Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Fisika Serta Kontribusinya Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kabupaten Jembrana N. Sundoro Katili; Wayan Sadia; Ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.957 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan intensitas penggunaan laboratorium fisika serta kontribusinya terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum, pengelola laboratorium, guru, dan siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Data sarana, kompetensi kepala laboratorium serta intensitas penggunaan laboratorium dikumpul menggunakan kuesioner,data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes essay dengan reliabilitas 0,82. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis terhadap bahan dan alat ukur dasar serta fasilitas alat percobaan menunjukkan secara umum belum memenuhi standar minimal sesuai Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana, kompetensi kepala laboratorium dalam hal kepribadian sudah dalam kualifikasi baik, sedangkan kompetensi sosial, manajerial, serta profesional masih dalam kualifikasi kurang.Tenaga teknisi laboran belum tersedia, used factor alat hanya 12,08% (sangat kurang), dan data rata-rata hasil belajar siswa 34,4 dalam kualifikasi kurang.   Kata Kunci: Sarana Laboratorium, Intensitas Penggunaan, dan Hasil Belajar Siswa     ABSTRACT     The purpose of this research is to analyze the properties and the intensity usage of physics laboratory, and its contribution toward the learning outcomes of Senior High School Students in Jembrana regency. This research is  an descriptive. Subject of this research is the principal, vice principal areas of curriculum, laboratory managers, teachers, and students of class XI Science SMAN in Jembrana school year 2012/2013. The data means, head of the laboratory competence and laboratory use intensity collected using questionnaires, student learning outcomes data obtained through the essay test reliability of 0.82. Data were analyzed using descriptive statistics. Based on the analysis of the materials and basic measuring tools and equipment facility experiments showed generally it’s not reached the minimum standard based on the regulation of education national ministry No. 24, year 2007 about the standard equipments and properties, the head laboratory competency in the term of personality has already had good qualification, while in the terms of social competence, management, and professionalism were still less. Laboratory technicians are not yet available, a tool used factor only 12.08% (very less), and the average of students’ learning outcomes was 34.4 (less qualification).     Keywords: Laboratory facility, the use of intensity, and student Learning Outcomes
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BILINGUAL PREVIEW-REVIEW BERBASIS INKUIRI Ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 44 No 1 (2011): April 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.394 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v44i1.132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Model Pembelajaran Bilingual Preview-Review Berbasis Inkuiri 5E Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penelitian diawali dengan need assessment di tiga sekolah RSBI, kemudian diikuti dengan perancangan model, dan uji coba terbatas. Hasil need assessment menunjukkan bahwa untuk pengembangan pembelajaran bilingual teridentifikasi kebutuhan sebagai berikut: (1) silabus dalam bahasa Inggris dan Indonesia; (2) perangkat pembelajaran dalam bahasa Inggris dan Indonesia; (3) guru Fisika yang memiliki kompetensi bahasa Inggris dengan skor TOEFL ≥500; (4) contoh-contoh model pembelajaran bi-lingual; dan (5) guru Fisika yang berkualifikasi S-2 minimal 30%. Menurut penilaian pakar, Model Pembelajaran Bilingual Preview-Review Berbasis Inkuiri 5E Menggunakan TIK sangat layak diimplemetasikan. Sementara itu, uji coba terbatas menunjukkan bahwa rata-rata gain skor ternor-malisasi (g) = 0,7. Ini berarti, model pembelajaran ini sangat efektif dalam meningkatkan pengua-saan siswa terhadap materi pelajaran.Kata-kata Kunci: pembelajaran bilingual preview-review, inkuiri 5E, penguasaan fisika siswa
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Inkuiri dalam Peningkatan Pengusaan Konten dan Penalaran Ilmiah Calon Guru Fisika ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 1 (2010): April 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.48 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i1.1701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kefektivan pembelajaran berbasis inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konten dan penalaran ilmiah mahasiswa calon guru Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pre-test post-test nonequivalen control group Design. Subyek penelitian ini terdiri atas  36 orang mahasiswa kelas eksperimen dan  45 mahasis-wa kelas kontrol. Data tentang penguasaan konten Fisika dan penalaran ilmiah mahasiswa dikum-pulkan dengan tes penguasaan konten Fisika dan tes penalaran ilmiah. Keefektivan pembelajaran inkuiri dilihat dari nilai g factor dan keunggulan pembelajaran inkuiri terhadap pembelajaran tradisional diuji dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata g factor peguasaan konten kelas eksperimen adalah 0,54, sedangkan kelas kontrol adalah 0,33. Uji t menunjukkan nilai t = 7,31 (p<0,05). Rerata g faktor kemampuan penalaran kelas eksperimen adalah 0,57, sedangkan kelompok kontrol adalah 0,42. Uji t untuk perbedaan kedua rerata ini adalah t=0,45 (p<0,05). Bertolak dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa keefektivan pembelajaran berbasis inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konten Fisika dan kemampuan penalaran ilmiah mahasiswa calon guru dalam level sedang. Pembelajaran berbasis inkuiri lebih efektif dalam meningkatkan penguasaan konten Fisika dan kemampuan penalaran mahasiswa calon guru.Kata kunci: Pembelajaran berbasis inkuiri, penguasaan konten, penalaran ilmiah.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN SELF EFFICACY DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA Luh Rumni Oktaria; Ketut Suma; I Gede Aris Gunadi
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20637

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran fisika, (2) mendeskripsikanself-efficacy siswa dalam pembelajaran fisika, (3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, (4) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika dalam pengembangan self-efficacy dan prestasi belajar siswa. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari satu orang guru fisika, sembilan orang siswa kelas X MIPA 2 dan X MIPA 3 di SMA Negeri Bali Mandara. Data strategi pembelajaran diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data self-efficacysiswa dikumpulkan dengan metode wawancara, dokumetasi, dan ditriangulasi dengan kuesioner. Sedangkan data prestasi siswa diperoleh melalui dokumentasi hasil belajar. Analisis data penelitian meliputi beberapa tahap, yaitu redusi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pembelajaran guru fisika di SMA Negeri Bali Mandara adalah strategi pembelajaran inkuiri, (2) self-efficacy siswa dalam pembelajaran fisika di kelas X MIPA SMA Bali Mandara dikategorikan tinggi, (3) terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara materi momentum dan impuls dengan materi gerak harmonik sederhana pada kelas X MIPA 2. Sedangkan, pada kelas X MIPA 3 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa pada materi momentum dan impuls dengan materi gerak harmonik sederhana (4) relevansi strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru fisika sudah dapat mengembangkan self-efficacy, namun untuk prestasi belajar, selain strategi pembelajaran guru, faktor internal siswa juga mempengaruhi prestasi belajar siswa dikelas X MIPA SMA Negeri Bali Mandara.Kata kunci: Self-efficacy, strategi pembelajaran, prestasi belajar
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MIPA SMA DI KABUPATEN BANGLI Ketut Suma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Lesson study merupakan salah model pelatihan guru dalam jabatan. Bertolak dari pikiran ini telah terapkan lesson study untuk meningkatan kompetensi guru Matematika dan IPA di SMA Negeri di kabupaten Bangli. Lesson study ini diikuti oleh 12 orang guru masing-masing 3 orang guru matematika, fisika, dan kimia. Lesson Study dilaksanakan dengan tiga fase yaitu perenvcanaan (plan), pelaksanaan pembelajaran di kelas (do), dan refleksi (see). Keefektifitan Lesson Study diukur dengan (1) keefektifan pembelajaran melalui Lesson Study, (2) respon siswa terhadap pembelajaran, (3) respon guru terhadap dan siswa terhap lesson study.  Hasil implementasi Lesson Study menunjukkan bahwa (1) guru-guru tim Lesson Study dapat menyelenggarakan pembelajaran secara efektif, (2) respon siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan lewat Lesson Study merentang dari cukup positif sampai sangat positif, (3) respon guru terhadap bimbingan teknik dan Lesson Study merentang dari baik sampai sangat baik
PERANAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Ketut Suma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAbad 21 adalah abad yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Di samping membawa dampak positif, perkembangan sains dan teknologi juga telah membawa dampak-dampak negatif. Beberapa dampak negatif perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan ketidakseimbangan ekosistem yang mengancam sistem kehidupan di bumi ini. Efek negatif ini telah membawa gambaran bahwa sains telah dinodai oleh serangkaian aktivitas yang tanpa didasari oleh nilai kemanusiaan telah membawa degradasi lingkungan, konsekwensi sosial serta ancaman bahaya bagi kehidupan. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan iptek dengan lingkungan serta kelestarian sumber daya alam muncullah konsep pembanguan berkelanjutan Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains yang memberi penekanan utama kepada pengajaran nilai-nilai merupakan faktor yang amat penting. Pendidikan sains harus mampu menghasilkan masyarakat berbudaya yang terdiri atas orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas terhadap ide-ide ilmiah dan mengapresiasi nilai-nilai sains. Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains harus dipandang sebagai pengembangan intelektual, pengembangan atribut personal, dan pengembangan nilai-nilai sosial.
E-Modul Pembelajaran IPA Berbasis Isu-Isu Sosial Sains untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Literasi Sosial Peserta Didik Kelas VIII Rosmayuni, Anak Agung Ayu Putri; Suma, Ketut; Suja, I Wayan
Indonesian Journal of Instruction Vol. 5 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/iji.v5i2.81607

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka yang telah berlangsung selama dua tahun menghadapi berbagai masalah. Salah satu masalah utama adalah kesiapan sumber belajar yang dapat mendukung tujuan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik e-modul, validitas, kepraktisan, dan keefektifan e-modul IPA berbasis isu sosial sains dalam meningkatkan literasi sains dan literasi sosial. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Uji efektivitas menggunakan desain pretest -posttest non-equivalent control group design.  Subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen yakni angket validitas ahli, angket kepraktisan, tes literasi sains, dan pedoman observasi literasi sosial. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, e-modul memiliki tingkat validitas isi, bahasa, dan media yang tergolong sangat tinggi. Selain itu, e-modul juga tergolong pada kategori sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa, kebaruan fitur seperti, video interaktif, fill the blank, drag and drop, image hotspot, image pairing, dan rekaman audio pada e-modul IPA berbasis isu sosial sains terbukti efektif meningkatkan literasi sains dan literasi sosial peserta didik. Penelitian ini berimplikasi pada peningkatan kuantitas dan kualitas sumber belajar yang dapat mendukung penerapan Kurikulum Merdeka.
Pengembangan Modul IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing disertai Mind Mapping untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA pada Materi Cahaya dan Alat Optik Amrina, Siti Arofatul; Suma, Ketut; Erlina, Nia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan karakteristik, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing disertai mind mapping pada materi cahaya dan alat optik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahapan define, design, develop, dan disseminate . Subjek dalam penelitian ini melibatkan 2 orang ahli Pendidikan IPA untuk uji validitas, 3 orang guru IPA dan 10 orang siswa untuk uji kepraktisan, 30 orang siswa kelas VIII-G untuk uji efektivitas. Pada uji efektivitas dilaksanakan secara terbatas dengan menggunakan desain One-Shot Case Study. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) modul IPA memiliki karakteristik berupa modul menggunakan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai mind mapping, berisikan petunjuk penggunaan modul, setiap sub materi terdiri atas fitur ayo lakukan, ayo pahami, dan info penting. 2) modul IPA dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil penilaian dari ahli Pendidikan IPA dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 0,94. 3) modul IPA dinyatakan sangat praktis dengan perolehan nilai rata-rata oleh praktisi guru sebesar 4,3 dan praktisi peserta didik sebesar 4,6. 4) modul IPA dinyatakan efektif dengan hasil rata-rata nilai posttest peserta didik sebesar 80,1 dan telah melebihi nilai KKM yaitu 75. Modul dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam membantu proses pembelajaran.
E-Scrapbook: Konstruksi Media Pembelajaran Digital Bermuatan Soal-soal Higher Order Thinking Skills Antara, I Gede Wahyu Suwela; Suma, Ketut; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.47559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran e-scrapbook bermuatan soal-soal berbasis HOTS pada muatan pelajaran IPA untuk kelas IV sekolah dasar yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan tes hasil belajar. Data validitas media bersumber dari 2 orang ahli media pembelajaran, 2 orang ahli asesmen pembelajaran, dan 2 orang ahli konten pembelajaran IPA SD. Data kepraktisan media bersumber dari 2 orang praktisi pembelajaran di sekolah dasar, 3 siswa untuk uji coba perorangan, dan 6 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran e-scrapbook bermuatan soal-soal berbasis HOTS pada muatan pelajaran IPA untuk kelas IV sekolah dasar dinyatakan (1) valid dengan: (a) hasil penilaian ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (94,44%); (b) hasil penilaian ahli konten pembelajaran IPA SD dengan kualifikasi sangat baik (92,94%); dan (c) hasil penilaian ahli asesmen pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (97,14%). (2) praktis dengan: (a) hasil uji respon praktisi dengan kualifikasi sangat baik (97,33%); (b) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (99,18%); dan (c) hasil uji coba kelompok kecil dengan kualifikasi sangat praktis (98,32%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran e-scrapbook bermuatan soal-soal berbasis HOTS pada muatan pelajaran IPA untuk kelas IV sekolah dasar yang dikembangkan valid dan praktis diterapkan dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep siswa.
Analysis of The Practicality of Google Sites-Based Teaching Materials to Improve Student Learning Outcomes Hikmawati, Hikmawati; Suastra, I Wayan; Suma, Ketut; Sudiatmika, A A Istri Agung Rai; Susanti, Dian
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i2.2194

Abstract

The aim of this research is to conduct an analysis of the practicality of Google Sites-based teaching materials to improve student learning outcomes. Testing the practicality of teaching materials is one of the stages of the teaching material development model that uses the 4D model. The research was conducted at SMP Negeri 8 Mataram in the 2022/2023 academic year. Data on the practicality of teaching materials was obtained by administering user response questionnaires, namely teachers (10 people) and students (34 people). The score weights use a Likert scale with four answer options, namely Strongly Agree (score 4), Agree (score 3), Disagree (score 2), or Strongly Disagree (score 1). The practicality criteria are divided into four criteria, namely: Very impractical (percentage 0-25); Not practical (percentage 26-50); Practical (Percentage 51-75); Very practical (Percentage 76-100). The research results show that the average teacher assessment of Google Sites-based teaching materials for improving student learning outcomes is 93.4 which is in the category: "Very Practical". Aspects of teacher assessment of teaching materials are reviewed from four aspects, namely: Content, Language, Presentation, Graphics. The average student assessment of Google Sites-based teaching materials to improve student learning outcomes is 95.5 which is in the category: "Very Practical". Aspects of student assessment of teaching materials are viewed from four aspects, namely: Perception of Convenience, Usefulness, Attractiveness, Actual Use of the Product.
Co-Authors - Khaeruman A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Aiman, Ummu Amrina, Siti Arofatul Anak Agung Inten Paraniti Antara, I Gede Wahyu Suwela Antari, S R S. Artini, Ni Nyoman Azzaroiha, Cantik Budiastini, Ni Putu Putri Darmayasa, K. G. Desak Ketut Trisna Lestari Desak Putu Parmiti Dewa Bagus Sanjaya Dewi Oktofa Rachmawati Dian Susanti Diyatmika, Utama Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Endang Puji Astuti Erlina, Nia Gde Parie Perdana, Gde Parie Gombo, Mikaus Hikmawati Hikmawati Hikmawati I Gede Aris Gunadi I Gede Astawan I Ketut Mudana, I Ketut I Ketut Wiratana I Komang Pradika Utama I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ari Winangun I Made Candiasa I Nyoman Jampel I Nyoman Sita Setiawan I Nyoman Suardana I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja I Wayan Widiana Ida Bagus Putu Arnyana Indahwati, Christine Irmayanti, Ni Luh Islamiati, Evy Fitria Iwan Suswandi Jayantini, Ni Luh Kadek Raka Jihad, Ruhul Juniartina, Prima Karma, I Wayan Kasanah, Uswantun Ketut Desia Tristiantari, Ni Khaeruman Luh Rumni Oktaria M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Mardana, I P. B. Maulida, Ikrima Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Mukaromah, Anis Fitriatul Mursalin, Muhammad N. Sundoro Katili Ni Ketut Rapi Ni Luh Pande Latria Devi Ni Putu Noviarini Nur Halimah Nyoman Dantes Oktaria, Luh Rumni Pradnyawati, Diah Pujani, N M Purnamasari, Ade Putri Pusparini, Kadek Dwi Cita Putri Sarini Putu Widiarini Rai Sujanem Rapi, N K. Rohani Rohani Rosmayuni, Anak Agung Ayu Putri Sanjaya, Fifi SITI MARYAM Siti Nurhidayati Sudewa, P. Hari Sudewa, Putu Hari Suryana, I Kade Pande Sutika, I Made Suwindra, I.N.P Wayan Suastra Wimbawati, PK Ary Wulandari, N P V A Yasa, I Wayan Dresti