p-Index From 2021 - 2026
7.781
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Kesehatan Vokasional AcTion: Aceh Nutrition Journal JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Kesehatan Prima Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan JURNAL MEDIA KESEHATAN SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Sains Kesehatan Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Proceeding of Bengkulu International Conference on Health Jurnal Svasta Harena Rafflesia Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Nutrition and Health Insights
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PERAWATAN TELAGA DEWA KOTA BENGKULU Zahra, Intan Sefti; Yunita, Yunita; Suryani, Desri
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i1.625

Abstract

Latar Belakang: Anemia lebih sering terjadi selama kehamilan karena kebutuhan nutrisi meningkat dan terjadi perubahan pada darah dan sumsum tulang selama kehamilan. Anemia umumnya terjadi di seluruh dunia, terutama di negara negara berkembang dan di antara masyarakat dengan tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan sosio ekonomi yang lebih rendah.Vitamin C adalah penambah yang membantu menyerap zat besi non-heme dengan mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah diserap. Kecukupan vitamin C dan zat besi dalam kaitannya dengan kadar hemoglobin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan makanan zat besi (Fe), protein, dan vitamin C) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada sampel 33 ibu hamil. Chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan zat besi berhubungan dengan kejadian anemia (p=0,000), asupan protein berhubungan dengan kejadian anemia (p=0,066), sedangkan asupan vitamin C berhubungan dengan kejadian anemia (S=0,001 ). Simpulan: Bahwa asupan zat besi dan asupan vitamin C berhubungan dengan anemia, namun asupan protein tidak.  
The Relationship Between Protein, Iron, Vitamin C and Vitamin B12 Intake and The Incidence of Anemia Tamala, Ramtina; Maigoda, Tonny C; Suryani, Desri; Rizal, Ahmad; Okfriani, Yenni
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.898

Abstract

Anemia is a condition when hemoglobin is lower than normal levels. The purpose of this study was to determine the relationship of protein intake, iron, vitamin C and vitamin B12 in adolescent girls of SMKN 3 majoring in culinary. This research method uses analytical observation with a cross sectional method. the sample used in this study was 60 young women majoring in cosmetology taken using simple random sampling. Intake of protein, iron, vitamin C, vitamin B12 using the 3x24 hour Food Recall form and measurement of Hb levels using the Earsy touch GcHb tool. Univariate and bivariate data analysis were processed using the chi-square test with a significance level of a=0.05. Conclusion most of the respondents had insufficient intake of protein, iron and there was a significant relationship, while vitamin c and vitamin B12 with the incidence of anemia did not have a significant relationship.
Differences in the Consumption of Macro and Micro Nutrients among Stunted Toddlers in Bengkulu City Suryani, Desri; Krisnasary, Arie; Pratiwi, Bintang Agustina; Yandrizal, Yandrizal
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i3.3483

Abstract

Introduction: Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, with Bengkulu City reporting a prevalence of 12.9% in 2022. Consumption of macro and micronutrients is a factor directly related to toddlers' nutritional status. Objective: This study aimed to investigate the differences in macro and micronutrient consumption among stunted toddlers in Bengkulu City. Methods: A mixed-method approach with a sequential explanatory design was employed, involving 50 stunted toddlers and their mothers. Quantitative data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while qualitative data were obtained through interviews with six mothers. Results: The results showed no significant differences in the consumption of energy, carbohydrates, protein, fat, and zinc between toddlers with severe stunting and stunting. However, a significant difference was found in iron consumption (p=0.048), with severely stunted toddlers consuming less iron compared to stunted toddlers. Interviews revealed similar dietary patterns among mothers of both groups, with rice as the staple food and limited fish consumption.  Conclusion: The findings suggest monitoring iron-rich food consumption in stunted children is essential. Strengthening family empowerment programs, expanding educational initiatives on iron consumption, and regular nutritional monitoring are recommended to address stunting. Promotion of affordable, iron-rich foods and monitoring of iron intake by mothers and health workers are crucial in the treatment of stunting.
Pengaruh Peningkatan Pengetahuan tentang Gizi Ibu Hamil terhadap Outcome Kehamilan di Kota Bengkulu, Indonesia: The Influence of Maternal Knowledge Increase about Pregnant Women's Nutrition on Pregnancy Outcomes in Bengkulu City Suryani, Desri; Krisnasary, Arie; Pratiwi, Bintang Agustina; Yandrizal, Yandrizal
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.17-23

Abstract

Background: Poor maternal health knowledge indirectly affects pregnancy outcomes. According to previous research, as many as 65% of mothers with poor or below average understanding give birth to children with low birth weight (LBW). Maternal and infant health information is needed. Objectives: To determine the effect of increased maternal knowledge on pregnancy outcomes. Methods: This study used a non-randomized quasi-experimental methodology. The study was conducted in Bengkulu City from August 2023 to January 2024. This study involved pregnant women who lived in the working area of ​​Bengkulu City health centers (five health centers). This study examined education, knowledge, and pregnancy outcomes. Validity and reliability were verified using a questionnaire (0.969 Cronbach's Alpha). Pre- and post-tests were conducted before and one month after school. The dependent t-test assessed the impact of the intervention and the correlation test assessed pregnancy outcomes. Results: The average maternal knowledge before and after the intervention was 16.58 and 18.08. Pregnant women's understanding changed after the intervention (p-value=0.000). Increased maternal knowledge did not affect pregnancy outcomes (p-value=0.301). Conclusions: There was an increase knowledge of pregnant women after education provision, but this did not have an impact on pregnancy outcomes. Education about pregnancy nutrition is very necessary so that mothers have good knowledge and maintain their intake.
Perbedaan Asupan Serat Berdasarkan Status Gizi Pada Anak SD Negeri 05 Kota Bengkulu Tahun 2023 Dwi Permata Sari; Meriwati Meriwati; Desri Suryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2675

Abstract

Konsumsi serat yang rendah bisa berkontribusi pada kenaikan status gizi, karena mereka sering kali berlebihan mengkonsumsi makanan berlemak yang lebih gampang dicerna dibanding dengan serat. Anak sekolah dasar memiliki karakteristik suka mengkonsumsi makanan tinggi kalori serta rendah serat sehinggal mengakibatkan perbedaan status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi sayur, buah dan asupan serat berdasarkan status gizi IMT/U pada anak SD Negeri 05 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah cross sectional, sampel penelitian ini adalah anak kelas 2 di SD Negeri 05 Kota Bengkulu sebanyak 94 responden. Pola konsumsi sayur, buah, dan asupan serat dihitung menggunakan food frequency questionnaire semi kuantitatifkan, dan status gizi menggunakan timbangan digital dan microtoice. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04 Januari-04 Februari 2023. Analisis data menggunakan uji one way anova. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan asupan serat sayur berdasarkan status gizi (p=0,199), dan ada perbedaan asupan serat buah berdasarkan status gizi (p=0,020). Kata Kunci: Asupan serat, status gizi, anak sekolah.
ANALISIS POLA MAKAN DAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI KOTA BENGKULU Desri Suryani; Riska Hafiani; Rinsesti Junita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.157

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi  yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang, kehilangan darah (menstruasi) dan pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan  kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross cectional. Populasi seluruh remaja putri SMP dan SMA di Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 1200 remaja putri. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pemeriksaan kadar Hemoglobin dengan  menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada remaja di Kota Bengkulu tahun 2013 sebesar 43% dan  pola makan  remaja tidak baik 79,2%,  Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia (p value > 0,05).  Diharapkan kepada  sekolah bersama puskesmas untuk memberikan pendidikan gizi/penyuluhan tentang gizi seimbang  pada remaja, kese hatan reproduksi, suplementasi gizi dan asam folat serta pengadaan kantin sekolah dalam pengembangan program pencegahan dan penanggulangan anemia sehingga remaja terhindar dari anemia.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Anemia, Pola Makan, Anemia remaja Putri
Effects of probiotic melon juice on blood pressure in patients with pre-hypertension Nadilla Putri Sp; Tonny Cortis Maigoda; Desri Suryani; Jumiyati Jumiyati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i4.2013

Abstract

Potassium intake can lower systolic and diastolic blood pressure, whereas low sodium consumption can increase blood pressure. Although the use of fruits and probiotics as alternative drinks to reduce blood pressure has been widely practiced, research on the combination of fruit juice and probiotics from melon juice is still very rare. This study aimed to measure the effect of administering fruit juice with a combination of probiotics and melon juice on blood pressure in prehypertensive patients. An experimental research design with a randomized group design was conducted at the Jembatan Kecil Health Center, Bengkulu City, in 2024. A total of 28 respondents were selected using purposive sampling, The instruments used were digital blood pressure and 24-hour recall form, with statistical analysis using ANOVA and Duncan’s test. Results, showed that the average systolic and diastolic blood pressure before the intervention was 138/87 mmHg, and after the intervention dropped to 122/79 mmHg. There were differences in systolic (p=0,000) and diastolic (p=0,006) blood pressure between the treatment groups, with the third treatment showing the greatest effect. In conclusion, fruit juice with a combination of probiotic melon juice has a significant effect in reducing blood pressure in prehypertensive patients and has a harmless effect, which can be used as a non-medical treatment for prehypertensive patients.
Deskripsi Riwayat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Anak Balita Stunting Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu krisnasary, Arie; wulandari, Gite Putri; Suryani, Desri; Yunita, Yunita; Simanjuntak, Betty Yosephin
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2839

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah tahap awal yang krusial dalam menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yang memiliki peranan penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak. WHO/UNICEF merekomendasikan agar IMD dilakukan dalam kurun waktu 30 hingga 60 menit pertama setelah bayi lahir, sebagai bagian dari Strategi Global Pemberian Makan Bayi dan Anak Usia Dini. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat pelaksanaan IMD pada balita stunting usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta melibatkan 12 ibu balita sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu melakukan IMD dengan bantuan bidan atau tenaga kesehatan, namun durasinya belum sesuai dengan standar, hanya berlangsung 5–15 menit setelah persalinan. Selain itu, beberapa bayi tidak menjalani IMD karena dilahirkan melalui operasi caesar, langsung dirawat di NICU, atau segera dimandikan setelah lahir. Kurangnya pemahaman ibu mengenai pentingnya IMD juga menjadi faktor penghambat. Disimpulkan bahwa pelaksanaan IMD di wilayah ini masih belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan untuk mencapai pelaksanaan IMD yang sesuai anjuran
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PESERTA SENAM OCE DIABETES MILITUS Suryani, Desri; RS, Sunita; Febriyanto, Tedy; Halimatussa'diah, Halimatussa'diah; Fitriani, Evi; Baruara, Guntur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32491

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik memerlukan pendekatan penatalaksanaan komprehensif, pengaturan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik seperti senam diabetes. Ketidakseimbangan asupan mempengaruhi kontrol glikemik, senam diabetes teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Tujuan kegiatan untuk mengetahui asupan zat gizi makro penderita senam Oce Diabetes Melitus (OceDM). Metode yang digunakan adalah sosialisasi, praktek, partisipasi, ceramah, diskusi dan wawancara terstruktur. Mitra kegiatan adalah pihak puskesmas dan kader posbindu berjumlah 12 orang Peserta senam berjumlah 41 orang. Kegiatan 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dilakukan terhadap proses dan efektifitas. Hasil diperoleh asupan karbohidrat kategori kurang 35 orang (85,4%), asupan protein kategori kurang 28 orang (68,3%), asupan lemak kategori tinggi 21 orang (51,2%) dan asupan serat kategori kurang 38 orang (92,6%). Terbentuk kader senam OceDM Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sekitar 70% tentang diit DM yang diberikan. Disarankan pemangku kebijakan dan mitra kegiatan memotivasi peserta melaksanakan diit DM.Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder that requires a comprehensive management approach, regulating macronutrient intake and physical activity such as diabetes exercise. Intake imbalance affects glycemic control, regular diabetes exercise can improve insulin sensitivity. The purpose of this activity is to determine the macronutrient intake of Oce Diabetes Mellitus (OceDM) exercise patients. The methods used are socialization, practice, participation, lectures, discussions, and structured interviews. The activity partners are the community health center and 12 Posbindu cadres. The exercise participants numbered 41 people. The 3-stage activity, namely preparation, implementation, and evaluation, was carried out on the process and effectiveness. The results obtained were categorized as insufficient carbohydrate intake in 35 people (85.4%), insufficient protein intake in 28 people (68.3%), high fat intake in 21 people (51.2%), and insufficient fiber intake in 38 people (92.6%). OceDM exercise cadres were formed. There was an increase in participants' knowledge of the DM diet provided by around 70%. It is recommended that policy makers and activity partners motivate participants to implement the DM diet.
Hubungan Konsumsi Sumber Protein, Lemak dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Balita Underweight Usia 12 – 59 Bulan di Kabupaten Seluma, Bengkulu: Relationship Between Protein, Fat Consumption and History of Infectious Diseases With Underweight Toddler Age 12 – 59 Months In Seluma District, Bengkulu Karunia, Mekti; Arie Krisnasary; Desri Suryani; Kusdalinah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.573

Abstract

The Indonesian Nutritional Status Study (SSGI) in 2022 showed that the prevalence of underweight is still quite high in Indonesia at (17.1%). Underweight or low body weight can be interpreted as a condition where infants or toddlers fail to achieve their ideal body weight. Having a nutritional status with a BB/U indicator on the threshold <˗2 SD. The main factors that cause underweight are inadequate food intake and infectious diseases. The aim of this research is to determine the relationship between consumption of protein, fat and history of infectious diseases with underweight toddlers aged 12 - 59 months in the working area of Cahaya Negeri Health Center, Seluma Regency in 2024. This research method uses analytical descriptive with a cross sectional approach with a sample size of 50 underweight toddlers. The data taken were protein and fat consumption data by interview using the Semi FFQ form, history of infectious diseases by interview using a questionnaire and body weight data carried out by directly weighing the toddlers. Statistical analysis uses the Pearson correlation test. The average protein consumption was 16.8 grams, the average fat consumption was 22.5 grams, the average history of infectious disease was 2 times in the last 3 months and the average z-score result was -2.2. Protein consumption was associated with underweight (p=0.000), fat consumption was associated with underweight (p=0.003) and a history of infectious disease was associated with underweight (p=0.001). There is a relationship between the consumption of protein, fat and a history of infectious diseases in underweight toddlers aged 12 - 59 months in the working area of Cahaya Negeri Health Center, Seluma Regency in 2024. There is a need to provide a nutritious menu for additional food and monitor growth and development in underweight toddlers.   ABSTRAK Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukan bahwa prevalensi underweight masih tergolong cukup tinggi di Indonesia sebesar (17,1%.). Underweight atau berat badan kurang dapat diartikan kondisi dimana anak bayi atau balita gagal dalam mencapai berat badan idealnya. Memiliki status gizi dengan indikator BB/U diambang batas < ˗2 SD. Faktor utama yang mengakibatkan underweight adalah asupan makanan yang kurang dan penyakit infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan balita underweight usia 12 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 balita dengan underweight. Data yang diambil adalah data konsumsi protein dan lemak dengan cara wawancara menggunakan formulir Semi FFQ, riwayat penyakit infeksi dengan cara wawacara menggunakan kuesioner serta data berat badan yang dilakukan dengan penimbangan langsung kepada balita. Analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson. Rata rata konsumsi protein yaitu 16,8 gram, rata rata konsumsi lemak yaitu 22,5 gram, rata rata riwayat penyakit infeksi yaitu 2 kali dalam 3 bulan terakhir dan rata rata hasil z-skor yaitu -2,2. Konsumsi protein berhubungan dengan underweight ( p=0.000), konsumsi lemak berhubungan dengan underweight (p=0.003) dan riwayat penyakit infeksi berhubungan dengan underweight (p=0.001). Ada hubungan antara konsumsi protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan balita underweight usia 12 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma tahun 2024. Perlunya pemberian menu yang bergizi pada makanan tambahan dan pemantuan tumbuh kembang pada balita  underweight.
Co-Authors Adelia Ajelika Adelia Aperiliana Bella Afifah Putri Azzahra Afriyana Siregar Agus Supardi Agus Supardi AGUSTINA, SINTA ahmad rizal Ahmad Rizal Ahmad, Che An Ali Khomsan Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anggryani Margaretha Angraini, Wulan Aprita Dwi Putri Elliza Arie Nugroho Ashifa Mutia Azelvi Juvita Sari Baruara, Guntur Betri Anita Betri Anita Anita Betty Yosephin Simanjuntak Bintang Agustina Pratiwi Che An Ahmad Cicilia Fransiska Darmawati Santoso darwis darwis, darwis Dayanti, Lestari Rahmah Della Purnamasari Demsa Simbolon Deswita Maharani Br Mataniari Dinda Puspita Gita dita kodrati alaina Dwi Permata Sari Eliana Eliana Elly Wahyuni Elsha Cristin Sipahutar Emy Yuliantini Erva Aulia Janna Eva Anggi Puspita EVI FITRIANI Evi Fitriani Febriyanto, Tedy Fitria Ogina Frensi Riastuti Halimatussa Diah Halimatussa'diah, Halimatussa'diah Hasanah, Ummi Heldi Saputra Hendarin Hendarin Henni Febriawati, Henni Hesti Aisyah Putri Husin, Hasan Ikat Tri Hawani Inge Dinda Intan Purnama Sari Izzatul Ilmi Juita Sari Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Karunia, Mekti Ketut Murni Krisnasary, Arie kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Lela Hartini Lesmi, Anisa Lestari, Serly Lestari, Sinta Wahyu Lista Maharani Maharani, Maharani Mahyudin, Meriwati Maigoda, Tonny Maigoda, Tonny Cortis Mariati Mariati Mawar Maysara Dwi Alfiana Melinda Putri, Sinthya Melita Sari Melsa Putri Wulandari Meriwati Mahyudin Meriwati Meriwati Meriwati Meriwati Meta Irwanda Miratul Haya Miratul Haya Mita Apriani Muhammad Aziz Sidiq Muhammad Revil Syaputra Nadilla Putri Sp Natan, Okdi Nevike Amanda P Novalinda Kasih Novita Juita Sari Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Okdi Natan Okfriani, Yenni Peny Dwi Oktavia Putra, Boy Zedra Ananda Pratama Qotima, Shania Rama Beka Sariy Repa Ghina Sonia Riastuti, Frensi Rinsesti Junita Risda Yulianti Riska Hafiani Riski Amalia RS, Sunita Shafiyyah Ummu K Silviana Gunarsih Sinta Wahyu Lestari Sunita R S Susilo Damarini Tadzkia Maghfira Tamala, Ramtina Tetes Wahyu Tetes Wahyu W Tetes Wahyu W Tetes Wahyu Witradharma Tonny C Maigoda Tonny Cortis Maigoda Wahnil Dia Handayani Wahyu Elia Ramadani Wulan Angraini wulandari, Gite Putri Yandrizal Yandrizal Yanuarti, Riska Yenni Okfrianti Yorita, Epti Yulia Afriza Yunita Yunita , Yunita Yunita Yunita Yunita Yunita Yusran Fauzi Zahra, Intan Sefti Zelika Nabila Putri