Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Gangguan Pendengaran pada Karyawan di PT Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Luwuk : Description of Hearing Loss in Employees at PT Luwuk Diesel Power Plant Service Unit (ULPLTD) Irwan, Fitri Ramadani; Kanan, Maria; Tongko, Mirawati; Sakati, Sandy Novriyanto; Balebu, Dwi Wahyu; Salamat, Ferdy
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.401

Abstract

Gangguan pendengaran akibat kebisingan merupakan salah satu dampak lingkungan kerja yang tidak aman dan menjadi isu penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Data WHO (2023) menunjukkan sekitar 430 juta orang mengalami gangguan pendengaran dan diperkirakan meningkat hingga 700 juta pada tahun 2050. Industri pembangkit listrik termasuk sektor dengan tingkat kebisingan tinggi yang berisiko menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan pendengaran pada karyawan PT Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Luwuk. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 66 pekerja aktif. Pemeriksaan pendengaran dilakukan menggunakan hearing test berbasis frekuensi suara (Pitch/Hz) dan audiometri tutur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan bahwa pada telinga kanan, sebagian besar pekerja memiliki pendengaran normal (78,6%), sedangkan 16,1% mengalami gangguan pendengaran ringan dan 5,4% sedang. Pada telinga kiri, 87,5% pekerja memiliki pendengaran normal, 10,7% mengalami gangguan ringan, dan 1,8% sedang. Secara keseluruhan, terdapat 19,7% pekerja yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang pada salah satu atau kedua telinga. Pemeriksaan audiometri tutur menunjukkan seluruh pekerja masih mampu mengenali dan memahami suara dengan baik. Gangguan pendengaran diduga berkaitan dengan paparan kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas 85 dBA. Oleh karena itu, perusahaan disarankan melakukan deteksi dini secara berkala, pengendalian kebisingan, serta meningkatkan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri. Noise-induced hearing loss is one of the impacts of unsafe working environments and remains an important issue in occupational health and safety. According to the World Health Organization (2023), approximately 430 million people worldwide experience hearing impairment, and this number is projected to increase to 700 million by 2050. Power generation industries are among the sectors with high noise exposure, placing workers at risk of hearing disorders. This study aimed to describe the occurrence of hearing disorders among employees at the Diesel Power Plant Service Unit (ULPLTD) Luwuk. A descriptive observational study was conducted using a total sampling technique involving 66 active workers. Hearing assessments were performed using frequency-based hearing tests (Pitch/Hz) and speech audiometry. Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that in the right ear, 78.6% of workers had normal hearing, while 16.1% experienced mild hearing loss and 5.4% had moderate hearing loss. In the left ear, 87.5% of workers had normal hearing, 10.7% had mild hearing loss, and 1.8% had moderate hearing loss. Overall, 19.7% of workers experienced mild to moderate hearing loss in one or both ears. Speech audiometry indicated that all workers (100%) were still able to recognize and understand speech sounds. Hearing disorders were suspected to be associated with noise exposure exceeding the permissible exposure limit of 85 dBA. Therefore, regular early detection, effective noise control measures, and strict use of personal protective equipment are strongly recommended.
Perilaku Seksual Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan dengan Riwayat Penyakit Menular Seksual di Kabupaten Banggai: Sexual Behavior of Docker with Sexual Infected History in Banggai Regency Sombeng, Supardi; Herawati, Herawati; Sakati, Sandi Novryanto; Dwicahya, Bambang; Kanan, Maria; Ramli, Ramli
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.12

Abstract

Perilaku seksual dapat beresiko terjadinya Penyakit menular seksual (PMS) bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral, maupun anal. Kasus Penyakit Menular Seksual yang ditemukan pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan yang pernah menderita yaitu sebanyak 24 orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku seksual Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan yang pernah menderita penyakit menular seksual di Kabupaten Banggai. Lokasi penelitian dilakukan di kabupaten Banggai pada tahun 2016. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan direkam. Jumlah informan 17 orang, yang tidak bersedia diwawancara sebanyak 6 orang dan 1 orang telah meninggal dunia informan kunci sebanyak 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan sudah melakukan perilaku seksual yang beresiko yaitu perilaku seksual yang dilakukan secara berganti-gantian pasangan serta tidak menggunakan alat kontrasepsi dan terakhir kali informan melakukan hubungan seksual dengan wanita yang beresiko yaitu wanita pekerja seksual. Masyarakat diperlukan mendapatkan infomasi tentang perilaku-perilaku seksual yang beresiko pada kesehatan terutama tentang kesehatan reproduksi, sehingga kedepanyya mereka tidak akan mendapatkan penyakit yang dapat merugikan diri mereka sendiri. Sexual behavior can be at risk of sexually transmitted diseases (STDs) when having sexual intercourse by changing partners via vaginal, oral, or anal. Cases of sexually transmitted diseases were found in Port Loading and Unloading Workers who had suffered as many as 24 people. The purpose of this study was to determine the sexual behavior of Port Load Unloading Workers who had suffered from sexually transmitted diseases in Banggai District. The research location was conducted in Banggai district in 2016. The research was conducted in October-November 2016. This study used a qualitative method with in-depth interviews and recorded approaches. There were 17 informants, 6 of whom were unwilling to be interviewed and 2 of them had died as key informants. The results showed that the informants had carried out at risk sexual behavior that is sexual behavior that was carried out alternately-changing partners and did not use contraception and the last time the informant had sexual relations with women who were at risk namely women who were sex workers. Communities are required to get information about sexual behaviors that pose a risk to health, especially about reproductive health, so that in the future they will not get diseases that can harm themselves.
Edukasi Pencegahan Malaria melalui Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Education on Malaria Prevention through Increasing Community Knowledge in Sakay Village in 2025 Amalia, Risqa; Dwicahya, Bambang; Kanan, Maria
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.449

Abstract

Desa Sakay, Kecamatan Totikum, merupakan wilayah yang memiliki faktor risiko penularan malaria akibat kondisi lingkungan dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria melalui program penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan partisipatif yang disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 62 responden. Materi yang diberikan meliputi pengertian malaria, penyebab dan cara penularan, gejala, serta upaya pencegahan seperti penggunaan kelambu berinsektisida, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari gigitan nyamuk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif setelah dilakukan penyuluhan. Pada pre-test, responden dengan kategori pengetahuan baik sebesar 40,3%, cukup 53,2%, dan kurang 6,5%. Setelah penyuluhan (post-test), kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 98,4%, cukup menurun menjadi 1,6%, dan tidak terdapat lagi responden dengan kategori kurang (0%), dan sikap positif terhadap perilaku pencegahan mencapai 100%. Kegiatan Program penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria. Sakay Village, Totikum District, is an area with risk factors for malaria transmission due to environmental conditions and low public understanding of disease prevention. This community service activity aims to increase public knowledge about malaria through a health education program. The method used is educational education with a participatory approach accompanied by evaluation using pre-tests and post-tests for 62 respondents. The material provided includes the definition of malaria, causes and modes of transmission, symptoms, and prevention efforts such as the use of insecticide-treated bed nets, maintaining environmental cleanliness, and avoiding mosquito bites. The results of the activity showed an increase in descriptive knowledge after the education. In the pre-test, respondents with good knowledge were 40.3%, sufficient 53.2%, and poor 6.5%. After the education (post-test), the good knowledge category increased to 98.4%, sufficient decreased to 1.6%, and there were no more respondents with poor (0%) category, and positive attitudes towards preventive behavior reached 100%. This outreach program activity has proven effective in increasing public knowledge regarding malaria prevention.
Program Penyuluhan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan: National Health Insurance (JKN) Counseling Program in Sambiut Village, Totikum District, Banggai Islands Regency Sunarto, Mulya alifia; Sudarsa, Caca; Ramli, Ramli; Kanan, Maria
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.470

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program perlindungan kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan mengurangi risiko beban pembiayaan kesehatan rumah tangga. Namun, pemahaman masyarakat mengenai manfaat, hak dan kewajiban peserta, kepesertaan aktif, pembayaran iuran, serta alur pemanfaatan layanan kesehatan masih perlu diperkuat, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai program JKN di Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Kegiatan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan melibatkan 71 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas aparat desa, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, dan kader kesehatan. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi, penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta simulasi alur pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Responden dengan pengetahuan baik meningkat dari 43,7% pada pre-test menjadi 94,4% pada post-test, kategori cukup menurun dari 38,0% menjadi 5,6%, dan kategori kurang menurun dari 18,3% menjadi 0%. Pada aspek sikap, responden berada pada kategori positif sebesar 100% pada pre-test dan post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi JKN dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mempertahankan sikap positif terhadap kepesertaan serta pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan lanjutan diperlukan melalui pendampingan pengecekan status kepesertaan, edukasi pembayaran iuran, dan penguatan peran kader desa agar pemahaman masyarakat dapat berkembang menjadi kepesertaan JKN yang aktif dan berkelanjutan. The National Health Insurance Program (JKN) is an important health protection program that improves community access to health services and reduces the risk of household health-related financial burdens. However, community understanding of its benefits, participants’ rights and obligations, active membership, premium payment, and procedures for accessing health services still needs to be strengthened, particularly in rural areas. This community service activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding the JKN program in Sambiut Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The activity was conducted from January to February 2026 and involved 71 respondents selected using purposive sampling, consisting of village officials, community leaders, housewives, and health cadres. The intervention was carried out through socialization, educational material delivery, interactive discussion, and simulation of the health service flow. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results showed a descriptive increase in knowledge. Respondents with good knowledge increased from 43.7% in the pre-test to 94.4% in the post-test, while the moderate knowledge category decreased from 38.0% to 5.6%, and the poor knowledge category decreased from 18.3% to 0%. In terms of attitude, respondents remained in the positive category at 100% in both the pre-test and post-test. These findings indicate that JKN education can improve community knowledge and maintain positive attitudes toward membership and health service utilization. Follow-up activities are needed through assistance in checking membership status, education on premium payment, and strengthening the role of village health cadres to ensure that improved understanding can lead to active and sustainable JKN participation.
Co-Authors Achmad Sugandi Lasidengki Amalia, Risqa Arda, Zul Adhayani Ardiata, Ketut Baba, Julfa Badjuber, Magfira Balebu, Dwi Wahyu Bauntal, Severianus Bidullah, Ramli Bujana, I Kadek Sinta Caca Sudarsa Caca Sudarsa Cahya, Bambang Dwi Cahyani, Rathi Dwi Chrystina Natalia Pilok Natalia Cice Morintoh cindy suruata Daud Sandalayuk Deddy Alif Utama Dwi Gunawan, Nur Hendra Dwi Wahyu Balebu Dwicahya, Bambang Ekaputri, Risky Febriyani Febriyani Ferdy Salamat Fitri vebrianti Fitrianty Sutadi Lanyumba Franning Deisi Badu, Franning Deisi hafiudin lasompo Hairil Akbar Hanapi, Sunarti Handayani, Lisa Handayani, Tien W. Handayani, Tien Wahyu Harun, Amalia Hatta, Herman Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati I'in Inriani Intari, Luky Dwi Irwan, Fitri Ramadani Joni Tandi, Joni LA DEE, MUSTAKIM Lanyumba, Fitrianty S. Lanyumba, Fitriyanti Sutadi Lasompo, Nurul Fadillah Lidongi, Putri Marcelita Magfirah, Magfirah Makka, Asmaul Husna Marselina Palinggi Marselina Sattu Marsella, Mimi Meliani, Harnum Mirawati Tongko Muhammad Irzandi Arifai Muhammad Syahrir Mustika, Lulu Niluh Puspita Dewi, Niluh Puspita Nursin, Widyah Purnama Nuryani Nuryani Otoluwa, Anang Samudera Pongsampe, Gebby Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Recky Patala Reflin Mamitoho Riani, Ni P. I. Ririn Pakaya Risky Ekaputri Sakati, Sandy Novryanto Salamat, Ferdy Sandalayuk, Marselia Sarlina Manton Sobbay, Putri Sombeng, Supardi Suarsana, I Made Agus Sudarsa, Caca Sunarto, Mulya alifia Supardi Sombeng Sutrisnawati Mardin Tiak, Agnesria Ningsi Tofan, Moh Tongko, Mirawati Towulu, Dessy Gracelia Ulin Nam'ma Saputra Wahyuni Hafid, Wahyuni Wiji Lestari Wowor, Jilian Stevani Yunita Sari Thirayo