Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Potensi dan Permasalahan Wilayah Dataran Tinggi Dieng Sebagai Dasar Pengembangan Wilayah Perspektif Geografi Regional Setiawati, Tia; Darmawan, Darwis
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33681

Abstract

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan strategis di Jawa Tengah yang memiliki karakteristik biofisik dan sosial-budaya yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan wilayah Dieng sebagai dasar perumusan strategi pengembangan wilayah melalui pendekatan geografi regional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sintesis data sekunder dari berbagai literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi utama Dieng terletak pada sektor pariwisata alam dan budaya, serta sektor pertanian hortikultura (kentang). Namun, pengembangan wilayah ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lingkungan, risiko bencana geologi (gas beracun dan gerakan tanah), serta alih fungsi lahan yang masif. Dari perspektif geografi regional, integrasi antara perlindungan ekosistem hulu dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal menjadi kunci keberlanjutan. Diperlukan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana dan diversifikasi ekonomi agar ketergantungan pada satu komoditas pertanian dapat dikurangi. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan harus diprioritaskan untuk menjaga kelestarian geo-heritage Dieng.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI, ANATOMI, FITOKIMIA, DAN KLOROFIL DAUN SPESIES FABACEAE DI TWA PANANJUNG, PANGANDARAN Sephianti, Selvi; Mutaqin, Asep Zainal; Budiono, Ruly; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Hasan, Rusdi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 23, No 2 (2025): BIOTIKA DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v23i2.68018

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik morfologi, anatomi, kandungan fitokimia, dan klorofil daun tiga spesies famili Fabaceae (Acacia auriculiformis, Dendrolobium umbellatum, dan Cynometra ramiflora) yang tumbuh di Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung, Pangandaran. Penelitian ini diharapkan menjadi penelitian dasar tentang potensi spesies Fabaceae dalam bidang farmasi, pertanian, dan konservasi sumber daya alam. Penelitian dilakukan secara observasional melalui pengamatan morfologi dan anatomi daun, pengujian fitokimia secara kualitatif (alkaloid, tanin, dan saponin), serta kadar klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan karakteristik morfologi, anatomi, dan profil fitokimia antar spesies. A. auriculiformis dan C. ramiflora mengandung alkaloid dan saponin. D. umbellatum mengandung tanin dan saponin. Species yang mengandung klorofil dari yang tertinggi ke terendah secara berurutan adalah C. ramiflora, D. umbellatum, dan A. auriculiformis. Faktor lingkungan yang terukur adalah 859.33-7474 lux untuk intensitas cahaya, 75-83,67% untuk kelembapan udara, 29,23-30,4°C untuk temperatur udara, 6,6-6,93 untuk pH tanah, <2 mg/kg untuk kadar nitrogen tanah, <6,67 mg/kg untuk kadar fosfor tanah, serta <2,34 mg/kg untuk kadar unsur kalium tanah.
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR IPAS DI SEKOLAH DASAR Huda, Ida Nurul; Alfira, Ajeng; Setiawati, Tia; Farhurohman, Oman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12291

Abstract

This study aims to analyze the use of digital media in overcoming learning boredom in IPAS at the elementary school level. Learning boredom is often caused by monotonous teaching methods, limited learning media, and low student engagement. This research uses a literature review method by examining relevant studies published between 2020 and 2025. The results show that digital media such as learning videos, animations, interactive applications, and educational games can create a more engaging and interactive learning environment. These media help increase students’ motivation, participation, and understanding of abstract concepts through visual and audiovisual presentations. However, the implementation of digital media still faces challenges, including limited teacher competence, inadequate facilities, and low digital literacy among students. Therefore, efforts such as teacher training, improving infrastructure, and collaboration between schools and parents are needed. In conclusion, digital media play an important role in reducing learning boredom and improving the quality of IPAS learning in elementary schools.
Combination of Acclimatization Media for The Primary Hardening Phase of Musa paradisiaca L. var. Kepok Tanjung Plantlets Arianti, Tanti; Hasan, Rusdi; Setiawati, Tia; Nurzaman, Mohamad
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7205

Abstract

Acclimatization is the last and critical stage in the in vitro culture of Musa paradisiaca L. var. kepok tanjung. The primary hardening phase of acclimatization is carried out so that plantlets can adapt from heterotrophic conditions to autotrophic conditions. This study aims to optimize the acclimatization media for M. paradisiaca L. var. kepok tanjung plantlets, an important factor in the acclimatization process. A completely randomized design was applied in this study using 13 different combinations of soil, cocopeat, and charcoal husk media. The observation parameters included morphological parameters (height, number of leaves, leaf area, pseudo-stem diameter, and survival rate) and physiological parameters (wet weight, dry weight, relative water content (RWC), and chlorophyll content index (CCI), which were analyzed using ANOVA or Kruskal-Wallis according to data assumptions. The results showed that all media combinations produced a 100% survival rate, with the best results shown by the cocopeat: charcoal husk (1:1) combination. This media combination provided the highest increase in height (1.05 ± 0.11 cm), pseudo-stem diameter (1.15 ± 0.12 mm), number of leaves (0.75 leaves), leaf area (121.06 ± 20 cm²), fresh weight (8.23 ± 2.99 g), dry weight (0.45 ± 0.16 g), CCI (23.2 ± 3.63), and the highest relative water content (98.47%). The combination of cocopeat and husk charcoal (1:1) was able to maintain moisture and provide good aeration for plantlet growth. Therefore, the combination of cocopeat and charcoal husk (1:1) is recommended as the most effective media for acclimatizing M. paradisiaca L. var. kepok tanjung plantlets in the primary hardening phase.