p-Index From 2021 - 2026
5.963
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship between cholesterol levels and anxiety levels among hypertension patient in the community setting Amanda, Lavenia Megy; Sholihin, Sholihin; Toga, Erik
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 2 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns.v2i1.60

Abstract

Background: Cholesterol is needed by humans for glucose metabolism and it also plays an important role in human energy metabolism. However, having too much cholesterol can also harm the individual himself, which can lead to the accumulation of fat in the blood. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between cholesterol levels and anxiety levels on hypertension in the working area of Klatak Health Center. Methods: The research design used a Correlation Study with a cross-Sectional research design. The study population was 70 respondents with hypertension and as many as 60 respondents were selected by using a purposive sampling technique. The research instrument used a cholesterol meter and an Anxiety Questionnaire Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Data analysis in this study used the Spearman Rank. Results: The result of cholesterol levels with anxiety levels in patients with hypertension (p = 0.003; r = 0.380) which mean that there was a relationship between cholesterol levels and anxiety levels in the working area of Klatak Health Center. Conclusions: The conclusion is that with better cholesterol levels in patients with hypertension then the level of anxiety in diseases will be reduced.
Relationship between hypercholesterolemia and sleep quality among older adults Sari, Ayu Dwi Ratna; Sholihin, Sholihin; Toga, Erik
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 2 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns71

Abstract

Background: Hypercholesterolemia refers to the buildup of fat in the blood, leading to the accumulation of fatty deposits on the walls of blood vessels, known as atherosclerosis. High cholesterol levels can adversely affect health, including the sleep quality of the older adults, leading to physical and psychological health issues. Objective: This study aims to examine the relationship between hypercholesterolemia and sleep quality among older adults. Methods: A cross-sectional design was utilized in this study, with a sample size of 60 respondents selected through purposive sampling. Data collection involved the use of a cholesterol level observation sheet and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation.  Results: The results revealed a significant relationship between hypercholesterolemia and sleep quality in the older adults (p < 0.0001; r = 0.802). This indicates a positive correlation between hypercholesterolemia and sleep quality among the older adults. Conclusions: The study concludes that as hypercholesterolemia levels become more normalized, sleep quality improves. Conversely, higher levels of hypercholesterolemia are associated with poorer sleep quality in the older adults.
Overview of Physical Activity and Cerebrovascular Accident (CVA) Incidence at Blambangan Banyuwangi Regional Hospital for the Period April – May 2025 Firmanti, Tria Anisa; Alfurqon, Kharisma Choirunisa; Putri, Novita Surya; Sholihin, Sholihin
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): JURNAL ILMU-ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v11i1.122

Abstract

Cerebrovascular Accident (CVA) is the second highest mortality rate after heart disease, with the main cause being physical activity. Recurrence of CVA is influenced by physical activity; independence in carrying out physical activity can prevent recurrence and restore function. The purpose of this study was to determine the description of physical activity and the incidence of CVA at Blambangan Banyuwangi Regional Hospital from April to May 2025. This research uses descriptive quantitative observational methods with a case series design of 26 respondents using purposive sampling techniques and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire. The results of this study showed that almost half of the respondents did low physical activity, 42.3%, and the incidence of CVA was mostly CVA infarction, 73.1%. Factors that influence the incidence of CVA include age, gender, and physical activity. The older the age, the risk of CVA increases, with the most cases occurring in males gender and those who have low physical activity, so that they are at high risk of CVA infarction.
Pemberdayaan Remaja Dengan Edukasi HIV AIDS Untuk Mengurangi Dampak Pergaulan Bebas Firmanti, Tria Anisa; Wilujeng, Atik Pramesti; Putri, Novita Surya; Syahbana, Ali; Supriyanto, Supriyanto; Efendi, Achmad; Sholihin, Sholihin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.240

Abstract

Peningkatan angka kejadian HIV AIDS di Banyuwangi terus terjadi pada tiga tahun terakhir dan tertinggi nomer didominasi oleh usia remaja yang sebagain besar berjenis kelamin laki-laki. Kasus HIV AIDS di Banyuwangi berada pada peringkat ke 4 di Provinsi Jawa Timur setelah Surabaya. Masalah utamanya adalah motivasi masyarakat untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengetahuan yang kurang terkait pencegahan dan penularan penyakit HIV AIDS. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang edukasi HIV AIDS untuk mengurangi dampak pergaulan bebas. Metode pengabdian masyarakat menggunakan 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan mitra MAN 1 Banyuwangi pada 36 siswa-siswi pengurus OSIS dalam bentuk ceramah, PPT dan diskusi interaktif yang diawali pemberian kuesioner sebelum edukasi dan diakhiri dengan kuesiner setelah edukasi. Hasil kuesioner menunjukkan sebelum diberikan edukasi kesehatan sebagain besar kurang 63,9% dan Setelah diberikan edukasi kesehatan menunjukkan hampir seluruhnya baik 88,9%. Remaja yang diberikan pendidikan kesehatan dalam jangka waktu lama minimal 1 bulan dapat meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap dalam mencegah dan penularan HIV AIDS menjadi lebih baik.
Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pencegahan Anemia Indriani, Ninis; Kusumawati, Diana; Sholihin, Sholihin; Izzah, Ukhtul; Diniati, Dian Luvi
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.861

Abstract

Latar belakang: Kelompok remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas terbesar bagi remaja putri. Kurang pemahaman terkait penyebab anemia dan dampak yang di timbulkan apabila terjadi anemia merupakan salah satu penyebab perilaku hidup yang tidak sehat dan jauh dari upaya pencegahan anemia terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa remaja putri Metode: Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design tanpa menggunakan kelompok control. Penelitian dilakukan si salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan purporsive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji T berpasangan jika data berdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan meskipun peningkatnnya tidak signifikan dengan nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan minimal 30 dan maksimal 100 dan nilai minimal 60 dan maksimal 100 setelah di berikan pendidikan kesehatan. Analisis lebih lanjut di peroleh nilai p value = 0,275 yang berarti tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesuah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, meskipun secara statistic tidak didapatkan perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia sebaiknya menjadi program sekolah dalam upaya peningkatan kesehatan warga sekolah. Melalui UKS , pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada remaja putri secara berkesinambungan untuk menjadikan siswa memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat salah satunya adalah pencegahan anemia.
Ekplorasi Peran Lintas Sektor dalam Membangun Kesehatan Mental Remaja Suku Osing sebagai Daerah Zero Suicide Cases Putri, Novita Surya; Ikhsan, Maulana Malik; Anggraini, Leni; Firda, Ani; Yuliyasari, Ricka Ayu; Sholihin, Sholihin
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.960

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan masa transisi dari seorang anak menuju ke tahap dewasa, sehingga terdapat perubahan seperti aspek fisik, sosial mental dan emosional, remaja diharapkan dapat beradaptasi dengan baik pada usia ini. Remaja suku osing memiliki kemampuan asertif (kemampuan apa yang diinginkan, dirasakan, dipikirkan kepada orang lain) yang cukup tinggi dibandingkan dengan remaja suku lainnya. Tujuan mengeksplorasi peran lintas sektor dalam kesehatan mental remaja suku osing sebagai daerah zero suicide cases. penelitian ini adalah mengesplorasi peran stressor sosial dan lingkungan. Metode: Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sejumlah 3 partisipan yang mewakili dari setiap sektor. Partisipan penelitian 1) Sektor pemerintah desa yaitu Kepala Desa Kemiren, 2) Sektor Pendidikan Non Formal yaitu Kepala Sekolah Adat Osing Pesinauan, dan sektor kesehatan yaitu perawat wilayah Desa Kemiren. Penelitian menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Data dikumpulkan kemudian ditranskrip dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Analisis pengkodean menggunakan software Nvivo 12. Hasil: Teridentifikasi 4 tema dan 8 subtema pada panelitian ini. Tema yang teridentifikasi 1) Pemberdayaan, 2) Dukungan pemerintah, 3) Pendidikan non formal, 4) Pencegahan penyakit. Kesimpulan: Peran lintas sektor pada Desa Kemiren seperti sektor pemerintahan desa, masyarakat sekitar yang mewujudkan adanya sanggar kesenian dan sekolah adat pesinauan dengan tujuan melestarikan budaya, yang secara langsung mengaktifkan generasi muda agar tidak hanya mempelajari budaya asing. Pembelajaran yang diberikan tersebut membuat emosi dan energi perubahan segala aspek yang dialami oleh remaja tersalurkan sehingga terjadinya relaksasi otot dan terstimulasinya hormon kebahagiaan yaitu hormon endorphine.
Analisis Perilaku Komunikasi Nonverbal pada Anak Autis di Kelas Tuna Rungu Haerunnisa, Haerunnisa; Yani, Fitri; Fitriah, Rahmatul; Turrahmah, Annisa; Ibrahim, Ferbian; Rahman, Asri; Nani, Nani; Syafrurrahman, Syafrurrahman; Abal, Hubertus; Ramli, Ramli; Sholihin, Sholihin; Ningsi, Fitri
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 1, No 2 (2024): April 2024
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v1i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui perilaku komunikasi nonverbal anak autis selama proses pembelajaran 2) Mengetahui makna komunikasi nonverbal perilaku anak autis yang ditunjukkan selama proses belajar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data berupa kata-kata atau gambaran secara alami dan mendalam tentang keseluruhan informasi responden. Penelitian dilakukan di Desa Runggu, Kecematan Belo, Kabupaten Bima. Objek penelitian ini ditentukan berdasarkan ketidakmampuan anak autis dalam berkomunikasi khususnya Tuna Rungu. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan observasi partisipan dan data sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dari pihak-pihak terkait yang terkait dengan penelitian ini. Data yang telah terkumpul selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anak autis khususnya komunikasi nonverbal sangat berbeda dengan perilaku anak pada umumnya, Pada dasarnya anak tuna rungu ternyata dapat menunjukkan berbagai perilaku nonverbal, mulai dari penggunaan ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tubuh dan haptika (sentuhan) dengan baik untuk menunjukkan perasaan mereka, dimana tingkah laku yang mereka tampilkan merupakan bentuk dari keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan pendekatan dan perhatian terhadap anak autis sangat membantu seorang guru untuk memahami makna dari perilaku anak tersebut
Overview of Physical Activity and Cerebrovascular Accident (CVA) Incidence at Blambangan Banyuwangi Regional Hospital for the Period April – May 2025 Firmanti, Tria Anisa; Alfurqon, Kharisma Choirunisa; Putri, Novita Surya; Sholihin, Sholihin
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): JURNAL ILMU-ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v11i1.122

Abstract

Cerebrovascular Accident (CVA) is the second highest mortality rate after heart disease, with the main cause being physical activity. Recurrence of CVA is influenced by physical activity; independence in carrying out physical activity can prevent recurrence and restore function. The purpose of this study was to determine the description of physical activity and the incidence of CVA at Blambangan Banyuwangi Regional Hospital from April to May 2025. This research uses descriptive quantitative observational methods with a case series design of 26 respondents using purposive sampling techniques and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire. The results of this study showed that almost half of the respondents did low physical activity, 42.3%, and the incidence of CVA was mostly CVA infarction, 73.1%. Factors that influence the incidence of CVA include age, gender, and physical activity. The older the age, the risk of CVA increases, with the most cases occurring in males gender and those who have low physical activity, so that they are at high risk of CVA infarction.
PENGARUH SUHU DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI NIKEL DARI BIJIH LATERIT DENGAN PELARUT ASAM SITRAT Albar J, Muh. Azis Albar; Sholihin, Sholihin; Nuhardin, Irhamni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i1.1090

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana suhu dan kecepatan pengadukan berpengaruh terhadap persen ekstraksi pelindian nikel dari bijih laterit dengan pelarut asam sitrat sebagai reagen pelindih ramah lingkungan. Bijih laterit yang digunakan merupakan tipe saprolit yang didominasi oleh senyawa nikel dalam fase garnierit. Proses pelindian dilakukan secara atmosferik dengan variasi suhu 65°C, 75°C, 85°C, dan 95°C dan kecepatan pengadukan 300, 400, 500, dan 600 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu secara signifikan meningkatkan persen ekstraksi nikel, terutama pada suhu 95°C, akibat peningkatan energi kinetik dan kelarutan ion nikel. Selain itu, kecepatan pengadukan yang optimal juga berkontribusi dalam mempercepat laju transfer massa dan meningkatkan homogenitas larutan, dengan persen ekstraksi tertinggi sebesar 61,69% diperoleh pada kecepatan 600 rpm. Penelitian ini menunjukkan bahwa parameter suhu dan kecepatan pengadukan memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pelindian nikel laterit menggunakan asam organik. Penelitian ini mendukung pendekatan hidrometalurgi berkelanjutan untuk pemanfaatan sumber daya nikel laterit di Indonesia.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Balita: Literatur Review Nurmayanti, Anggi Indah; Prasetyawan, Riyan Dwi; Sholihin, Sholihin; Iswahyudi, Ulul Azmi; Arifuddin, Y. Waliyyun
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i1.837

Abstract

Pendahuluah: Era globalisasi menbuat gadget menjadi salah satu jenis teknologi yang cukup familiar penggunaannya tidak hanya pada orang dewasa namun juga pada anak usia balita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 95,8 persen anak di bawah usia dua tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang melambat akibat menghabiskan waktu berlebihan bermain gadget. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak usia balita. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature review. Kriteria artikel yang digunakan dalam studi literature review ini diantaranya artikel dengan tema pengaruh penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak usia balita, rentang waktu terbit 5 tahun terakhir, original research, dan full text. Strategi pencarian artikel dilakukan melalui database Proquest, research gate, dan willey online library dengan menggunakan kata kunci effect and gadget and toddler and growing development atau dampak dan gadget dan balita and tumbuh kembang. Hasil: Hasil review melibatkan 9 artikel yang melewati proses seleksi ketat. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak usia balita memiliki dampak positif dan negatif terhadap tumbuh kembang anak usia balita, dibuktikan dengan adanya 1 artikel yang menyatakan bahwa gadget juga memiliki dampak positif terhadap tumbuh kembang yaitu memudahkan dalam mengumpulkan kosa kata baru baik dalam bahasa indonesia maupun dalam bahasa asing, sedangkan 8 artikel menyatakan bahwa gadget ketika sudah menyebabkan kecanduan pada balita akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang berupa gangguan pada perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional, perkembangan motorik, dan perkembangan kognitif. Kesimpulan: Orang tua diharapkan dapat mengambil sikap bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi terutama keputusan mengenalkan gadget pada anak. Jika memang terpaksa Orang tua atau pengasuh memberikan gadget pada anak usia balita maka harus memperhatikan durasi penggunaan serta konten yang diberikan sesuai dengan usia anak dan bersifat edukatif.
Co-Authors Abal, Hubertus Abd Haris, Abd Achmad Efendi Achmad Udin Zailani Ade Wasti, Ade Adewasti, Adewasti Adewasti, Adewasti Al Himam, Wasik Alfurqon, Kharisma Choirunisa Ali Amran Ali Nurdin Ali Syahbana Ali, Rizkia Salsabila Alvino Octaviano Amanda, Lavenia Megy Andika, Jaya Dwi Anggih Tri Cahyadi Anggraini, Leni Ani Firda, Ani APRILIANI, DEFINA Arifanti, Anggita Dwi Arifuddin, Y. Waliyyun Aris Wibowo Asyraf, Muhammad Irfan Mishbahuddin Atik Pramesti Wilujeng, Atik Pramesti Azzahrah, Ladysa Betty Erda Yoelianita Budi, Yulifah Salistia Curatman, Aang Damayanti, Fransiska Erna Diniati, Dian Luvi Eka Susanti Emilia Hesti Ervia Toga Firmanti, Tria Anisa Fitri Yani Fitria, Yaumul Fitriah, Rahmatul Fransisca Retno Asih Ginting, Bersiap Haerunnisa Haerunnisa, Haerunnisa Haerunnisah, Haerunnisah Ibrahim, Ferbian Ikhsan, Maulana Malik Indah Dwi Lestari Indriani, Ninis Irma Salamah irsyad, irsyad Iswahyudi, Ulul Azmi Izzah, Ukhtul Koyimah, Koyimah Kusumawati, Diana Lafiya, Rifdatul Lestari, Khotifah Puji Liamsi, Heri Lindawati Lindawati Lubna Lubna Lusiyani, Eka Muh. Azis Albar J. Muhammad Al Amin Mujur Rose, Martinus Nani Nani Ningsi, Fitri Noviati, wiwi Nuhardin, Irhamni Nurjaya2, Nurjaya2 Nurmayanti, Anggi Indah Nurudin Nurudin Prasetyawan, Riyan Dwi Putri, Novita Surya Rahman, Asri Ramdhayani, Eryuni Ramli Ramli Rashid, Salman Rizky, Putri Alifia Romdonny, Jefry Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Salsabila, Shabrina Zhafira Samsudin Samsudin Saparudin, Mohamad Gusmil Sapta Grahadi Wintang, I Wayan Saputra, Ananda Saputro, Bayu Trio Saputro, Rizky Wahyu Sari, Ayu Dwi Ratna Sarjana Sarjana Satrianto, Anang Siswandi Siswandi, Siswandi Siti Nurjanah Sopian Soim, Sopian Subianto, Cahyo Bayu Sultan, Jumriani Supardi Supardi Supriyanto Supriyanto suzan zefi syafitri, kurnia Syafruddin Syafruddin Syafrurrahman, Syafrurrahman Tamaulina Br Sembiring Tiara Aninditha Toga, Erik Turrahmah, Annisa Ulyasari, Nur Wardani, Oktoviani Trisunu Wulan Agustin, Sindi Candra Yuliyasari, Ricka Ayu