Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN ABU BOILER TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH GAMBUT Enjela, Dea Septi; Suswati, Denah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.85504

Abstract

Tanah gambut memiliki kandungan asam-asam organik beracun yang tinggi menyebabkan tanah gambut memiliki pH dan ketersediaan hara yang rendah. Satu diantara bahan amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah gambut yaitu pemberian abu boiler. Abu boiler memiliki sifat-sifat kejenuhan basa tinggi, pH tinggi, serta memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh abu boiler terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan berlangsung dari bulan Januari 2024 hingga Juli 2024 di Lahan Percobaan Pertanian Universitas Tanjungpura dan sampel analisis Fakultas tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. yang dimulai dari persiapan penelitian hingga penyajian hasil. Penelitian ini dilakukan pada percobaan dalam polybag dengan metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari 6 perlakuan sama dengan 2 set perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 48 polibag. Adapun dosis perlakuan abu boiler yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : B0 = tanpa perlakuan, B1 = 500 g abu boiler/10.000 g tanah, B2 = 1.000 g abu boiler/10.000 g tanah, B3 = 1.500 g abu boiler/10.000 g tanah , B4 = 2.000 g abu boiler/10.000 g tanah, B5 = 2.500 g abu boiler/10.000 g tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi berat kering bagian atas tanaman, serapan hara N bagian atas tanaman, serapan hara P bagian atas tanaman, serapan hara K bagian atas tanaman, dan berat pipilan kering/tanaman. Pemberian abu boiler pada perlakuan B2 dengan dosis 1000g abu boiler/10.000g tanah dapat meningkatkan berat kering tanaman bagian atas tanaman sebesar 18,17%, serapan hara N bagian atas tanaman sebesar 31,65%, serapan hara K bagian atas tanaman sebesar 61, 13% dan berat pipilan kering tanaman sebesar 36,62%.
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Nugroho, Ridho Satia; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa (Cocos nucifera L.) dan memberikan saran pemupukan unsur hara N, P, dan K untuk tanaman kelapa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode jalur sistematik (transek) yang mencakup tiga lahan milik petani yang berbeda, masing-masing terletak pada jarak lahan A 2,8 km, lahan B 2,7 km, dan lahan C 2,4 km dari sungai. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit, dengan lima titik pengambilan sampel pada setiap lahan yang ditentukan melalui metode diagonal. Setiap lahan perkebunan kelapa (Cocos nucifera L.) menunjukkan beberapa sifat kimia tanah yang beragam. Lahan A, B dan C memiliki pH tanah yang masam, sehingga kadar fosfor yang tersedia rendah, namun kandungan C-organik sangat tinggi yang berdampak pada meningkatnya kadar N-total dan KTK tanah yang sedang. Berdasarkan hasil analisis tanah dari ketiga lokasi lahan penelitian lahan A, B, dan C, memiliki kriteria sifat kimia tanah yang sama pada parameter pH, C-organik, Ca, Mg, dan KTK, namun adanya perbedaan kriteria pada parameter N, P, K dan KB terutama pada lahan C. Saran pemupukan untuk lahan A - 102,26 kg/ha pupuk urea, 28,9 kg/ha pupuk SP-36 dan 185 kg/ha pupuk KCl. Lahan B - 107,6 kg/ha pupuk urea, 25,67 kg/ha pupuk SP-36, dan 185 kg/ha pupuk KCl. Lahan C - 107,17 kg/ha pupuk urea, 80,28 kg/ha pupuk SP-36, dan 117,6 kg/ha pupuk KCl.
Peranan Pemberian Decanter Solid terhadap Serapan Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Tanah Gambut Fransisca, Adelia Irma; Suswati, Denah; Junaidi, Junaidi
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.101261

Abstract

Sweet corn (Zea mays L.) is a significant upland crop commodity. Peatlands, characterized by nutrient-poor conditions, require soil conditioners for effective sweet corn cultivation. Decanter solid application serves as an alternative to enhance plant nutrient availability. This study aims to evaluate the effect of decanter solid waste on the uptake of nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K), as well as the yield of sweet corn (Zea mays L.) on Histosols. The research employed a field experiment based on a Completely Randomized Design (CRD) with six treatment levels of decanter solid, ranging from $A_0$ (control) to $A_5$ (1100 g/polybag). Data were analyzed using ANOVA (F-test), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results indicated that the $A_3$ treatment (700 g/polybag) was the most optimal dose. This dosage significantly increased plant dry weight and the uptake of N and K in the shoots, with increases ranging from 158.59% to 339.3% compared to the control. The application of $A_3$ decanter solid also resulted in a highly significant increase in crop yield, as evidenced by the weight of cobs (both with and without husks), which increased between 437.4% and 770.07% relative to the control. However, this dosage did not significantly improve P uptake in the shoots. The utilization of decanter solid waste at a dose of 700 g/polybag holds great potential for enhancing the growth and yield of sweet corn on Histosols
Peranan Red Mud dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Ketersediaan Hara N, P, K Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung pada Tanah Gambut Tanti, Dwi; Suswati, Denah; Romiyanto, Romiyanto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.102368

Abstract

The use of peat soil as a growing medium for corn plants faces various problems regarding soil fertility and low productivity. One of the materials that can improve fertility is red mud, which can increase the pH of peat soil, and goat manure as a soil fertility improver. This study aims to determine the effect of red mud and goat manure on increasing the availability of N, P, and K nutrients in peat soil. The study was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, and soil sample analysis was carried out at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research design used in this study was a completely randomized design (CRD) factorial pattern and Duncan's test with a 5% confidence level, consisting of 9 treatments and 3 replicates, resulting in 27 polybags (plants). The red mud treatment doses were: M0 (0 g/polybag), M1: 100 g/polybag (4 tons/ha), M2: 200 g/polybag (8 tons/ha). Goat manure treatment doses: K0 (0 g/polybag), K1: 1500 g/polybag (60 tons/ha), K2: 3000 [A3.1]g/polybag (120 tons/ha). The parameters observed were Soil Reaction (Soil Acidity), Soil Organic Carbon, Total Soil Nitrogen (N), Available Phosphorus (P), Exchangeable Potassium (K), Plant Height, and Corn Stem Diameter. Based on the research results, it can be concluded that the M2K2 treatment with 200 g/polybag (8 tons/ha) of red mud and kambi manure.
Co-Authors Afiza, Anisa Agus Sulistiyono Pramono Agustine, Leony Alhaddad, Abdul Mujib Ali Akbar Alsyahdani, Daeng ari krisnohadi Ari Krisnohadi Asmahan Akhmad Asrifin Aspan Aspan Bambang Hendro Bambang Hendro Sunarminto Bambang Widiarso bayu saputra Bayu Saputra Chandra, Tino O. cici, suci Didik Indradewa Didik Indradewa Dja’far Shiddieq Dolorosa , Eva Donny Ardy, Donny Durani, Hidayat Enjela, Dea Septi ENY ENY erlia erlia erlia Eva Dolorosa Farah Diba Feira Budiarsyah Arief Fransisca, Adelia Irma Gita Aprianti Godefridus Delanova Panthera Boy Hadari Hadari Ismahan Umran Jamli Jamli Junaidi Junaidi Kurnia, Dikha Putra Kusuma, Eka Widiyawati Wijaya Kusumadewi, Yohana S Logi Suhandi M, Leony Agustine Manurung, Rinto Manurung, Rocky Oktavianus Markus, Dodi Maulana, Muhammad Kharis Maulidi Maulidi Monica, Natalia Agnes Muhammad Hatta Murni, Sri Dewi Nafa A Permatasari Nugroho, Ridho Satia NURANI, CATUR Nuriman, Muhammad Perkasa, Aditya Pratama, Muhammad Aldi Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Rini Hazriani rini hazriani Rini Hazriani Rini Susana Rini Susana Rini Susana Rita Hayati Romiyanto, Romiyanto Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto Rustom, Rustom Saeri Sagiman, Saeri Sari, Rizka Mawaddah Sempurna, Bayu Setiadi, Ade Shiddieq Shiddieq Shiddieq, Dja’far Shubhi, Muhammad Zamhar Auli Siti Maspuroh Subhi Subhi Sulakhudin Mastur Sulakhudin Sulakhudin Sumarno . Suryanti, Tassa Ananda Sutomo Sutomo Tanti, Dwi Tino Chandra Tino Orciny Candra Tino Orciny Chandra Tri Wahyuni Ulfia Fadilla Wulandari, Putri Selvira Yani Yani yani, Hudy Ari Yarlina Yacoub Yuni Lestari