Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Dan Pendampingan Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru Farhat, Yasir; Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.827

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu hamil adalah kekurangan energi kronik (KEK). KEK dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terhambat dan risiko tinggi komplikasi persalinan. Prevalensi KEK cukup tinggi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman dan perawatan ibu hamil dengan kondisi tersebut. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK serta memberikan pendampingan dalam mengelola kondisi KEK mereka. Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari penyuluhan dengan metode presentasi/ceramah dan tanya jawab serta pendampingan dengan konseling menggunakan media leaflet. Jumlah peserta sebanyak 15 orang ibu hamil yang KEK. Setelah itu dilakukan evaluasi pengetahuan dengan pre test dan post test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dan pendampingan yaitu rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dan pendampingan adalah 79 dan sesudah penyuluhan dan pendampingan adalah 90. Simpulan: Penyuluhan dan pendampingan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang Kekurangan Energi Kronik sehingga kegiatan ini sangat berguna untuk mengatasi masalah program gizi khususnya KEK pada ibu hamil.
The Effect of Educational Game Method with Snakes and Ladders Media on Knowledge and Attitude of Fish Consumption among Elementary School Students Jannah, Raudatul; Farhat, Yasir; Nurhamidi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i2.227

Abstract

Primary school children in Indonesia face nutritional problems that impact their growth. The results of the study at SDN Sungai Kuini 1 showed that the level of knowledge of fish consumption was mostly sufficient (37.5%), and less (62.5%). attitudes towards fish consumption showed a positive attitude (50%), moderately positive attitude and less each (25%). The purpose of this study was to determine the effect of educational game methods with snakes and ladders media on knowledge and attitudes towards fish consumption in elementary school students. This study used a quasi experiment method with a two group pretest posttest design with control group. The population consisted of 91 students, with a sample of 32 students taken using the Stratified Random Sampling method. The sample was divided into intervention group (three-dimensional snakes and ladders game) and control group (two-dimensional snakes and ladders game). Knowledge and attitude data were collected through interviews using questionnaires, and data analysis using the Paired Samples T Test and Independent Samples T Test. Statistical test results showed a difference in knowledge and attitude scores before and after treatment in each group (p < 0.05). The analysis also found significant differences in knowledge and attitude scores after treatment in each group (p < 0.05). However, based on the mean difference, the intervention group showed a more significant improvement in knowledge and attitude. The three-dimensional snakes and ladders game has been proven to have an effect in improving knowledge and attitudes. For future research, it is suggested that researchers can develop or use other educational media in the form of games to achieve more varied and in-depth results
The Effect of Mocaf Flour and Yellow Pumpkin Flour (Cucurbita Moschata) Proportion on the Acceptability and Physicochemical Quality of Wet MI Ni’mah, Isna Khairun; Syainah, Ermina; Yanti, Rusmini; Aprianti; Nurhamidi; Farhat, Yasir
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1014

Abstract

Overcoming dependence on wheat flour as raw material, researchers want to develop a wet noodle product by using mocaf flour to substitute wheat flour and adding pumpkin flour to increase the nutritional value of wet noodles, namely potassium minerals as an alternative main food that can help lower blood pressure in hypertension sufferers.To determine the effect of the proportion of mocaf flour and pumpkin flour on the physicochemical quality of wet noodles. This type of research uses an experimental study design with a Completely Randomized Design (CRD). The comparison of the proportions of mocaf flour and pumpkin flour is P0 (100g : 0g), P1 (95g : 5g), P2 (90g :10g), P3 (85 g :15g), P4 (80g :20g). Physical quality and chemical quality test data were analyzed using the Independent T-test. The research results show that the percent water absorption capacity; percent elongation; potassium levels; and sodium levels, namely P0 (58.5% ; 19.8% ; 16.5mg/100 g; 5.64 mg/100g), P2 (70.3% ; 8.8% ; 55.95 mg/100g ; 5.55 mg/100g). The best treatment P2 does not meet the adult RDA percentage and cannot be classified as high in potassium. Wet noodle products cannot yet be used as an alternative to foods high in potassium for preventing hypertension.
Pengaruh Permainan Edukatif Ular Tangga Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Gizi Seimbang Madinah, Sari; Farhat, Yasir; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.176

Abstract

Permasalahan gizi anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan fisik, psikologis dan prestasi menurun. Salah satu penyebabnya kurang pengetahuan dan kesadaran gizi. Cara yang efektif memberikan pengetahuan dengan menggunakan media agar mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode edukasi dengan permainan ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Tanah Laut. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan two group pretest posttest with control group design. Populasi berjumlah 213. Sampel diambil secara Stratified Random Sampling diperoleh 32 siswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu intervensi (permainan ular tangga) dan kontrol (ceramah). Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Terdapat perbedaan skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan pada tiap kelompok (p=<0,05). Hasil analisis skor pengetahuan dan sikap sesudah diberikan perlakuan tiap kelompok terdapat perbedaan yang signifikan (p=<0,05). Namun berdasarkan selisih rata-rata kedua kelompok diperoleh selisih lebih besar pada kelompok intervensi yaitu pengetahuan sebesar 1,31 dan sikap sebesar 0,94 yang berarti kelompok intervensi lebih unggul. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode edukasi dengan media permainan ular tangga maupun ceramah keduanya berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, namun metode edukasi dengan permainan ular tangga memiliki pengaruh lebih besar terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi seimbang.
Hubungan Pemberian Makanan,Pemberian ASI Eklusif, dan BBLR dengan Kejadian Stunting Balita (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pugaan Kabupaten Tabalong) Pratama, Jordi Ego; Farhat, Yasir; Anwar, Rosihan
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.189

Abstract

Balita adalah kelompok yang rentan masalah gizi salah satunya adalah stunting karena pada usia tersebut mereka mulai mengenal dan mengikuti pola makan orang dewasa. Stunting disebabkan oleh faktor yang sangat komplek yaitu ketahanan pangan, pengetahuan ibu, pola asuh, pelayanan kesehatan, pengetahuan keluarga, berat badan lahir, penyakit infeksi, dan asi ekslusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian makanan, pemberian asi esklusif dan bblr dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pugaan Kabupaten Tabalong. Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Populasi adalah balita usia 24-59 bulan dengan sampel penelitian 82 orang yang diambil menggunakan dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian ini yaitu pemberian makanan, pemberian asi esklusif, bblr dan kejadian stunting. Pengambilan data dengan cara kuesioner dan wawancara serta analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan 95,2% pemberian makanan kurang tepat pada balita stunting dan 2,4% pada balita tidak stunting. Terdapat 41,5% ASI Ekslusif pada balita stunting dan 68,3% pada balita tidak stunting. Terdapat 24,4% balita yang mengalami BBLR pada balita stunting dan 14,6% pada balita tidak stunting. Ada hubungan pemberian makanan, dan pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting. Tidak ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting. Diharapkan kepada ibu balita sering mengikuti penyuluhan-penyuluhan di posyandu dan di puskesmas, ataupun mencari informasi tentang stunting di media sosial.
Model Faktor Risiko Stunting Balita: Studi di Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar Farhat, Yasir
Jurnal Skala Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Januari 2026
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v17i1.482

Abstract

Stunting is a growth disorder caused by long-term chronic malnutrition. Based on e-PPGBM data, the prevalence of stunting among children under five at the Astambul Health Center was 20.89% in October 2023 and increased to 27.01% in February 2024. This study aimed to analyze the factors influencing stunting and to develop a model of its incidence among toddlers in the working area of Astambul Health Center, Banjar Regency. This research used an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 96 mothers of under-five children were selected through purposive sampling. Data were collected through anthropometric measurements and structured interviews using questionnaires, then analyzed with multiple logistic regression. The results showed that most mothers had an ideal pregnancy interval (82.3%) and attended ≥4 antenatal visits. Most children had no history of infection, and maternal knowledge was generally good (86.5%). Complementary feeding was age-appropriate in 72.9% of cases. However, energy intake was insufficient in 61% of children, while protein intake was adequate in 64.6%. Basic immunization coverage was complete in 64.6% and exclusive breastfeeding was reported in 68.8%. The study found a significant effect of complementary feeding patterns on stunting. Children receiving inappropriate complementary foods for their age had 1.3 times higher risk of stunting. In conclusion, improving mothers’ knowledge through nutrition counseling and encouraging their active participation in health education programs are crucial strategies to prevent stunting.
Relationship Between Protein Source Eating Habits and Sleep Duration with the Incidence of Anemia in Female Adolescents in Grade VII Study at SMPN 1 Kelumpang Hilir UPTD Puskesmas Serongga Suryani, Suryani; Rusmini Yanti; Rahmani, Rahmani; Yasir Farhat
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 4 No. 01 (2026): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is one of the most common nutritional problems among adolescent girls, especially during periods of rapid growth. One of the main factors causing anemia is low intake of animal protein, which contains haem iron and plays an important role in hemoglobin formation. Adolescent girls have higher iron requirements, so they are at greater risk of anemia if their diet is insufficient. 49.7% of adolescent girls experience anemia. The anemia problem at SMPN 1 Kelumpang Hilir is 27.6%. This study used an analytical observational research design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 171 female adolescents from SMP Negeri 1 Kelumpang Selatan. The study was conducted in November 2025. The sampling technique used was purposive sampling. The test used was the Spearman's rank correlation test. The results of the study showed that most of the adolescent girls had poor protein intake habits (60.0%), insufficient sleep duration (58.6%), and anemia (70.0%). The statistical test results showed a relationship between protein source eating habits and sleep duration with the incidence of anemia in female adolescents in grade VII at SMPN 1 Kelumpang Hilir UPTD Puskesmas Serongga. It is recommended that there be education on the proper consumption of TTD (avoiding tea/coffee) as well as improvements in protein intake and sleep patterns among adolescent girls. Researchers are further recommended to examine the variables of social support and knowledge levels.
Hubungan Pola Konsumsi Lemak, Natrium, Serat, Dan Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Studi Di UPT Puskesmas Anjir Muara Milawati; Sajiman; Farhat, Yasir; Andrestian, Meilla Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.928

Abstract

Hipertensi pada usia produktif merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor perilaku dan psikologis. Data masalah yang ada di UPT Puskesmas Anjir Muara terjadi peningkatan kasus dari 714 menjadi 1502 kasus tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola konsumsi lemak, natrium, serat, serta tingkat stres pada penderita hipertensi  usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir Muara. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan rancangan case control dengan metode wawancara menggunakan kuesioner pada responden kasus dan kontro, dengan uji chi square.Responden memiliki pola konsumsi lemak dan natrium yang sering, masing-masing sebesar 60,8% dan 57,0%. Konsumsi serat juga relatif sering 52,7%. Tingkat stres sebagian besar berada pada kategori sedang  yaitu 92,5%, sedangkan stres tinggi sebesar 7,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi lemak (p=0,024; OR=0,505) dan tingkat stres dengan hipertensi (p=0,001; OR=14,950). Sementara konsumsi natrium (p=0,300; OR=1,422) dan serat (p=0,078; OR=0,594) tidak menunjukkan hubungan signififikan. Berdasarkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi lemak tinggi dan stres merupakan faktor dominan dalam peningkatan risiko hipertensi, sehingga pengendalian pola makan dan manajemen stres direkomendasikan sebagai strategi pencegahan. Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi lemak, mengelola stres dengan baik, serta meningkatkan konsumsi serat. Pihak puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi rutin mengenai gizi seimbang dan deteksi dini hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Penyakit Infeksi, dan Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Kenaikan Berat Badan Balita Usia 6–24 Bulan Nursyahadah, Fitriati; Farhat, Yasir; Rahmani; Fathurrahman
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1629

Abstract

Kenaikan berat badan merupakan indikator penting pertumbuhan balita dan mencerminkan kecukupan gizi serta kondisi kesehatan anak. Usia 6–24 bulan merupakan periode rentan terhadap gangguan pertumbuhan akibat meningkatnya kebutuhan gizi, praktik pemberian MP-ASI yang kurang tepat, penyakit infeksi, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu, penyakit infeksi, dan pemberian MP-ASI dengan kenaikan berat badan balita usia 6–24 bulan. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 96 balita usia 6–24 bulan yang dipilih secara simple random sampling dari 619 populasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner tervalidasi dan penilaian Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Didapatkan hasil balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan sebesar 56,3%. Sebagian besar balita tidak sering mengalami penyakit infeksi (77,1%) dan 41,7% menerima MP-ASI dengan kategori baik. Terdapat hubungan bermakna antara pemberian MP-ASI dan penyakit infeksi dengan kenaikan berat badan balita (p = 0,001). Pengetahuan gizi ibu menunjukkan hubungan yang lemah (p = 0,077).
The Correlations Between Dietary Patterns and Compliance with Iron–Folic Acid (IFA) Supplementation and The Incidence of Anemia Yusran, Muhammad; Farhat, Yasir; Pratiwi, Niken; Nurhamidi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v8i1.281

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health problem in Indonesia. The Indonesian Health Survey (SKI) 2023 reported anemia prevalence of 16.3% among those aged 5–14 years and 15.5% among those aged 15–24 years. In South Kalimantan Province, anemia prevalence reached 52.98%, while in Pandawanan Village it was 51.85%. This study aimed to examine the relationship between dietary patterns and compliance with iron tablet consumption and the incidence of anemia among adolescent girls in Pandawanan Village, within the working area of UPT Puskesmas Guntung. A cross-sectional design was used with a total sample of 36 adolescent girls. Data were collected through hemoglobin measurement, assessment of dietary patterns using a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and a Health Belief Model–based questionnaire on TTD compliance. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The prevalence of anemia was 72.22%. Significant relationships were found between dietary patterns and anemia (p = 0.001; r = 0.689) and between TTD compliance and anemia (p = 0.038; r = –0.347). Poor dietary patterns and low compliance were associated with a higher risk of anemia.