) Van Royen, spray gel
UJI POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon Nardus L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus ATCC 25923 SECARA In Vitro DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Guterres, Agostinha; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49731

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif yang bisa mengakibatkan beragam infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, dan infeksi pada luka. Dari studi ini merupakan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun sereh wangi, mengevaluasi aktivitas antibakterinya dan serta menentukan konsentrasi ekstrak etanol serta fraksi pelarut (n-heksana, etil asetat, dan air) yang paling efektif dalam mengendalikan perkembangan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Studi dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan rancangan kuantitatif. Simplisia daun sereh wangi diekstraksi menggunakan maserasi dilakukan menggunakan etanol 96% kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANOVA dan uji t. Konsentrasi ekstrak sereh wangi yang paling baik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 yaitu 45% dengan daya hambat 24.08 mm termasuk kategori sangat kuat, serta nilai p value 0.000 < 0.05) Konsentrasi fraksinasi ekstrak yang paling baik dalam menghambat bakteri staphylococcus aureus ATCC 25923 yaitu 35% dari fraksinasi etil asetat dengan daya hambat 30.2 mm termasuk kategori kuat dan hasil nilai p value 875 > 0,05. Ekstrak daun sereh wangi memiliki potensi antibakteri yang sangat baik terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923, terutama pada konsentrasi 45% untuk ekstrak etanol dan 35% untuk fraksi etil asetat.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lulur Body Scrub Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Metode DPPH: Pengabdian Silvia Mawardani; Tiara Ajeng Listyani; Niken Luthfiyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2824

Abstract

Moringa leaves (Moringa oleifera) are rich in various components of active substances, namely tannins, steroids, triterpenoids, flavonoids, saponins, anthraquinones, and alkaloids. Moringa leaves also contain minerals, essential amino acids, antioxidants, and vitamins. The content of the moringa plant that is efficacious as an antioxidant was found in the leaves, namely the content of vitamin E. Antioxidants are substances that are able to prevent or delay free radical reactions that occur in the lipid oxidation process. This study aimed to determine whether moringa leaf ethanol extract could be made into body scrub preparations that met physical quality standards, to determine the antioxidant activity of moringa leaf extract body scrub preparations, and to determine the concentration of body scrub preparations that were best used as antioxidants. In this study, the DPPH method (1,1-diphenyl-1-picrylhydrazyl) was used, and the extraction method was carried out using the maceration method. The extract was formulated with concentrations of 15%, 25%, and 35%, respectively. The evaluations used in this study included organoleptic test, homogeneity test, pH test, dispersion test, irritation test, and hedonic test. The results of this study showed that the best formulation of moringa leaf extract body scrub (Moringa oleifera) was the 35% formula with an IC₅₀ value of 62.120 μg/ml, categorized as having strong antioxidant activity.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN EYESHADOW CREAM EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L). Ekarani, Meisyah Litang; Listyani, Tiara Ajeng; Apriliawan, Hidayah
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 2 (2025): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i2.324

Abstract

Latar Belakang: Kelopak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) mengandung senyawa antosianin yang berpotensi sebagai pewarna alami dalam formulasi sediaan kosmetik. Tujuan: Pada penelitian ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) digunakan sebagai pewarna alami dalam formulasi eyeshadow cream yang memenuhi standar mutu fisik, mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap stabilitas fisik sediaan, serta menentukan konsentrasi terbaik. Metode: Ekstrak kelopak bunga rosella diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan eyeshadow cream dalam tiga konsentrasi, yaitu 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3). Uji mutu fisik sediaan dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Stabilitas fisik diuji menggunakan metode cycling test selama 12 hari. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap parameter fisik. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi standar mutu fisik dan stabil selama penyimpanan. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap beberapa parameter fisik. Formula F3 (3%) dinilai sebagai formula terbaik karena memiliki pH sesuai kulit (4,56–4,94), viskositas ideal (3.170 mPa·s), daya sebar luas (57,6 mm), dan warna yang paling intens Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kelopak bunga rosella dapat diformulasikan sebagai sediaan eyeshadow cream yang stabil pada uji stabilitas.
PEMANFAATAN FERMENTASI SUSU KEDELAI SEBAGAI ANTIDIABETES PADA TIKUS PUTIH JANTAN Danang Raharjo; Tiara Ajeng Listyani; Rafidah Hanifah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.486 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2080

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolit yang ditandai deangan meningkatnyakadar gula darah yang disebabkan oleh penurunan kerja insulin yang pada tingkat lanjut dapatmenyebabkan berbagai penyakit degenerative. Fermentasi susu kedelai merupakan salah satuolahan kedelai yang memanfaatkan teknologi fermentasi sehingga dapat meningkatkan kadarprotein dan isoluesin dalam kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kenaikankandungan asam amino dari susu kedelai yang difermentasi, serta pengaruhnya dalam membantumenurunkan kadar gula dara dalam darah tikus putih jantan. Pembuatan fermentasi susu kedelaidibuat dengan perbandingan 1 : 7 antara kedelai dan air, gula yang digunakan 10 % dari jumLahtotal dan sebagai sumber bakteri fermentasi digunakan Lactobacilus Kasei. Pengujian antidiabetes dilakakukan secara in-vivo dengan menggunakan 30 ekor tikus putih galur wistar denganberat 160 – 200 gram yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu yaitu P1 (kontrol), P2(streptozotocin-nicotinamide), P3 (glibenklamid 0,45 mg/kgBB), P4 3 mL/hari, dan P5 4 mL/hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fermentasi susu kedelai dengan dosis 3 mL/haridan 3,5 mL/hari selama 4 minggu pada tikus percobaan yang diinduksi streptozotocinnicotinamidedapat menurunkan kadar glukosa darah dengan persentase penurunan sebesar44,762 dan 49,302 pada hewan uji.
Perbandingan Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Biji Kopi Hijau dan Sangrai Kopi Robusta terhadap Staphylococcus aureus Urip, Sri Khanti; Wardani, Tatiana Siska; Listyani, Tiara Ajeng
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.547

Abstract

Green Coffee Beans (Coffea canephora P.) and Roasted Robusta Coffee (Coffea canephora L.) contain compounds including caffeine, polyphenols, flavonoids, chlorogenic acid. Chlorogenic acid is a phenolic compound contained in coffee beans which functions as an antifungal and antibacterial. Some infectious diseases caused by Staphylococcus aureus are boils, acne and wound infections and have the ability to inhibit biofilm. Biofilms are aggregates of microorganisms covered by an extracellular polymer matrix produced by microorganisms. This study aims to test the antibiofilm inhibition and destruction of green coffee bean extract (Coffea canephora P.) and roasted robusta coffee (Coffea canephora L.) against Staphylococcus aureus ATCC 25923. The antibiofilm activity test consists of a biofilm formation test, a biofilm inhibition test, and a destruction of biofilm using the Microtitter Plate Biofilm Assay method on extract samples macerated with 96% ethanol. The antibiofilm activity test used concentrations of 2, 4.8, 16 mg/mL. The results of testing the antibiofilm activity of green coffee bean extract and roasted robusta coffee had inhibitory activity with calculated IC50 values of 4.14 mg/mL and 2.13 mg/mL. The results of the crushing activity of green coffee bean extract and roasted robusta coffee with calculated EC50 values were 10.18 mg/mL and 19.32 mg/mL.
Penetapan Kadar Antosianin Dan Formulasi Sediaan Lip Cream Dari Fraksinasi Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis linn.,F.): Penelitian Nabillah Sirli Okta Maharani; Rahmat Hidayat; Tiara Ajeng Listyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kadar antosianin dan merumuskan lip cream dari fraksi ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn., F.) sebagai pewarna alami. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi etanol 70% lalu difraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Kadar antosianin diukur dengan metode pH differential menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Lip cream diformulasikan dalam tiga konsentrasi ekstrak (1%, 3%, dan 5%) dan dievaluasi secara fisik. Hasil menunjukkan fraksi etil asetat memiliki kadar antosianin tertinggi (2,336 mg/L), dan formula 5% memberikan warna terbaik meski daya lekat lebih rendah. Fraksi daun jati berpotensi sebagai pewarna alami dalam lip cream.
Docking Molekuler Potensi Antiinflamasi Kandungan Senyawa Benger (Lagerstroemia ovalifolia Teijsm. & Binn) Terhadap 5KIR-Cyclooxygenase-2 (COX-2): Molecular Docking of Anti-Inflammatory Potential of Benger (Lagerstroemia Ovalifolia Teijsm. & Binn) Compounds Against 5KIR - Cyclooxygenase-2 (COX-2) Veranita, Weri; Wibowo, Agung Eru; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2326

Abstract

Content Benger plant extract compounds (Lagerstroemia ovalifolia Teijsm. & Binn.) are reported as a new class of COX-2 enzyme inhibitors. Molecular docking analysis of Benger plant extract compounds (Lagerstroemia ovalifolia Teijsm. & Binn.) against COX-2 enzyme is required to determine the affinity and interaction pattern between the above compounds and COX-2 enzyme. A total of 23 Benger metabolite compounds were evaluated against COX-2 protein structure (PDB: 5KIR) using Molegro Virtual Docker (MVD) software. The docking results showed that three compounds, namely Kaempferol-3-O-acetyl-glucoside isomer, Acacetin malonylgalactoside, and Kaempferol-3-Oa-L-rhamnoside, had a lower rerank score (more negative) compared to the ligand (RCX_601), indicating potential as COX-2 inhibitors that affect inflammation regulation in silico. In addition, in silico ADMET analysis using pkCSM showed that the three compounds were classified as non-toxic according to BPOM Regulation no. 10 of 2022. Keywords:          Lagerstroemia ovalifolia , Cyclooxygenase-2, Molegro Virtual Docker, 5KIR   Abstrak Senyawa ekstrak tanaman Benger (Lagerstroemia ovalifolia Teijsm. & Binn.)  dilaporkan sebagai kelas baru inhibitor enzim COX-2. Analisis docking molekuler senyawa Senyawa ekstrak tanaman Benger (Lagerstroemia ovalifolia Teijsm. & Binn.)  terhadap enzim     COX-2 diperlukan untuk mengetahui afinitas dan pola interaksi antara senyawa di atas dengan enzim COX-2. Sebanyak 23 senyawa metabolit Benger dievaluasi terhadap struktur protein COX-2 (PDB: 5KIR) menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docker (MVD). Hasil docking menunjukkan bahwa tiga senyawa, yaitu Kaempferol-3-O-acetyl-glucoside isomer, Acacetin malonylgalactoside, dan Kaempferol-3-Oa-L-rhamnoside, memiliki rerank score yang lebih rendah (lebih negatif) dibandingkan dengan ligan (RCX_601), menunjukkan potensi sebagai inhibitor COX-2 yang mempengaruhi regulasi peradangan secara in silico. Selain itu, analisis ADMET secara in silico menggunakan pkCSM menunjukkan bahwa Kaempferol-3-O-a-L-arabinoside (Juglalin) lebih mudah diabsorpsi oleh usus dibandingkan dengan kedua senyawa lainnya namun ketiga senyawa tersebut diklasifikasikan tidak bersifat toksik. Kata Kunci:         Lagerstroemia ovalifolia , Cyclooxygenase-2, Molegro Virtual Docker, 5KIR
THE EFFECT OF HUMAN RESOURCE COMPETENCY TRAINING AND ADMINISTRATIVE SYSTEM FOR PHARMACEUTICAL PERSONNEL CAPABILITY IMPROVEMENT AT UDB MEDIKA PHARMACY Listyani, Tiara Ajeng; Listyorini, Puguh Ika; Akhmad, Khabib Alia; Oktaviana, Aptika
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3427

Abstract

UDB Medika Pharmacy is a new form of business that was established to increase the income generating of Duta Bangsa University, Surakarta. The lack of experience of Pharmacy Staff at the UDB Medika Pharmacy as practitioners in the pharmacy sector creating human resources in UDB Medika pharmacies requires real training in carrying out pharmaceutical service standards in pharmacies. This study aims to assess the level of knowledge and ability of pharmacy staff, and to find out whether there is a significant influence before and after the Human Resources Competency and Administration System training for pharmacists at UDB Medika Pharmacy. This study was a pre-experimental study with a one-group design that was given a pre-test and a post-test. The results of this study indicate that the average score after training is 78.51, which is higher than the score before training, which is 52.58. Competency Training on Human Resources and Administrative Systems for pharmacists at UDB Medika Pharmacy has been proven to be able to increase the knowledge and skills of pharmaceutical staff at UDB Medika pharmacies in providing pharmaceutical services in accordance with pharmacy service standards at pharmacies, assessed from test results before and after training.
UJI AKTIVITAS STIMULANSIA INFUSA DAUN COKELAT (Theobroma cacao L) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) DENGAN METODE ROTAROD Fadila, Vera Nurhidayatul; Ardiyantoro, Bagas; Listyani, Tiara Ajeng
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 9 No. 1 (2025): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v9i1.1971

Abstract

Fatigue due to excessive activity can be overcome with stimulants, but the use of synthetic stimulants carries the risk of side effects. This study aims to determine the stimulant activity of cocoa leaf infusion (Theobroma cacao L) and to determine the best dose that can increase central nervous system stimulation in white mice (Mus musculus). Synthetic stimulants often cause side effects, so natural alternatives are needed. This study tested the stimulant effect of cocoa leaf infusion (Theobroma cacao L.) on white mice (Mus musculus) using a rotarod test. Mice were divided into five groups: negative control (distilled water), positive control (caffeine 100 mg/kgBW), and infusion with doses of 50, 100, and 150 mg/kgBW. The results showed that all infusion doses significantly increased the survival time of mice compared to the negative control (p < 0.05). The dose of 150 mg/kgBW gave the effect closest to caffeine. Phytochemical tests showed the presence of alkaloids and flavonoids that are suspected to play a role in stimulant activity. Cocoa leaf infusion has the potential as a natural stimulant.
Co-Authors Achsantya, Raden Roro Karyna Cindy Addawiyyah, Muniroh Agung Eru Wibowo Aini, Riszki Nur Aisyah Rabitha Alisi Akhmad, Khabib Alia Anita Dwi Septiarini Anna Fitriawati Aprilia Rika Alvita Apriliawan, Hidayah Aqila Widya Sari Ariyanti Ariyanti Artini, Kusumaningtyas Siwi Azizah, Dinar Bagas Ardiyantoro Bagas Ardiyantoro Danang Raharjo Deniessa, Ardelea Desy Ayu Irma Permatasari Diza Aulia Ramadhani Dwi Bagus Pambudi Effendi Nursalim Ekarani, Meisyah Litang Endang Suciati Erick Ferdian Fadila, Vera Nurhidayatul Fazlin Fauzi Ferlinda Ayu Astuti Galuh Puspitasari Guterres, Agostinha Hafalika, Aviv Ifalahma, Darah Ika Dwi Ningrum Kharisma, Putri Nur Khilda Hilyatul 'Ulya Krisnantari, Ni Luh Novelia Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumasedya, Willyana Pratiwi Lende, Yulianus Erman Luthfiyanti, Niken Masruroh, Sururul Kamalin Muniroh Addawiyyah Mutiara Marzalina Wardhani Nabillah Sirli Okta Maharani Niken Luthfiyanti ningsih, endang wahyu Nissa Syahraningtyas Putri Nugraha, Novanda Satria Nur Azmi, Tasya Nabila Oktaviana, Aptika Pang Jyh Chyang Pratama, Kharisma Jayak Puguh Ika Listyorini Puspitasari, Rara Ayu Rafidah Hanifah Rahardian Ariana Putri Rahmasari, Ikrima Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ratna Safitri Rezky Ardika Pamungkas Rina Herowati Rohmana, Vivin Marwiyati Sari, Cantyka Eka Viemala Sejati, Siti Laila Utari Septian Maulid Wicahyo Septiarini, Anita Dwi Silvia Devi Silvia Mawardani Siregar, sherina Sarifitri Suwardi, Nisa Aura Rizky Tanoyo, William Tatiana Siska Wardani Tatiana, Siska Wardani Ucik Susilowati Urip, Sri Khanti Veranita, Weri Wahdah Sri Rahayu Wahyu Budi Utomo Wardani, Tatiana Siska Wargani, Rizki Nugraha Yosua Christabel Natanael Yuliana, Ana Yuliana, Silvia Zanjabila, Chanida Zavitra, Mei Nanda