Claim Missing Document
Check
Articles

Multidimensional Analysis of Factors Influencing Obesity Among School Children in Kelapa Gading Area in 2025: A Study of Nutritional Aspects, Physical Activity, Social Environment, and Family Lifestyle Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19238

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak sekolah merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk di daerah perkotaan seperti Kelapa Gading. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas bersifat multidimensional, mencakup kebiasaan nutrisi, tingkat aktivitas fisik, lingkungan sosial, dan gaya hidup keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor multidimensional yang memengaruhi obesitas pada anak sekolah di Kelapa Gading tahun 2025, dengan fokus pada aspek nutrisi, aktivitas fisik, lingkungan sosial, dan gaya hidup keluarga. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 300 anak sekolah usia 6-12 tahun di Kelapa Gading. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan wawancara dengan orang tua dan guru. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi asupan makanan (kalori dan distribusi makronutrien), aktivitas fisik (frekuensi dan intensitas), pengaruh sosial (lingkungan teman sebaya dan sekolah), dan gaya hidup keluarga (kebiasaan orang tua, waktu layar, dan pola tidur). Analisis statistik dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi prediktor obesitas yang signifikan. Hasil: Prevalensi obesitas pada populasi penelitian adalah 18,7%. Faktor-faktor utama yang berhubungan signifikan dengan obesitas meliputi asupan kalori yang tinggi (p < 0,01), tingkat aktivitas fisik yang rendah (p < 0,01), waktu layar yang berlebihan (p < 0,05), dan obesitas pada orang tua (p < 0,01). Pengaruh sosial seperti dorongan teman untuk mengonsumsi makanan tidak sehat dan program pendidikan jasmani di sekolah juga berperan. Kesimpulan: Obesitas pada anak sekolah di Kelapa Gading dipengaruhi oleh kombinasi faktor nutrisi, fisik, sosial, dan keluarga. Intervensi komprehensif yang mencakup semua dimensi ini sangat penting untuk mengurangi prevalensi obesitas. Saran: Sekolah perlu meningkatkan program aktivitas fisik, dan keluarga diharapkan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, termasuk pola makan seimbang dan pengurangan waktu layar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi solusi jangka panjang dan intervensi pada tingkat kebijakan. Kata Kunci : Obesitas, Anak Sekolah, Kebiasaan Nutrisi, Aktivitas Fisik, Lingkungan Sosial, Gaya Hidup Keluarga, Kelapa Gading, Faktor Resiko, Pengaruh Sosial, Waktu Layar, Intervensi kesehatan ABSTRACTBackground: Obesity in school-age children is an increasing public health issue worldwide, including in urban areas like Kelapa Gading. The factors contributing to obesity are multidimensional, including nutritional habits, physical activity levels, social environment, and family lifestyle..Objective: This study aims to analyze the multidimensional factors influencing obesity in school-age children in Kelapa Gading in 2025, focusing on nutrition, physical activity, social environment, and family lifestyle.Methodology: A cross-sectional study was conducted on 300 school-age children aged 6-12 years in Kelapa Gading. Data were collected through questionnaires, anthropometric measurements, and interviews with parents and teachers. Factors analyzed included food intake (calories and macronutrient distribution), physical activity (frequency and intensity), social influences (peer and school environment), and family lifestyle (parental habits, screen time, and sleep patterns). Statistical analysis was performed using logistic regression to identify significant predictors of obesity.Results: The prevalence of obesity in the study population was 18.7%. Key factors significantly associated with obesity included high caloric intake (p < 0.01), low physical activity levels (p < 0.01), excessive screen time (p < 0.05), and parental obesity (p < 0.01). Social influences such as peer pressure to consume unhealthy foods and physical education programs at school also played a role.Conclusion: Obesity in school-age children in Kelapa Gading is influenced by a combination of nutritional, physical, social, and family factors. A comprehensive intervention addressing all these dimensions is crucial to reducing the prevalence of obesity. Recommendations: Schools should enhance physical activity programs, and families are encouraged to adopt healthier lifestyles, including balanced diets and reduced screen time. Further research is needed to explore long-term solutions and policy-level interventions.Keywords: Obesity, School-age Children, Nutritional Habits, Physical Activity, Social Environment, Family Lifestyle, Kelapa Gading, Risk Factors, Social Influences, Screen Time, Health Interventions..
Membedah Ketimpangan Gender: Responsivitas Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Puspita, Dyah Retna; Firmansyah, Adi; Indriana, Hana; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/157rfh57

Abstract

Kesetaraan gender pada sektor pertanian merupakan salah satu elemen kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis responsivitas gender kebijakan penyuluhan pertanian di Kabupaten Bogor serta mengevaluasi perbedaan persepsi penyuluh laki-laki dan perempuan terhadap kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 60 penyuluh pertanian yang dipilih melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan keragaman berdasarkan gender dan status penyuluh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas gender dalam kebijakan penyuluhan pertanian masih belum optimal, dengan kesenjangan terlihat pada aspek penyediaan transportasi, biaya operasional, akses pelatihan dan pendidikan lanjutan. Penyuluh perempuan cenderung menghadapi lebih banyak kendala dibandingkan penyuluh laki-laki. Hal ini diperkuat dengan masih rendahnya dukungan untuk melibatkan penyuluh perempuan dalam kegiatan penyuluhan dan kewajiban untuk selalu membuat data terpilah gender. Uji statistik mengungkapkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi gender penyuluh terkait beberapa indikator, seperti kemudahan pelatihan dan pendidikan lanjutan. Dari hasil ini disarankan agar kebijakan penyuluhan perlu lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik penyuluh perempuan melalui pengembangan materi penyuluhan yang inklusif, penyediaan fasilitas transportasi ramah gender, serta penguatan pelatihan dan pendidikan berbasis gender untuk mendukung kesetaraan dan keberlanjutan dalam pembangunan pertanian.
Responsivitas Gender Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Retna Puspita, Dyah; Firmansyah, Adi; Indriana, Hanna; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1177-1182

Abstract

Kesetaraan gender dalam penyuluhan pertanian adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, termasuk di Kabupaten Bogor. Meskipun perempuan memegang peran penting dalam sektor pertanian, mereka sering kali diabaikan dalam program penyuluhan, pelatihan, dan akses teknologi. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh hambatan budaya, stereotip gender, dan kebijakan yang tidak sensitif gender. Untuk itu, policy brief ini mengkaji peran lembaga dalam mendorong terwujudnya kesetaraan gender dalam kebijakan penyuluhan bagi ujung tombak pelaksana kegiatan tersebut, yakni para penyuluh. Pemberian akses yang lebih besar bagi penyuluh perempuan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan lanjutan yang didukung oleh pelibatan yang lebih besar bagi para petani perempuan, diyakini menjadi solusi guna mewujudkan kebijakan penyuluhan yang lebih setara gender. Kondisi ini didukung oleh pewajiban bagi penyuluh dan staf bagian lainnya untuk membiasakan membuat pendataan secara terpilah gender. Dengan data ini, akan dapat diketahui permasalahan dan kebutuhan masing-masing gender, sehingga dapat dibuat program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran. Upaya untuk memenuhi komitmen kesetaraan gender bagi penyuluh dan petani perempuan ini tidak saja memenuhi hak mereka, melainkan juga dapat meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SCREENING FOR OBESITY AND EDUCATION ON THE IMPACT OF OBESITY IN CHILDREN AT ELEMENTARY SCHOOLS IN NORTH CIKARANG Syamsiah, Siti; Aenurida, Aenurida
International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Vol. 5 No. 1 (2025): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v5i1.202

Abstract

The Obesity Screening and Education on the Impact of Childhood Obesity program was successfully conducted at SDN 07 Cikarang Utara in 2025. This activity aimed to identify cases of obesity among elementary school students and raise awareness of the health risks associated with childhood obesity. The screening results indicated that some students were categorized as overweight and obese, highlighting the need for early intervention. The educational session gave students, teachers, and parents insights into the importance of a balanced diet and regular physical activity. Active participation in discussions demonstrated an increased awareness of the health risks of obesity. Based on these findings, it is recommended that schools implement policies that support a healthy lifestyle, encourage nutritious food consumption, and promote student engagement in regular physical activities. Routine obesity screenings and collaboration between schools, healthcare professionals, and the community are essential to ensuring sustainable improvements in children's health.
FREE POLIO IMMUNIZATION MOVEMENT: EFFORTS TO PREVENT POLIO DISEASE IN TODDLER IN RW 05, CILANDAK, SELATAN JAKARTA Syamsiah, Siti; Nabilah, Nabilah
International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Vol. 5 No. 1 (2025): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v5i1.212

Abstract

This study evaluates the effectiveness of a free polio vaccination program in RW 05, Cilandak Subdistrict, with a focus on analyzing factors influencing community participation rates. The research employed an exploratory qualitative approach, with data collected through: (1) in-depth discussions with 18 caregivers of toddlers, (2) direct observation of 5 healthcare workers during program implementation, and (3) analysis of supporting documents. The evaluation results indicated a significant increase in vaccination coverage, from 65% in the previous year to 82% during the study period. This success was primarily supported by: (1) active data collection by local health cadres, (2) evidence-based visual communication strategies, and (3) a personalized approach in community education. Identified challenges included: (1) concerns about side effects (reported by 37% of respondents), (2) limited healthcare infrastructure, and (3) community-level misconceptions. A critical finding revealed that individual counseling approaches successfully improved vaccine acceptance in 60% of initially hesitant cases. The study recommends: (1) strengthening the capacity of cadres in health risk communication, (2) optimizing family-based information systems, and (3) innovating service models that are adaptive to the needs of working communities.
Use of Technology in Learning to Improve Early Childhood Concentration Syamsiah, Siti; Asmawulan, Tri
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2024: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: Concentration is very important in early childhood so that children's learning outcomes can be more optimal. To improve children's concentration in learning, technology media can be used. The purpose of this study is to describe the use of technology in learning to improve the concentration of early childhood. Methodology: This study uses a descriptive qualitative method. The subjects of this study were teachers and students of group A at Tk Aisyiyah Kadipiro I. Data collection techniques were interviews, observations and documentation. Data analysis techniques were data reduction, data presentation, and data extraction conclusion. Results: The results of this study are that the use of technology can improve children's concentration in Aisyiyah Kadipiro I Kindergarten. Concentration can be seen from children being more focused, able to answer teacher questions, and a more conducive class. Applications/Originality/Value: To improve children's concentration in learning, technology media can be used.
The Strategies of Majelis Tazzkiyah in Enhancing Fiqh Education for Muslim Women in Medan Syamsiah, Siti; Ritonga, Asnil Aidah
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Vol 12, No 1 (2025): May (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v12i1.83926

Abstract

This research aims to examine the strategies and methods, the relevance of fiqh materials, and the role and challenges of the Tazzkiyah Assembly in enhancing fiqh education for Muslim women in Medan, based on the theory of the social role of religious institutions. Using a qualitative approach with field research, data were collected through observations, interviews, and documentation. The study involved 20 informants, including assembly administrators, ustazahs, and regular study participants. Data analysis followed the Miles and Huberman model. The findings reveal that the Tazzkiyah Assembly is highly effective in improving fiqh education through various strategies and methods, including the integration of technology in fiqh learning. The assembly also serves as a platform for the spiritual and social development of Muslim women. However, challenges such as the competence of educators need to be addressed to enhance the quality of learning. This study recommends increasing the number of educators through open recruitment or collaboration with other educational institutions, enabling the Tazzkiyah Assembly to better support fiqh education for Muslim women in Medan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan metode, relevansi materi fikih, serta peran dan tantangan Majelis Tazzkiyah dalam meningkatkan pendidikan fikih bagi Muslimah di Medan berdasarkan teori peran sosial lembaga keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research), dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, yang terdiri dari pengurus majelis, ustazah, serta peserta rutin kajian, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Tazzkiyah sangat efektif dalam meningkatkan pendidikan fikih melalui berbagai strategi dan metode, seperti mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran fikih. Majelis ini juga berperan sebagai wadah pengembangan spiritual dan sosial bagi Muslimah. Namun, tantangan seperti kompetensi pendidik perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menyarankan pengembangan kuantitas pendidik melalui open recruitment atau kolaborasi dengan lembaga pendidikan lain, agar Majelis Tazzkiyah dapat lebih optimal dalam mendukung pendidikan fikih bagi Muslimah di Medan.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Carolin, Bunga Tiara; Aulya, Yenny; Fatiha, Salysia Manif; Syamsiah, Siti
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v14i2.240

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data sensus penduduk tahun 2020, di Indonesia memiliki 21,5 juta sekitar 7,9% dari populasi berada pada kategori remaja. Sebuah penelitian mengatakan bahwa 64% wanita mengalami gangguan pada siklus menstruasi. Di Jakarta sendiri, prevalensi wanita dengan siklus menstruasi tidak rutin mencapai 17,2%. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi antara lain, stress, pola makan, aktivitas fisik, dan usia menstruasi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kejadian siklus menstruasi pada remaja putri. Metode penelitian: menggunakan cross sectional. Instrumen menggunakan lembar PSQI dan lembar GPAQ. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa dari 90 responden, 60% mengalami gangguan siklus menstruasi, 64,4% mengalami kualitas tidur buruk, dan 41,1% mengalami aktivitas fisik yang tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur (p=0,000), dan aktivitas fisik (p=0,000) terhadap gangguan siklus menstruasi. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifkan antara kualitas tidur, dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi. Saran: Gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan intervensi mengenai pentingnya pola hidup sehat untuk menjaga keteraturan siklus menstruasi dan kesehatan reproduksi remaja.
EVALUASI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) KELOMPOK WANITA TANI DI KOTA BOGOR Sukmawati, Ellies; Syamsiah, Siti
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.28391

Abstract

Abstract. P2L is a productive activity that empowers the community, especially housewives so that they are able to meet the availability of family food while supporting the household economy, but in its implementation, there are obstacles that prevent P2L from achieving its goals. The purpose of the study was to evaluate the performance of the P2L program based on aspects of inputs, outputs and outcomes in the Mekar Saluyu Farmer Women's Group (KWT) located in Bogor City. The evaluation of this P2L program uses a logic model with a quantitative approach and descriptive analysis of research data. The evaluation results stated that KWT Mekar Saluyu has implemented the P2L program well, this is indicated by an increase in knowledge, skills and attitudes of KWT members to optimize yard land management for P2L activities so that it has an impact on reducing spending on vegetables because it has been fulfilled from P2L results, but limited arable land area results in vegetable production capacity is not optimal.Keywords: P2L, KWT, evaluation of logic model. Abstrak. P2L merupakan kegiatan produktif yang memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar mereka mampu mencukupi ketersediaan pangan keluarga sekaligus menunjang ekonomi rumah tangga, namun dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang menghambat P2L mencapai tujuannya. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kinerja program P2L berdasarkan aspek input, output dan outcome di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Saluyu yang berada di Kota Bogor. Evaluasi program P2L ini menggunakan logic model dengan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif terhadap data penelitian. Hasil evaluasi menyebutkan KWT Mekar Saluyu telah melaksanakan program P2L dengan baik, ditandai dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap anggota KWT mengoptimalkan pengelolaan lahan pekarangan untuk kegiatan P2L sehingga berdampak kepada berkurangnya pengeluaran belanja untuk sayuran karena telah terpenuhi dari hasil P2L, namun keterbatasan luas lahan garapan mengakibatkan kapasitas produksi sayuran belum optimal.  Kata Kunci: P2L, KWT, evaluasi logic model.
Analysis Of Factors Associated With The Incidence Of Obesity In Adolescents Salsa, Dilas Yuanita; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14337

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan pada waktu yang lama. Prevalensi obesitas pada remaja di Indonesia mengalami peningkatan pertahunnya, dari 23,6% ditahun 2013 meningkat menjadi 31% ditahun 2018. Beberapa faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di Indonesia diantaranya yaitu genetik, lingkungan, psikososial dan faktor perilaku seperti aktivitas fisik dan pola makan.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 1 Muaragembong Bekasi Tahun 2024.Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengalami obesitas sebanyak 64 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan pengukuran antropometri dan wawancara dengan kuesioner FFQ Semi Quantitatif, IPAQ, PSQI, PSS-10 dan SONTUS. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic Chi Square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi fast food (p=0,030), aktivitas fisik (p=0,010), tingkat stress (p=0,006) dan penggunaan media social (p=0,012) dengan obesitas pada remaja serta tidak terdapat hubungan antara pola tidur (p=0,081) dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Muaragembong tahun 2024.Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja adalah konsumsi fast food, aktivitas fisik, tingkat stress, dan penggunaan media social. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan obesitas pada remaja adalah pola tidur.Saran: Diharapkan dapat diadakannya program kesehatan pada penderita obesitas melalui UKS atau bimbingan konseling seperti: diet sehat remaja, melakukan senam pagi, melakukan kegiatan rutin jalan santai bersama seluruh siswa dan guru agar menumbuhkan kesadaran untuk hidup sehat. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Fast Food, Media social, Obesitas, Pola Tidur, Tingkat Stres ABSTRACT Background: Obesity is an excessive accumulation of fat due to an imbalance of energy intake and energy expenditure over a long period of time. The prevalence of obesity in adolescents in Indonesia has increased every year, from 23.6% in 2013 to 31% in 2018. Several factors influence obesity in adolescents in Indonesia including genetic, environmental, psychosocial and behavioral factors such as physical activity and diet.Purpose: To determine the factors associated with the incidence of obesity in adolescents at SMPN 1 Muaragembong Bekasi in 2024.Method: This type of research uses quantitative research with a cross sectional approach. The sample in this study were all students who were obese as many as 64 respondents with the Total Sampling sampling technique. Data collection using anthropometric measurements and interviews with FFQ Semi Quantitative questionnaires, IPAQ, PSQI, PSS-10 and SONTUS. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square statistical test.Results: The results showed that there was a relationship between fast food consumption (p=0.030), physical activity (p=0.010), stress level (p=0.006) and social media use (p=0.012) with obesity in adolescents and there was no relationship between sleep patterns (p=0.081) with obesity in adolescents at SMPN 1 Muaragembong in 2024.Conclusion: Factors associated with obesity in adolescents are fast food consumption, physical activity, stress levels, and social media use. While factors that are not associated with obesity in adolescents are sleep patterns.Suggestion: It is hoped that a health program can be held for obese people through UKS or counseling guidance such as: a healthy diet for adolescents, doing morning exercises, conducting routine leisurely walks with all students and teachers in order to foster awareness of healthy living. Keywords: Physical Activity, Fast Food, Social Media, Obesity, Sleep Patterns, Stress Levels.