Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Pendidikan pada Kisah Nabi Khidir As Dan Nabi Musa As Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 62-82 dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Tafsir Al-Misbah) Syamsiah, Siti; Masri, Dedi; Pane, Nazliyani; Yani, Dwi Afri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i4.199

Abstract

Menimbang akan pendidikan yang sangat penting, saat ini banyak hal yang bertentangan terjadi dalam lingkup pendidikan. Bahwasanya pendidikan yang dijalankan oleh guru, orang tua atau lembaga tertentu yang berperan sebagai pendidik hanya sebatas pada kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik kurang jadi perhatian pendidik. Terkait dengan ilmu pengetahuan dalam pengembangannya harus berasal dari sumber utama Islam, yaitu AlQur‟an dan Hadis. Dalam Al-Qur‟an yang dapat diambil pelajarannya yaitu kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as, yang dapat diambil pelajarannya mengenai konsep pendidikan Pada penelitian ini, menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang menguraikan dan menganalisis fakta, kejadian, interaksi sosial, tanggapan dan pandangan orang lain baik secara personal maupun berkelompok sehingga data yang dihasilkan berdasarkan realitas yang benar adanya. Dalam pembahasan penelitian ini dilakukan melalui pendekatan tematik. Kemudian ayat-ayat Al-Qur‟an yang dicantumkan ditelaah berdasarkan analisis tafsir almisbah agar mudah dipahami. Kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir menunjukkan adanya unsur pendidikan, dimana Nabi Khidir sebagai pendidik yang dapat memahami permasalahan yang dihadapi oleh peserta didiknya, sabar dan lemah lembut, mengajar dengan kasih sayang, pemaaf dan menguasai materi pembelajaran dimana Nabi Musa sebagai peserta didik tidak mengetahui apa yang diajarkan oleh Nabi Khidir. Seorang pendidik harus memiliki akhlak yang mulia. Dalam menuntut ilmu peserta didik harus sungguh-sungguh, memiliki ambisi, dan juga meminta maaf dengan sopan serta disiplin.
Konsep Pendidikan pada Kisah Nabi Khidir As Dan Nabi Musa As Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 62-82 dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Tafsir Al-Misbah) Syamsiah, Siti; Masri, Dedi; Pane, Nazliyani; Yani, Dwi Afri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i4.199

Abstract

Menimbang akan pendidikan yang sangat penting, saat ini banyak hal yang bertentangan terjadi dalam lingkup pendidikan. Bahwasanya pendidikan yang dijalankan oleh guru, orang tua atau lembaga tertentu yang berperan sebagai pendidik hanya sebatas pada kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik kurang jadi perhatian pendidik. Terkait dengan ilmu pengetahuan dalam pengembangannya harus berasal dari sumber utama Islam, yaitu AlQur‟an dan Hadis. Dalam Al-Qur‟an yang dapat diambil pelajarannya yaitu kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as, yang dapat diambil pelajarannya mengenai konsep pendidikan Pada penelitian ini, menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang menguraikan dan menganalisis fakta, kejadian, interaksi sosial, tanggapan dan pandangan orang lain baik secara personal maupun berkelompok sehingga data yang dihasilkan berdasarkan realitas yang benar adanya. Dalam pembahasan penelitian ini dilakukan melalui pendekatan tematik. Kemudian ayat-ayat Al-Qur‟an yang dicantumkan ditelaah berdasarkan analisis tafsir almisbah agar mudah dipahami. Kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir menunjukkan adanya unsur pendidikan, dimana Nabi Khidir sebagai pendidik yang dapat memahami permasalahan yang dihadapi oleh peserta didiknya, sabar dan lemah lembut, mengajar dengan kasih sayang, pemaaf dan menguasai materi pembelajaran dimana Nabi Musa sebagai peserta didik tidak mengetahui apa yang diajarkan oleh Nabi Khidir. Seorang pendidik harus memiliki akhlak yang mulia. Dalam menuntut ilmu peserta didik harus sungguh-sungguh, memiliki ambisi, dan juga meminta maaf dengan sopan serta disiplin.
Pembiasaan Literasi Pagi untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran di Sekolah Dasar Amirrullah, Amirrullah; Syamsiah, Siti; Tasnim, Tasnim; Aswari, Tiara Lady; Ardina, Vebria
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v10i2.39922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan literasi pagi dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran pada peserta didik di SDN Dukuh 04 Pagi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik yang terlibat langsung dalam kegiatan literasi pagi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dibantu dengan aplikasi NVivo melalui proses pengodean, visualisasi word cloud, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan literasi pagi yang dilaksanakan secara rutin telah berkembang menjadi budaya sekolah yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menemukan empat tema utama, yaitu peran guru dalam penanaman nilai kejujuran, pembiasaan literasi pagi sebagai budaya sekolah, literasi sebagai media pembentukan karakter, dan internalisasi nilai kejujuran pada peserta didik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi pagi tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga berperan strategis dalam menanamkan nilai kejujuran secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam lingkungan sekolah.
Development And Evaluation Of A Contextual Digital Health Literacy Model For Obesity Risk Mitigation Among Women Of Reproductive Age Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.25319

Abstract

Latar Belakang: Wanita usia subur merupakan kelompok yang rentan terhadap obesitas yang berdampak pada kesehatan umum dan kesehatan reproduksi. Literasi kesehatan digital yang kontekstual dipandang sebagai pendekatan inovatif dalam upaya mitigasi risiko obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model literasi kesehatan digital kontekstual dalam mitigasi risiko obesitas pada wanita usia subur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Intervensi berupa penerapan model literasi kesehatan digital kontekstual diberikan kepada wanita usia subur, kemudian dianalisis perubahan pengetahuan, perilaku pencegahan obesitas, serta indikator risiko obesitas menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pencegahan obesitas yang signifikan setelah intervensi (p0,05). Selain itu, terdapat penurunan indeks massa tubuh dan lingkar perut responden. Analisis multivariat menunjukkan bahwa perubahan perilaku merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi penurunan risiko obesitas. Kesimpulan dan Saran: Model literasi kesehatan digital kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk perilaku hidup sehat, dan menurunkan risiko obesitas pada wanita usia subur. Oleh karena itu, disarankan agar model ini dapat diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan dan program promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, serta dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian berskala lebih luas sebagai dasar penguatan kebijakan dan pengajuan hibah penelitian. Kata kunci: Literasi Kesehatan Digital, Model Kontekstual, Obesitas, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background: Women of reproductive age represent a population group that is vulnerable to obesity, which adversely affects both general and reproductive health. Contextual digital health literacy is considered an innovative approach for mitigating obesity risk. Objective: This study aimed to develop and evaluate a contextual digital health literacy model for obesity risk mitigation among women of reproductive age. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The intervention consisted of implementing a contextual digital health literacy model among women of reproductive age. Changes in knowledge, obesity-preventive behaviors, and obesity risk indicators were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Results: The findings showed a significant increase in knowledge and meaningful changes in obesity-preventive behaviors following the intervention (p 0.05). Additionally, reductions in body mass index (BMI) and waist circumference were observed among respondents. Multivariate analysis indicated that behavioral change was the most dominant factor influencing the reduction of obesity risk. Conclusion and Recommendation: The contextual digital health literacy model proved effective in enhancing knowledge, shaping healthy lifestyle behaviors, and reducing obesity risk among women of reproductive age. Therefore, it is recommended that this model be integrated into midwifery services and health promotion programs at primary healthcare facilities and further developed through large-scale studies to support policy strengthening and research grant applications. Keywords: Digital Health Literacy, Contextual Model, Obesity, Women of Reproductive Age
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Fadhilla, Putri; Rahmasari, Eka; Budi Rahaju, Endah; Syamsiah, Siti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13975

Abstract

This study aims to examine the improvement of student learning outcomes at SMP Negeri 8 Kediri through the Problem Based Learning (PBL) model in Mathematics instruction. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The study focuses on the PBL model and student learning outcomes. The subjects of this research are 31 students of class VII G at SMP Negeri 8 Kediri. Data collection techniques were carried out through tests to measure student learning outcomes during the application of the PBL model. The research results showed a significant increase in learning outcomes and learning interest from the initial conditions to cycle II after using PBL. Learning outcomes in cycle II reached the determined success indicator, which increased to 74% from the pre-cycle rate of only 36%. In cycle I, the students' learning outcomes increased to 49%, and in cycle II, they increased further to 74%. This improvement indicates the successful implementation of the PBL model, thus it can be concluded that the application of the PBL model is effective in enhancing students' mathematics learning outcomes.