Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Protection of Local Product of Tambora Coffee as A Product of Geographical Indications in West Nusa Tenggara Province Saputri, Ika; Taufik Firmanto; Ilyas; Zuhrah; Erham; Ainun Wulandari
Law and Justice Vol. 10 No. 1 (2025): Law and Justice
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/laj.v10i1.2133

Abstract

This article is a legal research that discusses the legal protection of local tambora coffee products as a product of geographical indications in the province of West Nusa Tenggara (NTB). Writing this article aims to analyze the form of legal protection for local Tambora coffee products as a product of geographical indications in the Province of NTB. Method the method used is normative legal research, with several approaches used, namely, the statutory approach, the concept approach, the historical approach, and the analytical approach. Novelty , from this research it was found that legal facts had not been optimal in legal protection efforts for local Tambora coffee products as a product of geographical indications by the local government in NTB. The discussion from this study found the fact that legal protection efforts for local tambora coffee products as a product of geographical indications by the local government in NTB were not optimal. The local government in NTB needs to guarantee legal protection for Tambora coffee as a geographical indication in order to maintain the uniqueness of local products as a regional identity so as to avoid claims by other regions for local Tambora coffee products to be able to compete nationally and internationally. In conclusion , legal protection for local Tambora coffee products as a geographical indication product in NTB Province is not optimal. The lack of attention and supervision by the regional government in protecting the local Tambora coffee product as a geographical indication is at least indicated by the absence of regional legal products in the form of Regional Regulations (Perda) and/or Perkada which guarantee legal protection for local Tambora coffee products as a geographical indication product. Likewise, the implementation of legal protection and supervision of local Tambora coffee products as a product of geographical indications in the province of NTB still tends to be weak. The local government in NTB neglected to guarantee supervision and legal protection for local Tambora coffee products as a geographical indication. Even though it does not rule out the possibility that Tambora coffee can be branded /marketed as a product that is not only worth selling in the region but can also compete in national and international markets.  
Keanekaragaman dan Potensi Pemanfaatan Tumbuhan Paku di Kawasan Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ramadhani, Lidia Anggita; Haribowo, Dinda Rama; Khairiah, Ardian; Wulandari, Ainun; Hindrayani, Woro; Aminudin, Iwan; Putra, Anis Fuady Surya; Fadly, Iqbal Faraidlika; Vahlevi, Rizky Reza
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.58621

Abstract

Kawasan resort Tapos Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan daerah yang masih alami dan rendah aktivitas manusia sehingga informasi mengenai flora di dalamnya belum banyak dilaporkan. Salah satunya adalah tumbuhan paku yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jenis tumbuhan paku dan potensi pemanfaatannya di kawasan tersebut. Pengambilan sampel tumbuhan paku dilakukan dengan metode jelajah (Cruise Method) sepanjang jalur. Berdasarkan hasil diperoleh 34 jenis paku yang tergolong dalam 18 famili pada kedua lokasi. Terdapat 22 jenis paku yang termasuk dalam 15 famili di Cibayawak (CB) dan terdapat 15 jenis paku yang termasuk dalam 8 famili di Lebak Bumi Ciherang (LBC). Beberapa jenis tumbuhan paku yang ditemukan memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. Kondisi abiotik di kedua lokasi masih mendukung keberadaan jenis tumbuhan paku.
Forest Damage on Sumbawa Island West Nusa Tenggara in an Ecological Justice Perspective Yahya, M.; Ridwan, Ridwan; Firmanto, Taufik; Wulandari, Ainun; Gufran, Gufran; Sukirman, Sukirman; Adnan, Adnan; Amin, Muhammad
Journal of Transcendental Law Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Transcendental Law
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jtl.v6i1.2357

Abstract

This article is the result of legal research that analyzes forest destruction on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara from the perspective of ecological justice, focusing on the concept of ecological justice in forest management on Sumbawa Island, and policies on forest utilization on Sumbawa Island with the corn industry program which actually resulted in a crisis. environment in the form of forest destruction. The purpose of this study was to analyze forest destruction on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara Province from the perspective of Ecological Justice, by conducting an analysis of forest management policies on Sumbawa Island. The method used in this study is a normative research method with a conceptual approach, statutory approach, conceptual approach, comparative approach, and analytical approach. The results of this study indicate that there has been massive forest destruction, for this reason the application of the concept of ecological justice in forest management on Sumbawa Island still needs to be implemented massively. This departs from the fact that massive forest destruction (natural exploitation) and/or environmental damage continues to occur, but an effective settlement of environmental cases has not yet been found. Likewise with the forest utilization policy on Sumbawa Island which still really needs a concrete role from the government and also the regional government of NTB . For the sake of realizing ecological justice, it cannot be separated from the role of the government as an institution authorized to implement laws and regulations. As the government as the guardian and/or executor of the law on the protection and management of the environment provides a sense of fairness in managing the environment. Keywords: Ecological Justice; Deforestation; West Nusa Tenggara; Sumbawa Island.
Implementation of Know Your Customer Principle in Banking Practices at Bank BNI 46 Bima Branch Miskun, Miskun; Iksan, Iksan; Kasmar , Kasmar; Taufik Firmanto; Ainun Wulandari; Masrin, Masrin; Sahidah, Sahidah; Nastion, Nastion
Law and Justice Vol. 8 No. 2 (2023): Law and Justice
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/laj.v8i2.2135

Abstract

Artikel ini merupakan penelitian hukum yang menganalisis penerapan prinsip mengenal nasabah (know your customer) dalam praktik perbankan, hal ini sangat penting dilakukan untuk dapat mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan sejak dini, dan meminimalkan berbagai risiko, seperti risiko operasional, risiko hukum, risiko transaksi terkonsentrasi, dan risiko reputasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris, dengan mengambil lokus di Bank BNI 46 Cabang Bima. Temuan baru yang ditemukan dari penelitian ini adalah pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan di mana bank diizinkan untuk mengetahui identitas nasabah terkait dengan profil dan karakter transaksi nasabah. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa Bank BNI 46 Cabang Bima menerapkan Prinsip know your customer. Aturan Know Your Customer sebagaimana tercantum dalam PBI Nomor 3/10/PBI/2001 yang kemudian diubah oleh Bank Indonesia Mengenai Penerapan Prinsip dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 Mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Kenal Nasabah. Dalam menerapkan prinsip mengenal nasabah, bank dapat mencurigai transaksi yang diduga berasal dari hasil kejahatan, seperti penyelundupan uang, suap, tindak pidana korupsi, penyelundupan tenaga kerja, dan kejahatan perbankan. Selain itu, transaksi keuangan yang menyimpang dari profil, karakteristik, atau kebiasaan pola transaksi nasabah perusahaan juga patut dicurigai. Kesimpulannya, prinsip mengenal nasabah (know your customer principle) adalah salah satu prinsip penting dalam dunia perbankan dan keuangan, yang telah diimplementasikan oleh Bank BNI 46 Cabang Bima mengacu pada kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh lembaga keuangan untuk memastikan identitas dan karakteristik nasabah sebelum memberikan layanan keuangan kepada mereka. Namun, hal ini justru bertentangan dengan tradisi kerahasiaan antara bank dan nasabahnya, yang menjadi pilar utama membangun hubungan kepercayaan antara bank dan nasabahnya.     This article is a legal research that analyzes the application of the principles get to know customers (know your customer ) in banking practice, this is very important to do to be able to identify transactions early suspicious, and minimize various risks, such as operational risk, legal risk, risk of concentrated transactions, and reputation risk. The method used in this research is an empirical legal research method, by taking the locus at BNI 46 Bima branch. novelty What is found from this research is a violation of the principle of confidentiality where the bank is allowed to know the identity of the customer related to the profile and the character of the Customer's transaction. The results and discussion show that BNI has 46 Bima branches apply Know Your Customer Principles. Know Your Customer Rules as set forth in PBI Number 3/10/PBI/2001 which was later amended by Bank Indonesia Concerning Application of Principles with Bank Indonesia Regulation Number 5/21/PBI/2003 Concerning the Second Amendment to Bank Indonesia Regulation Number 3/10/PBI/ 2001 concerning Application of Know Your Customer Principles . In implementing the principle of knowing your customer, banks can suspect transactions that are suspected of originating from the proceeds of crime, for example money smuggled, bribery, corruption crimes, labor smuggling, banking crimes. In addition, financial transactions that deviate from the profiles, characteristics or habits of the company's customer transaction patterns are also suspect. In conclusion, the principle of knowing your customer (know your customer principle) is one of the important principles in the world of banking and finance, which has been implemented by Bank BNI 46 Bima Branch referring to the policies and procedures implemented by financial institutions to ensure the correct identity and characteristics of their customers before provide financial services to them. However, this is precisely the opposite of the tradition of secrecy between the bank and its customers, which is the main pillar for building a trusting relationship between the bank and its customers.
Profil Pelayanan Informasi Obat pada Pelayanan Swamedikasi Obat Allopurinol di Apotek Kabupaten Bekasi Putri, Clarisya Pramirusanti; Wulandari, Ainun; Siregar, Tahoma
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v6i1.35167

Abstract

Tenaga kefarmasian merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat, salah satunya Pelayanan Informasi Obat khususnya dalam memberikan pelayanan pengobatan mandiri. Peran apoteker di apotek dapat dikatakan belum maksimal, baik dalam penggalian informasi maupun teknis pelayanan informasi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan informasi obat pada layanan pengobatan mandiri allopurinol di apotek di Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan menggunakan metode simulasi pasien, yaitu simulasi pasien yang telah dilatih. Pemilihan sampel apotek menggunakan metode Probability Sampling dan Cluster Random Sampling dengan jumlah apotek yang ada di Kabupaten Bekasi sebanyak 76 buah yang terbagi dalam 21 kecamatan. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah petugas di bagian apotek yaitu apoteker, asisten apoteker, dan petugas non apotek. Instrumen penelitian yang digunakan adalah checklist yang berisi kriteria informasi yang harus disediakan oleh tenaga farmasi dalam pelayanan informasi obat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggalian informasi dari pasien dikategorikan buruk dengan nilai 0,16% (≤70%), pemberian informasi obat allopurinol dikategorikan buruk dengan nilai 14,11% (≤70%), sehingga kualitas pelayanan kesehatan baik. pelayanan informasi obat yang dilakukan oleh apoteker (7,57%), oleh asisten apoteker (7,18%), dan oleh petugas non apotek (6,56%), dimana ketiganya termasuk dalam kategori buruk (≤70%). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa peran petugas apotek dalam memberikan pelayanan informasi obat allopurinol masih rendah dan perlu ditingkatkan.
MENGATASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN HERBAL DI KELURAHAN CIGANJUR KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN Amelia Febriani; Diny Auliya Mawarni; Fitria Yustisiani; Tiah Rachmatiah; Teti Indrawati; Subaryanti; Nurul Akhatik; Ika Maruya Kusuma; Ainun Wulandari; Munawarohthus Sholikhah; Vilya Syafriana; Ritha Widyapratiwi; Teodhora; Dea Selia
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di wilayah tropis seperti Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan DBD. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan demonstrasi langsung mengenai cara pengolahan tanaman herbal seperti pepaya, kunyit, dan jambu biji. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik masyarakat setelah penyuluhan, dari 45% menjadi 90% dalam hal pengenalan tanaman herbal dan dari 30% menjadi 80% dalam praktik penggunaan tanaman herbal. Program ini berhasil mencapai tujuannya dan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam penanganan DBD
MENCEGAH DAN MENGATASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN CIGANJUR KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN Teodhora; Ika Maruya Kusuma; Lili Musnelina; Refdanita; Herdini; Vilya Syafriana; Saiful Bahri; Rosario Trijuliamos Manalu; Zabitha Zahwa; Marsa Falihah; Yayah Siti Djuhariah; Ainun Wulandari; Amelia Febriani; Lidia Anggita Ramadhani; Suci Tiara
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, merupakan salah satu daerah dengan angka kejadian DBD yang cukup tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan penanganan DBD melalui penyuluhan kesehatan dan pelatihan penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan. Metode yang digunakan meliputi survey awal, penyuluhan kesehatan, pelatihan praktis, dan evaluasi program. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik pencegahan DBD di kalangan warga. Partisipasi aktif dan respon positif dari peserta mengindikasikan keberhasilan pendekatan yang digunakan. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan DBD di Masyarakat.
Penguatan Legalitas Izin Usaha dan Perlindungan Merek Usaha Tenun: Strategi Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Ntobo Kota Bima Wulandari, Ainun; Saputri, Ika; Daniah, Rahmah; Herwastoeti
Jurnal Dedikasi Hukum Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jdh.v5i3.42624

Abstract

Kegiatan sosialisasi urgensi izin usaha dan merek usaha bagi pelaku usaha tenun di Kelurahan Ntobo Kota Bima merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum dan kesadaran akan pentingnya legalitas usaha. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya jumlah pelaku usaha tenun yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta belum memahami manfaat perlindungan merek usaha. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, persiapan kebutuhan sosialisasi, serta pelaksanaan kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan pelaku usaha secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap mekanisme pendaftaran izin usaha melalui sistem OSS dan pendaftaran merek melalui DJKI. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi simulasi dan tanya jawab, serta berkomitmen untuk segera mengurus izin dan merek usaha mereka. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha tenun di Kelurahan Ntobo diharapkan dapat memperoleh perlindungan hukum, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Dengan demikian, pemberdayaan ini berkontribusi pada upaya mendorong legalitas dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM berbasis kearifan lokal. Abstract The community service activity titled "Socialization of the Urgency of Business and Trademark Licensing for Weaving Entrepreneurs in Ntobo Village, Bima City" aims to increase legal awareness and understanding among local weaving business owners. This activity was motivated by the low number of entrepreneurs possessing a Business Identification Number (NIB) and the lack of knowledge regarding trademark protection benefits. The implementation method consisted of three stages: coordination with the village government, preparation of materials and logistics, and the execution of the socialization involving students and local entrepreneurs. The results indicate an improvement in participants’ understanding of the online business licensing system (OSS) and the trademark registration process through DJKI. Participants demonstrated strong enthusiasm during the simulation and discussion sessions and expressed their commitment to registering their business and trademarks. This community engagement activity has contributed to empowering weaving entrepreneurs in Ntobo Village to obtain legal protection, expand market access, and strengthen local economic competitiveness. Hence, the program supports the national agenda of promoting MSME legality and sustainable local economic development.
Analisis Biaya dan Efektivitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid Anak Rawat Inap di RSUD Pasar Rebo Erna Susanti; Ainun Wulandari; Annisa Auliyah Pratiwi
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2664

Abstract

Typhoid fever is a digestive tract infection caused by Salmonella typhi. Antibiotic therapy is a therapy used in the treatment of typhoid fever and the effectiveness of antibiotics is the achievement of the target of the desired drug effect so that it does not become resistant. Due to the high cost of typhoid fever treatment, a direct medical cost analysis calculation is needed that includes all costs directly related to health care. This study used a descriptive method with retrospective data collection at Pasar Rebo Hospital. The number of samples was 77 patients. The results showed that the most in male patients (51.94%) aged 6-11 years (42.85%) and the antibiotic therapies used were ceftriaxone, cefotaxime, cefixime and ampicillin. The average direct medical cost used for ceftriaxone therapy was IDR 2,784,443. In cefotaxime therapy it was IDR 3,722,461. In cefixime therapy it is Rp 2,927,171 and in ampicillin therapy it is Rp 3,390,337. The effectiveness results based on inpatient ceftriaxone and ampicillin have good effectiveness.
Evaluasi Pemberian dan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Lansia di Puskesmas Sukarami Palembang Ainun Wulandari; Vira Ardhianingsih
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i2.1919

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pengobatan dan kesesuaian pemberian obat antihipertensi pada pasien lansia di Puskesmas Sukarami Palembang tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien di Puskesmas Sukarami Palembang tahun 2020. Hasil penelitian menggunakan 72 sampel, didapatkan hasil bahwa kebanyakan pasien dalam penelitian ini, berjenis kelamin laki-laki (54,17%), usia kisaran 60-74 tahun (91,67%), dengan terbanyak hipertensi stage II (65,28%) serta penyakit penyerta terbanyak yaitu diabetes mellitus (15,28%). Golongan obat antihipertensi terbanyak yaitu CCB dengan obat terbanyak amlodipin (94,44%). Pola terapi paling banyak yaitu monoterapi golongan CCB amlodipin (94,44%), penggunaan politerapi dua obat dengan kombinasi terbanyak yaitu golongan CCB dan ACEI (4,17%). Kesesuaian pemilihan obat antihipertensi seluruh pasien dikatakan sesuai dengan JNC 8 (100%) dan kesesuaian pemilihan dosis obat antihipertensi dengan JNC 8 sebanyak 69 pasien (95,83%) dan dosis terlalu tinggi sebanyak 3 pasien (4,17%).
Co-Authors Aditya Fitriasari Aditya Fitriasari Adnan Adnan Adrully El Fienda Ahamd Syaifil Iman Akhatik, Nurul Amalia Khoirunnisa Aminudin, Iwan Andini, Issri Mila Nova Annisa Auliyah Pratiwi Ardhianingsih, Vira Ardian Khairiah Arum, Fitria Diah Daniah, Rahmah Dea Selia Dienillah, Qonita Dini Juliana Diny Auliya Mawarni Djuhariah, Yayah Siti Dwi Okta Mellya Edy Meiyanto Erham Erna Susanti Erwi Putri Setyaningsih Ester Marintan Purba Fadly, Iqbal Faraidlika Fara Diana Dewi Fathin Hamida Febriani, Amelia Fiandani, Afifah Fina Aryani Goenadi Fina Aryani Goenadi, Fina Aryani Firdha Aprilya Utami Firmanto, Taufik Fitria Rahayu Fitria Yustisiani G. Gunawan Gufran, Gufran Herdini Herdini , Herdini Hervianti Nurfitria Nugrahani Herwastoeti, Herwastoeti Heryanto, Anas Hindrayani, Woro Hutagaol, Sartika Ika Maruya Kusuma Iksan ILHAM Illahi, Sakinah Ayu Ilyas Ilyas sarbini Indra Wani Irawansah, Didik Januarto, Daniel Jaya, Rendy Indra Jerry, Jerry Jessica Khairunnisa Kartika Dyah Palupi Kartika Dyah Palupi Kartin Aprianti Kasmar , Kasmar Kholid Alfan Nur Kholid Alfan Nur Khulqiyah, Husnul Kinanthi Kusumawardhani Krisnawati, Indah Kusuma, Ika Maruya Lestiana, Elina Lidia Anggita Ramadhani Lili Musnelina Loamena, Raisul Amin M. Farhan Syauki M. Yahya Madhani, Suci Maisya Rivita Marsa Falihah Masrin, Masrin Maulana, Arif Andy Maulana, M. Rizky Mira Permata Miskun, Miskun Muh Asad Imaduddin Muh. Faris Hidayat Muhammad Amin Mulandita Munawarohthus Sholikha Munawarohthus Sholikha Munawarohthus Sholikhah Nasrullah Nasrullah Nastion, Nastion Ni’matul Khoeriyah Nopianti, Hermila Nugrahani, Hervianti Nurfitria Nurul Akhatik Nusantara, Ari Fahimatussyam Putra Oktari, Anggi Irma Yani Pontoan, Jenny Pratiwi Ally Florentina Putra, Anis Fuady Surya Putri , Elvina Triana Putri, Clarisya Pramirusanti Putri, Elvina Triana Putu Rika Veryanti Rachmatiah, Tiah Rahmawardany, Claudia Y Ramadhani, Lidia Anggita Ratna Nilam Cahya Refdanita Refdanita Refdanita Refdanita, Refdanita Resi Sukma Melati Rianty, Ira Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Risma Eka Putri Ritha Widyapratiwi Rogahang, Preisilia Rosario Trijuliamos Manalu Sahidah, Sahidah Saiful Bahri Saputri, Ika Septiyani Monalisa Setiadi, Fandy Rezha Shella Utami Siregar, Tahoma Siswati Siswati Siti Fadila Azahra Sonia Mutiara Subaryanti Subaryanti, Subaryanti Suci Tiara Sukirman Sukirman Syafriana, Vilya Teodhora, Teodhora Teti Indrawati Teti Indrawati Tiah Rachmatiah Tongat Tongat Tri Soehartati Vahlevi, Rizky Reza Veriyanti , Putu Rika Veryanti, Putu Rika Vira Ardhianingsih Welisa, Selfina Junita Widyapratiwi, Ritha Winahayu, Neng Esti Windiarto, Henriko Suryo Wiwik Handayani Yayah Siti Djuhariah Yunisa Simehete Yunita Kartini Zabitha Zahwa Zaini, Jamal Zuhrah