Muhammad Husaini
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usahatani Padi Unggul di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan Wardatul Hayati; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10332

Abstract

Desa Penyambaran memiliki luas lahan 135 ha yang terdiri dari lahan lahan sawah tadah hujan. Mata pencaharian Sebagian besar penduduknya adalah petani padi. Ada petani yang mengusahakan padi unggul dan ada juga petani yang mengusahakan padi lokal. Kebiasaan petani setempat melakukan usahatani padi unggul dengan tujuan seluruh hasilnya untuk dijual dan untuk padi local Sebagian besar untuk dikonsumsi sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis biaya total, penerimaan, pendapatan dan keuntungan serta analisis kelayakan dari usahatani padi unggul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi berjumlah 280 orang petani yang ada di Desa Penyambaran dan diambil sebanyak 10,71% sehingga sampel terpilih sebanyak 30 orang petani responden yang diambil secara acak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui biaya total usahatani padi unggul di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan dengan rata-rata luas lahan yang diushakan sebanyak 31 ha sebesar Rp 12.913.210/usahatani. Biaya total tersebut meliputi biaya total eksplisit sebesar Rp 6.579.913/usahatani dan biaya total implisit sebesar Rp 6.333.297/usahatani. Penerimaan total yang dihasilkan oleh petani sebesar Rp 20.144.000/usahatani, sehingga pendapatan petani Rp Rp 13.564.087/usahatani, sedangkan keuntungan bersih yang diterima petani sebesar 7.230.790/usahatani. Sedangkan hasil analisis kelayakan usahatani padi unggul (IR-42) Desa Penyambaran diperolah nilai sebesar 1,56 yang artinya RCR > 1 yang artinuya usahatani padi unggul ini layak untuk terus diusahakan
Analisis Efisiensi Pemasaran Jeruk Siam di Desa Mahang Sungai Hanyar Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Rahmah Hidayah; Muhammad Husaini; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.808

Abstract

Jeruk siam merupakan jenis jeruk yang cukup banyak mendapat perhatian dibandingkan dengan jenis jeruk yang lain. Desa Mahang Sungai Hanyar merupakan salah satu desa dengan produksi jeruk siam tertinggi diantara desa yang lain di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Salah satu aspek yang berperan penting dalam usahatani jeruk siam yaitu pemasaran. Dalam pemasaran jeruk siam yang perlu diperhatikan yaitu efisiensi, selain hal tersebut dalam pemasaran jeruk juga banyak pihak yang terlibat sehingga membentuk saluran pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, lembaga pemasaran yang terlibat, fungsi pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan dan efisiensi pemasaran. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan 30 responden dan kepada lembaga pemasaran yang terlibat menggunakan snowball sampling sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran terdiri dari 6 saluran yang terbentuk (petani pedagang keliling– konsumen, petani pasar desa-konsumen, petani – pedagang pengecer – konsumen pasar desa, petani – pedagang pengecer – konsumen pasar barabai, petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, dan petani – pedagang pengumpul, pedagang pengecer– konsumen). Saluran yang paling banyak dipilih oleh petani adalah saluran II dengan presentase 42,86%. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu petani, pedagang besar, pengumpul dan pengecer. Fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (sortasi, penyusutan, pertukaran, dan pengepakkan) dan fungsi fasilitas (retribusi dan penanggungan resiko). Saluran pemasaran yang efisien berdasarkan analisis margin, farmer’s share dan rasio keuntungan yaitu saluran IIA dengan nilai margin sebesar Rp.2.629/kg, farmer’s share sebesar 72%, dan rasio keuntungan sebesar 2,17%.Kata kunci : saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Theresia Sintia Septy; Muhammad Husaini; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8284

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia sangat penting dalam memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani. Sub-sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor yang berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negri, bahan baku dalam negri. Desa Warukin merupakan salah satu desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani karet terutama karet lokal. Tanaman perkebunan kret di Desa Warukin merupakan lahan milik sendiri dan tenaga kerja yang digunakan untuk menyadap karet hanya mengandalkan tenaga kerja dalam keluarga sendiri. Tanaman karet di Desa Warukin hampir semua menggunakan bibit liar (lokal). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan petani, menganalisis total pendapatan rumah tangga petani dan menganalisis proporsi pendapatan rumah tangga petani karet. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dan sampelnya sebanyak 30 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple Random Sampling. Hasil penelitian bahwa rata-rata biaya total eksplisit usahatani karet sebesar Rp 1.373.200 dan penerimaan sebesar Rp 32.560.000, sehingga rata-rata pendapatan Rp 31,186,800/usahatani per tahun. Rata- rata total pendapatan rumah tangga petani karet adalah sebesar Rp 36.266.800. Proporsi pendapatan usahatani terhadap pendapatan total rumah tangga rata-rata sebesar 86% dengan artian usahatani karet di Desa Warukin merupakan sumber utama penghasilan utama petani sendiri.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA ALAT KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Muhammad Suprianur; Taufik Hidayat; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.647

Abstract

Pembangunan seringkali diartikan pada pertumbuhan dan perubahan.ITujuanIdari penelitian iniIadalahIuntukImengetahuiIbesarnyaIbiaya, penerimaan, pendapatan,IdanIkeuntunganIusahatani padiIsawahIdiIDesaIAlat Kecamatan Hantakan KabupatenIHulu Sungai Tengah dan tentang layak atau tidak layaknya suatu usahatani padi sawah di Desa Alat Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2018 sampai bulan Juli 2018 hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata biaya total dalam usahatani padi sawah di Desa Alat Kecamatan Hantakan selama satu kali musim tanam adalah Rp 6.667.843/usahatani, total penerimaan Rp 8.289.000/usahatani, rata-rata pendapatan Rp 3.680.082/usahatani dan rata-rata keuntungan Rp 1.621.157/usahatani. Usahatani padi sawah di Desa Alat Kecamatan Hantakan signifikan layak untuk diusahakan karena nilai RCRnya 1,24IlebihIbesarIdariI1.Kata kunci: analisis kelayakan, usahatani, padi sawah
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Alia Istiana; Muhammad Husaini; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8275

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam penyerapan tenaga kerja, karena sebagian besar penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan bekerja pada sektor ini. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap serapan tenaga di sektor pertanian, seperti besarnya PDRB di sektor pertanin, luas lahan pertanian itu sendiri dan upah minimum, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis kontribusi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja total di Provinsi Kalimantan Selatan dan pengaruh PDRB sektor pertanian, luas lahan pertanian dan upah miminum provinsi terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) mulai dari tahun 2001 sampai dengan 2022. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2001-2020 rata-rata jumlah serapan tenaga kerja diseluruh sektor mencapai 1.744.848 orang, sementara serapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 709.576 orang, sehingga besarnya kontribusi serapan tenaga kerja sektor pertanian terhadap total tenaga kerja mencapai 41,34% dengan rata-rata laju pertumbuhan selama periode tersebut cenderung turun sebesar 1,82% per tahun. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap serapan tenaga kerja di sektor pertanian yaitu besarnya PDRB sektor pertanian, luas lahan pertanian dan upah minimum yang berlaku Provinsi Kalimantan Selatan.
Tingkat Kesejahteraan Petani Program Upaya Khusus Padi (UPSUS PADI) di Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat Dini Setiyani; Muhammad Husaini; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1997

Abstract

Tingkat kesejahteraan adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan seseorang baik sosial material maupun spiritual yang disertai dengan rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir dan batin sehingga dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah, rohaniah, dan sosialnya. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani menggunakan uji beda nilai tengah antara petani yang menerima program UPSUS padi dan yang tidak menerima program UPSUS padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani padi; produktivitas; biaya; keuntungan usaha; dan mengetahui tingkat kesejahteraan petani padi Program UPSUS padi dan Non UPSUS padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik umur petani UPSUS dan Non UPSUS keduanya termasuk kedalam usia produktif. Tingkat pendidikan petani UPSUS dan Non UPSUS relatif rendah yaitu hanya tamatan SD (90%) dan SMP (93,3). Lama berusahatani petani UPSUS relatif lebih lama. Luas lahan petani Non UPSUS relatif lebih kecil karena yang berada ≤ 0.5 sebesar 76,7% dan petani UPSUS memiliki luas lahan lebih besar karena hanya 53,3% yang memiliki luas lahan ≤ 0.5 ha. Pekerjaan umum dan sampingan petani Non UPSUS relatif lebih banyak bekerja sebagai petani dengan presentase 70% dan petani UPSUS hanya 60%. Rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh petani Non UPSUS lebih kecil sebesar Rp 1.404.293 sedangkan rata-rata biaya UPSUS lebih tinggi sebesar Rp 1.785.433 selama satu musim tanam. Produktifitas usahatani padi Non UPSUS lebih rendah dengan rata-rata1,84, sedangkan produktifitas usahatani padi UPSUS lebih tinggi dengan rata-rata 2,15. Keuntungan yang diperoleh  petani padi UPSUS lebih tinggi rata-rata sebesar Rp 10.514.567, dan keuntungan yang diperoleh petani Non UPSUS lebih rendah rata-rata sebesar Rp 6.022.374. Tingkat kesejahteraan petani program UPSUS lebih sejahtera dibandingkan dengan petani Non UPSUS, karena terdapat 33,3% orang petani UPSUS berada di kategori Sejahtera III, sedangkan pada petani Non UPSUS hanya ada 13,33% orang petani yang berada di kategori Sejahtera III.Kata kunci: tingkat kesejahteraan, program UPSUS dan non UPSUS padi
Analisis Efisiensi Alokatif Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Jagung di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Jodi Setiawan; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10346

Abstract

Salah satu komoditi pangan yang strategis di Indonesia adalah jagung, sehingga dari tahun ke tahun kebutuhan akan jagung semakin meningkat. Usahatani jagung banyak dilakukan oleh petani, salah satunya di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan dalam usahatani jagung, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung serta menganalisis tingkat efisiensi alokatif dalam penggunaan faktor- faktor produksi pada usahatani jagung. Populasi penelitian ini sebanyak 449 orang petani, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana acak (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata yang digunakan dalam usahatani jagung sebesar Rp33.860.128,00 per usahatani atau Rp11.162.679,00/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp68.737.667,00/usahatani atau Rp22.660.769,00/ha dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp34.877.539,00/usahatani atau Rp11.489.090,00/ha. Hasil analisis fungsi faktor produksi tipe Cobb-Douglass menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan, pupuk organik dan an organik serta tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung. Berdasarkan analisis efisiensi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi pupuk organik dan tenaga kerja secara signifikan efisien, sementara penggunaan faktor produksi lahan, benih, pupuk orgnaik, anorganik dan pestisida secara signifikan tidak efisien.
ANALISIS PEMASARAN KACANG TANAH DESA BELANGIAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR Novita Dewi Utami; Muhammad Husaini; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2930

Abstract

Kacang tanah yang merupakan usahatani musiman yang memiliki banyak manfaat. Melihat prospek usahatani kacang tanah dengan produktivitas yang semakin meningkat, maka dari itu usaha tani kacang tanah di Desa Belangian perlu penanganan yang tepat agar kedepan dapat semakin berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi-fungsi dan saluran pemasaran, mengetahui besarnya share harga, biaya, margin  serta keuntungan yang diterima produsen/petani dan lembaga pemasaran, dan mengetahui efisiensi pemasaran kacang tanah. Metode yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan mayoritas masyarakatnya menanam kacang tanah. Pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling diambil 30 sampel orang petani, selanjutnya pengepul sebanyak 5 orang dan pengecer sebanyak 7 orang ditentukan menggunakan metode snow ball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pemasaran terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi penyimpanan. Terdapat dua pola saluran pemasaran yaitu saluran I terdiri dari petani-pengepul, saluran II terdiri dari petani-pengepul-pengecer, share harga pada saluran I di tingkat petani sebesar 80% dan di tingkat pengepul sebesar 20%, sedangkan pada saluran II share harga di tingkat petani sebesar 75%, sedangkan pengepul dan pengecer masing-masing sebesar 12,5% dan 12,5%, Total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp. 2.000.000 per musim tanam dan pengepul sebesar Rp.46,89/kg sedangkan untuk saluran II biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 2.000.000 per musim tanam dan pengepul sebesar Rp.81,32/kg dan pengecer sebesar Rp.35,82/kg. Margin pemasaran pada saluran I sebesar Rp.1.500/kg dan margin pada saluran II sebesar Rp.2.000/kg. Dari nilai margin tersebut terlihat bahwa saluran I lebih kecil dibanding margin pada saluran II, karena saluran I lembaga yang terlibat lebih sedikit dibanding dengan saluran II. Keuntungan yang diterima oleh pengepul saluran I lebih besar dibanding saluran II yaitu sebesar Rp.1.453,11/kg, keuntungan yang diterima pengecer pada saluran II sebesar Rp.964,18/kg. Tingkat efisiensi teknis pada saluran I adalah sebesar Rp.133,56/km sedangkan saluran II sebesar Rp.333,73/km,  untuk efisiensi ekonomis saluran I 0,63% sebesar dan saluran II sebesar 1,47%.Hal ini menunjukkan bahwa saluran I lebih efisien di banding saluran II.
Analisis Finansial Usahatani Cabai Rawit di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Mutiara Novrista Elisya; Luthfi Fatah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6034

Abstract

Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Indonesia, artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir setengah dari total perekonomian. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup petani. Sektor pertanian di Indonesia yang memiliki potensi pengembangan yang besar adalah sektor pertanian hortikultura, cabai hampir merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dibutuhkan oleh semua industri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan serta sensitivitas usahatani cabai rawit.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage random sampling. Di Kota    Banjarbaru terdapat 5 kecamatan, dipilih satu kecamatan secara acak yang dijadikan sampel penelitian yakni Kecamatan Liang Anggang. Di Kecamatan Liang Anggang terdapat 4 kelurahan kemudian dipilih secara acak (random) 2 kelurahan untuk dijadikan sampel yaitu Landasan Ulin Utara dan Landasan Ulin Barat. Dari kelurahan Landasan Ulin Utara dan Landasan Ulin Barat terdapat 85 orang petani cabai rawit diambil 30 orang petani secara acak yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan biaya yang dikeluarkan petani per usahatani sebesar Rp9.667.089,24 sedangkan biaya per hektar senilai Rp68.265.583,21. Penerimaan yang dihasilkan petani per usahatani sebesar Rp17.820.833,33 sedangkan penerimaan yang dihasilkan per hektar senilai Rp125.844.455,43. keuntungan yang diperoleh petani per usahatani sebesar Rp8.153.455,143 sedangkan keuntungan yang diperoleh petani per hektar senilai Rp57.578.827,22. kelayakan dalam usahatani ini dikatakan layak secara finansial berdasarkan analisis RCR dengan nilai > 1 yakni sebesar 1,84 per usahatani sedangkan nilai kelayakan per hektar juga > 1 yakni senilai 1,84. Analisis sensitivitas pada usahatani ini dengan harga jual terendah Rp15.000,00 harga jual rata-rata Rp23.868,23 dan harga jual tertinggi dengan harga Rp45.000,00 dengan RCR > 1.
Analisis Proses Keputusan Konsumen Memilih Merek Roti MP Bakery di Pasar Ulin Raya Kota Banjarbaru Pattra Negara Adi; Muhammad Husaini; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5990

Abstract

Riset konsumen merupakan salah satu teknik untuk membantu menetapkan strategi menarik konsumen untuk membeli yang efektif, karena menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tujuan penelitian menganalisis karakteristik responden dan proses pengambilan keputusan pembelian konsumen memilih produk roti merek MP Bakery yang dikonsumsi di Pasar Ulin Raya Kota Banjarbaru. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 konsumen produk roti merek MP Bakery di Pasar Ulin Raya. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, proses pengambilan keputusan pembelian produk roti MP Bakery, sebesar 56% konsumen didasari oleh motivasi keinginan untuk membeli variasi atau jenis roti sesuai dengan seleranya. Sebesar 60% konsumen memperoleh informasi dari teman atau kenalan. Sebesar 37% konsumen atribut harga menjadi dasar pertimbangan utama membeli roti. Sebesar 67% konsumen menilai promosi yang dilakukan perseroan melalui iklan berdampak pada keinginan untuk mencoba. Selain itu sebesar 87% konsumen menganggap teman atau kenalan dan keluarga atau saudara dapat menggerakkan konsumen untuk membeli roti MP Bakery.
Co-Authors Abdullah Djafar Abdur Rahim Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Afrillia Wulandari Agustin Novita Anwar Ahmad Jaelani Ahmad Yousuf Kurniawan Akhmad Junaidi Alia Istiana Alpianor Alpianor Ambiya Noor Ananda Dea Saprila Anastasia Tri Astuti Anggi Puspita Devi Archi Novi Nadila Artahnan Aid Aurora Vianda Badaruddin Badaruddin Budi Setiawan Danang Biyatmoko Dea Ermaliyanda Dhea Widyasari Dini Setiyani Dwijono Hadi Darwanto Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Elfa Refina Emy Rahmawati Erma Erma Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Fuzi Ash'ari Hafizianor Hafizianor Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Haryogi Muliandri Hayatun Najah Herliani Herliani Herni Safitri Istiqomah Istiqomah Jamiatul Aqidah Jangkung Handoyo Mulyo Jodi Setiawan Kamiliah Wilda Khairiana Khairiana Koko Windarko Latifah Latifah Lidiya Santi Lisa Oktaviani Luki Anjardiani Mariani Mariani Marleni Marleni Marni Marni Masyhudah Rosni Masyhuri Masyhuri Mira Yulianti Muhammad Anas Ariffullah Muhammad Andres Jerry Elmer Septian Muhammad Angga Prabowo Muhammad Fahrianor Muhammad Suprianur Mujerimin Mujerimin Muslima Hidayati Mutiara Novrista Elisya Muzdalifah Muzdalifah Natalia Wulandari Natasia Andriani Nina Budiwati Nita Ariyani Nove Munira Noviani Wulandari Novita Ariani Novita Dewi Utami Nurmelati Septiana Nurul Abadiyah Nurul Jannah Nurul Kholifah Pattra Negara Adi Rahmah Hidayah Rendy Fadillah Akbar Rifiana Rifiana Rika Pebri Ramadhani Rini Nurhayati Riska Nur Hasma Sarianah Sarianah Shania Sulie Punuh Sidiq Rahmadi Siti Naimah Sri Ismiati Rahayu Suprijanto Suprijanto Syahrul Fadhilah Taisirul Husna Taufik Hidayat Theresia Sintia Septy Umi Salawati Usamah Hanafie Wahyu Wahyu Wardatul Hayati Winda Noor Amalia Yanti, Nuri Dewi Yasiratul Baroroh Yolanda Citra Dewi Yurika Afrilia Anzar Yusuf Azis