Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Biosourced Reduced Graphene Oxide and Its Application for Methylene Blue Adsorption Rachmat, Addy; Ahadito, Bijak Riyandi; Suryani, Sri; Meiliza, Cici; Hidayati, Nurlisa; Julinar, Julinar; Said, Muhammad
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 14 No. 3 (2025): Edition September-December 2025
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2025.014.03.7926

Abstract

Graphene oxide and reduced graphene oxide have been widely studied as a biomass-sourced alternative to graphene for their various capabilities, e.g. as adsorbent. This publication reports the preparation of graphite (g), graphene oxide (GO), and reduced graphene oxide (rGO) from coconut shell (1) and sugarcane bagasse (2) using matoa leaves extract as reducing agent, characterized by XRD, FT-IR, and Raman spectroscopy. The X-ray diffractogram showed 2θ peaks between 22.8°–23.8° for g1, GO1, and rGO1, and between 23.6°–25.8° for g2, GO2, and rGO2. FT-IR spectra of both sets of GO and rGO showed common peaks of O–H (~3400 cm–1), C–H (~2900 cm–1), and C–OH (~1600 cm–1), while also some noticeable differences between the sets. Raman spectra of both rGO showed D peak (~1400 cm–1), G peak (~1700 cm–1), and weak 2D peaks (2700–3300 cm–1) with ID/IG of 0.93 and 0.91 for rGO1 and rGO2, respectively. The obtained g, GO, and rGO were used as adsorbent for methylene blue dye. The adsorption study involved variation in dye concentration, contact time, and amount of adsorbent. It was found that rGO performs best as adsorbent compared to GO and g, with maximum adsorption capacity of 22.308 μg/mg (rGO1) and 47.533 μg/mg (rGO2). Adsorbents prepared from sugarcane bagasse were found to perform better due to its easiness of carbonization compared to coconut shell.
Decoding Text, Shaping Data: A Digital Study of the Keywords Walandi and Pakêmpalan in Kadjawen magazine 1927–1931 Suryani, Sri
Arnawa Vol 3 No 2 (2025): Edisi 2
Publisher : Javanese Language, Literature, and Culture Study Program, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/arnawa.v3i2.25848

Abstract

This study presents a linguistic analysis and an examination of political discourse in the Javanese-language magazine Kadjawen, published during the Dutch colonial period from 1927 to 1931. This study is exploratory in nature and has been elaborated using a Digital Humanities approach, with an emphasis on a conceptual orientation towards discourse analysis related to the relationship between language, power, and colonialism. This study also applies digital text analysis methods, such as frequency and concordance analysis, with a primary focus on investigating the occurrence and contextual proximity of two keywords: Walandi “Dutch” and pakêmpalan “association” or “organisation”, which are scattered throughout the text corpus. The data was taken from the freely accessible digital edition of Kadjawen on the website sastra.org. There were a total of 201 texts as raw data, which were then converted to plain text format and analysed using Python and Voyant Tools. The results of the analysis show that despite being subject to colonial restrictions and rules, Kadjawen displayed linguistic strategies that reflected the negotiation between Javanese cultural identity and Dutch colonial power, as well as its involvement in the national discourse that developed in the late 1920s. === Penelitian ini memaparkan kajian wacana linguistik dan diskursus politik di dalam majalah berbahasa Jawa Kadjawen yang terbit pada masa kolonial Belanda, dari periode 1927 hingga 1931. Penelitian bersifat eksploratif dan telah dielaborasikan dengan pendekatan humaniora digital, menekankan orientasi konseptual terhadap kajian wacana terkait relasi antara Bahasa, kekuasaan, dan kolonialitas. Selanjutnya, penelitian menerapkan metode analisis teks digital, khususnya analisis frekuensi dan konkordansi, dengan fokus utama melakukan penelusuran atas kemunculan serta kedekatan kontekstual dua kata kunci, yaitu Walandi “Belanda” dan Pakêmpalan “perkumpulan” atau “organisasi”, yang tersebar di dalam korpus teks. Data diambil dari edisi digital Kadjawen yang bebas akses di situs sastra.org. Terdapat total 201 teks sebagai data mentah yang kemudian dikonversi ke format plain teks, kemudian dianalisis menggunakan Python serta Voyant Tools. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski berada di dalam batasan serta aturan kolonial, Kadjawen menampilkan strategi kebahasaan yang merefleksikan adanya negosiasi antara identitas kultural Jawa dengan kekuasaan kolonial Belanda serta keterlibatannya terhadap wacana kebangsaan yang berkembang pada akhir 1920-an.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS ATTRACTIVE MEDIA VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI Suryani, Sri; Putri Septiyani, Kartika; Aliyah, Nurul
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.937

Abstract

ABSTRAK Remaja Indonesia berada dalam posisi yang sangat rentan karena sering tidak mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang memadai yang berdampak pada rendahnya pemahaman serta membahayakan kesejahteraan reproduksinya. Siswi MTs RU diketahui belum pernah mendapatkan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi berbasis media visual yang atraktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan berbasis attractive visual media terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri. Penelitian kuantitatif dengan rancangan Pre-eksperimen dengan design One group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi MTs RU Sakatiga Kec. Indralaya, Sumatera Selatan sebanyak 195 orang dengan sampel berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar pengetahuan responden pada kategori baik (55,6%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan dalam kategori baik (72,2%), terdapat peningkatan skor pengetahuan yang cukup signifikan sebesar 7,591 dari skor rata-rata sebelumnya. Hasil Uji Paired sampel Test menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan secara signifikan memengaruhi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi (p value 0,000). Diharapkan agar dapat mengembangkan kurikulum kesehatan reproduksi yang inovatif dan komprehensif meliputi sains dan nilai agama yang berbasis digital bagi remaja. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Remaja Putri.
Decoding Text, Shaping Data: A Digital Study of the Keywords Walandi and Pakêmpalan in Kadjawen magazine 1927–1931 Suryani, Sri
Arnawa Vol 3 No 2 (2025): Edisi 2
Publisher : Javanese Language, Literature, and Culture Study Program, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/arnawa.v3i2.25848

Abstract

This study presents a linguistic analysis and an examination of political discourse in the Javanese-language magazine Kadjawen, published during the Dutch colonial period from 1927 to 1931. This study is exploratory in nature and has been elaborated using a Digital Humanities approach, with an emphasis on a conceptual orientation towards discourse analysis related to the relationship between language, power, and colonialism. This study also applies digital text analysis methods, such as frequency and concordance analysis, with a primary focus on investigating the occurrence and contextual proximity of two keywords: Walandi “Dutch” and pakêmpalan “association” or “organisation”, which are scattered throughout the text corpus. The data was taken from the freely accessible digital edition of Kadjawen on the website sastra.org. There were a total of 201 texts as raw data, which were then converted to plain text format and analysed using Python and Voyant Tools. The results of the analysis show that despite being subject to colonial restrictions and rules, Kadjawen displayed linguistic strategies that reflected the negotiation between Javanese cultural identity and Dutch colonial power, as well as its involvement in the national discourse that developed in the late 1920s. === Penelitian ini memaparkan kajian wacana linguistik dan diskursus politik di dalam majalah berbahasa Jawa Kadjawen yang terbit pada masa kolonial Belanda, dari periode 1927 hingga 1931. Penelitian bersifat eksploratif dan telah dielaborasikan dengan pendekatan humaniora digital, menekankan orientasi konseptual terhadap kajian wacana terkait relasi antara Bahasa, kekuasaan, dan kolonialitas. Selanjutnya, penelitian menerapkan metode analisis teks digital, khususnya analisis frekuensi dan konkordansi, dengan fokus utama melakukan penelusuran atas kemunculan serta kedekatan kontekstual dua kata kunci, yaitu Walandi “Belanda” dan Pakêmpalan “perkumpulan” atau “organisasi”, yang tersebar di dalam korpus teks. Data diambil dari edisi digital Kadjawen yang bebas akses di situs sastra.org. Terdapat total 201 teks sebagai data mentah yang kemudian dikonversi ke format plain teks, kemudian dianalisis menggunakan Python serta Voyant Tools. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski berada di dalam batasan serta aturan kolonial, Kadjawen menampilkan strategi kebahasaan yang merefleksikan adanya negosiasi antara identitas kultural Jawa dengan kekuasaan kolonial Belanda serta keterlibatannya terhadap wacana kebangsaan yang berkembang pada akhir 1920-an.
PENGARUH STRES KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN, OLAHRAGA, DAN PARIWISATA KOTA BANJARMASIN Supit, Grace Mercy; Wahab, Abd; Suryani, Sri
Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 3 No. 2 (2026): Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Anugerah Duta Perdana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena menurunnya kinerja pegawai diduga dipengaruhi oleh stres kerja dan lingkungan kerja. Stres kerja dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan motivasi, serta menghambat pencapaian kinerja, sedangkan lingkungan kerja yang kurang kondusif dapat mempengaruhi kenyamanan dan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel 54 orang pegawai instansi. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t dan uji f dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap pegawai dengan nilai t hitung 2,397 > t tabel 2,012 dan signifikan 0,021 > 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kerja pegawai dengan nilai t hitung 4,233 > t tabel 2,012 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, stres kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerj pegawai dengan nilai f hitung 14,592 > F tabel 3,20 dan signifikan 0,000 < 0,05.
PELATIHAN PEMBUATAN SIRUP JERUK MADANG LOK BAINTAN Saputra, Adam; Agustina, Titien; Jaya, Fanlia Prima; Syamsuddinnor, Syamsuddinnor; Wahab, Abd; Diana, Diana; Sampurnawati, Sampurnawati; Dewi, Tusiana; Nurdin, Muhammad; Suryani, Sri; Lestari, Niti; Syafril, Syafril; Erwansyah, Ferli
Bakti Banua : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Bakti Banua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/965exg64

Abstract

Pelatihan pembuatan sirup jeruk madang di Desa Lok Baintan dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal. Selama ini, jeruk madang umumnya dipasarkan dalam bentuk buah segar dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan wawasan kewirausahaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan jeruk madang menjadi produk sirup yang higienis dan bernilai jual. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi kewirausahaan, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan evaluasi hasil produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam proses produksi dan pengemasan sirup jeruk madang, terbentuknya produk prototipe, serta meningkatnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan produk unggulan desa dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan