Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SAINS CLUB UNTUK MENUNJANG KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SCIENCE Mery Dwi Rohmawati; Mustiningsih Mustiningsih; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.924 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i32019p136

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to describe in detail the activities of management of science club extracurricular activities start from planning, organize, implementation, evaluation, inhibitor factors, support factors, and efforts in overcome barriers in club science extracurricular activities to support students' active learning science. This research was conducted through a qualitative approach using a type of case study to obtain descriptive data in a natural, comprehensive, and intensive manner. Data collection techniques were carried out through interviews, observation and documentation. The results of this study explained the activities of planning, organize, implementation, evaluation, inhibitor factors, support factors, and efforts in overcome barriers to extracurricular activities of club science to support the activity of students in learning science at Elementary School of My Little Island. Keyword: management of extracurricular activities, club science, activeness of studentsAbstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan secara rinci kegiatan dari manajemen kegiatan ekstrakurikuler sains club yang dimulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, faktor penghambat, faktor penunjang, serta upaya dalam menanggulangi hambatan dalam kegiatan ekstrakurikuler sains club untuk menunjang keaktifan peserta didik dalam pembelajaran science. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus untuk memperoleh data deskriptif secara alamiah, komprehensif, dan intensif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai kegiatan  perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, faktor penghambat, faktor pendukung, dan upaya menanggulangi hambatan kegiatan ekstrakurikuler sains club untuk menunjang keaktifan peserta didik dalam pembelajaran science di SD My Little Island.Kata Kunci: manajemen kegiatan ekstrakurikuler, sains club, keaktifan peserta didik
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SOPAN SANTUN MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK fernanda rahmadika putra; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.116 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p182

Abstract

Abstrak:Pentingnya pendidikan karakter karena melalui pendidikan karakter dapat menumbuhkan kecerdasan, keterampilan dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) pembelajaran kode etik, (2) bentuk pendidikan tingkah laku budi pekerti, (3) penanaman pendidikan karakter yang santun, (4) faktor pendukung penanaman budi pekerti pendidikan karakter, (5) optimalisasi Pemanfaatan faktor pendukung penanaman pendidikan karakter kesantunan, (6) faktor kendala dalam pembinaan kesantunan pendidikan karakter, (7) solusi kendala pembinaan kesantunan pendidikan karakter. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) pembelajaran kode moral dalam kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk-bentuk perilaku pendidikan karakter sudah terbentuk, hanya menambah kekurangan,Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, budi pekerti, teologi moral Abstrak: Pentingnya pendidikan karakter yang didasarkan pada pendidikan karakter itu bisa menumbuhkan kecerdasan, kecakapan, dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran Akidah Akhlak, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun, (4) faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (6) faktor kendala dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun, (7) solusi dari kendala penanaman pendidikan karakter sopan santun. Simpulan penelitian ini: (1) pembelajaran Akidah Akhlak  pada kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun sudah ada pembentukan, tinggal menambah dari kekurangan yang ada, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun Bapak dan Ibu Guru memberikan contoh sikap yang mulia, memberi dorongan, dan membiasakan perilaku yang mulia, (4) faktor penunjang dalam  penanaman pendidikan karakter sopan santun yakni didukung oleh sarana prasarana kelas yang baik dan memadai dan minat belajar siswa yang tinggi, (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter pihak sekolah harus bisa bertanggungjawab dalam mengembangkan penanaman pendidikan karakter sopan santun yang mulia, (6) faktor kendala yang ditemui dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun yaitu faktor lingkungan, keberagaman peserta didik, salah dalam memilih teman, (7) ) solusi yang dilakukan dari kendala penanaman pendidikan karakter yakni memberi nasihat, memberi hukuman atau teguran berupa peringatan.Kata kunci : implementasi, pendidikan karakter, sopan santun, akidah akhlak 
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PERUBAHAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Dian Tri Wibawani; Bambang Budi Wiyono; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.569 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i42019p181

Abstract

Abstract: The purpose study of this is to find: (1) visionary the role of the principal; (2) the principal's strategy; (3) school principal innovations; (4) supporting factors of the principal; (5) inhibiting factors of school principals; and (6) efforts to overcome the inhibiting factors of school principals as leaders of change quality of in improving the education. The case study was chosen because SD Negeri Pandanarum Mojokerto District experienced significant changes over the past four years and became a reference school. Data obtained through interviews, observation, and documentation. Checking data using triangulation and perseverance observation. The conclusions of : (1) the visionary principa role of the l is indicated by the improvement of the curriculum, increasing discipline, and being the driving force / policy maker; (2) head strategy, namely by identifying cases, conducting interviews, creating good relations, and creating an atmosphere towards student awareness; (3) principal innovation, namely with relative advantages and compatibility; (4) Factors supporting school principals come from internal (leadership of school principals and existing infrastructure) and external (government); (5) Obstacles from internal parties, namely lack of: teacher education, community understanding, and teacher shortages; and (6) the principal's efforts to form a curriculum development team, maximize managerial, change management and increase the role of the community.Keywords: visionary role, change leader, school quality Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) peran visioner kepala sekolah  di SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto; (2) strategi kepala sekolah di SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto  ; (3) inovasi kepala sekolah di SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto ; (4) faktor pendukung kepala sekolah di SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto ; (5) faktor penghambat kepala sekolah di SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto ; dan (6) upaya mengatasi faktor penghambat kepala sekolah di SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto . Penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus dipilih karena SD Negeri Pandanarum Kabupaten Mojokerto mengalami perubahan secara signifikan selama empat tahun terakhir dan menjadi sekolah rujukan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan data menggunakan triangulasi dan ketekunan pengamatan. Simpulan penelitian ini yaitu: (1) peran visioner kepala sekolah ditunjukkan dengan adanya perbaikan kurikulum, peningkatan kedisiplinan, dan menjadi motor penggerak/penentu kebijakan; (2) strategi kepala yaitu dengan identifikasi kasus, melakukan wawancara, menciptakan hubungan baik, dan menciptakan suasana ke arah penyadaran siswa; (3) inovasi kepala sekolah yaitu dengan relative advantage dan compatibility; (4) Faktor pendukung kepala sekolah yaitu faktor internal (sarana praarana serta kepemimpinan kepala sekolah) dan faktor eksternalnya adalah (pemerintah); (5) Penghambat dari pihak internal yaitu: kurangnya pendidikan guru, pemahaman masyarakat, dan kekurangan guru; (6) upaya kepala sekolah yaitu membentuk tim pengembang kurikulum, memaksimalkan manajerial, perubahan pengelolaan dan peningkatan peran masyarakat. Kata Kunci: peran visioner, pemimpin perubahan, mutu sekolah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI MAHASISWA MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN Hanto Nugroho; Djum Djum Noor Benty; Juharyanto Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.93 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i12018p117

Abstract

Anam, K. 2006. Hubungan Persepsi dan Minat Berorganisasi dengan Partisipasi Berorganisasi Mahasiswa. Jurnal Manajemen Pendidikan, 19 (1): 61-75.Fajrina, A. D. dan Rosiana, D. 2014. Hubungan Flow dengan Psychological Well-Being Mahasiswa Psikologi Unisba yang Aktif Organisasi. (Online), (http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/psikologi/article/dowload/1292/pdf), diakses pada 11 Januari 2017.Hamalik, O. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tahun 2017 tentang Struktur Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2017. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan UM.Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang Nomor 13/Kep/UN32/KM/2012 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan Universitas Negeri Malang. 2012. (Online), (http://kemahasiswaan.um.ac.id/wp-content/uploads/2013/05/SK-ORMAWA-2012-Final-TDD-File-Rektor.rtf), diakses 22 Februari 2016.Robbins, S. P. 1994. Teori Organisasi: Struktur, Desain & Aplikasi. Terjemahan Jusuf Udaya. Jakarta: Arcan.Robbins, S. P. dan Timothy, A. J. 2008. Perilaku Organisasi. Terjemahan Diana Angelica. Jakarta: Salemba Empat.Sardiman, A. M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.Setyadin, B. 2005. Modul 2a Reduksi Data Melalui Analisis Faktor Eksploratori. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.Setyadin, B. 2005. Modul I: Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.Shaleh, A. R. 2008. Psikologi: Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Thobroni, M. dan Mustofa, A. Belajar dan Pembelajaran: Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2013. Bandung: Citra Umbara.Wiyono, B. B. 2007. Metodologi Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Action Research) (Burhannuddin, Ed.). Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
HUBUNGAN KEEFEKTIFAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DENGAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN SMKN DI KOTA MALANG Mutya Alfarina; Djum Djum Noor Benty; Desi Eri Kusumaningrum
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.12 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i32019p98

Abstract

Abstract: the goal of this research was to know: (1) the level effectiveness of teachers’ coaching events in all vocational high schools in Malang City; (2) the effective level of sustainable professionalism at vocational high schools Malang City; (3) the level teachers’ teaching performance at vocational high schools Malang City; (4) the correlation between coaching and teachers’ teaching performance at vocational high schools Malang City; (5) the correlation between development of sustainable professionalism and teachers’ teaching performance at vocational high schools Malang City; and (6) the correlation between coaching and development of sustainable professionalism with teachers’ teaching performance at vocational high schools. This research used quantitative approach with using correlational descriptive design. Based on analysis data, there were six conclusions as followed: (1) the level effectiveness of teachers’ coaching in all vocational high schools in Malang City was in moderate category; (2) the level effectiveness development of sustainable professionalism (DSP) in all vocational high schools in Malang City was in low category; (3) the level of teachers’ performance for learning in all vocational high schools in Malang City was high category; (4) there was no relationship significantly between effectiveness of coaching and using teachers’ performance in all vocational high schools in Malang City; (5) there was low relationship between development of sustainable professionalism and teachers’ performance for learning development of sustainable professionalism in all vocational high schools in Malang City; and (6) there was low relationship coaching and development of sustainable professionalism using teachers’ performance for learning. Keyword: Coaching; development of sustainable professionalism; teachers’ teaching performance Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) tingkat keefektifan kegiatan pembinaan guru SMKN di Kota Malang; (2) tingkat keefektifan kegiatan pengembangan profesi guru berkelanjutan SMKN di Kota Malang; (3) tingkat kinerja guru dalam pembelajaran SMKN di Kota Malang; (4) hubungan antara keefektifan pembinaan dan kinerja guru dalam pembelajaraan SMKN di Kota Malang; (5) hubungan antara pengembangan keprofesian berkelanjutan dan kinerja guru dalam pembelajaran SMKN di Kota Malang; dan (6) hubungan keefektifan pembinaan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan kinerja guru dalam pembelajaran SMKN di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian bersifat deskriptif korelasional. Kesimpulan dari penelitian adalah: (1) tingkat keefektifan pembinaan guru SMKN di Kota Malang masuk dalam tingkatan kategori sedang; (2) tingkat keefektifan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru SMKN di Kota Malang masuk dalam tingkatan kategori rendah; (3) tingkat kinerja guru dalam pembelajaran SMKN di Kota Malang masuk dalam tingkatan kategori tinggi; (4) tidak ada hubungan yang signifikan antara keefektifan pembinaan dengan kinerja guru SMKN di Kota Malang; (5) ada hubungan rendah antara pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dengan kinerja guru dalam pembelajaran SMKN di Kota Malang; dan (6) ada hubungan sangat rendah keefektifan pembinaan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dengan kinerja guru dalam pembelajaran. Kata Kunci: pembinaan; pengembangan keprofesian berkelanjutan; kinerja guru dalam pembelajaran
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN UNIT BISNIS CENTER TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA Dita Putri Cahyani; Bambang Budi Wiyono; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.731 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p110

Abstract

Abstrak: This study aims to find out: (1) variable description of (a) entrepreneurship education, (b) fieldwork practices of the Business Center units, and (c) entrepreneurial interests, (2) positive and significant influence of education entrepreneurship on entrepreneurial interest, (3) there is a positive and significant influence of fieldwork practices in the business center unit on entrepreneurial interest, (4) as well as a positive and significant influence on entrepreneurship education and business center fieldwork practices on entrepreneurial interest. This research uses a quantitative approach with descriptive analysis and hypothesis testing. The result of study: (1) showed that there was a significant positive effect between entrepreneurship education on the entrepreneurial interest of OTKP and XK grade students in Accounting, (2) There is a significant positive effect between the work practices of the business center business units, and (3) Simultaneously there is a positive and significant influence of entrepreneurship education and fieldwork practices in the business center units on entrepreneurial interest. keywords: entrepreneurship education, fieldwork practices, interest in entrepreneurship Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi variabel tentang (a) pendidikan kewirausahaan, (b) praktik kerja lapangan Unit Bisnis Center, dan (c) minat berwirausaha, (2) adanya pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, (3) adanya pengaruh positif dan signifikan praktik kerja lapangan di unit bisnis center terhadap minat berwirausaha, (4) serta adanya pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan dan praktik kerja lapangan unit bisnis center terhadap minat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan uji hipotesis. Hasil Penelitian menujukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI OTKP dan Akuntansi. Ada pengaruh positif yang signifikan antara praktik kerja lapangan unit bisnis center terhadap minat berwirausaha. Secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan dan praktik kerja lapangan di unit bisnis center terhadap minat berwirausaha. kata kunci : pendidikan kewirausahaan, praktik kerja lapangan, minat berwirausaha
MANAJEMEN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI DAERAH TERTINGGAL Agus Gus Yanto; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.868 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i12020p72

Abstract

Abstrak: Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) pelaksanaan program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya / solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu K13 dan KTSP, (2) Pelaksanaan program pembelajaran secara administratif menggunakan dua kurikulum yaitu K13 dan KTSP. Namun karena kondisi sekolah yang baik kondisi fasilitas dan prasanan serta kondisi siswa sehingga proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (6) Upaya / solusi mengenai faktor penghambat belajar merupakan dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan belajar yang bergantung pada sumber hambatannya. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menghadapi kekurangan sarana dan prasarana adalah dengan meminta bantuan lebih lanjut kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Keywords: management, learning, elementary school, disadvantaged remote area Abstrak: Penelitian ini bertjuan mendeskripsikan; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) implementasi program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya/solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Simpulan penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu K13 dan KTSP, (2) implementasi program pembelajaran secara administrasi menggunakan dua kurikulum yaitu K13 dan KTSP. Akan tetapi karena kondisi sekolah baik dari faktor kondisi sarana dan prasanan dan juga faktor Keadaan siswa sehingga pada proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (3) evaluasi program pembelajaran yang dilakukan guru ada dua jenis evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi sumatif yang mana dimaksudkan evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk menentukan hasil dan perkembangan atau kemajuan belajar siswa, dan juga selain evaluasi sumatif guru juga menggunakan evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan mengajar, (4) faktor pendukung pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (5) faktor penghambat  pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (6) upaya/ solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran ada dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan pembelajaran yaitu tergantung dari sumber hambatan. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menangani kekurangan sarana dan prasarana yaitu dengan meminta bantuan lebih kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Kata kunci : manajemen, pembelajaran, sekolah dasar, daerah tertinggal
SISTEM PENGASUHAN DALAM KURIKULUM KHUSUS SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER DI SMA BERBASIS KETARUNAAN Nisa Rahma Danti; Djum Djum Noor Benty; Ahmad Nurabadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.844 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i42019p232

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to provide information about parenting systems in high school based on comprehension. This research uses a qualitative approach with case studies. Data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The process of data analysis using the data analysis process model Miles and Huberman. The results of this study: (1) the care system has three programs developed, namely, study night, self-habituation in the dormitory, physical fitness; (2) character formation stage through parenting consists of three stages, namely, the stage of formation, development and stabilization that is adjusted based on the level; (3) the main characters formed in the care system include, the character of discipline, love for the homeland and nation, tanggon, tough, trengginas, independent, superior, religious; (4) obstacles are found regarding the imbalance of numbers between caregivers and students, and permits that are still not effective; (5) completed by cooperating with each other and coordinating between caregivers and boarding management.Keywords: parenting system, character building, cadets school.  Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai sistem pengasuhan di SMA berbasis ketarunaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dengan menggunakan proses analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini: (1) sistem pengasuhan mempunyai tiga program yang dikembangkan yaitu, study night, pembiasaan diri di asrama, kesamaptaan jasmani; (2) tahap pembentukan karakter melalui pengasuhan tertiri dari tiga tahap yaitu, tahap pembentukan, pengembangan dan pemantapan yang disesuaikan berdasarkan jenjangnya; (3) karakter utama yang dibentuk dalam sistem pengasuhan antara lain yaitu, karakter kedisiplinan, cinta tanah air dan bangsa, tanggon, tangguh, trengginas, mandiri, unggul, religius; (4) ditemukan hambatan mengenai belum seimbangnya jumlah antara pengasuh dengan peserta didik, serta perizinan yang masih belum efektif; (5) diselesaikan dengan saling bekerjasama dan berkoordinasi antara pengasuh dengan pihak manajemen asrama.Kata kunci: sistem pengasuhan, pembentukan karakter, sekolah berbasis ketarunaan. 
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA Indah Ratnawati; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.59 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i32018p284

Abstract

Abstract: Management is the process of utilizing all resources in order to achieve the goals set. The management process includes: planning, organizing, implementation, and supervision. the substance of management that exist in educational institutions and become an important focus in the world of education are learners. the purpose of this study is to explain the character education management of learners through extracurricular activities scouting in SMPN 1 Bandung, Tulungagung. This research uses qualitative approach with descriptive method. data collection methods used in the form of observation, interviews, and documentation. SMPN 1 Bandung, Tulungagung character education in all areas of activity including extracurricular activities scout. Keywords: management, character education, extracurricular scout. Abstrak: Manajemen adalah proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun proses manajemen meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Substasnsi manajemen yang ada pada lembaga pendidikan dan menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan yakni peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menjelaskan manajemen pendidikan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di SMPN 1 Bandung, Tulungagung. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. SMPN 1 Bandung, Tulungagung pendidikan karakter di semua bidang kegiatan termasuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kata Kunci: manajemen, pendidikan karakter, ekstrakurikuler pramuka.
BUDAYA SEKOLAH BERBASIS KETARUNAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Widyaning Rachmawati; Djum Djum Noor Benty; Raden Bambang Sumarsono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.711 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i42018p410

Abstract

Abstract: the purpose of this research to describe: (1) the form of culture, (2) cultural excellence, (3) the process formation of student character, (4) supporting factors of cultural implementation, (5) inhibiting factors of cultural implementation and (6) solutions made in overcome the barriers of “ketarunaan” based culturein forming student character. This study uses a qualitative approach, with a case study research at SMK Negeri 13 Malang. Data collection uses interview, observation, and documentation techniques. In analyzing data, the techniques used are reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study are: (1) the form of “ketarunaan” culture consists of akamedic culture, social culture and democratic culture; (2) cultural excellence includes benefits obtained by internal and external parties; (3) the process of character building takes place through the implementation of school culture accompanied by elements of supporting the implementation of culture; and (4) supporting factors, inhibiting factors and solutions made in overcoming obstacles to the implementation of school-based learning culture which consists of internal and external parties.Key-Words: school culture, “ketarunaan”, students character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk budaya, (2) keunggulan budaya, (3) proses pembentukan karakter peserta didik, (4) faktor pendukung pelaksanaan budaya, (5) faktor penghambat pelaksanaan budaya dan (6) solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan racangan penelitian studi kasus di SMK Negeri 13 Malang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, teknik yang digunakan yaitu reduksi, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) bentuk budaya sekolah berbasis ketarunaan terdiri dari budaya akademik, budaya sosial dan budaya demokratis; (2) keunggulan budaya meliputi keuntungan yang diperoleh pihak internal dan eksternal; (3) proses pembentukan karakter berlangsung melalui pelaksanaan budaya sekolah disertai dengan elemen penunjang pelaksanaan budaya; dan (4) faktor pendukung, faktor penghambat dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pada pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan terdiri dari pihak internal dan eksternal.Kata Kunci: budaya sekolah, ketarunaan, karakter peserta didik
Co-Authors Abida Ferindistika Putri Achmad Supriyanto Agus Gus Yanto Agus Timan Aisyah, Farhanah Nur Ali Imron Ali Imron Amat Mukhadis Mukhadis Andini, Indri Arifianisa Andini, Khairunnisa Zahro Angga Kurniawan Anggelia, Evana Anilamsari, Hernika Dwi Anindya Hapsari Argadinata, Hasan Ari Mufidah Agustiningsih Arum, Dora Sekar Asep Sunandar Athalla Nauval Bhayangkara Aulia, Erend Meiva Azzahra, Khoirina Najwa Bambang Budi Wiyono Bhayangkara, Athalla Nauval Burhannuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Chusnah, Fika Nisfi Lailatul Daniswara, Farras Putra Penangsang Desi Eri Kusumaningrum Destawati, Diva Rahma Dian Tri Wibawani Dianti, Firda Hana Dika Novita Sari Dika Novita Sari Dita Putri Cahyani Dwi Mubarika, Felisa Dwi Wahyu Indrawanto Farida Nuraini fernanda rahmadika putra Fia Nurmaya, Elyya Putri Firda Dwi Pratiwi Firda Dwi Pratiwi Frizkania Lutfi Annisa Fira Handini, Diah Sri Hanto Nugroho Herfanda, Fitri Salwa Icca Nabilah Nisa Imam Gunawan, Imam Indah Ratnawati Indrawanto, Dwi Wahyu Intan Kurnia Sari, Intan Kurnia Iqbal Ramadhan, Iqbal Izati, Devina Nur Juharyanto Juharyanto Kartika Kartika Latif, Intan Syafii’ul Lestari, Amelia Dwi Lestari, Citra Olivia Lim Kim Hui Lim Kim Hui Lim Kim Hui Lisah, Lisah Lutfiah, Lailatul Mahdiyyah, Hanun Nabilah Maisyaroh Maulana Amirul Adha Mazaya, Dinda Pramaysella Mery Dwi Rohmawati Mubarika, Felisa Dwi Mustiningsih Mutya Alfarina Nisa Rahma Danti Nunung Nurjanah Nur Amaliyah Hanum Nur Safitri, Dyah Ardini Nurabadi, Ahmad Nurul Mustabsyiroh Nurul Ulfatin Nur’aini, Ifa Aprilia Purbaningrum, Hasna Dwi Purwanto, Moch. Haris Putra Suyani, Fa’is Alvian Putra, Agustinus Hermino Suprema Raden Bambang Sumarsono Ramadhani, Fadillah Putra Penangsang Revanda, Khansa Aulia Rochmawati, Rochmawati Salsabila, Hanifah Saputra, Bagus Rachmad Saputra, Fazly Dana Sari Oktavia Ningsih Sari Oktavia Ningsih Sasi Maulina Satria, Sri Wahyuni Eka Septyani, Fiona Dwi Simamora, Fivenella Gunarti Sinaga, Tiodorus Sultoni Sultoni, Sultoni Sunarni Sunarni Sunarni Syaharani, Joanicha Ayunda Ubaidilah, Aan Fardani Valdez, Anabelie Villa Wardani, Adetya Dewi Widyaning Rachmawati Wildan Zulkarnain, Wildan Yusuf Sobri, Ahmad