Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pengembangan Peta Indeks Resiko Banjir pada Kelurahan Bukit Duri Jakarta Kusuma, Muhammad Syahril Badri; Rahayu, Harkunti P.; Farid, Mohammad; Adityawan, M. Bagus; Setiawati, Tia; Silasari, Rasmiaditya
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2830.235 KB)

Abstract

Abstrak. Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di ibukota DKI Jakarta dengan kejadian terbesar pada tahun 2007. Penentuan langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah banjir dapat dibantu dengan pemetaan resiko banjir. Daerah studi kasus dalam penelitian ini adalah Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta yang terletak di hulu pintu air Manggarai. Penelitian difokuskan pada estimasi bahaya banjir, kerentanan, kapasitas, dan resiko di daerah studi. Peta genangan banjir dikembangkan dengan model matematis aliran 1-D tak tunak DUFLOW dengan hidrograf banjir tahun 2007. Limpasan hidrograf banjir akan membebani daerah retensi dan menyebabkan variasi genangan. Indeks bahaya banjir dianalisis berdasarkan peta genangan dengan diverifikasi data lapangan. Analisis indeks kerentanan menggunakan parameter jaringan pipa dan kabel, jenis bangunan, sebaran populasi, dan potensi bahaya kolateral. Analisis indeks kapasitas memakai parameter kondisi pompa, tanggul, dan intervensi (peningkatan kewaspadaan banjir). Peta resiko dievaluasi menggunakan GIS dalam skenario optimis dan pesimis dengan persamaan: resiko = bahaya x kerentanan / kapasitas. Intervensi pada skenario optimis menunjukkan penurunan resiko signifikan di beberapa daerah, sedangkan pada skenario pesimis tidak berbeda dibandingkan kondisi eksisting. Peta resiko kondisi eksisting  dianalisis serupa dengan keadaan aktual, dimana daerah studi merupakan daerah beresiko banjir tinggi karena perumahan penduduk yang padat dan kapasitas penanggulangan banjir yang tidak memadai.Abstract. Flood is a frequent disaster in DKI Jakarta with the worst event occurred in 2007. Determining right steps to resolve flooding problem can be assessed by developing flood risk map. Case study area observed is Kelurahan Bukit Duri, Tebet Subdistrict, Jakarta, at Manggarai floodgate upstream. This study emphasizes on the estimation of flood hazard (inundation), vulnerability, capacity, and risk of case study. Inundation map is developed with 1-D steady flow mathematical model DUFLOW with 2007 flood hydrograph input. Overflow water from flood hydrograph will inundate retention area and create inundation. Flood hazard index is based on inundation depth and verified with field data. Vulnerability index parameters are infrastructure lifeline network, building quality, population distribution, and possible source of collateral hazard. Capacity index parameters are pump and dike conditions and intervention (flood awareness improvement). Risk map evaluation uses GIS in optimistic and pessimistic scenarios with equation: risk = hazard x vulnerability / capacity. Intervention in optimistic scenario shows significant risk reduction in some areas, while pessimistic scenario shows similar result with existing condition. Existing condition risk map is able to present actual condition of high flood risk in case study area caused by dense residential area and inadequate flood prevention capacity.
Identifikasi keragaman genetik plasma nutfah ubi kayu liar (Manihot glaziovii muell) berdasarkan karakter morfo-agronomi Karuniawan, Agung; Wicaksono, Hendi N; Ustari, Debby; Setiawati, Tia; Supriatun, T
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.147 KB) | DOI: 10.24198/kltv.v16i3.14038

Abstract

Plasma nutfah tanaman merupakan sumber bahan genetik bagi program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetik plasma nutfah ubi kayu liar berdasarkan karakter morpho-agronomy. Percobaan dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga Juni 2015. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 23 aksesi ubi kayu liar dan diulang sebanyak dua kali. Analisis komponen utama menghasilkan biplot dengan nilai PC1 dan PC2 yang memiliki kontribusi terbesar terhadap variasi yaitu masing-masing sebesar 27.98% dan 19.45%. Analisis klaster menghasilkan gambar dendogram terdiri dari dua klaster utama yaitu I dan II.  Pada gambar dendogram terdapat jarak euclidean antara 0.00 hingga 3.32. Hal ini menunjukan bahwa plasma nutfah ubi kayu liar Unpad adalah luas.Kata Kunci : Analisis Komponen Utama, Analisis Klaster, Biplot, Dendogram, Keragaman genetik, Ubi Kayu Liar.
PEMANFAATAN TUMBUHAN FAMILI ZINGIBERACEAE OLEH MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN WISATA PANTAI RANCABUAYA KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN GARUT Mutaqin, Asep Zainal; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Budiono, Ruly; Noviani, Ela
Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): April, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman suku bangsa dan budaya, termasuk pengetahuan tradisional di dalamnya. Salah satu pengetahuan yang ada di masyarakat adalah pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan famili Zingiberaceae oleh masyarakat desa di kawasan Wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara semistruktur terhadap informan kunci. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Hasil wawancara menunjukan bahwa terdapat 12 jenis tumbuhan famili Zingiberaceae yang dimanfaatkan masyarakat, yaitu laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.). Berdasarkan genusnya, masyarakat memanfaatkan Alpinia, Amomum, dan Kaempferia sebagai bumbu masak dan obat; Curcuma sebagai bumbu masak, bahan jamu, dan obat; serta Zingiber sebagai obat, bumbu masak, bahan minuman, dan ritual adat. Tumbuhan-tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan liar dan hasil budidaya yang diperoleh dari pekarangan, kebun, dan sawah. Indonesia is a country that has a diversity of ethnic groups and cultures, including traditional knowledge in it. One of the existing knowledge in society is knowledge about the use of plants. This research was conducted to document the utilization of Zingiberaceae family of plant species by rural communities in the Rancabuaya Coastal area of Caringin District, Garut Regency. The method used in this research is descriptive qualitative analysis. Data collection techniques were carried out by direct observation and semistructured interviews of key informants. Determination of informants is done by snowball sampling technique. Interview results show that there are 12 species of plants of the Zingiberaceae family that are utilized by the community, namely laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.).  Based on its genus, people use Alpinia, Amomum, and Kaempferia as cooking spices and medicines; Curcuma as cooking spices, herbal ingredients, and medicine; and Zingiber as medicine, cooking spices, beverage ingredients, and traditional rituals. These plants are wild plants and cultivation results obtained from the yard, garden, and rice fields.
Pemanfaatan Tumbuhan Famili Zingiberaceae oleh Masyarakat Sekitar Kawasan Wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Mutaqin, Asep Zainal; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Budiono, Ruly; Noviani, Ela
Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): April, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman suku bangsa dan budaya, termasuk pengetahuan tradisional di dalamnya. Salah satu pengetahuan yang ada di masyarakat adalah pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan famili Zingiberaceae oleh masyarakat desa di kawasan Wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara semistruktur terhadap informan kunci. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Hasil wawancara menunjukan bahwa terdapat 12 jenis tumbuhan famili Zingiberaceae yang dimanfaatkan masyarakat, yaitu laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.). Berdasarkan genusnya, masyarakat memanfaatkan Alpinia, Amomum, dan Kaempferia sebagai bumbu masak dan obat; Curcuma sebagai bumbu masak, bahan jamu, dan obat; serta Zingiber sebagai obat, bumbu masak, bahan minuman, dan ritual adat. Tumbuhan-tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan liar dan hasil budidaya yang diperoleh dari pekarangan, kebun, dan sawah. Indonesia is a country that has a diversity of ethnic groups and cultures, including traditional knowledge in it. One of the existing knowledge in society is knowledge about the use of plants. This research was conducted to document the utilization of Zingiberaceae family of plant species by rural communities in the Rancabuaya Coastal area of Caringin District, Garut Regency. The method used in this research is descriptive qualitative analysis. Data collection techniques were carried out by direct observation and semistructured interviews of key informants. Determination of informants is done by snowball sampling technique. Interview results show that there are 12 species of plants of the Zingiberaceae family that are utilized by the community, namely laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.).  Based on its genus, people use Alpinia, Amomum, and Kaempferia as cooking spices and medicines; Curcuma as cooking spices, herbal ingredients, and medicine; and Zingiber as medicine, cooking spices, beverage ingredients, and traditional rituals. These plants are wild plants and cultivation results obtained from the yard, garden, and rice fields.
PENERAPAN METODE BERMAIN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA AWAL DIMASA BELAJAR DARI RUMAH Setiawati, Tia; Yanuarsari, Revita; Maulani, Susan
Indonesian Journal of Adult and Community Education Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijace.v3i2.43595

Abstract

Kemampuan matematika awal merupakan kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak, masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya penurunan kemampuan matematika awal anak usia 5-6 tahun dalam pembelajaran yang dilakukan dari rumah dengan metode bermain di PAUD Umi Bina Mandiri yang disebabkan karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari rumah sehingga anak kurang terstimulasi dalam kemampuan matematika awal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran informasi dan data-data tentang aktivitas anak, peran guru, dan hasil belajar anak dalam matematika awal melalui metode bermain dari rumah pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber datanya adalah kepala sekolah, 2 orang guru dan peserta didik kelompok B. Hasil penelitian (1) Aktivitas anak dalam pembelajaran dari rumah melalui metode bermain dalam mengembangkan kemampuan matematika awal dilihat dari pelaksanaan dan respon menunjukan keberhasilan guru dan orangtua dalam memfasilitasi dan mendampingi anak dalam setiap pembelajaran, (2) Peran guru dalam pembelajaran dari rumah dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, sistem pendukung, dan desain pembelajaran hal ini dilihat dari guru sudah mampu membuat pembelajaran dari rumah yang menarik dan kreatif melalui metode bermain aktif, (3) Hasil belajar anak dalam mengembangkan kemampuan matematika awal melalui metode bermain dimasa belajar dari rumah dilihat dari hasil observasi anak yang sudah berkembang sesuai harapan.
Identifikasi keragaman genetik plasma nutfah ubi kayu liar (Manihot glaziovii muell) berdasarkan karakter morfo-agronomi Agung Karuniawan; Hendi N Wicaksono; Debby Ustari; Tia Setiawati; T Supriatun
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.147 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i3.14038

Abstract

Plasma nutfah tanaman merupakan sumber bahan genetik bagi program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetik plasma nutfah ubi kayu liar berdasarkan karakter morpho-agronomy. Percobaan dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga Juni 2015. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 23 aksesi ubi kayu liar dan diulang sebanyak dua kali. Analisis komponen utama menghasilkan biplot dengan nilai PC1 dan PC2 yang memiliki kontribusi terbesar terhadap variasi yaitu masing-masing sebesar 27.98% dan 19.45%. Analisis klaster menghasilkan gambar dendogram terdiri dari dua klaster utama yaitu I dan II.  Pada gambar dendogram terdapat jarak euclidean antara 0.00 hingga 3.32. Hal ini menunjukan bahwa plasma nutfah ubi kayu liar Unpad adalah luas.Kata Kunci : Analisis Komponen Utama, Analisis Klaster, Biplot, Dendogram, Keragaman genetik, Ubi Kayu Liar.
Studi Anatomi Stomata Daun Mangga (Mangifera indica) Berdasarkan Perbedaan Lingkungan Asep Zainal Mutaqin; Ruly Budiono; Tia Setiawati; Moahamad Nurzaman; Radewi Safira Fauzia
Jurnal Biodjati Vol 1, No 1 (2016): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v1i1.1009

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stomata daun mangga (Mangifera indica) di daerah dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian bersifat deskriptif analisis. Pengambilan sampel dilakukan melalui survey secara acak di Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan salah satu ruas jalan di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Paramater yang diamati adalah kerapatan dan kerusakan stomata. Selain itu diukur juga luas daun, berat partikel debu yang menempel di daun, serta beberapa faktor lingkungan fisik seperti intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan dan kerusakan stomata daun mangga (Mangifera indica) yang tumbuh di pinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor lebih besar dibanding di Cagar Alam.Kata kunci: stomata, Mangifera indica Abstract. The study aims to determine the stomata of the leaves of mango (Mangifera indica) in areas with different environmental conditions. The research is descriptive analysis. Sampling was done through a random survey in Pananjung Pangandaran Nature Reserve and one of the roads in Pangandaran Sub District, Pangandaran District. The observed parameters are the density and stomatal damage. Moreover measured the leaf area, weight of the particles of dust off the leaves, as well as some physical environmental factors such as light intensity, temperature, and humidity. The results showed that the leaf stomatal density and damage to mango (Mangifera indica), which grows in the street that many passed the motor vehicle is greater than in the Nature Reserve.Keywords: stomata, Mangifera indica
KARAKTERISASI JENIS KALUS DARI EKSPLAN DAUN LADA (Piper nigrum L.) PADA MEDIUM MS (MURASHIGE & SKOOG) DENGAN PENAMBAHAN NAA DAN BERBAGAI KONSENTRASI SITOKININ Fadhilla Ramadhona; Titin Supriatun Sadeli; Tia Setiawati
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 1 (2014): BIOTIKA JUNI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v12i1.10069

Abstract

PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH DAN AIR KELAPA TERHADAP MIKROPROPAGASI ANGGREK Phalaenopsis sp. Mohamad Nurzaman; Irma Wahyuningsih; Tia Setiawati
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14, No 1 (2016): BIOTIKA JUNI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v14i1.14413

Abstract

Penelitian mengenai mikropropagasi anggrek Phaaenopsis sp. dengan penambahan zat pengatur tumbuh dan air kelapa pada media Vacin and Went (VW) telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari dua tahap. Penelitian tahap pertama adalah multiplikasi tunas menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal yang terdiri dari 16 perlakuan kombinasi konsentrasi BAP dan air kelapa dengan dua ulangan, penelitian tahap kedua adalah induksi perakaran menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal yang terdiri dari empat konsentrasi NAA dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan Analisis Variansi (Anava) dan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BAP 4 ppm dan air kelapa 100 ml/l memberikan hasil terbaik untuk waktu muncul tunas yaitu pada 2,5 HST, perlakuan kombinasi BAP 2 ppm dan air kelapa 200 ml/l memberikan hasil terbaik untuk jumlah tunas sebanyak 6,5 tunas, dan perlakuan kombinasi BAP 4 ppm dan air kelapa 150 ml/l memberikan hasil terbaik untuk panjang tunas yaitu 1,35 cm. Waktu muncul akar tercepat diperoleh dari perlakuan NAA 3,5 ppm yaitu 3 HST, jumlah akar terbanyak diperoleh dari perlakuan NAA 2 ppm yaitu 2,8 akar, dan akar terpanjang diperoleh dari perlakuan NAA 3,5 ppm yaitu 0,32 cm.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN KUNYIT (Curcuma domestica Val) YANG DITANAM PADA CAMPURAN MEDIA SEKAM DAN KOTORAN BURUNG MERPATI Amala Lastari Utami; Titin Supriatun Sadeli; Tia Setiawati
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13, No 2 (2015): BIOTIKA DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v13i2.10110

Abstract

Co-Authors , ,. Mulyadi , ,. Suryana Adityawan, Mohammad Bagus Adnin Laila Agung Karuniawan Agus Irpan Nurhidayat Agustine, Leony Alfira, Ajeng Alma Ayalla Amala Lastari Utami Anandira Witri Andiana, Anisa Andri Irawan Anggita Levi Astuti Anggita Leviastuti Ani Lestari Ani Lestari Anisaa Fauziyah Annisa Annisa Annisa Annisa Annisa Annisa Annisa Nur Arofah Arianti, Tanti Arofah, Annisa Nur Asep Zainal Mutaqin Astuti, Sipa Dwi Auliya Zahra Awali, Dian Siti Ayalla, Alma Azifah An’amillah Bari, Ichsan Budi Irawan Budi Irawan Darmawan, Darwis Debby Ustari Dede Winingsih Delisa Lestari Desak Made Malini Devitri Amisa Dian Latifa Ela Noviani Elah Karimah Eli Lusiani Endang Rosdiana Fadhilla Ramadhona Farhurohman, Oman Fatmawati, Ariani Fikriyah, Nanda adzka Fitria, Sania Septiani Fredella Josenia, Carlen Harkunti P. Rahayu, Harkunti P. Hendi N Wicaksono Heri Kurniawan, Heri Hernandi Sujono Huda, Ida Nurul Ibadurrahman, Rifki Inggriane Puspita Dewi, Inggriane Puspita Inneke Febrihardianti Syamsi Irma Wahyuningsih Irvan Herdiana Jannah, Isma Aenul Johan Iskandar Joko Kusmoro Kartiawati Alipin Kartiawati Alipn Kharismala R, Nurlaila Lia Dewi Juliawaty Libriati, Rika Lusiani, Eli Maitala Sari Marcelline, Karen Marheny Lukitasari Marheny Lukitasari Maryam Alifah Maulani, Susan Maulidiyah Maulidiyah Maya Amalia Meilinda, Pudji Melina Melina Moahamad Nurzaman Moahamad Nurzaman, Moahamad Moch. Nurzaman Mohamad Nurzaman Mohammad Farid Muhammad Syahril Badri Kusuma, Muhammad Syahril Badri Nia Rossiana Nining Ratningsih Nisa Hurin Nisa Hurin Nopriyeni Nopriyeni Nopriyeni, Nopriyeni Noviani, Ela Noviyanti Soleha Nuriman, Muhammad Nurullia Fitriani Nurullia Fitriani Otih Rostiana Putri, Deviana Aulia Rachma, Nadhira Zaachrany Radewi Safira Fauzia Radewi Safira Fauzia, Radewi Safira Rahmawati, Fitryasari Rani Rubiyanti, Rani Rasmiaditya Silasari Revita Yanuarsari Rezekikasari, Rezekikasari Rike Yuniaris Rully Budiono Ruly Budiono Rusdi Hasan Rusdi Hasan Rusdi Hasan Saeful Amin, Saeful Senadi Budiman Sephianti, Selvi Siti Mariyani Sofiyah, Yusi Sri Mulyati Sri Ratu Dewi Pridani Sugarti, Dini Sukrido Sukrido Supriatun, T Syifa Fauzia Zazuli T Supriatun Tentani Buhti Amadea Titin Supriatun Titin Supriatun Titin Supriatun Titin Supriatun Sadeli Valentina Adimurti Kusumaningtyas Vera Octavia Subardja Washfanisa, Handina Alya Wibowo, Sigit Sapto Wicaksono, Hendi N Winingsih, Dede Yana Maolana Syah Yana Maolana Syah Yani Astuti Yuliana, Trisna Yuniar, Muthya Yuniaris, Rike Yusi Sofiyah