p-Index From 2021 - 2026
6.521
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konseling dan Pendidikan KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Kreatif Tri Sentra Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling JKP (Jurnal Konseling dan Psikoedukasi) Binus Business Review AJIS : Academic Journal of Islamic Studies Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesian Journal of Learning Education and Counseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI International Journal of Supply Chain Management Jurnal Ilmiah Dikdaya JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Indonesia Berdaya Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Berajah Journal PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Journal of General Education and Humanities Jurnal Kreatif Online Journal of Scientific Research, Education, and Technology Journal of Education Method and Learning Strategy EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Cendekia Ilmiah Journal of Current Studies in SDGs Journal of Current Studies in SDGs
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Program 7 Jurus BK Hebat melalui Psikoedukasi Mindful Teaching bagi Guru BK di Kota Palu [Optimization of the "7 Jurus BK Hebat" Program through Mindful Teaching Psychoeducation for Guidance and Counseling Teachers in Palu City] Dhevy Puswiartika; Bau Ratu; Nurwahyuni Nurwahyuni; Ikhlas Rasido; Munifah Munifah; Micha Felayati Silalahi
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261530

Abstract

This psychoeducation program, focusing on the topic of Mindful Teaching, aims to enhance the understanding and skills of Guidance and Counseling (BK) teachers regarding the use of mindfulness techniques to optimize the implementation of the "7 Jurus BK Hebat" program. The methods utilized in this psychoeducation included lectures, demonstrations, and practical exercises. The program consisted of two sessions. The agenda for the first session comprised material presentation regarding the basic concepts of mindfulness and mindful teaching, as well as the urgency of mindfulness techniques in the learning process as an effort to optimize the "7 Jurus BK Hebat" program. Subsequently, the second session involved the introduction of various mindfulness techniques, followed by demonstrations and practices of techniques such as mindful breathing, mindful chair yoga, mindful eating, and mindful reading. This psychoeducation activity was conducted in a hybrid format, involving 30 Guidance and Counseling teachers from junior and senior high schools (SMP and SMA/SMK) in Palu City. The participants engaged in this psychoeducation program with enthusiasm and high spirits. They expressed readiness to apply these mindfulness techniques in their daily lives as educators and counselors to optimize the "7 Jurus BK Hebat" program in schools. Abstrak. Program psikoedukasi dengan topik Mindful Teaching ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru BK terkait penggunaan teknik mindfulness untuk mengoptimalkan implementasi program 7 Jurus BK Hebat. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini, meliputi: ceramah, demonstrasi, dan praktik. Program psikoedukasi terdiri dari dua sesi. Agenda sesi pertama berupa pemaparan materi terkait konsep dasar mindfulness dan mindful teaching, dan urgensi teknik mindfulness dalam proses pembelajaran sebagai upaya mengoptimalkan program 7 Jurus BK Hebat. Selanjutnya, agenda sesi kedua berupa pengenalan berbagai macam teknik mindfulness, dilanjutkan dengan demonstrasi dan latihan teknik mindfulness, seperti: mindful breathing, mindful chair yoga, mindful eating, dan mindful reading. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan partisipan sejumlah 30 orang guru Bimbingan dan Konseling yang mengajar di SMP dan SMA/SMK di Kota Palu. Para peserta telah mengikuti program psikoedukasi ini dengan antusias dan semangat. Mereka juga siap menerapkan teknik mindfulness ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengajar dan konselor sebagai upaya optimalisasi program 7 Jurus BK Hebat di sekolah.
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa Andi Desviana Indasari; Dhevy Puswiartika; Dian Fitriani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19810

Abstract

This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental.
Integrasi Nilai Padungku dalam Konseling Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Keterampilan Interaksi Sosial Siswa Yuyun Lestari Sirumpa; Bau Ratu; Nurwahyuni Nurwahyuni; Dian Fitirani; Azam Arifyadi; Dhevy Puswiartika; Mohamad Awal Lakadjo
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15559

Abstract

This study explores the meaningfulness of group counseling based on Transactional Analysis (TA) integrated with Padungku cultural values in enhancing students' social interaction skills. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design using the Hopkins model over two cycles. Participants were 10 tenth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through a social interaction skills instrument, process observations, and student evaluations of counseling services. Results indicated significant improvement, with students progressively shifting from "Low" to "Very High" categories of social interaction. Observations supported the quantitative data, showing increased participation, communication, and self-control, while student evaluations revealed positive perceptions of the intervention's meaningfulness. The discussion links these changes to the ego state mechanism in TA and reinforcement of local cultural values. The study concludes that this integrative approach is meaningful in developing culturally responsive school counseling practices.
Implementasi Konseling Kelompok dalam Meminimalisasi Konflik Sosial Antar Siswa di SMP Negeri 4 Palu Cinta Praseptia; Bau Ratu; Dhevy Puswiartika; Hasan Hasan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4396

Abstract

Perselisihan antar siswa di sekolah menjadi tantangan dalam lingkungan Pendidikan, karena dapat menghambat terciptanya suasana belajar yang kondusif dan harmonis. Permasalahan konflik sosial antar siswa menjadi tantangan dalam lingkungan pendidikan karena dapat menghambat terciptanya suasana belajar yang kondusif dan harmonis. Konflik seperti perselisihan pertemanan, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi masih sering terjadi meskipun layanan bimbingan dan konseling terus dikembangkan. Studi terdahulu cenderung memandang konseling kelompok hanya sebagai teknik intervensi psikologis untuk meningkatkan keterampilan individu, tanpa mengkaji secara mendalam dinamika kelompok sebagai mekanisme sosial pembentukan perilaku adaptif siswa. Selain itu, penelitian sebelumnya belum banyak menempatkan konseling kelompok sebagai ruang interaksi kolektif dalam meminimalisir konflik sosial di sekolah. Untuk mengisi kekurangan tersebut, penelitian ini memfokuskan diri pada implementasi konseling kelompok dalam meminimalisir konflik sosial antar siswa di SMP Negeri 4 Palu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif terhadap guru BK dan siswa peserta konseling kelompok yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam penanganan konflik sosial. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi untuk menggali dinamika konflik sosial, pelaksanaan konseling kelompok, dan peran guru BK dalam proses penyelesaian konflik. Temuan menunjukkan bahwa implementasi konseling kelompok berlangsung secara sistematis melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi. Proses diskusi terbuka, umpan balik antaranggota, dan pembelajaran sebaya mampu meningkatkan komunikasi, empati, kontrol emosi, serta kesadaran sosial siswa dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif. Dengan demikian, konseling kelompok tidak hanya berfungsi sebagai layanan psikologis, tetapi juga sebagai mekanisme sosial dalam membentuk perilaku adaptif dan memperkuat kohesi sosial siswa di sekolah.
Local Wisdom-Based Counseling: The Implementation of Sintuwu Maroso Values in Guidance and Counseling Services in Secondary Schools of Poso Regency Nurul Izzah; Bau Ratu; Dhevy Puswiartika; Azam Arifyadi
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v11i1.16921

Abstract

The crisis of social relationships and students' social-emotional development in school settings has become a critical issue that threatens the creation of harmonious and inclusive educational environments. The increasing prevalence of bullying, low levels of empathy, interpersonal conflicts, and declining social solidarity among students indicates that contemporary education must address not only academic challenges but also the broader crisis of social cohesion. Although numerous studies have examined character education and multicultural counseling, the integration of local cultural values as a relational foundation for guidance and counseling services remains underexplored. This study aims to examine the implementation of the values of Sintuwu Maroso in guidance and counseling services as a local wisdom-based approach to strengthening students' social relationships, empathy, and character development in schools. Employing a qualitative case study design, the research collected data through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving school counselors and students participating in guidance and counseling services in secondary schools across Poso Regency. The findings reveal that the implementation of Sintuwu Maroso values is reflected in three key dimensions: (1) strengthening interpersonal relationships through empathetic communication and mutual respect; (2) fostering social solidarity through collaboration, peer support, and peaceful conflict resolution; and (3) creating a harmonious and inclusive school environment that sustainably promotes students' social-emotional development. Furthermore, the study demonstrates that the values of Sintuwu Maroso function not only as a cultural identity of the Pamona community but also as an effective social mechanism for developing humanistic, contextual, and relationship-oriented guidance and counseling services in schools. The study recommends strengthening local wisdom-based guidance and counseling services through collaborative partnerships among schools, families, and local communities to enhance students' character, empathy, and social cohesion within multicultural educational settings.
LAYANAN INFORMASI LITERASI DIGITAL UNTUK MENCEGAH KECANDUAN MEDIA SOSIAL DI SMP NEGERI 10 PALU Suci Indriani; Nurwahyuni Nurwahyuni; Dhevy Puswiartika; Nur Eka Wayhuningsih Riyadi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12346

Abstract

Social media has become an inseparable part of adolescents' lives by easing communication and access to information, yet excessive use risks fostering addiction that affects learning activities, social relationships, and students' psychological well-being. This condition was also found among students at SMP Negeri 10 Palu, most of whom used social media more often for entertainment than for supporting learning, indicating a need to strengthen their digital literacy. This study aimed to examine the effect of digital literacy information services on preventing social media addiction among students. A quantitative approach with a pre-experimental One Group Pretest-Posttest Design was employed, involving 29 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a social media addiction questionnaire administered before and after the service, then analyzed through normality tests, homogeneity tests, and a Paired Sample t-Test using SPSS version 27. The results showed that the data were normally distributed and homogeneous, and the hypothesis test yielded t = 7.430; df = 28; significance <.001 (<.05), with the mean score decreasing from 96.55 to 73.97 and a very large effect size (Cohen's d = 1.38). These findings indicate that digital literacy information services significantly reduce students' tendency toward social media addiction, suggesting their potential as a sustainable preventive strategy within school guidance and counseling programs. ABSTRAK Media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja karena memudahkan komunikasi dan akses informasi, tetapi penggunaan yang berlebihan berisiko menimbulkan kecanduan yang berdampak pada aktivitas belajar, relasi sosial, dan kondisi psikologis siswa. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa SMP Negeri 10 Palu, yang sebagian besar lebih sering menggunakan media sosial untuk hiburan dibandingkan untuk mendukung pembelajaran, sehingga literasi digital mereka perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh layanan informasi literasi digital terhadap pencegahan kecanduan media sosial pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 29 siswa kelas VIII yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket kecanduan media sosial sebelum dan sesudah layanan, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Paired Sample t-Test dengan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta uji hipotesis memperoleh t = 7,430; df = 28; signifikansi <0,001 (<0,05), dengan rata-rata skor menurun dari 96,55 menjadi 73,97 dan effect size sangat besar (Cohen's d = 1,38). Temuan ini menunjukkan bahwa layanan informasi literasi digital berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecenderungan kecanduan media sosial siswa, sehingga dapat dijadikan strategi preventif berkelanjutan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-INSTRUCTION DALAM MENGURANGI GLOSSOPHOBIA SISWA DI SMP NEGERI 3 PALU Alya Alya; Hasan Hasan; Dhevy Puswiartika; Nurwahyuni Nurwahyuni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12514

Abstract

Glossophobia, or the fear of public speaking, is a common problem among students that negatively affects learning participation and self-confidence. This study aims to examine the effectiveness of the self-instruction technique in reducing the level of glossophobia among students at SMP Negeri 3 Palu. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Non-Equivalent Control Group Design. The research subjects consisted of 12 students divided into an experimental group and a control group, each comprising 6 students, selected using a purposive sampling technique based on glossophobia level. Data were collected using a Likert-model glossophobia scale that had been tested for validity (Pearson Product Moment correlation) and reliability (Cronbach's Alpha = 0.87), then analyzed using the Mann-Whitney U test. The results showed that at pre-test, the experimental group had an average glossophobia percentage of 63.67% (high category), while the control group had 60.33% (high category). After receiving group counseling treatment with the self-instruction technique, the experimental group's average percentage decreased to 30.67% (low category), while the control group showed only a slight decrease to 59.83% (remaining in the high category). The Mann-Whitney U test obtained an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.003 (< 0.05), indicating a significant difference between the two groups after treatment. These findings demonstrate that group counseling services using the self-instruction technique are effective in reducing students' glossophobia levels and can be recommended as an alternative guidance and counseling service in schools. ABSTRAK Glossophobia, atau kecemasan berbicara di depan umum, merupakan permasalahan yang umum dialami siswa dan berdampak negatif terhadap partisipasi belajar serta kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik self-instruction dalam mengurangi tingkat glossophobia siswa di SMP Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 12 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 6 siswa, dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat glossophobia. Data dikumpulkan menggunakan skala glossophobia model Likert yang telah teruji valid (korelasi Product Moment Pearson) dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,87), kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test, kelompok eksperimen memiliki rata-rata persentase glossophobia sebesar 63,67% (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol sebesar 60,33% (kategori tinggi). Setelah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan teknik self-instruction, rata-rata persentase kelompok eksperimen menurun menjadi 30,67% (kategori rendah), sedangkan kelompok kontrol hanya menurun tipis menjadi 59,83% (tetap kategori tinggi). Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,003 (< 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik self-instruction terbukti efektif menurunkan tingkat glossophobia siswa dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Co-Authors Addriana Bulu Baan Aditya, Rahul Ajriana Safana Alya Alya Amiruddin Amiruddin Anastasya, Anita Andi Desviana Indasari Arif Firmansyah Arifyadi, Azam Atfal Wahyu Rinaldi Azam Arifyadi Azam Arifyadi Badalu, Qisthy Fadlila Mh Bahrul Ulum Bau Ratu Cinta Praseptia Dhita Azhari Ramadhan Dian Fitirani Dian Fitriani Dian Fitriani Diana Harding Diniy, Muh Yusran Djahara, Nur Halifah Elisabeth Kawu Fitirani, Dian Fitriano, Dian Gamar, Mahfud Mahmud Hamlan Andi Baso Malla Hasan Hasan Hasan Hasan Herlina Herlina Herlina, Herlina Hidayah, Nabila Nurul Humaedi Ikhlas Rasido Inayah, Putri Indrawati, Mulyani Irawan, Andi Wahyu Irmawati musa Isma Isma Kalena, Diana Anggriani Kalena Khaerunisa, Avril Indah Kurnia, Sella Willa Mahfud Mahfud Mahmud Gamar, Mahfud Mahmud Gamar Mardi Lestari Mardi Lestari Marina Sulastiana Micha Felayati Silalahi Misnah Misnah Mohamad Awal Lakadjo Munifah Munifah Munifah Munifah Munifah Munir, Abd Nasrah, Nasrah Ni Made Jesiliani Nur Eka Wayhuningsih Riyadi Nur Wahyuni, Nur wahyuni Nurfadillah Nurul Fitriah Aras Nurul Izzah Nurwahyuni Palwati, Triana Juli Penyami, Agrinanda Putri Inayah Rahul Aditya Ridwan Syahran RIRIN AYU WULANDARI Riskiyanti, Ayu Rizal Rizal Rizal, Rizal Rusmiati Rusmiati Rusmiati Rusmiati Safitri, Devi Ayu Sahril Buchori, Sahril Sakina Rasido Sari, Kartini Kartika Sirumpa, Yuyun Lestari Suci Indriani Suhrah Sunarto Amus Syahril Syahril Wafik Saskia Wahyuningsih, Nur Eka Wulandari, Riri Ayu Yusdin Gagaramusu Yuyun Lestari Sirumpa Zahrotur Rusyda Hinduan