Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : E-Journal Obstetric

GESTATIONAL TROPHOBLASTIC NEOPLASIA (GTN) PATIENT PROFILE AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR IN JANUARY 2012-DECEMBER 2014 Ketut Suwiyoga, I Gde Sastra Winata,
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN) was a malignant tumor from Chorionic Villi, especially from trophoblastic cell in pregnancy, mole or non hydadityform mole. The GTN incidence was varies in the world and tend to increasing in every year especially in developing countries. GTN was a malignant tumor that has an unique characteristic, such as: frequently in young women, low parity, has specific tumor marker, beta-hCG that has prognostic value, and was be the only malignancy that can be treated thoroughly. In social-economic GTN was a malignancy that became a burden on health services because of the high incidence, high cost therapy, and became poor prognosis if not in the good therapy. This article will explain about GTT patient profile at Sanglah Hospital in 2012-2014. This research was an descriptive retrospective research at Obstetric and Gynecologic Polyclinic, Gynecologic ward and Medical Record Installation at Sanglah Hospital in November until December 2014. During the research periode that was 19 GTN cases. Number of incident of GTN mostly in 31-35 years patient, about 36,8% (7 cases) with 2 parity, 36,8% (7 cases), with previous pregnancy with hydadityform mole, about 68,4%. Interval between pregnancy with GTN diagnose mostly was more than 100.000mIU/ml, about 57,9%. About 26,3% case metastasized, 80% in lung and 20% in bone. About 68,4% Histopathology type was hydadityform mole and 31,6 % was choriocarcinoma. Most of the GTN cas found in first stage, about 63,2%, in stage II, III and IV is 10,5%, 21,1% and 5,3%. Chemotherapy type that given to the patient, Methotrexate (MTX) 73,7%, combination chemptheraphy, Actinomycin D (ACD), Chlorambucil (MAC) and Etoposide, MTX, ACD, Cyclophosphamide, Oncovine (EMACO) WAS 10,5% AND 15,8%. Key word : Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN) profile
DESKRIPSI HISTOPATOLOGIK KANKER SERVIKS: ASPEK KLINIK Ketut Suwiyoga, I Gde Sastra Winata, I Nyoman Gede Budiana,
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, sampai saat ini belum ada standar nasional tentang deskripsi histopatologik pada kanker serviks. Hal ini terutama disebabkan oleh karena belum ada pertemuan antara onko-ginekologist dengan patologist. Selain itu, juga disebabkan oleh adanya perbedaan sarana dan prasarana masing-masing, serta adanya perbedaan penerapan kemajuan tentang mekanisme patogenesis, dan sumber daya manusia serta strategi di setiap senter/RS Pendidikan. Standar nasional ini bertujuan untuk menyamakan deskripsi histopatologik terkait dengan penanganan dan pasient safety dengan kendali mutu dan biaya. Deskripsi histopatologik pada kanker serviks diharapkan  memenuhi kebutuhan aspek klinis yang berkaitan dengan penanganan pasien, sehingga  diperlukan suatu konsensus antara onko-ginekologist dengan patologist. Konsensus standar nasional deskripsi histopatologik yang ideal berdasarkan mekanisme invasi dan metastasis kanker serviks. Deskripsi histopatologik kanker serviks meliputi deksripsi umum, dan deskripsi diagnostik. Deskripsi umum meliputi identitas, kondisi, jumlah, jenis prosedur, topografi, deskripsi jaringan yang singkat dan jelas, dan keterkaitannya dengan struktur disekitarnya. Sedangkan deskripsi diagnostik meliputi jenis histopatologis, derajat diferensiasi tumor, perluasan tumor, invasi, lymphatic vascular space invasion, status kelenjar getah bening, dan status batas/tepi reseksi.   Kata kunci: kanker serviks, invasi, metastasis, deskripsi histopatologik
POST SECTIO CAESARIAN CHORIOCARCINOMA RESISTED TO COMBINE CHEMOTHERAPY Ketut Suwiyoga, I Gde Sastra Winata,
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reported a case, 20 years old women diagnose with choriocarcinoma stage II with bidelfis uncials uterine, complained abnormal vaginal bleeding after 2 months post sectio caesaria. Done curettage with Anatomy Pathology examination result are rest pregnancy products. Two weeks after curettage, patient still complained vaginal bleeding. On physical examination found uterine enlargement appropriate 16-18 weeks, soft consistency. Positive pregnancy test with serum ?-hCG > 1500 mIU/ml. With ultrasonography seen duplex uterine, smaller at left uterine, at right uterine seen hypo-hyper echoic mass size 4x4 cm, was concluded as rest intrauterine pregnancy product and uterine duplex. After that was curettage with Anatomy pathology, the result is looks like choriocarcinoma. Patient was given combine chemoteraphy with Etoposide, Methotrexate (MTX), Actinomycin D (ACD), Cyclophosphamide, Oncovine (EMACO). After EMACO 3 series, the forth was delayed 1 month with increasing serum ?-hCG 38,43 mIU/ml. So this patient was diagnose with choriocarcinoma stage II post EMACO chemoteraphy 3 series (chemoresisten). Continued with hysterectomy supravaginal ( resection right delfis uterine) and give the EMACO 4th series. serum ?-hCG level was decrease to 0 mIU/ml after the EMACO 4th series. After the second EMACO the serum ?-hCG level also 0 mIU/ml, so we conclude this patient was remission.
DAMPAK KEHAMILAN DAN PERSALINAN TERHADAP DASAR PANGGUL I Gede Mega Putra, I Gde Sastra Winata,
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar panggul merupakan suatu komplek jaringan yang terletak diantara peritonium viseralis bagian bawah sampai dengan kulit vulva, yang memiliki peranan untuk menyokong berbagai organ viseralis pada panggul agar tetap berada dalam posisi dan fungsinya yang normal. Kerusakan dasar panggul merupakan suatu masalah yang bersifat kronis dan memiliki morbiditas yang sangat serius, dimana dapat mangakibatkan terjadinya penurunaan kualitas hidup penderitanya apabila tidak dikelola dengan baik. Angka kejadian kerusakan dasar panggul dan tindakan operatif yang terkait dengan kerusakannya tersebut sangat bervariasi pada berbagai penelitian. Penelitian yang dilakukan di Menchester tahun 2010 memperoleh hasil bahwa angka kejadian kerusakan dasar panggul sebesar 10%, dimana dari angka kejadian tersebut sebesar 31% disebabkan oleh karena adanya trauma obstetri dengan odds rasio sebesar 1,37 (95% CI: 0.72-2.62; P = 0.3398). Penelitian lainnya dilakukan di Inggris pada tahun 2009 terhadap 34.631 wanita, penelitian tersebut memperoleh hasil bahwa risiko pada seorang wanita yang berusia 80 tahun untuk menjalani berbagai bentuk operasi dasar panggul adalah sebesar 12,2%. Sebanyak 2130 (6,2%) wanita paling tidak menjalani satu operasi dasar panggul, diantaranya sebanyak 407 (19%) menjalani operasi berulang. Penelitian yang dilakukan oleh Emily dkk. (2006) yang menghubungkan antara kerusakan dasar panggul dengan paritas dan cara persalinan menyimpulkan bahwa risiko untuk terjadnya kerusakan dasar panggul sangat berhubugan dengan adanya persalinan pervaginam, namun tidak selalu terkait dengan jumlah paritas, dan tindakan seksio sesarea memiliki dampak protektif apabila dibandingkan dengan persalinan pervaginam terhadap angka terjadinya kerusakan dasar panggul. Berbagai penelitian tersebut di atas menggambarkan bahwa risiko terjadinya kerusakan dasar panggul memiliki korelasi yang kuat terhadap adanya kehamilan dan persalinan itu sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut, maka melalui tulisan ini akan berusaha dipaparkan secara mendalam mengenai dampak dan mekanisme dari kehamilan dan persalinan dalam mengakibatkan terjadinya kerusakan dasar panggul.
PENATALAKSANAAN ADENOKARSINOMA IN SITU SERVIKS PADA KEHAMILAN Ketut Suwiyoga, I Gde Sastra Winata,
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adenokarsinoma in situ merupakan salah satu lesi premaligna serviks dan insidennya pada kehamilan cenderung meningkat dalam satu dekade terakhir. Tata laksana adenokarsinoma in situ (AIS) serviks pada kehamilan belum banyak dijelaskan secara terinci pada kepustakaan yang ada saat ini. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui bagaimana perjalanan progresifitas AIS dan tata laksana yang sesuai, agar memberikan luaran yang optimal, baik untuk ibu maupun bayi. Tata laksana adenokarsinoma in situ serviks pada kehamilan terbagi atas tata laksana konservatif dan tata laksana invasif. Tata laksana konservatif dikerjakan dengan pengawasan secara berkelanjutan dan dijadwalkan pap smear atau kolposkopi serial. Sedangkan tata laksana invasif dikerjakan dengan melakukan konisasi. Kedua bentuk tata laksana ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah didapatkan perburukan atau tidak. Selanjutnya, AIS pada kehamilan yang ditata laksana  secara konservatif, terapi definitifnya dikerjakan setelah persalinan. Setiap pilihan terapi yang dikerjakan akan memberikan dampak pada ibu maupun bayi. Oleh karenanya, penting untuk mendiskusikan dengan pasien setiap pilihan tata laksana yang akan dikerjakan.   Kata kunci: adenokarsinoma in situ serviks, kehamilan
KADAR INTERLEUKIN-6 (IL-6) PADA ENDOMETRIOSIS Sastra Winata, I Gde
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis merupakan kondisi tumbuhnya kelenjar dan stroma endometrium di lokasi heterotopik jauh dari endometrium normal. Endometriosis merupakan suatu gangguan ginekologi kronik, bersifat jinak, tergantung estrogen, yang berhubungan dengan nyeri pelvik dan infertilitas. Endometriosis adalah penyebab morbiditas yang signifikan dan diasosiasikan denganin fertilitas dan nyeri. Terdapat tiga sitokin pro-inflamasiyaitu IL-1, IL-6 dan tumor necrosis factor (TNF)-alpha, semua terlibat dalam pengembangan endometriosis. Konsentrasinya dalam cairan peritoneum dikaitkan dengan derajat adhesi endometriosis. konsentrasi IL-6  yang lebih tinggi secara signifikan pada pasien endometriosis dibandingkan dengan kelompok kontrol. Secara spesifik, konsentrasi IL-6 lebih tinggi secara signifikan pada endometriosis sedang sampai berat namun tidak pada endometriosis ringan jika dibandingkan dengan kontrol.
PERBEDAAN EKSPRESI HER-2/neu PADA TUMOR OVARIUM EPITELIAL TIPE JINAK, BORDERLINE DAN GANAS Suwiyoga, Ketut
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama dari kanker ovarium sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan namun terdapat beberapa faktor resiko yang telah banyak diteliti dan diduga menjadi pemicu terjadinya kanker ovarium ini diantaranya adalah faktor genetik, umur, paritas, ras, dan riwayat keluarga dengan kanker payudara dan kanker ovarium (Ozols RF et al, 2005; Schorge JO, 2008; Fauzan R, 2009). Pada tingkat biomolekuler terjadi mutasi genetik, dimana salah satunya terjadi amplifikasi dari onkogen yang berakibat terjadinya overekspresi beberapa protein. Onkogen Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2), yang juga dikenal sebagai HER2/neu, ErbB2 atau c-erbB2, diduga memegang peranan penting dalam proses karsinogenesis. HER2/neu merupakan suatu reseptor pada permukaan sel yang memiliki struktur yang sama dengan Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), terletak pada kromosom 17q21 yang mengkode glikoprotein transmembran melalui aktivitas tirosin kinase. Ikatan HER2/neu dengan ligan akan memicu terjadinya proses phosphorilation dan dimerization sehingga sinyal transduksi dapat disampaikan melalui mekanisme pengaktifan Phosphoinositide 3-kinase (PI3K) dan mitogen activated protein kinase (MAPK) untuk memicu proliferasi sel kanker dan pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) (Mayr et al, 2006). Pada tumor payudara, overekspresi HER2/neu berkisar 25% dari semua kasus kanker payudara. HER2/neu telah terbukti berperan pada karsinogenesis dan prognosis karsinoma payudara dan telah dikembangkan pula suatu metode terapi dengan target HER-2/neu. Pada tumor ovarium, overekspresi HER2/neu bervariasi antara 9% sampai 32%. Namun peranan HER2/neu pada kanker ovarium belum banyak diteliti. Peranan HER-2/neu dalam karsinogenesis dan prognosis kanker ovarium masih kontroversi (Tai W et all, 2010). Dengan mengetahui ekspresi HER2/neu pada tumor ovarium diharapkan mungkin dapat mengungkapkan peran HER2/neu pada tumor ovarium  dalam karsinogenesis, prognosis dan target terapi dikemudian hari. Penelitian mengenai “Perbedaan ekspresi HER2/neu pada tumor ovarium epitelial tipe jinak, borderline dan  ganas” ini diharapkan dapat dipakai oleh klinisi untuk mengetahui ekspresi HER2/neu pada tumor ovarium.
Co-Authors Anak A. A. W. P. Dewi Anak Agung Gede Duwira Hadi Santosa Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma Analysa, Analysa and I G. Alit-Artha Anom Suardika Anwar, Meirisa Afifah Nurmalia Arthawan Arthawan Aryana, Made Bagus Dwi Astawa, I Made Mulya Budiana, Nyoman Budiana, Nyoman Gede Budiman, Ardelia Clara Candijaya, Gita Sirini Christyani, Fenyta Danny Aguswahyudi Darmayasa, Putu Bagus Desak Putu Oki Lestari Deviyanti, Gery Puspa Dewi, Anak A. A. W. P. E. Joewarini Evert Solomon Pangkahila Feliciano Pinto, Feliciano Ferry Santoso Fido Anggli, Fido Fransiskus C Raharja Gde Ari Putra, Orion Reffa Gede Fajar Manuaba, Ida Bagus Hadisubroto, Yona S. Hanny Aditanzil Hanny Aditanzil Harrista, Daniel Victor Heni Sunyoto I Dewa Made Sukrama I Gde Adnyana Sudibya I Gde Raka Widiana I Gde Sastra Winata I Gede Adnyana Sudibya, I Gede Adnyana I Gede M Putra I Gede Mahendra Adiguna Dira I Gede Mega Putra I Gede Putu Surya I Gusti Ayu Putri Kartika, I Gusti Ayu I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi I Gusti Putu Mayun Mayura I Ketut Labir I Ketut Labir I Ketut Surya Negara I Ketut Tunas I Made Darmayasa I Nyoman Gede Budiana I Nyoman H Sanjaya I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Putu Kusuma Yudasmara, I Putu Kusuma I Wayan Artana Putra I Wayan Megadhana I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Suranadi I. F. W. Putra I. Lesmana I.W. Weta Ida Bagus Gde Fajar Manuaba Ida Bagus Putra Adnyana Ika Widi Astuti, Ika Widi Ines Kurniaty Hartono Intan Puspa Intizam, Marwa Humaira IPG Wardhiana IPG Wardhiana, IPG Janet Sumampouw Jessica Nathalia JOHANA SENSY LENI MANNA K Tangking Widarsa KADE YUDI SASPRIYANA Kadek Fajar Marta Kerans, Fransiscus Anthony Ketut S. Negara Kirana, Ni Wayan Prabasiwi Kusuma, I Komang Wira Ananta L.S. Ani Leonardo ., Leonardo Leony Lim Lidia Widianti, Lidia Luh Putu Iin Indrayani Maker Luh Seri Ani Made Bagus Dwi Aryana Mahendrata, Prayascita MANNA, JOHANA SENSY LENI Mantik AN Manuaba, Ida Bagus Gede Fajar Marta, Kadek Fajar Moestikaningsih . Mona Mariana Mona Mariana Muhammad Freddy Candra Sitepu Muliawan, Erlin Purnama N.W.A. Utami Nathalia, Jessica Negara, Ketut S. Ngurah Harry Wijaya Surya, I Gede Ni Ketut Karneli Ni Ketut Karneli Ni Ketut Supasti Dharmawan Ni Made Suciani Nyoman Bayu Mahendra Ongko, Eric Gradiyanto Pramana, Bagus Andika Pratama, I Gede Bayu Adi Prayudi, Pande Kadek Aditya Puspa, Intan Putra, I Gede M Putra, Ida Bagus Agung Widnyana Putri, Desak Agung Istri Padma Putu Adi Sujana Putra Putu Ayu Indrayathi Putu Doster Mahayasa R. Niruri Raharja, Fransiskus C Rasmaya Niruri Rasmaya Niruri Rasmaya Niruri Rastiti, Ni Putu Riasa, I Nyoman Putu Rini Noviyani Riza Firman Satria Sanjaya, I Nyoman H Santoso, Ferry Sari, Jayanti Purnama Satriawan, Nyoman Gede Dikawijaya Setiawan, William Alexander Stella Kawilarang Stella Kawilarang, Stella Sugianto Sugianto Sumampouw, Janet Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya Tjokorda Gde Agung Suwardewa Wenas, Yongki Widia, Made Yudha Ganesa Wikantyas William Alexander Setiawan Wiraputri, Anak Agung Ratih Kusumadewi Yona S. Hadisubroto Yongki Wenas Yosevangelika Hutabarat