p-Index From 2021 - 2026
9.381
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Penerapan Asuhan Keperawatan Melalui Tingkat Kesembuhan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Betan, Abubakar; Rukayah, Siti; Purbanova, Reni; Purwoto, Ady; Rusli, Rusli; Nurnainah, Nurnainah; Prabu Aji, Sulistyani
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.287 KB) | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v1i2.36

Abstract

Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada klien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan, dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dengan menggunakan metodologi proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan etika keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan (Apriyani, 2012). Tujuan asuhan keperawatan adalah membantu individu untuk mandiri, Mengajak individu atau masyarakat berpartisipasi dalam bidang kesehatan, Membantu individu mengembangkan potensi untuk memelihara kesehatan secara optimal agar tidak tergantung pada orang lain dalam memelihara kesehatannya, Membantu individu memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Setelah dilakukan kegiatan ini diperoleh suatu kesimpulan, maka saran bagi Manajemen Rumah Sakit, hendaknya memberikan atau memfasilitasi perawatnya dengan mengikuti seminar atau pelatihan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit guna lebih meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para perawat. Bagi Perawat, diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan produktifitas kerja agar kualitas pelayanan khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan dapat ditingkatkan.
Identification of the Application of Vegetation Elements in the Biophilic and Comfort Concept in the Lobby, Dining Room & Public Space of Greenhost Hotel, Prawirotaman, Yogyakarta Achmad, Fathi Khalidi; Rukayah, Siti
The Eastasouth Journal of Information System and Computer Science Vol. 2 No. 02 (2024): The Eastasouth Journal of Information System and Computer Science (ESISCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/esiscs.v2i02.370

Abstract

The abstract says, In modern cities, the built environment becomes oppressive; Urban spaces are almost unlivable in fact in cities more and more blighted due to design fads and industrialist buildings. Biophilic Design can reduce stress, increase creativity, clarity of thought and improve our well-being, and speed healing. The priorities of Biophilic Architecture are Natural Patterns in Space, Natural Analogy Patterns, and Natural Space Patterns. Yogyakarta has a large number of visitors attending the tourism sector in the Patrioman area, visitors often look for places such as accommodation, cafes, restaurants, and entertainment centers of socialize and relax to create significant business opportunities. Research objectives, some of the results of research that have been carried out with the Biophilic concept are taken, the aim of the research is as an alternative solution to create a healing environment by optimizing architectural design concepts to respond to the health, cognitive, psychosocial and psychological health of hotel users. The impression of this building is extensive on spatial vegetation by arranging the placement of mass, treating the space and mass of space with hiqh quality towards the natural environment, and using materials both inside and out as well as an appearance with a natural appearance to create positive response. This research hopes to be implemented in Greenhost Yogyakarta with a biophilic standardization of spaces in Greenhost Yogyakarta is mostly the application of the Biophilic design model which has been recommended by the fourteen Biophilic design models.
Pottery Museum Design Based On Sustainable Tourism In Melikan Village Central Java Pradityo, Koko; Rukayah, R Siti
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 9 No. 1 (2025): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v9i1.18909

Abstract

Melikan Tourism Village is located in Klaten Regency, Central Java Province. This village is known as a center for pottery crafts with a unique technique called the inclined spinning technique, which is estimated to have existed for about 600 years. Despite being known for its pottery crafts, Melikan Village still faces several challenges to ensure the sustainability and development of the village. Based on the historical and cultural background of the village, this study aims to design a pottery museum to address these potentials and challenges. The research employs a qualitative descriptive method, including precedent studies, literature studies, and field surveys. The design of this pottery museum strives to apply the principles of sustainable tourism into its design. The result of this research is a pottery museum design concept that supports aspects of sustainable tourism by integrating economic, socio-cultural, and environmental aspects into a sustainable unity. Keywords: Pottery, Museum, Sustainable Tourism
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TAMAN HIJAU KOTA PURWODADI Sufiati, Nunuk Juli; Sari, Suzana Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The city park is an example of a Public Open Space that is owned by the City Regional Government that is used for the benefit of the general public. The existence of the park as a form of public space in urban areas is closely related to the urban landscape system as a whole. A good landscape system is an indicator of an orderly and sustainable city. Basically the problem of the number of parks that are not visited due to lack of public knowledge about parks, theories / terms that develop among the public about city parks so that it forms certain perceptions that are usually contrary to the reality and behavior / behavior of users / users of the park. Discussion of the level of park preference will determine the factors that are of interest to the community in its utilization so as to maximize the function of the park. This study uses a quantitative paradigm with a rationalistic postpositivistic approach. The technique can use statistics, including grouping data, tabulating data, and presenting data based on variables, as well as performing calculations to answer the problem formulation, to test the hypothesis. Based on the results of the conclusions analysis are as follows: Factors that influence people's preference for the use of Purwodadi city parks are coherence variables (harmony, sustainability, feasibility), complexity (number, variety, uniqueness, difference), mystery (curiosity and uniqueness) , legal (ease and familiarity). Where seen from the beta coefficient value the highest value is coherent to the mystery. This means that coherence is the strongest factor that influences people's preferencesKeyword: Preference, City Park Abstrak: Taman kota merupakan contoh Ruang Terbuka Publik yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Keberadaan taman sebagai bentuk ruang publik di daerah perkotaan sangat berhubungan dengan sistem pertamanan kota secara keseluruhan. Sistem pertamanan yang baik menjadi indikator suatu kota yang teratur dan berkelanjutan. Pada dasarnya permasalahan banyaknya taman yang tidak dikunjungi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang taman, teori/istilah yang berkembang dikalangan masyarakat tentang taman kota sehingga membentuk persepsi tertentu yang biasanya bertentangan dengan kenyataan dan perilaku/ behaviour user /pengguna taman tersebut. Pembahasan tingkat preferensi taman akan menentukan faktor yang diminati masyarakat dalam pemanfaatanya sehingga dapat memaksimalkan fungsi taman tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif dengan pendekatan postpositivistik rasionalistik. Tekniknya dapat menggunakan statistik, meliputi pengelompokan data, mentabulasi data, dan menyajikan data berdasar variabel, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, hingga menguji hipotesis.Berdasarkan hasil analisis kesimpulan adalah sebagai berikut: Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat terhadap pemanfaatan taman kota Purwodadi adalah variabel koherensi (keselarasan, keberlangsungan, kelayakan),  kompleksitas (jumlah, variasi, keunikan, perbedaan), misteri (rasa ingin tahu dan keunikan), legal (kemudahan dan keakraban). Dimana dilihat dari nilai koefisien beta yang tertinggi nilainya adalah koheren terhadap misteri. Artinya koherensi adalah faktor terkuat yang mempengaruhi preferensi masyarakatKata Kunci: Preferensi, Taman Kota
SIRKULASI MANUSIA DAN KENDARAAN PADA PEDESTRIAN TERHADAP KONEKSITAS SIMPANG LIMA SEMARANG Santoso, Rohman Eko; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Simpang Lima area is a city center with a variety of activities, the center of circulation, publik space, green space, religion, sports, economy, social and culture. In the regulation of vehicle and human circulation sistems it is very important and requires an impact analysis as well as very long projections. The intersection of five Semarang City known as the center of the economic area as well as the green open space that used as a publik space so that many activities and activities that occur in the area. In addition to being a business district and office intersection, there is also a weekly car free day event, becoming a very large center of activity on Sundays and a publik space in Semarang.The influence of the five intersections in this area will focus on humans who are in front of the five intersection (ciputra mall stop) with the intersection of five because the location is the number of people passing through more roads. So in this study two recommendations will emerge, the first of which relates to humans who crossed at one point, the second is recommendations for the entire region.Keyword: Circulation, Pedestrian, ConnectivityAbstrak: Kawasan Simpang Lima merupakan pusat kota yang terdapat berbagai macam kegiatan, pusat sirkulasi, ruang publik, ruang hijau, agama, olahraga, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam pengaturan sistem sirkulasi kendaraan maupun manusia sangatlah penting dan memerlukan suatu analisa dampak juga proyeksi yang sangat panjang. Simpang lima Kota Semarang diketahui sebagai pusat kawasan ekonomi maupun ruang terbuka hijau yang dijadikan ruang publik sehingga banyak kegiatan dan aktifitas yang terjadi dikawasan tersebut. Selain menjadi kawasan bisnis dan perkantoran simpang lima juga terdapat event mingguan car free day, menjadi pusat aktifitas yang sangat besar pada saat hari minggu dan menjadi ruang publik di kota semarang. Pengaruh simpang lima pada kawasan ini akan focus terhadap manusia yang berada di depan simpang lima (halte ciputra mall) dengan lapangan simpang lima tersebut karena pada lokasi tersbut jumlah manusia yang melewati jalanlebih banyak. Maka dalam penelitian ini akan muncul dua rekomendasi, yang pertama terkait manusia yang menyebrang pada datu titik tersebut, yang kedua rekomendasi seluruh kawasan.Kata Kunci: Sirkulasi, Pedestrian, Koneksitas
FAKTOR – FAKTOR PENGARUH PREFERENSI PENGGUNA PASAR PETEROGAN SEMARANG PASCA REVITALISASI Fitriana, Mira; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Declining visitor interest in traditional markets is one of the problems currently faced by traditional markets. The form of government effort to maintain the existence of traditional markets is by conducting a revitalization program. Semarang Peterongan Market is one of the Semarang City public facilities located on Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. South Semarang. Before burned, the conditions were very poor namely slums, dirty, irregular arrangement of shanties and unavailability of parking lots. This study aimed to identify the factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors of the Peterongan Market , identifying buyer preferences to the efforts of the revitalization program that have been carried out at the Peterongan Market and to evaluate the physical, non-physical components and infrastructure that exist in the Peterongan Market. The study used a descriptive qualitative approach. Data collection is done by means of observation and interviews with market agencies, visitors and traders. The results showed that there were factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors, buyers were reluctant to go up to the 2nd and 3rd floors, there was worst accessibility for traders or buyers, there were obstacles in the circulation of merchandise, design and size of kiosks and booths. accommodate the needs of traders. Buyers and traders' preferences are access and circulation that can accommodate their needs in the market, design kiosks and booths that are suitable for their trade. Based on the analysis results of the Semarang Peterongan Market building evaluation analyzed with regulations that apply to the physical component, it is generally appropriate.Keyword: zoning, circulation, user preferences,revitalizationAbstrak: Menurunya minat pengunjung terhadap pasar tradisional menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi pasar tradisional sekarang ini. Bentuk usaha pemerintah untuk menjaga eksistensi pasar tradisional yaitu dengan melakukan program revitalisasi. Pasar Peterongan Semarang merupakan salah satu fasilitas publik Kota Semarang yang berlokasi di Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. Semarang Selatan. Sebelum mengalami kebakaran,kondisi pasar sangat memprihatinkan yaitu kumuh,kotror,penataan lapak yang tidak teratur serta tidak tersedianya lahan parkir.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh preferensi pengguna tentang apa saja penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 Pasar Peterongan Semarang,mengidentifikasi preferensi pembeli terhadap upaya program revitalisasi yang sudah dilakukan di Pasar Peterongan serta mengevaluasi komponen fisik,non fisik serta prasarana yang ada pada Pasar Peterongan. Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif . Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan dinas pasar,pengunjung serta pedagang. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 adalah pembeli enggan naik ke lantai 2 dan 3,tidak adanya aksesbilitas yang baik untuk pedagang maupun pembeli,terdapat kendala dalam sirkulasi barang dagangan,desain serta ukuran kios dan los tidak mengakomodasi kebutuhan pedagang. Preferensi pembeli dan pedagang cenderung dengan adanya akses serta sirkulasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka didalam pasar,desain kios serta los yang sesuai dengan jenis dagangan mereka. Berdasarkan hasil analisis  evaluasi bangunan Pasar Peterongan Semarang dianalisis dengan peraturan yang berlaku pada komponen fisik,umumnya sesuai.Kata Kunci: zoning,sirkulasi,preferensi pengguna,revitalisasi
STRATEGI POTENSI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ICE SKATING DI DALAM MALL JAKARTA (Studi Kasus: Sky Rink Taman Anggrek Jakarta) Etenia, Annica; Rukayah, R Siti; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ice skating is a winter sport that is rarely in demand by Indonesians mainly because of the tropical climate, and the lack of knowledge about the sport around the community. This phenomenon has aroused the public's curiosity in winter sports. Therefore several malls in Jakarta have implemented ice skating tours in recreational entertainment facilities provided to attract the attention of visitors, one of which is Sky Rink in Mall Taman Anggrek. The trend is an exciting thing to study as potential in the concept of ice sports tourism in the mall. In this study explains the possibilities of this ice tourism. The method used is a qualitative SWOT approach by explaining the potential, weaknesses, opportunities and threats while the results of the study are descriptive explanations of the potential in developing ice skating tours in the mall.Keyword: ice skating, mall, wisata, ice rinkAbstrak: Ice skating merupakan olahraga musim dingin yang jarang diminati oleh orang Indonesia terlebih karena iklim yang tropis, serta kurang tahunya masyarakat sekitar tentang olahraga ini. Fenomena ini menimbulkan penasaran masyarakat dalam olahraga musim dingin tersebut, oleh sebab itu beberapa mall di Jakarta telah menerapkan wisata ice skating dalam fasilitas hiburan rekreasi yang disediakan untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya Sky Rink yang ada di Mall Taman Anggrek. Trend tersebut menjadi hal yang menarik untuk dikaji sebagai potensi dalam konsep wisata olahraga es di dalam mall. Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai potensi-potensi tentang wisata es ini. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan SWOT kualitatif dengan memberikan penjelasan mengenai potensi, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Sedangkan hasil dari penelitian berupa penjelasan deskrptif mengenai potensi dalam mengembangkan wisata ice skating di dalam mall.Kata Kunci: ice skating, malls, sport tourism, ice rinks
POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT ABOGE, DESA CIKAKAK, KEC. WANGON, KAB. BANYUMAS Basalamah, Huda Muhammad; Rukayah, R. Siti; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In Indonesia, there are still many traditional settlements, where the people who live in it still follow in the footsteps of their ancestors. One of them is a settlement in Cikakak Village, They still respects and preserves the culture of their ancestors before them. The purpose of this study was to determine the pattern of settlements formed in the Village of Cikakak. This is because the people there have quite unique characteristics, firstly because the use of the aboge calendar, the people in this village are the Aboge Kejawen community. The research method used in this study is a qualitative research method with involved observation. It is obvious that each individual group certainly has a variety of different ways of reaching a social agreement, this is what then gives the difference between a settlement with other settlements. There are unique things that emerge from each individual group, including orientation, shape, spatial patterns and religious concepts and traditions that form the basis of the formation of a settlement. The settlement patterns found in Cikakak Village are a combination of cluster settlement patterns and linear settlement patterns formed by kinship relations and components of traditional space types at various scales, and orientation based on the presence of the Kiai H. Mustolih Tomb and Saka Tunggal Mosque, and the spatial hierarchy that is placing space as a pattern forming settlements in the Village Cikakak.Keyword: settlements, pattern area, kejawen, aboge, beliefAbstrak: Di Indonesia, masih banyak terdapat permukiman tradisional, dimana masyarakat yang tinggal di dalamnya masih mengikuti jejak peninggalan dari nenek moyang mereka. Salah satu diantaranya merupakan permukiman di Desa Cikakak, Kec. Wangon mereka masih menghargai dan melestarikan budaya dari leluhur sebelum mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola permukiman yang terbentuk di Desa Cikakak. Hal ini dikarenakan masyarakat disana memiliki karakteristik yang cukup unik yakni penggunaan kalender aboge, karena masyarakat di desa ini merupakan kelompok masyarakat kejawen aboge. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan observasi terlibat. Setiap kelompok individu tentunya memiliki berbagai cara yang berbeda dalam mencapai sebuah kesepakatan sosial, hal inilah yang kemudian memberikan berbedaan antara suatu permukiman dengan permukiman lainnya. Ada hal unik yang muncul dari setiap kelompok individu, antara lain orientasi, bentuk, pola ruang serta konsep kepercayaan maupun tradisi yang melatarbelakangi terbentuknya suatu permukiman. Pola permukiman yang terdapat di Desa Cikakak merupakan bentuk gabungan dari pola permukiman kluster dan pola permukiman linear yang terbentuk akibat hubungan kekerabatan dan komponen jenis ruang tradisi dalam berbagai skala, dan orientasi berdasarkan keberadaan Makam Kiai H. Mustolih dan Masjid Saka Tunggal, serta hirarki ruang yang menempatkan ruang sebagai pola pembentuk permukiman di Desa Cikakak.Kata Kunci: permukiman, pola ruang, kejawen, aboge, kepercayaan
PENGEMBANGAN PARIWISATA KAWASAN BATURRADEN Diwangkara, Naufal Kresna; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, R. Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The tourism industry in the Baturraden area, can be said to be one of the most popular tourism industries in Banyumas Regency. Judging from the number of visitors, in 2017 even visitors visiting the Baturraden tourist area can be considered quite large, namely a number of 633,420 visitors where an increase of 4.86% from the previous year. The development of tourism around the Baturraden area also experienced changes along with the development of the main tourism area, namely Baturraden tourism. The spatial layout of this region also indirectly changes following the existing tourism patterns, especially areas that are in direct contact with the tourism area. Therefore, this study wants to identify the condition of the Baturraden tourist area seen from 4 indicators namely (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancillary) in order to find out the extent to which the Baturraden tourism area has been prepared to accommodate tourist visitors who come by looking at the application of the four indicators. in the field. The method used in this research is a qualitative method with the process of finding data that is done by way of direct surveys to the field, interviews, and literature studies through books, research journals and related through internet pages. The final results of this study in the form of exposure to the identification of Baturraden Tourism area seen from 4 factors, namely Attraction, Amenity, Accessibility, and Ancillary.Keyword: Kata Baturraden Tourism Area, Baturraden Spatial Planning, Identification 4A. Abstrak: Industri pariwisata di kawasan Baturraden, dapat dikatakan sebagai salah satu industri pariwisata yang paling banyak diminati di Kabupaten Banyumas. Dilihat dari jumlah pengunjungnya, pada tahun 2017 bahkan pengunjung yang mengunjungi kawasan wisata Baturraden dapat dibilang cukup besar yaitu sejumlah 633.420 pengunjung dimana terjadi peningkatan 4,86% dari tahun sebelumnya. Perkembangan wisata disekitaran kawasan Baturraden pun turut mengalami perubahan seiring berkembangnya kawasan pariwisata induk yaitu lokawisata Baturraden. Tata ruang kawasan ini pun secara tidak langsung ikut berubah mengikuti pola pariwisata yang ada, terutama daerah yang bersinggungan langsung dengan kawasan pariwisata. Maka dari itu, penelitian ini hendak mengidentifikasi kondisi kawasan wisata Baturraden dilihat dari 4 indikator yaitu (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancilliary) dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kawasan pariwisata Baturraden sudah disiapkan untuk mengakomodir pengunjung wisata yang datang dengan melihat pengaplikasian ke empat indikator tersebut di lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan proses pencarian data yang dilakukan dengan cara survey langsung ke lapangan, wawancara, dan studi literatur melalui buku, jurnal penelitian terkait maupun melalui halaman internet. Hasil akhir penelitian ini berupa paparan identifikasi kawasan Pariwisata Baturraden dilihat dari 4 faktor yaitu Attraction, Amenity, Accessibility, dan Ancilliary.Kata Kunci: Kawasan Wisata Baturraden, Tata Ruang Baturraden, Identifikasi 4A.
ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL DI KAWASAN KAMPUNG KAPITAN PALEMBANG Aziz, A. Malik Abdul; Rukayah, R. Siti; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung kapitan merupakan sebuah kampung etnis tionghoa yang ada di kota Palembang. Kampung ini berdiri setelah berakhirnya masa pemerintahan Kesultanan Palembang dikarenakan penjajahan Belanda pada tahun 1821. Disini dibangunlah rumah-rumah yang menjadi kediaman masyarakat Cina. Hal ini menciptakan sebuah kawasan permukiman yang dimana dipengaruhi oleh tiga budaya yaitu budaya Cina, Belanda, dan Palembang. Pencampuran budaya ini membuat kawasan ini memiliki ciri khas rumah tradisional yang unik jika dibandingkan dengan rumah limas tradisonal Palembang pada umumnya. Akan tetapi identitas rumah tradisional ini terancam semakin menghilang karena kurangnya perawatan rumah dari pemilik rumah. Walau beberapa rumah sudah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya nasional, masih kurangnya tindakan dari pemerintah daerah untuk mengkonservasi rumah-rumah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arsitektur rumah tradisional di kawasan Kampung Kapitan sebagai dokumentasi yang bermanfaat untuk kajian koservasi bangunan bersejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif yang dimana dilakukannya survei lapangan lalu didukung dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pencampuran langgam budaya pada elemen bangunan pola ruang, fasad, bahan bangunan, sistem konstruksi, dan ornamen di rumah tradisional Kampung Kapitan
Co-Authors Abdullah Ali Abdurrahman Ibnu Auf, Abdurrahman Ibnu Abdurrohman Ibnu Auf, Abdurrohman Ibnu Achmad, Fathi Khalidi Adriyani Adam Ady Purwoto Affani, Ririn Afifatun , Siti Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agung Nugroho Agusfiana, Ega Dwi Airin Dian Nagari Ali Rachman, Ali Alin Pradita Agustin Andi Asrul Sani, Andi Asrul Anggararatri, Yasinta Annica Etenia Annica Etenia Annica Etenia Arief Satya Wijaya Arief Satya Wijaya Arnia Iga Meirta Arung Arafah, Latief Ashri Amalia Hadi, Ashri Amalia Asrul Sahri Siregar Athia Maulida Tsania Shofie Athia Maulida Tsania Shofie Atiek Suprapti Atiek Suprapti Budiarto atik suprapti Aulia Safira Aziz, A. Malik Abdul Bagus Wahono, Bagus Bambang Supriadi Bambang Suprijadi Bambang Supriyadi Basalamah, Huda Muhammad berliana narimala Budi Sudarwanto Cahya, Mochamad Robby Fajar Daffa Maulana Rifli Daffa Maulana Rifli Dardi, Satriana Dargayana, Glandisepa Chahyanita Deni Wahyu Setiawan deni wibawanto Dewi Astuti Diana Susilowati disa ceria Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrasaptono Dunggio, Abdul Rivai Saleh Edi Purwanto Edi Purwanto Edward E. Pandelaki Edward Endrianto Pandelaki Eka Sarofah Erie Kolya Nasution Etenia, Annica Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fajar Cahya, Mochamad Robby Farida Nur Rachmawati Fariz Addo Giovano fathulia fatmatina Fitria N, Revie Fitriyanstanti, Devi Fredy, Khalid Frisca Ajengtirani Ardiniken Fristy Sulistiani Gagoek Hardiman Gbran, Hassan Giovano, Fariz Addo Glandisepa Chahyanita Dargayana Hanifah Fairuza Prabarini Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Hassan Gbran Heru Wibowo Hexa Apriliana Hidayah Huda Muhammad Basalamah Indrasaptono, Djoko Iriani, Restu Isdy Sulistyo Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Puteri Ivien Aryo Puspita Wardani Joesron Alisyahbana, Joesron Koko Pradityo, Koko Kristiani Budi Lestari Kusuma, Tegar Lestari, Kristiani Budi Lia Rosmala Schiffer Lilik Kartika Sari, Lilik Kartika Loretta Ernadia Luqman Nashirudin Nafiq Lutfiana, Nuraini luthfan alfarizi, luthfan Malaha, Naomi Mira Fitriana Mohammad Sahid Indraswara Mudhofar Muffid Muhamad Wisnu Aribowo Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Haramain Muhammad Qadaruddin Mujiono, Untung Musi, Muhammad Akil Muslih nabila maharani saputra Nasution, Revie Fitria Nasution, Titi Anggraeni Naufal Kresna Diwangkara Ningsih, Warti Novika, Puke Rizkiana Novitawati Novitawati Nuning Vita Hidayati Nunuk Juli Sufiati Nurmadiah Nurnainah, Nurnainah nurul kusumaningrum Pancawati Dewi Pannyiwi, Rahmat Paramtopo, Dewanggo Haryo Pariaribo, Konstantina M Pella, Yosin Herloheti Permata Widianingrum Permata Widianingrum Prabu Aji, Sulistyani Priyo Susatyo Puji Hadianti Ardhana Reswari Purbanova, Reni Puteri Iskandar Putri, Esa Rinjani Cantika Qamarya, Nurul R. Rusli Rachmayanie, Arieska Avianda Rahmatiah Rahmatiah Rany, Azhar Hasna Reangga Perkasa, Reangga Rohayah, Nur Rohman Eko Santoso Rosyid Ridlo Al-Hakim Saputra, M. Khalid Fredy Sari, Suzana Ratih Septana Bagus Pribadi Setijanto Setyo Effendi Setyoningsih , Sri Setyowati, Endang Ariyani Siti Patimah Soraya, Dhita Rasyida Sri Ariyanti Sudarmawan Juwono Sudarmawan Juwono Sufiati, Nunuk Juli Sugiono Sutomo, Sugiono Suhargo Tri H. Suminar, Saka Surya, Sara SURYANI Suzana Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzzana Ratih Sari titien murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini, Titien titin murtini, titin Titin Woro Murtini Tondok, Santalia Banne Tri H., Suhargo Untung Mujiono Vivi Kurnia Putri Vivi Kurnia Putri W. Lestari Wahyuti, Wahyuti Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Wijayanti Wijayanti Windiariani Lestari Wulasty Digda Yumnahanin Wuriani, Wuriani Yermi, Yermi Yudi Nugraha Bahar Yunita Kristina YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI