Claim Missing Document
Check
Articles

Narrative Review : Metode Analisis Neotam pada Makanan dan Minuman Mulyaningrum, Sri Kris; Saraswati, Indah; Sasikirana, Widyandani
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 1 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 1, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i1.17413

Abstract

Neotam merupakan pemanis sintesis derivat aspartam yang baru muncul di pasaran pada tahun 2002 dan biasa ditambahkan pada produk pangan. Analisis kandungan neotam merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk pangan. Tujuan review ini yaitu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan tiap metode analisis neotam dalam sampel makanan dan minuman, serta mengetahui metode yang dapat menghasilkan nilai-nilai validasi paling baik pada analisis kandungan neotam dalam sampel makanan dan minuman. Dalam penelitian ini dilakukan narrative review metode analisis neotam untuk menyajikan rangkuman data secara naratif. Pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan lima jenis database, yaitu Science direct, SpringerLink, Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Artikel yang didapat dari ketiga database diseleksi menggunakan aplikasi Mendeley. Hasil pencarian literatur ditemukan 23 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Pengembangan metode analisis neotam dalam sampel makanan dan minuman di antaranya yaitu metode kromatografi cair dengan instrumen HPLC dan UHPLC, metode Capillary Zone Electrophoresis, serta metode spektrofotometri UV-Vis. Metode analisis neotam terbaik dapat dilihat dari berbagai aspek. Berdasarkan aspek kualitas metode, meliputi nilai-nilai validasi, metode analisis neotam terbaik yaitu metode kromatografi cair dengan instrumen UHPLC-MS.
Narrative Review : Potensi Family Lamiaceae sebagai Tabir Surya Maulia, Sinta; Saraswati, Indah; Wulandari, Fitri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 2, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i2.18089

Abstract

Matahari memancarkan sinar UV yang pada jumlah berlebih dapat menimbulkan kerusakan pada kulit. Paparan UV yang berlebihan akan mengakibatkan perubahan komposisi dan struktur serta menimbulkan stress oksidatif pada kulit. Oleh karena itu, dibutuhkan perlindungan tambahan berupa tabir surya alami karena relatif aman. Family Lamiaceae banyak ditemukan di Indonesia dan beberapa spesiesnya telah diketahui memiliki potensi tabir surya. Artikel bertujuan untuk mengetahui spesies dari family Lamiaceae yang berpotensi sebagai tabir surya, senyawa yang bertanggung jawab, serta bentuk sediaannya sebagai tabir surya. Review artikel ini menggunakan database Google Scholar, Scopus, Proquest, Pubmed, dan Science Direct dengan kata kunci “Lamiaceae AND Sunscreen* AND Sun Protection Factor”. Data menunjukkan bahwa 14 spesies family Lamiaceae diketahui berpotensi sebagai tabir surya dilihat dari nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil pengujian tabir surya dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, konsentrasi pelarut, dan ekstrak. Senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut yaitu flavonoid, tanin, fenolik, dan minyak atsiri. Ocimum basilicum, Linn. dan Teucrium polium L. dimanfaatkan sebagai tabir surya dalam bentuk sediaan krim dan nanogel.
Opuntia cochenillifera Cream Accelerates Incision and Burn Wound Healing in Streptozotocin-Induced Diabetic Mice by Enhancing Fibroblast Saraswati, Indah; Armalina, Desy; Setiawan, Rivaldo Heru; Sinna, Najwan Muhammad; Arummaisya, Sahila Nifa
The Indonesian Biomedical Journal Vol 17, No 6 (2025)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v17i6.3824

Abstract

BACKGROUND: Diabetes mellitus (DM) often leads to chronic, slow-healing wounds due to impaired tissue regeneration and sustained inflammation, which can progress to diabetic ulcers. Opuntia cochenillifera has been reported to possess antioxidant and anti-inflammatory potential, making it a promising candidate for natural wound therapies. However, standardized topical formulations and in vivo evaluations are limited. This study was conducted to develop and assess the wound-healing effects of Opuntia cochenillifera cream in diabetic mice.METHODS: Forty-eight male Balb/C mice were randomly assigned to different groups: healthy control (HC), negative control (C−), positive control (C+), and treatment (T) groups. DM was induced by a single intraperitoneal injection of 180 mg/kgBW streptozotocin. After confirming hyperglycemia, incisions and burn wounds were created and monitored for 7 and 14 days. Wound healing was assessed macroscopically (incision length, width, and burn diameter) and microscopically (fibroblast proliferation and re-epithelialization). The formulated Opuntia cochenillifera cream was evaluated for pH, homogeneity, adhesion, and spreadability using standard topical formulation tests.RESULTS: The formulated cream exhibited good homogeneity, adhesion (4.97 s), spreadability (5.10 cm), and skin-compatible pH (6.44). Phytochemical analysis confirmed the presence of flavonoids, tannins, terpenoids and alkaloids. In vivo, Opuntia cochenillifera cream significantly accelerated wound closure and increased fibroblast proliferation compared to the C− group (p<0.05). Its effects were comparable to those of the standard treatment for burn wounds and superior for incision wounds, demonstrating enhanced fibroblast activity and more organized re-epithelialization.CONCLUSION: Opuntia cochenillifera cream effectively improves wound healing in diabetic mice through the enchantment fibroblast activity and organized re-epithelialization. These findings support the potential of this formulation as a natural topical therapy for diabetic wounds, warranting further mechanistic investigation.KEYWORDS: Opuntia cochenillifera, diabetic wound, wound healing, topical cream, phytochemical
Co-Authors Achmad Zulfa Juniarto Aditya Amar Mahendra Agus Subagio Alissa, Evalina Amir, Diana Andi Prasetiawan, Andi Anfa Adnia Fatma Anfa Adnia Fatma Anggita, Vinka Dwi Annaafi, Alviona Denti Antari Arlita Leniseptaria Antari, Arlita Leniseptaria Arifin, Moh. Zaenal Arlita Leniseptaria Antari Arummaisya, Sahila Nifa Aryoko Widodo Astika Widy Utomo, Astika Widy Awal Prasetyo Azhar, Talia Sarafina Azizah, Fadia Nur Azka, Milati Choerunisa, Nisrina David Pakaya Desi Kristina Gultom Desy Armalina Dewi, Marzela Dian Wijayanto Dimas Sindhu Wibisono Dwi Retnoningrum Ekawati, Nuraini Endang Mahati Erliyani, Dian Eva Annisa Eva Annisa Eva Annisaa Eva Annisaa Faizah Bafadhal Farmaditya Eka Putra FITRI PUSPITASARI Fitri Wulandari Gabriela Rolanda Gufron, Ahmad Handoyo, Regenio Akira Hardian Hardian Heriawan, Mohammad Sapta Hermawan Istiadi Hosen, Hosen Ibrahim, Natalia P. Ika Pawitra Miranti Ilham Saptia Nugraha Imam Buchori Indranila Kustarini Samsuria Khasan Rowi Kundori Kurniasari, Teny Kusmiyati Tjahjono DK Kusumaningrum, Novi Lusiana Batubara Maulia, Sinta Mentari, Alfitra Akbar Bara Mentari Mochtar, Arufiadi Anityo Muflihatul Muniroh Muhammad Avicenna Abdul Syukur Mulyaningrum, Sri Kris Muslimin Muslimin Najatullah Neni Susilaningsih Nurtari, Rahma Yulia Prabowo, Yoghi B. Pranyoto, Pranyoto Priguna, Tangkas Mukti Rediyanto, Rediyanto Renni Yuniati Robert Kristaung Rohana, Evieta Samsul Huda Sarastri, Darsih Sasikirana, Widyandani Setiawan, Rivaldo Heru Sinna, Najwan Muhammad Stefani Candra Firmanti Sumardi . Sutrisno Anggoro Talitha Salsabila Taufiq, Heydar Ruffa Trimoelyo, Heri Vega Fonsula Andromeda Vega Karlowee Widyandani Sasikirana