Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Perbandingan Respon Klinik Kaptopril dan Kombinasi Amlodipin-Kandesartan Pada Pasien Hipertensi Urgensi Nugroho, Agung Endro; Presticasari, Hardiyani; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.67258

Abstract

Hipertensi urgensi didefinisikan sebagai hipertensi akut parah yang tidak terkontrol tanpa disertai kerusakan organ dengan tekanan darah sistolik ≥180 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥110 mmHg. Kaptopril, Amlodipine dan Kandesartan merupakan obat yang banyak digunakan sebagai terapi hipertensi urgensi dengan target penurunan tekanan darah dalam waktu 24-48 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Kaptopril dan kombinasi Amlodipin-Kandesartan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat maupun bangsal rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cohort retrospektif dan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap catatan medik pasien hipertensi urgensi di salah satu RS pemerintah Kota Magelang periode Januari - Desember 2020. Jumlah subyek penelitian sebanyak 66 pasien, terdiri dari 30 pasien kelompok Kaptopril dan 36 pasien kelompok kombinasi Amlodipine-Kandesartan. Hasil dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan signifikan dalam menurunkan tekanan darah antara Kaptopril dan kombinasi Amlodipin- Kandesartan (p>0,05) pada 24 jam setelah terapi. Kaptopril mampu menurunkan tekanan darah sistolik 205,6±17,14 mmHg menjadi 149,27±20,7 mmHg atau menurun 27,40% dalam waktu 24 jam. Sedangkan,  kombinasi Amlodipin-Kandesartan menurunkan tekanan darah sistolik dari 202,36±18,58 mmHg menjadi 149,33±20,95 mmHg atau menurun 26,20% dalam waktu 24 jam. Kaptopril menurunkan tekanan darah diastolik 114,47±8,54 mmHg menjadi 89,17±8,36 mmHg atau menurun 22,10% dalam waktu 24 jam. Sedangkan, kombinsi Amlodipin-Kandesartan menurunkan tekanan darah diastolik dari 116,69±10,95 mmHg menjadi 90,06±11,94 mmHg atau menurun 22,83% dalam waktu 24 jam.
Identification of Potentially Inappropriate Medications (PIMs) by Beers Criteria in Geriatric Patients at RSA UGM Yogyakarta Ejaz, Sundas Ejaz; Rahmawati, Fita; Ikawati, Zullies
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.75186

Abstract

PIM (Potentially Inappropriate Medications) is one of the primary concerns leading to adverse health outcomes, higher risk of Adverse Drug Reactions (ADEs), decreased therapeutic effects, hospitalization, and unnecessary healthcare costs in the geriatric population. Therefore, this study aimed to determine the prevalence PIMs, and to identify the most common PIMs prescribed to hospitalized geriatric patients admitted at RSA UGM, Yogyakarta based on Beers Criteria 2019. A cross sectional study using electronic medical records data was conducted in geriatric patients aged >60 years admitted to the internal medicine ward. PIMs were identified using the Beers criteria 2019. Descriptive statistics were used to describe patient and drug characteristics. Total 70 geriatric patients met the inclusion criteria. The results revealed that the geriatric patients who received PIM were male (65.71%), in the age group of 60-65 years (51.42%), had comorbidities and polypharmacy between 5-9 (48.5%) and 61.42% respectively. The overall prevalence of PIMs was 77.1%, followed by prevalence of PIMs to be used with caution (70 percent), and PIMs avoided in geriatric patients (62.8%). The most commonly prescribed PIMs were diuretics (48.5%) and sliding scale insulin (24.2%). A high prevalence of PIMs was found in this study, which is alarming. The prescription of PIMs can be overcome by encouraging strategies, such as close monitoring of the patient's condition for potential ADEs, gender and pharmacokinetic/pharmacodynamic consideration when prescribing drug therapy to geriatric patients.
Dampak Penundaan Jadwal Kemoterapi Terhadap Rekurensi Pada Pasien Kanker payudara Mukrinin, Walit Uhkri; Nurrochmad, Arief; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.75491

Abstract

Kemoterapi merupakan modalitas pengobatan utama pada kanker payudara bersama dengan operasi dan radioterapi. Kemoterapi memberikan manfaat dalam peningkatan ketahanan hidup pasien, namun manfaat tersebut dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap jadwal kemoterapi. Dampak prognostik negatif dari keterlambatan dosis kemoterapi ini dapat berpengaruh pada hasil ketahanan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penundaan jadwal kemoterapi (alasan dan durasi penundaan) serta dampaknya terhadap rekurensi. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif, melibatkan 138 pasien wanita kanker payudara stadium awal (stadium I-IIB) yang mendapatkan kemoterapi. Ekposur dalam penelitian adalah penundaan jadwal kemoterapi dan durasi penundaan, sedangkan luaran penelitian adalah rekurensi kanker payudara. Data penelitian diperoleh dari rekam medik pasien di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Analisis penelitian menggunakan metode Chi-square, Kaplan-Meier serta Cox-regression untuk mengetahui Hazard Ratio dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan jadwal kemoterapi pada pasien kanker payudara berhubungan dengan meningkatkan resiko rekurensi (HR 4,718; 95% Cl: 1,533-14,520, log rank tes p=0,003). Sementara durasi penundaan jadwal kemoterapi ≤7 hari dan >7 hari tidak berhubungan dengan peningkatan resiko rekurensi (HR 1,001; 95% Cl: 0.307-3,260, log rank tes p=0,999). Keterlibatan farmasi klinis sangat diperlukan untuk mencegah dan menyelesaikan masalah terkait efek samping obat serta monitoring pengobatan sehingga luaran pengobatan menjadi optimal.
Pola Pemberian Nutrisi Parenteral Pada Neonatus di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. Indonesia Mahmuda, Hartati; Rahmawati, Fita; Mutiara, Rina
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.75586

Abstract

Neonatus merupakan pengguna terapi nutrisi parenteral paling banyak karena sebagian besar bayi prematur dan bayi lahir dengan berat sangat rendah akan membutuhkan terapi dukungan nutrisi sesegera mungkin setelah lahir. Pemberian nutrisi parenteral pada neonatus dapat mempengaruhi pertumbuhan pasca-kelahiran, meningkatkan perkembangan saraf, dan mengurangi risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian nutrisi parenteral yang diberikan pada neonatus diawal kelahiran. Penelitian ini menggunakan desain observational cross sectional. Penelusuran riwayat pemberian nutrisi parenteral pada neonatus dilakukan secara retrospektif melalui rekam medik dan sistem informasi manajemen rumah sakit. Sejumlah 118 neonatus memenuhi kriteria inklusi penelitian dengan kriteria berat badan ≤ 2.500 g, mendapatkan nutrisi parenteral di bangsal perinatologi, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Informasi jenis nutrisi parenteral yang diberikan kepada neonatus pada hari pertama kelahiran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jenis nutrisi parenteral yang diberikan meliputi makronutrisi berupa glukosa, protein, dan lipid serta mikronutrisi multivitamin, kalsium, dan fosfat. Sejumlah 35 neonatus mendapatkan nutrisi protein-glukosa dengan atau tanpa mikronutrisi, 23 neonatus dengan nutrisi protein-glukosa-lipid dengan atau tanpa mikronutrisi sejumlah 60 neuonatus dengan nutrisi glukosa dengan atau tanpa mikronutrisi.  Nutrisi parenteral yang diberikan beragam sesuai kebutuhan masing-masing neonatus agar tidak terjadi malnutrisi. 
Gambaran Profil Pengobatan Terapi Antihipertensi Pada Pasien Krisis Hipertensi Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Ismayati, Dwi; Endarti, Dwi; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.77852

Abstract

Krisis hipertensi merupakan suatu kelompok hipertensi berat yang dikategorikan menjadi hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya kerusakan organ. Hipertensi emergensi merupakan suatu kejadian hipertensi yang memerlukan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi pada pasien krisis hipertensi selama 24 jam di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospektif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan medik pasien krisis hipertensi di RSUP Dr Sardjito pada periode Januari 2018 hingga Juli 2022. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini sebanyak 37 subjek yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien krisis hipertensi paling banyak terjadi pada rentang usia 41-60 tahun yaitu sebesar (59,46 %), kemudian usia lebih dari 60 tahun (29,73 %), dan usia 18-40 tahun (10,81%). Klasifikasi krisis hipertensi yang paling banyak yaitu hipertensi urgensi (64,86 %), sedangkan hipertensi emergensi (35,14 %). Gambaran terapi antihipertensi yang digunakan pada kasus krisis hipertensi di RSUP Dr. Sardjito terdiri dari kombinasi 2 antihipertensi sebesar (40%), antihipertensi tunggal (32%), kombinasi 3 antihipertensi (19%) dan kombinasi 4 antihipertensi, kombinasi 5 antihipertensi, kombinasi 6 antihipertensi masing-masing sebesar (3%).
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Berat Badan Pada Neonatus dengan Berat Badan Lahir Rendah Sari, Ernika; Rahmawati, Fita; Mutiara, Rina; Yuniarti, Endang
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.79004

Abstract

Penambahan berat badan pada bayi berat lahir sangat rendah sangat dianjurkan untuk mencegah kegagalan pertumbuhan. Beberapa faktor dapat mempengaruhi peningkatan berat badan pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin, usia gestasi, berat lahir, pemberian human milk fortifier (HMF) dan nutrisi parenteral terhadap peningkatan berat badan neonatus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subjek penelitian merupakan pasien neonatus yang menjalani perawatan pada tahun 2019 – 2021 di RSUP Dr. Sardjito dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Peningkatan berat badan dihitung dari selisih antara berat saat meninggalkan rumah sakit dengan berat lahir. Data dipilih secara consecutive sampling, didapatkan 128 subjek penelitian. Analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda diperoleh pengaruh signifikan pada berat lahir (p = 0.000), pemberian HMF (p = 0.007) dan nutrisi parenteral (p = 0.008) terhadap peningkatan berat badan Sedangkan jenis kelamin, cara lahir dan usia gestasi tidak mempengaruhi peningkatan berat badan (p>0.05). Pemberian HMF dan nutrisi parenteral merupakan faktor yang berhubungan dengan pertambahan berat badan pada neonatus terutama dengan berat badan lahir rendah. 
Identification of Adverse Drug Reactions of Antidiabetic Drugs Among Hospitalized Elderly Patient with Diabetes Udhiyati, Aida; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.80221

Abstract

The pharmacologic management of many acute and chronic conditions and the aging population have contributed to increasing medication use among elderly patients, this situation may lead to drug-related problems (DRPs) especially adverse drug reactions (ADR). This study aims to identify ADR of antidiabetic drugs among hospitalized elderly patient with diabetes. This descriptive observational study with a cross sectional design involved 98 geriatric patients at UGM Academic Hospital that admission between January to December 2021. The inclusion criteria were patients aged above 60 years, has complete medical record and patient was diagnosed with diabetes. WHO-UMC causality assessment criteria and Hartwig and Siegel’s scale was used for the assessment of causality and severity of ADRs, respectively. Number of patient who had experienced ADR were 15 (15.31%) patients with total ADR event were 15 (15.31%) ADRs. The result recorded 11 (11.22%) patients experienced ADR with causality category possible and severity category moderate, and 4 (4.09%) patients experienced ADR with causality category possible and severity category mild. Clinical manifestation of those ADR were nausea, heartburn, hypokalemia and hypoglycemia. The suspected antidiabetic drugs that caused ADR were metformin and insulin. Given pharmaceutical care among elderly with diabetes is pivotal to prevent ADR of antidiabetic drugs.
COMPARATIVE STUDY OF GENDER REASSIGMENT IN INDONESIA IN THE PERSPECTIVE OF POSITIVE LAW AND ISLAMIC LAW Rahmawati, Fita; Hidayah, Astika Nurul
UNTAG Law Review Vol 7, No 2 (2023): UNTAG LAW REVIEW (ULREV)
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/ulrev.v7i2.4486

Abstract

Gender and sex are two different things. Sex is synonymous with the difference in physical form between women and men. While gender refers more to the characteristics, roles, functions, status, and responsibilities. Some people feel that their gender and sex are not in harmony, so they decide to change their sex by having sex reassignment surgery, and ask for a court order. This is certainly a pro and con for Indonesian society, which is predominantly Muslim, especially if a Muslim changes his or her gender. This research aims to analyze the regulation of sex reassignment in Positive Law and Islamic Law in Indonesia. This research uses the normative juridical method, namely with statutory documents, and other literature studies related to this research. The results of the study show that in Indonesia there is no specific regulation regarding sex reassignment due to sex reassignment surgery, but judges usually use jurisprudence and use the provisions of Article 56 Number 24 of 2013 concerning Population Administration, while in the view of Islamic Law the law of sex reassignment surgery is prohibited, unless the surgery is for health purposes then there are some scholars who allow it.
Complexity of Treatment Regimens and Patient Adherence in Individuals with Heart Failure in Yemen: A cross Sectional Study Abdullah, Ramez; Rahmawati, Fita; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.96997

Abstract

Various studies have consistently found that increased complexity in medication regimens leads to poorer adherence. Recognizing the growing global prevalence of heart failure and the specific challenges it presents, especially in low-resource settings, this study aims to investigate the influence of complexity of treatment regimens on adherence levels among Individuals with heart failure in Yemen. Through a cross-sectional observational study conducted at three major hospitals in Sana’a, structured questionnaires were employed to assess self-reported medication adherence and regimen complexity. The findings reveal a significant negative association between higher regimen complexity and adherence with regression coefficient (B = -0.150; P value 0.020). Moreover, socioeconomic factors such as income (B = 2.753; P value 0.000) and employment status (B = -1.380; P value 0.006) were found to exert considerable influence on adherence levels. This study underscores the imperative for simplified medication regimens and improved patient education to enhance adherence rates among heart failure patients in developing nations.
Narative Review: Kejadian Dan Mekanisme Kardiotoksisitas Pada Pasien Kanker Payudara Setelah Penggunaan Trastuzumab Sari, Laras Ratna; Murwanti, Retno; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.97047

Abstract

Kardiotoksisitas adalah terjadinya disfungsi jantung sebagai kerusakan listrik atau otot, yang mengakibatkan jantung menjadi lebih lemah dan tidak efisien dalam memompa darah. Kardiotoksisitas dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti agen kemoterapi, pengobatan radioterapi, komplikasi dari anoreksia nervosa, efek samping dari asupan logam berat. Kardiotoksisitas juga terjadi pada pasien kanker payudara yang diberikan terapi trastuzumab. Tujuan dari tinjauan artikel ini yaitu untuk mengetahui kejadian kardiotoksisitas setelah penggunaan trastuzumab dan mekanisme efek kardiotoksisitas trastuzumab pada pasien kanker payudara. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu menggunakan beberapa pencarian menggunakan PubMed, ScienceDirect dan Google Cendekia untuk penelitian yang membahas efek kardiotoksisitas trastuzumab pada pasien kanker payudara dari tahun 2018 sampai dengan 2023. Dari total 171 artikel, yang kemudian dievaluasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 157 artikel dikeluarkan dan 14 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Mekanisme terjadinya kardiotoksisitas oleh trastuzumab melalui mekanime penghambatan HER2 dan autophagy. Kesimpulannya, Pemilihan trastuzumab sebagai pilihan terapi pada pasien kanker payudara harus dipertimbangkan dengan cermat dan diperlukan pemantauan fungsi jantung.  
Co-Authors Abdullah, Ramez Agung Endro Nugroho Almira, Deta Anggriani, A. Anna Wahyuni Widayanti Annafiatuzakiah Annafiatuzakiah Arief Nurrochmad Arini, Yovita Dwi Astri Herawati, Astri Astuti Astuti Mahardika Astuti, Surya Yuli Aulia Fitri, Aulia Azhar Syed Sulaiman, Syed Azni, Meicella Bathari, Anggraini Citra Ryshang Chairun Wiedyaningsih Dewi Wulandari Djoko Wahyono Dwiningrum, Arissa Ejaz, Sundas Ejaz Ellykusuma, Nany Yusuf Ellykusuma, Nany Yusuf Endang Lukitaningsih Endang Yuniarti Erna Prasetya Ningrum Fitri Wulandari Fortuna, Tista Ayu Gunarsih, Vidiya Haqoiroh Hidayah, Astika Nurul I Dewa Putu Pramantara I Gede Ketut Sajinadiyasa Ihsan, Mawardi Ika Puspita Sari Irnayanti, Irnayanti Ismayati, Dwi Jatiningsih, Setiyati Kartika Widayati Taroeno Hariadi Kurniawati, Fivy Lily Annisa, Lily Lukman Hakim Lupitaningrum, Dita Marina Mahmuda, Hartati Marlyn Dian Laksitorini Marlyn Dian Laksitorini, Marlyn Dian Maya Arfania Mayasari, Gita Medisusyanti, Amalia Suci Megawati, Sefi Mpila, Deby Afriani Mukrinin, Walit Uhkri Mulyani, Tuty Mustafidah, Nasikhatul Nanang Munif Yasin Neneng Ratnasari NSH, Maria Caecilia Nurcahya, Bekti Meilani Nurcahya, Bekti Meilani Nurlena Ikawati, Nurlena Oktasari, Sholikhah Rosvita PALUPI, Poppy Diah Parwatininghati, Ni Putu Pinasti Utami, Pinasti Presticasari, Hardiyani Probosuseno Probosuseno, Probosuseno Purwaningsih, Avianti Eka Dewi Aditya Puspitasari, Winda Dwi Putra, Aditya Maulana Perdana R.A. Oetari, R.A. Radiyanti, Radiyanti Rahayu, Asri Rahmawati, Reza Retno Murwanti Riana Mashar Rina Mutiara, Rina Robosuseno, Robosuseno Rukminingsih, Fef Salamah, Ardhanarishwari Umi Sammulia, Suci Fitriani Sapriati, Aisyah Nur Sari, Ernika Sari, Laras Ratna Sari, Ratih Pratiwi Septiani, Ana Maulida Siradjuddin, Ammar Syed Azhar Syed Sulaiman, Syed Azhar Syed Titik Nuryastuti Tri Murti Andayani Triananingsih, Novi Udhiyati, Aida Wahab, Izyan Abdul Willi Wahyu Timur Yoga, Bambang Hastha Yulia Maftuhah Hidayati