Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN AYAM TERHADAP SERAPAN NITROGEN, FOSFOR, KALIUM DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Asrifin Aspan, amos Denah Suswati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran ayam terhadap serapan nitrogen, fospor, kalium dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 bulan mulai bulan Januari 2013 sampai bulan Juni 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri 7 taraf, yakni : A0 tanpa kotoran aayam, A1 (60 gram/polybag), A2 (120 gram/polybag), A3 (180 gram/polybag), A4 (240 gram/polybag), A5 (300 gram/polybag),dan A6 (360 gram/polybag). Adapun variabel pengamatan pada penelitian ini terdiri dari serapan nitrogen (N) serapan fosfor (P) serapan kalium (K), berat kering bagian atas tanaman, berat tongkol jagung pertanaman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap variabel serapan Nitrogen (N), Fospor (P) dan, Kalium (K) dan berat kering bagian atas tanaman, sedangkan variabel berat tongkol jagung pertanaman berpengaruh nyata,dan hasil jagung tertinggi diperoleh pada perlakuan kotoran ayam 240 gram/polybag dan 8 ton /ha Kata-kata kunci : Gambut, Jagung Manis, Kotoran Ayam
STUDI STATUS UNSUR HARA NITROGEN (N), FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) TERHADAP TANAMAN LADA PADA TANAH FLUVAQUENTS DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS erlia, erlia erlia; Suswati, Denah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7608

Abstract

Tanaman lada adalah tanaman perkebunan yang memiliki peluang dan potensi untuk dikembangkan sebagai suatu komoditas unggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status unsur hara N, P dan K di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman lada beserta rekomendasi perbaikannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa status unsur hara N tergolong sedang sampai tinggi yaitu 0,21-0,68%, P tergolong sangat tinggi yaitu >35 ppm dan kalium tergolong rendah sampai tinggi yaitu antara 0,19-0,62 (cmol (+) kg-1. Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu L1A ( Urea 485,39, SP36 1030,3 kg/ha, KCL 958,3 kg/ha), L1B (Urea 489,04, SP36 1071,77, KCL 1053), L1B (Urea 480,78, SP36 973,22, KCL 528,76) dan L1D (Urea 464,62, SP36 977,66, KCL 1270,71). Kata Kunci : Fluvaquents, Lada, Status Unsur Hara, Pemupukan berimbang, Sambas
STUDI STATUS HARA N, P DAN K TANAH ALUVIAL UNTUK TANAMAN PADI DUSUN MU"™MIN KECAMATAN SELAKAU TIMUR KABUPATEN SAMBAS Aprianti, Gita; Suswati, Denah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.8044

Abstract

Studi status hara merupakan proses untuk mengetahui kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K serta merekomendasi penggunaan hara N, P dan K pada tanah alluvial untuk meningkatkan produksi padi. Hasil rekomendasi menunjukkan bahwa status hara N, P dan K pada masing-masing petak sawah A, B, C, D dan E adalah rendah sampai sangat rendah. Pada masing-masing petak di lokasi penelitian unsur hara yang tersedia rendah sehingga perlu dilakukan pemupukan N, P dan K untuk petak sawah A (287,22 kg urea ha-1, 164,72 kg SP36 ha-1 dan 144 kg KCl ha-1). Petak sawah B (288,78 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 ha-1 dan142,7 kg KCl ha-1). Petak sawah C (287,74 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 dan ha-1 97 kg KCl ha-1. Petak sawah D (288,26 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 ha-1 dan 112,7 kg KCl ha-1). Petak sawah E (288,26 kg urea ha-1, 163,5 kg SP36 ha-1 dan 97 kg KCl ha-1 ). Dosis rekomendasi digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman padi di Dusun Mu"™min. Kata Kunci : Status Hara, Tanah Aluvial, Padi, Sawah, Rekomendasi Pemupukan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI (OryzaSativaL.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI RADAK I,KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBURAYA Pramono, Agus Sulistiyono; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8656

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada lahan pasang surut yang belum ditanami padi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya produksi padi di Desa Sungai Radak I dibandingkan dengan produksi padi pada umumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan pasang surut di Desa Sungai Radak I Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya dan menyusun saran pengelolaan unsur hara (pengapuran dan rekomendasi pemupukan). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mengambil 1 sampel tanah komposit pada masing-masing SPT yang di analisis di laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, C-organik, N-total, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Tekstur, P-tersedia, K, DHL, warna tanah, konsistensi, kedalaman air tanah, drainase, struktur, kandungan pirit. Hasil penelitian menunjukkan topologi lahan pasang surut di Desa Sungai Radak I merupakan topologi datar dengan ketinggian 0-2 mdpl dan kelerengan 0%. Drainase tergolong terhambat (buruk), tipe luapan B. Tanah yang berkembang di lokasi penelitian berordo Entisol sub ordo aquent great grup sulfaquents, dan masuk kedalam sub group typic silfaquent dan hiplic sulfaquent, pH tanah termasuk kedalam kriteria masam dengan kisaran 4,20-4,36, kadar N total berkriteria sangat rendah dengan kisaran 0,17-1,32%. P- tersedia berkriteria sangat renda-sedang dengan kisaran 0,42-15,91 ppm, K-dd kriteria sangat rendah dengan kisaran 0,26-0,25 Cmol(+)kg-1, kadar C-organik berkriteria sangat tinggi dengan kisaran 28,71-40,31%. DHL tanah termasuk kedalam kriteria bebas garam yakni 1,22 mS/cm. KTK tanah berkriteria tinggi dengan kisaran 51,68-72,56 Cmol(+) kg-1, KB tanah kriteria sangat rendah dengan kisaran 3,35-3,91, muka air tanah kriteria dangkal yakni 0-14 cm.
PEMANFAATAN LUMPUR LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K UNTUK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subhi, Subhi; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.11128

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap ketersediaan unsur hara N, P dan K untuk budidaya tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L ­6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, ketersediaan K tanah, berat kering bagian atas tanaman jagung. Acuan kriteria kesuburan tanah yaitu Staf Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH tanah) N-total tanah dan ketersediaan K tanah berpengaruh nyata, tetapi P-tersedia tanah berpengaruh tidak nyata sedangkan berat kering bagian atas tanaman jagung berpengaruh nyata.Kata Kunci: Jagung, Lumpu Laut, Podsolik Merah Kuning
EFEK RESIDU PEMBERIAN LUMPUR LAUT TERHADAP KONSENTRASI HARA N, P, DAN K TANAMAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI LAHAN GAMBUT Suhandi, Logi; Suswati, Denah; Chandra, Tino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek residu pemberian lumpur laut terhadap konsentrasi hara nitrogen, fosfor, dan kalium tanaman kelapa sawit rakyat di lahan gambut di Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung mulai pada 2 Juli 2016 hingga 2 Agustus 2016, diawali dengan mengumpulkan data biofisik tanaman yang meliputi daun tanaman kelapa sawit. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan, sehingga jumlah kaseluruhan sampel yang diambil yaitu 24 tanaman dan akan dianalisis N, P, dan K pada jaringan (pelepah ke-9 ) tanaman kelapa sawit yang terdiri dari kontrol (A), perlakuan lumpur laut 20 ton/ha (B), perlakuan lumpur laut 40 ton/ha (C), perlakuan lumpur laut 60 ton/ha (D). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsentrasi nitrogen, konsentrasi fosfor, dan konsentrasi kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek residu lumpur laut di tanah gambut tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi nitrogen, tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi fosfor, dan tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi kalium dalam jaringan tanaman kelapa sawit. Kata Kunci: Kelapa Sawit, Lumpur Laut, Residu, Tanah Gambut
Identifikasi Status Hara N, P dan K untuk Tanaman Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang WAHYUNI, TRI; SUSWATI, DENAH; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18414

Abstract

Padi sawah (Oryza sativa.L) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat Indonesia. Menanam padi sawah sudah menjadi tradisi umum bagi sebagian besar petani di Indonesia, yang pada mulanya banyak diusahakan di pulau Jawa. Namun, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan menanam padi di sawah. Produksi padi sawah di Kabupaten Bengkayang sebesar 124,157 ton/ha per tahun, terdiri dari 101,735 ton pertahun padi sawah dan 22,422 ton padi ladang. Luas panen 39,139 Ha, dengan produktifitas padi tahun 2015 sebesar 31,72 Kwintal/Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status ketersediaan unsur hara N, P, K pada tanah sawah di Desa Sebente, dan menghitung rekomendasi pemupukan N, P dan K untuk meningkatkan produksi padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan 2 Ha. Waktu penelitian 3 bulan, dimulai dari persiapan sampai penyajian hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode sistem diagonal dan metode wawancara, untuk pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0-20 cm, pengambilan sampel tanah komposit diambil 4 petak sawah yang berbeda. Parameter pengamatan adalah reaksi tanah (pH), N total, P tersedia tanah, K tersedia tanah, dan C-Organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam, C-Organik pada lokasi penelitian sangat rendah sampai dengan tinggi, nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sedang, Fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sangat rendah, kalium (K) tersedia tanah dilokasi penelitian tergolong sangat rendah.
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA LAHAN BERGAMBUT UNTUK TANAMAN LADA ( Piper nigrum L.) DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH RISTHA, FEBRIANTI; Denah, Suswati; Rini, Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.111 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18673

Abstract

STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA TANAH BERGAMBUT UNTUK TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH Ristha Febrianti(1), Denah Suswati(2), Rini Hazriani(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura (2)Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Studi status hara merupakan proses untuk mengetahui kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. Studi status hara melibatkan pelaksanaan survey dan analisis pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium serta merekomendasi pemberian pupuk Urea, SP-36, dan KCL pada tanah bergambut untuk meningkatkan produksi lada. Hasil rekomendasi menunjukkan bahwa status hara Nitrogen, fosfor, dan Kalium pada masing-masing lokasi LT.1, LT.2, dan LT.3 bervariasi dari yang sangat rendah sampai sangat tinggi. Pada masing-masing lokasi dalam rangka meningkatkan produksi tanaman lada, direkomendasikan untuk melakukan pemupukan dengan pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Pada lokasi LT.1 urea (170,35 kg/ha), SP-36 (42,85 kg/ha), KCl (603,08 kg/ha). Lokasi LT.2 urea (169,73 kg/ha), SP-36 (214 kg/ha), KCl (559,03 kg/ha). Lokasi LT.3 urea (174,90 kg/ha), SP-36 (165,98 kg/ha), KCl (510,11 kg/ha). Kata Kunci : Status Hara, Tanah Bergambut, Lada
Identifikasi Ketersediaan Unsur HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA LAHAN ALUVIAL YANG DITANAMI JERUK SIAM DI DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS ENY, ENY; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22884

Abstract

Jeruk siam merupakan anggota dari kelompok jeruk keprok yang memiliki nama ilmiah Citrus nobilis. Nama jeruk siam karena jeruk ini berasal dari Siam (Thailand), yang di negara asalnya disebut Som Kin Wan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jeruk sangat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Status hara yang terendah akan mengendalikan proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium pada lahan Aluvial yang ditanami jeruk siam di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Parameter penelitian meliputi: reaksi tanah (pH), nitrogen total tanah, fospor tersedia, kalium tersedia, kalsium tertukar, magnesium tertukar, C-organik, rasio C/N, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), dan bobot isi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian pH termasuk dalam kriteria sangat masam, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Kadar nitrogen (N) total dalam tanah pada masing-masing lokasi penelitian masuk dalam kriteria sedang, kadar fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat tinggi, dan kadar kalium (K) pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai rendah. Berdasarkan hasil analisis tanah pada lokasi penelitian, maka diperoleh rekomendasi sebagai berikut: Unsur hara P tersedia di dalam tanah pada lokasi penelitian termasuk sangat tinggi, sehingga tidak perlu dilakukan rekomendasi pemupukan P. Rekomendasi pemupukan N (Urea) dan K (KCl) pada masing-masing lokasi penelitian untuk 1 kali pemupukan yaitu lokasi A= 195,51 kg/ha dan 570,64 kg/ha; lokasi B = 206,33 kg/ha dan 634,8 kg/ha; lokasi C = 202,72 kg/ha dan 649,31 kg/ha; lokasi D = 196,70 kg/ha dan 801,03 kg/ha. Rekomendasi pengapuran dolomit pada lokasi penelitian untuk 1 kali pengapuran, yaitu lokasi A = 1.770 kg/ha, lokasi B = 1.850 kg/ha, lokasi C = 1.310 kg/ha, dan Lokasi D = 890 kg/ha.Kata Kunci : Unsur hara, Jeruk, Rekomendasi pemupukan dan pengapuran
PENGARUH PERLAKUAN KOMBINASI LUMPUR LAUT DAN BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) PADA TANAH PASCA PETI Devi Fatmala, Denah Suswati Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31494

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan lahan pasca PETI sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut dan biochar terhadap ketersediaan hara N, P dan K pada tanaman bayam merah pada tanah pasca PETI di Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Penelitian berlangsung dari bulan juli 2018. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari dosis lumpur laut: LL 0%, LL1 5%, LL2 10% dan LL3 15% dan dosis ampas tebu: B0 %, B1 2%, B2 4% dan B3 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut dan biochar berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, KTK, berat basah, dan berat kering tanaman. Namun, pemberian lumpur laut dan biochar tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan L2B3 (lumpur laut 10% dan biochar 6%) dapat meningkatkan pH, C-Organik, dan K-dd dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing sebesar 8,01, 0,95%, dan 0,42 cmol(+)kg-1. Perlakuan L2B0 (lumpur laut 10% dan tanpa biochar) dapat meningkatkan N-total dan KTK dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing sebesar 1,29% dan 6,05 cmol(+)kg-1. Perlakuan L1B3 (lumpur laut 5% dan biochar 6%) dapat meningkatkan P-tersedia, berat basah dan berat kering tanaman dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing sebesar 123,54 ppm, 17,87 g, dan 1,37 g. Pemberian perlakuan L1B3 (lumpur laut 5% dan biochar 6%) dapat meningkatkan berat basah dan berat kering tanaman bayam merah dibandingkan kontrol masing-masing sebesar 201,12% dan 156,25%. Kata Kunci : bayam merah (Alternanthera amoena Voss), biochar, lumpur laut, tanah pasca PETI
Co-Authors Adrestianda, Endang Azzahra Afiza, Anisa Agus Sulistiyono Pramono, Agus Sulistiyono Agustine, Leony Alhaddad, Abdul Mujib Ali Akbar Alsyahdani, Daeng ari krisnohadi Asmahan Akhmad Asrifin Aspan Aspan Bambang Hendro Bambang Hendro Bambang Hendro Sunarminto Bambang Widiarso Bambang Widiarso bayu saputra Bayu Saputra Chandra, Tino Chandra, Tino O. cici, suci Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Indradewa Dja’far Shiddieq Dja’far Shiddieq Dolorosa , Eva Donny Ardy, Donny Durani, Hidayat Eka Widiawati Wijaya Kusuma Enjela, Dea Septi Eny, Eny erlia, erlia erlia Eva Dolorosa Farah Diba Feira B. Arief Feira Budiarsyah Arief Fransisca, Adelia Irma Gita Aprianti, Gita Godefridus Delanova Panthera Boy Gunadi Gunadi Hadari Hadari Ismahan Umran Ismahan Umran Jamli Jamli Junaidi Junaidi Kurnia, Dikha Putra Kusuma, Eka Widiyawati Wijaya Kusumadewi, Yohana S Lia Tri Handayani M, Leony Agustine Manurung, Rinto Manurung, Rocky Oktavianus Markus, Dodi Mastur, Sulakhudin Maulana, Muhammad Kharis Maulidi Maulidi Monica, Natalia Agnes Muhammad Hatta Muhammad Hatta Murni, Sri Dewi Nafa A Permatasari Nandung Erlanda Nugroho, Ridho Satia NURANI, CATUR Nuriman, Muhammad Oktafiyana, Maria Perkasa, Aditya Pratama, Andita Amlliya Ayu Pratama, Muhammad Aldi Riduansyah Riduansyah, Riduansyah rini hazriani Rini Hazriani Rini Susana Rini Susana Rini Susana Rini, Hazriani RISTHA, FEBRIANTI Rita Hayati Romiyanto, Romiyanto Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto Rustom, Rustom Saeri Sagiman, Saeri Sari, Rizka Mawaddah Sempurna, Bayu Setiadi, Ade Shiddieq Shiddieq Shiddieq, Dja’far Shubhi, Muhammad Zamhar Auli Siti Maspuroh Subhi Subhi Suhandi, Logi Sulakhudin Mastur Sulakhudin Sulakhudin Sumarno . Sungkin, Feche Jeremia Suryanti, Tassa Ananda Sutarman Gafur Sutarman Gafur Sutomo Sutomo Tanti, Dwi Tino Orciny Candra Tino Orciny Chandra tri wahyuni Ulfia Fadilla Wulandari, Putri Selvira Yani Yani yani, Hudy Ari Yarlina Yacoub Yuni Lestari