Claim Missing Document
Check
Articles

Brand Activation dan Community Relations sebagai Strategi Meningkatkan Brand Awareness Fauziek, Catherine; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33750

Abstract

In today's digital era, sports and health events are increasingly popular, with brands striving to reach a wider audience. Ion Water, a low-calorie isotonic drink, utilizes Marketing Public Relations (MPR) strategies to educate the public about healthy lifestyles through the Ionation event. This research aims to explore how the MPR campaign strategy (Ionation), leveraging Key Opinion Leaders (KOL) and Community Relations from Brand Activation, enhances brand awareness. Using public communication theory with a focus on MPR and public relations campaign strategies, the study employs a qualitative approach through case study methodology. Data collection involves in-depth interviews, participatory observation, document analysis, and literature review. Findings reveal that the PR campaign strategies implemented by Ion Water’s Brand Activation team to boost brand awareness consist of several stages: research, planning, execution, and evaluation, as outlined in The Nine Steps of Strategic Public Relations. These stages can be categorized into formative research, strategy, tactics, and evaluative research. The use of KOLs and Community Relations serves as an effective medium for disseminating campaign messages, ultimately positioning the brand as a top-of-mind choice for consumers. Dalam era digital saat ini, acara olahraga dan kesehatan semakin populer, dengan merek-merek berusaha untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Ion Water, sebagai minuman isotonic rendah kalori, memanfaatkan strategi Marketing Public Relations (MPR) untuk mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat melalui acara Ionation. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana strategi kampanye MPR (Ionation), yang memanfaatkan Key Opinion Leaders (KOL) dan Community Relations dari Brand Activation, meningkatkan kesadaran merek. Menggunakan teori komunikasi publik dengan fokus pada MPR dan strategi kampanye hubungan masyarakat, studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, analisis dokumen, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa strategi kampanye PR yang diterapkan oleh tim Brand Activation Ion Water untuk meningkatkan kesadaran merek terdiri dari beberapa tahapan: riset, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, seperti yang diuraikan dalam The Nine Steps of Strategic Public Relations. Tahapan ini dapat dikategorikan ke dalam riset formatif, strategi, taktik, dan riset evaluatif. Penggunaan KOL dan Community Relations berfungsi sebagai medium untuk menyebarkan pesan kampanye, yang pada akhirnya memposisikan merek sebagai pilihan yang teratas dalam pikiran konsumen.
The Antecedents of Intention to Stay among Millenials: Work Engagement as Mediator Saraswati, Kiky Dwi Hapsari; Lie, Daniel; Lie, David Sugianto; Winduwati, Septia
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i2.23551

Abstract

Study on millenial generation is essential to conduct since in the near future the millenials will dominate the workforce and hold strategic positions in industry. According to references, millenials are well-known for their reluctance to stay working in one place for a long-time period. Many speculations have arisen to explain the issue, whether it is caused by their positive as well as the negative characteristics. This study aimed to investigate the factors affecting millenial’s intention to stay. Three levels of context were involved as researched variables, namely work passion, quality of work life, and work engagement as mediator. Quantitative and non-experimental study was applied to test the hypotheses. Using convenience sampling technique, 125 millenial workers in Jakarta, Indonesia, were recruited and completed the online questionnaires. The questionnaires to measure the researched variables are Intention to Stay Scale, Work Passion Scale, Quality of Work Life Scale, and Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Regression analysis reported that intention to stay was significantly affected by work passion and quality of work life. Moreover, work engagement was also proven to be a significant mediator that bridged the association between intention to stay and both of independent variables, namely work passion and quality of work life.
Pola Komunikasi dalam Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh di Kalangan Mahasiswa Kedinasan Poltekip melalui Media Whatsapp Nathali, Gisela Anastasia; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33407

Abstract

This study explores the communication patterns between service students and their partners in maintaining long-distance romantic relationships, using interpersonal communication theory and communication patterns as the theoretical framework. The study was conducted among social science polytechnic service students, employing qualitative methods with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the communication process occurred in three stages: secondary, linear, and circular patterns. In long-distance relationships, communication primarily relies on technology, such as WhatsApp, to maximize time together and discuss external issues. In the linear pattern, problem-solving differed between informants: two pairs of informants resolved issues immediately with their partners, while one pair needed more time, leading to a one-way communication flow. Lastly, the circular pattern was marked by effective communication and interpersonal traits like openness, support, empathy, and equality, which fostered relationship growth. Two informants demonstrated a circular communication pattern, engaging in feedback-driven interactions with their partners. Penelitian ini membahas pola komunikasi yang terjadi pada mahasiswa kedinasan dengan pasangannya dalam mempertahankan hubungan pacaran jarak jauh. Teori yang diterapkan adalah teori komunikasi interpersonal dan pola komunikasi. Peneliti mengambil studi pada mahasiswa kedinasan politeknik ilmu permasyarakatan. Metodologi yang diterapkan  metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa proses komunikasi mahasiswa kedinasan dan pasangannya berlangsung secara 3 tahap yaitu pola sekunder, linear dan sirkular. Substansi pesan komunikasi dalam hubungan jarak jauh antara mahasiswa kedinasan dan pasangannya mengandalkan teknologi, seperti WhatsApp dengan memanfaatkan waktu bersama dan berbicara masalah di luar hubungan. Selain itu juga melakukan aktivitas virtual bersama. Tahap berikutnya, pola linear, dalam pola ini penyelesaian masalah antara informan berbeda-beda. Dua pasang informan memilih untuk segera menyelesaikan masalah bersama pasangannya, sementara satu pasang informan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan. Hal ini menciptakan pola komunikasi linear, di mana komunikasi berlangsung satu arah tanpa respon dari pasangan. Terakhir, pola sirkular dalam hubungan romantis ditandai komunikasi yang baik dan karakteristik interpersonal seperti keterbukaan, sikap positif, dukungan, kesetaraan, dan empati menjadi dasar perkembangan hubungan informan. Dua informan menerapkan pola komunikasi sirkular, yang melibatkan feedback dalam interaksi mereka dengan pasangan. 
Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes) Ananta, Della; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33284

Abstract

Film is an effective medium to introduce a country's culture to other countries as well as acting as a form of literary work. This research aims to analyze the representation of Shuudan Shugi Moral Value (collectivism) in youth groups in the Wind Breaker anime using Roland Barthes semiotics. The theoretical concepts used in this research are mass communication theory, film as a mass communication product, and cultural communication (Shuudan Shugi). Researchers used a qualitative approach with Roland Barthes semiotic data analysis techniques and data collection methods in the form of documentation and interviews with expert sources, namely Meta Sekar Puji Astuti, S.S., M.A., Ph.D. The results showed that Anime Wind Breaker represented the concept of Shuudan Shugi through symbols that show social hierarchy, group loyalty, visual symbols, and interactions between members. Analysis using Roland Barthes' semiotic approach shows that the values of collectivism are displayed through denotation, connotation, and myth elements. The hierarchical structure of the Furin group, along with identity symbols such as uniforms and graffiti, reflect Shuudan Shugi's moral values of cooperation, responsibility, and the role of individuals in supporting group stability. Film merupakan media yang efektif untuk memperkenalkan budaya suatu negara kepada negara lain sekaligus berperan sebagai bentuk karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Nilai Moral Shuudan Shugi (kolektivisme) dalam kelompok remaja pada anime Wind Breaker menggunakan semiotika Roland Barthes. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film sebagai produk komunikasi massa, dan komunikasi budaya (Shuudan Shugi). Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data semiotika Roland Barthes serta metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara dengan narasumber ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anime Wind Breaker merepresentasikan konsep Shuudan Shugi melalui simbol tanda yang menunjukan hierarki sosial, loyalitas kelompok, simbol-simbol visual, dan interaksi antaranggota. Analisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa nilai-nilai kolektivisme ditampilkan melalui elemen denotasi, konotasi, dan mitos. Struktur hierarki kelompok Furin, beserta simbol-simbol identitas seperti seragam dan grafiti, mencerminkan nilai moral Shuudan Shugi yang mementingkan kerja sama, tanggung jawab, dan peran individu dalam mendukung stabilitas kelompok.
Representasi Sikap Pantang Menyerah (Ganbaru): Analisis Semiotika Saussure pada Film Haikyuu!! ‘The Dumpster Battle’ Chery, Nabila Aurellia; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33304

Abstract

This study aims to analyze the representation of perseverance, or ganbaru, in Japanese anime using a semiotic approach in the film Haikyuu!! The Dumpster Battle. The primary focus is on the narrative and visual representation of characters in the anime and how the emerging symbols reflect ganbaru values through Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The theories utilized include mass communication, representation, Ferdinand de Saussure’s semiotics, Japanese animation (anime), and ganbaru (perseverance). The methodology employs a qualitative approach with semiotic and Saussurean semiotic techniques for data analysis. The findings reveal that Haikyuu!! The Dumpster Battle represents ganbaru as a core element of Japanese culture. Through Ferdinand de Saussure’s semiotic approach, it is found that the characters, dialogues, and visuals in this anime consistently convey strong determination, teamwork, and resilience in overcoming challenges—elements that form the essence of ganbaru. This positions ganbaru not only as a narrative element but also as a philosophy that inspires audiences. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sikap pantang menyerah atau ganbaru dalam anime Jepang melalui pendekatan semiotika pada film Haikyuu!! The Dumpster Battle. Fokus utama penelitian ini adalah analisis representasi narasi dan visual pada karakter-karakter dalam anime dan bagaimana simbol-simbol yang muncul mencerminkan nilai-nilai ganbaru menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, representasi, semiotika Ferdinand De Saussure, animasi jepang (Anime), sikap pantang menyerah (Ganbaru). Metodologi yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian semiotika serta menggunakan teknik analisis data semiotika Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anime Haikyuu!! The Dumpster Battle merepresentasikan konsep ganbaru atau sikap pantang menyerah sebagai bagian dari nilai budaya Jepang. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure ditemukan bahwa karakter, dialog, dan visual dalam anime ini secara konsisten menunjukkan tekad kuat, kerja sama tim, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan yang menjadi inti dari ganbaru. Hal ini menjadikan ganbaru tidak hanya sebagai elemen naratif tetapi juga sebagai filosofi yang memberi inspirasi.
OPTIMALISASI KOMUNIKASI PUBLIK DALAM PEMBELAJARAN PUBLIC SPEAKING LANJUTAN UNTUK GENERASI MUDA Winduwati, Septia; Christina; Eldiani Febyola
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34772

Abstract

Communication has an integral role in social life, encompassing interaction with the environment, message delivery, and emotional expression, even being able to develop the individual's potential. One important aspect of public communication is the ability to speak in public, especially since speaking in public is often a common fear in society. In addition to just speaking, public speaking also includes the ability to convey messages that are entertaining, informative, engaging, and have a positive impact on the listener. As a partner, SMA Santo Yakobus has a desire that its students always get the best education to face the developments and challenges of the times. Based on a situation analysis, the essential need of the younger generation is public communication skills, especially public speaking. Public speaking skills enable students to build confidence, build relationships, communicate ideas well, and be positively influential. Therefore, the PKM team aims to organize an advanced public speaking training to re-improve the public communication skills of SMA Santo Yakobus’ students. The seminar method is chosen as the most effective training method, in which discussions with students can be carried out and concluded with a public speaking practice session. The public speaking seminar at Santo Yakobus High School successfully improved students' understanding and skills, as evidenced by the significant increase in average scores across all measured aspects. These results indicate that the combination of materials, discussions, and practic   ABSTRAKKomunikasi memiliki peran yang integral dalam kehidupan bermasyarakat, mencakup interaksi dengan lingkungan sekitar, penyampaian pesan, dan ekspresi emosi, bahkan mampu mengembangkan potensi individu. Salah satu aspek penting dari komunikasi publik adalah kemampuan public speaking, terutama karena berbicara di depan umum sering menjadi ketakutan umum di masyarakat. Selain hanya sekadar berbicara, public speaking juga mencakup kemampuan untuk menyampaikan pesan yang menghibur, informatif, menarik, dan memiliki dampak positif pada pendengarnya. Sebagai mitra, SMA Santo Yakobus memiliki keinginan agar siswanya selalu mendapatkan pendidikan terbaik untuk menghadapi perkembangan dan tantangan zaman. Berdasarkan analisis situasi, kebutuhan esensial generasi muda adalah keterampilan komunikasi publik, khususnya public speaking. Keahlian public speaking memungkinkan siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangun hubungan, menyampaikan ide dengan baik, dan menjadi sosok yang berpengaruh secara positif. Oleh karena itu, tim PKM bertujuan untuk menyelenggarakan pelatihan public speaking lanjutan guna kembali meningkatkan kemampuan komunikasi publik siswa SMA Santo Yakobus. Metode seminar dipilih sebagai metode pelatihan yang paling efektif, di mana diskusi dengan siswa dapat dilakukan dan diakhiri dengan sesi praktik public speaking. Hasil dari penelitian ini akan diabadikan dalam bentuk prosiding pada temu ilmiah, dengan tambahan luaran berupa pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Seminar public speaking di SMA Santo Yakobus berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa secara signifikan, terbukti dari peningkatan skor rata-rata pada seluruh aspek yang diukur melalui kuesioner. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan materi, diskusi, dan latihan praktis yang digunakan dalam seminar efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan public speaking yang lebih baik.  
Social Media Monitoring of Superpriority Destination Svargabumi Borobudur Irena, Lydia; Reszki, Ananias; Winduwati, Septia
Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v17i1.34260

Abstract

Svargabumi has emerged as one of the premier tourism destinations in the Borobudur area, part of the Borobudur super-priority tourism destinations. Svargabumi offers a blend of natural beauty and a variety of Instagram-worthy photo spots, making it a popular attraction. Promoting such destinations through social media is recognized as one of the most effective ways to showcase cultural richness. However, social media promotion must be accompanied by monitoring to ensure strategic accuracy and evaluate public opinion and sentiment. This process, known as social media monitoring, faces the challenge of managing the vast volume of data generated by online activities. Therefore, appropriate tools are essential for this purpose, one of which is Brand24, which provides comprehensive analysis, including statistical data and detailed information on all related media coverage. The research question posed is how to analyze the social media monitoring of the super-priority destination Svargabumi Borobudur. This study aims to analyze the social media monitoring of Svargabumi Borobudur as a super-priority destination. Using a mixed-methods approach, the study seeks to produce comprehensive and objective data. The research subjects are public sentiment and opinions on social media about Svargabumi, with the key informant being Svargabumi’s Marketing Manager, referred to as A. The research object is the social media monitoring of the super-priority destination Svargabumi Borobudur. The data collection technique used in this study was the social media monitoring tool, Brand24. Social media monitoring using Brand24 revealed that Svargabumi has a significant digital presence on Instagram, the primary platform for discussions about the destination. Svargabumi also has significant economic value through mentions, with an estimated Advertising Value Equivalency (AVE) of $7,008. Positive sentiments, with 33 items, also dominated, indicating that Svargabumi has successfully built a strong digital reputation among tourists. Furthermore, user-generated content and contributions from micro- and nano-influencers are key elements in increasing audience exposure and engagement. However, engagement on platforms like TikTok and YouTube can still be improved to maximize potential reach.
Dinamika Hubungan Parasosial Penggemar Karakter Anime: Studi pada Penggemar Karakter Naruto Chandra, Surya; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34986

Abstract

Naruto anime is one of the most popular anime in the world including in Indonesia. This anime has many fans ranging from teenagers to adults. Naruto anime tells the story of a young ninja from Konoha who aspires to become Hokage, the leader of Konoha Village. This study aims to determine the behavior of Naruto anime fans from the age group of 20 years and over. The theories used in this research are mass communication theory and parasocial interaction. Data collection was carried out by in-depth interviews and documentation studies. The research subjects are fans of Naruto characters in Indonesia. The results show that informants have parasocial behavior in their own ways, such as: feeling an imaginary friendship with Naruto; showing empathy for Naruto's emotions both in sadness and happiness; involvement in fan communities; and consuming Naruto content in depth, including watching anime and reading manga. Anime Naruto adalah salah satu anime populer di dunia termasuk di Indonesia. Anime ini memiliki banyak penggemar mulai dari usia remaja hingga dewasa. Anime Naruto menceritakan tentang seorang ninja muda dari Konoha yang bercita-cita menjadi Hokage, pemimpin Desa Konoha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggemar anime Naruto dari kelompok usia 20 tahun ke atas. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori komunikasi massa dan interaksi parasosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Subjek penelitian merupakan para penggemar karakter Naruto di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki perilaku parasosial dengan caranya masing-masing, seperti: merasakan pertemanan khayalan dengan Naruto; menunjukkan empati terhadap emosi Naruto baik dalam kesedihan maupun kebahagiaan; keterlibatan dalam komunitas penggemar; dan mengkonsumsi konten Naruto secara mendalam, termasuk menonton anime dan membaca manga.
Representasi Peran Ayah Domestik: Kajian Semiotika Roland Barthes pada Film Dua Hati Biru Wijaya, Calvin; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.35001

Abstract

Many films present the family drama genre to provide implicit or written messages aimed at knowledge or understanding about the family. The role of the father is one of the important roles in the family because in Indonesian culture the role of the father is considered the mainstay of the family who is responsible for finances and emotions. One of the films is the film Dua Hati Biru which presents a story about a family with the main character named Bima as a father. By using the theoretical basis and concepts of semiotics, representation, the role of domestic fathers, mass communication, and the concept of gender in Indonesian culture. The method used is semiotic analysis by using the researcher, namely Roland Bathes' semiotic theory (Denotation, Connotation, and Myth) which is descriptive with a qualitative approach, this study aims to describe the role of the father in the film Dua Hati Biru. The results of this research are the role of the father in the film Dua Hati Biru as a protective figure, fathering, responsible for the moral and emotional education of children, problems or conflicts in his family, and never giving up trying to meet the family's needs. Banyak film yang menyajikan genre drama keluarga untuk memberikan pesan tersirat maupun tertulis bertujuan sebagai pengetahuan atau pemahaman mengenai keluarga. Peran ayah merupakan salah satu peran penting dalam keluarga karena dalam budaya di Indonesia peran ayah dianggap sebagai tumpuan utama keluarga yang bertanggung jawab atas finansial dan emosional. Salah satu filmnya adalah Film Dua Hati Biru yang menyajikan cerita tentang keluarga dengan karakter utama bernama Bima sebagai seorang Ayah. Dengan menggunakan menggunakan landasan teori dan konsep dari semiotika, representasi, peran ayah domestik, komunikasi massa, dan konsep gender di budaya Indonesia. Metode yang digunakan analisis semiotika dengan menggunakan peneliti yaitu teori semiotika Roland Barthes (Denotasi, Konotasi, dan Mitos) yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ayah dalam film Dua Hati Biru. Hasil penelitian ini adalah adanya peran ayah dalam film Dua Hati Biru sebagai protective figure, mengasuh anak, bertanggung jawab atas pendidikan moral dan emosional anak, masalah atau konflik yang ada di keluarganya, dan tidak pantang menyerah berusaha memenuhi nafkah keluarga.
Konstruksi Realitas Peran Anak Perempuan dalam Keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap Jaya, Daniel Putra; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35408

Abstract

This study examines the construction of the reality of the role of daughters in Batak families as depicted in the film Ngeri-Ngeri Sedap. In Batak culture, women hold significant roles within the family, although their position is often viewed through traditional customs that place men in dominant roles. The film Ngeri-Ngeri Sedap incorporates several social ideologies, including feminism, gender equality, patriarchy, and patrilineality. This research aims to provide insights into the meaning and constructed reality of the role of daughters in Batak families as portrayed in Ngeri-Ngeri Sedap. It employs theories of mass communication, reality construction, gender equality, and feminism, enriched by Roland Barthes' semiotics analysis method, which consists of three components: denotation, connotation, and myth. To gather data, the researcher utilized semiotic analysis to identify the meanings and symbols present in the film Ngeri-Ngeri Sedap and further explored these findings through interviews with expert informants to strengthen the research results. The findings reveal forms of feminism and patriarchy experienced by women in Batak families, as depicted through the scenes in the film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini membahas konstruksi realitas peran anak perempuan dalam keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap. Dalam budaya Batak, perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, meskipun posisi mereka sering dilihat melalui perspektif adat yang menempatkan laki-laki dalam peran dominan. Film Ngeri-Ngeri Sedap menyisipkan beberapa ideologi sosial seperti feminisme, kesetaraan gender, patriarki, dan patrilineal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai konstruksi realitas peran anak perempuan dalam keluarga Batak di film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi massa, konsep konstruksi realitas, kesetaraan gender, feminisme, dan diperkaya dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari tiga komponen yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan analisis semiotika untuk memperlihatkan makna atau simbol yang ada dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dan diperdalam dengan melakukan wawancara oleh narasumber ahli Kebudayaan Batak untuk memperkuat hasil penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan temuan berupa bentuk-bentuk feminisme dan juga patriarki yang dialami perempuan dalam keluarga Batak yang digambarkan melalui adegan-adegan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap.
Co-Authors Abdul Rijwan Adiwinata, Arcelia Emmanuella Agatha Christy Adriani Aletheia Imanuel Alfira Dittya Raihan Ananta, Della Angel, Valentina Kyrie Angelyn, Felycia Angie Lavenia Aprilia, Elvira Arvin Stephensius Ayu Reni Anisa Buche Christian Sapulette Caroline Caroline Chandra, Surya Charenina, Putri Chery, Nabila Aurellia Christianto, Ivania Ariella Christina Cynthia Dora Moudy Daniel Dwi Fabian Deka Marcella Dhiya Fauziani Hediana Eko Harry Susanto Eldiani Febyola Elvan Eunike Tania Evelyn Natasha Ezra Krisna Farid Rusdi Fasa Bikati Sabka Fauziek, Catherine Febriana Agatha Flavia Veilieta Frank Marco Frans Carlos Yosephin Garcia, Giorgiana Hadi Artomo Hidayatullah, Bagas Syarip Ika Widyani, Agustina Iren Chienita Irena, Lydia Ivan Setiawan Japutra, Josephine Patricia Jaya, Daniel Putra Jesselin Rahardja Jesslyn Jesslyn Jocelin Citra Tanjaya Kusmayani, Zakia Syahlail Kyra, Ancilla Lie, Daniel Lie, David Sugianto Linsye Linori Tanama Lisa Harsono Liu, Hansen Marvhieno Ardhian Dumalang Michelle Angela Michelle Levine Muhammad Fauzan Azhar Muhammad Rakha Rizky Pratama Natalia Natalia Natalia, Dinda Nathali, Gisela Anastasia Paramita, Sinta Pasanea, Debora Natalia Pertiwan, Indah Pinckey Triputra Pinckey Triputra Putri, Cahaya R. Putri, Cahaya Rizka Putri, Edsa Estella Amrikasari Queentania Suherman Randy Wijaya Rani Febriyani Reszki, Ananias Rika Mandasari, Rika Riris Loisa Rodhiah, Rodhiah Roswita Oktavianti Ryan Refael Zabdi Safira Amelia Salsabila, Salsabila Samsunuwiyati Mar’at Sarah Shafira Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sekar Mayang Setyo Riani Setyanto, Yugih Shania, Shania Sharka, Yoliandra Nur Shinta Darmawaty Sofian Arissaputra Tan, Stephanie Tandres, Herliany Tanjaya, Aldrich Tanuja, Vico Tasya Thio Audrey Fransisca Gunawan Valentika Valentika Wahyutristama, Biyan Nugraha Wangi Puspitaningrahayu Wanli Wanli Widyani, Augustina Ika Wijaya, Calvin William William Wulan Purnama Sari Yolanda Octha Verren Young, Cindy