Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Mekanisme Aksi ?-Mangostin dari Garcinia Tetranda Pierre terhadap P.falciparum Secara In Vitro Hadi Kuncoro; Aty Widyawaruyanti; Taslim Ersam
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i1.6

Abstract

ABSTRACT Development stage of parasite resistance assay and the Globin accumulation using SDS-PAGE Method has been done to parasite P. falciparum by giving α-mangostin from G. tetranda. α-Mangostin cause delays in the development stage of the parasite P. falciparum from stage schizont to stage trofozoit and cause parasite death after 48 hour. Swelling of the parasite of abnormal parasite food vacuole occurred after administration of α-Mangostin show from the results of SDS-PAGE. Key word : α- Mangostin, G. tetranda, P. falciparum, globin accumulation ABSTRAK Telah dilakukan pengujian hambatan perkembangan stadium parasit dan akumulasi globin menggunakan metode SDS- PAGE terhadap P. falciparum dengan pemberian α-Mangostin dari G. tetranda. Diketahui α-Mangostin menyebabkan penundaan perkembangan parasit P. falciparum dari stadium trofozoit menjadi stadium skizon dan menyebabkan parasit mati setelah jam ke 48. Pembengkakan vakuola makanan parasit yang abnormal terjadi setelah pemberian α- Mangostin terlihat dari hasil SDS-PAGE. Kata Kunci : α-Mangostin, G. tetranda, P. falciparum, , akumulasi globin
Analisis Hambatan Perkembangan Stadium Plasmodium Falciparum Terhadap Pemberian Ekstrak Daun Salam Badak (Acmena Acuminatissima) In Vitro Laura Wihanto; Hilkatul Ilmi; Aty Widyawaruyanti; Achmad Fuad Hafid; Indah Tantular
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v5i2.2203

Abstract

Background: The urgency generated by drug-resistant strains of malaria parasites has accelerated the need to find a new anti-malarial drug. Recent studies have shown that 80% ethanol extract Acmena acuminatissima has suitable antimalarial activities. Aim: To analyze the inhibitory effect of A. acuminatissima extract at the developmental stage of P. falciparum in infected erythrocytes in vitro. Methods: the synchronized culture of P. falciparum was incubated along with A. acuminatissima extract, and compared with negative controls. The effect on parasite growth was determined by observing the level of parasitemia and accumulation of various infective stages seen on thin blood smears after the incubation period of 12, 24, 36, and 48 hours using a light microscope with 1000 times magnification. Results: Within 48 hours of observation the difference was mainly in the proportion of ring-stage which was 2.75% in culture with the test compound and 41.41% in the negative control which showed that ethanol extract of A. acuminatissima inhibited the growth of parasites at the schizont stage into the ring stage. In trophozoite and schizonts stages of culture with test compounds, enlargement of digestive vacuole and vesiculation is obtained. Conclusion: A. acuminatissima inhibits the development of intraerythrocyt parasites at the schizonts stage and induced morphological changes.
Pemberdayaan UMKM Melalui Pelatihan Pembuatan Produk Berbasis Probiotik Di Desa Candi, Sidoarjo Kusumawati, Idha; Hendradi, Esti; Isnaeni, Isnaeni; Diyah, Nuzul Wahyuning; Purwanti, Tutiek; Widyawaruyanti, Aty; Poernomo, Achmad Toto; Poerwono, Hadi; Paramita, Diajeng Putri; Ekasari, Wiwied
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/vmwny271

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM di Desa Candi, Sidoarjo melalui pelatihan pembuatan produk berbasis probiotik-herbal. Program ini dilatarbelakangi oleh peran strategis UMKM dalam perekonomian Indonesia dan potensi pengembangan produk pangan fungsional probiotik-herbal. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan diikuti oleh 48 peserta UMKM dan mencakup pemberian materi oleh narasumber ahli serta praktik langsung pembuatan yogurt-herbal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan kenaikan rata-rata 36,24 poin antara pre-test dan post-test. Evaluasi keseluruhan menunjukkan respon sangat positif, dengan mayoritas peserta menyatakan materi mudah dipahami (75,6% sangat setuju) dan pelatihan bermanfaat (65,9% sangat setuju). Program ini berhasil meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengembangkan produk inovatif berbasis probiotik-herbal, membuka peluang diversifikasi produk dan pasar baru bagi UMKM setempat.
Pendampingan Pemanfaatan Toga Menjadi Produk Bernilai Ekonomi dalam Rangka Penguatan Program Asuhan Mandiri di Kabupaten Lamongan Kusumawati, Idha; Suciati, Suciati; Soesilawati, Pratiwi; Widyawaruyanti, Aty; Widyowati, Retno; Wahyuni, Tutik Sri; Purwitasari, Neni; Oktarina, Rice Disi; Rullyansyah, Subhan
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i1.12901

Abstract

Kegiatan asuhan mandiri Toga atau yang juga dikenal dengan asman TOGA diintegrasikan dengan program PKK yang dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh kader Asman dan didampingi fasilitator dari Puskesmas. Program ini dibawah pembinaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Desa Canditunggal yang terletak di wilayah Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan mempunyai kebun TOGA yang asri terbentang di tengah jalan desa. Kebun TOGA ini merupakan hasil kegiatan ibu-ibu PKK yang juga merupakan kader asman TOGA. Pada awalnya kebun TOGA ini hanya untuk keindahan saja. Untuk itu pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kali ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK tersebut agar dapat memanfaatkan TOGA khususnya dalam membuat produk dari daun katuk menjadi produk bernilai ekonomi untuk memperbanyak ASI. Kegiatan dilakukan dengan pemberian materi dan pelatihan pembuatan produk. Antusiasme, kreatifitas dan inovasi dari ibu-ibu PKK kader asman TOGA Desa Canditunggal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk keberhasilan pemanfaatn TOGA untuk menciptakan produk-produk yang bernilai ekonomi.  Kata Kunci: Asman, daun katuk, TOGA
Training on the Utilization of Traditional Medicines in the Community of Selayar District (Collaboration with Ksatria Airlangga Floating Hospital) Purwitasari, Neny; Ekasari, Wiwied; Wahyuni, Tutik Sri; Harianto, Agus; Dahri, Baso; Widyawaruyanti, Aty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v5i2.1406

Abstract

Purpose: This research aims to address the limited knowledge of traditional medicine among communities in Selayar Regency, South Sulawesi. It highlights the significance of improving understanding and usage of traditional medicine to enhance health outcomes in areas with limited healthcare facilities. Method: The study utilized a hybrid approach, involving seminars and training for 50 PKK (Family Welfare Movement) cadres. Pre and post-tests were administered to assess knowledge changes regarding medicinal plants and traditional medicine preparation. Practical Applications: The findings indicate that enhancing the knowledge of PKK cadres can empower them to share this information in their communities, leading to increased use of traditional remedies and improved health outcomes. Conclusion: The study found a notable increase in knowledge, with correct answers rising from 64.54% in the pre-test to 75.67% in the post-test. These results demonstrate the effectiveness of the training and its potential to address health challenges in Selayar Regency through the utilization of traditional medicine.
Ethnomedicine Study of Medicinal Plants for Therapy of Elderly Sleep Disorders in Tengger Tribe Lahardo, Devanus; Ekasari, Wiwied; Widyawaruyanti, Aty
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 3 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i3.7272

Abstract

Ethnomedicine offers valuable insights into plant-based therapies, potentially leading to the discovery of novel drugs. Sleep disturbances, including difficulty falling asleep, maintaining sleep, and early morning awakening, are prevalent among the elderly population and can significantly worsen Alzheimer's disease progression. This study explores the medicinal plants utilized by the Tengger tribe's elderly population for treating sleep disorders. Employing a mixed-methods approach, the study involved qualitative data collection through snowball sampling and in-depth interviews with 99 elderly participants and three traditional healers of the Tengger tribe. Quantitative data was obtained through questionnaires administered during field surveys. Participants were selected based on specific criteria: elderly individuals over 60 years of age, native Tengger tribe members with a history of using medicinal plants for sleep disorders; traditional healers were required to be native Tengger tribe members with knowledge passed down through generations. The study identified a total of 11 medicinal plants used for sleep disorders. Five plant species emerged as the most dominant based on the highest citation value (FC) analysis: kale (Ipomoea reptans), agarwood (Aquilaria malaccensis), sintok (Cinnamomum sintoc), Broadleaf plantain (Plantago major), and soursop (Annona muricata). The most commonly used plant parts were leaves, bark, and roots. Traditional preparation methods included boiling and burning the plant materials. Notably, knowledge of these medicinal plants is primarily transmitted orally within the community. Our findings highlight five medicinal plants employed by the Tengger elderly to manage sleep disorders, with limited documented evidence of their efficacy.
PENGEMBANGAN PRODUK JAMU DAN SIMPLISIA DARI TANAMAN LOKAL SUKU TENGGER Widyowati, Retno; Sukardiman, Sukardiman; Wahyuni, Tutik Sri; Widyawaruyanti, Aty; Nofianti, Kholis Amalia
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 2 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i2.5672

Abstract

Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo memiliki beragam tanaman liar yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengobatan. Beberapa diantaranya adalah adas, jarak, kecubung, keningar, purwoceng, krangean, kayu ampet, pulosari, dan pronojiwo. Beragamnya tanaman yang ada di sekitar masyarakat setempat merupakan kekayaan tersendiri dari daerah ini, namun tidak banyak masyarakat Desa Ngadisari yang memanfaatkannya secara baik. Hal ini terjadi karena aspek kekurangpraktisan yaitu bahan-bahannya harus diramu terlebih dahulu, selain itu banyak kios yang menjual obat modern di lokasi terpencilpun. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan pelatihan pengembangan produk jamu dan simplisia dari tanaman lokal Bromo bagi masyarakat Suku Tengger, khususnya di Desa Ngadisari, Probolinggo. Produk tersebut berupa jamu godogan, teh herba dan simplisia yang dapat digunakan oleh masyarakat ataupun dipasarkan dengan nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Ngadisari sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf kesehatan masyarakat desa tersebut, sehingga hal ini bisa membuat lingkungan baik.
Edukasi kesehatan melalui webinar tentang swamedikasi obat modern dan tradisional untuk menjamin efektivitas pengobatan Wiwied Ekasari; Retno Widyowati; Andang Miatmoko; Achmad Syahrani; Tristiana Erawati Munandar; Aty Widyawaruyanti; Suciati Suciati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22834

Abstract

AbstrakSwamedikasi merupakan salah satu cara masyarakat untuk mengatasi keluhan penyakit yang tergolong ringan. Tren ini semakin meningkat selama pandemi COVID-19 berlangsung seiring dengan adanya berbagai aturan pembatasan yang membuat hampir seluruh lapisan masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah. Sangat penting untuk masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai, baik tentang obat modern dan tradisional, untuk menjamin efektivitas obat sehingga kesembuhan atau perbaikan kesehatan yang diharapkan dapat tercapai. Berdasar hal tersebut diselenggarakan  pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai swamedikasi obat modern dan tradisional. Penyuluhan berbasis online dengan metode ceramah dan diskusi melalui webinar melibatkan 305 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Penilaian pemahaman masyarakat melalui pre-test sebelum dan post-test setelah materi webinar diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat umum meningkat signifikan (p < 0,05) yang ditandai dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 54,47 dan nilai rata-rata post-test sebesar 74,89. Sama halnya dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian juga meningkat signifikan (p < 0,05) dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 75,15 dan nilai rata-rata post-test sebesar 86,59. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat umum dan tenaga kefarmasian mengenai obat modern dan tradisional sehingga dapat menjamin efektivitas pengobatan dan didapatkan mutu kesehatan yang maksimal. Kata kunci: COVID-19; kesehatan masyarakat; obat modern; obat tradisional. AbstractSelf-medication is one way for the community to deal with complaints of ailments that are classified as mild. This trend has increased during the COVID-19 pandemic along with various restrictions that have made almost all levels of society restrict activities outside the home. It is very important for the community to have adequate knowledge, both about modern and traditional medicine, to ensure the effectiveness of the drug so that the expected recovery or health improvement can be achieved. Based on this main problem, the author provides community service in the form of counseling to increase public understanding regarding modern and traditional drug self-medication. Online-based counseling using lecture and discussion methods via webinars involved 305 participants from various regions in Indonesia. Assessment of public understanding through pre-test before and post-test after the webinar material was given. The results of the analysis show that the level of knowledge of the general public has increased significantly (p < 0.05) as indicated by the average pre-test score of 54.47 and the average post-test score of 74.89. Likewise, the level of knowledge of pharmaceutical staff also increased significantly (p < 0.05) with an average pre-test score of 75.15 and an average post-test score of 86.59. Based on these results, it can be concluded that this community service influences the level of knowledge of the general public and pharmaceutical staff regarding modern and traditional medicine so that it can guarantee the effectiveness of treatment and obtain maximum health quality. Keywords: COVID-19; public health; modern medicine; traditional medicine.
Pelatihan pembuatan pangan fungsional dari jambu merah, mengkudu dan daun kelor untuk meningkatkan kesehatan lansia di desa Pandansari. Poncokusumo, kabupaten Malang Devanus Lahardo; Hilkatul Ilmi; Suryanto Suryanto; Firmansyah Ardian Ramadhani; Agus Pratiwi; Yusuf Alif Pratama; Wiwied Ekasari; Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari; Andang Miatmoko; Rosita Handayani; Retno Sari; Aty Widyawaruyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21979

Abstract

AbstrakDesa Pandansari mempunyai potensi hasil pertanian melimpah terutama mengkudu, kelor, jahe, sereh dan jambu biji. Permasalahan yang terjadi adalah hasil panen yang tidak terserap di pasaran yang akan menjadi limbah karena belum dimanfaatkan dengan baik. Pengolahan hasil pertanian menjadi pangan fungsional menjadi peluang karena dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai manfaat dari produk tersebut untuk kesehatan terutama bagi penduduk usia lanjut. Tim dosen Fakultas Farmasi UNAIR dengan keahlian dan kompetensi keilmuan yang dimiliki memanfaatkan aneka hasil sumber daya alam itu menjadi produk yang bernilai tinggi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pegetahuan dan ketrampilan tentang manfaat hasil pertanian dan bagaiamana mengolahnya menjadi pangan fungsioanal. Tim PkM bekerjasama dengan PKK, Kader Kesehatan dan badan relawan kebakaran dan kebencanaan (BALAKARCANA). Kegiatan dilakukan Minggu, 6 Agustus 2023 di balai desa Pandansari dengan peserta 32 orang. Materi yang disampaikan adalah cara memanfaatkan sumber daya alam , cara memanfaatkan buah atau tanaman herbal yang sudah dipanen dan cara mengemas produk. Untuk praktek yang diberikan adalah beberapa produk hasil inovasi yaitu pembuatan stik daun kelor, simplisia kering mengkudu, jus jambu biji dan sirup jahe plus. Dari hasil pre dan post test, didapatkan bahwa skor rata-rata meningkat dari 63,5 menjadi 77,9. Hal tersebut menunjukkan terjadi penambahan pengetahuan saat dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Saat pelaksanaan peserta terlihat antusias dalam mengikuti praktik, mereka berharap pelatihan seperti ini sering dilakukan supaya semakin banyak warga yang mengetahui bahwa tanaman yang dapat dimanfaatkan terutama untuk pendukung kesehatan lansia. Kata Kunci : lansia; obat tradisional; olahan pangan; pelatihan AbstractPandansari Village has the potential for abundant agricultural products, especially noni, moringa, ginger, lemongrass and guava. The problem that occurs is that the harvest is not absorbed in the market which will become waste because it has not been utilized properly. Processing agricultural products into functional food is an opportunity because it can increase the added value and beneficial value of these products for health, especially for the elderly population. UNAIR Faculty of Pharmacy lecturer team with their expertise and scientific competence utilizes various natural resources into high-value products. This community service activity aims to provide knowledge and skills about the benefits of agricultural products and how to process them into functional food. The PkM team collaborated with PKK, Health Cadres and the fire and disaster volunteer body (BALAKARCANA). The activity was held on Sunday, August 6, 2023 at Pandansari village hall with 32 participants. The material presented was how to utilize natural resources, how to utilize harvested fruit or herbal plants and how to package products. For the practice given are some innovative products, namely the making of moringa leaf sticks, dried noni dried simplisia, guava juice and ginger plus syrup. From the pre and post test results, it was found that the average score increased from 63.5 to 77.9. This shows that there is an increase in knowledge when community service activities are carried out. During the implementation, the participants seemed enthusiastic in participating in the practice, they hoped that training like this was often carried out so that more and more residents knew that plants could be utilized, especially for supporting the health of the elderly..Keywords: elderly; traditional medicine; food processing; training
Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Ramuan Tradisional Kabupaten Bangli, Bali: Training for Improving the Quality of Traditional Herbal Products in Bangli Regency, Bali Wahyuni, Tutik Sri; Widyowati, Retno; Purwitasari, Neny; Widyawaruyanti, Aty; Fuad, Achmad; Poerwono, Hadi; Isadiartuti, Dewi; Sulistyowaty, Melanny Ika; Yusuf, Helmy; Rudyanto, Marcellino; Kusumawati, Idha; Widiandani, Tri; Retnowati, Dini
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i2.11081

Abstract

Bali is renowned as a tourist island rich in local wisdom, one of which is the traditional herbal remedy loloh cemcem from Penglipuran Village, Bangli Regency. This herbal drink has long been used to maintain health and alleviate internal heat. However, the loloh cemcem products produced by the local community still fall short of the standards for quality traditional medicine preparations, particularly in terms of product quality, packaging, and labeling. Through a community service initiative, activities such as observation, education, training, and mentoring were conducted for local entrepreneurs, focusing on proper selection of raw materials, hygienic production processes, safe packaging practices, accurate labeling of composition, and the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs). The training, attended by more than 20 participants from MSMEs and youth organizations (karang taruna), aimed to enhance public understanding of the benefits and importance of high-quality herbal products. It is hoped that loloh cemcem can evolve into a safe, high-quality, efficacious, and competitive traditional beverage. Furthermore, product innovation may serve as an alternative strategy for developing loloh cemcem preparations and expanding their recognition among the wider public.
Co-Authors Abdul Rahman Achmad Fuad ACHMAD FUAD Achmad Fuad Hafid Achmad Toto Poernomo Achmad Yunus Adita Ayu Permanasari, Adita Ayu Adita Ayu Permatasari AGUS HARIANTO Agus Pratiwi Andang Miatmoko Budi Prasetyo Chie Aoki-Utsubo Dahri, Baso Desak Ketut Ayu Aryani Devanus Lahardo Dewi Isadiartuti Dini Retnowati Diyah, Nuzul Wahyuning Einstenia Kemalahayati Erry Gumilar Dachlan, Esti Hendradi Firmansyah Ardian Ramadhani Hadi Kuncoro Hadi Poerwono Handayani, Rosita Hanifah Khairun Nisa Hidayati, Agriana Rosmalina Hidayatus, Laila Nur Hilkatul Ilmi Hilkatul Ilmi Hilkatul Ilmi Idha Kusumawati Iis Wahyuningsih Indah Tantular Isnaeni Isnaeni Kasmawati, Henny Kholis Amalia Nofianti Lahardo, Devanus Laura Wihanto Lidya Tumewu Malaka, Muhammad Hajrul Marcellino Rudyanto Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari Marsih Wijayanti Masyitah Hamidah Melanny Ika Sulistyowaty Misgiati, Misgiati Myrna Adianti Nasrul Wahdi Neni Purwitasari Ni Luh Rustini Ni Putu Ariantari Nike Puliansari Nur Illiyyin Akib Nur Suci Lestari Paramita, Diajeng Putri Pratiwi Soesilawati Purwitasari, Neni Purwitasari, Neny Retno Sari Retno Widyowati Rice Disi Oktarina Rina Puspitasari Rini Hamsidi Roihatul Mutiah Sabar Deyulita Sabarudin Sabarudin Siti Zulaikah SOFIANA SARI Subhan Rullyansyah Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Sukardiman Suryanto, Suryanto Syahrani, Achmad Taslim Ersam Tri Widiandani Tristiana Erawati Tutiek Purwanti Tutik Sri Wahyuni Utami Islamiati W Wahyuni, W Widjiati Widjiati Widjiati Widjiati Wiwied Ekasari Yusuf Alif Pratama Yusuf, Helmy