Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAGING LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN DAGING BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) SEBAGAI PELEMBAB BIBIR Masruroh, Sururul Kamalin; Wardani, Tatiana Siska; Listyani, Tiara Ajeng
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 9 No. 1 (2025): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v9i1.1980

Abstract

The lips are sensitive and prone to dryness and chapping, requiring special care. This study aimed to develop a Lip Balm preparation that meets physical quality standards and to determine its activity as a lip moisturizer. It also determined the optimal concentration for a Lip Balm formulation using a combination of 70% ethanol extract of Aloe vera and avocado (Persea americana Mill.) pulp. Aloe vera contains lignin, and avocado contains vitamins A, C, and E, which are essential for skin health. This study was conducted experimentally using five formula variations: F0 (0%), F1 (10%), F2 (15%), F3 (20%), and a positive control (Vaseline Repairing Jelly). Physical quality evaluation included organoleptic testing, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, spreadability, moisture testing, irritation testing, hedonic testing, and stability testing. The results showed that all formulas had a semi-solid texture and color, varying depending on the extract concentration, were homogeneous, had a pH within the safe range (4.5-6.5), and met physical quality requirements. Moisture testing showed an increase in lip moisture levels after 14 days of use, with formula F3 providing the best moisturizing effect. In conclusion, the combination of Aloe vera and avocado (Persea americana Mill) extracts can be formulated into an effective Lip Balm as a natural lip moisturizer, with the best concentration in formula F3, with a moisture value of 47.3%.
ANALISIS DOCKING MOLEKULER BESERTA PREDIKSI ADME DERIVAT FLAVONOID SENYAWA KOMPOSISI KIMIA EKSTRAK BUNGA ROSELA (Hisbiscus Sabdariffa L.) SEBAGAI ANTIOBESITAS Listyani, Tiara Ajeng; Azizah, Dinar
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/pbz5mq71

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan bunga rosela dapat mengobati salah satunya yaitu obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa berkhasiat antiobesitas yang terkandung dalam bunga rosela melalui ekstraknya dengan melihat nilai binding affinity dan interaksi asam amino dari komposisi ekstrak bunga rosela. Metode: Senyawa uji digambar lalu diubah ke 3D menggunakan software ChemOffice dan target uji yang telah dipreparasi menggunakan aplikasi Biovia Discovery Studio selanjutnya dipreparasi menggunakan aplikasi VegaZZ. Target yang telah dipreparasi ditambatkan dengan ligan native menggunakan software Pyrx-Phyton 0.8 Autodock Vina untuk melakukan validasi metode docking selanjutnya dilakukan analisis docking terhadap semua ligan uji dan dilihat interaksi asam amino melalui aplikasi Biovia Discovery Studio. Seluruh ligan uji dilakukan prediksi ADME menggunakan progam SwissADME . Hasil: docking 11 struktur senyawa ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) derivat flavonoid ditemukan dua senyawa yang berpotensi sebagai antiobesitas berdasarkan nilai binding affinity dan asam amino yang berkontribusi terhadap interkasi dengan ikatan hydrogen asam amino dimana interaksi tersebut mirip senyawa NAG yang merupakan ligan asli protein target yaitu Kaempferol-3-rutinosid dan Quercetin-3-rutinosid. Kesimpulan: Prediksi ADME semua struktur senyawa memenuhi persyaratan Lipinski’s rule of five sehingga dapat diprediksi memiliki peluang untuk menjadi obat oral.
FORMULASI DAN EVALUASI GEL EKSTRAK DAUN TAHI BELALANG PADA LUKA BAKAR KELINCI Lende, Yulianus Erman; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Buana Farma Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Buana Farma
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i4.1519

Abstract

Burn wounds are a common health issue that requires effective management. This study explores the potential of tahi belalang leaf extract (Chromolaena odorata L.) as a healing agent for burn wounds, with bioactive compounds such as flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids that possess anti-inflammatory, antioxidant, and anti-allergic properties. The main objective is to formulate and evaluate the gel preparation of tahi belalang leaf extract as an alternative topical treatment. The research method involves plant determination, preparation, standardization of simplicia, extraction, and phytochemical screening to identify active compounds. Subsequently, gel formulations were created with varying concentrations of extract (5%, 10%, 15%) and the physical quality of the preparations was evaluated (organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, irritation, and hedonic). The effectiveness of burn wound healing was tested in vivo on male rabbits, comparing the gel formula with a negative control (gel base) and a positive control (Bioplacenton®), with daily wound diameter measurements and statistical analysis using SPSS. The results showed that the gel containing 15% tahi belalang leaf extract (F3) was the most effective formulation in accelerating the healing of second-degree burn wounds in male rabbits. The presence of flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins contributed anti-inflammatory, antioxidant, and antibacterial effects that supported tissue regeneration. Based on the ANOVA significance value of 0.028, there was a statistically significant difference among the treatment groups of the formulations.
PENDEKATAN COMPUTER-AIDED DRUG DESIGN TERHADAP TURUNAN CARYOPHYLLENE KEMANGI (OCIMUM X AFRICANUM) SEBAGAI INHIBITOR BCL-2 Krisnantari, Ni Luh Novelia; Listyani, Tiara Ajeng; Fitriawati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55133

Abstract

Kanker lambung menyebabkan sekitar 700.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia dan menempati urutan kedua dalam hal frekuensi. Terapi konvensional menggunakan venetoclax memiliki efek yang spesifik sebagai inhibitor B-Cell Lymphoma (BCL-2), namun sering dilaporkan efek samping neurotropenia, trombositopenia, hingga risiko tumor lysis syndrome (TLS). Minyak atsiri tanaman kemangi (Ocimum x africanum) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai inhibitor BCL-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa turunan caryophyllene minyak atsiri kemangi sebagai kandidat inhibitor BCL-2 pada kanker lambung secara in silico. Penelitian ini menggunakan metode komputasi molecular docking dengan PyRx-AutoDock Vina, visualisasi ikatan residu asam amino dengan BIOVIA Discovery Studio Visualizer, prediksi parameter absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi (ADME) dengan SwissADME berdasarkan Lipinski’s Rules, dan prediksi toksisitas berdasarkan Cramer Rules dengan ToxTree. Desain senyawa obat baru dari caryophyllene menunjukkan hasil nilai binding affinity -6.4 kkal/mol, Root Mean Square Deviation (RMSD) 1.76 Å, ikatan asam amino yang serupa dengan ligan natif, prediksi ADME sesuai parameter Lipinski’s Rules dan toksisitas sesuai parameter Cramer Rules. Dari penelitian ini yaitu bahwa senyawa baru turunan caryophyllene dapat digunakan dalam pengembangan sebagai kandidat obat oral baru sebagai inhibitor BCL-2, tetapi diperlukan uji lebih lanjut.
PENETAPAN TOTAL FLAVONOID FRAKSI JAMBU KRISTAL (PSIDIUM GUAJAVA L.) Siregar, sherina Sarifitri; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55914

Abstract

Flavonoid dikenal sebagai kelompok senyawa fenolik terbesar di alam, yang memiliki aktivitas antioksidan dan potensi farmakologis. Buah jambu kristal mengandung flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas. Metode fraksinasi memungkinkan pemisahan senyawa berdasarkan tingkat polaritasnya. Dalam proses ini, komponen polar akan terdispersi ke dalam pelarut yang bersifat polar, sedangkan komponen non-polar akan terdispersi ke dalam pelarut yang bersifat non-polar. Penelitian ini berupaya untuk mengkuantifikasi kandungan total flavonoid yang terdapat pada fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dari ekstrak etanol buah jambu kristal. Pelaksanaan penelitian ini bersifat eksperimental. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak etanol dari buah jambu kristal. Ekstrak ini selanjutnya menjalani proses fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair dengan pelarut air, etil asetat, dan n-heksana. Fokus penelitian adalah kuantifikasi kandungan total flavonoid dalam setiap fraksi. Pengukuran kuantitas dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang didasarkan pada pembentukan kompleks antara flavonoid dan AlCl₃. Besaran kuantitas dihitung dengan merujuk pada kurva standar kuersetin dan dilaporkan dalam miligram kuersetin per gram (mgQE/g). Temuan riset mengindikasikan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan total flavonoid paling tinggi, yakni sebesar 115,685 mgQE/g ± 11,04. Fraksi air menempati urutan kedua dengan kandungan 98,43 mgQE/g ± 15,16, sementara fraksi n-heksana menunjukkan kandungan terendah sejumlah 47,64 mgQE/g ± 15,74. Berdasarkan pemaparan hasil, ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi total flavonoid paling signifikan ditemukan dalam pelarut etil asetat, dengan nilai 115,685 mgQE/g.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH JAMBU KRISTAL (PSIDIUM GUAJAVA L.) DENGAN METODE ABTS Deniessa, Ardelea; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55935

Abstract

Stress oksidatif dapat disebabkan oleh elektron tidak berpasangan yang ditemukan dalam radikal bebas. Banyak penyakit kronis, termasuk diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular, dapat disebabkan oleh stress oksidatif. Dengan menyumbangkan elektron atau atom hidrogen, antioksidan membantu melindungi tubuh dari bahaya yang disebabkan oleh radikal bebas. Telah diketahui bahwa buah jambu kristal (psidium guajava L.) terdapat senyawa aktif yang dapat bertindak sebagai antioksidan alami, seperti vitamin C, flavonoid, dan fenolik. Oleh karena itu, untuk memastikan potensi ekstrak buah jambu kristal secara ilmiah, pengujian aktivitas antioksidan diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan metode ABTS untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak buah jambu kristal (psidium guajava L.). Pelarut etanol 96% dan proses maserasi dilakukan untuk pembuatan ekstrak buah jambu kristal. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk melakukan uji aktivitas antioksidan dan hasilnya dinyatakan sebagai nilai IC50. Vitamin C dijadikan pembanding karena  aktivitas antioksidannya yang tinggi. Vitamin C dikategorikan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 11,095 ppm sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak buah jambu kristal (psidium guajava L.) dikategorikan sedang dengan nilai IC50 141,23 ppm. Ekstrak buah jambu kristal berpotensi menjadi sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut karena aktivitas antioksidannya yang sedang.
ANALISIS IN SILICO SENYAWA POLIFENOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI POTENSI INHIBITOR SGLT-2 MENGGUNAKAN MOLECULAR DOCKING DAN PREDIKSI ADMET Rahardian Ariana Putri; Tiara Ajeng Listyani; Danang Raharjo
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1255

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 menjadi ancaman kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 562 juta jiwa pada tahun 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 853 juta kasus pada tahun 2050. Terapi yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan efek samping seperti infeksi saluran kemih dan resiko ketoasidosis euglikemik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung berbagai senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antidiabetes melalui mekanisme penghambatan Sodium glucose cotransporters 2 (SGLT-2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penghambatan senyawa polifenol daun alpukat terhadap protein SGLT 2 dengan pemanfaatan CAAD melalui molecular docking dan prediksi sifat ADMET. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa polifenol daun alpukat dengan empagliflozin sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, DSV, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syringic acid merupakan senyawa terbaik dengan RMSD 1,274 dan ΔG −6,4, ikatan residu asam amino spesifik dengan empaglifozin, memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, dan dalam kategori toksisitas rendah (class I) berdasarkan cramer rules. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa polifenol daun alpukat (Persea americana Mill.) menunjukkan potensi sebagai inhibitor SGLT-2 dengan syringic acid sebagai kandidat terbaik (ΔG −6,4 kkal/mol; RMSD 1,274 Å).
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI TERAPI LUKA SAYAT PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Raharjo, Danang; Ika Dwi Ningrum; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v6i3.443

Abstract

Breadfruit leaf (Artocarpus altilis) is a type of plant that has a single to oval leaf from the Moraceae family. There are secondary metabolites in breadfruit leaves (Artocarpus altilis), namely flavonoids, tannins, and saponins which are efficacious as a treatment for the wound healing process. This study aims to determine whether breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) can be formulated into a gel preparation and to determine the maximum concentration of breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) in wound healing. This study was an experimental study to determine the maximum concentration in healing cuts with varying concentrations of 6.25%, 12.5%, and 25% tested on 5 male rabbits with 3 treatment groups. Wound healing data were analyzed using One Way ANOVA (Analysis of Varian) and the physical evaluation of the gel preparation was analyzed descriptively. The results showed that breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) could be formulated into gel preparations and fulfilled the physical evaluation test for gel preparations. Statistical test results had a significant effect on wound healing in rabbits p=0.001 (p<0.05) and the maximum concentration in wound healing was a concentration of 25% with a healing time of 11 days.        
Docking and Structural Modification of Flavonoid Derivative Compounds as Cycloxygenas-2 Enzyme Inhibitors Tiara Ajeng Listyani; Muniroh Addawiyyah; Danang Raharjo; Pang Jyh Chyang
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4041

Abstract

Seven flavonoid compounds have the activity of inhibiting the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme, thus providing an anti-inflammatory effect. Molecular docking analysis is needed to determine the binding interaction between flavonoid compounds and the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme. Objective: This study aims to determine the interaction of flavonoid compounds with the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme along with the modification of the flavonoid compound structure to increase the binding energy to the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme. Method: Flavonoid derivative compounds were geometry optimized using VegaZZ software, then target preparation, ligand preparation, docking method validation, and docking analysis were carried out to obtain the interaction between flavonoid compounds and the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme which is expressed as ∆G and interaction patterns, which include hydrogen bonds, amino acids and functional groups involved, using the program using PyRx-Python 0.8 - AutoDock Vina. Results: The interaction pattern of seven flavonoid derivative compounds with COX-2 enzyme showed hydrogen bonds with amino acids ARG 121, ILE 113, LEU 93, VAL 117. The interaction is similar to the interaction of protoporphrin ix containing co which is the original ligand of the target protein. There is no relationship between the inhibitory activity of flavonoid derivatives and the free energy value of binding (∆G). Modification of the new compound luteolin 7 glucosidase has a better amino acid interaction pattern, namely PRO 155, 154, ARG 44, TYR 131, LEU 153. Conclusions: The binding profile of flavonoid derivatives has the potential to be a candidate for oral cyclooxygenase-2 (COX-2) inhibitor compounds as an anti-inflammatory.
PENDEKATAN MOLECULAR DOCKING PREDIKSI ADME DAN TOKSISITAS SENYAWA AKTIF BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI INHIBITOR α-AMYLASE Yosua Christabel Natanael; Tiara Ajeng Listyani; Rahmat Hidayat
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25053

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, mencapai 10,9% pada 2023, didorong oleh resistensi insulin dan gangguan metabolisme karbohidrat. Obat sintetis seperti acarbose sering menimbulkan efek samping gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif alami dari pare yang kaya flavonoid seperti quercetin dan rutin. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis interaksi 23 senyawa flavonoid pare dengan α-amylase melalui docking molecular, memprediksi profil ADME dan toksisitas, serta mendesain senyawa baru potensial sebagai kandidat antidiabetes.Metode: Penelitian ini dilakukan secara in silico menggunakan PyRx-AutoDock Vina untuk docking, VegaZZ, PyMOL, dan Discovery Studio untuk optimasi dan visualisasi, SwissADME untuk ADME, Toxtree untuk toksisitas. Validasi metode docking dilakukan dengan RMSD 2 Å. Hasil: Hasil docking menunjukkan genistein memiliki binding affinity -7,4 kkal/mol, nilai RMSD 1,538 Å  dan genistein memiliki kemiripan dengan ligan natif pada residu ASP300. Genistein memiliki profil ADME yang baik, dan toksisitas yang buruk yaitu High Class III . Desain senyawa baru dari genistein yaitu 4-2-hydroxy-1-hydroxymethoxybutylcyclohexan-1-ol memiliki interaksi asam amino yang sama dengan liganatif dan kontrol positif yaitu ASP300, binding affinity -5,6 kkal/mol, nilai RMSD 1.223 Å, ADME yang baik, dan toksisitas yang rendah. Kesimpulan: Senyawa aktif buah pare berpotensi sebagai inhibitor α-amylase.Kata kunci: α-Amylase, ADME, Molecular docking, Pare, Toksisitas
Co-Authors Achsantya, Raden Roro Karyna Cindy Addawiyyah, Muniroh Agung Eru Wibowo Aini, Riszki Nur Aisyah Rabitha Alisi Akhmad, Khabib Alia Anita Dwi Septiarini Anna Fitriawati Aprilia Rika Alvita Apriliawan, Hidayah Aqila Widya Sari Ariyanti Ariyanti Artini, Kusumaningtyas Siwi Azizah, Dinar Bagas Ardiyantoro Bagas Ardiyantoro Danang Raharjo Deniessa, Ardelea Desy Ayu Irma Permatasari Diza Aulia Ramadhani Dwi Bagus Pambudi Effendi Nursalim Ekarani, Meisyah Litang Endang Suciati Erick Ferdian Fadila, Vera Nurhidayatul Fazlin Fauzi Ferlinda Ayu Astuti Galuh Puspitasari Guterres, Agostinha Hafalika, Aviv Ifalahma, Darah Ika Dwi Ningrum Kharisma, Putri Nur Khilda Hilyatul 'Ulya Krisnantari, Ni Luh Novelia Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumasedya, Willyana Pratiwi Lende, Yulianus Erman Luthfiyanti, Niken Masruroh, Sururul Kamalin Muniroh Addawiyyah Mutiara Marzalina Wardhani Nabillah Sirli Okta Maharani Niken Luthfiyanti ningsih, endang wahyu Nissa Syahraningtyas Putri Nugraha, Novanda Satria Nur Azmi, Tasya Nabila Oktaviana, Aptika Pang Jyh Chyang Pratama, Kharisma Jayak Puguh Ika Listyorini Puspitasari, Rara Ayu Rafidah Hanifah Rahardian Ariana Putri Rahmasari, Ikrima Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ratna Safitri Rezky Ardika Pamungkas Rina Herowati Rohmana, Vivin Marwiyati Sari, Cantyka Eka Viemala Sejati, Siti Laila Utari Septian Maulid Wicahyo Septiarini, Anita Dwi Silvia Devi Silvia Mawardani Siregar, sherina Sarifitri Suwardi, Nisa Aura Rizky Tanoyo, William Tatiana Siska Wardani Tatiana, Siska Wardani Ucik Susilowati Urip, Sri Khanti Veranita, Weri Wahdah Sri Rahayu Wahyu Budi Utomo Wardani, Tatiana Siska Wargani, Rizki Nugraha Yosua Christabel Natanael Yuliana, Ana Yuliana, Silvia Zanjabila, Chanida Zavitra, Mei Nanda