Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF BAGI NELAYAN KABUPATEN KEBUMEN Nurani, Tri Wiji; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Hapsari, Rianti Dyah; Iskandar, Mokhamad Dahri; Wahju, Ronny Irawan; Solihin, Iin; Komarudin, Didin; Dianti, Sari Rama
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.141-157

Abstract

Aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan di Kabupaten Kebumen mengalami kendala utama terkait dengan kondisi oseanografis dan ketidakpastian musim penangkapan ikan. Saat tidak musim, sebagian nelayan memiliki mata pencaharian lain yaitu bertani, beternak, dan lainnya. Namun tidak semua nelayan memiliki kemampuan tersebut, banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya hanya sebagai nelayan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi wilayah sebagai alternatif kegiatan ekonomi bagi nelayan dan memberikan rekomendasi mata pencaharian alternatif yang tepat bagi nelayan di Kabupaten Kebumen, contoh kasus di Desa Jogosimo. Pengumpulan data peluang kegiatan ekonomi alternatif dilakukan melalui survei potensi wilayah dan studi pustaka. Hasil tersebut selanjutnya dilakukan focus group discussion (FGD) untuk mendapatkan masukan terkait dengan pandangan nelayan terhadap alternatif mata pencaharian tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil survei lapang dan FGD. Hasil identifikasi lapang dan studi pustaka diperoleh kegiatan ekonomi alternatif yang dapat dilakukan nelayan yaitu kegiatan penangkapan ikan di muara sungai dengan bubu, budidaya/pembesaran kepiting bakau, dan wisata sungai. Hasil FGD diperoleh masukan perlunya inovasi agar alat tangkap bubu tidak hilang saat arus sungai deras. Kondisi mangrove di Desa Jogosimo perlu dilakukan penanaman kembali agar populasinya lebih tinggi, sehingga budidaya ataupun pembesaran kepiting bakau dapat dilakukan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya mengembangkan wisata sungai melalui integrasi kegiatan penangkapan ikan, pemeliharaan dan pmbesaran kepiting bakau, serta wisata kuliner dan pemasaran produk lokal. Kata kunci: Jogosimo, kepiting bakau, nelayan, penangkapan ikan, wisata sungai
BIORITME SIDAT (Anguilla bicolor) DAN PREFERENSINYA TERHADAP PERBEDAAN UMPAN PADA KONDISI LABORATORIUM Mawardi, Wazir; Wahju, Ronny Irawan; Riyanto, Mochammad; Zulkarnain; Uliyah, Ayu Himatul
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 3 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.3.319-329

Abstract

Sidat merupakan ikan katadromus yang bersifat nokturnal. Permintaan terhadap sidat meningkat dari tahun ke tahun yang mengakibatkan usaha budidaya dan penangkapan di alam juga semakin meningkat. Nelayan dalam melakukan penangkapan menggunakan kebiasaan dan pengalaman dalam penggunaan umpan dan waktu penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bioritme sidat dalam mencari makan dan respon sidat terhadap umpan yang berbeda. Umpan yang digunakan yaitu pasta, ikan lemuru, dan cacing tanah. Pengamatan bioritme dan respon terhadap umpan dilakukan dengan metode observasi secara langsung di laboratorium. Hasil pengamatan menunjukkan aktivitas sidat banyak terjadi pada sore hingga malam hari. Pada jam 16.30 WIB dan jam 01.00 WIB sidat banyak keluar dari shelter dan aktif berenang. Waktu yang dibutuhkan sidat untuk menghampiri umpan pasta pada jarak 50 cm rata-rata 19,8 detik. Waktu yang dibutuhkan sidat untuk menghampiri umpan cacing pada jarak 100 cm rata-rata 38,8 detik. Jenis umpan pasta dan cacing tanah direspon sidat dengan waktu yang lebih cepat. Kata kunci: aktif, bioritme, umpan, sidat
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI UKURAN HASIL TANGKAPAN DOMINAN PUKAT CINCIN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MUNCAR BANYUWANGI Iskandar, Mokhamad Dahri; Purboningrum, Ratna; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.199-209

Abstract

Muncar merupakan salah satu tempat pendaratan ikan lemuru terbesar di Banyuwangi. Ikan lemuru banyak ditangkap dengan menggunakan purse seine. Pada penangkapan ikan dengan menggunakan purse seine, lemuru merupakan target penangkapan sedangkan ikan lainnya merupakan hasil tangkapan sampingan (bycatch). Beberapa peneliti menunjukkan bahwa hasil tangkapan sampingan (bycatch) merupakan salah satu penyebab menipisnya stok ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan dominan purse seine. Pengambilan data dilakukan melalui metode sampling hasil tangkapan dominan pukat cincin yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar. Data yang diperoleh dari sampling selanjutnya diukur dan dianalisis dengan metode statistic untuk mendapat hasil yang diinginkan. Hasil dari pengamatan di lapang menunjukkan bahwa hasil tangkapan purse seine selama 10 trip penangkapan didominasi oleh ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan jumlah sebanyak 3.360 ekor ikan dengan proporsi sebanyak 77,83% sebagai target spesies dan hasil tangkapan sampingan berupa ikan layang (Decapterus ruselli) sebanyak 596 ekor ikan dengan proporsi sebanyak 13,77%, dan ikan slengseng (Scomber australasicus) sebanyak 363 ekor ikan dengan proporsi sebanyak 8,40%. Ikan lemuru yang tertangkap pada penelitian ini berkisar 12-21 cm. Ukuran dominan ikan lemuru yang tertangkap berkisar antara 14-15 cm sebanyak 2.032 ekor (46,97%) dan yang paling sedikit berada pada ukuran di atas 18 cm dengan jumlah sebanyak 7 ekor ikan (0,16%). Ukuran ikan layang yang tertangkap pada penelitian ini berkisar pada ukuran 13-25 cm. Hasil tangkapan dominan ikan laying yang tertangkap berada pada kisaran 19-20,5 cm yakni sebanyak 255 ekor (5,20%) dan hasil tangkapan yang paling sedikit berada pada kisaran 23,5-25 cm dengan jumlah sebanyak 1 ekor (0,02%). Ukuran hasil tangkapan ikan slengseng pada penelitian ini berkisar antara 13-28 cm. Dominan hasil tangkapan ikan slengseng berada pada ukuran 23-25 cm dengan jumlah sebanyak 143 ekor ikan. Adapun hasil tangkapan yang paling sedikit berada pada kisaran ukuran 27-28 cm dengan jumlah sebanyak 2 ekor ikan (0,04%). Kata kunci: distribusi ukuran, hasil tangkapan sampingan, lemuru, purse seine
KERENTANAN NELAYAN PAYANG (BOAT SEINE) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Zulkarnain; Purwangka, Fis; Maulana, Firman; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.441-454

Abstract

Salah satu kelompok usaha perikanan tangkap skala kecil adalah perikanan payang. Kapal payang di Teluk Palabuhanratu dioperasikan pada siang hari oleh 10-16 nelayan. Faktor musim ikan yang selalu berubah, rendahnya akses IPTEKs dan rendahnya jenjang pendidikan nelayan diduga penyebab pendapatan nelayan payang yang tidak menentu dan cenderung semakin kecil dan dapat melemahkan aspek keberlanjutan usaha perikanan payang. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 di Palabuhanratu, Provinsi Jawa Barat bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengukur faktor-faktor kerentanan nelayan payang di PPN Palabuhanratu. Metode penelitian adalah wawancara dengan kuesioner yang menggunakan instrumen FLIRES check. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis deskriptif, tabulasi data, dan analisis leverage. Hasil penelitian menunjukkan kapal payang di PPN Palabuhanratu berukuran 5 GT, menggunakan mesin motor tempel 40 PK, dan alat tangkap berukuran >200 meter dengan mata jaring yang berbeda setiap bagiannya. Pengoperasian payang masih tradisional dengan metode one day fishing dan daerah penangkapan yang tersebar di Teluk Palabuhanratu dan sekitarnya. Urutan faktor yang paling resilience hingga yang paling rentan adalah faktor alam, fisik, kelembagaan, keuangan, SDM, sosial. Nelayan payang berada pada status cukup resilience dengan nilai rata sebesar 2,45 untuk pemilik kapal dan 2,21 untuk ABK. Rekomendasi yang dapat diterapkan untuk perikanan payang adalah penggunaan alat bantu penangkapan dalam teknik penangkapan ikan, seperti rumpon dan /atau lampu untuk operasi penangkapan malam hari dan diberikan edukasi serta pelatihan yang dapat dilakukan oleh dinas terkait setempat. Kata kunci: kerentanan nelayan, Palabuhanratu, payang
PENGGUNAAN PERBEDAAN WARNA LAMPU PADA PENGOPERASIAN JARING POCONG TERHADAP HASIL TANGKAPAN BENUR LOBSTER (PUERULUS) Zulkarnain; Martasuganda, Sulaeman; Sugertiani; Purwangka, Fis; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.399-406

Abstract

Sebagai alat tangkap yang bersifat pasif, pocongan menjadi shelter bagi benur lobster. Bahan pembuat pocongan adalah jaring nilon monofilamen mesh size 1 inch dengan tinggi jaring 1,5-2 m. Pocongan dioperasikan pada malam hari dengan bagan apung atau perahu dan menggunakan cahaya lampu LED warna putih, baik permukaan maupun bawah air. Tujuan penelitian ini untuk menentukan komposisi hasil tangkapan benur lobster sebagai hasil tangkapan utama dan juvenil lainnya sebagai by-catch dan menentukan pengaruh penggunaan cahaya lampu LED warna kuning dan putih pada pengoperasian alat tangkap pocongan. Kegiatan experimental fishing dilakukan selama 10 trip dengan 2 perlakuan (lampu LED warna kuning dan putih) dan 3 unit pocongan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu warna kuning memberikan jumlah hasil tangkapan benur lobster lebih banyak dibandingkan dengan lampu putih dan memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Penggunaan lampu warna kuning memberikan jumlah hasil tangkapan by-catch lebih sedikit dibandingkan dengan lampu putih. Kata kunci: bagan apung, benur lobster, nilon monofilamen, pocongan, warna lampu
CONSIDERATION OF FISH STOCK DYNAMICS FOR THE IMPLEMENTATION OF FISHING PRECISION POLICY Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi; Darmawan; Purbayanto, Ari; Zulkarnain; Simbolon, Domu; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 2 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.2.249-260

Abstract

The Government of Indonesia is implementing a Measured Fishing policy to ensure the sustainable utilization of fishery resources. However, 88% of fish stocks are currently in fully fished (35%) or overfished (53%) condition, which hinders the attainment of maximum sustainable yield (MSY). This study aims to examine the influence of initial biomass (B₀) and annual harvest rate (Yₜ) on the sustainability of annual catch (Cₜ) and remaining biomass (Bₜ) using a logistic differential equation (LDE) model. Simulations were conducted across nine fishery models, combining three levels of B₀ and three levels of Yₜ, under assumptions of carrying capacity (K) of 1000 tons and a hipothetical fish biomass with intrinsic growth rate (r) of 0.05. Results indicate that the ratio of Yₜ to the current sustainable yield (SYₜ) is the primary determinant of stock sustainability and fishery longevity, regardless of B₀. This finding suggests that total allowable catch (TAC) should not be based solely on MSY, but rather adjusted according to SYₜ, while also incorporating precautionary principles and stock recovery strategies. This approach offers a more adaptive and realistic policy framework aligned with current stock conditions and supports the long-term sustainability of capture fisheries. Key words: biomass models, fish stocks, precision fishing, sustainable potency, TAC
YELLOWFIN TUNA (Thunnus albacares) FISHERIES SUSTAINABILITY: A WEIGHT-LENGTH ANALYSIS IN THE WEST SUMATERA WATERS: KEBERLANJUTAN PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares): ANALISIS PANJANG BERAT DI PERAIRAN SUMATERA BARAT Siregar, Emma Suri Yanti; Simbolon, Domu; Wahju, Ronny Irawan; Yulianto, Irfan; Siregar, Vincentius P.
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 3 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.282-293

Abstract

Ikan tuna sirip kuning adalah komoditas perikanan bernilai tinggi dan sumber utama mata pencaharian nelayan di Sumatra Barat. Namun, intensifikasi penangkapan sering mengabaikan selektivitas alat tangkap, sehingga ikan belum layak tangkap turut tertangkap, mengganggu regenerasi populasi, menurunkan biomassa, dan meningkatkan risiko overfishing. Informasi ukuran layak tangkap penting untuk mendukung keberlanjutan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran panjang ikan, pola pertumbuhan ikan dan menentukan tingkat kelayaktangkapan ikan tuna (Thunnus albacares). Data distribusi ikan, seperti panjang dan berat ikan dikumpulkan melalui pengukuran langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Distribusi ukuran dan berat ikan dianalisis secara deskriptif, sedangkan pola pertumbuhan ikan ditentukan menggunakan persamaan W=aLb. Jumlah ikan tuna yang berhasil diukur selama periode Juni - Agustus 2020 mencapai 398 ekor. Ikan yang paling dominan tertangkap berkisar antara 135-144 cm dengan berat 44-60 kg. Analisis distribusi ikan menghasilkan persamaan regresi y = 0,00005x2,7787, dengan nilai R² = 0,9575 dan nilai b = 2,4969. Nilai b yang lebih kecil dari 3 mengindikasikan pola pertumbuhan alometrik negatif, di mana pertumbuhan panjang ikan lebih dominan dibandingkan pertumbuhan beratnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 81% ikan memenuhi kriteria layak tangkap, sedangkan 19% lainnya tergolong tidak layak tangkap. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung pengelolaan perikanan tuna sirip kuning yang berkelanjutan berbasis ukuran layak tangkap.
HUBUNGAN PANJANG-BERAT, POLA PERTUMBUHAN, FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG (Decapterus russelli) DI KEPULAUAN KEI, MALUKU, INDONESIA Tapotubun, Elizabeth Juleny; Riyanto, Mochammad; Wahju, Ronny Irawan; Trilaksani, Wini; Uju, Uju; Picaulima, Simon Marsholl
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.1.2025.15 - 21

Abstract

Potensi ikan layang di perairan Kepulauan Kei menunjukan peluang signifikan sebagai sumberdaya perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan metode penangkapan menggunakan alat tangkap pukat cincin, bagan dan pancing tonda. Purseine memungkinkan penangkapan dalam jumlah besar secara efisien, sedangkan bagan dan pancing tonda memberikan alternatif bagi nelayan dengan tingkat selektifitas yang berbeda. Meskipun potensi tangkapan cukup besar, eksploitasi berlebihan dapat mengancam kelestarian stok ikan layang dan ekosistem laut setempat. Oleh karena itu, keberlanjutan sumber daya ikan layang perlu dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pertumbuhan, faktor kondisi, dan tingkat penangkapan perikanan ikan layang yang didaratkan di Ohoi Sathean,  Selayar, Namar, Dian Pulau, Dunwahan, Ohoiren, Mastur dan Banda ely di Kepulauan Kei dari Desember 2023 hingga Mei 2024. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dengan pengamatan langsung  terhadap 502 ekor sampel secara acak, data sekunder mengenai hasil tangkapan dan usaha penangkapan selama lima tahun terakhir dikumpulkan dari nelayan melalui wawancara dengan Teknik purposive sampling. Analisis meliputi distribusi panjang ikan, hubungan panjang-berat (nilai b = 2,36 menunjukan pertumbuhan alometrik negatif), faktor kondisi (K = 1,00–1,08 menandakan kondisi fisiologis kurang optimal), tingkat penangkapan serta daerah penangkapan. Tingkat penangkapan tertinggi ditemukan pada pukat cincin dengan fluktuasi selama 6 tahun terakhir, bagan dan pancing tonda relatif stabil. Hubungan upaya penangkapan terhadap tingkat penanngkapan menghasilkan nilai determinasi (R²) = 0,5275 dengan persamaan regresi Tingkat Penangkapan (CPUE) = 2332,8 - 0,5098E, yang menunjukkan hubungan negatif antara peningkatan upaya tangkap dengan hasil per unit usaha. Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk kebijakan pengelolaan perikanan layang berkelanjutan di Kepulauan Kei.
UTILIZATION OF BAITED DRIFT FADS ON HANDLINE IN PALABUHANRATU BAY WATERS Zulkarnain; Mawardi, Wazir; Wahju, Ronny Irawan; Mustaruddin, Mustaruddin; Sabirah, Haifa
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 4 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.4.543-559

Abstract

Handline fishermen in Palabuhanratu are small-scale fishermen who have limited access to science and technology. This condition has an impact on low catch productivity. Therefore, to overcome this problem, an effective fish collection technology is needed, namely the baited drift fish aggregating device (FAD). This study aims to construct a baited drift fish aggregating device operated by a handline fishing boat as a treatment handline, compare the composition of the catch, determine the effect of using baited drift fish aggregating devices, determine productivity and determine the production margin of the treatment handline catch compared to the control. The experimental fishing method was carried out with 16 trips as replications provided a higher catch result for the treatment handline compared to the control with a total catch of 98.67 kg and 62.34 kg, respectively. Based on the results of the Mann-Whitney analysis, the treatment handline had a significant effect on the number of fish and the weight of the catch. The productivity of the treatment handline had a greater value than the control handline, namely 6.17 kg/trip and 3.90 kg/trip respectively with the production margin of the treatment handline catch compared to the control for weight units and individual increasing by 58.28% and 76.2% respectively. Key words: attractor, baited, FADs, handline, Palabuhanratu Bay
Analisis Potensi dan Perencanaan Agrowisata di Desa Ciliang, Pangandaran Wahju, Ronny Irawan; Thoybah, Rezkino; Fahrizal, Muhammad Fayyadh; Alfarezi, Muhammad; Melawati, Lia; Putri, Clarisyah Karenia; Saelan, Yudithia; Khalila, Fithriana; Putra, Tito Dzullyardana
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.7.2.313-326

Abstract

This activity aims to empower local potential to achieve sustainable agrotourism-based economic independence, creating agrotourism destinations managed in a participatory and inclusive manner by the community. Implementation methods include a participatory approach, mapping local potential, institutional mentoring, and the development of environmentally friendly agrotourism attractions and infrastructure. Results indicate increased community involvement in agrotourism management, the growth of community-based tourism awareness groups, and the establishment of educational agrotourism routes that integrate agriculture, local culture, and environmental conservation. Furthermore, this activity encourages the emergence of micro-enterprises based on local products that support the local economy. This activity demonstrates that a community-based approach and sustainability principles are effective in developing agrotourism destinations that not only improve economic well-being but also maintain environmental sustainability and strengthen local cultural identity.
Co-Authors . Diniah Agoes Mardiono Jacoeb Agus Oman Sudrajat Ahmad Zuhril Hisan Akbar, Rafdi Zhafir Aldanita, Ega Alfarezi, Muhammad Am Azbas Taurusman Amanda Chandra Safira Aminah, Ai Siti Apriana Vinasyiam Ari Purbayanto Arik Permana Arlita, Kriswidya Bambang Murdiyanto Budhi HS Iskandar Budi Nugraha Budiman, Muhamad Syarif Budiman, Muhammad Syarif Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Dadan Suhendar Damayanti, Fazrin Putri Daniel R. Monintja Daniel Rezki Darmawan Deni A. Soeboer Deni A. Soeboer Deni Achmad Soeboer Dianti, Sari Rama Diniah Diniah Domu Simbolon Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono elizabeth juleny tapotubun Emma Suri Yanti Siregar, Emma Suri Yanti Ende Kasma Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahrizal, Muhammad Fayyadh Fatmawati, Riska Firman Maulana, Firman Fis Purwangka Ganang Dwi Prasetyo Gilar Budi Pratama Gillang Fernando Gondo Puspito Hapsari, Rianti Dyah Helman Nur Yusuf Iin Solihin Iis Diatin Indah Ainun Firdaus Irfan Yulianto Irfannur Irfannur Jaliadi . Jamhari Jamhari John Haluan Julius Mose Rahaningmas Karina P Sangara Mara Khalila, Fithriana Koo, Kim Jin Lee, Jae Won Listyanto Putri, Adjeng Peni M Syarif Budiman M. Fedi A. Sondita M. Riyanto Mahiswara Mahiswara Mala Nurilmala Meilinda, Desi Melawati, Lia Mia Setiawati Mihrobi Khalwatu Rihmi Mochammad Riyanto Mochmamad Riyanto Mohammad Mukhlis Kamal Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Imron Muhammad Natsir Kholis Muhammad Natsir Kholis Muhammad Natsir Kholis Muji Nopriansah Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Nimmi Zulbainarni Permana, Arik Picaulima, Simon M. Pipin Supinah Prihatin Ika Wahyuningrum Purboningrum, Ratna Putra, Tito Dzullyardana Putri, Clarisyah Karenia Rahman Hakim Purnama Ramadhan, Muhammad Haykal Ressa S Syahlevi RIDWAN AFFANDI Rizsa Mustika Pertiwi Robert Tambun Robi Komarudin Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Sabirah, Haifa Saelan, Yudithia Sani, Ndaru Narulita Shafira Bilqis Annida Sugandi Sugandi Sugeng H. Wisudo Sugertiani Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda sumardi sumardi Suparman Sasmita Supartono Supartono Tatag Budiardi Thoybah, Rezkino Tigor Wahyudi Tri Wiji Nurani Uju Uju Uliyah, Ayu Himatul Ully Wulandari, Ully Vincentius P Siregar Viola Azzuhra Haryono Wazir Mawardi Wildan, Dudi Muhammad Wini - Trilaksani Yanti Sinaga Zahirudin Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain