Claim Missing Document
Check
Articles

A CRITICAL DISCOURCE ANALYISIS ON BARACK OBAMA FARAWELL ADRESS AT CHICAGO Pasande, Priskila Ekawati Anggana; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5754

Abstract

The area of this research is critical discourse analysis using the characteristics of the microstructure, superstructure, and macrostructural approaches by Van Dijk's theory. The object behind the research is Barack Obama last speech during his tenure as president of the United  States, which was held on January 10, 2017 at McCormick Place, Chicago, IIIinois. In his last speech, Barack Obama expressed his gratitude to those who have been very supportive. He is during his tenure as president. In his speech, Barack Obama also discussed a lot about his message to the youth of the United States to be more active in contributing to the progress of the United States, and discussed a lot about the social and economic problems of the United States. Public Speaking by Barack Obama deserves to be studied and his clear and systematic way of speaking is the reason for researchers to research it, to find out what ideology is conveyed in his speech. This research focused on identifying the characteristics of the microstructure, superstructure, macrostructure, and ideologycal approaches contained in Barack Obama speech using a qualitative approach method. The results of this study indicate that ideologies of liberalism and ideologies of socialism. From these data, the researcher found that the ideology of liberalism was mostly contained in Barack Obma speech.
THE ANALYSIS OF CODE SWITCHING IN ELEANOR YOUNG IN CRAZY RICH ASIANS FILM Sumantri, Wilis Haryo; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4119

Abstract

The research focused on the types of code switching in Eleanor Young and the factors that influenced her using that code switching in Crazy Rich Asians Film. This film was about the woman who has a rich boyfriend from Singapore. Eleanor is the mother of that man. In some situation, there were some possibility that she used code switching. There are two theories that used in this research to answer two research questions. First, the researcher used the theory of types of code switching by Hoffman to analyze the type of code switching that used by Eleanor Young. Second, the researcher used theory by Hoffman to analyze the reason of the using that code switching.The data source were dialogue from Eleanor and the interlocutors in Crazy Rich Asians Film. The research design was descriptive qualitative method. The method of data collection was by collected the dialogue which categorized as code switching. The researcher provided the data in dialogues from Crazy Rich Asians film.Based on the analysis, the researcher drew two conclusion. First, this research showed Eleanor Young used inter sentinental switching, which happened between clause or sentence boundary. Second, there were three factors that influenced Eleanor Young used code switching. There were talking about particular topic, quoting somebody else, and repetition used for clarification.
PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK JAWA DI KOTA SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Aryzona, Chandika; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3379

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interpretasi makna tanda pemali dalam masyarakat etnik Jawa yang berdomisili di Samarinda. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemali apa yang diketahui serta dilaksanakan oleh masyarakat etnik Jawa dan makna tanda yang tekandung dalam pemali yang dilaksankan oleh masyarakat etnik Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan serta menggunakan pendekatan kualitatif denga metode deskriptif. Data penelitian ini berupa pemali yang didapatkan melalui informan yang mengetahui tentang budaya pemali dan masih melaksanakannya. Selanjutnya, data dikumpulkan dengan metode wawancara, rekam, dan catat. Kemudian, dianalisis dengan teknik reduksi data, transkip data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini ditemukan makna tanda pada setiap pemali dengan menggunakan teori semiotika teori kebohongan (The Theory Of Lie) milik Umberto Eco yang dapat dilihat dari dan makna konotatif /metafora (tanda mengelabui atau membohongi) adalah bentuk akibat yang akan menjadi tanda pemaknaan tingkat dua dan makna denotatif atau makna nyata (sebenarnya) yang sesuai kamus adalah pemaknaan tingkat satu, sehingga dari pemali tersebut akan diketahui tanda mana yang mengelabui (konotatif) serta makna sebenarnya (denotatif) pada pemali masyarakat etnik Jawa. Dalam penelitian ini didapatkan 103 pemali yang diketahui dan 30 pemali yang dilaksanakan.
PEMALI DALAM BUDAYA MASYARAKAT ETNIK SUNDA DI KOTA SAMARINDA: TINJAUAN SEMIOTIKA Ulandari, Tri; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i1.5270

Abstract

ABSTRAKPemali merupakan sebuah budaya atau tradisi yang berbentuk lisan dan bagian adat istiadat yang selalu berada dalam ingatan masyarakat. Secara umum, pemali menggunakan untaian kata indah dan nilai tinggi. Salah satu etnik di Indonesia yang masih menerapkan pemali meski telah melakukan migrasi, yaitu etnik Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemali-pemali yang masih dilaksanakan dan diwariskan secara turun temurun. Kepercayaan terhadap pemali di Indonesia terbilang cukup tinggi karena merupakan sesuatu yang dianggap suci atau sakral. Pemali menjelaskan makna tanda dalam masyarakat etnik Sunda. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitian ini, yaitu pemali yang disampaikan dan diterapkan oleh masyarakat etnik Sunda. Adapun sumber data adalah masyarakat etnik Sunda yang telah menjadi penduduk di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemali-pemali yang hanya diketahui dan pemali yang diketahui serta dilaksanakan berhubungan dengan mata pencaharian. Sedangkan pemali yang masih diterapkan, berlaku bagi anak gadis, anak kecil  wanita hamil dan semua kalangan. Pemali tersebut berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, rezeki, dan jodoh yaitu pemali yang mengatur kegiatan sehari-hari. Sedangkan pemali yang masih dilaksanakan oleh masyarakat etnik Sunda di Kota Samarinda sangat erat kaitannya dengan etos yang dimiliki oleh etnik Sunda, yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), wanter (berani), dan pinter (cerdas). Maka makna yang terkandung dalam pemali juga mengatur hidup agar terbentuk karakter sesuai dengan falsafah hidup etnik Sunda. Adapun nilai yang terkandung dalam pemali yang dilaksanakan, yaitu: (a) nilai sosial, yaitu nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta, (b) nilai moral, dan (c) nilai etika sebagai tuntunan dalam bertingkah laku.Kata Kunci: semiotika, pemali, masyarakat etnik Sunda ABSTRACTPemali is a culture or tradition that is oral and passed down from generation to generation. The belief in pemali in Indonesia is quite high because it is something that is considered sacred. Pemali becomes part of the customs that are always in the memory of the community. In general, pemali uses strings of beautiful words and high scores.  One of the ethnic groups in Indonesia that still applies pemali even though they have migrated is the Sundanese ethnic group. This study aims to determine the pemali that is still being implemented and to explain the meaning of the sign in the Sundanese ethnic community. This research includes field research with a qualitative approach that is described descriptively. The data of this research, namely pemali submitted and applied by the Sundanese ethnic community. The data source is the Sundanese ethnic community who have inhabited and become residents of Samarinda City, East Kalimantan Province.  The data collection technique used is the interview technique. The data analysis Technique used is the semiotic analysis technique. The results showed that the only known and implemented pemali are related to livelihoods. Meanwhile, pemali, which is still being applied, applies to girls, small children, pregnant women and all groups. Pemali is related to health, safety, sustenance, and a match, namely pemali who regulates daily activities. Meanwhile, pemali which is still carried out by Sundanese ethnic communities in Samarinda City is closely related to the ethos possessed by Sundanese ethnicities, namely cageur (healthy), bageur (good), bener (correct), singer (introspective), wanter (brave),  and smart (smart). So the meaning contained in pemali also regulates life in order to form a character in accordance with the philosophy of life of the Sundanese ethnic group. The values contained in pemali are implemented, namely: (a) social values, namely the values that govern the relationship between humans and humans, humans and nature, and humans and the Creator, (b) moral values, and (c) ethical values as guidance in behavior.Keywords: Semiotics, denotation, connotation, myth, and pemali
Co-Authors Aan Komariah Abd. Rahman Abdul Basir Alfiansyah, Riska Amelia Ali Kusno Ali Kusno Amiruddin Amiruddin Annisa Akhlak Aprazaq, Fikri Yassaar Aprilia, Anissa Dwi Apriliani, Putri Salsabilah Aprillia Miftaqul Wijiningtias Arif Mazhuri Saputro Aryzona, Chandika Asnan Hefni Asnan Hefni Ayu Susana Azainil Azainil Azkiya, Ziyan Bibit Suhatmady Candra, Sutiwi Indriani Chris Asanti Chris Asanti, Chris Daynikita Merisabel DESI NATALIA, DESI Devi Indah Anggreeni Diding Nurdin, Diding Ester Noertjahjo Fahmi Shifa' Ushudur Fahrul Rozi Famala Eka Sanhadi R. Fatimah M. Febri Rhamadani, Siti Natasya Febrimadani, Rendis Fransiska Yuanita Gevorg T. Malashenko Gina Anggraeni Hajrah, Siti Hasyim, Sayid Ferhat Hutapea, Maria C. L. Ian Wahyuni Ibrahim, Zulfah Indah Sari Lubis Indah Sari Lubis Indah Sari Lubis, Indah Sari Inna N. Rykova Irhana, Amalia Jaya, Ferry Fitra Jonathan Irene Sartika Dewi Max Kenedi Wahyu Saputra Lestari, Della Amelya Indah Lili Abdullah Rozak M., Fatimah Macshury, Ajeng Irma Maharani Saskia Puteri Maria Teodora Ping, Maria Teodora Mayang Hima Sari Meydli Dwiayu Garaga Mikhail E. Kosov Mirawati Mirawati Mohammad Siddik Munthe, Presly Rosalina Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Nainggolan, Filipus Nainggolan, Olleta Vichi Narsela Adung Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nisyah, Khairun Nita Maya Valiantien Novi Syahfitri Nurmala, Devi Nurul Hamidah, Nurul Olesya V. Dudnik Olga A. Grishina Pasande, Priskila Ekawati Anggana Pratiwi Sudirman, Eka Purwanti Rachman, Khairur Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahayu, Fita Nur Rahman , Andika Rajja Rajja Rakhmad Syarif Rimadhani, Novia Rizky Ririn Setyowati Ririn Setyowati Risna Dwi Astuti Rizkiyah, Muthiatur Rujina, Rujina Saferi Yohana Samperinding, Timorinda Setya Ariani Singgih Daru Kuncara Siti Seliyanti Aneira Husain Solikhin, Nurul Hadi Solly Aryza Subli, Ach Sudirman, Khairul Sumantri, Wilis Haryo Sumual, Merciana S. Syaiful Arifin Syamsiar, Syamsiar Syamsul Rijal Syamsul Rijal Tawakal, Alamsyah Tombang, Nopita Ulandari, Tri Vadim V. Ponkratov Vitaloca, Izzah Wahyudi, Rino Tri Wahyuni, Ian Wahyuni, Mery Wasis Sirutama Widya Atillah Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Angga Rinaldy Wilma Prafitri Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Winora, Anisa Wulandari, Fevi Yahya, Masrur Yansyah, Heri Yofi Irvan Vivian Yofi Irvan Vivian, Yofi Irvan Yudista, Rensiana Yulinda Ari Wardani Yuni Kartika, Yuni Yusriansyah, Eka