p-Index From 2021 - 2026
6.816
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Journal of Marine Research Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Akuatika Indonesia JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Omni-Akuatika BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN MIPA JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan JURNAL PERIKANAN TROPIS Asian Journal of Aquatic Sciences Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Journal of Marine and Coastal Science Jurnal Pari Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan Journal of Coastal and Ocean Sciences Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira Indonesian Journal of Oceanography Abdimas Langkanae SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT Jurnal Miyang : Ronggolawe Fisheries and Marine Science Journal Indonesian Journal of Limnology Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Perikanan Terpadu Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Mantis Journal of Fisheries
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRODUKTIVITAS HASIL TANGKAPAN KAPAL BAGAN PERAHU DIPELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) SIBOLGA SUMATERA UTARA Sinaga, Sizka Rolenta; Lauura hermala yunita; Bagus Pramusintho; Nahri idris; Septy Heltria; Dwinda Pangentasari
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 03 (2025): Desember 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i03.48802

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga merupakan pusat pendaratan ikan dengan alattangkap bagan perahu yang banyak digunakan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisisproduktivitas kapal bagan perahu serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yangdigunakan adalah deskriptif dengan data sekunder PPN Sibolga tahun 2024, meliputi jumlahkapal, jumlah trip, jumlah hari penangkapan, dan total hasil tangkapan. Produktivitas dianalisisberdasarkan ukuran kapal (produktifitas/GT), jumlah trip (produktifitas/trip), dan jumlah hari(produktifitas/hari), serta dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa produktivitas kapal bagan perahu tergolong baik, dengan 81,03% kapalmelampaui standar nasional (KEPMEN-KP No. 87 Tahun 2021). Rata-rata produktivitasmencapai 1,3 ton/GT, 2,36 ton/trip, dan 0,17 ton/hari. Ukuran GT kapal berpengaruh negatifterhadap produktivitas/GT, sedangkan jumlah hasil tangkapan berpengaruh positif.Produktivitas/trip dipengaruhi positif oleh ukuran GT dan hasil tangkapan, namun negatif olehjumlah trip. Produktivitas/hari dipengaruhi negatif oleh jumlah hari penangkapan dan positifoleh hasil tangkapan.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA KAWASAN PESISIR EKOSISTEM MANGROVE DI KAMPUNG NELAYAN TANJUNG JABUNG BARAT Ester Restiana Endang; Septy Heltria; Farhan Ramdhani; Yoppie Wulanda; Rizky Janatul Magwa; Lauura Hermala Yunita
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9699

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi serta memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove menyebabkan degradasi kawasan yang berdampak pada penurunan produktivitas perikanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat mengenai fungsi ekosistem mangrove secara ekologi dan ekonomi, dampak kerusakan mangrove, serta upaya pelestarian. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan pembagian handout kepada kelompok nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep ekosistem mangrove, perannya dalam siklus karbon, fungsi sebagai habitat biota, dan dampaknya terhadap hasil tangkapan nelayan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari diskusi aktif mengenai upaya pelestarian mangrove melalui penanaman dan pengelolaan sampah laut. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai penunjang keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
Kualitas Lingkungan Kepiting Bakau Di Perairan Pantai Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Gustina Gustina; Septy Heltria; Mairizal Mairizal; Nelwida Nelwida; Fauzan Ramadan; Ester Restiana Endang Gelis
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.12542

Abstract

Kualitas lingkungan hidup kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan aspek penting yang perlu dikaji melalui pendekatan data parameter oseanografi guna mendukung keberlanjutan populasi dan pemanfaatannya secara lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas habitat kepiting bakau di Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang dilaksanakan pada 15–30 Juli 2024. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 transek pada setiap stasiun. Penilaian kualitas habitat menggunakan pendekatan Indeks Kualitas Habitat (IKH) berbasis pembobotan dengan parameter suhu, salinitas, pH, genangan air pasang surut, jenis vegetasi, dan kerapatan vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ekosistem mangrove di lokasi penelitian tergolong kategori baik, dengan nilai IKH 57 pada Stasiun 1 dan nilai 51 pada Stasiun 2 dan 3. Analisis korelasi antara kualitas habitat dengan lebar karapas menunjukkan korelasi positif lemah (r = 0,38), sedangkan korelasi antara kualitas habitat dengan bobot tubuh menunjukkan korelasi positif sedang (r = 0,52). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi habitat di perairan Desa Sungai Sayang berada dalam kondisi baik dan mampu mendukung kelangsungan hidup kepiting bakau.
Analysis of changes in the area and density of mangroves along the coast of tanjung jabung barat regency from 2015 to 2024 using landsat 8 satellite imagery Septy Heltria; Ester Restiana Endang Gelis; Farhan Ramdhani; Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun; Hamzah Hamzah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v7i1.13869

Abstract

Mangrove ecosystems in the coastal area of West Tanjung Jabung Regency are under increasing pressure from anthropogenic activities, highlighting the need for continuous monitoring of changes in their spatial extent and density. This study aims to analyze the changes in the area and density of mangrove ecosystems along the coastal region of Tanjung Jabung Barat Regency during the period 2015–2024 using Landsat 8 OLI satellite imagery. The data were obtained from the USGS Earth Explorer (path 125, row 61) with cloud cover less than 10%. Image processing involved several stages, including preprocessing, band composition, visual digitization, and supervised classification using ArcGIS 10.8 software. Mangrove vegetation density was analyzed using the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), which was categorized into three density classes: sparse, moderate, and dense. The results showed that the total mangrove area decreased by 14%, from 3,488.78 ha in 2015 to 3,009.98 ha in 2024, representing a reduction of approximately 478.8 ha. The most significant decreases occurred in Sinar Kalimantan Village (172.82 ha) and Sungai Dualap Village (42%), while a slight increase was observed in Pangkal Duri Ilir Village (1%). The NDVI-based density analysis indicated that dense mangrove areas increased substantially in Muara Seberang Village by 377.54 ha, whereas the largest decline occurred in Sinar Kalimantan Village by 78.72 ha. Overall, the findings reveal a trend of mangrove degradation mainly driven by land conversion and anthropogenic activities, alongside localized improvements likely due to rehabilitation efforts. These results provide valuable insights for sustainable management and conservation planning of mangrove ecosystems in the coastal zone of Tanjung Jabung Barat Regency
Exploitation rates and oceanographic characteristics of anchovy fishing grounds in FMA-572 West Sumatra Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Noferdiman Noferdiman; Muhamad Gilang Arindra Putra; Muhammad Halim
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.36105

Abstract

Anchovy is one of potential commodities widely found and caught by fishermen in FMA-572 West Sumatra. Examining its exploitation rate is a part of taking control and monitor toward the fishing activities to avoid overfishing possibility. This recent study aims to calculate exploitation rate and oceanographic characteristics of anchovy fishing grounds. The data was collected from Bungus Oceanic Fishing Port, West Sumatra in 2018-2022. Meanwhile, sea surface temperature and chlorophyll data were obtained from https://marine.copernicus.eu/ and https://oceancolor.gsfc.nasa.gov 2018-2022, respectively. The results showed that the exploitation rate of anchovies in 2020 and 2022 has exceeded maximum sustainable yield categorized as overexploitation with a percentage of 130.44% and 112.84%. Anchovy catches are significantly influenced by oceanographic factors with F value 0.00000115 ( 0.05). An increase in CPUE value is align with chlorophyll increase and in contrary to sea surface temperature. The findings are expected to give an overview related to anchovy fishing activities implementation and become an input for fisheries governance that lead to sustainable fisheries management.Keywords:FMA-572MSYOverfishingSustainable fisheriesStolephorus sp
Species diversity and size distribution of lift net catches in the coastal waters of Carocok Tarusan Karina Theresia Simaibang; Lisna Lisna; Septy Heltria; Afriani Harahap; Ester Restiana Endang Gelis; Ainun Rohmawati Bareta
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.13077

Abstract

Boat seine gear is a fishing gear is classified as a purse seine that has high productivity, resulting in a high composition of catches. The composition of fish species in the body of water is used to predict species diversity to show the number of individuals or different types of fish due to differences in size, shape, and quantity. In addition to diversity, size distribution also functions to show the growth rate of fish based on length frequency in a body of water. The purpose of this study was to analyze the diversity and size distribution of catches from boat seines in the Carocok Tarusan Coastal Waters. A survei method was used in this study. A purposive sampling method was used for the sampling. The study showed that the total catch of boat seine was 433.904 fish weighing 899,86 kg, which was divided into main catch (HTU) and bycatch (HTS). The number of HTU catches of payang was higher (92.51%) than that bycatch of 7,49%. The diversity index value in the Carocok Tarusan Coastal Waters was 0,37, the uniformity index was 0,12 and the dominance index was 0,86. It can be concluded that the results of the diversity and uniformity index are relatively low while the dominance index value is relatively high. The distribution of anchovy size as the main result of payang, which is 64,74% is considered worthy of being caught
Perbandingan Efektivitas Atraktor Pelepah Sawit pada Rumpon Permukaan dan Dasar dalam Menarik Ikan: Comparison of the Effectiveness of Palm Frond Attractors on Surface and Bottom Fish Aggregating Devices (Fads) in Attracting Guppy Fish Magwa, Rizky Janatul; Gelis, Ester Restiana Endang; Heltria, Septy; Yunita, Lauura Hermala
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 2 (2026): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.02.6

Abstract

Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang berfungsi menarik dan mengumpulkan ikan pada suatu lokasi tertentu sehingga memudahkan proses penangkapan. Salah satu komponen penting pada rumpon adalah atraktor, seperti pelepah sawit, yang dapat meningkatkan agregasi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas atraktor pelepah sawit pada rumpon permukaan dan rumpon dasar dalam menarik ikan. Penelitian dilakukan secara eksperimen di Laboratorium Jurusan Perikanan Fakultas Peternakan Universitas Jambi pada April–Juni 2024 menggunakan ikan guppy (Poecilia reticulata) sebagai organisme uji. Dua perlakuan digunakan yaitu rumpon dasar dan rumpon permukaan. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah ikan pada zona ketertarikan, distribusi vertikal ikan, serta perilaku ikan. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpon permukaan lebih efektif dalam menarik ikan dibandingkan rumpon dasar. Rata-rata jumlah ikan yang tertarik pada rumpon permukaan mencapai 20 ekor dengan efektivitas 44%, sedangkan rumpon dasar hanya 12 ekor dengan efektivitas 25%. Ikan juga lebih banyak berada pada lapisan permukaan akuarium serta menunjukkan respons makan dan agregasi yang tinggi. Kesimpulannya, atraktor pelepah sawit pada rumpon permukaan lebih efektif dalam menarik ikan dibandingkan rumpon dasar karena lebih mudah dideteksi pada zona aktivitas utama ikan. Fish Aggregating Devices (FADs) are commonly used to improve fishing efficiency by attracting and concentrating fish in a particular area. Palm fronds are often used as natural attractors to increase fish aggregation. This study aimed to compare the effectiveness of palm frond attractors on surface and bottom FADs in attracting fish. The experiment was conducted at the Fisheries Laboratory, Faculty of Animal Science, University of Jambi from April to June 2024 using guppy (Poecilia reticulata) as the test organism. Two treatments were applied: surface FAD and bottom FAD. Observations included the number of fish in the attraction zone, vertical fish distribution, and fish behavior. Data were analyzed using Independent Sample t-test and descriptive analysis. Results showed that the surface FAD attracted more fish than the bottom FAD. The average number of fish around the surface FAD reached 20 individuals (44% effectiveness), while the bottom FAD attracted 12 individuals (25% effectiveness). Fish were mostly distributed in the surface layer and showed active feeding and aggregation behavior. In conclusion, palm frond attractors placed on surface FADs are more effective in attracting fish than those placed on bottom FADs.
ESTIMATION OF CARBON STOCK AND BIOMASS OF MANGROVE IN PANGKAL BABU VILLAGE TANJUNG JABUNG BARAT Ester Restiana Endang Gelis; Septy Heltria; Lauura Hermala Yunita; Rizky Janatul Magwa; Yoppie Wulanda; Farhan Ramdhani; Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.9.1.39-44

Abstract

Mangrove ecosystems play a critical role as blue carbon sinks, yet quantitative data on carbon stocks in many coastal villages of Jambi Province remain scarce. This study estimated above- and belowground biomass and carbon stocks in the mangrove ecosystem of Pangkal Babu Village, Tungkal Ilir District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province, Indonesia. A non-destructive inventory method was employed across three stations, with a total of eighteen 10 × 10 m sample plots. Tree diameter at breast height (DBH) was measured for all individuals with DBH ≥ 4 cm, and biomass was computed using the generic allometric equation of Komiyama et al. (2005). Six mangrove species were recorded: Sonneratia alba, Avicennia alba, A.marina, Rhizophora apiculata, R. mucronata, and Bruguiera gymnorrhiza, with a total of 246 individual trees. Mean total biomass was 189.29 ± 69.91 Mg/ha and mean carbon stock was 88.96 ± 32.88 Mg C/ha, equivalent to 326.50 ± 120.70 Mg CO₂e/ha. Station 2 exhibited the highest carbon stock (127.88 Mg C/ha), dominated by Avicennia alba with the highest importance value index (IVI = 97.65). These results confirm that the mangrove ecosystem of Pangkal Babu Village serves as a substantial carbon reservoir and should be prioritized for conservation and rehabilitation programs
Pentingnya Ekosistem Mangrove dan Inovasi Perangkap Sampah Laut dalam Pengelolaan Sampah Kawasan Pesisir Ester Restiana Endang Gelis; Septy Heltria; Farhan Ramdhani; Rizky Janatul Magwa; Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.637

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi, kondisi ini mendorong pada kesadaran masyarakat akan peran dan fungsi ekosistem mangrove itu sendiri pada kawasan pesisir. Selain itu juga mangrove menjadi pemerangkap sampah laut yang umumnya menjadi salah satu masalah utama pada kawasan pesisir. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bapak dan ibu rumah tangga nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi serta pengenalan inovasi alat perangkap sampah laut sederhana dari alat tangkap bekas. Selama kegiatan berlangsung peserta antusias mengikuti dan berdiskusi terkait upaya pelestarian eksosistem mangrove dan penanggulangan sampah pada kawasan ekosistem mangrove. Kegiatan pengabdian ini menjelaskan beberapa point penting yaitu fungsi ekosistem secara ekologi dan ekonomi, dampak yang akibat penurunan tutupan ekosistem mangrove dan juga titik berat dalam pengelolaan sampah laut. Serta pengenalan alat perangkap dan pemasangan serta pencatatan data sampah laut yang akan membantu masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan maupun penanggulangan sampah kawasan pesisir.
BIOLOGICAL ASPECTS OF FOURFINGER THREADFIN (Eleutheronema tetradactylum) IN MENDAHARA ILIR EAST TANJUNG JABUNG REGENCY JAMBI Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita; Septy Heltria; Farhan Ramdhani
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v13i1.15144

Abstract

The fourfinger threadfin (Eleutheronema tetradactylum) is an economically important but increasingly threatened species classified as Endangered on the IUCN Red List. This study examined biological aspects of E. tetradactylum in the waters of Mendahara Ilir, East Tanjung Jabung Regency, Jambi. The research focused on the length-weight relationship (LWR), condition factor (K), relative weight (Wr), and size-based fishing eligibility. A total of 340 specimens, consisting 161 males and 179 females, were collected using gill nets. The LWR equations revealed  W = 0.002444L3.3306 (R² = 0.9571) for males and W = 0.005523L3.1116 (R² = 0.9623) for females, indicating positive allometric growth in males and near-isometric growth in females. The t-test confirmed that both b values differed significantly from 3 (p < 0.001). The mean condition factor (K) was 2.83 ± 0.14 for males and 2.91 ± 0.07 for females, while the mean relative weight (Wr) was 101.46 for males and 100.98 for females, indicating good physiological condition and favourable habitat quality. However, analysis of fishing eligibility revealed that only 48.60% of female fish had reached the minimum catchable size (Lc = 40.0 cm), compared to 72.05% of males that exceeded their threshold (Lc = 29.0 cm). The high proportion of undersized female fish raises serious concerns about potential recruitment overfishing. These findings underscore the urgent need to implement for size-selective fishing regulations in Mendahara Ilir waters.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abel Azzahra Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia Afriani Afriani Afriani H Afriani Harahap Ainun Rohmawati Bareta Amir Yarkhasy Yuliardi Annisa Rianti Ardelia, Icha Dewi Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Brigita Novianti Butar-butar BS Monica Arfiana Damanik, Ernawati Darlim Darmawi Dea Amelia, Dea Denny Alberto Satrya Gumay Depison Depison Dinanty, Fawwaz Dwinda Pangentasari Dyah Muji Rahayu Eko Wiyanto, Eko Ester Restiana Endang Gelis Farhan Ramadhani, Farhan Farhan Ramdhani Fauzan Ramadan Fiki Harjuni Firdaus, Randi Gentio Harsono Gustina Gustina Hadi, Sutanto Hamzah, Hamzah Hariski, M Hasanah Hasanah Hawis H Madduppa Hutwan Syarifuddin I Wayan Nurjaya Ibadillah, Sultonu Irfan Zidni Karina Theresia Simaibang Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lerma Yuni Siagian lestari, dewi joni lestari Lestariningsih, Wiwid Andriyani Lisna Lisna, Lisna Luhur Moekti Prayogo Luhur Prayogo, Luhur M Hariski Mairizal Mairizal Marita Ika Joesidawati Meta Dinda Pangaribuan Miradni, Asni Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Farhan Al Iqromi Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Halim Nahlunnisa, Hafizah Nahri Idris Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Noferdiman Nofrizal Nofrizal Noverdiman, Noverdiman Nugroho, Agung Tri Nurhayati Nurhayati Nurwijayanti Nyoman M N Natih Oktavia Sihombing Putra, Muhamad Rahmalia, Diah Ayu Ratu Almira Kismawardhani Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Robin Romie Jhonnerie RR. Ella Evrita Hestiandari Santika, Lora Sari, Ratna Juita Sarwo Edy Wibowo Sarwo Sucitra Amin Sayyidah Fatchiyyah Setiyawan, Khoirudin Anton Sinaga, Nurlince Sinaga, Sizka Rolenta Sri Novianti Sukma, Raka Suryono Suryono Taj, Kemal Togatorop, Alfa Immanuel Tri Suryono Windarti Windarti Wiwaha Anas Sumadja WULANDARI Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yudi Arista Yulanda Yun Alwi Yusyam Leni