Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Lingkungan melalui Pengenalan Kosakata Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Media Ajar Flash Card Rasyimah, Rasyimah; Marina, Marina; Sari, Dewi Kumala; Emilda, Emilda; Mauliyana, Rani; Wikana, Armaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.951

Abstract

This program aimed to give an opportunity for children to acquire new English words by tying environmental education with flashcard learning media. This community service program was held in SD Negeri Nomor 6 which located in Jambo Timur Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. The proper disposal of waste by its category might count as one method of environmental education. During this community service project, students were instructed on how to dispose waste based on three classifications recycled, reusable, and organic waste. Students were provided with English expressions related to this topic. The community service program was carried out through two primary activities, i.e,. Focus Group Discussions with the principal and the teachers and environmental education through English vocabulary introduction. This education program took place in two stages: (1) waste management by categorizing trash according to the classifications; (2) vocabulary mastery related the various forms of waste.ABSTRAKTujuan dari pengabdian ini adalah agar anak-anak bisa belajar kosakata bahasa Inggris baru dengan menggunakan media pembelajaran flash card serta mengaitkannya dengan edukasi lingkungan Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri Nomor 6 yang terletak Jambo Timur Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Metode kegiatan diawali dengan tahap identifikasi, tahap pemilihan mitra, tahap pelaksanaan pengabdian dan tahap evaluasi. Dalam kegiatan pengabdian ini, para siswa diajarkan untuk membuang sampah sesuai dengan klasifikasi yaitu menjadi tiga jenis yaitu sampah daur ulang (recycle), pakai ulang (reusable) dan organik (organic) sembari diberikan kosa kata bahasa Inggris yang berkaitan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui dua kegiatan utama yaitu FGD bersama para guru dan kepala sekolah dan pelatihan edukasi lingkungan melalui pengenalan kosa kata bahasa Inggris. Pelaksanaan edukasi ini terdiri dari dua tahapan yaitu: (1) edukasi lingkungan melalui klasifikasi sampah sesuai jenisnya yaitu organic, reusable, and recycle (2) pengayaan kosakata yang berkaitan dengan jenis-jenis sampah.
EFEKTIVITAS ARBITRASE DALAM MENGATASI SENGKETA MEDIS : TINJAUAN HUKUM DAN PSIKOLOGIS Trias Anggrida, Ocdela; Sari, Dewi Kumala; Fransiska, Nova Kristi; Azhari, Jaya; Suryanti, Reny; Yulianti, Maria Eka Patri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51358

Abstract

Meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan modern telah memunculkan dinamika baru dalam hubungan dokter-pasien yang berpotensi menimbulkan sengketa medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas arbitrase sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa medis melalui perspektif interdisipliner antara ilmu hukum dan psikologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif yuridis dengan teknik tinjauan pustaka terhadap regulasi terkait dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arbitrase medis memiliki tingkat efektivitas yang signifikan dengan durasi penyelesaian rata-rata 3 bulan dibandingkan litigasi konvensional yang memerlukan 1-2 tahun. Faktor demografis dan psikologis mempengaruhi persepsi efektivitas proses, dimana mediator berlatar belakang hukum mencapai skor kepuasan tertinggi (3,84) dibandingkan mediator medis (3,74) dan administratif (3,63). Kerangka hukum Indonesia melalui UU No. 30 Tahun 1999 dan UU No. 17 Tahun 2023 memberikan landasan yuridis yang memadai bagi implementasi arbitrase medis. Integrasi aspek psikologis dalam proses arbitrase melalui teknik komunikasi terapeutik dan manajemen emosi terbukti meningkatkan kepuasan para pihak. Penelitian menyimpulkan bahwa arbitrase medis merupakan alternatif efektif dalam penyelesaian sengketa kesehatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan yuridis dan psikologis para pihak secara simultan.
SOCIALIZATION AND MAPPING OF OYSTER FINDERS' CHARACTERISTICS IN THE EFFORTS TO MANAGE THE KRUENG CUNDA WATER ENVIRONMENT, LHOKSEUMAWE CITY Ekamaida; Dewi Kumala Sari
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v5i3.4423

Abstract

Coastal communities in Lhokseumawe City are highly dependent on aquatic resources, one of which is through oyster harvesting. This activity has become part of the community's traditions and lifestyle, utilizing natural resources in a simple way and has been passed down from generation to generation. This community service program was conducted to identify the social characteristics of oyster gatherers and encourage sustainable oyster management in the Krueng Cunda area. The methods used included outreach and a questionnaire survey. Data were obtained through interviews and direct observation with 30 residents who were gathering oysters at several coastal locations in Lhokseumawe. Descriptive analysis was conducted to describe the general profile of oyster gatherers. The results showed that most oyster gatherers were of productive age and the majority were women. This activity is carried out with simple tools and is heavily influenced by tidal conditions. In addition to serving as a source of income, oyster gathering also has social and cultural value because it is carried out collectively and passed down within families. This condition reflects the close relationship between the community and the coastal environment. Therefore, efforts are needed to manage oysters sustainably while improving the welfare of coastal communities.
Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Enzim Biometa pada Pembibitan Kakao di Desa Cot Keumuneng Kecamatan Sawang Aceh Utara Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Sari, Dewi Kumala; Yusuf, Muhamad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cot Keumuneng di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, merupakan desa dengan kondisi geografis berbukit dan jumlah penduduk sekitar 310 jiwa. Ekonomi masyarakat masih lemah, didominasi oleh petani, buruh, dan pedagang kecil, dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah. Potensi pertanian, khususnya tanaman kakao, cukup besar, namun terkendala rendahnya pendidikan dan ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merusak lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengenalan teknologi pertanian ramah lingkungan, seperti penggunaan enzim biometa dan pembibitan kakao organik dengan metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat di Desa Cot Keumuneng telah  dapat  meningkatkan kemampuan  teknis  mitra dalam mengelola pembibitan kakao dan produksi enzim biometa, sehingga mitra dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik secara mandiri. Secara keseluruhan menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan pelatihan berhasil meningkatkan minat, kesadaran, dan keterampilan mitra secara signifikan, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan bibit kakao yang lebih optimal dan pemanfaatan limbah organik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
The Relationship Between Gratitude and Psychological Wellbeing in Adolescents Sari, Dewi Kumala; Santi, Dyan Evita
International Journal of Social and Management Studies Vol. 4 No. 3 (2023): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v4i3.320

Abstract

The period of adolescent development is a period of development that is of concern to many people,because this period of development is often referred to as the period of self-discovery. The transition period fromthe period of child development to adulthood often causes serious problems that have an impact on lowpsychological wellbeing. Gratitude possessed by adolescents also affects psychological conditions. Therefore,this study aims to examine the relationship between gratitude and psychological wellbeing in adolescents. Toachieve this goal, this research uses a quantitative approach. The sample in this study were class IX students ofSMPN 1 Prambon Sidoarjo. The instrument used is the instrument of psychological wellbeing and theinstrument of the gratitude questionnaires six item form (GQ-6). The data analysis technique used in thisresearch is correlation coefficient analysis to test the degree of relationship between variables. The results ofthis study obtained that the correlation coefficient between the gratitude variable and the psychologicalwellbeing (PWB) variable was 0.601, which means that the correlation between gratitude and psychologicalwellbeing (PWB) is very strong. The hypothesis of this study is accepted that there is a relationship betweengratitude and psychological wellbeing (PWB) in adolescents.
HIGH SCHOOL TEACHERS’ PERCEPTION AND ATTITUDE TOWARDS WORLD ENGLISHES: STUDY CASES IN LHOKSEUMAWE CITY, INDONESIA Hanif, Hanif; Kurniawati, Kurniawati; Rizki, Dini; Sari, Dewi Kumala
Getsempena English Education Journal Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/geej.v12i2.3491

Abstract

ABSTRACT This research explores the perceptions, attitudes, and teaching practices of senior high school English teachers in Lhokseumawe City, Aceh, Indonesia, regarding the concept of World Englishes (WE). As English continues to evolve as a global language, its use across diverse sociocultural contexts challenges traditional native-speaker norms—especially those based on British and American English. Despite this global shift, English education in Indonesia remains strongly influenced by native-speaker standards embedded within the national curriculum. Using a qualitative case study approach, the data were collected through semi-structured interviews, document analysis, and a literature review involving five English teachers from different schools in the area. The results indicate that although teachers recognize the existence of various English varieties, their comprehension of the theoretical and pedagogical principles underlying World Englishes is still limited. Most teachers continue to rely on inner circle varieties especially American and British English as the dominant teaching models, citing factors such as curriculum restrictions, insufficient exposure to global English varieties, and students’ relatively low proficiency levels. Consequently, the practical application of World Englishes in classroom instruction remains minimal. The study suggests that targeted professional development programs are essential to strengthen teachers’ sociolinguistic awareness and pedagogical skills in addressing English variation. Gradually incorporating non-native English varieties into classroom materials could foster more inclusive, realistic, and globally oriented English teaching practices in Indonesia. Keywords: World Englishes, teachers’ perceptions, English language teaching, pedagogical practice
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Pada Materi Fisika Hukum Newton Sari, Dewi Kumala; Saragih, Devi Fionita; Meydi, Sheilla Fallerina; Wulandari, Febby Putri; Baihaqi, Habibah Khusna; Meilina, Ike Lusi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada abad ke-21, kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan yang sangat esensial, terutama dalam mendukung siswa dalam menemukan solusi dan memahami konsep ilmiah secara mendalam. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami serta mengaplikasikan konsep Hukum Newton dalam pembelajaran fisika. Metode penelitian ini melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas X di tingkat SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai yang disusun berdasarkan lima indikator keterampilan berpikir kritis menurut Ennis, yaitu: menjelaskan secara sederhana, membangun keterampilan dasar, menarik kesimpulan, mengembangkan penjelasan lanjutan, serta merancang strategi dan taktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dalam materi Hukum Newton berada pada kategori rendah, dengan persentase sebesar 53,84%. Indikator dengan nilai tertinggi adalah kemampuan menarik kesimpulan (65,6%), sedangkan nilai terendah terdapat pada indikator mengembangkan penjelasan lanjutan (1,6%). Hasil temuan ini mengindikasikan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, seperti model pembelajaran (Problem-Based Learning) atau pembelajaran inkuiri (Inquiry Learning), guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada siswa dalam pembelajaran fisika.