p-Index From 2021 - 2026
6.556
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Kesehatan Vokasional AcTion: Aceh Nutrition Journal JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Kesehatan Prima Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan JURNAL MEDIA KESEHATAN SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Sains Kesehatan Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Proceeding of Bengkulu International Conference on Health Jurnal Svasta Harena Rafflesia Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

The relationship between consumption pattern and nutritional status with female adolescent menstrual cycles: Hubungan Pola Konsumsi Dan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Remaja Melinda Putri, Sinthya; Yulianti, Risda; Suryani, Desri
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.31450

Abstract

Pendahuluan: Gangguan siklus menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola konsumsi makanan, usia, aktivitas fisik,, stress dan status gizi. Asupan gizi dan status gizi dapat memengaruhi fungsi hormon reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan pola konsumsi dan status gizi dengan siklus menstruasi remaja perempuan SMKN 1 Kota Bengkulu. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 88 remaja perempuan kelas 1 dan 2 dengan kriteria usia 15-17 tahun. Pola konsumsi dan siklus menstruasi diidentifikasi menggunakan kuesioner, sementara status gizi diukur menggunakan parameter Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data disajikan secara univariat dan bivariate (uji chi-square). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C dengan skor tertinggi adalah telur ayam, kangkung dan semangka. Hasil pengukuran menunjukkan 42 remaja putri mengalami malnutrisi dengan 32 remaja putri mengalami gangguan siklus menstruasi. Uji statistik menemukan adanya hubungan antara pola konsumsi protein (p-0,003) dan status gizi (p-0,000) dengan siklus menstruasi. Namun, tidak ditemukan hubungan antara pola konsumsi zat besi (p-0,212) dan pola konsumsi buah (p-0.127) dengan siklus menstruasi. Kesimpulan: Dari hasil penelitian, responden jarang mengkonsumsi makanan beragam, sehingga berpengaruh terhadap status gizi mereka dan menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Oleh karena itu, disarankan bagi para remaja putri untuk terlibat dalam Upaya edukatif, karena hal ini akan meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya menjaga pola makan seimbang dan status gizi yang optimal, agar siklus menstruasi tetap teratur setiap bulannya.
ANALISIS ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PERAWATAN TELAGA DEWA KOTA BENGKULU Zahra, Intan Sefti; Yunita, Yunita; Suryani, Desri
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i1.625

Abstract

Latar Belakang: Anemia lebih sering terjadi selama kehamilan karena kebutuhan nutrisi meningkat dan terjadi perubahan pada darah dan sumsum tulang selama kehamilan. Anemia umumnya terjadi di seluruh dunia, terutama di negara negara berkembang dan di antara masyarakat dengan tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan sosio ekonomi yang lebih rendah.Vitamin C adalah penambah yang membantu menyerap zat besi non-heme dengan mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah diserap. Kecukupan vitamin C dan zat besi dalam kaitannya dengan kadar hemoglobin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan makanan zat besi (Fe), protein, dan vitamin C) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada sampel 33 ibu hamil. Chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan zat besi berhubungan dengan kejadian anemia (p=0,000), asupan protein berhubungan dengan kejadian anemia (p=0,066), sedangkan asupan vitamin C berhubungan dengan kejadian anemia (S=0,001 ). Simpulan: Bahwa asupan zat besi dan asupan vitamin C berhubungan dengan anemia, namun asupan protein tidak.  
The Relationship Between Protein, Iron, Vitamin C and Vitamin B12 Intake and The Incidence of Anemia Tamala, Ramtina; Maigoda, Tonny C; Suryani, Desri; Rizal, Ahmad; Okfriani, Yenni
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.898

Abstract

Anemia is a condition when hemoglobin is lower than normal levels. The purpose of this study was to determine the relationship of protein intake, iron, vitamin C and vitamin B12 in adolescent girls of SMKN 3 majoring in culinary. This research method uses analytical observation with a cross sectional method. the sample used in this study was 60 young women majoring in cosmetology taken using simple random sampling. Intake of protein, iron, vitamin C, vitamin B12 using the 3x24 hour Food Recall form and measurement of Hb levels using the Earsy touch GcHb tool. Univariate and bivariate data analysis were processed using the chi-square test with a significance level of a=0.05. Conclusion most of the respondents had insufficient intake of protein, iron and there was a significant relationship, while vitamin c and vitamin B12 with the incidence of anemia did not have a significant relationship.
Differences in the Consumption of Macro and Micro Nutrients among Stunted Toddlers in Bengkulu City Suryani, Desri; Krisnasary, Arie; Pratiwi, Bintang Agustina; Yandrizal, Yandrizal
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i3.3483

Abstract

Introduction: Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, with Bengkulu City reporting a prevalence of 12.9% in 2022. Consumption of macro and micronutrients is a factor directly related to toddlers' nutritional status. Objective: This study aimed to investigate the differences in macro and micronutrient consumption among stunted toddlers in Bengkulu City. Methods: A mixed-method approach with a sequential explanatory design was employed, involving 50 stunted toddlers and their mothers. Quantitative data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while qualitative data were obtained through interviews with six mothers. Results: The results showed no significant differences in the consumption of energy, carbohydrates, protein, fat, and zinc between toddlers with severe stunting and stunting. However, a significant difference was found in iron consumption (p=0.048), with severely stunted toddlers consuming less iron compared to stunted toddlers. Interviews revealed similar dietary patterns among mothers of both groups, with rice as the staple food and limited fish consumption.  Conclusion: The findings suggest monitoring iron-rich food consumption in stunted children is essential. Strengthening family empowerment programs, expanding educational initiatives on iron consumption, and regular nutritional monitoring are recommended to address stunting. Promotion of affordable, iron-rich foods and monitoring of iron intake by mothers and health workers are crucial in the treatment of stunting.
Pengaruh Peningkatan Pengetahuan tentang Gizi Ibu Hamil terhadap Outcome Kehamilan di Kota Bengkulu, Indonesia: The Influence of Maternal Knowledge Increase about Pregnant Women's Nutrition on Pregnancy Outcomes in Bengkulu City Suryani, Desri; Krisnasary, Arie; Pratiwi, Bintang Agustina; Yandrizal, Yandrizal
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.17-23

Abstract

Background: Poor maternal health knowledge indirectly affects pregnancy outcomes. According to previous research, as many as 65% of mothers with poor or below average understanding give birth to children with low birth weight (LBW). Maternal and infant health information is needed. Objectives: To determine the effect of increased maternal knowledge on pregnancy outcomes. Methods: This study used a non-randomized quasi-experimental methodology. The study was conducted in Bengkulu City from August 2023 to January 2024. This study involved pregnant women who lived in the working area of ​​Bengkulu City health centers (five health centers). This study examined education, knowledge, and pregnancy outcomes. Validity and reliability were verified using a questionnaire (0.969 Cronbach's Alpha). Pre- and post-tests were conducted before and one month after school. The dependent t-test assessed the impact of the intervention and the correlation test assessed pregnancy outcomes. Results: The average maternal knowledge before and after the intervention was 16.58 and 18.08. Pregnant women's understanding changed after the intervention (p-value=0.000). Increased maternal knowledge did not affect pregnancy outcomes (p-value=0.301). Conclusions: There was an increase knowledge of pregnant women after education provision, but this did not have an impact on pregnancy outcomes. Education about pregnancy nutrition is very necessary so that mothers have good knowledge and maintain their intake.
Perbedaan Asupan Serat Berdasarkan Status Gizi Pada Anak SD Negeri 05 Kota Bengkulu Tahun 2023 Dwi Permata Sari; Meriwati Meriwati; Desri Suryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2675

Abstract

Konsumsi serat yang rendah bisa berkontribusi pada kenaikan status gizi, karena mereka sering kali berlebihan mengkonsumsi makanan berlemak yang lebih gampang dicerna dibanding dengan serat. Anak sekolah dasar memiliki karakteristik suka mengkonsumsi makanan tinggi kalori serta rendah serat sehinggal mengakibatkan perbedaan status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi sayur, buah dan asupan serat berdasarkan status gizi IMT/U pada anak SD Negeri 05 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah cross sectional, sampel penelitian ini adalah anak kelas 2 di SD Negeri 05 Kota Bengkulu sebanyak 94 responden. Pola konsumsi sayur, buah, dan asupan serat dihitung menggunakan food frequency questionnaire semi kuantitatifkan, dan status gizi menggunakan timbangan digital dan microtoice. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04 Januari-04 Februari 2023. Analisis data menggunakan uji one way anova. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan asupan serat sayur berdasarkan status gizi (p=0,199), dan ada perbedaan asupan serat buah berdasarkan status gizi (p=0,020). Kata Kunci: Asupan serat, status gizi, anak sekolah.
ANALISIS POLA MAKAN DAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI KOTA BENGKULU Desri Suryani; Riska Hafiani; Rinsesti Junita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.157

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi  yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang, kehilangan darah (menstruasi) dan pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan  kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross cectional. Populasi seluruh remaja putri SMP dan SMA di Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 1200 remaja putri. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pemeriksaan kadar Hemoglobin dengan  menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada remaja di Kota Bengkulu tahun 2013 sebesar 43% dan  pola makan  remaja tidak baik 79,2%,  Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia (p value > 0,05).  Diharapkan kepada  sekolah bersama puskesmas untuk memberikan pendidikan gizi/penyuluhan tentang gizi seimbang  pada remaja, kese hatan reproduksi, suplementasi gizi dan asam folat serta pengadaan kantin sekolah dalam pengembangan program pencegahan dan penanggulangan anemia sehingga remaja terhindar dari anemia.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Anemia, Pola Makan, Anemia remaja Putri
Kualitas MP-ASI dan hubungan dengan status gizi pada anak penderita ISPA di Bengkulu Melita Sari; Demsa Simbolon; Ahmad Rizal; Desri Suryani; Jumiyati Jumiyati
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1990

Abstract

Background: The 2022 Indonesian Nutrition Status Survey results show that the stunting rate reaches 21.6%, wasting 7.7%, and underweight 17.7%. Malnutrition problems in toddlers, especially those suffering from Acute Respiratory Infection (ARI), are often exacerbated by the provision of Complementary Feeding that does not meet nutritional standards. Therefore, greater attention to complementary feeding quality is essential to improving children's nutritional status and reducing the risk of ARI complications.Objective: To identify the relationship between the quality of complementary breastfeeding and nutritional conditions, such as underweight, wasting, and stunting, in children under two years of age suffering from ARI, as an urgent effort to address malnutrition problems and improve children's health in vulnerable communities.Methods: This study used a cross-sectional design with a target of toddlers aged 6-24 months who suffered from ARI, with a sample of 96 children. Data on complementary breastfeeding was collected through interviews using questionnaires, as well as weight measurements with digital scales and height with a lenghtboard. Statistical analysis using the Chi-square test.Results: Nutritional problems in two-year-old children with ISPA were found to be 44.8% underweight, 60.4% wasting, and 36.5% stunting. Complementary Feeding quality that did not meet the recommendations was significantly associated with the incidence of being underweight (p-value 0.035; OR 2.488), and wasting (p-value <0.0001; OR 6.657), but was not significantly associated with the incidence of stunting (p-value 0.95; OR 0.973).Conclusion: The quality of Complementary Feeding that does not meet nutritional standards in children with ARI is significantly related to the incidence of underweight and wasting.
Effects of probiotic melon juice on blood pressure in patients with pre-hypertension Nadilla Putri Sp; Tonny Cortis Maigoda; Desri Suryani; Jumiyati Jumiyati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i4.2013

Abstract

Potassium intake can lower systolic and diastolic blood pressure, whereas low sodium consumption can increase blood pressure. Although the use of fruits and probiotics as alternative drinks to reduce blood pressure has been widely practiced, research on the combination of fruit juice and probiotics from melon juice is still very rare. This study aimed to measure the effect of administering fruit juice with a combination of probiotics and melon juice on blood pressure in prehypertensive patients. An experimental research design with a randomized group design was conducted at the Jembatan Kecil Health Center, Bengkulu City, in 2024. A total of 28 respondents were selected using purposive sampling, The instruments used were digital blood pressure and 24-hour recall form, with statistical analysis using ANOVA and Duncan’s test. Results, showed that the average systolic and diastolic blood pressure before the intervention was 138/87 mmHg, and after the intervention dropped to 122/79 mmHg. There were differences in systolic (p=0,000) and diastolic (p=0,006) blood pressure between the treatment groups, with the third treatment showing the greatest effect. In conclusion, fruit juice with a combination of probiotic melon juice has a significant effect in reducing blood pressure in prehypertensive patients and has a harmless effect, which can be used as a non-medical treatment for prehypertensive patients.
Overview of Dietary Patterns and Nutritional Status of Children Aged 24–59 Months at Tumbuan Health Center, Seluma Maysara Dwi Alfiana; Suryani, Desri; Risda Yulianti
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v2i3.205

Abstract

Nutritional Nutritional status is an important indicator in determining the level of health and growth of children. A good diet plays a role in meeting nutritional needs and contributing to the quality of early childhood health. This study aims to determine the description of the diet and nutritional status of children aged 24–59 months in the working area of ​​the Tumbuan Health Center UPT, Seluma Regency. This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. The number of samples was 52 mothers who had children aged 24–59 months who were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a food frequency questionnaire (FFQ) and nutritional status measurements using body weight and height, then analyzed univariately. The results showed that most children had a good diet, with fairly good consumption of animal and vegetable protein. As many as 90.4% of children had a weight according to age in the normal category, 84.6% had a height according to age in the normal category, and 82.7% had good nutritional status based on weight according to height. Conclusion: The majority of children aged 24–59 months have good eating patterns and normal nutritional status based on weight, height, and weight to height. It is recommended that parents increase their nutritional knowledge and routinely monitor their children's growth through the nearest health service.
Co-Authors Adelia Ajelika Adelia Aperiliana Bella Afifah Putri Azzahra Afriyana Siregar Agus Supardi AGUSTINA, SINTA Ahmad Rizal ahmad rizal Ahmad, Che An Ali Khomsan Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anggryani Margaretha Angraini, Wulan Aprita Dwi Putri Elliza Arie Nugroho Baruara, Guntur Betri Anita Betri Anita Anita Betty Yosephin Simanjuntak Bintang Agustina Pratiwi Che An Ahmad Cicilia Fransiska Darmawati Santoso darwis darwis, darwis Dayanti, Lestari Rahmah Demsa Simbolon Deswita Maharani Br Mataniari Dinda Puspita Gita Dinda, Inge dita kodrati alaina Dwi Permata Sari Eliana Eliana Elly Wahyuni Elsha Cristin Sipahutar Emy Yuliantini Erva Aulia Janna Eva Anggi Puspita Evi Fitriani EVI FITRIANI Febriyanto, Tedy Fitria Ogina Frensi Riastuti Halimatussa Diah Halimatussa'diah, Halimatussa'diah Hasanah, Ummi Hawani, Ikat Tri Heldi Saputra Hendarin Hendarin Henni Febriawati, Henni Husin, Hasan Intan Purnama Sari Izzatul Ilmi Juita Sari Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati, Jumiyati Karunia, Mekti Ketut Murni Krisnasary, Arie kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Lela Hartini Lesmi, Anisa Lestari, Serly Lestari, Sinta Wahyu Lista Maharani Maharani, Maharani Maigoda, Tonny Maigoda, Tonny Cortis Mariati Mariati Mawar Maysara Dwi Alfiana Melinda Putri, Sinthya Melita Sari Meriwati Meriwati Mahyudin Meriwati, Meriwati Meta Irwanda Miratul Haya Miratul Haya miratul haya Miratul Haya, Miratul Mita Apriani Muhammad Revil Syaputra Nadilla Putri Sp Natan, Okdi Nevike Amanda P Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Okfriani, Yenni Peny Dwi Oktavia Putra, Boy Zedra Ananda Pratama Qotima, Shania Rama Beka Sariy Rinsesti Junita Risda Yulianti Riska Hafiani Riski Amalia RS, Sunita Shafiyyah Ummu K Sinta Wahyu Lestari Sunita R S Susilo Damarini Tadzkia Maghfira Tamala, Ramtina Tetes Wahyu Tetes Wahyu W Tetes Wahyu W Tetes Wahyu Witradharma Tonny C Maigoda Tonny Cortis Maigoda Wahnil Dia Handayani Wahyu Elia Ramadani Wulan Angraini wulandari, Gite Putri Wulandari, Melsa Putri Yandrizal Yandrizal Yanuarti, Riska Yorita, Epti Yulia Afriza YUNITA Yunita , Yunita Yunita Yunita Yunita Yunita Yusran Fauzi Zahra, Intan Sefti