p-Index From 2021 - 2026
6.333
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Kesehatan Vokasional AcTion: Aceh Nutrition Journal JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Kesehatan Prima Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan JURNAL MEDIA KESEHATAN SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Sains Kesehatan Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Proceeding of Bengkulu International Conference on Health Jurnal Svasta Harena Rafflesia Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Early Inititation of Breastfeeding and Vitamin A Supplementation with Nutritional Status of Children Aged 6-59 Months Simanjuntak, Betty Yosephin; Haya, Miratul; Suryani, Desri; Ahmad, Che An
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita, khususnya dua tahun pertama kehidupan merupakan usia emas bagi anak karena pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat. Oleh karena itu, terjadinya gangguan nutrisi pada masa itu bisa bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Penelitian ini mengkaji hubungan antara inisiasi dini pemberian air susu ibu dan vitamin A dengan status gizi. Total sampel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 1.592 anak di bawah lima tahun (balita) berusia 6-59 bulan yang diambil dari Pemantauan Status Gizi Indonesia 2015 di Bengkulu. Data termasuk usia, jenis kelamin, inisiasi menyusui dini, panjang kelahiran, berat lahir, suplementasi vitamin Adikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Berat dan tinggi anak diperoleh melalui pengukuran antropometri. Lebih dari setengah balita (54,6%) tidak mendapat inisiasi menyusui dini. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling dominan terkait dengan indikator weight/age, height/age dan weight/height adalah inisiasi menyusui dini dan suplemen vitamin A. Balita yang tidak mendapat inisiasi menyusui dini berisiko 1,555 kali me-ngalami stunting dibanding balita yang mendapat inisiasi menyusui dini. Variabel yang paling dominan terkait dengan height/age adalah suplementasi vitamin A. Anak yang tidak mendapatkan suplemen vitamin A berisiko mengalami stunting 2,402 kali dibandingkan anak yang mendapat suplemen vitamin A. Toddler period, especially the first two years of life is considered as golden age for children because of their rapid growth and development. Therefore, the occurrence of nutritional disorders in the period can be permanent and irreversible. This study tried to assess correlation between early initiation of breastfeeding and vitamin A with nutritional status. The total of samples analyzed in this study was 1,592 toddlers aged 6-59 months that were drawn from 2015 Indonesia Nutritional Status Monitoring Survey in Bengkulu. Data including age, sex, early initiation of breastfeeding, birth length, birth weight, vitamin A supplementation were collected by using questionnaire. Weight and height of children were obtained through anthropometric measurements. More than half of the toddlers (54.6%) did not get early initiation of breastfeeding. Based on multivariate analysis results, most dominant variables related to weight/age, height/age and weight/height indicators were early initiation of breastfeeding and Vitamin A supplementation. Toddlers who did not get early initiation of breastfeeding are at risk of 1.555 times stunting compared to toddlers who got early initiation of breastfeeding. The most dominant variable related to height/age is vitamin A supplementation. Children who do not get vitamin A supplementation are at risk of stunting 2.402 times compared to children who get vitamin A supplementation.
Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Yunita, Yunita; Krisnasary, Arie; Suryani, Desri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3338

Abstract

Ibu hamil adalah sasaran intervensi paling penting dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ibu hamil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya berisiko memiliki masalah status gizi dan berdampak buruk pada bayi dan ibu. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan panjang badan lahir yang pendek dapat berisiko mengalami stunting pada masa balita. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis asupan makronutrien dan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Adanya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis asupan zat gizi makro dan pendapatan keluarga terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang ibu hamil dengan menggunakan metode cluster sampling. Pengumpulan data asupan gizi ibu hamil melalui Form Food Recall 3 x 24 jam analisis dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara dengan p-value diperoleh ≤ 0,05. Nilai OR sebesar 0.647, 0.600 dan 11 artinya ibu yang asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya sedikit, lebih berisiko mengalami KEK.
Pola Keanekaragaman Pangan dan Status Gizi Mahasiswa Putri Poltekkes Kemenkes Bengkulu Hasanah, Ummi; Jumiyati, Jumiyati; Suryani, Desri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.83-92

Abstract

Remaja merupakan waktu transisi dari masa anak ke dewasa dan umumnya akan terjadi perubahan pada fisik. Selain terjadi perubahan fisik, pada masa remaja juga akan terdapat perubahan emosional dan mental yang cepat. Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola keanekaragaman pangan dan status gizi mahasiswa putri. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa putri tingkat I yang indekos di Kota Bengkulu dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pola keanekaragaman pangan yaitu menggunkan formulir FFQ, sedangkan untuk variabel status gizi diambil dengan cara pengukuran antropometri, dengan menimbang berat badan menggunakan timbangan injak dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan sebagian sebagian besar pola keanekaragaman pangan dengan kategori beranekaragam sebanyak (74,2%), dan kategori tidak beranekaragam sebanyak (25,8%). Sedangkan status gizi berdasarkan IMT sebagian besar dengan kategori gizi normal (61,3%) dan kategori gizi tidak normal sebanyak (38,7%). Kesimpulan pola keanekaragaman pangan mahasiswa putri yang indekos di Kelurahan Padang Harapan menunjukkan sebagian besar dengan kategori baik. Status gizi mahasiswa putri berdasarkan IMT menunjukkan sebagian besar dengan kategori gizi normal. Saran diharapkan bagi responden untuk selalu memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi yaitu makanan yang beranekaragam, seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan didalam tubuh.
Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Yunita, Yunita; Krisnasary, Arie; Suryani, Desri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3338

Abstract

Ibu hamil adalah sasaran intervensi paling penting dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ibu hamil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya berisiko memiliki masalah status gizi dan berdampak buruk pada bayi dan ibu. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan panjang badan lahir yang pendek dapat berisiko mengalami stunting pada masa balita. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis asupan makronutrien dan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Adanya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis asupan zat gizi makro dan pendapatan keluarga terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang ibu hamil dengan menggunakan metode cluster sampling. Pengumpulan data asupan gizi ibu hamil melalui Form Food Recall 3 x 24 jam analisis dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara dengan p-value diperoleh ≤ 0,05. Nilai OR sebesar 0.647, 0.600 dan 11 artinya ibu yang asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya sedikit, lebih berisiko mengalami KEK.
Minyak Goreng Sehat untuk Keluarga Sehat: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah Yulianti, Risda; Wahyudi, Anang; Suryani, Desri; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12818

Abstract

ABSTRAK Penggunaan minyak goreng yang berulang kali atau dikenal sebagai minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) dapat membahayakan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular (PTM). Minyak jelantah menjadi bahaya bagi kesehatan karena mengandung lemak tidak jenuh dan lemak trans.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dan masyarakat di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah mengenai dalam penggunaan minyak goreng yang sehat dalam pencegahan PTM. Peserta kegiatan ini yaitu ibu-ibu Desa Panca Mukti sebanyak 25 orang yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Pokja III, kader kesehatan lingkungan, kader posbindu dan ketua atau perwakilan dasawisma di Desa Panca Mukti dimana semua peserta tersebut diberikan pelatihan untuk menjadi edukator yang akan meneruskan hasil pelatihan kepada masyarakat desa. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi, diskusi, dan monitoring evaluasi. Materi edukasi yang diberikan tentang pengunaan minyak goreng yang sehat dan pengelolaan Bank Minyak Jelantah. Hasil pengukuran pengetahuan peserta menunjukkan rata-rata dan standar deviasi pre test 10,68±2,70 dan hasil post test 16,56±1,96, diperoleh nilai p 0,0005. Terdapat perbedaan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan tentang penggunaan minyak goreng yang sehat. Perlu dilakukan edukasi dan dukungan perangkat desa dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Panca Mukti agar masyarakat selalu menerapkan penggunaan minyak goreng yang sehat sehingga terhindar dari PTM. Kata Kunci: Pengetahuan, Minyak Goreng, Minyak Goreng Bekas Pakai, Minyak Jelantah, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Repeated use of cooking oil, also known as used cooking oil (UCO) or "jelantah" oil, can pose a health risk to the community as it is associated with non-communicable disease (NCD). "Jelantah" oil is dangerous to health due to its high content of unsaturated fats and trans fats. The aim of this community engagement activity is to enhance the knowledge of mothers and the community in Panca Mukti Village, Central Bengkulu District, regarding the appropriate use of healthy cooking oil in preventing NCDs. The participants in this activity are 25 women from Panca Mukti Village, consisting of members of the Family Empowerment and Welfare/ PKK Pokja III, environmental health cadres, Posbindu cadres, and the heads or representatives of the Dasawisma in Panca Mukti Village. All participants receive training to become educators who will pass on the knowledge gained to the village community. The methods employed in this activity include socialization, discussions, and monitoring evaluations. The educational content covers the proper use of cooking oil and the management of the Used Cooking Oil Bank. The results of the participants' knowledge assessment show a pre-test average and standard deviation of 10.68±2.70, and a post-test result of 16.56±1.96, yielding a p-value of 0.0005. There is a significant difference in participants' knowledge after receiving training on the appropriate use of cooking oil. It is imperative to conduct further education and gain support from village officials and community leaders in the Panca Mukti Village area to ensure that the community consistently adopts the use of healthy cooking oil, thus avoiding NCDs. Keywords: Knowledge, Cooking Oil, Used Cooking Oil, Non-Communicable Diseases
Pemberdayaan Kader Posbindu dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah Suryani, Desri; Yulianti, Risda; Maigoda, Tonny Cortis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16537

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman, termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus (DM), kanker, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta gangguan akibat kecelakaan dan kekerasan. Kematian akibat PTM seperti stroke, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan PPOK telah melebihi kematian akibat penyakit menular. Pelaksanaan Posbindu di Desa Panca Mukti belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman, sehingga tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penemuan faktor risiko PTM belum tercapai optimal. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posbindu dalam pencegahan PTM. Metode yang digunakan yaitu model Community Development (CD) melibatkan kader dan masyarakat secara langsung sebagai subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah persuasif, yaitu memberikan himbauan dan dukungan tanpa paksaan agar kader dan masyarakat berperan aktif dalam kegiatan ini, serta edukatif, yakni melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan pendidikan guna pemberdayaan masyarakat. Rata rata pengetahuan kader saat pre-test 51,9 sedangkan mean post test 64,6, setelah pelatihan terjadi peningkatan skor 12,7. Terdapat peningkatan pengetahuan kader Posbindu di wilayah Puskesmas Srikuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah setelah memperoleh pelatihan mengenai pencegahan penyakit tidak menular. Disarankan kader perlu difasilitasi untuk mendapatkan kesempatan pelatihan yang lebih komprehensif dan tersertifikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Tidak Menular (PTM), Kader, Posbindu  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) are illnesses not caused by infectious agents, including heart disease, stroke, diabetes mellitus (DM), cancer, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), as well as injuries from accidents and violence. Mortality from NCDs such as stroke, heart disease, cancer, diabetes, and COPD has surpassed deaths from infectious diseases. The implementation of Posbindu in Panca Mukti Village has not fully adhered to the guidelines, thus the goal of increasing community participation in the prevention and identification of NCD risk factors has not been optimally achieved. To enhance the knowledge of Posbindu cadres in preventing NCDs. The method used was the Community Development (CD) model, engaging cadres and the community directly as subjects and objects in the execution of community service activities. The approach employed was persuasive, providing encouragement and support without coercion to ensure active participation of cadres and community members in this activity. It was also educational, involving socialization, training, and mentoring to transfer knowledge and education for community empowerment. The average pre-test knowledge score of cadres was 51.9, whereas the mean post-test score was 64.6, indicating a score increase of 12.7 after the training. There was an improvement in the knowledge of Posbindu cadres, following training on NCD prevention. Recommended cadres need to be facilitated with opportunities for more comprehensive and certified training to enhance the quality of healthcare services, especially in early detection and prevention of NCDs. Keywords: Knowlegde, Non-Communicable Diseases (NCDs), Kader, Posbindu 
Organoleptic Evaluation of Manyung Fish Nugget Enriched with Moringa Leaves Agustina, Sinta; Wahyudi, Anang; Suryani, Desri; Risda Yulianti
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i12.7411

Abstract

This study examined the potential of using local ingredients such as Manyung fish (Arius thalassinus) and moringa leaves to create nutritious nuggets. The objectives of this study were to assess the organoleptic acceptability of Manyung fish nugget enriched with Moringa leaves concerning color, taste, aroma, and texture. The research followed an experimental approach using a randomized design. Findings indicated that the formulation F1 (90 g Manyung fish and 10 g moringa leaves), was favorable due to its superior attributes in color, taste, aroma, and texture. Among the formulations, F1 exhibited the most preferred in terms of sensory aspects. This research highlighted the potential of these local ingredients for nugget formulation especially for adolescent consumption
SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN KONSELING GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRI KUNCORO KABUPATEN BENGKULU TENGAH Yulianti, Risda; Suryani, Desri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43962

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Deteksi PTM dan edukasi gizi merupakan langkah penting dalam pencegahan dan pengendalian PTM. Puskesmas Sri Kuncoro dan Pemerintah Desa Panca Mukti bekerjasama dengan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa konseling gizi dalam rangka Gerakan Serentak (Gertak) Skrining Penyakit Tidak Menular bertempat di Balai Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah pada 16 Juli 2024. Konseling gizi dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa DIII Gizi. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sri Kuncoro (lansia dan dewasa berisiko) mendapatkan pemeriksaan/skrining risiko PTM yaitu pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, kolesterol, dan glukosa darah serta konseling gizi. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya skrining kesehatan dan edukasi gizi sebagai langkah pencegahan PTM.
Proximate Analysis and Organoleptic Acceptance of Snack Bar Based on Green Pea Flour (Vigna Radita) and Red Pea Flour (Phaseolus Vulgaris L) Lestari, Serly; Yuliantini, Emy; Suryani, Desri
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i3.727

Abstract

Snack bars are snacks in the form of bars that are produced from various food components with added nutrients such as whole grains, dried fruit, or nuts. The aim of the research was to determine the proximate levels and test the organoleptic acceptability of snack bars using a completely randomized design (CRD) with treatment, added green beans and red beans F1 (100:25) F2 (62,5:62,5), F3 (25: 100). Organoleptic tests were carried out with 30 training panelists. The data were analyzed using the Kruskall Wallis test and continued with Mann Whitney. The results on the proximate level test was found that the highest water content value was in formula 1 (15,509%), the ash content in formula 1 was 2,547%, and the fat content in formula 1 was 22,751. Meanwhile, the highest protein content was in formula 3 (25,68%), carbohydrate content was 48,023% and the highest food fiber content was in formula 1 (17,512%). Result of proximate analysis and organoleptic tests was Formula 1 (100g green bean flour and 25g red bean flour) as the best product. The resulting formula can be a nutritious alternative as snack, with high level of protein, carbohydrates and fiber. The implications of developing a snack bar is not only nutritious, but also tastes good. This opens up opportunities to diversify healthier snack products by utilizing local resources.
Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak Berdasarkan Daerah Tempat Tinggal di Provinsi Bengkulu, Indonesia: Infant and Young Child Feeding Practices Based on Region of Residence in Bengkulu Province, Indonesia Simbolon, Demsa; Suryani, Desri; Yunita, Yunita; Fauzi, Yusran
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.640-650

Abstract

Background: Children under two years old go through a rapid physical growth period, requiring the highest nutritional intake compared to other age groups. However, infant and young child feeding (IYCF) practices are often suboptimal, leading to nutritional and health problems. Objectives: This study aimed to determine the determinants of IYCF practices in Bengkulu Province. Methods: The study used a cross-sectional design from the 2017 IDHS data. The sample was women of childbearing age 15-49 years who had children aged 6-24 months, as many as 73 children with a stratified two-stage sampling technique. Data analysis using proportion difference test with chi-square test and multivariate binary logistic regression. Results: This study found that in 83.9% of urban areas and 91.5% of rural areas, the practice of IYCF is not by the recommendations. There is no difference in IYCF practice between urban and rural areas. Factors related to the practice of IYCF are pregnancy planning and antenatal care (ANC) quantity. Unplanned pregnancies had a risk of 4.8 times (p-value=0.04) the practice of IYCF was not as recommended compared to the intended pregnancies. The quantity of antenatal care that was not at risk was 4.8 times the practice of IYCF was not as recommended compared to the quantity of good ANC (p-value=0.05). Conclusions: Pregnancy planning needs to be educational material for young women, and an increase in efforts to increase knowledge of pregnant women about IYCF during antenatal care through nutrition counseling programs or classes for pregnant women in health facilities.
Co-Authors Adelia Ajelika Adelia Aperiliana Bella Afifah Putri Azzahra Afriyana Siregar Agus Supardi AGUSTINA, SINTA Ahmad Rizal ahmad rizal Ahmad, Che An Ali Khomsan Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anggryani Margaretha Angraini, Wulan Aprita Dwi Putri Elliza Arie Nugroho Baruara, Guntur Betri Anita Betri Anita Anita Betty Yosephin Simanjuntak Bintang Agustina Pratiwi Che An Ahmad Cicilia Fransiska Darmawati Santoso darwis darwis, darwis Dayanti, Lestari Rahmah Demsa Simbolon Deswita Maharani Br Mataniari Dinda Puspita Gita Dinda, Inge dita kodrati alaina Dwi Permata Sari Eliana Eliana Elly Wahyuni Elsha Cristin Sipahutar Emy Yuliantini Erva Aulia Janna Eva Anggi Puspita Evi Fitriani EVI FITRIANI Febriyanto, Tedy Fitria Ogina Frensi Riastuti Halimatussa Diah Halimatussa'diah, Halimatussa'diah Hasanah, Ummi Hawani, Ikat Tri Heldi Saputra Hendarin Hendarin Henni Febriawati, Henni Husin, Hasan Izzatul Ilmi Juita Sari Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati, Jumiyati Karunia, Mekti Ketut Murni Krisnasary, Arie kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Lela Hartini Lesmi, Anisa Lestari, Serly Lestari, Sinta Wahyu Lista Maharani Maharani, Maharani Maigoda, Tonny Cortis Mawar Maysara Dwi Alfiana Melinda Putri, Sinthya Melita Sari Meriwati Meriwati Mahyudin Meriwati, Meriwati Meta Irwanda Miratul Haya miratul haya Miratul Haya Miratul Haya, Miratul Mita Apriani Muhammad Revil Syaputra Nadilla Putri Sp Natan, Okdi Nevike Amanda P Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Okfriani, Yenni Peny Dwi Oktavia Putra, Boy Zedra Ananda Pratama Qotima, Shania Rama Beka Sariy Rinsesti Junita Risda Yulianti Riska Hafiani Riski Amalia RS, Sunita Shafiyyah Ummu K Sinta Wahyu Lestari Sunita R S Susilo Damarini Tadzkia Maghfira Tamala, Ramtina Tetes Wahyu Tetes Wahyu W Tetes Wahyu W Tetes Wahyu Witradharma Tonny C Maigoda Tonny Cortis Maigoda Wahnil Dia Handayani Wahyu Elia Ramadani Wulan Angraini wulandari, Gite Putri Wulandari, Melsa Putri Yandrizal Yandrizal Yanuarti, Riska Yorita, Epti Yulia Afriza YUNITA Yunita Yunita Yunita Yunita Yusran Fauzi Zahra, Intan Sefti