p-Index From 2021 - 2026
12.945
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan JIP (Jurnal Industri dan Perkotaan) Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosial Budaya Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal ASPIKOM Jurnal Ilmu Budaya Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Journal of Humanities and Social Studies Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya International Journal of Agricultural Sciences Jurnal Keluarga Berencana Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Madaniya Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Fokus: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Journal Publicuho Innovative: Journal Of Social Science Research EcoNews Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Abdimas Mandalika Indonesian Journal of Education and Development Research QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Journal of Authentic Research Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA SOSIOLOGI FISIP UNIVERSITAS RIAU Desmira, Desmira; Asriwandari, Hesti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.238-247

Abstract

Perilaku konsumtif merupakan perilaku dimana jika seseorang mengalami perilaku konsumtif, mereka mungkin membeli sesuatu hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka tanpa mempertimbangkan pentingnya atau manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumtif mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Riau serta untuk mengetahui gaya hidup hedonis berhubungan dengan perilaku konsumtif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dan teori Konsumsi Jean Baudrillard. Observasi, kuesioner, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data ini. Penelitian ini melibatkan 691 siswa, dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Dengan menggunakan rumus slovin yang diperoleh sebanyak 87 responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 18 responden (20,7%) memiliki gaya hidup hedonis tinggi, 37 responden (42,5%) memiliki gaya hidup hedonis sedang, dan 32 responden (36,8%) memiliki gaya hidup hedonis rendah. Lebih lanjut, 42 responden (48,3%) memiliki perilaku konsumtif tinggi, tujuh responden (8%) memiliki perilaku konsumtif sedang, dan 38 responden (43,7%) memiliki perilaku konsumtif rendah. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-Tailed) adalah sebesar 0,000 (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumtif. Ini menunjukkan bahwa semakin hedonis gaya hidup seseorang, semakin konsumtif mereka.
RESOLUSI KONFLIK ANTAR PEMUDA DI KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS Aryanti, Nisa; Asriwandari, Hesti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.746-753

Abstract

Konflik yang terjadi adalah konflik antar pemuda, yaitu pemuda Desa Pinggir dan pemuda Desa Semunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya konflik antar pemuda Desa Pinggir dan pemuda Desa Semunai, dan resolusi konflik antar pemuda Desa Pinggir dan pemuda Desa Semunai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga alur secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya stereotip serta adanya potensi konflik yang dilihat dari teori segitiga konflik Johan Galtung yakni sikap dan perilaku pemuda desa yang dianggap sebagai latar belakang terjadinya konflik hingga pada puncak situasi atau kontradiksi. Sikap emosional dan ego yang menggebu serta perilaku berani yang didasari dari rasa solidaritas tinggi yang ada pada pemuda desa dianggap sebagai latar belakang terjadinya konflik hingga adanya kekerasan fisik pada puncak konflik yang dianggap sebagai kontradiksi, dan resolusi konflik yang dilakukan yakni adanya surat perjanjian damai yang disepakati antar pemuda desa dan para saksi.
TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDI TENTANG KEKERASAN PADA MASYARAKAT PERKEBUNAN DI KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU) Miswatun, Siti; Asriwandari, Hesti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5: Edisi I Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted on people who committed domestic violence in plantation communities. The purpose of this study was to analyze the factors behind the domestic violence in the plantation community. The focus of this research is the life profile of plantation community in Seberida Sub-district, Indragiri Hulu Regency. Sampling technique in this study is Purposive Sampling and menetapka number of samples of 7 people. Researchers use qualitative research methods and Instruments data are observations, interview guides, and documentation. According to the research, it can be concluded that the profile of domestic violence acts as a palm oil plantation. The subject of this research can be said that violence in the household can be caused by economic factors that can not fulfill their life and pressure either individual self or from society society and can not solve household problems kinsely so that can trigger violence act. Behavior is a behavior that is not in accordance with the values and norms in society. Then a patriarchal theory in which people consider men to be more powerful than women. So that belief can trigger domestic violence because men are more powerful than women. Men are also heads of families who earn a living for families, so women do not dare to fight when men do violence. Women also consider domestic violence a family disgrace, so women do not dare to tell or report the incident to the authorities. Keywords: Violence, Plantation Society
MAKNA PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT SUKU AKIT DI DESA BANTAN TIMUR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU ", Mistika; Asriwandari, Hesti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5: Edisi I Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akit community of the tribe in the village of Bantan Timur, majority of elementary education, because the background of primitive Akit tribe to education coupled with the socio economic conditions of Akit tribal people who livelihood as fisherman Gumbang. So the people of Akit tribe are not too concerned with their children’s education. The formulation of the problem in this study looked at the socio-ekonomic conditions in the community of Akit and knowing how the meaning of education in the comunity akit village Bantan Timur. Researchers by use seven subjects, six informans and one key informant are taken purposively (purposive sampling) with criteria that have been determined by the researcher. This researcher usus the theory of social action according to Max Weber. Where akit society is currently meaning education of their children, Akit tribe families meaning their children’s education higher so that life is better than now. Howebert, there are still families who interpret assume that if children are not interested in school and continue to be forced in the and will be in vain, so drop out of school then prefer to work. The results of this study show that of community members Akit Bantan Timur village is still relatively low viewed from social conditions the not willing to accept new things from the outside including formal education. House and income conditions are around five hundred thousand to one million permonth. The educational significance of the tribe community has been a shift from irrational acts to rationality, from no school to school.Keywords: Educational Meaning, Akit Tribe, Bantan timur Village
PERTUKARAN SOSIAL DAN HUBUNGAN KERABAT ANTAR PEDAGANG PAKAIAN BEKAS DI PASAR SENGGOL KOTA DUMAI Munthe, Tina Lestari; Asriwandari, Hesti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5: Edisi I Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at Senggol Market of Dumai City on Used Clothes Merchant. The purpose of this research is to know the pattern of social exchange in economic relationship between used clothing merchant in Senggol Market of Dumai City. The focus of this research is the economic and social activity between used clothing merchant in Senggol Market of Dumai City. This research was conducted on 8 people from traders, 3 people from toke and 1 person as resource person from market manager of senggol dumai city. So the sample in this study is as much as 12 research subjects. Research instances use observation, interview and documentation. This research uses qualitative analysis technique. The research conducted found that the Economic and Social Activity among Used Clothing Traders in Dumai City explains include: Economic Relationships between Merchants, Economic relationships among traders in the market senggol seen from the pricing by tauke and distribution to traders. Competition and Involvement of Relatives in Economic Activity, competition that occurs among traders there is the involvement of relatives in the economic activity of used clothing merchants. Solidarity and Inter-Traders Interactions Different ethnic, solidarity and interaction among ethnic traders found in the used clothing merchant is in the market senggol seen from the form of participation and care that they do as fellow used clothing merchants. The author concludes in the Inter-Social Relationship Relationship among the Relatives in the snggol market there is a proposition within which is Success Proposition. Success proposition occurs between traders with tauke who are relatives. Where the merchant get a reward greater than the cost given tauke relatives to the trader. Social Exchange Relationship Among Traders in Senggol Market Based on Stimulus Proposition is the merchant taking goods from tauke who are not his relatives he has ever taken the goods before and also because in tauke the stock of the desired goods more available. there is a Value Proposition that the trader can take other goods because kedaan goods taken in kedaan ugly and also because the tauke want to take the item for sale the tauke. Keywords: Social Exchange, Kinship, Social Relations
Interaksi Antara Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Menggunakan Bahasa Melayu Riau Dialek Kampar di SMP Negeri 1 Kuok Kabupaten Kampar Yonghwa, Lee; Asriwandari, Hesti; Sofro, Rd. Siti
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 13 No. 2 (2025): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2025.23194

Abstract

The process of giving and receiving information will run smoothly if the individuals involved use a language they understand well. The Kampar dialect of Riau Malay, as the mother tongue, is a language closely associated with the lives of teachers and students in Kampar Regency, unlike Indonesian, which seems formal and is rarely used in everyday communication. This study aims to analyse symbolic interactionism in the use of the Kampar dialect of Riau Malay. This study uses a qualitative approach with a case study method. This research was conducted at SMP Negeri 1 Kuok, with the research subjects consisting of 12 teachers and 15 students. The data obtained came from primary and secondary sources. The research data was collected using observation, interviews, and documentation techniques. The results of this study show that the use of the Kampar dialect of Riau Malay in teacher-student interactions is interpreted as a means of communication that creates a friendly, relaxed, and participatory learning atmosphere. This is in line with symbolic interactionism theory, which states that language is not only a tool for conveying messages, but also a social and cultural symbol that strengthens the identity and relationships between its speakers.
Modal Sosial Pedagang Pasar Tradisional (Studi Tentang Aktivitas Ekonomi Dalam Eksistensi Pasar Lima Puluh Di Kota Pekanbaru) Safitri, Maharani; Asriwandari, Hesti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional masih memegang peranan penting dalam perekonomian lokal, namun keberlangsungannya menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan sosial dan ekonomi yang cepat. Modal sosial, yang meliputi jaringan sosial, kepercayaan, dan norma, diyakini berperan strategis dalam menjaga eksistensi pasar tradisional dan mendukung aktivitas ekonomi pedagang di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana unsur-unsur modal sosial tersebut berkontribusi dalam menjaga eksistensi Pasar Lima Puluh di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam informan utama dan satu informan pendukung dari pengelola pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial antar pedagang, baik sesama jenis dagangan (bonding social capital), lintas jenis dagangan dan organisasi pasar (bridging social capital), maupun dengan pelanggan, pemasok, dan pengelola pasar (linking social capital), memberikan dukungan penting meskipun kerjasama nyata masih terbatas. Kepercayaan yang terbangun memperlancar transaksi, membangun loyalitas pelanggan, dan memastikan kelancaran suplai barang. Norma sosial berfungsi mengatur etika berdagang dan menjaga persaingan sehat, meskipun penegakannya masih informal dan bergantung pada kesadaran individu.
Pekerja Perempuan Pada Sektor Informal Di Perkotaan Silalahi, Endah Aulia; Asriwandari, Hesti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerja perempuan adalah perempuan yang melibatkan diri pada aktivitas ekonomi guna memperoleh upah atau uang. Banyak sekali para Pekerja Perempuan yang bekerja pada sektor informal memilih bekerja sambil mengasuh anaknya dalam penelitian ini diantaranya pedagang nasi bento, pemulung, penyapu jalanan, juru parkir. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang yang mendorong perempuan bekerja pada sektor informal di perkotaan sambil mengasuh anaknya. Penulisan ini dianalisis menggunakan teori pilihan rasional yang di kembangkan oleh James S. Coleman. Dalam penulisan ini, Teknik pengumpulan data informan menggunakan teknis Purposive sampling. Subjek penulisan berjumlah 4 informan yang terdiri dari pedagang nasi bento, pemulung, penyapu jalanan, juru parkir. Dari keempat informan semua mengasuh anak sambil mereka bekerja. Hasil penelitian menyatakan bahwa, latar belakang yang mendorong Perempuan bekerja pada sektor informal sambil mengasuh anak adalah untuk membantu menutupi perekonomian keluarga sekaligus menghemat biaya pengasuhan dan juga ingin memantau langsung perkembangan sang anak serta tidak ingin merepotkan orang tua.
Interaksi Antara Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Menggunakan Bahasa Melayu Riau Dialek Kampar di SMP Negeri 1 Kuok Kabupaten Kampar Yonghwa, Lee; Asriwandari, Hesti; Sofro, Rd. Siti
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 13 No. 2 (2025): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2025.23194

Abstract

The process of giving and receiving information will run smoothly if the individuals involved use a language they understand well. The Kampar dialect of Riau Malay, as the mother tongue, is a language closely associated with the lives of teachers and students in Kampar Regency, unlike Indonesian, which seems formal and is rarely used in everyday communication. This study aims to analyse symbolic interactionism in the use of the Kampar dialect of Riau Malay. This study uses a qualitative approach with a case study method. This research was conducted at SMP Negeri 1 Kuok, with the research subjects consisting of 12 teachers and 15 students. The data obtained came from primary and secondary sources. The research data was collected using observation, interviews, and documentation techniques. The results of this study show that the use of the Kampar dialect of Riau Malay in teacher-student interactions is interpreted as a means of communication that creates a friendly, relaxed, and participatory learning atmosphere. This is in line with symbolic interactionism theory, which states that language is not only a tool for conveying messages, but also a social and cultural symbol that strengthens the identity and relationships between its speakers.
Pelaksanaan Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Pekanbaru Muhammad Rofi Ramadhan; Hesti Asriwandari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Pekanbaru, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peran Satpol PP dilakukan melalui sosialisasi, patroli rutin, serta tindakan persuasif dan kekeluargaan guna mencegah terjadinya konflik dengan PKL. Satpol PP juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam upaya penertiban. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah personel, anggaran, serta kurangnya kepatuhan dari PKL terhadap aturan yang berlaku. Untuk mengatasi hal tersebut, Satpol PP melakukan pengawasan rutin, optimalisasi sumber daya yang ada, pemberian surat peringatan, serta penyuluhan secara persuasif. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala dengan pendekatan bottom-up, dan direncanakan pembentukan tim Satuan Tugas (SATGAS) serta pemasangan CCTV di area rawan pelanggaran. Diharapkan ke depan, penambahan personel dan fasilitas penunjang dapat meningkatkan efektivitas penertiban serta kesadaran PKL terhadap peraturan yang berlaku.
Co-Authors ", Azura ", Melisa ", Mistika ", Warsini ", Zulhabibi Abdul Hafizh Abdul Latis Abdul Wahid Achmad Hidir Ade Putra Afriliya Al’amin Agustina " Ajeng Atikah Merlinda Ajeng Oksa Winanda Al’amin, Afriliya Ali Yusri Alif Alif Aminatul Islam Anas, Shohibul Andrizayani, Putri Anggara, Bima Anggi Novita Dewi Anggi Pratama Anggie Angrani, Anggie Anisha Rahayu Antika, Sindy Ariani, Anisa Aryanti, Nisa Ashaluddin Jalil Ashaluddin Jalil Athirah, Fikryah Atik Kartika Sari Atikah Ulayya Atrika, Dira Ayun, Nafisah Qurrota Buana Nadapdap Chika, Adila De Dalimoenthe , Ikhlasiah Darmawan Efendi Depianti, Lia Desmayesi " Desmi Wirdatul Hasana Desmira Desmira, Desmira Desy Artina Devi Kurniafitri, Devi Diah Nisita Rugmi Dian Armyla Sari Dwi Ananto Prabowo, Dwi Ananto Dwi Retno Wijoyo Dyah Ayu Ernawati Dzikrul Nahla Hutama Ekky Andre Pratama Eko Rahmat Saputra Eldis Rana, Eldis Ella Buswijaya Estika, Ima Fadia Nabila Maharani Fadillah Sari Ananda Fajar Septyono Fatchiya , Anna Fatriansyah, Aulia Fa’adella Yulian Firmansyah , Adi Frengki Samuel Genny Gustina Sari Geovani, Jean Grace Shella S Gunawan, Randy Gusti Randa Hafizah " Hafizul Khair Hambali Hambali Hambali Haris Friawan Helmida Yanti Hendro Puspito, Hendro Heriberta Heriberta Hermawan, Rizal Dhiky Hutama, Dzikrul Nahla Iis Maharani Pratama Marpaung Indah Oktavia Indrawati Indrawati Ira Nurvika Iya Nevila Hawari Jafian Vernando Sinaga Jamallah Lillah Jufri " Kenzia Ardaneshwary Rinson Leni Sirait Lestari Putri Lumban Siantar, Sagita Lia Chesia Lina Lisnawati, Lina Linda Tri Retno Ambarwati Lumbanbatu, Alpia Eva M Fajri M Yusuf M Yusuf Ma’ruf, Riyan Abdul Mahmudah, Raudhatul Maimunah " Malau, Halashon Binsar Andreas Mardian Ningsih Mareza " Mariska, Mia Masdelina " Masdelina Masdelina Melisa Melisa Mhd. Ihsanullah Mimi Angriani Minnatussonia " Miswatun, Siti Mita Rosaliza Mita Rosaliza Mita Rosaliza Muhammad Khofli Muhammad Nofrizal Muhammad Rofi Ramadhan Muhammad Syukri Hanafi Muhammad Yazid Mukhtar " Munthe, Tina Lestari Myatania Siska Putri Azri Nababan, Domia Cindirella Natasari, Widiya Nella Regar, Nella Nila Rianti Ningsih, Rindiani NL. Meilani Novita Sari Novlin Moninda Nunung Syahmala, Nunung Nur Laila Meilani Nurefni " Nurfahima, Rindiani Nurhamlin, Nurhamlin Papin Indra Yeni Putri, Oni Andriani Qanita Supri, Caesara Rahmita Budiartiningsih Raja Syamsidar Ramadhan, Icshan Razak Priatama Resdati Retna Puspita, Dyah Rian Hidayat Rika Purnama Sari Rina Susanti Rini Anggraini, Rini Rio Antoni Risa Pertiwi Risa Sabila Risa Sabila Risnidawati ", Risnidawati Rita Dahayu Rizal Dhiky Hermawan Rizka, Darli Rizki Padli Robi Armilus Robi Fernandes Ronasti, Desi Rudi Royman Butar-Butar Ruliono Ruliono Safitri, Maharani Said Achyar Ramadhan Saidina, Nabila Mayu Sandi Asriadi Khaz Santi Safitri Sari Rezki Antika Satria Wirendra Putra Seger Sugiyanto Serli Sitanggang Silalahi, Endah Aulia Sinaga, Amanda Esther Aprillia Sinambela, Yefty Feniester Sintya Claudia Siregar, Monika Rohana Siti Miswatun Siti Sofro Sidiq Situmorang, Dhuni Arta Sofro, Rd. Siti Suaibah " Suci Ananda Harisa Suci Hayatullah Suci Wulandari Sugiyanto, Seger Sulmayeti " Surya Pili Surya, Della Febrianti Susan Dewi Susanti, Litra Swis Tantoro Swis Tantoro Syafrul Hardiansyah Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syawaluddin " Syifa Previa Pramodia Syimah Aqilah Syukron Zamzammi Syuryani " T Romi Marnelly T. Romi Marnelly Tantoro , Swis Teguh Widodo Tina Lestari Munthe Tria Paradisa Umi Oktyari Retnaningsih Utami, Diah Rizki Verdian Septriadi, Verdian Vincentius Fernandus Fernandus, Vincentius Fernandus Vivi Listya Fitri Wafiq, Naufal Wati, Ria Ratna Welly Wirman Wulan Junaini Yance " Yesi Yesi Yesi Yesicha, Chelsy Yessi Olivia Yessi Yessi Yolanda Stepy Yonghwa, Lee Yoskar Kadarisman Yuli, Resti Rohma Yunetra " Yuni Sudinia Yunita Sari Yusmar Yusuf Yusnarida Eka Nizmi Yusnarida Eka Nizmi Yusni Wati Zesty Laila Rahmah M, Zesty Laila Zharifah " Zhusto, Galing Ramadhan