Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Hubungan rasio netrofil limfosit dengan hipertensi arteri pulmonal pada anak dengan penyakit jantung bawaan asianotik Galih Herlambang; Sri Lilijanti Widjaja; Yulidar Hafidh; Harsono Salimo
Sari Pediatri Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.2.2019.96-101

Abstract

Latar belakang. Hipertensi arteri pulmonal (HAP) merupakan komplikasi yang sering terjadi penyakit jantung bawaan (PJB). Peningkatan tekanan vaskular paru disebabkan oleh disfungsi sel endotel paru yang ditandai oleh inflamasi perivaskular. Rasio neutrofil limfosit (RNL) merupakan salah satu penanda biologis inflamasi yang murah dan mudah dan berhubungan dengan penyakit jantung.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan RNL dengan HAP pada anak dengan PJB asianotik.Metode. Penelitian potong lintang pada pasien anak usia 1 bulan – 18 tahun dengan penyakit jantung bawaan sianotik yang dirawat dan/atau poliklinik anak RSUD dr. Moewardi Surakarta antara Januari 2018 – Januari 2019. Diagnosis HAP berdasarkan pemeriksaan ekokardiografi Doppler. Semua subyek dilakukan pemeriksaan darah rutin lengkap. Analisis data dengan uji t tidak berpasangan, uji Mann Whitney dan uji chi square/fisher exact test. Hasil. Tiga puluh pasien PJB asianotik (aliran sistemik ke paru) terdiri atas 17 anak laki-laki, 13 anak perempuan. Hipertensi arteri pulmonal terjadi pada 17 pasien dan tidakHAP sebanyak 13 pasien. Defek PJB paling banyak defek septum atrium (DSA) dan defek septum ventrikel (DSV). Rasio neutrofil limfosit pada HAP lebih tinggi daripada tidak HAP pada anak dengan PJB asianotik (3,56±1,07 vs 2,04±0,34; p<0,001). Nilai cut off point RNL sebesar 2,355 dengan nilai AUC sebesar 0,901 dengan sensitivitas 84,2% dan spesifisitas 84,6%. Kesimpulan. Peningkatan RNL berhubungan dengan HAP pada anak dengan PJB asianotik.
Perbedaan Kadar Thyroid Stimulating Hormone dan Free Thyroxine pada Pasien Talasemia Î’-Mayor dengan Kelasi Besi Deferasirox dan Deferiprone Aries - Krisbiyantoro; Harsono Salimo; Annang Giri Moelyo
Sari Pediatri Vol 19, No 4 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.075 KB) | DOI: 10.14238/sp19.4.2017.209-13

Abstract

Latar belakang. Talasemia β Mayor merupakan kelainan herediter yang disebabkan gangguan produksi rantai globin. Transfusi rutin menyebabkan kelebihan besi yang tertimbun dalam jaringan sehingga menyebabkan kardiomiopati, gangguan liver, dan komplikasi endokrin. Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang berperan penting bagi anak. Pengendapan besi di kelenjar tiroid dapat menyebabkan gangguan fungsi tiroid. Pemberian kelasi besi deferiprone dan deferasirox dan pengaruhnya pada kadar TSH dan FT4 perlu dievaluasi lebih lanjut.Tujuan. Menganalisis perbedaan kadar TSH dan FT4 pada pasien anak dengan talasemia β mayor menggunakan kelasi besi deferiprone dan deferasirox Metode. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang (cross sectional) terhadap 43 pasien talasemia β mayor anak berusia 9-18 tahun pada bulan April sampai Juni 2017. Pemilihan subjek dilakukan secara consecutive sampling. Data di analisis dengan SPSS 20 mengunakan uji t independen dan uji man whitney.Hasil. Rerata usia pasien 12,5+3,12 tahun. Rerata kadar TSH kelompok deferiprone dan deferasirox adalah 3.051,78 IU/ml dan 2.351,29 IU/ml. Sedangkan rerata kadar FT4 untuk kelompok deferiprone dan deferasirox 15.424,12 mmol/l dan 15.822,75 IU/ml. Tidak terdapat perbedaan kadar TSH dan FT4 pada kelompok yang mendapatkan deferasirox dan deferiprone berturut-turut nilai TSH (p=0,148; p>0,05) dan FT4 (p=0,836; p>0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan kadar TSH dan FT4 pada pasien talasemia beta mayor yang mendapatkan kelasi deferasirox maupun deferiprone.
Faktor Prediktif Kegagalan Hasil High Flow Nasal Cannula pada Anak dengan Gagal Napas Akut Prasetyo, Medita; Martuti, Sri; Salimo, Harsono
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.202-11

Abstract

Latar belakang. High Flow Nasal Cannula dapat membawa risiko keterlambatan saat intubasi diperlukan. Pentingnya memprediksi luaran HFNC agar eskalasi terapi dapat segera dilakukan.Tujuan. Menganalisis nilai HR, RR, SpO2, pH, pCO2, HCO3, laktat, FiO2, rasio SF dan indeks ROX sebagai faktor prediktif kegagalan terapi HFNC pada anak dengan gagal napas akut.Metode. Kohort retrospektif dilakukan di Unit Perawatan Intensif Anak/PICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Analisis data rekam medis menggunakan SPSS 23, nilai p<0,05 dianggap signifikan secara statistik.Hasil. Peningkatan HR (nilai p=0,001; RR=39; IK95%:3,48-437,49), peningkatan RR (nilai p=0,09; RR=16,33; IK95%:2,19-121,42), penurunan SpO2 (nilai p=0,04; RR=7; IK95%:1,20-40,83) dan peningkatan laktat (nilai p=0,04; RR=6,50; IK95%:1,09-36,63) signifikan pada 1 jam setelah HFNC. Peningkatan HR signifikan pada 2 jam dan 4 jam setelah terapi HFNC (p=0,004; RR=17,33; IK95%:2,36-127,34 dan nilai p=0,04; RR=6,50; IK95%:1,09-38,63). Peningkatan HR merupakan faktor prediktif yang signifikan pada 1 jam dan 2 jam setelah terapi HFNC serta peningkatan RR pada 1 jam setelah HFNC berdasarkan uji multivariat (masing-masing p=0,04; RR=42,67; IK95%:1,18-1.518,62, nilai p=0,02; RR=15,29; IK95%:1,42-164,19, dan nilai p=0,04; RR=44,41; IK95%:1,24- 1.595,89).Kesimpulan. Peningkatan HR dan peningkatan RR adalah faktor prediktif kegagalan terapi HFNC yang paling berpengaruh. Perlunya pemantauan ketat utamanya pada 1 jam setelah terapi HFNC sebagai pertimbangan eskalasi.
Analisis Keterkaitan antara Gambaran Elektroensefalografi dan Fungsi Motorik pada Anak Epilepsi dan Palsi Serebal Setyorini, Wenny; Nur, Fadhilah Tia; Salimo, Harsono
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.291-7

Abstract

Latar belakang. Epilepsi merupakan suatu penyakit kronis pada otak yang ditandai dengan kejang berulang dan terjadinya episode singkat dari gerakan tidak sadar (involuntary) yang dapat menjadi penyakit penyerta pada anak palsi serebral. Melalui gambaran elektroensefalografi (EEG) kita dapat mengetahui tipe kejang epilepsi serta tingkatan disfungsi motorik kasar yang terjadi pada pasien, dan diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan prognosis.Tujuan. Menganalisis hubungan gambaran elektroensefalografi dengan derajat fungsi motorik pada pasien anak epilepsi dengan palsi serebral.Metode. Studi cross sectional, diambil dari pasien yang terdiagnosis epilepsi dengan palsi serebral berusia 1-18 tahun yang menjalani pengobatan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta pada kunjungan Desember 2023 – April 2024. Analisis data menggunakan SPSS 26.0 dan uji Chi-square dengan signifikansi p<0.05.Hasil. Secara statistik tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara gambaran EEG dengan derajat fungsi motorik pada pasien anak epilepsi dengan palsi serebral (p=0,215). Pasien anak epilepsi dengan palsi serebral yang memiliki hasil EEG kejang umum 88,2% membutuhkan alat bantu.Kesimpulan. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan secara statistik antara gambaran EEG dengan derajat fungsi motorik pada pasien anak epilepsi dengan palsi sererbal. Namun pasien dengan hasil simpulan EEG kejang umum lebih banyak membutuhkan alat bantu dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan kejang fokal.
Co-Authors -, Suradi Abd. Rasyid Syamsuri Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa Alfianrisa, Anggityas Alinda Nur Ramadhani Anggraini, Yeni Anindya, Ivanda Glanny Annang Giri Moelyo Annang Giri Moelyo Argyo Demartoto, Argyo Aries - Krisbiyantoro Arini Tri Lestari Astuti, Fitriyani Dwi Bachtiar, Harrys Bhisma Murti Brian Wasita Burhannudin Ichsan Catur Retno Lestari Desi Ekawati Dhewi Nurahmawati Diana Mayasari Hadianto Didik Tamtomo, Didik Dwi Hidayah Dwi Wijayanti Dyah Ratna Budiani Eko Dewi Ratna Utami Endang Dewi Lestari Endang Sutisna Sulaeman Eti Kuswandari Eti Poncorini Pamungkasari Fadhilah Tia Nur, Fadhilah Tia Farida, Jauharotul Fauziyah, Rahma Fitria Mushollini Galih Herlambang H.A.A. Soebijanto Hardilla, Dinda Septiani Hartanti, Ainurrizma Tri Idulhaq, Mujaddid Ika Yuli Ayuningrum Ilma, Nabilah Nurul Indita, Wiwen Indriasih, Merlita Indriasih, Merlita Indriyani, Eny Inggar Ratna Kusuma Irnawati, Prita Yuliana Iskandar, Nurdin Aji Ivanda Glanny Anindya Juhrotun Nisa, Juhrotun Khalifah, Intan Noor Kusumastuti, Nurry Ayuningtyas Kusumawardhani, Wahyu Leilani Lestarina Lestari, Nining Lilik Retna Kartika Sari Lilisianawati Lilisianawati Listiani, Funik Rahma Mei Maria Galuh Kamenyangan Sari Marlinawati, Iin Tri MS, Novi Paramitasari Muhammad Riza Muslimah, Putri Andini Nabilah Nurul Ilma Ningsih, Nur Isniani Nugraha, Sandi Nugroho, Irfan Dzakir Nur Hafidha Hikmayani Nurmayanti, Rika Palupi, Endang Poncorini, Eti Prasetyo, Medita Rahardjo, Setyo Sri Rahmah Rahmah Risya Cilmiaty, Risya Rita Adriani Benya Adriani Riza, Muhamad Rohaniyati, Retno Dwi Rokhayati, Rokhayati Rokhayati, Rokhayati Safriana, Latifah Sagita, Desita Ike Saptawati Bardosono Saputra, Rhyan Darma Sari, Lutfiana Puspita Setyorini, Wenny Sinta, Prabawati Soestrisno, Soestrisno Soetrisno Soetrisno Sri Lilijanti Widjaja Sri Martuti Sukoco, Amin Sumardiyono Sumardiyono Susanti, Isne Titah Pujangkara, Ajeng Ayu Tri Rejeki Andayani Trisnawati, Iga Uki Retno Budihastuti USMAN, FAHMIL Vitri Widyaningsih Wayanshakty, Janur yulia lanti retno dewi Yulia Lanti Retno Dewi Yulidar Hafidh Yusup Subagio Zahidah, Fairuz Zummatul Atika