Claim Missing Document
Check
Articles

The Development of Investigative Learning Materials Using Computer Assisted Instruction in the Topic of Reflection for Grade VII Yosep Dwi Kristanto; Siti Maghfirotun Amin; Siti Khabibah
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Vol. 1, No. 2, July 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v1i2.4828

Abstract

Despite its importance, there are still many problems encountered in the learning of the topic of reflection in school. One of the solutions for these problems is the implementation of learning approaches that fit the modern curricula and the development of good quality instructional materials. Therefore, the aim of this study was to describe the quality of investigative instructional material with computer assisted instruction for the topic of reflection in Grade VII. The result of the analysis suggested that the investigative instructional material for the topic of reflection in Grade 7 is of good quality because it fulfills the following criteria: (1) the teacher was capable to manage the lesson well, (2) the students were actively involved during the lesson, (3) the students gave positive response to the instructional material, (4) the achievement test is valid, reliable, and sensitive; and (5) the validator claimed that the developed instructional material is valid.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Kuperan dan Baperan Untuk Pembelajaran Number Sense Mustika Kurniasari; Siti Maghfirotun Amin; Wiryanto Wiryanto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.19862

Abstract

Penggunaan media pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) dimaksudkan agar siswa dapat mempelajari matematika yang obyeknya abstrak dengan menggunakan pendekatan atau benda yang konkrit. Di sisi lain, kemampuan pemahaman bilangan dan penggunannya atau biasa dikenal sebagai number sense bagi siswa SD merupakan landasan penting bagi kesuksesannya belajar dimasa depan. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan media pembelajaran “Saku Operasi Bilangan Bulat (KUPERAN)” dan “Batang Operasi Bilangan Bulat (BAPERAN)” untuk pembelajaran number sense. Tujuan yang hendak dicapai adalah terbangunnya media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran number sense yang memenuhi kriteria media berkualitas yakni valid, praktis, dan efektif. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Hasil yang diperoleh yakni dapat dibangun media pembelajaran KUPERAN dan BAPERAN yang valid (berdasarkan hasil validasi), praktis (berdasarkan hasil penerapan pada tahap ujicoba), dan efektif (berdasarkan capaian pada proses dan hasil pembelajaran) dalam pembelajaran number sense pada materi operasi hitung bilangan bulat.
Profil Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Memecahkan Teorema Bulan Sabit Hippocrates sebagai Masalah Ill-Structure Abd. Kadir Jaelani; Siti Maghfirotun Amin; Abadi Abadi
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i1.24203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis mahasiswa pendidikan matematika dalam memecahkan teorema bulan sabit hippocrates sebagai masalah ill-structured berdasarkan kemampuan matematika. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika berkemampuan matematika tinggi dan berkemampuan matematika sedang, yang telah dinyatakan lulus mata kuliah geometri, serta mencapai nilai tes kemampuan matematika. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti, tes pemecahan masalah Ill-Structured (teorema bulan sabit hippocrates) dan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh ahli. Peneltian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh divalidasi, kemudian dianalisis dengan langkah-langkah reduksi, penyajian data, kategorisasi, penafsiran, dan penyimpulan. Proses analisis data ini didasarkan atas kombinasi dari langkah-langkah pemecahan masalah ill-structured dengan tahapan berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Hasil dari kombinasi tahapan tersebut diperoleh tahapan pemecahan masalah ill-structured yang kemudian dikaitkan kembali dengan tahapan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pencapaian tahapan berpikir kritis dalam memecahkan masalah ill-structured antara subjek mahasiswa berkemampuan matematika tinggi dan mahasiswa berkemampuan matematika sedang, keduanya melakukan proses berpikir kritis dalam memecahkan masalah ill-structured berdasarkan enam tahap pemecahan masalah ill-structured, yaitu  analyze, browse, create, decision-making, evaluate dan list yang didasarkan kepada keterampilan berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, kesimpulan, evaluasi, penjelasan, dan pengaturan diri.
Motivation Cards to Support Students' Understanding on Fraction Division Kamirsyah Wahyu; Siti Maghfirotun Amin; Agung Lukito
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 1 No. 1, March 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.751 KB) | DOI: 10.12928/ijeme.v1i1.5760

Abstract

This design research aims to develop a learning activity which supports the fifth-grade students to understand measurement fraction division problems (A whole number divided by a fraction that result in a whole number answer) conceptually. Furthermore, how students solve the fraction division problem using models is also analyzed. Data for the retrospective analysis is collected through two teaching experiments in the form of students' work, field notes, and some part of classroom discussions. The important findings in this research are: 1) the developed learning activity namely Motivation Cards support students understand that 3 divided by one-half means how many one-half are in 3 through models. However, when the divisor is not a unit fraction they could not directly relate the unshaded part in area model for example. 2) area model is proper model to be firstly introduced when the students work on fraction division. 3) understanding this kind of fraction division help students understand other measurement fraction division where both divisor and dividend are fractions. 4) the learning activity supports the development of character values for students.
Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Evy Novia Nanda Artama; Siti Maghfirotun Amin; Tatag Yuli Eko Siswono
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN SAINS Vol. 4 No. 1 (2020): Vol. 4, No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppms.v4n1.p34-40

Abstract

Abstrak ” Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilaksanakan pada Kelas VIII SMPN 3 Sidoarjo Semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020 dengan sampel penelitian pada kelas VIII-B dan kelas VIII-C dilakukan menggunakan teknik simple random sample. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana, kemudian dilakukan uji asumsi klasik. Untuk mengetahui pengaruh antar variabel dilakukan analisis regresi linier sederhana. Aplikasi SPSS versi 26 digunakan untuk membantu peneliti melakukan perhitungan. Untuk mengetahui model regresi baik atau tidak menurut BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) dilakukan uji asumsi klasik. Instrumen yang digunakan berupa survey kecemasan matematika dan tes hasil belajar matematika. Dari hasil perhitungan mendapatkan persamaan sebagai berikut Y = 143,748−0,965X. Koefisien persamaan regresi memiliki nilai negatif artinya kecemasan matematika memiliki hubungan negatif terhadap hasil belajar matematika. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,741 yang berarti mempunyai hubungan yang sangat rendah dan signifikan antara kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika. Koefisien determinasi sebesar 0,548 artinya kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika memiliki pengaruh sebesar 54,8%. Dari hasil uji asumsi klasik didapatkan bahwa hasil persamaan regresi linier, homoskedasitas, nonautokorelasi, nonmultikorelasi dan normalitas. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kecemasan matematika memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap hasil belajar matematika. Semakin tinggi kecemasan matematika akan berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar matematika siswa dan semakin rendah kecemasan matematika akan berpengaruh terhadap tingginya hasil belajar matematika siswa.Kata kunci: Kecemasan matematika, hasil belajar matematika Abstract ” This study aims to determine the effect of mathematics anxiety on student mathematics learning outcomes. This research was conducted in Class VIII of SMPN 3 Sidoarjo Even Semester Academic Year 2019/2020 with research samples in class VIII-B and class VIII-C conducted with simple random sample technique. This research is included in quantitative research using simple linier regression analysis, then performed a classic assumption test. To determine the effect between variables, a simple linier regression analysis was performed. SPSS application version 26 is used to help researchers make conclusion. To determine whether the regression model is good or not according to BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) classic assumption test is performed. The instrument used were mathematics anxiety survey and mathematics learning achievement test. From the calculation result get the following equation Y = 143,748−0,965X. The regression equation coefficient has a negative value meaning that mathematics anxiety has a negative relationship with the learning outcomes of mathematics. The correlation coefficient value is -0,741 which means it has a very low and significant relationship between mathematics anxiety and mathematics learning outcomes. The coefficient of determine of 0,548 means that mathematics learning outcomes has an effect of 54,8%. From the results of the classic assumption test it was found that the result of the linier regression equation, homoscedastic, non-autocorrelation, non-multicorrelation and normality. From the analysis it can be concluded that mathematics anxiety has a significant negative affect on mathematics anxiety will affect the low student mathematics learning outcomes and the lower mathematics anxiety will affect the higher student mathematics learning outcomes.Keywords: Mathematics anxiety, mathematics learning outcomes
A Learning Trajectory of Indonesian 12-years Old Students Understanding of Division of Fractions Achmad Nizar; Siti Maghfirotun Amin; Agung Lukito
Southeast Asian Mathematics Education Journal Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.595 KB) | DOI: 10.46517/seamej.v7i2.52

Abstract

The purpose of this study was to describe mathematical hands-on activities that can support students to gain better understanding of dividing fractions. This preliminary research phase was started by testing, analyzing, and refining the initial hypothetical learning trajectory (HLT), then in the pilot experimental phase the revised HLT was implemented, and ended with the teaching experimental phase by developing a learning trajectory for 12-year old students in understanding division of fractions. In developing the trajectory, a design research methodology was employed by using four contextual-based learning series (sharing biscuit, sharing remaining chocolate bar, arranging bedroom mats, and running around school yard), including providing some concrete materials or pictorial models as manipulative tools. Seven mathematics experts and twenty five 12-year old students were involved during the research. The four designed learning goals were determining the quotient of division of integer by proper fraction, proper fraction by integer, two proper fractions, and two fractions. Students succeeded in demonstrating their understanding and stated that 16:1/2 = 32; 25/36:5 = 5/36; 24/64:1/2 = 6/8; and 15/2:3/4 = 10 respectively at the end of each designed activity. The interesting results of this study are not a proof, so that a much larger study is needed to determine if the results are due to this approach or due to the teachers’ enthusiasm or what is known as the Hawthorne Effect.
Developing creative-problem-solving-based student worksheets for transformation geometry course Febriana Kristanti; Chusnal Ainy; Shoffan Shoffa; Siti Khabibah; Siti Maghfirotun Amin
International Journal on Teaching and Learning Mathematics Vol 1, No 1 (2018): June (This issue published papers with authors/co-authors from 7 universities/in
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijtlm.v1i1.5581

Abstract

Students’ reasoning ability in understanding the concepts in the Transformation Geometry course is still low. One of the causes is that there are no teaching materials, namely Student Worksheets that provide opportunities for students to be actively involved in creative learning processes; as a result, their reasoning skills are not well crafted. Therefore, it is necessary to develop a Student Worksheet that can strengthen students’ creative techniques and reasoning. The purpose of this study was to determine the feasibility of Student Worksheet products in terms of validity, practicality, and effectiveness. This research is an ADDIE development research whose stages comprise analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments used in this study were validation sheets, student response questionnaires, learning outcomes, and learning implementation observation sheets. The results of this study were Creative Problem Solving (CPS) based Student Worksheet products in Geometry Transformation courses, and Student Worksheet eligibility, declared feasible in terms of (a) Validity; the worksheet validation results were in the very good category (4.36) (b) Practicality; the results of student response questionnaires to Student Worksheets were in a good category (31.16), and (c) effectiveness; the results of the test of student learning outcomes were in a good category (72%).
BERPIKIR RELASIONAL: PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA Malikatun Ngilman Nafiah; Siti Maghfirotun Amin; Endah Budi Rahaju
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.551 KB)

Abstract

Berpikir relasional adalah aktivitas mental yang ditandai dengan membangun keterkaitan antara unsur-unsur informasi yang diberikan dan konsep matematika yang dimiliki sebelumnya untuk memecahkan masalah matematika. Menurut Patkin & Plaksin terdapat tiga karakteristik berpikir relasional, yaitu: generating insights (interpretations) atau membangun pemahaman (penafsiran), asking questions and presenting hypotheses atau mengajukan pertanyaan dan merumuskan hipotesis, dan generalization through an inductive process atau generalisasi melalui proses induktif. Pada saat melakukan proses berpikir relasional dalam memecahkan masalah geometri, setiap siswa mempunyai cara yang berbeda dalam memroses informasi yang diberikan. Cara yang dilakukan siswa dalam menyerap, mengolah, dan mengatur informasi disebut gaya belajar. Gaya belajar berdasarkan pada modalitas sensori terdiri dari tiga, yaitu: visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatitf dengan penjelasan secara deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir relasional siswa bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam memecahkan masalah geometri. Pemilihan subjek penelitian diawali dengan memberikan angket gaya belajar dan tes pemecahan masalah geometri (TPMG). Subjek penelitian yang dipilih adalah 3 siswa yang memiliki gaya belajar berbeda, kemampuan matematika setara, dan jenis kelamin sama yaitu perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan TPMG serta wawancara berbasis tugas kepada masing-masing subjek. Data penelitian yang dihasikan berupa hasil penyelesaian TPMG dan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, pada karakteristik generalization through an inductive process atau generalisasi melalui proses induktif, subjek visual, auditori, dan kinestetik memiliki persamaan. Semua subjek dapat membuat suatu generalisasi melalui proses induksi yang ditunjukkan dengan membuat kesimpulan mengenai hubungan antara diameter lingkaran dengan panjang selimut tabung dengan menggunakan bahasa mereka masing-masing. Pada karakteristik generating insights (interpretations) atau membangun pemahaman (penafsiran), subjek visual menghasilkan pemahaman dengan menggabungkan analisis analitik dan visualisasi. Pemahaman yang dihasilkan pada TPMG adalah mengenai pengeluaran terendah untuk membeli kertas karton. Pemahaman tersebut diperoleh dari analisis analitik yaitu penghitungan/kalkulasi panjang selimut tabung melalui keliling lingkaran dan visualisasi yaitu menggambarkan sketsa ukuran kertas yang diperlukan pada kertas millimeter block dengan skala tertentu. Sedangkan subjek auditori dan subjek kinestetik, analisis analitik yang dilakukan meliputi menghitung keliling lingkaran, luas alas (lingkaran), dan luas selimut tabung. Selain itu, subjek auditori dan subjek kinestetik tidak menggambarkan sketsa ukuran kertas yang diperlukan pada kertas millimeter block. Pada karakteristik asking questions and presenting hypotheses atau mengajukan pertanyaan dan merumuskan hipotesis, perbedaan terjadi pada merumuskan hipotesis. Subjek auditori dan subjek kinestetik menyebutkan bahwa untuk menyelesaikan TPMG memerlukan total luas alas dan luas selimut tabung, berbeda dengan subjek visual yang menyebutkan bahwa untuk menyelesaikan TPMG cukup dengan menentukan panjang dan lebar lingkaran yang dapat diperoleh dari diameternya dan panjang dan lebar selimut tabung yang dapat diperoleh dari tinggi tabung dan keliling lingkaran.
Analisis Faktor-Faktor yang Menghambat Belajar Membaca Permulaan Pada Siswa Sekolah Dasar Novita Dian Dwi Lestari; Muslimin Ibrahim; Siti Maghfirotun Amin; Suharmono Kasiyun
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1278

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan yang dihadapi siswa Kelas I di SDN Sawohan 1 Buduran Sidoarjo yang menghambat belajar membaca permulaan. Penelitian ini termasuk penelitian observasional. Teknik pengumpulan data, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif setelah terlebih dahulu direduksi (data reduction), dan diuji keabsaannya melalui uji kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kesulitan yang dihadapi siswa Kelas I SDN Sawohan 1 Buduran Sidoarjo yang berpotensi menghambat belajar membaca permulaan adalah sebagai berikut: 1) siswa sulit membaca abjad dengan lafal yang tepat, siswa sulit menunjukkan dan menyebutkan huruf vokal, siswa sulit menunjukkan dan menyebutkan huruf konsonan, siswa sulit menyebutkan beberapa bunyi gabungan huruf vokal dan konsonan, siswa sulit mengeja suku kata yang diinstruksikan, 2) faktor–faktor yang menghambat Siswa dalam Kesulitan Membaca Permulaan pada siswa Kelas I SDN Sawohan 1 Buduran Sidoarjo adalah faktor intelektual, faktor fisiologis, faktor lingkungan termasuk orang tua, dan faktor psikologis. Solusinya orang tua harus benar-benar mendampingi anak-anaknya pada saat belajar serta guru berinovasi dalam pembelajaran seperti menggunakan media dan metode yang cocok untuk belajar membaca permulaan
Keefektifan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa di Sekolah Dasar Fadhilah Lailatul Maghfiroh; Siti Maghfirotun Amin; Muslimin Ibrahim; Sri Hartatik
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1341

Abstract

PMRI merupakan pendekatan yang mengarahkan siswa dalam menemukan sendiri konsep pemecahan masalah matematika dan mengaplikasikan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum konsep tersebut berkaitan dengan kemampuan literasi numerasi yang dimiliki oleh siswa. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlaksanaan proses pembelajaran dan keefektifan pendekatan PMRI terhadap kemampuan literasi numerasi siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat di UPT SDN 106 Gresik. Jenis penelitian yaitu pre experimental designs dengan bentuk penelitian one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan soal pretest-posttest, observasi dan angket. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa pendekatan PMRI efektif untuk digunakan. Hal ini sesuai dengan nilai rata-rata N-gain kemampuan literasi numerasi siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat diperoleh sebesar 0,594155 berada dalam kategori sedang yaitu pada kisaran 0,30 - 0,70. Sedangkan, hasil obervasi keterlaksanaan guru dalam proses pembelajaran mulai pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup sudah terlaksana dengan baik
Co-Authors 'Aini, Siti Azzah Nur Abadi Abadi Abd. Kadir Jaelani Abdul Talib Bin Bon Achmad Nizar Afib Rulyansah Agung Lukito Agung Lukito AGUNG LUKITO Agung Lukito Agus nur fuad Ahmad Wachidul Kohar Alfath Famela Rokhim Aliya, Nafisatul Amaliya Sidikiyah Aminuyati Anggraeni, Astutik Anggraini, Astutik Anisah APRI PUSPITASARI, RICKE Asmawarni Astutik Anggraini Candra Mahardika CAROLINA SAVITRI, INTAN Chusnal Ainy Cut Khairunnisak Darin Fouryza Dede de Haan Destina Wahyu Winarti DIAN WIDIASTUTI, ATIK Djazilan, Sukron Dwi Juniati Eka Darmadi, Aditya Elfrida Ratnawati Elly Matul Imah Endah Budi Rahaju Evangelista Lus Windyana Palupi Evy Novia Nanda Artama Fadhilah Lailatul Maghfiroh faot, maria margaretha Fathoni Fathoni FAUZUL ADHIM, BIMA Febriana Kristanti, Febriana Fiangga, Shofan Fifi Khoirul Fitriyah Fitriani Rafikasari Frans Van Gallen fuad, Agus nur Gaenti Debiramasari Hadi Prawiro Handayani, Sri Hasanah, Munawaratul Herfa Maulina Dewi Soewardini Hery Setiawan I Ketut Budayasa Idayati, Nurul Indrati, Joeli Itsna Syahadatud Dinuriyah KAMILINA, ILMA Kamirsyah Wahyu Kamirsyah Wahyu, Kamirsyah Kasiyun, Suharmono Khumairoh, Binta Lailah, Zianatul Lathiful Anwar Lestari, Novita Dian Dwi Lestariningsih Lestariningsih Maghfiroh, Fadhilah Lailatul Malikatun Ngilman Nafiah Mariana, Risa Moch Lutfianto Muawanah Muawanah mufarrohah, sofiyatul Muhammad Sukron Djazilan MULYANI BM, SRI MUSLIMIN IBRAHIM Mustaji Mustaji Mustaji Mustaji, Mustaji Mustika Kurniasari Mustofa Mustofa Nafi'ah, Nafi'ah Nafiah Nafiah Nafiah Nafiah Nafiah, Nafiah Nafi’ah, Umi Neni Mariana Niken Wahyu Utami NILA DWI SUSANTI Nila lailatul Khoiro Noor Iffa, Siti Novita Dian Dwi Lestari Nur Indah Sylvia Nur Yum Saidah Nurhayati Nurhayati Nurvaida, Devi Patmaniar Patmaniar, Patmaniar Pawestri, Dwi Almy Pradnyo Wijayanti Prastiwi, Hangrainy Prawiro, Hadi Prihastuti, Haning Rachmaniah Mirza Hariastuti Raden Sulaiman RADEN SULAIMAN Rafikasari, Fitriani Rahmawati, Dwi Putri RENI PUJI ASTUTI, EKA Robiatul Adawiyah Robiatul Adawiyah Rofiatul Jannah ROHIM, NURUR Rooselyna Ekawati ROSSY KIRANA PRASTITI, ANDIKA Saidah, Nur Yum Saputri, Adinda Rizky Eka Septi Triyani Shoffan Shoffa Siti Khabibah Siti Khabibah Siti Nur Affiyah Siti Ulfia Soviana, Ana Sri Hartatik Sri Hartatik Sri Hartatik Suhartono Suhartono Susanto, Rudi Umar Tatag Yuli Eko Siswono UMMAH, ROCHMATUL Wahyu, Kamirsyah Wiryanto Wiryanto Yosep Dwi Kristanto YUSUF FUAD Zianatul Lailah Zuhroh, Salasatus