Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKTIVITAS DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN CAKALANG DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN 572 Simbolon, Domu; Wahju, Ronny Irawan; Purwangka, Fis
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.2.2024.99-109

Abstract

Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan ikan ekonomis penting di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572. Informasi mengenai produktivitas ikan cakalang penting sebagai dasar untuk meningkatkan efektivitas operasi penangkapan serta memperoleh keuntungan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas tangkapan atau catch per unit effort (CPUE) perikanan cakalang berdasarkan unit penangkapan ikan yang ada di Wilayah Pengelolaan Perikanan 572 yaitu handline, rawai tuna, purse seine, dan mini purse seine;  menghitung produktivitas penangkapan secara temporal; dan menghitung indeks musim penangkapan (IMP) perikanan cakalang di WPP 572. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dengan menggunakan metode analisis CPUE. Hasil penelitian produktivitas hasil tangkapan ikan cakalang unit penangkapan handline, rawai tuna, purse seine, dan mini purse seine tiap bulannya yaitu 6,89 ton/trip, 5,81 ton/trip, 5,91 ton/trip, 4,85 ton/trip, 6,93 ton/trip, 6,52 ton/trip, 7,29 ton/trip, 6,41 ton/trip, 5,29 ton/trip, 6,50 ton/trip, 5,92 ton/trip,  dan 5,59 ton/trip. Produktivitas secara temporal 811,0563 ton pada musim barat; 665,75 ton pada musim peralihan bulan April-Mei; 885,3938 ton pada musim timur; dan 960,75 ton pada musim peralihan bulan Oktober-November. Nilai Indeks Musim Penangkapan (IMP) ikan cakalang di WPP 572 Musim penangkapan puncak terjadi pada bulan Mei, Juni, Juli, Oktober, Desember. Musim sedang terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Agustus, September, November.
KERAGAAN TEKNIS DAN KERENTANAN PERIKANAN PANCING LAYUR DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI Zulkarnain; Mawardi, Wazir; Damayanti, Fazrin Putri; Wahju, Ronny Irawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.199-210

Abstract

Perikanan pancing layur tergolong dalam perikanan skala kecil, di mana perikanan skala kecil khususnya nelayan masih identik dengan kemiskinan. Kemiskinan pada nelayan diakibatkan karena rendahnya teknologi, pendidikan, modal, serta permasalahan terhadap musim ikan yang selalu berubah dan akan berdampak terhadap pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keragaan teknis dan memetakan faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan perikanan pancing layur di PPN Palabuhanratu. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data menggunakan tabulasi nilai, analisis deskriptif dan analisis leverage. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perahu pancing layur di PPN Palabuhanratu berukuran < 5 GT-5 GT, 8 GT. Mata pancing menggunakan ukuran no. 8, 9, dan 10 disesuaikan dengan ukuran target tangkapan. Nelayan pancing layur berasal dari nelayan lokal dan nelayan andon yang melakukan kegiatan harian. Daerah penangkapan ikan pancing layur tersebar di teluk Palabuhanratu. Nelayan pancing layur berada pada status yang cukup resilien dengan nilai rata-rata pemilik perahu sebesar 2,66 dan ABK sebesar 2,53. Urutan bidang dari yang paling resilien hingga yang paling rentan berturut-turut ialah bidang sosial, bidang kelembagaan, bidang keuangan, bidang sumber daya manusia, bidang fisik dan bidang alam. Kata kunci: kerentanan, nelayan, perikanan pancing layur
ANALISIS PEMANGKU KEPENTINGAN: RENCANA OPERASIONALISASI SENTRA BISNIS PERIKANAN TERPADU NUMANA KABUPATEN WAKATOBI Zahirudin; Solihin, Iin; Nurani, Tri Wiji; Wahju, Ronny Irawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.241-255

Abstract

Pemerintah Kabupaten Wakatobi berupaya membangun Sentra Bisnis Perikanan Terpadu (SBPT) pada kawasan taman nasional. Wilayah dengan banyak kepentingan dalam penggunaannya (proyek infrastruktur, konservasi laut, dan pemanfaatan sumberdaya ikan) melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemangku kepentingan di wilayah pembangunan SBPT Numana dan memberikan solusi terhadap kendala pembangunan dan pengoperasian SBPT Numana berdasarkan pengaruh dan kepentingan dari pemangku kepentingan. Data yang dikumpulkan adalah pemangku kepentingan yang terlibat, pengaruh dan kepentingan, harapan, dan kendala para pemangku kepentingan. Analisis data menggunakan analisis pemangku kepentingan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 pemangku kepentingan yang dipetakan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengaruh-kepentingan yang berbeda-beda yaitu kelompok key players, context setters, subjects, dan crowds. Rekomendasi yang diusulkan adalah menyelesaikan dokumen Amdal dan WKOPP SBPT Numana, meningkatkan keterlibatan DKP Provinsi Sulawesi Tenggara, melaksanakan komitmen perjanjian kerja sama, dan berbagi tanggung jawab dengan pemangku kepentingan yang memiliki pengaruh dan kepentingan terhadap SBPT Numana. Kata kunci: kepentingan, pemangku kepentingan, pengaruh, rekomendasi, Sentra Bisnis Perikanan Terpadu Numana
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP DAN PENDAPATAN NELAYAN PADA PERIKANAN SIDAT DI MUARA SUNGAI CIMANDIRI PALABUHANRATU Akbar, Rafdi Zhafir; Wahju, Ronny Irawan; Riyanto, Mochammad
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.221-233

Abstract

Saat ini kegiatan budidaya sidat masih mengandalkan benih sidat (glass eel) dari alam dan muara Sungai Cimandiri menjadi salah satu lokasi penangkapan glass eel. Tujuan penelitian ini adalah menghitung produktivitas alat tangkap glass eel, mengidentifikasi hasil tangkapan dan menghitung pendapatan pengumpul glass eel di muara Sungai Cimandiri. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan observasi langsung di lapangan menggunakan simple random sampling dan accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis hasil tangkapan utama, analisis hasil tangkapan sampingan, dan analisis keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan nilai CPUE muara Sungai Cimandiri tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 37,1 gr/jam, terendah terjadi pada bulan September sebesar 1,6 gr/jam, sedangkan bulan Februari, Maret, Oktober, dan Desember tidak ada aktivitas penangkapan. Hasil tangkapan sampingan sebesar 20% dari hasil tangkapan total sebanyak 2995,6 gr yang terdiri dari, gere-gere (Microphis sp) 3%, udang merah (Metapenaeopsis sp) dan udang beras (Penaeus sp) 1%, boboso (Bunaka gyrinoides) 6%, kanayapan (Butis sp) 3%, kepiting batu (Clistocoeloma sp) 1%, tempang podol (Ambassis sp) 5%, dan belanak (Moolgarda seheli) 1%. Penerimaan usaha pengumpul sidat tahun 2019 sebesar Rp178.536.000 per tahun dan biaya usaha sebesar Rp157.524.400 per tahun, sehingga keuntungan yang didapat sebesar Rp21.011.600 per tahun. Kata kunci: benih sidat, produktivitas, sidat, Sungai Cimandiri
PENGGUNAAN ATRAKTOR UMPAN IKAN RUCAH YANG DILARUTKAN CUMI-CUMI (Loligo spp.) PADA JARING RAMPUS DI PALABUHANRATU Zulkarnain; Meilinda, Desi; Wahju, Ronny Irawan; Purwangka, Fis
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.113-125

Abstract

Perikanan jaring rampus saat ini belum mengalami banyak kemajuan dan hasil tangkapannya yang tidak selalu meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi hasil tangkapan jaring rampus berumpan ikan rucah yang dilarutkan cumi dengan jaring rampus tanpa umpan, menentukan pengaruh penggunaan umpan, dan menentukan produktivitas jaring rampus perlakuan dan kontrol. Penelitian dilakukan di Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menggunakan metode eksperimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan selama 16 trip. Hasil tangkapan pada piece jaring rampus perlakuan sebesar 69,83 kg dan piece kontrol sebesar 42,93 kg dengan rata-rata jumlah jenis ikan pada piece perlakuan yaitu 8 ± 0,47 sedangkan kontrol yaitu 7 ± 0,45. Hasil tangkapan dominan pada penelitian ini adalah swanggi (Priacanthus tayenus), gulamah (Johnius trachycephalus), layang anggur (Decapterus kurroides), selar bentong (Selar crumenophthalmus), dan kakap (Lates calcarifer). Perlakuan menggunakan umpan ikan rucah yang dilarutkan cumi memberikan pengaruh nyata terhadap berat total dan jumlah ekor hasil tangkapan. Penggunaan umpan membantu kenaikan persentase produktivitas piece jaring rampus perlakuan sebesar 62,7% dengan produktivitas per-piece perlakuan lebih besar dibandingkan kontrol dengan masing-masing nilainya sebesar 1,09 kg/piece dan 0,67 kg/piece dan untuk nilai produktivitas satu piece perlakuan yaitu Rp19.181,00 sedangkan kontrol yaitu Rp6946,00 sehingga didapatkan persentase produktivitas hasil tangkapan piece perlakuan terhadap piece kontrol sebesar 176,1%. Kata kunci: atraktor umpan, cumi-cumi, ikan rucah, jaring rampus
Production and business performance of Anguilla bicolor fingerlings in a recirculation system with different stocking densities Budiardi, Tatag; Diatin, Iis; Arlita, Kriswidya; Vinasyiam, Apriana; Sudrajat, Agus Oman; Setiawati, Mia; Affandi, Ridwan; Kamal, Mohammad Mukhlis; Wahju, Ronny Irawan; Nurilmala, Mala
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.2.156-169

Abstract

Eel (Anguilla bicolor) in the grow-out culture requires good fingerling seeds. Increasing the eel productivity can be done by increasing the stocking density, that should be balanced with good environmental and feed management. This study aimed to analyze the production and business performance of fingerlings in a recirculation system to increase the eel survival and growth rate. The study used a completely randomized design with three different stocking densities, namely 4 g/L (A), 5 g/L (B), and 6 g/L (C). The average weight of each fingerling was 20 ± 4.09 g, that was kept in a 1.5-m3 pond with a recirculation system. Feeding was performed two times a day using commercial feed with probiotic supplementation. The results showed that different stocking densities significantly affected feed conversion ratio, total biomass weight, and coefficient of variance. However, different stocking densities had no significant effect on survival rate, absolute weight growth rate, specific weight growth rate, and condition factor. The C treatment obtained the highest profit with an R/C ratio of 1.20 ± 0.03. The best production and cultivation performance of eel fingerling in a recirculation system with different stocking densities is found in treatment C (6 g/L). Keywords: Anguilla bicolor, business performance, production performance, recirculation system, stocking density ABSTRAK Budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor) pada segmen pembesaran memerlukan benih yang baik khususnya untuk benih fingerling. Upaya peningkatan produksi benih ikan sidat dapat dilakukan dengan peningkatan padat tebar yang diiringi dengan manajemen lingkungan dan pakan yang baik. Tujuan penelitian ini menganalisis kinerja produksi dan kinerja usaha pada pemeliharaan fingerling dalam sistem resirkulasi sehingga meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan padat tebar dengan tiga ulangan, yaitu padat tebar 4 g/L (A), 5 g/L (B), dan 6 g/L (C). Fingerling ikan sidat yang digunakan berbobot awal 20 ± 4,09 g/ekor, yang dipelihara dalam bak 1,5 m3 dengan sistem resirkulasi. Pakan diberikan dua kali sehari berupa pakan buatan komersial yang diberi probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berpengaruh nyata terhadap parameter rasio konversi pakan, laju pertumbuhan mutlak biomassa, dan koefisien keragaman bobot tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan mutlak bobot, laju pertumbuhan spesifik bobot, dan faktor kondisi. Hasil analisis kinerja usaha budidaya fingerling dengan padat tebar berbeda menunjukkan berbeda nyata dan sebanding dengan kinerja produksi. Perlakuan C memberikan keuntungan tertinggi dengan rasio R/C sebesar 1,20 ± 0,03. Kinerja produksi dan kinerja usaha budidaya fingerling ikan sidat (Anguilla bicolor) dalam sistem resirkulasi dengan padat tebar berbeda terbaik terdapat pada perlakuan C (6 g/L). Kata kunci: Anguilla bicolor, kinerja produksi, kinerja usaha, padat tebar, sistem resirkulasi
Response of Anguilla bicolor Glass Eel to Different Light Colors Riyanto, Mochammad; Aminah, Ai Siti; Mawardi, Wazir; Wahju, Ronny Irawan
Journal Omni-Akuatika Vol 19, No 1 (2023): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2023.19.1.993

Abstract

The response of eel fish (Anguilla bicolor) glass eel stadia to different light is fundamental knowledge for developing fishing methods and conserving fish resources. The study aimed to describe how glass eel fish react to different types of light. In the laboratory, glass eels were observed responding to red, blue, and white LED light versus no light as controls. Glass eels ranging in size from 4.0 to 6.1 cm and weighing up to 0.28 g were caught in the Pelabuhanratu estuary of the Cimandiri River. Observations were made for 31 days, beginning five days after the glass eel was captured. The Mann Whitney and Kruskal-Wallis tests were used to describe differences of the glass eel's response to light. Observations showed that glass eels responded more to dark zones with values above 80% when compared to zones given red, blue, and white LED light. The percentage of fish in red LED lights was 23±0.22% higher, with the number of fish on blue LED lights by 10±0.21% and white LED lights 8±0.15% (p<0.05, Kruskal-Wallis). The difference in response to light can be used for glass eel catching applications, especially lamps for eel fish aids and eel conservation to create fishing zones and eels.Keywords: Anguilla bicolor, eel behavior, glass eel, LED light, response to light
CATCH COMPOSITION AND CATCHABLE SIZE OF LOBSTERS (Panulirus spp) IN LEBAK BANTEN WATERS, INDONESIA Sani, Ndaru Narulita; Purbayanto, Ari; Wahju, Ronny Irawan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 2 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v15i2.50107

Abstract

Information on the catch composition and catchable size of lobsters in Lebak waters remains limited, posing challenges for effective fisheries management. This study aims to assess the technical performance of the lobster fishery and analyse catch composition. Data on technical performance were collected through interviews with fishers and lobster collectors using random sampling, while a census approach was applied to measure carapace length and weight for 589 lobsters. A descriptive quantitative analysis was conducted to evaluate the length-weight relationship of lobsters. The findings indicate that fishers predominantly use polyamide monofilament gillnets with a mesh size of 3.5–4.0 inches, operating traditional outrigger boats of 2–3 GT and 7 GT for single-day fishing trips in Lebak waters. Panulirus homarus was the dominant species in the catch. The sex ratio of lobsters was imbalanced, and their growth pattern exhibited negative allometry (b < 3). An assessment of catch sizes against the standards set by PERMEN-KP No. 16/2022 revealed a high proportion of undersized lobsters in the Binuangeun Estuary, including P. penicillatus (78–83%), P. homarus (80–100%), P. ornatus (23%), P. longipes (90–100%), and P. versicolor (65–100%). Similarly, in the Cibareno Estuary, the percentages of undersized lobsters were P. penicillatus (84–100%), P. homarus (98%), P. ornatus (0%), P. longipes (100%), and P. versicolor (92%). These findings highlight the need for stricter management measures to ensure sustainable lobster fisheries in the region. Keywords: catchable, Lebak Banten waters, length weight, lobster, sex ratio
Diseminasi Inovasi BoosterUmpan Beku dan Teknologi Perangkap Krendet Bertingkatuntuk Pemanfaatan Sumber Daya Krustaseadi Desa Loji, Sukabumi Wahju, Ronny Irawan; Purwangka, Fis; Mawardi, Wazir; Budiman, Muhamad Syarif; Kasma, Ende; Permana, Arik; Ramadhan, Muhammad Haykal; Aldanita, Ega; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.7.1.151-166

Abstract

The community empowerment program for the fishermen who are members of KUB Berkah Sagara aims to disseminate the innovation of frozen bait booster and 2-deck krendet trap technology as additional fishing gear in their fishing operations. The activities were carried out at Loji Village and the IPB Palabuhanratu Marine Field Station. Activities were carried out using FGD methods, interviews, technical training and trials of catching crustaceans. The KUB Berkah Sagara Partner Fishermen are between 30 and 59 years of age and have with a formal education level between elementary and vocational/high school. Skills fishing have been passed down from generation to generation and they are not yet aware of the innovation of the 2-deck krendet trap and the frozen bait booster innovation. After the training activities, the fishermen finally understood the 2-deck krendet trap and frozen bait booster innovation. Fishermen carry out trial activities to catch crustaceans alternately on each trip. The 2-door 2-deck krendet trap provides a higher catch of crustaceans in term of the number of tails and weight compared to traditional, 1-door and 3-door of 2-deck krendet trap. The average distribution of crustaceans caught in 2-deck krendet trap was more than 70% in the bottom trap and <30% in the upper trap. The use of a 2-door of 2-deck krendet trap should be operated with a single buoy colony system with a ratio between the number of 2-deck krendet traps and the number of frozen bait boosters of 5:1, where the frozen bait booster is placed in a collapsible trap and the 2-deck krendet trap uses trash fish bait, such as sardine or pony fish.
Biological Parameters and Stock Status of Crimson Snapper (Lutjanus erythropterus) in Indonesia FMA 712 based at Brondong Fishing Port Listyanto Putri, Adjeng Peni; Taurusman, Am Azbas; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i3.74938

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research             This research highlight presents a focused summary of the key findings from our study in the field of fisheries science, specifically addressing the biological parameters and stock status of economically important fish species. There is highlighted research presented in this study, namely: Crimson snapper in PPN Brondong is captured using four types of fishing gear: cantrang, jaring tarik berkantong, handline, and bottom longline. The growth pattern of the crimson snapper is negative allometric. The Gonad Maturity Level (GML) of the catch was predominantly composed of crimson snapper at GML I and GML II. The asymptotic length (L∞) of crimson snapper was 47.68 cm, with K = 0.4 per year, total mortality (Z) = 2.44 per year, natural mortality (M) = 0.98 per year, capture mortality (F) of 1.55 per year, and exploitation rate (E) = 0.60 The estimated value of the crimson snapper SPR was 22% suggesting that the crimson snapper stock is ‘fully exploited’.     Abstract The utilization status of crimson snapper stock in the Northern Java Sea (FMA 712) has reached optimum, tending to be over-exploited. This study aims to evaluate the stock status of crimson snapper (Lutjanus erythropterus) in FMA 712, especially in the northern waters of East Java. This research utilized catch data from the Brondong fishing port. The stratified random sampling method was utilized to collect samples at the research site. The findings indicate that the growth pattern of L. erythropterus exhibits a tendency towards negative allometry, with fishing mortality (F = 1.55) exceeding natural mortality (M = 0.89). The exploitation rate has reached a status of ‘fully exploited’ (E = 0.6). The Gonad Maturity Level (GML) of the catch is predominantly composed of GML I and GML II, suggesting that the majority of the captured fish have not yet spawned.  It relates to the predominance of cantrang and jaring tarik berkantong, which capture fish of juvenile size. Thus, the Spawning Potential Ratio (SPR) parameter indicates it is ‘fully exploited’ (SPR = 0.22), i.e., the utilization rate has exceeded the limit of natural capacity for recruitment. This SPR value confirms: the utilization rate parameter (E), the fact that catch sizes tend to get smaller, and the results of previous studies in FMA 712. It is imperative to regulate the fishing efforts targeting the crimson snapper, as well as the deployment of cantrang and jaring tarik berkantong, which pose potential threats to the sustainability of this fishery.
Co-Authors . Diniah Agoes Mardiono Jacoeb Agus Oman Sudrajat Ahmad Zuhril Hisan Akbar, Rafdi Zhafir Aldanita, Ega Alfarezi, Muhammad Am Azbas Taurusman Amanda Chandra Safira Aminah, Ai Siti Apriana Vinasyiam Ari Purbayanto Arik Permana Arlita, Kriswidya Bambang Murdiyanto Budhi HS Iskandar Budi Nugraha Budiman, Muhamad Syarif Budiman, Muhammad Syarif Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Dadan Suhendar Damayanti, Fazrin Putri Daniel R. Monintja Daniel Rezki Darmawan Deni A. Soeboer Deni A. Soeboer Deni Achmad Soeboer Dianti, Sari Rama Diniah Diniah Domu Simbolon Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono elizabeth juleny tapotubun Emma Suri Yanti Siregar, Emma Suri Yanti Ende Kasma Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahrizal, Muhammad Fayyadh Fatmawati, Riska Firman Maulana, Firman Fis Purwangka Ganang Dwi Prasetyo Gilar Budi Pratama Gillang Fernando Gondo Puspito Hapsari, Rianti Dyah Helman Nur Yusuf Iin Solihin Iis Diatin Indah Ainun Firdaus Irfan Yulianto Irfannur Irfannur Jaliadi . Jamhari Jamhari John Haluan Julius Mose Rahaningmas Karina P Sangara Mara Khalila, Fithriana Koo, Kim Jin Lee, Jae Won Listyanto Putri, Adjeng Peni M Syarif Budiman M. Fedi A. Sondita M. Riyanto Mahiswara Mahiswara Mala Nurilmala Meilinda, Desi Melawati, Lia Mia Setiawati Mihrobi Khalwatu Rihmi Mochammad Riyanto Mochmamad Riyanto Mohammad Mukhlis Kamal Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Imron Muhammad Natsir Kholis Muhammad Natsir Kholis Muhammad Natsir Kholis Muji Nopriansah Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Nimmi Zulbainarni Permana, Arik Picaulima, Simon M. Pipin Supinah Prihatin Ika Wahyuningrum Purboningrum, Ratna Putra, Tito Dzullyardana Putri, Clarisyah Karenia Rahman Hakim Purnama Ramadhan, Muhammad Haykal Ressa S Syahlevi RIDWAN AFFANDI Rizsa Mustika Pertiwi Robert Tambun Robi Komarudin Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Sabirah, Haifa Saelan, Yudithia Sani, Ndaru Narulita Shafira Bilqis Annida Sugandi Sugandi Sugeng H. Wisudo Sugertiani Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda sumardi sumardi Suparman Sasmita Supartono Supartono Tatag Budiardi Thoybah, Rezkino Tigor Wahyudi Tri Wiji Nurani Uju Uju Uliyah, Ayu Himatul Ully Wulandari, Ully Vincentius P Siregar Viola Azzuhra Haryono Wazir Mawardi Wildan, Dudi Muhammad Wini - Trilaksani Yanti Sinaga Zahirudin Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain