Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIOSOMATIK PISANG CAVENDISH (Musa acuminata L.) FASE GLOBULAR SECARA IN VITRO Silvina, Fetmi; Nurbaiti, Nurbaiti; Rahmita, Nurfa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i4.4823

Abstract

Cavendish banana is a type of commercial banana that has a high nutritional content and complete. The problem of providing cavendish banana seeds in large quantities is very difficult, because cavendish bananas only produce 2 – 3 offspring from one parent, alternative solution for providing seeds in large quantities can be done in vitro. This research aims to determine the interaction effect of NAA and BAP, NAA factor and BAP factor and obtain the best treatments for the growth of embryosomatic explants of cavendish banana globular phase. This research was conducted using a random design of factorial with two factors: NAA (0; 1; 2; 3) ppm and BAP (0: 1,5; 3; 4,5) ppm. Parameters observed were shoots amergence, number of shoots, shoot height, number of roots, root length, and the percentage of successful shoot formation. The data were analyzed using analysis of variance and followed by Duncan double distance at 5% level. The results showed that the interaction of NAA and BAP administration affect the parameters were shoots amergence, number of shoots, shoot height, number of roots and root length with the best treatment was 2 ppm NAA and 3 ppm BAP. Application of NAA significantly affected the time of bud amergence, number of shoots, shoot height, number of roots and root length with the best treatment was 2 ppm NAA. Application of BAP significantly affected the time of bud amergence, number of shoots, shoot height, number of roots and root length with the best treatment was 3 ppm BAP. The percentage of successful shoot formation range from 77,80 – 100%.
Sosialisasi Budidaya Cabai Merah dan Kondisi Tanah di Desa Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Zafitra, Zafitra; Khoiri, M. Amrul; Silvina, Fetmi; Irfandri, Irfandri; Wahyudi, Eko; Irawan, Joni; Ali, Muhammad; Nurhidayah, T.; Trizayuni, Riska; Ibrahim, Roy; Mulyadi, Dedi
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.136-140

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman cabai merah dan kondisi tanah di Teluk Piyai Pesisir. Pengabdian telah dilakukan pada bulan Agustus 2024. Pengabdian dilakukan dengan metode diskusi dan praktik lapangan. Dari hasil diskusi dan praktik lapangan diperoleh permasalahan yang dominan pada petani adalah adalah kondisi tanah yang mengandung phyrite dan tergenang pasang air laut, pengolahan tanah, serta masalah yang tidak terlalu signifikan adalah hama dan penyakit serta masalah panen hingga penjualan cabai merah. Dari hasil diskusi direkomendasikan untuk kedepannya agar petani untuk dapat melakukan pemupukan yang sesuai dosis anjuran dan pada pengolahan tanah untuk tidak terlalu dalam saat mencangkul atau mengolah tanah menggunakan traktor pada kedalaman lebih dari 40 cm sudah terdapat kandungan phyrite yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan kondisi tergenang kandungan phyirite lebih mudah tersebar dan larut di permukaan tanah
Insidensi Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cepae) pada Daerah Pengembangan Bawang Merah di Provinsi Riau Irfandri, Irfandri; Silvina, Fetmi; Ramadhoni, Rizky
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62767

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) menjadi salah satu komoditas hortikultura yang banyak dimanfaatkan masyarakat Provinsi Riau, Indonesia. Provinsi Riau mengupayakan peningkatan produktivitas bawang merah dengan melakukan pengembangan daerah penanaman bawang merah, namun produktivitas bawang merah masih rendah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh gangguan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cepae). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data insidensi penyakit layu fusarium dan upaya pengendaliannya. Penelitian menggunakan metode survei dan observasi. Pengamatan yang dilakukan yaitu kondisi lahan, gejala, serta insidensi dan intensitas penyakit layu fusarium. Hasil penelitian menunjukkan gejala penyakit layu fusarium yaitu daun berwarna hijau pucat hingga menguning, cenderung terpelintir, layu, kering, dan umbi membusuk. Insidensi dan intensitas penyakit layu fusarium di beberapa lokasi penelitian, seperti Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Dumai berbeda. Lokasi penelitian dengan insidensi dan intensitas penyakit layu fusarium tertinggi berada di Kelurahan Kulim Kota Pekanbaru masing-masing sebesar 17,35% dan 22,61%, sedangkan lokasi dengan tingkat serangan penyakit terendah berada di Desa Langsat Permai Kabupaten Siak dengan tidak adanya insidensi penyakit layu fusarium. Upaya pengendalian yang dilakukan petani yaitu penggunaan fungisida sintetik, rotasi tanaman, pemberian kapur, dan pemanfaatan agens hayati.
Studi Keragaman dan Kekerabatan Padi Lokal Asal Kabupaten Siak Berdasarkan Karakter Kualitatif: Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau Kampus Bina Widya KM. 12,5 Panam Pekanbaru Riau Isnaini, Isnaini; Silvina, Fetmi; Mora, Nur Fadila
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.5.1.16-24.2023

Abstract

This study aims to determine the diversity accessions of Siak Regency’s local rice. The study was conducted for six months, from May to October 2018 at Experimental Garden of Agriculture Faculty, Riau University. This study used descriptive qualitative analysis method based on agronomic and morphological characters, as well as characterization activities on 21 local rice accessions. There are 10 morphological characters with low diversity, such as the surface, leaf surface, leaf tongue shape, leaf neck color, leaf ear color, leaf book color, leaf tongue color, grain tip color and the color of the pistil. There are five morphological characters with rather low diversity, such as the presence of lemmapalea hair, the color of stem segments, the color of leaf blades, panicle shaft and vigor. There are five morphological characters with quite high diversity, such as yellowing of leaves, panicle discharge, panicle type, secondary panicle branches and leaf midrib color also three morphological characters with high diversity, such as lemmapalea color, grain tip fur and grain tip fur color. While the agronomic character with a rather low diversity is vigor and there are three characters with quite high diversity, such as the stiffness of stem, yellowing of leaves and panicle discharge. Keywords: Agronomy, diversity, local rice, morphology.
PENGENDALIAN KEONG MAS PADI SAWAH SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DI DESA EMPAT BALAI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR Fauzana, Hafiz; Nelvia, Nelvia; Rustam, Rusli; AR, Arman Effendi; Susilawati, Susilawati; Idwar, Idwar; Ariani, Erlida; Silvina, Fetmi; Puspita, Fifi; Irfandri, Irfandri; Yudha, Pajri Ananta; Hakiki, Arif Fashli; Pebrianti, Riska; Ramadhoni, Rizky
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i1.564

Abstract

Gold snail (Pomacea canaliculata L.) is the main pest of rice plants in Empat Balai Village, Kuok District, Kampar Regency. Farmers in Empat Balai Village experience gold snail infestation every year, which has an impact on production. The purpose of community service activities is to conduct community service by counseling and controlling carp pests in rice fields by utilizing local wisdom in Empat Balai Village. The methods in this service are survey, consolidation, counseling and field practice. The counseling was held at Mushallah Miftahul Jannah in Pulau Empat Hamlet, while the field practice was at the farmer’s house and rice fields in Empat Balai Village. The material provided was about bioecology and how to control the carp snail pest. It was emphasized that the recommended control carp pests are the management of carp pests in the egg phase, because one group of eggs has 500 eggs and control is easier in the egg phase. Control in the egg phase includes making drainage or small ditches, installing bamboo stakes so that the snails lay their eggs there, and collecting the eggs once a week. In the snail phase, involves setting up attractant plant traps (gadung tuber leaf, papaya leaf, and banana leaf), kalambuai traps (kaltrap), installing of irrigated nets, utilizing ducks, and vegetable molluscicides. In addition, preventive measure was taken, such as planting older seedlings. The farmers were very enthusiastic about this activity. As a result, farmers gained additional knowledge about gold snail pests and how to control them, improve farmers skills on gold snail pests control methods by utilizing local wisdom.
PENGARUH IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIOSOMATIK FASE GLOBULAR PISANG KEPOK TANJUNG (Musa paradisiaca L.) SECARA IN VITRO Silvina, Fetmi; Dini, Isna Rahma; Kartika, Titik Dwi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13842

Abstract

Bibit pisang kepok tanjung (Musa paradisiaca L.) saat ini masih sulit ditemukan namun pisang ini cukup banyak diminati. Oleh karena itu, diperlukan teknik kultur in vitro sebagai upaya penyediaan bibit. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi Indole-3-Acetic Acid (IAA) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) terhadap pertumbuhan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung dan mendapatkan kombinasi IAA dan BAP optimal untuk mendukung pertumbuhan eksplan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor: IAA (0; 0,5; 1 dan 1,5 mg/l) dan BAP (0; 2; 4 dan6  mg/l). Hasil penelitian menunjukkan parameter muncul tunas, tinggi tunas dan panjang akar dipengaruhi oleh interaksi IAA dan BAP. IAA berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar sedangkan BAP berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar. Pemberian kombinasi 0,5 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan muncul tunas tercepat (8,43 HST) dan tunas tertinggi (4,97 cm) sedangkan jumlah tunas terbanyak (4,50 tunas) pada kombinasi 1 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan),akar terpanjang (3,93 cm). Persentase keberhasilan pembentukan tunas berkisar 77,80 – 100% disebabkan oleh terjadinya kontaminasi dan browning.
Co-Authors ', Ardian ', Evawani ', Murniati ', Syafrinal Aceng Sumpena Adi Sucandra Agung Prassetio Agus Sutikno Ali Djamhuri Amrul Khoiri Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andri Ansyah Ansyar, Ihsan Azzam Anthony Hamzah AR, Arman Effendi Ardian Ardian Ardian Ardian Arif Fashli Hakiki Arjuna Kesuma Armaini ' Armaini ' ' Armaini, Armaini Arman Effendi Arnis en Yulia Arnis En Yulia Arnis En Yulia Arnis En Yulia Arnis En Yuliana Aslim Rasyad Besri Nasrul Boby Azlansyah Charles Charles Cica Yulia Mandela1 Dedi Mulyadi Desita Salbiah EKO WAHYUDI Elza Zuhry Erlida Ariani Esyka ' ' Evawani ' Fachry Abda El Rahman Fauziah Mayasari Fifi Puspita Foller, Rudi Gea, Berkat Harapan Jaya Gianka Pratama Harsan Gunawan ' Tabrani Gusmawartati Gusmawartati Hafiz Fauzana Hakiki, Arif Fashli Hazmi, Wahyu Hervina Ramalia Hutasoit, Preddi Gunawan Monontong Idwar, Idwar Ielham Ekha Satria, Ielham Ekha Indradewa, Rhian Irene Farida Widawaty Irfandri Irfandri Irfandri, Irfandri Isna Rahma Dini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Joni Adri Joni Irawan, Joni Juniarika Silalahi Kartika, Titik Dwi Laksono Trisnantoro Lendri Irawan Lubis, Nursiani M Amrul Khoiri M. Amrul Khoiri Marlisa ' Mestika Hutagalung Mhd. Rizki Hidayu Mita, Nastra Miya Ramadhani Mora, Nur Fadila MUHAMMAD ALI Muhammad Ma'ruf Muntazar, Mhd Roqi Murniati ' Murniati . Murniati Murniati Murniati Murniati Murniati Nawaruddin Nawaruddin Nazara, Marniati Nelvia Nelvia Nelvila, Olva Noreza Masri Norman Sahputra, Norman Nur Fadila Mora Nuratika, Suci Nurbaiti ' Nurhayati Nurhayati Nurhidayah, T. Pajri Ananta Yudha Pebrianti, Riska Perdi Perdi Rahmi Saputri, Rahmi Rahmita, Nurfa Ramadani, Ramadani Ramadhoni, Rizky Ramayani, Dwi Ricky Saputra Sinaga Riska Pebrianti Rizki, Nisa Alifia Rizky Ramadhoni Roy Ibrahim Rusli Rustam Rusli Rustam Sinambela, Flora Krisdyanti Sisgianto Sisgianto Sri Yoseva Suprianto ' Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syafrinal ' Syafrinal, Syafrinal Syahputra, Anugrah Kharisma Tengku Nurhidayah Trizayuni, Riska Wardati Wardati Wardati, Wardati Wawan ' Wawan Wawan Widya Ningsih Wulandari, Chicha Yazid Suhadi Yuda, Pajri Ananta Yudi Firmansyah Yulinda Ari Indah Karunia Yunita Fitri Zafitra, Zafitra Zaidan Ersyad Zulham Zulham