Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Konsumsi Lemak, Natrium, Serat, Dan Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Studi Di UPT Puskesmas Anjir Muara Milawati; Sajiman; Yasir Farhat; Meilla Dwi Andrestian
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.928

Abstract

Hipertensi pada usia produktif merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor perilaku dan psikologis. Data masalah yang ada di UPT Puskesmas Anjir Muara terjadi peningkatan kasus dari 714 menjadi 1502 kasus tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola konsumsi lemak, natrium, serat, serta tingkat stres pada penderita hipertensi  usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir Muara. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan rancangan case control dengan metode wawancara menggunakan kuesioner pada responden kasus dan kontro, dengan uji chi square.Responden memiliki pola konsumsi lemak dan natrium yang sering, masing-masing sebesar 60,8% dan 57,0%. Konsumsi serat juga relatif sering 52,7%. Tingkat stres sebagian besar berada pada kategori sedang  yaitu 92,5%, sedangkan stres tinggi sebesar 7,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi lemak (p=0,024; OR=0,505) dan tingkat stres dengan hipertensi (p=0,001; OR=14,950). Sementara konsumsi natrium (p=0,300; OR=1,422) dan serat (p=0,078; OR=0,594) tidak menunjukkan hubungan signififikan. Berdasarkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi lemak tinggi dan stres merupakan faktor dominan dalam peningkatan risiko hipertensi, sehingga pengendalian pola makan dan manajemen stres direkomendasikan sebagai strategi pencegahan. Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi lemak, mengelola stres dengan baik, serta meningkatkan konsumsi serat. Pihak puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi rutin mengenai gizi seimbang dan deteksi dini hipertensi.
Penyuluhan Dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil Tentang Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura Yasir Farhat; Aprianti Aprianti; Niken Pratiwi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1780

Abstract

Stunting (kondisi tubuh pendek atau sangat pendek dibandingkan usia) tetap menjadi masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kesehatan anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Kondisi ini merupakan indikator status gizi kronis yang mencerminkan hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang. Data terkini dari Puskesmas Astambul di Martapura per 16 April 2025 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 33,98% pada balita. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Farhat dkk. pada Maret 2025 menemukan tingkat stunting sebesar 39% pada balita di beberapa Posyandu. Salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai cara yang tepat dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari sesi penuluhan melalui presentasi/ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan pelatihan praktik. Sebanyak dua puluh lima ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tingkat pengetahuan dievaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta; nilai rata-rata meningkat dari 89,2 sebelum pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan menjadi 95,6 setelahnya. Penyuluhan dan pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting serta keterampilan mereka dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan pangan lokal, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengatasi tantangan program gizi, khususnya terkait stunting pada balita.