Claim Missing Document
Check
Articles

Film Animasi “Inside Out 2” sebagai Media Edukasi Mengenai Kecemasan Remaja Adiwinata, Arcelia Emmanuella; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33281

Abstract

The development of technology and information presents various types of media as information channels to the public, one of which is through films. Film as an audio-visual medium involves the concept of signs and symbols to convey meaning, messages, and significance to the audience. The researcher is interested in studying a film entitled “Inside Out 2” which aims to determine the representation form of teenage anxiety. This research was conducted because of the increasing rate of anxiety in teenagers, especially in Indonesia, with minimal learning to control emotions. The theories and concepts used in this research include the theory of mass communication, film, semiotics, representation, mental health, and anxiety. The approach employed is a descriptive, qualitative method with semiotic techniques. The subject of this research is the film Inside Out 2, and the object is the representation of teenage anxiety in the movie. Researchers collected data through documentation, which will be analyzed using Ferdinand de Saussure's semiotics, as well as through interviews with experts. Researchers found signs regarding the representation of teenage anxiety in 12 scenes. Several representation forms include excessive anxiety, negative thought patterns, low self-esteem and insecurity, extreme actions, bad self-identity, aggressive behavior and selfish attitudes, poor emotional expression and regulation, as well as a closed attitude and harboring emotions. Perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan berbagai macam media sebagai saluran informasi kepada khalayak, salah satunya melalui film. Film sebagai sebuah media audio visual melibatkan konsep tanda dan simbol untuk penyampaian arti, pesan, dan makna kepada penontonnya. Peneliti tertarik untuk mengkaji sebuah film berjudul “Inside Out 2” yang bertujuan untuk mengetahui bentuk representasi kecemasan remaja. Penelitian ini dilakukan karena meningkatnya angka kecemasan remaja, khususnya di Indonesia, namun minimnya pembelajaran pengendalian emosi kepada remaja. Teori dan konsep yang digunakan penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi, kesehatan mental, dan kecemasan. Pendekatan yang diaplikasikan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika. Subjek penelitian ini adalah film Inside Out 2 dan objeknya adalah representasi kecemasan remaja dalam film. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui dokumentasi yang akan dianalisis menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure serta wawancara dengan pihak ahli. Peneliti menemukan adanya tanda – tanda mengenai representasi kecemasan remaja dalam 12 adegan yang memberikan penggambaran kecemasan remaja. Beberapa bentuk representasi meliputi kecemasan berlebihan, pola pikir negatif, harga diri rendah dan kurang percaya diri, tindakan ekstrem, jati diri buruk, perilaku agresif dan sikap egois, ekspresi dan regulasi emosi yang buruk, serta sikap tertutup dan memendam emosi.
Representasi Profesi Jurnalis dalam Budaya Pop Korea: Analisis Resepsi Mahasiswa Jurnalis terhadap Drama Korea Pinocchio Shania, Shania; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35429

Abstract

This research explores the interpretation of the journalist profession in the Korean drama Pinocchio among college students, utilizing a qualitative approach, in-depth interview method, and study of literature. Employing mass communication theory, film as a product of mass communication, reception theory, and understanding of the journalism profession, the analysis involves open coding, axial coding, and selective coding techniques. Findings reveal three main positions among students in interpreting the journalism profession, with diverse perspectives on responsibilities, ethics, and challenges in the journalistic world. The study contributes to understanding the impact of mass media dramatization on students' perceptions of the journalism profession, with implications for the development of media representations and contemporary understanding. Penelitian ini mengeksplorasi representasi profesi jurnalis dalam drama Korea Pinocchio di kalangan mahasiswa dengan pendekatan kualitatif, metode wawancara mendalam, dan studi literatur. Menggunakan teori komunikasi massa, film sebagai produk komunikasi massa, teori resepsi, dan pemahaman profesi jurnalis, analisis melibatkan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan menunjukkan tiga posisi utama mahasiswa dalam memaknai profesi jurnalis, dengan perspektif yang beragam mengenai tanggung jawab, etika, dan tantangan di dunia jurnalistik. Hasil penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dampak dramatization media massa terhadap persepsi mahasiswa terhadap profesi jurnalis, dengan implikasi untuk pengembangan representasi media dan pemahaman kontemporer.
Komunikasi Kelompok Eating Reorder dalam Membangun Supportivitas Sharka, Yoliandra Nur; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35431

Abstract

This research aims to investigate how group communication occurs in a healthy living program to build supportiveness. The researcher conducted a study on Eating Reorder, specifically In the WhatsApp group Batch 6 – Coach Chili. The research methodology employed a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques included participatory observation and interviews. The theoretical framework used by the author consists of group commucination theory and supportiveness. The results of this research led the author to conclude that the dynamics of group communication appear less active, but it does not diminish the supportiveness within the group. The existence of the group significantly aids members in participating in the Eating Reorder program. There are rules that members need tp adhere to, and the function of group communication within this group is to solve problems. Additionally, the are three forms of supportive education within the group: Teaching, Guiding, and Supporting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi kelompok yang terjadi pada sebuah program hidup sehat dalam membangun supportivitas. Penulis mengambil studi pada Eating Reorder khususnya pada grup WhatsApp Batch 6 – Coach Chili. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pada pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data observasi partisipatif dan wawancara. Teori yang penulis gunakan adalah teori komunikasi kelompok dan supportivitas. Hasil dari penelitian ini, penulis dapat menarik kesimpulan dinamika komunikasi kelompok yang terjadi terlihat kurang aktif akan tetapi tidak mengurangi supportivitas di dalam grup. Adanya grup tersebut sangat membantu member-member dalam menjadi program Eating Reorder tersebut. Terdapat aturan-aturan yang perlu ditaati oleh member, fungsi dari komunikasi kelompok di dalam grup ini adalah sebagai pemecah masalah, dan terdapat 3 bentuk supportive educative di dalam grup tersebut yakni, Pengajaran (Teaching), Bimbingan (Guiding), dan Dukungan (Supporting).
Strategi Personal Branding Nano-Influencers Kecantikan dan Fashion melalui Media Sosial TikTok Charenina, Putri; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30265

Abstract

Based on survey results from the Association of Indonesian Internet Service Providers (APJII), internet users in Indonesia reached 215.63 million people in the period 2022 - 2023. In the current digital era, internet use is very important, where everything is done digitally, one of which is frequently used. namely social media where the public can obtain, process, get to know someone, disseminate information easily. Now there is social media which is very hype or a trend among young people which makes the private space of one's life often become public consumption which is often used by young people to share activities carried out for shape their identity. This is also used by beauty and fashion influencers to build personal branding. Therefore, this research aims to find out strategies for building personal branding from beauty and fashion nano-influencers through TikTok social media. The method used in this research is descriptive qualitative through interviews and documentation. This research found that building a person's personal branding requires high skills or expertise in introducing oneself to the public. This is because personal branding is an important thing for someone to do to be able to compete with other people to achieve a life goal. The strategy for determining when to post videos is also one of the supporting factors for success in building personal branding. Berdasarkan hasil survei Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022 – 2023. Pada era digital saat ini, penggunaan internet sangat penting yang mana segala sesuatu dilakukan melalui digital salah satunya yang sering digunakan yaitu media sosial yang mana publik dapat memperoleh, mengolah, mengenal seseorang, menyebarkan informasi dengan mudah. Pada saat ini terdapat media sosial yang sangat hype atau trend dikalangan anak muda yang membuat ruang privasi hidup seseorang seringkali menjadi konsumsi publik yang mana hal ini seringkali dimanfaatkan oleh anak muda untuk membagikan kegiatan yang dilakukan untuk membentuk jati diri mereka. Hal ini pula dimanfaatkan oleh seorang beauty dan fashion influencer untuk membangun personal branding. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui strategi membangun personal branding dari beauty dan fashion nano-influencers melalui media sosial Tiktok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa dalam membangun personal branding seseorang diperlukan keterampilan atau keahlian yang tinggi dalam mengenalkan dirinya kepada publik. Hal ini dikarenakan personal branding menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan oleh seseorang untuk mampu bersaing dengan orang lain untuk mencapai sebuah tujuan hidup. Strategi dalam menentukan waktu posting video juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam membangun personal branding.
ANALYSIS OF POST-PANDEMIC TOURISM DEVELOPMENT BASED ON RESOURCE MANAGEMENT OF INDONESIAN CREATIVE BUSINESS Winduwati, Septia; Saraswati, Kiky D.H.; Putri, Cahaya R.
ASPIRATION Journal Vol. 6 No. 1 (2025): July Edition of ASPIRATION Journal
Publisher : ASPIKOM Jabodetabek Region

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56353/aspiration.v6i1.100

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted tourism in Indonesia, causing a sharp decline in both foreign and domestic visitors and leading to decreased income for tourism businesses such as hotels, restaurants, and tour guides. Although the vaccination program and government stimulus policies, including tax reductions, have supported gradual recovery, the sector still faces serious challenges such as low tourist arrivals, difficulty in maintaining health protocols, limited capital, dependency on foreign tourists, and inadequate infrastructure. In this context, communication science and industrial psychology play a crucial role in shaping effective communication strategies, human resource management, service innovation, performance measurement, and reputation management to strengthen resilience in post-pandemic tourism. This study contributes to theory development by integrating concepts of Customer Relationship Management (CRM), service innovation behavior, and creative economy theory into the framework of tourism recovery. By doing so, it enriches theoretical discussions on how communication and resource management can drive competitiveness and sustainable value creation in the tourism sector. Practically, the findings highlight that effective CRM implementation through meaningful communication, personalization techniques, and lifecycle management that enhances trust, customer satisfaction, loyalty, and positive word-of-mouth. These insights provide actionable strategies for tourism practitioners to rebuild relationships with customers, maintain long-term engagement, and adapt to post-crisis market dynamics. This qualitative descriptive research involved purposive sampling of tour guides and tourism entrepreneurs in Bali—one of the destinations most affected by the pandemic. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document studies, then analyzed using thematic analysis. To ensure validity and reliability, the study employed triangulation of data sources and member checking. The results demonstrate that CRM is not only an operational tool but also a strategic approach that links theory with practice, offering both academic contributions and practical pathways for strengthening the competitiveness of Indonesian tourism in the post-pandemic era.
Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Anime Demon Slayer: Mugen Train Winduwati, Septia; Wahyutristama, Biyan Nugraha
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15674

Abstract

The research examines the moral messages contained in the film Demon Slayer: Mugen Train. The issue in this research how is the moral message contained in the film. In conducting this research the author uses qualitative research methods by using data collection techniques in the form of interviews and documentation. In conducting the research the author also applies mass communication theory which focuses on films as mass communication products and the theory of moral concepts in Japanese culture to find out what kind of moral values ​​are formed in Japan. The results of the research using Ronald Barthes' semiotic analysis get a denotative meaning, namely the struggle of Tanjirou and his friends and Rengoku in eradicating demons. The connotative meaning in this research is the tenacity and courage and unyielding attitude of the character of Tanjirou and his friends. From the analysis based on the moral concept of Japanese culture, moral messages are included in the categories of self-development, relationships with other people, and relationships with the community or society. In the concept of Bushido's moral teachings, there are moral messages that reflect the teachings of Confucianism. Penelitian ini membahas tentang pesan-pesan moral yang terkandung dalam film Demon Slayer: Mugen Train. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pesan moral yang terkandung dalam film tersebut. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi. Penulis juga menerapkan teori komunikasi massa yang berfokus pada film sebagai produk komunikasi massa. Teori konsep moral dalam budaya Jepang untuk mencari tahu seperti apa nilai moral yang terbentuk dalam negara Jepang. Hasil dari penelitian dengan menggunakan analisis semiotik Ronald Barthes mendapatkan makna denotatif yaitu perjuangan Tanjirou dan kawan-kawan serta Rengoku dalam membasmi iblis. Makna konotatif yakni kegigihan serta sikap pemberani dan pantang menyerah dari karakter Tanjirou dan kawan-kawan. Dari analisis berdasarkan konsep moral budaya Jepang mendapatkan pesan-pesan moral yang termasuk dalam kategori pengembangan diri, hubungan dengan orang lain, dan hubungan dengan komunitas atau masyarakat. Dalam konsep ajaran moral Bushido didapatkan pesan moral yang mencerminkan ajaran Konfusianisme.
Pemanfaatan Media Baru Event via Live Streaming selama Pandemi Covid-19 Tasya; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15686

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic in Indonesia at the beginning of 2020 had many negative impacts in various sectors, one of which was to event organizers. On the other hand, with the advancement of modern technology in the digital field, new media have emerged that can support the planned and planned events using new media, namely live streaming. The theory used in this research is communication theory, computer mediated communication (CMC), determinism of communication technology. This research focuses on the experience gained for clients and event organizers with the existence of new media in the field of live streaming events. This study uses a qualitative research case study approach with data collection methods through interviews, and documentation. The results of this study indicate that live streaming events are a new medium in the event sector that provides experience, especially for event service users who can still hold events with new innovations, namely live streaming events that can help run the events that are being held. New media in the form of live streaming is enough to help individual activities or the business sector that offers services, in this case in the form of online events. The author also hopes that live streaming events as a new media can help the community in meeting their needs, especially in the event sector. Munculnya pandemi covid – 19 di Indonesia pada awal tahun 2020 memberikan dampak buruk di berbagai sektor, salah satunya penyelenggara event. Di sisi lain dengan kemajuan teknologi digital maka muncul media baru yang dapat menunjang jalannya acara dengan menggunakan media baru yaitu  live streaming. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, computer mediated communication (CMC), determinisme teknologi komunikasi. Penelitian ini berfokus pada pengalaman yang didapatkan bagi klien maupun penyelenggara acara dengan adanya media baru dalam bidang event live streaming. Penelitian ini menggunakan penilitian kualitatif pendekatan studi kasus dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa event live streaming merupakan media baru yang memberikan pengalaman, khususnya kepada pengguna jasa event yang tetap bisa menyelenggarakan acara dengan inovasi baru yaitu dengan event live streaming yang bisa membantu jalannya kegiatan acara yang dilangsungkan. Media baru berupa live streaming cukup membantu kegiatan individu ataupun sektor usaha yang menawarkan jasa, dalam hal ini berupa event online. Penulis juga berharap event live streaming sebagai media baru dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya khususnya dalam bidang acara.
Kampanye Akun Instagram @Nonawoman dalam Mematahkan Stigma Seputar Menstruasi di Kalangan Masyarakat Young, Cindy; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15728

Abstract

Gender inequality has existed since a long time ago. Women are often seen as muted group and known as a weak figure. Various stigmas about women also appear in everyday life. For example stigma about menstruation. There are many views in society that consider menstruation as something taboo and must be covered up. That viewpoint of menstruation also happening in Indonesia. This is due to the limitations of education and communication. Various feminism campaign movements were also present as an effort so that women have the same equality as men did. In this research, author uses a qualitative approach with case study method to find out the campaign movement by @Nonawoman in their Instagram account to break the stigma about menstruation in society. Subject that chosen as key informan was the co-founders of Nonawoman. The purpose of this research to know about background, implementation and feedback of the campaign that carried out by Nonawoman. Based on research, author find out that this campaign received positively in society, especially by women. Ketidaksetaraan gender sudah terjadi sejak zaman dahulu. Perempuan tidak jarang dianggap sebagai kelompok bungkam dan dipandang sebagai sosok yang lemah. Berbagai stigma tentang perempuan pun bermunculan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya yakni stigma menstruasi. Banyak pandangan dalam masyarakat yang menganggap menstruasi sebagai sesuatu yang tabu dan harus ditutupi. Pandangan terkait menstruasi tersebut pun terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena keterbatasan edukasi dan komunikasi. Berbagai gerakan kampanye feminisme pun hadir sebagai upaya agar perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengetahui gerakan kampanye yang dilakukan oleh akun Instagram @Nonawoman dalam mematahkan stigma seputar menstruasi di kalangan masyarakat. Subjek yang dipilih sebagai key informan dalam penelitian ini adalah co-founder of Nonawoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan dan umpan balik dari kampanye yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, kampanye ini mendapat umpan balik yang positif dari masyarakat khususnya perempuan.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PUBLIK SISWA SMA SANTO YAKOBUS Winduwati, Septia; Christina; Elvan
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32390

Abstract

Public speaking is an essential part of communication skills that is not easily mastered by everyone. Public speaking anxiety often prevents individuals from developing their public speaking skills. The negative impact can be seen from the physical and emotional health problems they experience. The solution lies in public speaking training that is fun and builds confidence in public speaking. Through seminar methods and public speaking practice, Community Service activities (PKM) are carried out. This approach helps in improving the public speaking skills of SMA Santo Yakobus students. This method is applied as the most effective form of public speaking training, in which discussions can be held with students, and ends with public speaking practice. Seminar at SMA Santo Yakobus showed an increase in participants' understanding of public speaking concepts as well as a significant increase in their understanding of goals, important factors, benchmarks for success, and preparation in public speaking after attending the seminar. Factors that influence communication effectiveness, such as understanding, satisfaction, influence on attitudes, and better relationships, are important in understanding public speaking success. ABSTRAK Public speaking merupakan bagian esensial dari kemampuan komunikasi yang tidak mudah dikuasai oleh semua orang. Kecemasan berbicara di depan umum seringkali menghambat individu untuk berkembang. Dampak negatifnya dapat terlihat dari gangguan kesehatan fisik dan emosional yang mereka alami. Solusinya terletak pada pelatihan public speaking yang menyenangkan dan membangun kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. Melalui metode seminar dan praktik public speaking, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan. Pendekatan ini membantu dalam meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMA Santo Yakobus.. Metode ini diaplikasikan sebagai bentuk yang paling efektif dalam pelatihan public speaking, di dalamnya dapat dilakukan diskusi dengan siswa, serta diakhiri dengan praktik public speaking. Seminar di SMA Santo Yakobus menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait konsep-konsep public speaking serta peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka tentang tujuan, faktor penting, tolok ukur keberhasilan, dan persiapan dalam public speaking setelah mengikuti seminar. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi, seperti pemahaman, kepuasan, pengaruh pada sikap, dan hubungan yang lebih baik, menjadi penting dalam memahami keberhasilan public speaking
PENGEMBANGAN PERSONAL BRANDING REMAJA DI MEDIA SOSIAL Winduwati, Septia; Angie Lavenia; Jesselin Rahardja; Thio Audrey Fransisca Gunawan; Ryan Refael Zabdi; Wangi Puspitaningrahayu
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34773

Abstract

Pengembangan personal branding remaja di media sosial merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas diri di era digital. Media sosial telah menjadi sarana utama bagi generasi muda untuk berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membangun citra personal. Namun, kurangnya pemahaman tentang cara memanfaatkan platform digital secara efektif sering kali menyebabkan penyalahgunaan media sosial atau ketidakmampuan untuk membentuk personal branding yang kuat dan positif. SMK Kristen Pancaran Berkat Jakarta sebagai mitra kegiatan ini, memiliki perhatian yang besar terhadap perkembangan keterampilan digital siswa. Berdasarkan analisis kebutuhan, generasi muda perlu dibekali keterampilan membangun personal branding yang baik di media sosial agar dapat menghadapi tantangan dunia kerja dan memanfaatkan media digital untuk kepentingan positif. Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa mengembangkan citra diri yang konsisten, autentik, dan profesional di media sosial. Seminar ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya personal branding, strategi praktis dalam membangun dan menjaga citra di berbagai platform media sosial, serta tips dalam menjaga etika dan keamanan di dunia digital. Metode seminar dipilih karena dianggap paling efektif dalam memberikan edukasi dan pelatihan secara interaktif. Diskusi aktif dengan siswa menjadi bagian dari kegiatan ini, yang diakhiri dengan sesi praktik langsung dalam mengaplikasikan strategi personal branding di akun media sosial mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan mereka di dunia digital.
Co-Authors Abdul Rijwan Adiwinata, Arcelia Emmanuella Agatha Christy Adriani Aletheia Imanuel Alexandra Carolina Alfira Dittya Raihan Amanda Khaerunnisa Ananias Reszki Ananta, Della Angel, Valentina Kyrie Angelyn, Felycia Angie Lavenia Aprilia, Elvira Arvin Stephensius Ayu Reni Anisa Buche Christian Sapulette Cahaya Rizka Putri Caroline Caroline Chandra, Surya Charenina, Putri Chery, Nabila Aurellia Christianto, Ivania Ariella Christina Cynthia Dora Moudy Daniel Dwi Fabian Deka Marcella Dhiya Fauziani Hediana Eko Harry Susanto Eldiani Febyola Elvan Eunike Tania Evelyn Natasha Ezra Krisna Farid Rusdi Fasa Bikati Sabka Fauziek, Catherine Febriana Agatha Flavia Veilieta Frank Marco Frans Carlos Yosephin Garcia, Giorgiana Hadi Artomo Hidayatullah, Bagas Syarip Ika Widyani, Agustina Iren Chienita Irena, Lydia Ivan Setiawan Japutra, Josephine Patricia Jaya, Daniel Putra Jesselin Rahardja Jesslyn Jesslyn Jocelin Citra Tanjaya Kusmayani, Zakia Syahlail Kyra, Ancilla Lie, Daniel Lie, David Sugianto Linsye Linori Tanama Lisa Harsono Liu, Hansen Manda Aulia Az Zahra Marvhieno Ardhian Dumalang Michelle Angela Michelle Levine Muhammad Fauzan Azhar Muhammad Rakha Rizky Pratama Natalia Natalia Natalia, Dinda Nathali, Gisela Anastasia Nathalie Tresya Awantara Paramita, Sinta Pasanea, Debora Natalia Pertiwan, Indah Pinckey Triputra Pinckey Triputra Putri, Cahaya R. Putri, Edsa Estella Amrikasari Queentania Suherman Raihan Zahran Wicaksono Randy Wijaya Rani Febriyani Resfirahma Resfirahma Rika Mandasari, Rika Riris Loisa Rodhiah, Rodhiah Roswita Oktavianti Ryan Refael Zabdi Safira Amelia Salsabila, Salsabila Samsunuwiyati Mar’at Sarah Shafira Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sekar Mayang Setyo Riani Setyanto, Yugih Shania, Shania Sharka, Yoliandra Nur Shinta Darmawaty Sofian Arissaputra Syaharani, Pricilla Tirta Ayu Tan, Stephanie Tandres, Herliany Tanjaya, Aldrich Tanuja, Vico Tasya Theresa Indira Suwirya Thio Audrey Fransisca Gunawan Valentika Valentika Wahyutristama, Biyan Nugraha Wangi Puspitaningrahayu Wanli Wanli Widyani, Augustina Ika Wijaya, Calvin William William Wulan Purnama Sari Yolanda Octha Verren Young, Cindy