Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of Bay Leaves (Syzygium polyanthum) to Reduce Body Mass Index Among Pre-Menopausal Obese Adults in South Jakarta Regency Syamsiah, Siti; Indrayani, Triana; Munjanah, Yuliani
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 1 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss1.1459

Abstract

Perimenopause is a transition phase towards menopause which is characterized by hormonal changes, including a decrease in the production of the hormone estrogen and an increase in belly fat which can cause obesity. This study aimed to examine the effectiveness of bay leaves to reduce body mass index (BMI). The research design used was quasi-experimental with a one-group pretest and posttest-only design. The population in this study were pre-menopausal adults with obesity who were selected using purposive sampling with a total respondents 30 adults. During 14 days, they are given the 4-5 bay leaves which were previously boiled with around 250 ml water. The BMI was calculated before and after giving the intervention. Data analysis used the Wilcoxon analysis test. The results revealed that there are significantly reduced BMI compared to before and after the intervention. The content of bay leaves can accelerate weight loss in pre-menopause because it has a thermogenic effect on the body and can be used as an alternative herbal therapy that is very easy to obtain and economical which can be used by obese women in perimenopause. The health promotion to introduce bay leaves could be started as bay leaves are easy to find and grow.        
Hubungan Obesitas terhadap Kejadian Infertilitas pada Wanita Usia Subur Syamsiah, Siti; Kasman, Cindy Fitriani Putri; Lubis, Rosmawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.3036

Abstract

Salah satu faktor penyebab infertilitas adalah berat badan berlebih dan obesitas. Obesitas secara jelas merupakan faktor yang dapat meningkatkan gangguan kesuburan wanita, terutama gangguan pada siklus menstruasi, infertilitas, komplikasi pada kehamilan, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas terhadap kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Klinik Tirta Medika Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional menggunakan design case control. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang wanita usia subur (WUS) berusia 20-40 tahun, yang terdiri dari 15 WUS dengan infertilitas dan 15 WUS tidak infertilitas. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan obesitas terhadap kejadian infertilitas dan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui keeratan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan WUS yang tidak obesitas dan tidak infertilitas sebanyak 12 orang, WUS yang tidak obesitas dan mengalami infertilitas sebanyak 3 orang, WUS yang obesitas dan tidak infertilitas sebanyak 3 orang, dan WUS obesitas yang mengalami infertilitas sebanyak 12 orang. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan obesitas dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur (nilai p = 0,000) dengan Tingkat hubungan yang kuat (nilai korelasi Spearman's rho = 0,700). Bidan penting memberikan pendidikan kesehatan pengetahuan dan pemahaman tentang gizi masa usia subur, memahami tentang IMT, dapat menganalisa untuk kebutuhan gizi sesuai umur untuk mencegah terjadinya obesitas. Jika tidak terjadi obesitas maka hormone dalam tubuh akan stabil dan jika hormone tubuh dalam wanita usia subur tidak akan terjadi infertilitas.
Konsep Pendidikan pada Kisah Nabi Khidir As Dan Nabi Musa As Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 62-82 dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Tafsir Al-Misbah) Syamsiah, Siti; Masri, Dedi; Pane, Nazliyani; Yani, Dwi Afri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i4.199

Abstract

Menimbang akan pendidikan yang sangat penting, saat ini banyak hal yang bertentangan terjadi dalam lingkup pendidikan. Bahwasanya pendidikan yang dijalankan oleh guru, orang tua atau lembaga tertentu yang berperan sebagai pendidik hanya sebatas pada kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik kurang jadi perhatian pendidik. Terkait dengan ilmu pengetahuan dalam pengembangannya harus berasal dari sumber utama Islam, yaitu AlQur‟an dan Hadis. Dalam Al-Qur‟an yang dapat diambil pelajarannya yaitu kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as, yang dapat diambil pelajarannya mengenai konsep pendidikan Pada penelitian ini, menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang menguraikan dan menganalisis fakta, kejadian, interaksi sosial, tanggapan dan pandangan orang lain baik secara personal maupun berkelompok sehingga data yang dihasilkan berdasarkan realitas yang benar adanya. Dalam pembahasan penelitian ini dilakukan melalui pendekatan tematik. Kemudian ayat-ayat Al-Qur‟an yang dicantumkan ditelaah berdasarkan analisis tafsir almisbah agar mudah dipahami. Kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir menunjukkan adanya unsur pendidikan, dimana Nabi Khidir sebagai pendidik yang dapat memahami permasalahan yang dihadapi oleh peserta didiknya, sabar dan lemah lembut, mengajar dengan kasih sayang, pemaaf dan menguasai materi pembelajaran dimana Nabi Musa sebagai peserta didik tidak mengetahui apa yang diajarkan oleh Nabi Khidir. Seorang pendidik harus memiliki akhlak yang mulia. Dalam menuntut ilmu peserta didik harus sungguh-sungguh, memiliki ambisi, dan juga meminta maaf dengan sopan serta disiplin.
Konsep Pendidikan pada Kisah Nabi Khidir As Dan Nabi Musa As Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 62-82 dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Tafsir Al-Misbah) Syamsiah, Siti; Masri, Dedi; Pane, Nazliyani; Yani, Dwi Afri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i4.199

Abstract

Menimbang akan pendidikan yang sangat penting, saat ini banyak hal yang bertentangan terjadi dalam lingkup pendidikan. Bahwasanya pendidikan yang dijalankan oleh guru, orang tua atau lembaga tertentu yang berperan sebagai pendidik hanya sebatas pada kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik kurang jadi perhatian pendidik. Terkait dengan ilmu pengetahuan dalam pengembangannya harus berasal dari sumber utama Islam, yaitu AlQur‟an dan Hadis. Dalam Al-Qur‟an yang dapat diambil pelajarannya yaitu kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as, yang dapat diambil pelajarannya mengenai konsep pendidikan Pada penelitian ini, menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang menguraikan dan menganalisis fakta, kejadian, interaksi sosial, tanggapan dan pandangan orang lain baik secara personal maupun berkelompok sehingga data yang dihasilkan berdasarkan realitas yang benar adanya. Dalam pembahasan penelitian ini dilakukan melalui pendekatan tematik. Kemudian ayat-ayat Al-Qur‟an yang dicantumkan ditelaah berdasarkan analisis tafsir almisbah agar mudah dipahami. Kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir menunjukkan adanya unsur pendidikan, dimana Nabi Khidir sebagai pendidik yang dapat memahami permasalahan yang dihadapi oleh peserta didiknya, sabar dan lemah lembut, mengajar dengan kasih sayang, pemaaf dan menguasai materi pembelajaran dimana Nabi Musa sebagai peserta didik tidak mengetahui apa yang diajarkan oleh Nabi Khidir. Seorang pendidik harus memiliki akhlak yang mulia. Dalam menuntut ilmu peserta didik harus sungguh-sungguh, memiliki ambisi, dan juga meminta maaf dengan sopan serta disiplin.
The Relationship Between Knowledge and Behavior Regarding COVID-19 Prevention among Elderly Clara Laturette, Silvia; Novelia, Shinta; Syamsiah, Siti
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 3 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v3i3.145

Abstract

The process of getting old will continue to occur and cause various morphological changes that affect the function of the respiratory system. The respiratory system in the elderly shows a structural and functional decline, resulting in increased respiratory work compared to other young people. This is associated with a decreased ability when suffering from mother acute diseases such as heart defects, bacterial or viral infections, and blockages in the airway. The risk of complications from COVID-19 is higher in some vulnerable populations, especially the elderly and individuals who suffer from weakness or have some chronic conditions. The risk of death increases with age and is also higher in those with diabetes, heart disease, blood clotting problems, or who have shown signs of sepsis. The purpose of this study is to determine the relationship between Knowledge and COVID-19 Prevention Behavior in the Elderly This type of research is quantitative research. The population is all elderly in the working area of Piru Health Centre, which consists of 123 people. The sample consisted of 94 people selected by simple random sampling. Research instruments are questionnaires of knowledge and behavior. Data analysis is performed univariately and bivariate using the chi-square test. The results showed a significant relationship between knowledge and COVID-19 prevention behavior in the elderly in the Piru Health Center Work Area. Knowledge influences the behavior of the elderly health, so it is hoped that the government can provide Health Education to improve the understanding of the elderly to improve COVID-19 prevention behavior.
Analysis of filling the maternal and child health handbook for antenatal care Aenurida, Aenurida; Syamsiah, Siti; Rukmaini, Rukmaini
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 8 (2025): Volume 8 Number 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i8.1641

Abstract

Background: Midwife compliance in completely and consistently filling out the Maternal and Child Health (MCH) Handbook is an essential pillar for providing quality Antenatal Care (ANC). The MCH Handbook functions as an instrument for early risk detection, a portable medical record, and a communication tool among healthcare professionals. In practice, however, the level of midwife compliance still faces various challenges that risk diminishing the quality of maternal and child health services.. Purpose: To analysis of the factors influencing midwife compliance in filling out the MCH Handbook using the theoretical framework of the Theory of Planned Behavior (TPB). Method: A descriptive qualitative approach, specifically focusing on exploratory study. The study took place May - September 2025, in North Cikarang, Bekasi. Using total sampling 16 participants were selected, contributor informant inquired midwives providing ANC services, midwife coordinators, heads of puskesmas, and district health office officials. Data collection was carried out using in-depth interviews. The data were analysed using thematic analysis technique. Results: Midwives’ completion of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook is influenced by both intrinsic factors, such as professional duty and commitment to quality care, and external factors, including regulatory requirements and institutional demands like BPJS claims. Despite challenges such as limited training, complex handbook sections, high patient loads, and duplicated documentation, effective teamwork, well-established Standard Operating Procedures (SOPs), and strict supervision can enhance accurate and consistent record-keeping. The handbook is valued as a critical tool for continuity of care, early risk detection, provider communication, maternal education, and professional accountability. Strengthening community engagement can further support compliance, creating bottom-up accountability that complements administrative obligations and sustains quality midwifery practice. Conclusion: Effective completion of the MCH Handbook by midwives depends on a combination of intrinsic motivation, external regulations, supportive systems, and community engagement, which together ensure accurate documentation, quality care, and professional accountability.
Analysis Of Factors On Adolescent Mental Health in Cikulur District, Lebak Regency, Banten, Indonesia Silawati, Vivi; Oktaviani, Lusi; Syamsiah, Siti
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i1.80

Abstract

Background: Adolescents generally have good physical and mental health. However, due to various disturbances, they are vulnerable to mental health issues. Mental health has become a global issue, including in Indonesia, affecting nearly 350 million people worldwide (WHO, 2023). Objective: To examine the influence of body weight, psychological resilience, emotional state, self-confidence, academic performance, and social support on adolescent mental health.Methods: This study used a descriptive approach with an ex post facto design. The sample consisted of 89 respondents. Data were collected using a questionnaire, and multiple linear regression analysis was employed. Results: Among the adolescents surveyed, 12 (13.5%) had abnormal mental health, 19 (21.3%) were classified as borderline, and 58 (65.2%) had normal mental health. Regarding body weight, 14 (15.7%) were underweight, 59 (66.3%) had normal weight, and 16 (18%) were overweight. Psychological resilience levels were low in 14 respondents (15.7%), moderate in 46 (51.7%), and high in 29 (32.6%). Emotional state analysis showed that 13 respondents (14.6%) had abnormal emotional conditions, 19 (21.3%) were borderline, and 57 (64%) were normal. Self-confidence levels were low in 12 respondents (13.5%), moderate in 72 (80.9%), and high in 5 (5.6%). In terms of academic performance, 74 (83.1%) had adequate grades, 12 (13.5%) had good grades, and 3 (3.4%) had excellent grades. Social support was low for 11 respondents (12.4%), moderate for 69 (77.5%), and high for 9 (10.1%). All variables showed statistically significant results (p-value: 0.000 < 0.05), indicating a relationship between body weight, psychological resilience, emotional state, self-confidence, and social support with adolescent mental health among middle school students in Cikulur District. Among these factors, emotional state exhibited the strongest correlation with mental health, as evidenced by a Pearson correlation value of 0.980.Conclusion: The study indicates that body weight, psychological resilience, emotional state, selfconfidence, and social support are significantly related to adolescent mental health. Recommendations: Adolescents should enhance their social interactions and engage in positive activities within their environment. Additionally, they should set clear goals for their future aspirations
Pembiasaan Literasi Pagi untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran di Sekolah Dasar Amirrullah, Amirrullah; Syamsiah, Siti; Tasnim, Tasnim; Aswari, Tiara Lady; Ardina, Vebria
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v10i2.39922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan literasi pagi dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran pada peserta didik di SDN Dukuh 04 Pagi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik yang terlibat langsung dalam kegiatan literasi pagi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dibantu dengan aplikasi NVivo melalui proses pengodean, visualisasi word cloud, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan literasi pagi yang dilaksanakan secara rutin telah berkembang menjadi budaya sekolah yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menemukan empat tema utama, yaitu peran guru dalam penanaman nilai kejujuran, pembiasaan literasi pagi sebagai budaya sekolah, literasi sebagai media pembentukan karakter, dan internalisasi nilai kejujuran pada peserta didik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi pagi tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga berperan strategis dalam menanamkan nilai kejujuran secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam lingkungan sekolah.
Efektivitas Model Literasi Kesehatan Digital Kontekstual terhadap Perubahan Perilaku Pencegahan Obesitas pada Wanita Usia Subur Syamsiah, Siti; Simamora, Rotua Suriany
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.66

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, terutama pada pencegahan obesitas. Namun, rendahnya kemampuan wanita usia subur dalam memanfaatkan informasi kesehatan digital masih menjadi hambatan perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model literasi kesehatan digital kontekstual terhadap perubahan perilaku pencegahan obesitas pada wanita usia subur. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 100 wanita usia 20–45 tahun, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Model literasi digital kontekstual dikembangkan berdasarkan kerangka ADDIE, dengan intervensi selama 8 minggu melalui platform edukasi interaktif. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor perilaku pencegahan obesitas pada kelompok intervensi (p<0,001) dibandingkan kontrol. Aspek yang meningkat meliputi aktivitas fisik, pemilihan makanan sehat, dan pengendalian berat badan. Model literasi kesehatan digital kontekstual efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan obesitas pada wanita usia subur.
Factors associated with diabetes self-care activities in patients with type 2 diabetes mellitus Hisni, Dayan; Wowor, Tommy JF; Syamsiah, Siti; Lubis, Rosmawaty
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v6i1.657

Abstract

The chronic nature of Type 2 diabetes mellitus (T2DM) necessitates management strategies beyond pharmacotherapy, specifically consistent self-care and family support. While self-care is critical for glycemic control, the influence of urban sociocultural and family dynamics remains underexplored. This study aimed to evaluate diabetes self-care levels and their associations with demographics, disease knowledge, and family support among adults. A STROBE-compliant cross-sectional study was conducted with 89 purposively sampled adults at a public health center. Instruments included the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), Family Support Scale (HDFSS), and Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Reliability was established (Cronbach's α = 0.73–0.96). Data were analyzed using the Mann-Whitney U test and Spearman's rho test. The mean SDSCA score was 71.4 (SD=13.7). Self-care behaviors were significantly associated with university education (p=0.048), disease duration ≥5 years (p=0.002), and older age (r=0.73, p<0.001). Diabetes knowledge (r=0.285, p=0.007) and family support (r=0.219, p=0.039) showed weaker, yet significant, positive correlations. No significant gender differences were observed (p=0.527). Age emerged as the strongest predictor of self-care. These findings highlight the need for age-stratified interventions that integrate family support to optimize T2DM management.
Co-Authors ', Padil Adelin, Christina Adi Firmansyah Aenurida, Aenurida Agus Prasetyo Amalia, Atika Aminah, Fitria Amirrullah, Amirrullah Amirullah -, Amirullah Andreas Didit Herdito, Andreas Didit Anna Fatchiya Ardina, Vebria Armadhani, Argasepta Asnil Aidah Ritonga Astri, Mega Aswari, Tiara Lady Aulya, Yenny Azzahra, Daviena Blezensky, Fira Carolin, Bunga Tiara Chalada, Sri Clara Laturette, Silvia Dyah Retna Puspita Eka Sari, Eka Fadliah, Siti Hamidah Fatiha, Salysia Manif Febry Mutiariami Dahlan Feronika, Nopi Hana Indriana Hasiani S, Amelia Hasibuan, Rosid Fauzan Hisni, Dayan Huda, Cahya Nurul Indrayani, Triyana Indriana, Hanna Indriani, Revi Indriyani, Linda Junaidi Khotib Kasam, Ir Kasman, Cindy Fitriani Putri Kundaryanti, Rini Lilis Puspitasari Lubis, Rosmawaty Lubis, Rosmaway Lusi Oktaviani Margono . Masri, Dedi Mawarni, Widya Tri Mufliha, Ayu Laila Muhammad Nur Cahyanto Munjanah, Yuliani Muslikhin Hidayat Nabilah Nabilah Nabilah, Jihan Novelia, Shinta Pan Pangestie, Esty Pane, Nazliyani Putri, Meidy Regita Rafika Rafika Rafnel Azhari Retna Puspita, Dyah Rina Sri Kasiamdari Rochmadi - Rotua Suriany Simamora Rukmaini, Rukmaini Rully Septria, Rully Salsa, Dilas Yuanita Sarto Septiarini, Disty Silawati, Vivi Siti Nur Inayah Sri Dinengsih, Sri Sukmawati, Ellies Suralaga, Cholisah Suryo Purwono SZ, Bambang SZ, Bambang Tasnim Tasnim Titania Aulia Tri Asmawulan Triana Indrayani Tsabita, Taqiyya Hasya Tsutomu Suzuki, Tsutomu Uray Gustian, Uray Wowor, Tommy JF Yani, Dwi Afri Yanti Setianti Yulia Maftuhah Hidayati yuliani, Yuliyani - Yulistian, . Yulistian, . Yunita, Nela Erma Zahra, Fatimah Tuz