Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI MANUSIA KELAS XI MIA SMA NEGERI 16 MEDAN Rahmayani Rahmayani; Masdiana Sinambela; Rosida Rosida
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v5i2.8415

Abstract

The objective of this research is to know the student™s learning difficulties in the material of SystemHuman's Excretion from indicator aspects and factors students learning difficulties on the System Human'sExcretion class XI MIA in SMA Negeri 16 Medan year learning 2016/2017. The research design used is descriptivequantitative. Samples was taken by Purposive Sampling which amounts 80 students. Data colletion techniquesused were test and questionnaire. The results of research showed that students were categorized as incomplete.Presentation of student learning difficulties on aspects of learning indicators that are indicators-1 of 52.81% in thecategory of very high difficulty, in indicator-2 of 55.41% in the very high difficulty category, in indicator -3 of 64% inthe category of very high difficulty, in indicator-4 of 52.25% in the category of very high difficulty, in indicator-5 of40.625% in high difficulty category, on indicator-6 of 50.41% is in the category of very high difficulty. The factorsthat cause student learning difficulties in studying the subject matter of human excretion system are health,student attention, interest, motivation, learning standard, subject matter, parent and school atmosphere,intelligence, teacher teaching method and media.Keywords: factor learning difficulties, learning Indicators, learning difficulties
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KEKARANTINAAN KESEHATAN DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI PENYAKIT INFEKSI EMERGING DI WILAYAH KERJA DALAM KOTA PADA BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I BANDA ACEH Rahmat Setiadi; Rahmayani Rahmayani; Burhanuddin Syam; Evi Dewi Yani; Sri Rosita; Ismail Ismail
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5724

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyakit infeksi emerging merupakan ancaman kesehatan global yang memerlukan kesiapan petugas kekarantinaan kesehatan, terutama di wilayah kerja dalam kota dengan akses pintu masuk internasional seperti Banda Aceh. Pengetahuan dan sikap petugas diduga berperan penting dalam menentukan tingkat kesiapan mereka menghadapi penyakit tersebut. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh pada wilayah kerja dalam kota berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian: dari hasil analisis bivariat didapatkan variabel pengetahuan p value=
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Jamaliah Jamaliah; Evi Dewi Yani; Sri Rosita; Rahmayani Rahmayani; Yunita Yunita; Ismail Ismail
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5491

Abstract

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAPAKTUAN Rosita Rosita; Rahmayani Rahmayani; Husna Husna; Sri Rosita; Evi Dewi Yani; Yunita Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4891

Abstract

Latar Belakang: Data yang didapatkan di Puskesmas Tapaktuan diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan, ada 8 Posbindu yang tersebar di 8 desa. Jumlah Masyarakat yang berkunjung ke posbindu rata-rata berumur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan posbindu di masing-masing desa yaitu Air berudang 94 jiwa, Gunung kerambil 124 jiwa, Lhok Keutapang 143 jiwa, Hilir 85 jiwa, Tepi air 94 jiwa, Hulu 230 jiwa, Padang 97 jiwa, Jambo apha 81 jiwa. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tapaktuan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua Masyarakat yang berumur 40 tahun ke atas di wilayah Puskesmas Tapaktuan berjumlah 948 orang. Dan sampel penelitian setelah dicari dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 91 orang. Analisis digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan Posbindu PTM tidak aktif sebanyak 54,9%, pengetahuan responden kategori kurang baik sebanyak 57,1%, peran kader dengan kategori kurang berperan sebanyak 52,7%, jarak tempuh dengan kategori jauh sebanyak 59,3%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa pengetahuan dengan nilai p=0,036, peran kader p=0,001, jarak tempuh p=0,003. Kesimpulan: pengetahuan, peran kader dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan. Diharapkan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.   
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SABANG Namira Yusuf; Rahmayani Rahmayani; Lailatul Qadri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5181

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama pada kelompok remaja, anemia ditandai dengan rendahnya konsentrasi hemoglobin (Hb) yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah, meningkatnya kerusakan eritrosit, kehilangan darah yang berlebihan dan defisiensi Fe yang berperan besar dalam kejadian anemia. Di Provinsi Aceh, remaja putri usia 10-18 tahun sebanyak 57,1% mengalami anemia dengan jenis anemia defisiensi zat besi. Dan dari survei awal yang penulis lakukan ditemukan 10 orang siswi menderita anemia dari 14 orang siswi yang diperiksa Hb nya dengan klasifikasi 9 orang anemia ringan dan 1 orang anemia sedang. Hasil wawancara terhadap 10 orang siswi yang mengalami anemia di SMA Negeri 1 Sabang diketahui bahwa 7 orang siswi mengalami gangguan konsentrasi belajar sehingga prestasinya menurun, 8 orang siswi belum memahami dengan benar tentang anemia, 9 siswi mengalami siklus pendek, lama menstruasi lebih dari 7 hari. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sabang. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 1 dan kelas 2 SMA Negeri 1 Sabang yang berjumlah 117 orang dan menjadi sampel penelitian sebanyak 54 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 07 sampai dengan 17 Juli 2017. Analisa data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian diketahui yang mengalami anemia dari 54 responden yaitu sebanyak 29 orang (53,7%). Responden rata-rata berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 23 orang (42,6%) serta memiliki pola menstruasi yang tidak normal yaitu sebanyak 32 orang (59,3%). Kesimpulan dan Saran : ada hubungan pengetahuan, pola menstruasi dengan kejadian anemia. Diharapkan pihak sekolah dapat mengadakan kegiatan pemeriksaan Hb setiap bulannya kepada siswi, dan memberikan penyuluhan tentang penanggulangan anemia pada remaja putri. Dan bagi peneliti lain dapat menjadi informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan serta melakukan  penelitian lebih mendalam tentang anemia dengan variabel dan design penelitian yang berbeda. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAPAKTUAN Rosita Rosita; Rahmayani Rahmayani; Husna Husna; Sri Rosita; Evi Dewi Yani; Yunita Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4891

Abstract

Latar Belakang: Data yang didapatkan di Puskesmas Tapaktuan diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan, ada 8 Posbindu yang tersebar di 8 desa. Jumlah Masyarakat yang berkunjung ke posbindu rata-rata berumur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan posbindu di masing-masing desa yaitu Air berudang 94 jiwa, Gunung kerambil 124 jiwa, Lhok Keutapang 143 jiwa, Hilir 85 jiwa, Tepi air 94 jiwa, Hulu 230 jiwa, Padang 97 jiwa, Jambo apha 81 jiwa. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tapaktuan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua Masyarakat yang berumur 40 tahun ke atas di wilayah Puskesmas Tapaktuan berjumlah 948 orang. Dan sampel penelitian setelah dicari dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 91 orang. Analisis digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan Posbindu PTM tidak aktif sebanyak 54,9%, pengetahuan responden kategori kurang baik sebanyak 57,1%, peran kader dengan kategori kurang berperan sebanyak 52,7%, jarak tempuh dengan kategori jauh sebanyak 59,3%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa pengetahuan dengan nilai p=0,036, peran kader p=0,001, jarak tempuh p=0,003. Kesimpulan: pengetahuan, peran kader dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan. Diharapkan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.   
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SABANG Namira Yusuf; Rahmayani Rahmayani; Lailatul Qadri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5181

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama pada kelompok remaja, anemia ditandai dengan rendahnya konsentrasi hemoglobin (Hb) yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah, meningkatnya kerusakan eritrosit, kehilangan darah yang berlebihan dan defisiensi Fe yang berperan besar dalam kejadian anemia. Di Provinsi Aceh, remaja putri usia 10-18 tahun sebanyak 57,1% mengalami anemia dengan jenis anemia defisiensi zat besi. Dan dari survei awal yang penulis lakukan ditemukan 10 orang siswi menderita anemia dari 14 orang siswi yang diperiksa Hb nya dengan klasifikasi 9 orang anemia ringan dan 1 orang anemia sedang. Hasil wawancara terhadap 10 orang siswi yang mengalami anemia di SMA Negeri 1 Sabang diketahui bahwa 7 orang siswi mengalami gangguan konsentrasi belajar sehingga prestasinya menurun, 8 orang siswi belum memahami dengan benar tentang anemia, 9 siswi mengalami siklus pendek, lama menstruasi lebih dari 7 hari. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sabang. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 1 dan kelas 2 SMA Negeri 1 Sabang yang berjumlah 117 orang dan menjadi sampel penelitian sebanyak 54 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 07 sampai dengan 17 Juli 2017. Analisa data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian diketahui yang mengalami anemia dari 54 responden yaitu sebanyak 29 orang (53,7%). Responden rata-rata berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 23 orang (42,6%) serta memiliki pola menstruasi yang tidak normal yaitu sebanyak 32 orang (59,3%). Kesimpulan dan Saran : ada hubungan pengetahuan, pola menstruasi dengan kejadian anemia. Diharapkan pihak sekolah dapat mengadakan kegiatan pemeriksaan Hb setiap bulannya kepada siswi, dan memberikan penyuluhan tentang penanggulangan anemia pada remaja putri. Dan bagi peneliti lain dapat menjadi informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan serta melakukan  penelitian lebih mendalam tentang anemia dengan variabel dan design penelitian yang berbeda. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN RISIKO KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI LAKI-LAKI DI PESANTREN MARKAZ AL-ISHLAH AL-AZIZIYAH BANDA ACEH Sri Rosita; Rahmayani Rahmayani; Evi Dewi Yani; Yunita Yunita; Tika Indiraswari; M. Rio Prayudiski
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5437

Abstract

Background of the Problem: The quality of health services is one of the main indicators used to assess the performance of health facilities. Patient satisfaction reflects the extent to which healthcare institutions can meet community expectations and needs through the services provided. This study aims to determine the relationship between service quality and patient satisfaction at Darul Imarah Public Health Center, Aceh Besar District. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all patients visiting Darul Imarah Health Center, totaling 2,024 individuals, with a sample of 96 respondents selected using an accidental sampling technique. Data were collected through interviews using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-Square test with a 95% confidence level (? = 0.05). The results showed that the majority of patients (65.6%) were satisfied with the healthcare services provided. Most respondents rated the quality of services in the dimensions of reliability (59.4%), responsiveness (59.4%), assurance (68.8%), empathy (62.5%), and tangibles (62.5%) as good. Statistical analysis revealed a significant relationship between all dimensions of service quality and patient satisfaction (p < 0.05). In conclusion, good service quality in the aspects of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles influences patient satisfaction. It is recommended that the health center continuously improve service quality, particularly in responsiveness and empathy, to enhance overall patient satisfaction. Keywords: Service Quality, Patient Satisfaction, Darul Imarah
Co-Authors Adisty Garandina Ainsyah, Ainsyah Alya Sania Putri Amini, Hijratun Andi Uceng Aris Munandar Artika Pertiwi, Artika Asiah Ramadhani ASNIMAR ASNIMAR, ASNIMAR Aulia Dea Ananda Ayu Nadira Wulandari Azhar, Wahyu Batubara, Apriany Ramadhan Dessy Wulandari Dewiyani, Evi Dhea Ananda Br Barus Djam'an, Nurwati Dwi Wulan Joy Lumbantobing Eka Khairani Hasibuan Arrifa Ernita Pasaribu Eunike Gracia Sormin Fachrur Rozi Fahrur Rozi Fauzan Azima Fenny Rizky Amelia Fitra, Apriyus Halimah Sari Lubis Hamzah, Diza Fathamira Harahap, Lila Mawaddah Hariyanti Hamid Hasymiah, Hasymiah Hidayati Ruslaini Husna Husna Husna, Malaul Iasyah Fakharany Ilda Zahratunisa Iskandar Iskandar Ismail Ismail Jamaliah Jamaliah Khairani Syahfitri Khairunnisa, Armelia Khoirun Nisa Lailatul Qadri LUKMAN, LUKMAN M. Rio Prayudiski Marniati Marniati, Marniati Maryam, Nilam Masdiana Sinambela Maulidina Panjaitan Meilina, Rulia Miftahul Jannah Miranti, Fehmita Misriani, Misriani Muhammad Ilham Musdalifa Musdalifa Muthi’ah Syifa Isnaini Mutia Sari, Shinta Mutiah Mutadayyaniah Marbun Muttazimah, Muttazimah Nadia Dwi Utami Nadya Tesalonika Simbolon Namira Yusuf Natasya Ruth Panjaitan Novizar Nazir Nuraisyah Syahrun Nurdin Arsyad, Nurdin Nurlaila Nasution Nurul Hidayanti Nurwandri, Andri Oktaviani, Silvia Rizki Putri Adhelia Br Damanik Rafiansyah, Rafiansyah Rahmat Setiadi Rahmawaty, Rahmawaty Ratna Wilis Ratno, Suyit Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Riyadi, Alif Andaru Rizky Swastika Renjani Rosida Rosida Rosita Rosita RR. Ella Evrita Hestiandari Samsir Samsir, Samsir Santy, Putri Saraswati, Lucia Sasri Agustina Putri Sendy, Beby Sitepu, Lily Amanda Siti Annisa Sri Rahayu Ningsih Sri Rosita Sri Rosita Subagio, Selamat Suci Dahlya Narpila Suci Salsabila Syahid, Abdur Rahman Syam, Burhanuddin Tania Eviana Tika Indiraswari Tika Swandarini Umi Salamah Yohana Oktaferin Situmorang Yuliana, Maya Yulidar Yulidar Yunita Yunita Yunita Yunita Yunita, Ayuwari Za, Raudhatun Nurul Zetra Hainul Putra