p-Index From 2021 - 2026
10.151
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIK MODUL Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan IMAJI NALARs Jurnal Pengembangan Kota Tesa Arsitektur SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Jurnal Sejarah Citra Lekha Jurnal Tataloka Nature: National Academic Journal of Architecture Jurnal Akuatika Indonesia Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Jurnal Arsitektur ARCADE Journal of Architectural Research and Design Studies Jurnal Arsir Journal of Architectural Design and Urbanism TAJDID Border: Jurnal Arsitektur Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Journal of Education Research DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) International Journal of Architecture and Urbanism Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani (JURRIH) Eduvest - Journal of Universal Studies International Journal of Nursing and Midwifery Research Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal MAIYAH International Journal of Health Sciences Journal of Advanced Health Informatics Research Proceeding Seminar Nasional IPA The Eastasouth Journal of Information System and Computer Science Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Jurnal Arsitektur ARCADE Genbinesia Journal of Biology Jurnal Pelita Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTER VISUAL GANG GAMBIRAN KAWASAN PECINAN, SEMARANG Kristiani Budi Lestari; Suzanna Ratih Sari; R. Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.594

Abstract

Abstract : Chinese culture played a major role in forming the identity of the semarang city, which is seen by the Chinatown as both economic and Tionghoa cultural center in Semarang. As a result of growing economic activity, the building with Chinese architectural in Chinatown had physical changes that adjusted the needs of the region’s residents. This resulted a change in the visual quality of the Semarang Chinatown as a historic settlement in Semarang. However, observations have shown that there are still quite a few historical houses, especially in Gang Baru, Gang Gambiran, Gang Besen. The study aims to learn how houses in the Gang Gambiran as one of the corridors that still maintain traditional characteristics on the facade may affect the characteristics of space in the Semarang Chinatown. The study employed qualitative methods with the facade of buildings in Gang Gambiran as a component that affected the visual character of the region. That indicator became the guide in data collection and analysis. As a result, the visual character of the Chinatown in the Gang Gambiran as one of the corridors in Semarang Chinatown settlement was strongly influenced by a dwelling that still retained the architectural significance of China.Abstrak: Kebudayaan Tionghoa berperan besar dalam membentuk identitas kota Semarang, hal tersebut terlihat dengan adanya Kawasan Pecinan (Chinatown) sebagai kawasan sentra ekonomi yang padat dan juga pusat kebudayaan warga Tionghoa di Semarang. Akibat kegiatan ekonomi yang semakin bertumbuh, bangunan dengan ciri arsitektur Tionghoa di Pecinan mengalami perubahan fisik bangunan yang menyesuaikan dengan kebutuhan penghuni kawasan. Hal tersebut mengakibatkan perubahan kualitas karakter visual kawasan Pecinan Semarang sebagai permukiman bersejarah di Semarang. Namun, dari pengamatan yang dilakukan ditemukan masih cukup banyak bangunan, khususnya tipe hunian di dalam beberapa koridor yang masih mempertahankan bentuk fasad sesuai ciri khas arsitektur Tionghoa. Bangunan-bangunan tersebut khususnya berada di koridor Gang Baru, Gang Gambiran, Gang Besen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hunian di Gang Gambiran sebagai salah satu koridor yang masih terdapat ciri khas tradisional pada fasad bangunan dapat mempengaruhi karakteristik ruang di Kawasan Pecinan Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fasad bangunan di Gang Gambiran sebagai komponen yang mempengaruhi karakter visual kawasan.  Indikator tersebut menjadi patokan di dalam pengumpulan data dan analisa. Hasil dari penelitian ini adalah karakter visual Kawasan Pecinan di Gang Gambiran sebagai salah satu koridor di Kawasan Pecinan Semarang cukup kuat dipengaruhi oleh hunian yang masih mempertahankan ciri khas arsitektur China.
INVENTARISASI ARSITEKTUR BANGUNAN CAGAR BUDAYA KANTOR POS SEMARANG (Memikirkan Kembali Peluang Fungsi Kantor Pos di Era Digital) R. Siti Rukayah; Sudarmawan Juwono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.836

Abstract

Abstract: During the Dutch colonial period, Daendeles (1808) built a 1000km postal highway from Anyer - Panarukan. Now the road is known as the pantura (north coast route). The main function is to facilitate communication between regions controlled by Daendeles. One of the buildings that influenced the construction of the postal highway was the first post office in Batavia (1746) and the second post office in Semarang (1750). In the city of Semarang, along with the development of the city to the south and the existence of road infrastructure towards the kingdom of Mataram (Surakarta and Jogjakarta), several branch post offices were built in the Bangkong area and the Post Office Jalan Dr. Wahidin. The building is the center of postal services and operations in the city of Semarang and its surroundings. However, along with the development of the postal industry process, it has pushed service rooms to be more efficient, resulting in a reduction in the need for workspaces which results in a lot of space that can be used for other functions. This opportunity to revitalize the old post office building can be integrated with the potential of the Old Town area which has been developed as a mainstay tourism destination for the city of Semarang. Taking into account this potential, the purpose of this paper is to map and inventory the architectural potential of the Semarang post office which is very urgent to do. The method used is to conduct observations and interviews in a structured manner. The focus of the study is on the potential of architecture, including architectural space and character, as well as the potential of the existing environment or area. The result of the building inventory to preserve that not only focuses on the physical building but also how the activities in it are still attached to the function of the building.Abstrak: Pada masa colonial Belanda, Daendeles (1808) membangun jalan raya pos sepanjang 1000km dari Anyer - Panarukan dan kini dikenal dengan jalur pantura. Fungsi utama adalah memperlancar komunikasi antar daerah yang di kuasai Daendeles. Salah satu bangunan yang berpengaruh terhadap dibangunnya jalan raya pos adalah Kantor pos pertama di Batavia (1746) dan Kantor pos kedua di Semarang (1750). Di Kota Semarang seiring dengan perkembangan kota ke arah Selatan dan telah adanya infrastruktur jalur jalan kearah kerajaan Mataram (Surakarta dan Jogjakarta) maka dibangunlah kantor pos cabang di kawasan Bangkong dan Kantor pos jalan Dr. Wahidin. Bangunan tersebut menjadi salah satu tulang punggung pelayanan dan operasional pos di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Namun seiring dengan perkembangan proses industri pos telah mendorong ruang pelayanan semakin efisien sehingga terjadi pengurangan kebutuhan ruang kerja yang mengakibatkan banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk fungsi lain. Peluang ini dapat diintegrasikan dengan potensi kawasan Kota Tua telah dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi pariwisata andalan Kota Semarang. Dengan memperhatikan adanya potensi tersebut tujuan paper ini adalah melakukan mapping dan inventarisasi potensi arsitektur kantor pos Semarang yang sangat mendesak untuk dilakukan. Metode yang dilakukan adalah melakukan survey lapangan dan wawancara secara terstruktur. Adapun fokus kajian adalah pada potensi arsitektur mencakup ruang dan karakter arsitektur, serta potensi lingkungan atau kawasan yang ada. Hasil dari inventarisir bangunan adalah upaya untuk melestarikan yang tidak hanya berfokus pada fisik bangunan saja tetapi juga bagaimana aktivitas di dalamnya masih tetap melekat dengan fungsi bangunannya. 
FAKTOR – FAKTOR PENGARUH PREFERENSI PENGGUNA PASAR PETEROGAN SEMARANG PASCA REVITALISASI Mira Fitriana; Suzanna Ratih Sari; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.995 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.328

Abstract

Abstract: Declining visitor interest in traditional markets is one of the problems currently faced by traditional markets. The form of government effort to maintain the existence of traditional markets is by conducting a revitalization program. Semarang Peterongan Market is one of the Semarang City public facilities located on Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. South Semarang. Before burned, the conditions were very poor namely slums, dirty, irregular arrangement of shanties and unavailability of parking lots. This study aimed to identify the factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors of the Peterongan Market , identifying buyer preferences to the efforts of the revitalization program that have been carried out at the Peterongan Market and to evaluate the physical, non-physical components and infrastructure that exist in the Peterongan Market. The study used a descriptive qualitative approach. Data collection is done by means of observation and interviews with market agencies, visitors and traders. The results showed that there were factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors, buyers were reluctant to go up to the 2nd and 3rd floors, there was worst accessibility for traders or buyers, there were obstacles in the circulation of merchandise, design and size of kiosks and booths. accommodate the needs of traders. Buyers and traders' preferences are access and circulation that can accommodate their needs in the market, design kiosks and booths that are suitable for their trade. Based on the analysis results of the Semarang Peterongan Market building evaluation analyzed with regulations that apply to the physical component, it is generally appropriate.Keyword: zoning, circulation, user preferences,revitalizationAbstrak: Menurunya minat pengunjung terhadap pasar tradisional menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi pasar tradisional sekarang ini. Bentuk usaha pemerintah untuk menjaga eksistensi pasar tradisional yaitu dengan melakukan program revitalisasi. Pasar Peterongan Semarang merupakan salah satu fasilitas publik Kota Semarang yang berlokasi di Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. Semarang Selatan. Sebelum mengalami kebakaran,kondisi pasar sangat memprihatinkan yaitu kumuh,kotror,penataan lapak yang tidak teratur serta tidak tersedianya lahan parkir.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh preferensi pengguna tentang apa saja penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 Pasar Peterongan Semarang,mengidentifikasi preferensi pembeli terhadap upaya program revitalisasi yang sudah dilakukan di Pasar Peterongan serta mengevaluasi komponen fisik,non fisik serta prasarana yang ada pada Pasar Peterongan. Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif . Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan dinas pasar,pengunjung serta pedagang. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 adalah pembeli enggan naik ke lantai 2 dan 3,tidak adanya aksesbilitas yang baik untuk pedagang maupun pembeli,terdapat kendala dalam sirkulasi barang dagangan,desain serta ukuran kios dan los tidak mengakomodasi kebutuhan pedagang. Preferensi pembeli dan pedagang cenderung dengan adanya akses serta sirkulasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka didalam pasar,desain kios serta los yang sesuai dengan jenis dagangan mereka. Berdasarkan hasil analisis  evaluasi bangunan Pasar Peterongan Semarang dianalisis dengan peraturan yang berlaku pada komponen fisik,umumnya sesuai.Kata Kunci: zoning,sirkulasi,preferensi pengguna,revitalisasi
POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT ABOGE, DESA CIKAKAK, KEC. WANGON, KAB. BANYUMAS Huda Muhammad Basalamah; R. Siti Rukayah; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.692 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.425

Abstract

Abstract: In Indonesia, there are still many traditional settlements, where the people who live in it still follow in the footsteps of their ancestors. One of them is a settlement in Cikakak Village, They still respects and preserves the culture of their ancestors before them. The purpose of this study was to determine the pattern of settlements formed in the Village of Cikakak. This is because the people there have quite unique characteristics, firstly because the use of the aboge calendar, the people in this village are the Aboge Kejawen community. The research method used in this study is a qualitative research method with involved observation. It is obvious that each individual group certainly has a variety of different ways of reaching a social agreement, this is what then gives the difference between a settlement with other settlements. There are unique things that emerge from each individual group, including orientation, shape, spatial patterns and religious concepts and traditions that form the basis of the formation of a settlement. The settlement patterns found in Cikakak Village are a combination of cluster settlement patterns and linear settlement patterns formed by kinship relations and components of traditional space types at various scales, and orientation based on the presence of the Kiai H. Mustolih Tomb and Saka Tunggal Mosque, and the spatial hierarchy that is placing space as a pattern forming settlements in the Village Cikakak.Keyword: settlements, pattern area, kejawen, aboge, beliefAbstrak: Di Indonesia, masih banyak terdapat permukiman tradisional, dimana masyarakat yang tinggal di dalamnya masih mengikuti jejak peninggalan dari nenek moyang mereka. Salah satu diantaranya merupakan permukiman di Desa Cikakak, Kec. Wangon mereka masih menghargai dan melestarikan budaya dari leluhur sebelum mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola permukiman yang terbentuk di Desa Cikakak. Hal ini dikarenakan masyarakat disana memiliki karakteristik yang cukup unik yakni penggunaan kalender aboge, karena masyarakat di desa ini merupakan kelompok masyarakat kejawen aboge. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan observasi terlibat. Setiap kelompok individu tentunya memiliki berbagai cara yang berbeda dalam mencapai sebuah kesepakatan sosial, hal inilah yang kemudian memberikan berbedaan antara suatu permukiman dengan permukiman lainnya. Ada hal unik yang muncul dari setiap kelompok individu, antara lain orientasi, bentuk, pola ruang serta konsep kepercayaan maupun tradisi yang melatarbelakangi terbentuknya suatu permukiman. Pola permukiman yang terdapat di Desa Cikakak merupakan bentuk gabungan dari pola permukiman kluster dan pola permukiman linear yang terbentuk akibat hubungan kekerabatan dan komponen jenis ruang tradisi dalam berbagai skala, dan orientasi berdasarkan keberadaan Makam Kiai H. Mustolih dan Masjid Saka Tunggal, serta hirarki ruang yang menempatkan ruang sebagai pola pembentuk permukiman di Desa Cikakak.Kata Kunci: permukiman, pola ruang, kejawen, aboge, kepercayaan
FENOMENA PERUMAHAN SYARIAH DI KOTA SEMARANG Mohammad Sahid Indraswara; Gagoek Hardiman; Raden Siti Rukayah; Fahmi Syarif Hidayat
MODUL Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.22.1.2022.13-20

Abstract

Besarnya jumlah umat Islam khususnya di Semarang serta kecenderungan masyarakat urban (kota) untuk mendapatkan lingkungan dan fasilitas yang kondusif untuk beribadah, pendidikan yang islami merupakan potensi dan peluang bagi pengembang perumhan syariah. Perumahan syariah adalah perumahan yang menerapkan nilai-nilai Islam yaitu habluminallah, hablumminannas dan hablumminal alamien sesuai al quran dan Hadits. Penelitian ini bertujuan mencari penerapan nilai-nilai islam  pada fasilitas perumahan syariah dan menetapkan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan developer dalam membangun fasilitas pada  perumahan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan , sumber sekunder dari internet serta wawancara terstruktur (interview guide). Data yang didapatkan disusun dan dianalisis dengan mencari kesesuaian parameter nilai-nilai islami. Dari analisa didapatkan hasil penelitian bahwa nilai habluminallah diterapkan berupa tempat ibadah di bangun oleh 4 pengembang. Nilai habluminannas berupa   pesantren dibangun oleh 1 pengembang dan ruang terbuka yang direncanakan sebanyak 3 pengembang. Nilai Hablumminal alamien berupa adaptasi dengan alam lingkungan dilakukan oleh semua pengembang perumahan syariah.  Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pembangunan dibedakan menjadi dua yaitu faktor pendorong terdiri dari niat, menyesuaikan faslitas dengan konsep, dan keberlanjutan pengembangan perumahan. Faktor penghambat, terdiri dari keterbatasan lahan dan jumlah unit rumah, konversi dari perumahan konvesional, kerjasama dengan pemilik lahan, dan pemahaman/rujukan dari asosiasi property syariah.
MORFOLOGI DARI KAMPUNG NELAYAN MENJADI KAMPUNG BAHARI Puteri Iskandar; R. Siti Rukayah; Atik Suprapti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.970

Abstract

Kampung nelayan identik dengan masyarakatnya yang bekerja sebagai nelayan. Tingkat Pendidikan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya yang rendah berpengaruh pada kualitas lingkungan dan standar kelayakan permukiman. Intervensi Pemerintah Kota Semarang dalam rangka menata dan meningkatkan kualitas lingkungan kampung nelayan Tambak Lorok dengan tahap awal menjadikan kampung nelayan Tambak Lorok sebagai kampung bahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap morfologi yang terjadi dari kampung nelayan menjadi kampung bahari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan survey kelapangan dan serial peta yang diambil dari beberapa sumber. Selanjutnya, penyampaian data-data historis dan kondisi Kampung Tambak Lorok kini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan berkurangnya jumlah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan morfologi yang semula adalah membentuk order pusat dengan ujung cabang-cabangnya sebagai dermaga menjadi berkurang. Morfologi yang terbentuk dari kampung nelayan menjadi kampung bahari adalah morfologi arah daratan diakibatkan perkembangan dari koridor utama yang semula kecil dan kini berubah menjadi besar.
Architecture on The Imah Panggung and Babaritan Tradition as A Space Spirit in Kampung Kranggan, Bekasi, Indonesia Abdullah Ali; Siti Rukayah; Agung Budi Sardjono; Sudarmawan Juwono
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2, 2022
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v4i2.13086

Abstract

AbstractThe current environmental crisis has made the theme of local wisdom related to the architecture and traditions of the archipelago a severe concern. Efforts to explore and rediscover functions, forms, meanings, and philosophies have been neglected due to the massive urban modernization. As an area directly adjacent to the capital city of Jakarta, the city of Bekasi is indeed inseparable from the problems of urbanization. This research focuses on the Imah Panggung and the Babaritan tradition (alms of the earth) in Kampung Kranggan, which persists today. Using qualitative methods, namely conducting in-depth observations and interviews with traditional elders, conducting descriptive analysis based on data and field findings. It can be concluded that the Imah Panggung and the Babaritan tradition have a solid relationship not only in terms of activity and function of space but also the philosophical meaning and heritage of knowledge and methods from ancestors, which are still very relevant today. The relationship between human beings, humans and nature, and humans and God are represented in the Imah Panggung architecture and the Babaritan ritual procession as the spirit of space in Kampung Kranggan.    
KARAKTERISTIK ATRIBUT TERHADAP PERILAKU PENGGUNA PADA PUSAT KULINER DI KOPLAKAN BLORA Glandisepa Chahyanita Dargayana; Suhargo Tri H.; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.495

Abstract

Renovation will not succeed if the designer does not consider user attributes, so the results of the design will be changed according to the needs of user attributes. This happened in Koplakan Blora, which was more spacious and modern, but they complained about the lack of visitors after the renovation. This study aims to determine the characteristics of post-occupant users, interests, responses, and expectations of Koplakan users. Using descriptive qualitative research methods with instrument attributes (comfort, sociality, visibility, legibility) of the user, knowing the relationship between perceptions and user attributes, and knowing the comfortable space settings for the user. The results of the study are based on the required attributes, the user needs a large counter, the location of the sign that is easily visible to visitors, the size of a low counter barrier to be able to socialize with other traders, the shape of the building that is in accordance with the local culinary center
PENATAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN STUDI KASUS KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL Untung Mujiono; Suzanna Ratih Sari; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.516

Abstract

Seeing the very important role of traditional markets for the community, it is necessary to examine several things that can affect the smoothness or success in increasing people's income. Therefore, to improve and maintain the role of traditional markets, there needs to be involvement or coordination with agencies to support the welfare and success of traditional market traders. So, in this study, the location was taken by considering the welfare of the traditional market in Rowosari Village. There is a traditional market that has been around for a long time and is managed by the village government. Descriptive method is used in this research which explains the situation in Rowosari Traditional Market. From the results of the study, Rowosari Traditional market plays a role in increasing the income of the community who generally come from the Rowosari region and surrounding areas. 
PENGARUH SETING SKYBRIDGE PANDANARAN TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN DAN AKSESIBILITAS PENGGUNA Permata Widianingrum; Djoko Indrasaptono; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1111

Abstract

Abstract: Pandanaran is one of the most congested roads in Semarang city, which is strategically located and known as the center of souvenir area of Semarang. The souvenir center on Jalan Pandanaran is often considered a source of congestion due to the unorganized parking area on the side of Pandanaran street. To slove this problem, Semarang City Government built a parking building at Semarang City Health Office. The parking building has 11 floors that can accommodate cars and motorbikes and equipped with elevator and Skybridge as connecting route. However, in reality there are still many people not to use the skybridge. The purpose of this research to determine the effect of Pandanaran skybridge setting on the convenience and accessibility attributes users of Pandanaran street. This research uses descriptive quantitative methods with research data obtained through questionnaires. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques and place-centered mapping. The result of this research is that many visitors to the souvenir center use skybridge as the main link between the parking building and the souvenir area. Some of the reasons visitors use skybridge to get to the souvenir area is short travel time, providing a sense of convenience and safety. Abstrak: Pandanaran merupakan salah satu jalan yang cukup padat di Kota Semarang yang terletak strategis dan dikenal sebagai pusat oleh-oleh Semarang. Pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran seringkali dianggap menjadi sumber kemacetan dikarenakan tidak tertatanya area parkir di sisi Jalan Pandanaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Semarang membangun gedung parkir yang menempati lahan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Gedung parkir tersebut memiliki 11 lantai yang dapat menampung mobil dan motor serta dilengkapi lift dan skybridge sebagai jalur penghubung. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tidak menggunakan skybridge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terkait seting skybridge pandanaran terhadap atribut kenyamanan dan aksesibilitas pengguna jalan pandanaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data penelitian yang diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan place-centered mapping. Hasil dari penelitian ini adalah banyak pengunjung pusat oleh-oleh yang menggunakan skybridge sebagai penghubung utama antara gedung parkir menuju Kawasan oleh-oleh. Beberapa alasan pengunjung menggunakan skybridge untuk menuju pusat oleh-oleh salah satunya waktu tempuh yang singkat serta memberikan rasa nyaman dan aman
Co-Authors Abdullah Ali Abdurrahman Ibnu Auf, Abdurrahman Ibnu Abdurrohman Ibnu Auf, Abdurrohman Ibnu Achmad, Fathi Khalidi Adriyani Adam Ady Purwoto Affani, Ririn Afifatun , Siti Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agung Nugroho Agus Nuryanto Agusfiana, Ega Dwi Ajeng Sarinastiti, Ajeng Al-Hakim, Rosyid Ali Alsharef Khlil Khalifah, Ali Alsharef Khlil Ali Rachman, Ali Ali, Abdullah Alin Pradita Agustin Andi Asrul Sani, Andi Asrul Anggararatri, Yasinta Annica Etenia Annica Etenia Annica Etenia Aribowo, Muhamad Wisnu Arief Satya Wijaya Arief Satya Wijaya Arung Arafah, Latief Ashri Amalia Hadi, Ashri Amalia Asrul Sahri Siregar Atiek Suprapti Atiek Suprapti Budiarto atik suprapti Aziz, A. Malik Abdul Bagus Wahono, Bagus Bambang Setioko Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bambang Suprijadi Bambang Supriyadi Basalamah, Huda Muhammad berliana narimala Budi Sudarwanto Budiarto, Atiek Suprapti Cahya, Mochamad Robby Fajar Dardi, Satriana Dargayana, Glandisepa Chahyanita Deni Wahyu Setiawan deni wibawanto Dewi Astuti Diana Susilowati disa ceria Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrasaptono Djoko Indrosaptono Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Nugroho Wibowo Edi Purwanto Edward E. Pandelaki Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Effendi, Setyo Eka Sarofah Erie Kolya Nasution Etenia, Annica Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fajar Cahya, Mochamad Robby Farida Nur Rachmawati fathulia fatmatina Firanti, Aulia Maya FITRI NURCAHYANI Fitria N, Revie Fitriyanstanti, Devi Fredy, Khalid Frisca Ajengtirani Ardiniken Fristy Sulistiani Gagoek Hardiman Gbran, Hassan Giovano, Fariz Addo Glandisepa Chahyanita Dargayana Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Hassan Gbran Hazmi, Muhammad Zikri Heriyanto, Adi Heru Wibowo Hexa Apriliana Hidayah Huda Muhammad Basalamah Iin Maryati, Iin Ikegwu, Chukwudi Michael Indrasaptono, Djoko Iriani, Restu Isdy Sulistyo Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Puteri Joesron Alisyahbana, Joesron Koko Pradityo, Koko Kristiani Budi Lestari Kusuma, Tegar Lestari, Kristiani Budi Lestari, W Lia Rosmala Schiffer Lilik Kartika Sari, Lilik Kartika Loretta Ernadia Lutfiana, Nuraini luthfan alfarizi, luthfan maharani saputra, nabila Mahmoud, Hanan Hassan Alsheikh Malaha, Naomi Meirta, Arnia Iga Mira Fitriana Moh. Husein Sastranegara Mohammad Sahid Indraswara Motoh, Denny Bayuaji Mudhofar Muffid Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Haramain Muhammad Qadaruddin Mujiono, Untung Musi, Muhammad Akil Muslih Muslih Muslih Nasution, Erie Nasution, Revie Fitria Nasution, Titi Anggraeni Naufal Kresna Diwangkara Ningsih, Warti Novika, Puke Rizkiana Novitawati Novitawati Nuning Vita Hidayati Nunuk Juli Sufiati Nurmadiah Nurnainah, Nurnainah nurul kusumaningrum Pancawati Dewi Pannyiwi, Rahmat Paramtopo, Dewanggo Haryo Pariaribo, Konstantina M Pella, Yosin Herloheti Permata Widianingrum Permata Widianingrum PRABARINI, HANIFAH FAIRUZA Prabu Aji, Sulistyani Primanisa, Qoyyimah Priyo Susatyo Purbanova, Reni Puteri Iskandar Putri, Esa Putri, Esa Rinjani Cantika Qamarya, Nurul R. Rusli Rachmayanie, Arieska Avianda Rahmatiah Rahmatiah Rany, Azhar Hasna Reangga Perkasa, Reangga Rohayah, Nur Rohman Eko Santoso Rosyid Ridlo Al-Hakim Safira, Aulia Saputra, M. Khalid Fredy Saputra, Satria Helly Sari, Suzana Ratih Sastranegara, Moh. Husien Septana Bagus Pribadi Setijanto Setyoningsih , Sri Setyowati, Endang Ariyani Shofie, Athia Maulida Tsania Sigit Ashar Setyoaji, Sigit Ashar Siti Patimah Soraya, Dhita Rasyida Sri Ariyanti Sri Riani, Sri Stella Prita Anugeraheni Sudarmawan Juwono Sudarmawan Juwono Sufiati, Nunuk Juli Sugiono Sutomo, Sugiono Suhargo Tri H. Suminar, Saka Surya, Sara SURYANI Suzana Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzzana Ratih Sari titien murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini, Titien titin murtini, titin Titin Woro Murtini Tondok, Santalia Banne Tri H., Suhargo Untung Mujiono Vivi Kurnia Putri W. Lestari Wahyuti, Wahyuti Wardani, Ivien Aryo Puspita Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Windiariani Lestari Windiarini Lestari Wuriani, Wuriani Yermi, Yermi Yudi Nugraha Bahar Yunita Kristina YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI