p-Index From 2021 - 2026
9.244
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Jurnal Konseling dan Pendidikan Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif JURNAL E-DUMATH AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Suska Journal of Mathematics Education Jurnal Elemen Journal of Research and Advances in Mathematics Education Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) AKSIOMA MALIH PEDDAS E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Majalah Lontar DIMENSI PENDIDIKAN KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Metodik Didaktik Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA International Journal on Emerging Mathematics Education Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Journal on Education DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar JURNAL KOULUTUS JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Educational Sciences Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Jurnal Basicedu Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Indonesian Journal of Elementary School Jurnal Cerdas Mendidik
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERMAINAN ULAR NAGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI Hesti Hesti; Bagus Ardi Saputro; Joko Sulianto
DIMENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2022): Dimensi Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dm.v18i2.13137

Abstract

Bermain  merupakan  permainan  yang  tepat untuk  meningkatkan  kemampuan semua aspek perkembangan  anak karena dengan bermain  dapat belajar menjadi pemimpin, komunikasi, mengeluarkan pendapat. Permainan dibuat untuk menghilangkan rasa bosan. Namun, untuk permainan tradisional memiliki nilai lebih lainnya, seperti membangun rasa percaya diri, melatih konsentrasi dan ketangkasan anggota badan, menyambung persahabatan, mengajari cara bekerja sama dengan orang lain, dan mengubah hal-hal sederhana menjadi hal yang menyenangkan. Tujuan penelitian: 1). Menguji kevalidan permainan ular naga untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. 2). Menguji kepraktisan permainan ular naga untuk meningkatkan kemampuan bahasa  anak usia dini. 3). Menguji keefektifan permainan ular naga untuk meningkatkan kemampuan bahasa  anak usia dini.  Metode Borg and Gall (1983:772), mengatakan : Penelitian dan Pengembangan Pendidikan (R&D) adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut sebagai siklus R&D, yang terdiri dari mempelajari temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan-temuan ini, mengujinya di lapangan di tempat yang nantinya akan digunakan, dan merevisinya untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan pada tahap pengujian yang diajukan. Dalam program R&D yang lebih ketat, siklus ini diulang sampai data uji lapangan menunjukkan bahwa produk memenuhi tujuan yang ditetapkan secara perilaku. Hasil penelitian menggunakan anak usia 4 – 5 tahun tentang kemampuan bahasa anak usia dini, yang terdiri dari: 1). Aspek  memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca) dengan indikator: anak menceritakan kembali apa yang didengar dengan kosakata yang terbatas. 2). Aspek memahami bahasa ekspresif dengan indicator menggunakan kalimat pendek untuk berinteraksi dengan teman atau orang dewasa guna menyatakan apa yang dilihat dan dirasa. 3). Aspek keaksaraan awal melalui bermain dengan indicator  menulis huruf yang dicontohkan, saran guru untuk memanfaatkan bebagai sumber belajar yang ada di sekitar anak. Tetapi dalam pelaksanaannya guru perlu mendampingi anak karena bagi anak usia dini guru merupakan model utama pembelajaran selain orang tua.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Volume Bangun Ruang Siswa Kelas V Sekolah Dasar Anisa Dwi Rahayu; Ryky Mandar Sary; Bagus Ardi Saputro
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.578 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i1.3255

Abstract

This study aims to analyze the mathematical communication skills of students on the volume of blocks and cylinders in class V SDN Grogol 01 Demak. The approach used in this research is a qualitative approach with a descriptive method. The research instrument uses tests, interviews and documentation. The results obtained are the mathematical communication skills of students in the volume of geometric material which are in the very good category of 0% or as many as 0 students, the good category is 13.33% or as manyas 2 students and the sufficient category is 86.67% or as many as 13 students. . In general, the value of students' mathematical communication skills on the volume of blocks and cylinders is quite good on average
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN Sawah Besar 01 Sri Handayani; Ikha Listyarini; Bagus Ardi Saputro; Miyarti Miyarti
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2237

Abstract

This study aims to examine the increase in student learning outcomes in class IV SDN Sawah Besar 01 Semarang prior to and following the implementation of the Problem-Based Learning instructional model. The design employed a quantitative experiment, specifically the Pre-Experimental Design with the One-Group Pretest-Posttest Design model. The information obtained via the written examination method is a description test. This investigation will be conducted in class IV of SDN Sawah Besar 01 Semarang. Using the saturated sample technique, the sample consisted of twenty fourth-grade students. The results of this study indicate that the paired sample statistical t-test indicates that there is a difference between the average pretest score of 57 and the average posttest score of 70. From the results of student tests, it can be seen that the posttest average is higher than the pretest average. then Ha is accepted while Ho is rejected. Therefore, there is an average difference between the pre- and post-test scores of fourth-grade students at SDN Sawah Besar 01 Semarang before and after implementing the Problem-Based Learning model.
Evaluasi Program Literasi Digital di PAUD Melalui Robokids STEAM Coding Game Muniroh Munawar; Sri Suciati; Bagus Ardi Saputro; Perdana Afif Luthfy
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4151

Abstract

Tingkat literasi bangsa Indonesia sangat rendah sehingga harus segera diatasi agar tidak semakin tertinggal dengan negara lain. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengajarkan literasi digital melalui permainan coding di kelas PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi terhadap konteks, input, proses dan produk dalam program pendidikan literasi digital di PAUD melalui permainan coding Robokids STEAM. Tahapan evaluasi program yang dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan dan monitoring. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan evaluasi. Dalam pengumpulan data, peneliti mengunjungi langsung lokasi penelitian yaitu 15 sekolah TK  untuk melakukan pengamatan langsung terhadap anak-anak saat bermain Robokids STEAM di kelas, wawancara kepada guru terkait dengan objek penelitian dan mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam evaluasi program pendidikan literasi digital di PAUD melalui permainan coding Robokids STEAM memerlukan dasar kebijakan baik tingkat makro maupun meso, pelatihan untuk seluruh warga sekolah, dan bahan bacaan serta alat peraga atau permainan berbasis digital di kelas. Penelitian ini juga berkontribusi memperkenalkan Robokids STEAM sebagai permainan robotika untuk pembelajaran coding dan literasi digital di kelas anak usia dini
Analisis Model Problem Based Learning pada Materi Kewajiban dan Hakku di SDN Sawah Besar 01 Farhan Aldino Santoso; Finne Reffiane; Bagus Ardi Saputro; Hamidah Noer
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan model problem based learning pada mata pelajaran PPKn kelas IIIB SDN Sawah Besar 01 di materi kewajiban dan hakku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada hasil penelitian dilihat dari hasil nilai individu peserta didik kelas IIIB berjumlah 25 peserta didik, di dapatkan hasil 23 peserta didik yang mendapatkan nilai di atas KKM dengan presentase 92% dan 2 peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah KKM dengan presentase 8%. Dan dari respon siswa selama diterapkan model problem based learning memberikan dampak yang lebih baik dibanding pembelajaran yang tidak menerapkan model problem based learning dilihat dari hasil belajar dan respon siswa pada saat di kelas.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Arie Hendra Pranata; Bagus Ardi Saputro; Arri Handayani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.778

Abstract

Pranata, Arie Hendra. 2023: “Pengembangan Modul Ajar Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Pembimbing : (1) Dr. Bagus Ardi Saputro, M.Pd., (2) Dr. Arri Handayani, S.Psi.,M.Si. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar berbasis problem-based learning dalam meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Modul ajar dikembangkan untuk mata pelajaran matematika pada materi kelipatan, faktor, kelipatan persekutuan, faktor persekutuan, KPK, dan FPB. Penelitian ini adalah research and development dengan model ADDIE dari Sezer dalam Rudi Hari Rayanto dan Sugianti (2020: 29) Pengembangan model ADDIE melalui 5 tahap yaitu Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implement), dan Evaluasi (Evaluation). Tahap Analisis meliputi needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Tahap desain meliputi merumuskan tujuan pembelajaran, Selanjutnya menyusun tes, menentukan strategi pembelajaran yang tepat dengan mempertimbangkan sumber-sumber pendukung lain, misalnya sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya. Tahap pengembangan merupakan Langkah ketiga dalam model ADDIE. Salah satu endidi penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap Implementasi merupakan Langkah nyata untuk menerapkan endid pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Tahap evaluasi adalah proses untuk melihat apakah endid pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Data dalam penelitian ini adalah data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan oleh praktisi endidikan meliputi lembar validasi isi, validasi konstruk, Validasi LKPD, Validasi penggunaan media, dan validasi penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar model pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif sehingga sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis peserta didik. Kata kunci : Modul ajar, ketrampilan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis masalah (PBL)
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN MATERI MENGHORMATI KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTARGOLONGAN PADA SISWA KELAS 7 SMP PGRI 1 BATANG Achmad Suroso; Iin Purnamasari; Bagus Ardi Saputro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i1.779

Abstract

Menyusun teks merupakan salah satu kompetensi dasar dalam kurikulum Merdeka yang terdapat dalam kompetensi dasar pembelajaran Pkn Menyusun bisa dalam bentuk menulis, mereproduksi, menyalin, menerjemahkan, dan memproduksi. Menyusun teks cerpen mengalami banyak kendala diantarnya, siswa kurang wawasan dan pengetahuan, kurangnya minat siswa membaca, pembelajarnya kurang menarik karena menggunakan model yang konvensional, pembelajaran dilakukan satu arah atau berpusat pada guru, dan siswa tidak dilibatkan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran PKn di sekolah memerlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk aktif melakukan penyelidikan dalam menyelesikan masalah, guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing, memotivasi siswa, pembelajaran yang menyenangkan, dan meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keefektifan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran menyusun teks cerpen pada siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Batang, (2) mengetahui keefektifan model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran menyususn teks cerpen pada siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Batang (3) mengetahui perbedaan keefektifan model pembelajaran discovery learning dan model problem based learning dalam pembelajaran menyusun teks cerpen pada siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Batang Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah keterampilan bertanya kritis cesiswa kelas 7 A (kelas eksperimen) dan kelas 7 A,B,C SMP N 1 Batang (kelas kontrol). Kelas eksperimen diberi perlakuan model discovery learning dengan jumlah siswa 32 siswa. Kelas kontrol dengan model problem based learning, jumlah siswa 32 siswa. Sebelum diberi perlakuan, dilakukan pretest pada kedua kelas tersebut untuk mengetahui kondisi awal. Selanjutnya diberi perlakuan dan diberikan post test pada akhir pembelajaran untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diberi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian (1) pembelajaranKeberagaman suku,ras,agama antar golongan siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Batangdengan model discovery learning efektif, (2) pembelajaran Keberagaman Suku,ras,Antar golongan siswa kelas 7 SMP N 1 Batang dengan model problem based learning efektif, dan (3) pembelajaran keberagaman suku,Ras,Agama,Antar Colongan siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Batang menggunakan model discovery learning lebih efektif daripada model problem based learning. Nilai rata-rata kelas model discovery learning> kelas model problem based learning, yakni 83,812 >73,555. Hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata (uji t) menunjukan bahwa signifikansi 0,000 < 0,05 hal ini menunjukan adanya perbedaan rata-rata antara kelas model discovery learning dan kelas model problem based learning. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan sebagai berikut. (1) guru Pkn hendaknya menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan, menarik minat siswa, dan siswanya berperan aktif dalam pembelajaran (2) dalam pembelajaran Keberagaman Suku,Ras,Agama,Antar Golongan menggunakan model problem based learning hendaknya guru memberikan tema yang lebih spesifik atau rinci agar siswanya lebih terfokuskan dalam berfikir kritis (3) bagi guru yang ingin mengembangkan sikap percaya diri siswa dapat menggunakan model discovery learning dan apabila ingin mengembangkan sikap tanggung jawab siswa dapat menggunakan model problem based learning. Katakunci:PerangkatPembelajaran,ProblemBasedLearning(PBL)Kemampuan Berfikir Kritis, Kemandirian
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI BANGUN RUANG BAGI SISWA KELAS V (LIMA) SDN TRAGUNG 01 Nur Azizah; Rasiman; Bagus Ardi Saputro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.785

Abstract

Nur Azizah. 2023.” Pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah dan berfikir kritis pada materi bangun ruang Bagi siswa kelas V SDN Tragung 01”. Pembimbing : (1) Dr. Rasiman, M.Pd; (2) Dr.Bagus Ardi Saputro, M.Pd. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana pengaruh perangkat model inkuiri terbimbing Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk meningkatkan pemecahan masalah dan berfikir kritis siswa materi bangun ruang pada siswa kelas V?.dari permasalahan ini dapat dijabarkan kedalam beberapa permasalahan penelitian : (1) Apakah penerapan pembelajaran dengan mdel inkuiri berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berpengaruh terhadap kemampuan siswa untuk memecahkan masalah dalam materin bangun ruang pada siswa kelas V (lima)?.(2) Apakah penerapan perangkat pembelajaran dengan model inkuiri berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis siswa dalam materi bangun ruang pada siswa kelas V (lima)?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adakah pengaruh penerapan pembelajaran matematika dengan model inkuiri terbimbing berbantuan Lember Kerja Peserta Didik ( LKPD ) terhadap kemampuan siswa untuk memecahkan masalah pada materi bangun ruang (2) adakah pengaruh penerapan pembelajaran matematika dengan model inkuiri terbimbing berbantuan Lember Kerja Peserta Didik terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada materi bangun ruang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen.Pada penelitian ini terdapat dua kelas sampel penelitian yaitu kelas kontrol siswa kelas V SDN Tragung 01 dan kelas eksperimen siswa kelas V SDN Lawangaji.sampelnya sebanyak 38 peserta didik yang ditentukan berdasarkan berdasarkan teknik random sampling.Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar tes,lember observasi dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1)penerapan pembelajaran inkuiri berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah. (2) Penerpan pembelajaran volume bangun ruang pada siswa kelas v (lima) dengan menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis.
PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI KARTUN DENGAN SOFTWARE UNITY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PERKALIAN PADA SISWA KELAS II SD NEGERI KLIDANG LOR 01 Coyo; Rasiman; Bagus Ardi Saputro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.792

Abstract

Pengembangan Media Animasi Kartun dengan Software Unity ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika khususnya materi perkalian pada jenjang sekolah dasar sehingga dapat membantu menanamkan konsep perkalian secara lebih baik kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui apakah media animasi kartun dengan software unity valid untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SD; 2) Untuk mengetahui apakah media animasi kartun dengan software unity praktis untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SD; 3) Untuk mengetahui apakah media animasi kartun dengan software unity efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SD ditinjau dari hasil belajar siswa. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Parameter yang diukur dalam penggunaan Media Pembelajaran Animasi Kartun Software Unity ini adalah validitas, kepraktisan dan efektifitas untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SD Negeri Klidang Lor 01 ditinjau dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Media Pembelajaran Animasi Kartun Software Unity dapat meningkatkan penguasaan konsep perkalian pada siswa Kelas II SD Negeri Klidang Lor 01. Hal ini ditunjukkan dari rerata nilai tes hasil belajar matematika siswa yang menggunakan media pembelajaran Animasi Kartun Software Unity lebih baik dari rerata nilai tes hasil belajar matematika siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran Animasi Kartun Software Unity.
Analisis Struktur Kognitif Siswa Kelas IV Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah Pembagian Bilangan Bulat Rida Fironika Kusumadewi; Imam Kusmaryono; Ibnu Jamalul Lail; Bagus Ardi Saputro
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 2 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.838 KB) | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i2.875

Abstract

Pembelajaran yang lebih ditekankan pada prosedur dan hasil dalam penyelesaian masalah tidak akan mengaktifkan strukur kognitif (berpikir) siswa dan tidak meningkatkan kemampuan berpikir matematis. Siswa hanya akan meniru prosedur yang dilakukan guru. Penelitian ini merupakan studi kasus pembelajaran matematika di kelas IV sekolah dasar pada materi pembagian bilangan bulat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan struktur kognitif siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian menggunakan metode kombinasi (kualitatif-kuantitatif) dengan desain concurrent embedded. Teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi yaitu observasi partisipan, wawancara yang mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kognitif Siswa A memiliki struktur kognitif komparatif dan siswa B memiliki struktur kognitif penalaran logis. Siswa menggunakan struktur kognitif untuk memproses informasi dan menciptakan makna dengan cara (1) membuat koneksi, (2) menemukan pola, (3) mengidentifikasi aturan, dan (4) mengabstraksikan prinsip-prinsip. Kata kunci: struktur kognitif, berpikir matematis, bilangan bulat. ABSTRACT Learning that is more emphasized on procedures and results in solving problems will not activate the cognitive structure (thinking) of students and does not improve the ability to mathematical thinking. Students will only imitate the procedures performed by the teacher. This research is a case study of mathematics learning in the fourth grade of elementary school in integer division material. The research objective is to describe the cognitive structure of students in solving problems. The study uses a combination method (qualitative - quantitative) with concurrent embedded design. The data collection technique is done in triangulation, namely participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that the cognitive structure of class IV students reached the level of comparative cognitive structure (group A) and cognitive structure of logical reasoning (group B). Students use cognitive structures to process information and create meaning by (1) making connections, (2) finding patterns, (3) identifying rules, and (4) abstracting principles Keywords: cognitive structure, mathematical thinking, integers.
Co-Authors Achmad Buchori Achmad Buchori Achmad Suroso Adi, Timur Anggoro Agustin, Della Nirwana Ainun Lathifah Ainun Aisyah, Fifin Ali Mahmudi Anisa Dwi Rahayu Anisa Dwi Rahayu Arfilia Wijayanti Ari Widyaningrum, Ari Arie Hendra Pranata Arri Handayani Arri Handayani Aryo Andri Nugroho Atik Nila Sukesi Ayuk Sri Windarti Budiman, M.Arief Cahyani, Regita Jemis Pramesti Putri Cindy Ayu, Angela Astrid Stelladiba Citra Dwi Pitaloka Coyo Dina Prasetyowati Dipa Aji Iswara Duwi Nuvitalia DWI RAHMAWATI Dwi Setyaningsih Entika Fani Prastikawati Ernawati, Lisa Ervina Eka Subekti Eva Nurdiana Hidayanti Eva Farhan Aldino Santoso Farida Nursyahidah Fenny Roshayanti Fhina Haryanti Fifin Aisyah Fine Reffiane Finne Reffiane Fitrianingrum, Dyah Ayu Gayatri Utami Hamidah Noer Hamidah Noer Hamidah Noer Hana Tsania Maurizka Handayani, Anisa Wiwin Harto Nuroso Hesti Hesti Hidayatus Soffiah Himmatul Afthina, Himmatul Husni Wakhyudin Ibnu Jamalul Lail Ida Dwi Jayanti Ida Dwijayanti Iin Purnamasari Ikha Listyarini Illah, Moh Iqbal Atho Imam Kusmaryono Intan Nurdiana Intan Rahmawati Irianto, Bernardus Irkham Ulil Albab Joko Sulianto . . Juharti, Juharti Khanifah, Rizka Nur Khusnul Fajriyah Kunarso Kunarso Lestari, Sri Indah Lestari, Vitta Putri M. Arief Budiman M. Yusuf Setia Wardana Mahmudi, Khoirudin Nur Mar'ah, Umrotul Maria Ulfah Maria Ulfah . Maya Rini Rubowo Mayasari, Luthfaida Mei Fita Asri Untari Miyarti Miyarti Moch. Syafiqurrijal Azhad Muarifah, Finda Mudzanatun Mudzanatun Mufidah, Atik Muhaimin, Fajar Adi Muhamad Samsun Erfin Muhammad Prayitno Muhammad Prayito Muhtarom Mujayanah, Siti Mujayanah muna, muflihatun nailil Muniroh Munawar Mustika, Anggita Tia Nanda Faiqotusshabrina Nazah, Shofiatun NILAM CAHAYA SAVITRI Noer, Hamidah Noor Miyono Novitasari, Enggar Septania Nur Azizah Nurcahyani, Risa Mega Pamungkas, Dwi Perdana Afif Luthfy Poncowati, Lilik Putri Juliana Indah Rahayu, Anisa Dwi Ramadhan, Adella Fernanda Rizky Rasiman Rasiman Reffiane, Finne Rida Fironika Kusumadewi Ridha Dwi Lestari Rifqotul Badriyah Riris Setyo Sundari Santoso, Farhan Aldino Sari, Diana Puspita Shanty, Anna Diana Sigit Wibowo Siti Nur Hidayah, Siti Nur Sofiani, Eka Putri Sri Handayani Sri Suciati Sriyatun Sriyatun, Sriyatun Sudiyono Sudiyono Sukamto Sukamto Sukamto Sukma Nur Ardini Sumarmiyati, Sumarmiyati Sumarni Sumarni Sumarno . Suratmi Suratmi, Suratmi Tsaqib Hilmi Perdana Utami, Gayatri Utami, Nanik Utami, Sari Veryliana Purnamasari Widaningsih, Mustika Sylvia Nurul Wiyaka Wiyaka Wulandari Wulandari Yenny Rachmawati Yuli Cahyaningrum Yulista Yulista, Yulista